Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Endorsemen dan Kata Sambutan Buku SLBI

Endorsemen dan Kata Sambutan Buku SLBI


SETELAH saya selesai mengumpulkan 42 artikel --berupa catatan-- saya di salah satu blog 'bersama' yang membuka 'Program Menulis 40 Hari Tiada Henti' untuk dijadikan buku saya menghubungi orang-orang tertentu untuk memberikan sedikit masukan atau keterangan sesuai pandangannya  terhadap tulisan saya itu. Kepada tokoh Melayu yang sudah saling kita kenal, Datok Rida K Liamsi saya meminta dibuatkan endorsemen calon buku saya itu. Kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Dr. Muhammad Dali, MM saya pun meminta diberikan semacam kata sambutan untuk buku yang akan saya terbitkan itu.

Alhamdulillah kedua orang itu bersedia memberikan catatan mereka pada buku yang saya beri judul Semangat Literasi untuk Berbagi Inspirasi (SLBI). Datok Rida mengirimkan endorsemen singkatnya tapi begitu padatnya. Saya merasa tersanjung oleh endorsemen itu. Begitu pula dengan Kata Sambutan Pak Dali yang membuatkan satu halaman lebih sambutan yang membuat saya sangat dihargai dengan kehadiran buku SLBI ini.

Sebelum buku SLBI sampai ke tangan Anda saya mendahului memposting catatan kedua tokoh itu di halaman ini. Endorsemen dan Kata Ssambutan itu saya pastikan akan ada pada buku tersebut. Inilah endorsemen dan Kata Sambutan kedua tokoh Kepri itu.

Gerakan Literasi Nasional yang dicanangkan secara luas dan serentak di mana mana di negeri ini, mendapat ruang dan kekuatan untuk terus hidup dan berkembang, karena adanya para guru. Di semua tingkatan. Merekalah kekuatan terdepan untuk menjadikan leterasi yang wujud dalam bentuk kegiatan membaca dan menulis  menemukan bentuk kontiniewuitasnya. Dan M Rasyid Nur, yang pernah lama jadi guru di Karimun, sebuah kabupaten di Selat Melaka ini, adalah salah satu ujung tombak itu. Dia bukan saja suka membaca, mampu menulis, tapi juga pandai  bercerita. 

Esensi terpenting dari Gerakan  Literasi, itu adalah bercerita. Tradisi bercerita ini adalah bagian dari proses penerusan dari tradisi sastera lisan dalam masyarakat, terutama di kawasan berbudaya Melayu ini, karena sudah ada sejak lama dikenal apa yang disebut berpantun, bersyair, bergurindam dan berhikayat. Buku yang ditulis M Rasyid Nur, ini adalah proses bercerita dan menceritakan kembali pengalaman hidupnya, baik sebagai guru maupun sebagai tokoh masyarakat . Buku ini sangat berguna karena memberi laluan kepada tradisi literasi menuju masyarakat yang literat dan terbuka untuk menyerap semua budaya. Shabas! (Rida K Liamsi, Budayawan Melayu)


KATA SAMBUTAN KADISDIK PROVINSI KEPRI

Sejak  dicanangkannya Gerakan Literasi Nasional (GLN) pada tahun 2016 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan fakta menunjukkan aktivitas leterasi terus berkembang maju hingga hari ini. Gerakan Literasi Nasional sebagai bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti menyasar gerakan literasi sekolah hingga lahir Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Belakangan juga tumbuh Gerakan Literasi Masyarakat dan gerakan literasi lainnya.

GLS secara umum bertujuan untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Sedangkan secara khusus gerakan ini dimaksudkan agar tumbuh budaya literasi di sekolah, meningkatnya kapasitas warga sekolah agar literat, menjadikan sekolah sebagai taman belajar dan lain-lainnya. Artinya sekolah menjadi hal yang paling penting untuk berkembangnya budaya literasi di Tana Air.

Terbitnya buku berjudul Semangat Literasi untuk Berbagi Inspirasi karya M. Rasyid Nur yang nota bene belyau sudah berkiprah sebagai seorang guru di sekolah sangat lama, saya harapkan ini menjadi pendorong warga sekolah khususnya dan masyarakat secara umum untuk termotivasi membina dan mengembangkan budaya literasi. Selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri saya mengajak dan meminta seluruh warga sekolah untuk terus bergiat di ranah literasi. Tidak hanya untuk dirinya dan sekolah tempatnya mengabdi bahkan budaya literasi kiranya juga dikembangkan di lingkungan sekitarnya. Dalam masyarakat kita. 

Saya berharap warga sekolah khususnya dan masyarakat pada umumnya menjadikan literasi, terutama di ranah kreativits tulis-menulis sebagai bagian kegiatan sehari-hari. Guru adalah pembelajar yang perlu memiliki keterampilan menulis. Untuk itu para guru wajib mengembangkan kompetensinya juga di ranah literasi. Sekali lagi saya menyambut baik terbitnya buku yang berasal dari tulisan harian penulisnya ini. Terbukti jika budaya literasi bisa hidup dan setiap hari bisa dipraktikkan maka akan lahirlah buku dari tangan-tangan guru yang aktif menulis ini. Buku adalah catatan dan sejarah hidup kita.

Terakhir saya mengucapkan terima kasih kepada M. Rasyid Nur yang telah membuktikan suka menulis sejak semasa masih PNS bahkan sebelumnya hingga hari ini. Semoga terus bisa melahirkan karya-karya lainnya untuk dapat mendorong teman-teman lainnya menulis buku. Semoga Allah mencatat ini juga sebagai amal-ibadah. 

Saya tentu berharap kedua pikiran tokoh itu menjadikan buku saya ini memiliki nilai tersendiri di mata pembaca. Bagaimanapun, pandangan orang lain dalam satu buku yang diterbitkan pasti memiliki nilai tersendiri. Kini buku itu segera akan beredar dan siap untuk menjumpai pembaca.***

 
Sensasi Naik Boat Pramuka Kwarcab Karimun

Sensasi Naik Boat Pramuka Kwarcab Karimun


INILAH sensasi naik boat pancung. Digoyang gelombang sedang. Tidak terlalu besar tapi tetap saja menantang. Berangkat dari Pelabuhan Pinang Sebatang, Tanjungbalai Karimun. Buat yang belum tahu, pelabuhan ini ada di seputaran Kantor Satpol PP. Tidak jauh dari Bea Cukai Tanjungbalai.

Kemarin Jumat (26/11/2021) itu, ada tugas dari Kwarcab Karimun. Berangkat ke Moro karena ada kegiatan Karang Pamitran Kwarran Moro yang harus dibuka oleh Ketua Kwarcab. Karena Ketua (Umum) Kwarcab dan Ketua (Harian) tidak bisa hadir ke Moro, maka rombongan pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Karimun berangkat di bawah Ketua Rombongan, Sekretaris Kwarcab, Kak Dol. Saya dan beberapa orang pengurus lainnya ikut bersama. Kami berangat menggunakan boat pancung.

Inilah sensasi naik boat pancung yang saya rasakan. Cuaca tidak terlalu berangin. Tapi gelombang kecil-kecilan di tengah laut lepas menyeberangi laut Internasional, itu tidaklah mengenakkan. Ukuran boat selebar kurang dari dua meter dengan panjang 10-an meter, bukanlah kendaraan laut yang membuat tenang perasaan di tengah laut lepas itu. Kami benar-benar dibuat berdebar selama di tengah laut.

Tepat pukul 13.40 boat kami bergerak. Dalam 10, 20 menit berikutnya kami sudah digoyang gelombang. Meliuk ke kiri dan ke kanan, begitulah tekong (pemegang kendali) menjalankan boatnya. Semburan air laut terkadang menembus kain terpal yang menutup kiri-kanan boat. Tapi kami tetap tenang. Berbicara biasa saja. Bergurau juga bersama likuan boat yang menegangkan perut kami. Butuh hampir satu setengah jam perjalanan kami dari Tanjungbalai Karimun ke Pulau Moro. Dan kami selamat sampai ke Moro menjelang waktu asar.


Perjalanan pulang (Moro-Balai) ternyata lebih menantang lagi. Perasaan kami terasa lebih mengkhawatirkan. Itu bermula dari hadiup-matinya salah satu mesin boat kami. Ada dua mesin tempel menjadi tenaga pendorong boat kami. Saat berangkat dari Karimun tidak ada masalah. Tapi ketika kembali ke Karimun, terjadi beberapa kali kerusakan mesin itu. Mula-mula mesin sebelah kiri yang mati setelah kami memulai perjalanan dalam 20 menit pertama. Dengan ketelatenan kapten alias tekong, mesin hidup kembali. Tapi dalam 10 menit berikutnya dia mati lagi.

Beberapa kali mesin tempel boat kami mati. Kami tentu saja khawatir. Jika mesin itu mati kedua-duanya, boat kami tidak akan dapat dikendalikan. Dan bisa kami kembali ke Moro berhanyut-hanyut karena arus laut sepertinya memang ke arah belakang kami. Sungguh ini sensasi luar biasa yang saya rasakan selama beraktifitas di pramuka kwarcab. 

Meskipun harus menempuh perjalanan yang terasa lebih jauh bebanding ketika berangkat siangnya, bersyukur kami karena kami selamat sampai ke Tanjungbalai. Sekitar pukul 19.05 kami baru bisa merapat di Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun. Saya ingat, ketika berangkat meninggalkan Moro, jam menunjukkan pukul 17.00. Itu berarti dua jam lebih kami 'berenang' di laut antara Moro dan Tanjungbalai Karimun.***  
Kita adalah Guru Sekaligus Murid

Kita adalah Guru Sekaligus Murid


Catatan Mohammad Nasruddin
GURU adalah profesi tertua di alam raya ini. Dulu Allah pun menjadi guru bagi adam. Nabi Khidir menjadi guru bagi Musa. Jibril menjadi guru bagi para nabi termasuk nabi Muhammad. Begitulah tuanya usia profesi guru.

Guru di negeri kita dikenal sebagai profesi tanpa tanda jasa. Maksudnya tiada di bajunya lambang atau simbol sebagai tanda jasanya dalam menjalankan tugas guru. Tanda jasa seorang guru dicatat di langit dan di hati murid muridnya yang pandai bersyukur.

Murid yang pandai bersyukur akan selalu berterima kasih atas jasa guru gurunya dengan selalu mengingatnya, mencarinya dan membalas jasa jasa gurunya dengan berbagai caranya. Sekali dia merasa itu adalah gurunya maka selamanya dia akan mengingat jasa gurunya. Itulah tanda murid pandai bersyukur dengan mengenang jasa para guru.

Lalu siapkah guru itu? Guru tidak hanya seseorang yang mengajarkan sesuatu (pelajaran) kepada kita di bangku sekolah formal. Semua yang mengajari kita kebaikan meskipun hanya huruf alif, dia adalah guru kita. Mereka wajib kita hormati dan anggap sebagai guru. 

Justru guru guru yang ikhlas, yang mengajarkan kebaikan tanpa pamrih bahkan kadang dibayar dengan tidk pantas saat di dunia, itulah guru yang seharusnya lebih kita hormati dan kita cari saat kita sukses.  Karena kesuksesan itu tidak terlepas dari peran dan jasa guru. Kalau bukan kita yang menghargai mereka, guru guru kita yang berjasa bagi hidup kita, lalu siapa lagi?

Semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur dengan menghormati mereka dan terus menjalin silaturahmi dengan mereka serta berusaha membalas jasa-jasa mereka. Jangan pernah ada rasa putus asa atau angkuh saat kita berusaha menjaga hubungan silaturrahmi dengan guru-guru kita.

Satu hal yang perlu juga kita pahami bahwa sesungguhnya setiap orang, setiap kita pasti menjadi guru sekaligus murid. Minimal guru bagi anak-anaknya dan murid bagi banyak guru kebaikan yang tak terhitung jumlahnya, baik dibayar maupun tidak dibayar di dunia. Insyaallah akan dibayar di akhirat.

Selamat hari guru yang kita peringati pada hari ini. Sebagai murid kita akan selalu menjaga silaturrahim dan hormat dengan guru. Sebagai guru kita akan terus melaksanakan fungsi guru kita dengan baik.  (Monas)
Dari Tausiah KH Syarifuddin Almakky: Inilah Empat Ciri Wali Allah

Dari Tausiah KH Syarifuddin Almakky: Inilah Empat Ciri Wali Allah

 

 

ADA yang khas pada acara pertemuan bulanan Ikatan Silaturrahim Haji dan Keluarga (Ishaka) 1427 hari Ahad (21/11/2021) kemarin itu. KH Syarifuddin Almakky memberikan tausiah pada acara yang diikuti anggota Ishaka 1427 itu. Tuan rumah pertemuan, Hj. Masni mengundang kiyai Syarifuddin untuk mengisi acara pertemuan. Tidak selalu ada pengajian dalam pertemuan silaturrahim Ishaka 1427 selama ini. Itulah khasnya pertemuan kali ini.

Oleh Bu Hj. Masni sebagai sohibul bait, Kiyai Syarifuddin yang dipanggil juga dengan panggilan buya, itu diminta memberikan ceramah agar ada pencerahan bagi para anggota Ishaka 1427. Memang tidak terlalu lama mengingat waktu yang sudah singkat menjelang masuknya waktu zuhur. Acara pertemuannya memang dimulai pukul 11.00 sebagaimana sudah kesepakatan bersama anggota. Sementara saat ini jadwal zuhur lebih cepat dari pada biasanya. Sebelum pukul 12.00 waktu zuhur sudah masuk. Sementara pengajian baru dimulai pada pukul 11.20 karena harus menunggu anggota hadir lebih ramai.

Pertemuan Bulanan Ishaka 1427 yang anggotanya adalah para haji-hajjah dari beberapa angkatan --saat ini--sesungguhnya bermula dari inisiatif haji-hajjah angakatan tahun 2006/2007 M atau musim haji 1427 H silam. Anggota angkatan pertamanya sudah memasuki angka 15 tahun lamanya. Kronologi berdirinya Ishaka 1427 adalah ketika rombongan haji 2006/2007 yang kebetulan berasal dari Pulau Karimun, itu kembali ke Tanah Air --saat itu-- mereka berinisiatif menggelar reuni silaturrahim sesama haji angakatan yang sama, musim haji 1427. Lamanya bersama di Tanah Suci membuat rasa rindu ketika kembali ke Tanah Air.

Diawali dari rumah (alm) H. Nurdang yang waktu itu didapuk menjadi ketua Ishaka 1427. Dan sejak itu pertemuan bulanan ini terus dilaksanakan setiap bulan dengan pengecualian disebabkan beberapa alasan. Saat ini anggotanya sudah bergabung dengan para haji-hajjah angkatan sesudahnya. Hal itu mengingat sebagian anggota haji angkatan 1427 sudah ramai yang meninggal dunia. Agar eksistensi Ishaka 1427 bertahan maka keanggotaannya dibuka untuk haji-hajjah angkatan lanjutan. Bahkan ada keinginan anggota juga bahwa organisasi ini dikuatkan lagi, entah dengan payung hukum akte, misalnya.

Setiap bulan di pekan ketiga dilaksanakan pertemuan di rumah-rumah anggota secara bergiliran dengan cara diundi. Bagi siapa nomor undiannya tercabut, maka pertemuan bulan depannya akan dilaksanakan di rumahnya atau di tempat yang ditentukan olehnya. Bulan lalu, misalnya kebetulan menjadi tuan rumah adalah Hj. Adrieti. Dan bulan November 2021 ini di rumah Hj. Masni (Gg. Awang Noor) sebagai hasil cabutan undian bulan lalu itu.

Bu Hj. Masni mendatangkan KH. Syarifuddin Almakky sebagai pengisi acara dalam bentuk tausiah. Setelah sebagian besar anggota hadir, kegiatan tausiah pun dimulai dengan dibuka oleh salah seoang anggota. Semacam MC, begitu. Lalu pak kiyai dipersilakan menyampaikan tausiahnya. Dan dengan mengucapkan salam dan puja-puji kepada Yang Maha Kuasa serta bersolawat kepada baginda Rasulullah, ustaz Syarifuddin memulainya. Kami semua menyimak apa yang dia sampaikan.

"Saya bukan mau berceramah di hadapan Bapak-bapak Haji dan Ibu-ibu Hajjah, karena Bapak dan Ibu adalah orang tua-tua yang tidak pantas saya ceramahi," kata ustaz membuka tausiahnya dengan merendah. "Saya hanya akan menyampaikan pesan para ulama kita terdahulu. Ulama ini hidup 1.100 tahun yang lalu. Kita tidak akan bisa mengundangnya lagi ke sini, tapi kita bisa membaca pesan-pesannya melalui buku karangannya ini." Dia menunjukkan buku berbahasa Arab gundul itu. “Kita bersyukur masih dapat mengetahui dan memahami pesan-pesannya.” Begitu kiyai membuka tausiahnya sekaligus menyebutkan buku dan pengarang buku itu. Dia membawa buku yang ditulis oleh Imam Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al Maliky.

Menyinggung masih banyaknya kaum muslimin yang tidak fasih membaca alquran sebagai kitab suci orang muslim, dia mengatakan bahwa kita mestinya sebagai muslim lancar dan fasih membaca alquran. “Bacaan kita harus bagus,” katanya. Bagi Bapak-bapak jangan sampai segan menjadi imam solat tersebab bacaan ayat-ayat alquran kita tidak bagus. Begitu dia mengingatkan. "Belajarlah terus. Jangan takut jadi imam," imbaunya di awal ceramah.

“Bapak-ibu semua adalah muslim/ muslimah yang istimewa di hadapan Allah karena sudah menyelesaikan rukun Islam kelima.” Kata kiyai lagi bahwa bagi muslim-muslimat yang sudah berkesempatan pergi ke Tanah Suci untuk menunaikan haji artinya dia sudah sangat beruntung. Panggilan Allah sudah terpenuhi. "Banyak orang berduit, sehat dan bahkan ingin sekali ke haji, tapi belum kesampaian. Artinya panggilan Allah yang diserukan oleh Nabi Ibrahim, itu belum bisa dipenuhi oleh saudara-saudara kita yang belum berkesempatan naik haji." Itulah sebabnya ustaz mengatakan bahwa Bapak-ibu yang hadir yang sudah berhaji ini sangat beruntung di sisi Allah.

"Haji/ Hajjah yang hadir ini adalah orang yang dapat panggilan Allah untuk ke Tanah Suci, berhaji. Maka marilah sempurnakan ibadah kita dengan sebaik-baiknya. Dekatkan diri terus kepada Allah." Lalu Kiyai Syarifuddin menjelaskan beberapa tanda orang yang dekat dengan Allah sebagaiman tercantum dalam buku yang dibawanya siang itu. Katanya ada empat tanda waliyullah yang sebaiknya kita miliki. Tanda-tanda itu bisa dan mampu seharusnya kita lakukan. Wali Allah adalah manusia yang selalu dekat dengan Allah.

Apa saja tanda-tanda orang yang dekat dengan seperti derajat waliyullah itu? Pertama, menjaga rahasia dengan Allah. Maksudnya Allah akan memberikan hal-hal rahasia yang khusus diberikan kepada hamba-hamba pilihan-Nya. Tidak boleh rahasia-rahasia khusus tersebut disampaikan ke orang awam.

Ciri kedua bahwa orang itu selalu terhubung dengan Nabi Muhammad Saw. Sebagai kekasih Allah, bagi orang-orang yang ingin hubungannya terjaga baik dengan Allah maka dia mestilah menjaga hubungan baiknya pula dengan Nabi sebagai kekasih Allah. Lakukanlah tindakan dan perbuatan yang pernah diteladankan oleh Muhammad sebagai bukti kita selalu menghubungkan diri kita kepada Nabi. Makan, minum, masuk rumah, keluar rumah, masuk WC, masuk masjid, bergaul atau apa saja, ikutilah cara nabi, maka tindakan dan perbuatan itu akan mendapatkan pahala dari Allah. Artinya hubungan baik kita dengan begitu akan terpelihara. Begitu pak kiyai menjelaskan.

Ciri ketiga adalah kuat menahan cercaan. Dihina, dicaci atau disakiti seperti apapun dia mampu bertahan. Tidak mudah putus asa mendapat ujian apapun. Konsistensinya (istiqomah) dalam ibadah tidak bisa dipengaruhi oleh apapun. Itu tentu tidak mudah. Tapi bagi orang yang dekat dengan Allah akan mampu bertahan.

Lalu ciri keempat adalah bisa bergaul dengan semua orang. Bersama orang tua, anak muda atau orang-orang dewasa dan seusia dia selalu dia bisa menyesuaikannya. Tidak akan menimbulkan persoalan baginya jika harus bersama siapa saja. Artinya pergaulannya tidak memilih-milih hanya orang tertentu saja. Orang kaya, orang miskin, orang berpangkat atau rakyat jelata, dia bisa bersama. Itulah ciri waliyullah. Pak kiyai memberikan penjelasan yang sangat detail dan jelas.

Selain menyampaikan beberapa ciri orang-orang baik di mata Allah, ustaz juga mengingatkan perihal godaan dan tantangan dalam memelihara hubungan dengan Allah. Untuk itu dia mengingatkan agar tetap istiqomah dalam akidah dan ibadah. Dan jangan pernah mudah digoda apa saja yang akan merusak hubungan kita dengan Allah. Tefrima kasih, Pak Kiyai.***

Juga di www.terbitkanbukugratis.id


Visi-Misi Kabupaten Karimun Era ARAH

Visi-Misi Kabupaten Karimun Era ARAH


BOLEH jadi sebagian kita, masyarakat Kabupaten Karimun belum hafal visi-misi Pemerintah Kabupaten Karimun saat ini. Lebih khawatir, malah belum tahu karena belum membacanya. Tidak bagus jika itu terjadi. Bagaimanapun, mengetahui dan memahami visi-misi Pemerintah kita akan membantu kita dalam usaha ikut berpartisipasi dalam membangun daerah kita. 

Visi-misi Pemerintah adalah garis pandu yang akan dijadikan Pemerintah atau penguasa dalam bekerja mengemban amanat rakyat atau masyarakatnya. Masyarakat yang sudah memberikan pilihannya kepada Pemerintah yang diyakininya mampu bekerja sesuai visi-misi tentu berharap visi-misi itu terlaksana. Oleh karena itu, pemahaman dan pengetahuan kita sebagai masyarakat terhadap visi-misi itu memang penting.

Untuk visi-misi Pemerintah Kabupaten saat ini adalah visi-misi yang dilaksanakan oleh pasangan Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim yang kita kenal sebagai pasangan ARAH dalam pencalonan yang lalu. Pak Aunur Rafiq sendiri, sebelum maju berpasangan dengan Anwar Hasyim adalah Wakil Bupati dan Bupati (pengganti) periode 2011-2016 saat dia berpasangan dengan Pak Nurdin Basirun. Belakangan, saat Nurdin menjadi Wakil Gubernur, dialah yang melanjutkan teraju Pemerintah Kabupaten Karimun. Tanpa wakil, waktu itu.
 
Untuk itu di sini kita posting juga visi-misi periode 2011-2016, lalu visi-misi 2016-2021 dan visi-misi peride yang saat ini berjalan, 2020-2024 (Hasil Pilkada Serentak 2020).
 

VISI-MISI KABUPATEN KARIMUN 2011-2016 
(Saat Aunur Rafiq meneruskan pasangan Nurdin Basiruan-Aunur Rafiq).

Visi:

Visi pembangunan Kabupaten Karimun untuk jangka waktu 2011-2016 adalah,

“Terwujudnya Kabupaten Karimun yang Maju dan Berdaya Saing Berlandaskan Iman dan Taqwa”

Misi:

1) Meningkatkan dan memeratakan ketersediaan infrastruktur daerah yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan masyarakat;

2) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya guna berlandaskan iman dan taqwa;

3) Mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi yang terpadu dengan ekonomi berbasis kerakyatan;

4) Memaksimalkan kualitas pelayanan publik; dan

5) Mengelola sumber daya kelautan dan pulau-pulau kecil secara terpadu dan berkelanjutan

Berdasarkan visi dan misi tersebut, Bupati Kabupaten Karimun mempunyai MOTTO sebagai berikut:

Kerja Amanah,  Kerja Keras,  Kerja Cerdas dan didukung oleh 4 (empat) Azam Penggerak Pembangunan,

1) Azam Peningkatan Iman dan Taqwa.

2) Azam Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.

3) Azam Pembangunan Ekonomi yang Berdimensi Kerakyatan.

4) Azam Pengembangan Seni dan Budaya
 

VISI-MISI KABUPATEN KARIMUN 2016-2021 

(ARAH jilid I)

Visi:

“Terwujudnya Kabupaten Karimun Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Maritim Yang Terdepan Berlandaskan Iman dan Taqwa “

Misi:

1) Pusat Pertumbuhan Melalui KPBPB;

2) Ekonomi Kerakyatan Berbasis Maritim dan Pertanian;

3) Penguatan Konektivitas dan Pemerataan Pembangunan;

4) SDM Cerdas, Sehat, Kompetitif, Menjawab Kebutuhan;

5) Kelestarian Lingkungan Hidup;

6) Berbudaya Berlandaskan Iman dan Taqwa;

7) Birokrasi Profesional, Bersih Melayani.


VISI-MISI KABUPATEN KARIMUN 2020-2024 
(ARAH jilid II)

Visi:
Berdasarkan pemahaman atas isu strategis pembangunan yang potensial dihadapi pada periode 2020-2024, arahan RPJPD Kabupaten Karimun 2006-2025, serta arahan dari visi dan misi RPJMN 2020-2024, maka visi pembangunan daerah Kabupaten Karimun Tahun 2020-2024 adalah: “Terwujudnya Kabupaten Karimun Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berkeadilan Berlandaskan Iman dan Taqwa”
 
Pengertian masing-masing kata kunci yang terkandung dalam Visi: 
“Pusat Pertumbuhan Ekonomi"; memiliki arti bahwa Kabupaten Karimun sebagai kawasan strategis nasional di bidang ekonomi, nantinya diharapkan memiliki pertumbuhan ekonomi dengan intensitas tinggi yang ditandai dengan banyak dan beragamnya aktivitas perekonomian yang ada didalamnya. Kegiatan/aktivitas yang ada dapat berupa industri, kegiatan UMKM dan ekonomi kreatif, perikanan dan kelautan, pertanian, pariwisata dan perdagangan maupun jasa, dengan memanfaatkan seluruh potensi lokal yang ada secara optimal. Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, Kabupaten Karimun memerankan dirinya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi bagi wilayah lain di sekitarnya. 

“Berkeadilan”; memiliki arti bahwa pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan sesuai dengan letak geografis dan sumber daya yang ditandai dengan terdistribusinya hasil pembangunan secara merata, tepat sasaran di seluruh wilayah, sehingga menghilangkan kesenjangan antar wilayah/pulau dan menghilangkan diskriminasi serta berbagai bentuk ketidakadilan dalam masyarakat. Pada akhirnya tingkat kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Karimun.

“Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berkeadilan”; menyatakan bahwa ke depannya diharapkan Kabupaten Karimun memiliki pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang berada di beberapa titik di luar Pulau Karimun, sehingga aktivitas perekonomian penduduk dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Karimun. Kabupaten Karimun berusaha untuk membangun pertumbuhan ekonomi yang dilandasi nilai-nilai kebenaran, tidak bersifat sewenang-wenang, bersifat proporsional, namun tetap memiliki keberpihakan terhadap pihak yang lemah. Artinya masyarakat Kabupaten Karimun mendapat kesempatan yang luas dan setara dalam memperoleh kesejahteraan kehidupan, antara lain melalui pemberdayaan masyarakat miskin, peningkatan partisipasi masyarakat untuk memaksimalkan produktivitas/kapasitas dan pemberdayaan koperasi dan UMKM yang dapat memberikan kesinambungan dan kemerataan ekonomi. 

“Berlandaskan Iman dan Taqwa”; memiliki arti bahwa membangun daerah dilakukan dengan tetap mengedepankan upaya untuk membangun manusianya, khususnya dari sisi akhlak dan moral yang bersumber pada nilai-nilai agama. Membangun manusia yang sehat, cerdas, dan terampil adalah perlu tetapi belum cukup untuk mewujudkan manusia seutuhnya jika tidak diiringi dengan membangun akhlak yang baik dan moral yang terjunjung. Upaya ini menjadi semakin menemukan konteksnya ketika interaksi antar bangsa dan budaya menjadi semakin intens, pertukaran informasi menjadi semakin terbuka, sehingga nilai-nilai agama diharapkan dapat menjadi penapis dari berbagai pengaruh negatif, sekaligus memperkukuh insan yang berakhlakul karimah. 

Misi:
1) Meningkatkan perekonomian daerah yang mandiri berbasis sumber daya dan kearifan lokal;
2) Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur yang berkeadilan dalam rangka mempercepat Pertumbuhan      Ekonomi Wilayah;
3) Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Kuat, Kompetitif dan Berbudaya Berlandaskan Iman      dan Taqwa;
4) Meningkatkan Fungsi dan Kelestarian Lingkungan Hidup;
5) Mewujudkan Birokrasi yang Profesional dan Unggul.

Dikutip dari berbagai sumber 


Immemorium H. Abdullah Jamal: Tegas Bukan Keras

Immemorium H. Abdullah Jamal: Tegas Bukan Keras


DIPERCAYA menerajui SMP Negeri 1 Karimun tentu saja bukti sosok lelaki bertubuh sedang rada kurus, ini adalah pimpinan sekolah yang andal. Tidak semua guru hebat meskipun senior dapat memimpin sekolah terbaik di Kabupaten Kepri, waktu itu sebelum Karimun berdiri sendiri sebagai sebuah kabupaten otonom. Di era Kabupaten Karimun, setelah mekar dari Kabupaten Kepri SMP Negeri 1 Karimun yang beralamat di Kecamatan Karimun juga dikenal sebagai sekolah vaforit. Termasuk selama di bawah kepemimpinan belyau.

Selama memimpin sekolah tertua, ini H. Abdullah Jamal dikenal guru dan juga oleh masyarakat sebagai Kepala Sekolah yang tegas. Malah ada guru salah memahami, menyebut Pak Jamal, begitu dia disapa, sebagai Kepala Sekolah yang keras. "Jika guru terlambat, dia akan menegur dan mengingatkan tanpa harus menunggu besok atau lusa. Pak Jamal, keras orangnya." Itu kesan salah seorang guru yang saya tahu beberapa waktu lalu sempat diobrolkannya kepada saya saat dia menjadi bawahan Pak Jamal.

Sesungguhnya Pak Jamal tidaklah keras. Dia hanya tegas dalam menerapkan peraturan sekolah. Karena itu pula dia mampu menjadikan sekolah yang dipimpinnya sebagai sekolah terbaik, sekolah favorit. SMP Negeri 1 Karimun di bawah kepemimpinannya dikenal sebagai sekolah yang berdisiplin tinggi. Begitu juga ketika dia sempat dipercaya memimpin SMP Negeri 1 Meral. Pun dia menerapkan budaya disiplin yang ketat.

Selama 40 tahun dia menjadi PNS (kini disebut ASN) Pak Jamal yang punya isteri seorang guru juga, sudah pensiun sebagai PNS 20-an tahun silam. Setelah pensiun dari sekolah dia bergelut dengan aneka kegiatan kemasyarakatan. Selain menjadi pengurus IPHI (belakangan menjadi penasihat IPHI) Pak Jamal juga dipercaya sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Karimun. Basisnya sebagai pendidik tetap melekat padanya meskipun sudah pensiun sangat lama.

Pak H. Abdullah Jamal bin Djamaluddin kini telah tiada. Pada hari Rabu, 10 November 2021 tepatnya pukul  22.25 WIB, malam itu dia menghembuskan nafas terakhirnya. Bersamaan memperingati Hari Pahlawan ke-76 dia meninggalkan kita semua. Kabupaten Karimun kehilangan seorang putra terbaiknya. Seorang pendidik, seorang Kepala Sekolah yang sukses. Guru dan Kepala Sekolah yang meninggalkan kesan mendalam kepada hampir semua orang di daerah ini. Jamaah Surau Istiqomah adalah orang-orang yang merasa paling kehilangan, karena Pak Jamal menghabiskan masa senjanya berjamaah di surau yang tidak jauh dari rumah kediamannya di Kampung Bukit, Meral, Karimun.

Pak Jamal yang lahir di Tarempa Kepulauan Anambas pada 9 September 1940 meninggal dalam usia 81 tahun. Meninggalkan seorang isteri, dua orang anak dan tiga orang cucu serta sekian ribu muridnya selama dia mengabdi menjadi pendidik kurang lebih 40 tahun. Tentu saja dia mempunyai begitu banyak siswa yang akan mendoakannya. Selamat jalan, Pak Abdullah Jamal.***
Tangis Haru Anak Santri dan Rasa Bangga Abi- Umi

Tangis Haru Anak Santri dan Rasa Bangga Abi- Umi


TANGIS anak-anak mereka mengharukan semua hadirin yang menyaksikan. Berjongkok setengah bersimpuh di hadapan ayah-bunda, abi-umi yang didudukkan di kursi-kursi khusus oleh panitia. Panitia acara menyiapkan lima kursi khusus untuk beberapa orang tua sebagai perwakilan yang anak-anak mereka hari ini diwisuda sebagai hafizh-hafizhoh. Ya, Sabtu (06/11/2021) pagi itu Rumah Tahfizh Az-Zikri Wonosari, Meral Karimun mengadakan wisuda santri penghafal alquran. Anak-anak itu mendatangi orang tuanya setelah dipersilakan MC dalam salah satu acara prosesi wisuda. Mereka menangis menyatakan rasa haru mereka ke haribaan orang tua mereka, abi-umi mereka.

Kata pengasuh Rumah Tahfizh yang sekaligus sebagai Pondok Pesantren Az-Zikri, H. Riadul Afkar, "Pada hari ini diwisuda beberapa santri yang sudah menyelesaikan 5 Juz, 10 Juz dan 30 Juz ahafalan alquran mereka. Ada belasan santri yang diwisuda diantara puluhan santri yang belajar di Rumah Tahfiz Az-Zikri," katanya saat memberikan sambutan. Sambutannya sendiri disampaikannya dengan penuh haru. "Anak-anak ini begitu cepat menghafalnya. Dalam waktu yang singkat rata-rata mereka mampu menyetorkan hafalannya." Begitu kata pengasuh pondok ini menambahkan saat memberikan sambutan pada acara penuh haru-biru itu. 

Hadir memenuhi undangan panitia wisuda santi Az-Zikri antara lain, Bupati Karimun, Bapak Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos MSi berserta rombongan. Juga hadir beberapa pejabat pemerintah mendampingi bupati. Selain itu tampak juga Kakankemenag Kabupaten Karimun yang diwakili Pak Hairum serta beberapa undangan pejabat dan tokoh setingkat kabupaten seperti Ketua MUI, Ketua PMKK, Ketua PMKK dan lainnya.

Satu hal yang membanggakan sekaligus membuat haru menyaksikan suasana wisuda santri hafizh/ hafizhoh Rumah Tahfizh Az-Zikri, itu adalah prosesi 'sungkeman' anak kepada ayah-bunda sebagai wujud terima kasih anak kepada orang tuanya atas disekolahkannya anak-anak mereka pada lembaga penghafal alquran. Anak-anak itu, seperti disampaikan oleh salah seorang santri saat memberikan sambutan 'perasaan' merasa berterima kasih kepada orang tua mereka, abi-umi tercinta. Mereka telah mampu menjadi penghafal alquran. Itulah yang membuat mereka berterima kasih dan menunjukkan sikap haru mereka.

Bagi orang tua, adalah kebanggaan yang tidak terhingga atas kemauan anaknya sesuai harapan ayah-emaknya agar anaknya mau menjadi penghafal alquran. Bupati sendiri saat memberikan sambutan sangat mengapresiasi  anak-anak yang mau menjadi penjaga alquran. "Allah menegaskan bahwa Allah yang menurunkan alquran dan Allah pula yang akan memeliharanya," katanya dengan mengutip ayat alquran. "Lewat anak-anak kita ini Allah memelihara alquran. Untuk itu teruslah menjadi penghafal alquran," katanya dalam pidatonya.

Semoga anak-anak ini kelak menjadi tumpuan harapan ayah-bunda, Abi-Umi serta daerah dan bangsa kita dalam hal memelihara alquran. Rumah Tahfizh Az-Zikri telah melakukan hal terbaik untuk terus terpeliharanya alquran, sekaligus dapat berkembangnya pembinaan alquran di daerah ini. Hari ini anak-anak itu menangis haru namun Abi-Umi juga menaruh bangga dan bahagia.***
Memperingati HSN, "Santri Siaga Santri Bisa"

Memperingati HSN, "Santri Siaga Santri Bisa"


HARI Jumat (22/10/2021) ini kembali diperingati Hari Santri Nasional (HSN). Sebagaimana kita ketahui peringatan HSN tidak lepas dari seruan jihad yang dikenal dengan Resolusi Jihad yang diprakarsai ulama yang juga Pahlawan Nasional K.H. Hasyim Asy’ari. Seruan itu dikumandangkan pada 22 Oktober 1945 silam. Kita tahu waktu itu Indonesia sudah dan baru memproklamasikan kemerdekaan. Sejarah mencatat Belanda dan Sekutu datang lagi ke Indonesia karena ingin tetap menjajah. Maka ulama berseru kepada santri dan seluruh umat.

Tanggal seruan jihad itu dicatat dan dikenang oleh seluruh bangsa sebagai seruan demi bangsa dan Tanah Air, Indonesia. Lalu melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015, ditetapkan bahwa HSN jatuh pada tanggal 22 Oktober. Dan setiap tahunnya diperingati sebagai HSN. Keputusan yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo di Masjid Istiqlal Jakarta, itu menandai bermulanya peringatan HSN secara rutin setiap tahun. Artinya pada tahun 2021 ini sudah untuk yang ke-7 kali diperingati pasca Kepres itu.

Tema HSN biasanya selalu berbeda-beda setiap tahunnya. Untuk tahun ini, seperti dapat dilihat melalui situs kemenag.go.id disebutkan tema HSN adalah Santri Siaga Jiwa dan Raga. Logonya juga digambarkan sebagai orang yang siap-sedia dalam berkarya. Dan semangat itulah yang hari ini digaungkan di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati HSN.

Kabupaten Karimun (Kepri) memperingati HSN dengan mengadakan Upacara Bendera di halaman Kantor Bupati, Karimun, Poros. Bertindak sebagai Inspektur (pembina) Upacara adalah Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq. Dihadiri oleh pejabat utama seperti Forkopimda, Sekda, Kepala OPD dan pejabat dari Kementerian Agama Kabupaten Karimun. Selain para Kepala KUA se-Kabupaten Karimun, Kepala Sekolah di bawah Kemenag dan para guru hadir juga beberapa siswa MA yang ada di Pulau 

Bupati Karimun dalam amanatnya, selain membacakan sambutan Menteri Agama RI juga menyampaikan pesan-pesan khusus kepada para peserta upacara. Secara khusus bupati menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional kepada seluruh santri dan guru di Kabupaten Karimun berkaitan peringatan HSN hari ini. Juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pesantren dan Kemenag Kabupaten Karimun yang telah bersama-sama dalam membangun kabupaten ini.

Tentang isi sambutan Menag RI yang dibacakan bupati dapat dipetik beberapa pesannya, antara lain,  tentang telah ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai HSN oleh Pemerintah RI. Juga menjelaskan
tema HSN tahun 2021 yaitu Santri Siaga Jiwa Raga. Maksudnya para santri harus senantiasa siap lahir dan batin untuk bangsa. Itu bermakna bahwa santri Indonesia berkomitmen seumur hidup untuk istikomah akidah dan siap-sedia membela bangsa. 
 
Upacara bendera dari awal hingga akhir berjalan dengan baik dan lancar. Personel upacara adalah para siswa dan guru di lingkungan Kemenag Kabupaten Karimun. Dan satu hal yang khas pada upacara bendera tahun ini adalah semua peserta dan pelaksana upacara menggunakan kain sarung. Inilah pertama kali pelaksanaan upacara HSN di Kabupaten Karimun dengan peserta dan petugas memakai kain sarung.***

Gara-Gara Google Map

Gara-Gara Google Map

TB Gramedia Bandung

Tepatnya tanggal 16 desember 2019 ketika itu saya berada di Subang Jawa Barat sedang menikmati masa liburan semester kuliah. Pada hari itu pula saya bersama saudara mau melakukan perjalanan ke kota Bandung, Jawa Barat untuk berlibur dan saya pribadi hanya ingin mencari sebuah buku refrensi untuk penelitian skripsi kelak. 

Dalam perjalanan dari Subang menuju Bandung ditempuh dalam waktu 1 jam lebih melalui jalan Tol Cipali-Palimanan juga melewati Tol Cipularang yang mana tol Cipularang ini tol paling angker tak lupa pla sebelum melakukan perjalanan tentu harus berdoa agar selamat diperjalanan. Ketika melintasi tol cipularang saya jadi teringat waktu itu tepatnya tahun 2015 tidak salah mobil saya pernah mogok ketika mau ke purwakarta mungkin nanti ada saya ceritakan pada tulisan berikutnya. Ketika melintasi Tol Cipularang ini dengan niat dan berdoa perjalanan pun lancar dan tiba di pintu masuk Tol Pasteur (bandung).

Ketika tiba di Bandung kurang lebih 1 jam ini saya langsung ke Pasar Baru pusat pembelajaan ada pakaian batik, jas, juga bahan pakaian utk acara pernikahan dll bahkan lengkap disitu saya sama mama saya itu masih mencari bahan jacket utk bapak saya yang berwarna krim saya keliling mencarinya bahkan sampe susah mencari tokonya dulu waktu SD sekitar 2008 ada bahannya tapi mungkin baru sekarang (2019) ke Bandung lagi jadi suasana agak berbeda. Sambil keliling mencari bahan jaket ternyata sudah tidak ada bahan itu hanya ada bahan itam juga putih karna warna cream sudah habis. Setelah selesai dari pasar baru bandung tentu saya ingin ke toko buku gramedia yang ada dibandung sebelum kesana kami tidak tau kemana arah jalannya beruntung lah saya punya handphone genggam bisa aplikasi google map sebagai pertunjuk arah. Dengan menggunakan google map ini kita tahu kemana pertunjuk arah ke toko buku google map sampe 2 kali keliling tapi alhamdulilah akhirnya sudah sampe juga.

Setibanya di toko buku itu saya mulai mencari buku refrensi yang terkait dengan penelitian skripsi saya juga saya melihat banyak kali buku buku yang sesuai dengan bidang-bidangnya. Setelah beberapa menit akhirnya saya menemukan buku itu dan alhamdulilah akhirnya dapat juga buku ini dan lengkap. Setelah selesai membeli buku itu saya lanjut perjalanan pulang tapi sebelum melakukan perjalanan tentu kami pengen sekali makan tepat di Lembang Jawa Barat untuk istirahat santai sebelum pulang ke Subang terakhir kali ke tempat makan di Lembang tahun 2010 saat saya masih SD kelas 5. Juga sebelum perjalan tentu mengaktifkan ponsel saya membuka google map karena sudah lama tidak melewati perjalanan Lembang ini.


RM Ampera Lembang

Dalam perjalanan menuju lembang dengan google map saya langsung mengklik perjalanan dari Bandung ke Lembang tinggal sopirnya saja mengikuti arah tersebut juga saya ingin tidur sejenak melepas rasa capek. Setiba-tiba saya bangun saya langsung terkejut saya ini dimana bahkan kata sepupu saya bilang **ini jalan alternatif lembang atau melewati gunung** jadi saya agak ngeh juga padahal saya mengetik ke Lembang tapi malah salah jalan. Ketika di jalan pengunungan itu saya lupa nama apa disitu jalan pun berbatuan dan begitu ngeri bahkan ada juga melawati jalan itu saya juga tak menyangka bisa nyasar ke jalan gunung ini sehingga tidak jadi makan siang di Lembang padahal saya kepengen sekali.

Didalam perjalanan itu kami sambil menanyakan ke masyarakat jalan menuju jalan dimana jadi mereka memberikan pertunjukan arah sampai ketemu masyarakat lagi kami memutuskan utk tak ke Lembang jalan raya jadi fokuskan ke Subang Kota saja karena sudah terlanjur. Ternyata jalan menuju gunung memakan waktu 2 jam lebih dengan perjalanan melewati jalan berbatuan goyang goyang bahkan melwati gunung kami tak lupa berdoa agar perjalanan ini bisa selamat juga setelah itu sempat sempat kami bercanda. Setelah memakan waktu 2 jam lebih akhirnya menemukan jalan raya tidak salah Jalan Cagak Subang jadi sudah kelewatan lembangnya mungkin belum kesampaian untuk makan di Lembang. Setelah sampai di Subang Kota kami langsung makan disebelah Terminal Bus rasanya tidak jauh beda dengan masakan rumah makan lembang. Juga kami melepas capek setelah perjalanan itu. Sekian***
Tentang Kabupaten Karimun: Catatan Singkat Sejarah Kabupaten Karimun

Tentang Kabupaten Karimun: Catatan Singkat Sejarah Kabupaten Karimun


CATATAN Sejarah Kabupaten Karimun, ini saya share ulang dari posting admin di website Pemerintah Kabupaten Karimun (karimunkab.go.id) yang diposting pada 14 April 2016 yang lalu dalam rangka hari jadi Kabupaten Karimun tahun ini. Pada HUT (Hari Ulang Tahun) atau Hari Jadi Kabupaten Karimun ke-22 tahun 2021 ini tidak berlebihan jika kita ulang-ulang baca catatan sejarah Kabupaten Berazam ini. Meskipun catatan dibuat pada lima tahun yang lalu, namanya catatan sejarah kan tidak berubah. Jika ada yang belum tercatat di sini karena peristiwa baru, nanti kita cari ulang tambahannya.

Menurut catatan yang kita baca di beberapa referensi, dulu, Karimun berada di bawah kekuasaan kerajaan Sriwijaya. Artinya nama Karimun ini sudah lama ada hingga keruntuhan Sriwijaya pada abad ke-13. Pada masa itu pengaruh agama Budha sudah mulai masuk. Ini dapat dibuktikan dengan adanya Prasasti di Desa Pasir Panjang. Pada masa itu disebutkan Karimun sering dilalui kapal-kapal dagang hingga pengaruh Kerajaan Malaka (Islam) mulai masuk pada tahun 1414.

Tahun 1511 Malaka jatuh ke tangan Portugis. Saat itu Sultan Mansyur Syah yang memerintah memberi larangan pada keturunan raja-raja untuk tinggal di Malaka.  Dan mendirikan kerajaan-kerajaan kecil. Lalu muncullah kerajaan Indrasakti, Indrapura, Indragiri, dan Indrapuri. Sementara itu banyak rakyat Malaka yang tinggal berpencar di pulau-pulau yang berada di Kepulauan Riau termasuk di Pulau Karimun. Sejak kejatuhan Malaka dan digantikan perannya oleh kerajaan Johor, Karimun dijadikan basis kekuatan angkatan laut untuk menentang Portugis yakni sejak masa pemerintahan Sultan Mahmud Syah I (1518-1521) hingga Sultan Ala Jala Abdul Jalil Ri’ayat Syah (1559-1591).

Pada kurun waktu 1722-1784, Karimun berada dalam kekuasaan Kerajaan Riau-Lingga dan pada masa itu daerah Karimun, terutama Kundur dikenal sebagai penghasil gambir dan penghasil tambang (seperti  timah, granit, dll) dan Karimun berkembang menjadi daerah perdagangan serta mencapai kejayaan pada masa pemerintahan Raja Ali Haji.

Jauh sebelum ditandatanganinya Treaty of London, Kerajaan Riau-Lingga dan Kerajaan Melayu dilebur menjadi satu sehingga semakin kuat dengan wilayah kekuasaan meliputi Kepulauan Riau, daerah Johor dan Malaka (Malaysia), Singapura dan sebagian kecil wilayah Indragiri Hilir. Setelah Sultan Riau meninggal pada tahun 1911, Pemerintah Hindia Belanda menempatkan amir-amirnya sebagai District Thoarden untuk daerah yang besar dan Onder District Thoarden untuk daerah yang agak kecil. Pemerintah Hindia Belanda akhirnya menyatukan wilayah Riau-Lingga dengan Indragiri untuk dijadikan sebuah karesidenan yang dibagi menjadi 2 (dua) Afdelling, yaitu Afdelling Tanjungpinang dan Afdelling Indragiri.

Berdasarkan Surat Keputusan delegasi Republik Indonesia, Provinsi Sumatera Tengah tanggal 18 Mei 1950 No. 9/Deprt. menggabungkan diri ke dalam Republik Indonesia dan Kepulauan Riau diberi status daerah Otonom Tingkat II yang dikepalai oleh Bupati sebagai kepala daerah dengan membawahi 4 (empat) kawedanan (semacam kecamatan yang lebih luas). 

Adapun kewedanaan yang menjadi bagian dari Kepulauan Riau itu adalah, 
1) Kawedanan Tanjungpinang meliputi wilayah Kecamatan Bintan Selatan;
2) Kawedanan Karimun meliputi wilayah Kecamatan Karimun, Kundur dan Moro; 
3) Kawedanan Lingga meliputi wilayah Kecamatan Lingga, Singkep dan Senayang; serta
4) Kawedanan Pulau Tujuh meliputi wilayah Kecamatan Jemaja, Siantan, Midai, Serasan, Tambelan, Bunguran Barat dan Bunguran Timur. Kepulauan Riau sendiri adalah bagian dari Provinsi Riau, saat itu.

Kemudian Surat Keputusan No. 26/K/1965 dengan mempedomani Instruksi Gubernur Riau tanggal 10 Februari 1964 No. 524/A/1964 dan Instruksi No. 16/V/1964 dan Surat Keputusan Gubernur Riau tanggal 9 Agustus 1964 No. UP/247/5/1965, tanggal 15 November 1965 No. UP/256/5/1965 menetapkan, terhitung mulai 1 Januari 1966 semua daerah administratif kawedanan dalam kabupaten Kepulauan Riau dihapuskan. Yang ada hanyalah kecamatan.

Pada tahun 1999, berdasarkan UU No. 53 Tahun 1999 Kabupaten Kepulauan Riau dimekarkan menjadi 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Kepulauan Riau, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Natuna. Artinya, Karimun diresmikan sebagai kabupaten yang berdiri sendiri dengan terdiri dari 3 (tiga) wilayah kecamatan, 6 (enam) kelurahan, dan 24 (dua puluh empat) desa.

Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Daerah No. 16 Tahun 2001, Kabupaten Karimun dimekarkan menjadi 7 (tujuh) wilayah kecamatan dengan 19 (sembilan belas) kelurahan dan 25 (dua puluh lima) desa. Setelah itu Karimun mengalami pemekaran kembali menjadi 9 kecamatan dengan 22 (duapuluh dua) kelurahan dan 32 (tigapuluh dua) desa.

Dan pemekaran terakhir adalah pada tahun 2012, berdasarkan Perda No. 02 Tahun 2012, bulan Juli 2012. Pemekaran ini menjadikan wilayah Kabupaten Karimun menjadi 12 (dua belas) kecamatan, dengan 42 (empat puluh dua) desa dan 29 (dua puluh sembilan) kelurahan. Hinga saat ini, 12 kecamatan inilah yang menjadi bagian Kabupaten Karimun. Kedua belas kecamatan itu adalah Karimun, Meral, Tebing dan Meral Barat (ada di Pulau Karimun); Lalu Kundur, Kundur Barat, Kundur Utara (ada di Pulau Kundur); Moro (di Pulau Moro); Buru (di Pulau Buru); Durai (di Pulau Durai); Ungar (di Pulau Ungar) dan Belat (di Pulau Belat).***
Jemputan Jum'at berkah!

Jemputan Jum'at berkah!



Catatan Mohd Nasrudin
Sayyidul ayyam adalah saat yang paling baik untuk bersedekah ataupun berinfaq. kita bisa bersedekah atas nama sendiri ataupun orang tua yang kita cintai, atau pasangan kita, anak anak kita maupun keluarga kita baik yang masih hidup maupun sudah mendahului kita.

Sedekah yang kita niatkan untuk mereka insyaAllah pahalanya akan Allah sampaikan untuk mereka, dan juga pasti secara otomatis untuk orang yang bersedekah. Hebatnya lagi turunan dari pahala sedekah itu bisa juga dialamatkan Allah kepada orang yang mengajak kebaikan bersedekah ini dan yang  mendoakan, bahkan ikut senang saat ada kebaikan di sekitarnya pun, akan Allah beri jatah pahala kebaikan di sisiNya. Satu satunya komponen yang tidak kebagian jatah pahala kebaikan adalah orang yang dengki, hasud, menghalang halangi dan memusuhi orang orang yang sedang beramal kebaikan baik terang terangan ataupun sembunyi sembunyi. Bahkan orang orang ini, Allah akan kelompokkan mereka ke dalam golongan munafikun.

Mari bersama sama kita menyelesaikan tugas dan misi suci dari Allah ini untuk mendirikan pesantren berkualitas untuk anak cucu kita, semoga menjadi amal jariyah bagi kita bersama, yang pahalanya akan terus mengalir hingga kiamat kelak.

Waktu kita berkarya tidak lama lagi di dunia ini. Kita berlomba dg waktu, apakah kita bisa melihat proyek akhirat kita ini saat kita hidup di dunia ini atau tidak, biarlah itu jadi urusan Allah.

Yang penting dari semua itu, niat baik kita ada di dalamnya, harta yang Allah titipkan kpd kita ada di dalamnya, keringat kita ada di dalamnya, sebagian waktu kita ada di dalamnya, pikiran kita ada di dalamnya.

Jika selama hidup kita ini, kita titipkan dan investasi kan semua kebaikan yang bisa kita lakukan di dalam mega proyek akhirat ini, insyaallah aman lah hidup kita. Kita telah mempersiapkan tunggangan amal yang akan menjadi jariyah kita dan insyaallah menjadi bekal kendaraan akhirat kita kelak.Amin yra.

Silahkan yang berminat segera berinfaq bersama kami untuk membebaskan lahan pesantren seluas 3000 M2 ini, yang per meternya 100.000 atau menabung akhirat setiap Minggu di setiap Jumat berkah.

Donasi melalui yayasan pendidikan Amalan Aulia kabupaten Karimun dengan rekening BNI yayasan pendidikan Amalan Aulia. No rekening: 2770002880

Bukti sedekah bisa anda wa ke : 081266557203

Insyaallah semua jama'ah yayasan pendidikan Amalan Aulia akan mendoakan kebaikan para donatur semua dengan penuh keikhlasan. Amin yra.

Jazakallahu hoirol jaza' 

Monas Inspire.
Endorsmen Buku Khairul Amri

Endorsmen Buku Khairul Amri


MEMBACA buku “12 Tulisan 23 Kisah Terpilih” karya Khairul Amri, membawa kita serasa ikut bersamanya. Sebagai wartawan senior catatan ‘kisah’ yang merupakan pengalamannya sendiri ditulis dengan apik. Tulisan eksposisif-deskriptif ini pasti memberi pembaca selain informasi tentang satu peristiwa juga secara gamblang serasa menyaksikan lukisan peristiwa itu bersama penulisnya.

Tulisan 1, 2, 3 dan 4 berisi tentang perjalanannya ke Baitullah. Bagi yang sudah pernah mengunjungi Kota Suci Mekkah, Madinah dan tempat-tempat suci lainnya di sana akan merasakan kembali berada di sana. Serasa menginjakkan kaki kembali di tempat-tempat kita berdoa yang akan diijabah Allah karena itulah tempat mustajab untuk berdoa. Bagi yang belum pernah dapat membayangkan betapa inginnya kita ke sana setelah membaca buku ini. Prosesi perjalanan umroh sejak persiapan, akan berangkat, selama di Tanah Suci dan kembali ke Tanah Air dapat kita simak pada buku ini.

Tulisan  5,6,7  berisi catatan perjalanan menjelajahi destinasi Pulau Rupat sebagai tujuan wisata. Tulisan 8 dan 9 berisi catatan menyaksikan dari dekat Bandara Tempuling dan beberapa tulisan lainnya. Ada catatan nostalgia di Kampus Purnama, tempat penulisnya menimba ilmu selagi kuliah (tulisan 10, 11, 12). Itu kelompok tulisan yang oleh penulisnya disebut dengan title ‘tulisan’. Tapi ada pula kelompok ‘kisah’ yang berjumlah  1 s.d. 23 dengan judul Sepenggal Kisah di Masa Lalu. Anda tahu isi kisah ini? Itulah kisah penulisnya selama tiga tahun menimba ilmu di Tanjungbatu. Kisah 30 tahun lalu. 

Untuk lebih jelas, silakan membaca bukunya lebih detail. Sayang untuk ditinggalkan. Untuk penulisnya, kita ucapkan selamat dan semoga buku ini menambah ilmu dan wawasan kepada kita, pembaca.


M. Rasyid Nur

Guru PNS (1984-2017), menjadi Kepala Sekolah di tiga SMA yang berbeda .Saat ini mengelola sekolah-sekolah di Yayasan Darul Mukmin Kabupaten Karimun.  Juga giat di kegiatan sosial keagamaan selain menggeluti kreativitas tulis-menulis. Sudah menerbitkan beberapa buku.

Pesan Literasi Datok Rida Kaliamsi

Pesan Literasi Datok Rida Kaliamsi


PADA 24-26 September 2021 telah berlangsung dengan sukses kegiatan Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) 2021 di Tanjungpinang, Ibu Kota Provinsi Kepri. Aneka acara telah dihelat. Ada seminar virtual (Webinar) Sastra Melayu pada hari Sabtu (25/09/2021) yang menampilkan para pakar sastra dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam selain dari Indonesia sendiri. Alhamdulillah, saya berkesempatan mengikuti seminar itu melalui zoom meeting yang disediakan pantia.

Ada pula acara peluncuran buku penyair Indonesia dengan titrel Peluncuran 100 Buku Penyair FSIGB yang ditandai dengan menerbangkan 100 layang-layang di arena tanah lapang pada hari Ahad, 26 September 2021. Acara ini mengiringi pembacaan puisi oleh seorang penyair Indonesia dari Kepri, Teja Albab yang kita kenal dengan gelegar suaranya saat mendeklamasikan puisi. Dan jangan lupa, malamnya sudah tampil banyak penyair yang membawakan puisinya, baik langsung di panggung FSIGB maupun melalui chanel you tobe.

Pada kesempatan berpidato, Dato' Rida Kaliamsi yang adalah penanggung jawab kegiatan FSIGB 2021 ini berpesan kiranya semua orang mau berpartisipasi dalam apresiasi sastra. Ia mengajak semua pihak memarwahkan karya sastra, sebab sastra punya kontribusi memajukan bangsa. Sungguh pesan penting yang perlu kita camkan. Pesan literasi itu disampaikan oleh Ketua Yayasan Jembia, itu  pada peluncuran 100 buku puisi di Rimba Jaya, Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Indonesia. 

Melalui chanel you tobe kita saksikan, setelah ucapan peluncuran buku, Datok Rida yang didampingi oleh Kajari Kepri, Wakil Dinas Pendidikan Prov. Kepri, seniman Indonesia asal Kepri, Husnizar Hood dan Abdul Kadir Ibrahim yang juga sebagai penanggung jawab FSIGB 2021 menandatangani baleho bergambar cover 100 buku puisi yang diluncurkan. Penandatanganan baleho ini sebagai bagian peluncuran 100 buku penyair tahun ini.

Dari Daftar Buku yang dikirimkan via WAG peserta FSIGB dapat kita baca 86 buku puisi yang diumumkan panitia. Buku-buku itu adalah,

1. Antologi Puisi "Seribu Tahun Lagi" (Muhammad Lefand Dkk)

2. Kumpulan Puisi "Pesan Laut Kepada Perahu" (Muhammad Lefand)

3. Kumpulan Puisi "Riwayat Rindu" (Titin Ulpianti)

4. 101 Puisi Pilihan "Tembilang" (Eddy Pranata Pnp)

5. "Tersebutlah Kisah Perempuan Yang Menyingkap Langit" (Isbedy Stiawan Zs)

6. Kitab Puisi " Masih Ada Jalan Lain Menuju Rumahmu" (Isbedy Stiawan Zs)

7. Puisi-Puisi Kau Kekasih Aku Kelasi (Isbedy Stiawan Zs)

8. Kumpulan Puisi "Kirab" (Bambang Widiatmoko)

9. Kumpulan Puisi "Bebas Terpenjara" (Suryanti, S.Pd)

10. Kumpulan Puisi 2021 "Musikalisasi Gumam Asa" (Ali Syamsudin Arsi)

11. Sehimpun Sajak "Cinta Hingga Ke Surga" (Marzuli Ridwan Al-Bantany)

12. Bayang Bayang Mandar (Syuman Saeha)

13. Sepilihan Puisi "Jejak Kembara" (Roymon Lemosol)

14. Kitab Puisi "Cerita Dari Dapur" (Yahya Andi Saputra)

15. Kumpulan Puisi "Kasih Tak Putus" (Siamir Marulafau)

16. Sehimpun Puisi "Tingkap" (Nok Ir)

17. Kumpulan Puisi "Mantera Debu Ngenang" (Muhammad Febriyadi)

18. Sehening Doa (Srie Astuty Asdi)

19. Sepilihan Puisi "Puncakku: Sejak Kau Hapus Namaku Dari Sajakmu" (Edrida Pulungan)

20. Kumpulan Puisi Perempuan "Puandemik" (Ratna Ayu Budhiarti Dkk)

21. Kumpulan Puisi Sonian "Menyibak Gelombang Kehidupan" (Azizah)

22. Antologi Puisi Pelajar Se Kabupaten Lingga "Napau" (Ayu Sw Dkk)

23. Himpunan Puisi Dari Mantra "Piknikita" (Jauza Imani - Kurnia Effendi)

24. Kumpulan Puisi "Setelah Lima Belas Kabisat" (Kurnia Effendi)

25. Serangkum Puisi Bahasa Gayo "Pungi Pakan Laya" (Salman Yoga S)

26. Antologi Puisi Modern 5 Penyair Gayo "Gergel" (Salman Yoga S Dkk)

27. Antologi Puisi "Belantara Penghambaan" (Alvin Shul Vatrick)

28. Kumpulan Puisi "Cahaya" (Sriwati Haji Labot)

29. Kumpulan Puisi "Tembang Nelayan Dini Hari" (Tri Astoto Kodarie)

30. Kumpulan Puisi "Tak Ada Kabar Dari Kotamu" (Tri Astoto Kodarie)

31. "Dia Yang Terjatuh Di Rimba Dunia Ketika Satu Sayapnya Patah" (Sukma Putra Permana)

32. Antologi Puisi "Sejuta Kenangan Dari Yogyakarta" (Asmariah Dkk-Yogyakarta)

33. Antologi Puisi Jazirah 8 "Ombak, Camar Dan Kerinduan"

34. Antologi Puisi Jazirah 9 "Mendengar Kembali Suaramu"

35. Antologi Puisi Jazirah 10 "Palung Kerinduan"

36. Kumpulan Sajak-Sajak Rumahitam "Rumah Kita" (Tarmizi)

37. Musim Yang Melupa Waktu (Ibrahim Gibra)

38. Kumpulan Puisi "Dan, Perempuan Yang Kau Telan Airmatanya" (Kunni Masrohanti)

39. Kumpulan Puisi "Daun-Daun Waktu" (Irawan Sandhya Wiraatmaja)

40. Kumpulan Puisi "Dua Wajah Dalam Cermin" (Priyono Tjiptoherijanto Dan Irawan Sandhya Wiraatmaja)

41. Antologi Puisi Ucapan Syawal "Kuntuman Keampunan" (Mohd. Rosli Bakir Dkk)

42. Antologi Puisi "Buatmu, Bapak Ibu Guru" (Mangatur Panjaitan)

43. Kumpulan Sajak "Derai Suara Ranting" (Sam Mukhtar Chaniago)

44. 50 Puisi Terpilih "Aku Lirik Lagumu, Kau Larik Sajakku" (Sam Mukhtar Chaniago

45. Kumpulan Puisi "Garam Mengaku Ikan, Cinta Merampas Metafora" (Ali Ibnu Anwar)

46. Sehimpun Puisi "Jalan Lain" (Asril Koto)

47. Empat Puluh Empat Puisi "Sepotong Senja Tak Hanyut Oleh Hujan" (Agusri Junaidi)

48. Antologi Puisi "Nyanyian Hujan" (Shafwan Hadi Umry)

49. Kumpulan Puisi "Pengembara" (Sutirman Eka Ardhana)

50. Kumpulan Puisi Dua Bahasa "The Longing River" (Rida K Liamsi)

51. Ours "Tentang Kita Yang Tak Mengenal Kata Usai" (Denesa Ekalista)

52. Bom Corona "44 Guru Menulis Puisi Pandemi" (Komunitas Rumahitam)

53. Sehimpun Puisi "Titik Koma" (Sultan Musa)

54. Diujung Arus, Ikan Tak Lagi Tertipu (Ibrahim Gibra)

55. Kumpulan Puisi "Suara Dari Pengungsian" (Nissa Rengganis)

56. Kumpulan Puisi "Doksologi" (Muhammad Asqalani Eneste)

57. Sehimpun Puisi "Ulang Dokon Dokon Na Hudokon Dokoni Pala Dokonko Na Hudokon Dokoni (Muhammad Asqalani Eneste)

58. Sekumpulan Puisi Dan Sejumlah Gambar "Aglocita Nama Cumbu" (Muhammad Asqalani Eneste)

59. Kumpulan Puisi "Doa Orang Telanjang" (Muhammad Asqalani Eneste)

60. Kumpulan Puisi "Pukau Petuah" (Hening Wicara)

61. Antologi Puisi "Ketika Penyair Bicara" (Yuanda Isha (Dkk)

62. Antologi Puisi "Surat Untuk Ibu" (Yuanda Isha (Dkk)

63. Antologi Puisi "Rahasia Sajak-Sajak Kecil" (Yuanda Isha (Dkk)

64. Kumpulan Puisi "Alangkah Ganjilnya Sebuah Kota Tanpa Kamu Di Dalamnya" (Kurniawan Junaedhie)

65. Sergam Puisi Cinta "Dikunyahkan Rindu" (Abdul Kadir Ibrahim)

66. Sekumpul Sajak 1997-2017 "Lempengan Luka" (Syuman Saeha)

67. Kumpulan Puisi "Kota Kecil Di Pedalaman" (Hendro Siswanggono)

68. Kumpulan Puisi "Kupu Kupu Perak Bersayap Merah" (Hendro Siswanggono Dkk)

69. Antologi Puisi "Tombro Loko Saka Bira" (Fath Maulidiyah Vhina Wella)

70. Antologi Puisi "Momok" (Fath)

71. Sehimpun Puisi "Secangkir Kopi Di Meja Kedai" (Isbedy Setiawan Zs)

72. Antologi Puisi "Tanah Penari" (Rissa Churia)

73. Serpihan Puisi "Poe" (Adri Darmadji Woko)

74. Puisi Puisi 2020-2021 "Perayaan Duka" (Achiar M Permana)

75. Kumpulan Puisi "Pesan Tua" (Hendra Djafar)

76. Kafein Tingkat Tinggi (Yoan Sutrisna Nugraha)

77. Antologi Puisi "Dia, Matahari" (Hamzah Hamdan Dkk)

78. Antologi Puisi "Di Haribaan Puisi" (Rissa Churria Dkk)

79. Kumpulan Puisi "Membumikan Rasa Melangitkan Cinta" (Nofieana Gusti Winata)

80. Hanya Sebuah Goresan 2020 (Nofieana Gusti Winata)

81. Sajak-Sajak Kerinduan "Filosofi Rindu" (Sahabat Aksara)

82. Antologi Puisi "Kabar Rimba Yang Luka" (Destri Mairoza)

83. Kumpulan Puisi "Kecuali" (Sutardji Calzoum Bachri)

84. Sehimpun Puisi "Kembara Hati, Kucing, Nyonya Dan Cerita Lainnya" (Dm Ningsih)

85. Now I've Become A Stone! (Isbedy Stiawan Zs)

86. Kerongsang (Rendra Setyadiharja Dkk)

Begitulah sedikit catatan FSIGB tahun 2021 ini. Meskipun kita tidak dapat hadir secara pisik ke lokasi acara, kita tetap dapat menyimak tulisan-tulisan dan video-vedoa yang menceritakan kegiatan ini yang telah berlangsung selama tiga malam empat hari ini. Dan yang tetap penting dari serangkaian acara itu adalah pesan Datok Rida K Liamsi yang mengajak kita untuk mencintai sastra. Itulah pesan literasi seorang tokoh seperti Datok Rida Kaliamsi. Syabasy FSIGB 2021, semoga bertemu lagi pada tahun nanti.***

Suka-duka Menyelesaikan Skripsi untuk Menembus Sidang Skripsi

Suka-duka Menyelesaikan Skripsi untuk Menembus Sidang Skripsi

Foto setelah sidang skripsi 
20 agustus 2021 

Catatan Hariyanto, SAp
SETELAH selesai seminar proposal skripsi, alhamdulilah proposal saya di-acc. Lalu lanjut ke tahap berikutnya yaitu menyempurnakan skripsi dimana perlu kelapangan untuk mencari data maupun keperluan lainnya agar skripsi ini menjadi lengkap dan bagus.

Sebelum saya melakukan penelitian ke lapangan tepatnya setelah lebaran idul fitri (kalau tidak salah tanggal 3 juni 2021) saya bertemu lagi dengan pembimbing 1 dan 2 yang mana seharusnya apabila setelah selesai seminar proposal harus direvisi paling tidak 2 minggu tapi karena nanggung  karena berdempetan minggu depan mau lebaran jadi saya setelah lebaran saja bertemu pembimbing saya lagi

Pas bimbingan pertama skripsi setelah seminar proposal saya merasa agak santai selali bimbinganya gk seperti pas seminat proposal saya rada takut dan ragu ragu terus. Walaupun terlihat santai bimbingan skripsi pada saat itu bahkan banyak sekali rintangannya nanti bahkan pembimbing 2 saya mengatakan kalau nanti sudah selesai skripsi kamu akan terasa santai dan gk mikir lagi dari situlah saya pengen  cepet aja dan semangat dalam mengejarkannya dan juga kedua pembimbing saya memberitahu saya kalau bimbingan sekali lagi harus lengkapi bab 4 dan 5 juga revisi sedikit bab 1 hingga 3.

Setelah selesai bimbingan itu keesokkan hari saya langsung mempersiapkan penelitian di lapanngan cuma saya sebelum ke lapangan tentu saya harus terlebih dahulu untuk meminta surat izin penelitian dari kesbangpol awalnya pembimbing tidak menyuruh kesana tapi saya inisiatif saya langsung saja ke kantor itu berhubung saya bersama temen dari prodi awalnya gak tau sama siapa bahkan saya ragu ragu gitu  tapi pas ada temen saya berhubung dia mau ke kantor itu jadi saya bareng perginya lalu tibalah di kantor hingga bertanya tanya akhir harus ke lantai 3 untuk mengurus surat izin penelitian juga setelah sampai lantai 3 itu saya bersama temen mengisi berkas berkas agar segera diproses izin penelitian hingga selesai tapi menurut petugasnya bahwa surat itu besok baru siap atau dikabari dengan cepat hingga saya rasa tidak masalah yang penting saya bisa mendapat data itu ditempat penelitian saya.

Keesokkan harinya saya sambil berniaga lalu sambil makan pagi baru mau membuka mulut mau makan langsung hp saya berdering dari kesbangpol bahwa surat saya sudah siap hingga sayapun langsung mempersingkat makan pagi sambil saya wa temen saya itu saking lama responya berkali kali saya me wanya tak direspon tanpa mikir panjang saya sendiri ambil surat itu . Sampai kantor itu saya ambil surat ternyata banyak juga surat tebusan diantara harus antr surat ke kantor bupati, dinas pendidikan, camat , lurah, lalu pihak kampus. Saya awal gak pernah ke kantor instansi itu saya tau nya pas moment acara ucapara hari nasional saja untung saya bersama temen saya rajin bertanya dimana harus diletakan bahkan saya jumpa temen saya di dinas itu kebetulan temen sekolah dulu bahkan temen kuliah juga saat itu pas amtar surat ke dinas pendidikan seluruh pegawai istirahat jadi saya duduk bareng dengan temen saya sambil ngeteh dingin sambil menunggu jam 1.

Setelah selesai saya letak surat ke instansi terkait saya langsung mengerjarkan skripsi ini tanpa mikor panjang. Keesokannya saya ke kantor lurah dimana tempat saya teliti maaf saya tidak menyebutnya disitu saya langsung ketemu lurah berdiskusi panjang lebar hingga bimbingan sebagai mana baiknya setelah dari situ saya langsung mengerjakannya hingga begadang saya dari jam 07.00 hingga jam 01 malam.

Pada akhir pertangahan bulan 7 tahun 2021 saya mulai panik data apa lagi untuk bab 4 ini saking bergadang  beberapa kali saya ubah agar baik sampe saya cari soal-soalan wawancara penelitian ini kepada siapa saja bersedia. Dan pada akhirnya saya wawancara ditempat penelitian saya itu beruntung mereka terbuka sekali bahkan dengan senang hati. Setelah saya wawancara saya langsung bergegas mengerjarkanya kembali tahap demi tahap hingga bab 5 hingga selesai juga sambil mengerjarkan skripsi ini saya kok terbayang sekali mau menyerah karna sangat rumit dibanding saya menyusun proposal penelitian karna skripsi ini harus bener bener tidak boleh bercanda disitu saya mau menyerah bahkan airmatapun menetes tapi saya jadi ingat perjuangan orangtua saya membiayai saya kuliah karena mereka kepengen anaknya berpendidikan lebih tinggi lagi karna setahu saya orangtua saya maaf sekali hanya sampe SD.

Dari itu saya termotivasi untuk segera menyelesaikannya. Hingga besok setelah selesai membuat skripsi saya tentu bimbingan tidak salah awal agustus saking lama tidak bimbingan. Selama bimbingan hari demi hari masalah saya tidak terlalu jauh pas proposal yaitu penulisan seperti titik, koma, bahkan jaraknya. Pas ada pengumuman bahkan skripsi terakhir antara tanggal 24 -31 agustus 2021 saya langsung tancap gas lagi walau rada bosen sebenernya masalah gk jauh jauh dipenulisan padahal saya anggap ini sepele sekali tapi memang harus jangan anggap remeh bahkan saya sampe kepikiran kenapa  selalu revisi dibagian ini mungkin supaya skripsi saya enak dipandang barang kali begitu.

2 minggu jelang mau sidang saya masih bimbingan skripsi saya juga terkadang pada malam hari terbayang pengen cepat berakhir skripsi ini sambil merenung bahkan juga sambil mengerjakan sampe sebisa saya, sayapun bertekad ini pasti akan berakhir dengan baik.

Saya ingat sekali pas seminggu jelang mau ujian itu setelah selesai bimbingan sudah oke saya disuruh cek turnitin dalan arti kata supaya skripsi saya ini tidak meniru katakanlah begitu. Pada sore hari saya dapat pesan wa dari pembimbing 2 saya tidak pesan begini hariyanto kamu udah cek turnitin dan kalau bisa kamu ujian hari jumaat soalnya saya mau senin tidak ada dikampus saya ijin berangkat. Setelah mendapatkan pesan dari pembimbing 2 saya  merasa langsung berusaha mikir ditengah saya belanja lauk pauk untuk makan malam hingga saya bertanya dalam hati gimana ya cara bisa menurunkan persen skripsi pertama dikirim dengan 67%.

Sampe pulang kerumah saya langsung membuka laptop untuk mengubah kata demi kata dari kata umum supaya menjadi kata khusus supaya bisa menurunkan ke 60% setelah selesai saya kirim kembali di cek ternyata 62% setelah itu saya ngedrop banget jadi males mau melakukan lagi. Sekitar abis isya saya kekonter temen kebetulan dia ada jasa untuk ngeprint karena saya tidak mempunyai print sebelum saya udah kontak wa dia terlebih dahulu.pas pergi saya liat didaerah konter temen saya itu pas banget mati lampu jadi saya pasrah mau ngeprint karna besok harus dicek kembali.

Setiba dikonter itu baru mau buka tas langsung hidup lampunya sayapun dengan senang sekali mungkin karena saya sabar menjalaninya, pas saya buka wa ternyata temen saya ini udah wa saya gk salah bunyinya"oke silahkan tapi tempat kami mati lampu wak", cuma untungnya hidup pas moment saya print kebetulan temen saya ini temen SD dia sudah hampir 2 tahun buka konternya. Selama berada konter tersebut sambil menunggu print siap saya sempat berbicara tentang masa masa sd penuh kenangan bahkan sampe bercanda juga.

Pada pagi harinya saya memulai makan pagi setelah itu masih baring baring saja bahkan masih main hp sampe di wa pembimbing 1 saya gak salah bunyi gini "assamualaikum.. Gimana cerita? Saya ketik menjawab " Masih gitu aja bu gak turun turun saya udah gak semangat lagi" Lalu dia mengatakan lagi kesaya "kamu jumpa saya sekarang " Saya tentu membalas "siap bu". Saya langsung bergegas kemas kemas apa saja perlu lalu saya langsung pergi kekampus.

Setiba di kampus saya jumpa pembimbing 1  lalu mengecek saya punya skripsi saya juga disuruh sama pembimbing saya untuk daftar sidang skripsi. Untung juga saya bawa apa apa saja persyaratanya sambil saya mengurus persyaratanya saya dipanggil sama pembimbing saya bahwa saya sudah ikut ujian juga kebetulan saya dapat hari jumaat karena pembimbing saya ke 2 mau berangkat pada senin tentu saya kaget dan dag dig dug padahal hari kamis itu saya langsung kembali mengurus persyatan itu bahkan saya masih ragu bagaimana buat powerpointnya saya juga masih ragu waktu seminar saja powerpoint kurang menarik apa lagi pas sidang.

Setelah selesai saya langsung kembali kerumah tidur  sebentar sekitar jam 16.30. Pada jam 07 malam saya langsung membuka laptop untuk belajar skripsi saya agar sidang besok lancar dan mudah. Setelah itu saya tidur sampe bangun jam 06.30 pagi. Jam 07.00 pagi saya baru ingat saya belum membuat Powerpoint untuk sidang skripsi jam 1.00 siang bahkan saya kalang kabut bagaimana buat powerpoint yang pas bahkan jelas saya sambil kontak temen saya gimana caranya eh malah diread aja tanpa direspon. Saya diam sejenak beberapa saat.

Setelah diam sejenak saya mendapat ide sebelum mengerjakannya saya melihat youtube untuk mempelajarinya tapi alhamdulilah akhirnya saya bisa juga belajar lalu saya coba buat sampe selesai jam 11 siang bahkan saya gak nyangka bisa siap juga harus jauh jauh hari karena ini mepet saya gas saja untuk bagus apa tidaknya ya liat saja nanti.

Setelah selesai sholat jumaat saya bergegas pergi kebetulan hujan rintik rintik kecil saya berangkat dengan mobil kebetulan mobil itu temen bapak saya juga dia sudah 4 tahun mengantar saya kuliah.

Selama dalam perjalanan saya gak kepikiran takut atau dag dig dug saya cuma memikirkan apa kah saya bisa bahkan juga saya membaca surah surah pendek dan bershlawat.

Setibanya dikampus saya memulaikan sidang skripsi  dengan waktu ditentukan saya mempresentasikan penelitian saya dengan baik setelah itu tanya jawab saya bahkan tidak konsen pas tanya jawab entah kenapa bisa begitu sampai setelah selesai saya disuruh keluar oleh penguji selama 5 menit karena mereka sedang menentukan nasib saya , saya tentu keluar bahkan ada temen saya yang hadir saya pas keluar gak mikir kemana saya hanya memikirkan nasib saya. Setelah selesai saya dipanggil masuk nah disitu penguji memberikan penilaian nya seinget saya penguji bilang ke saya bahwa skripsi saya tidak layak dan harus mengulang saya juga sampe menetes air mata sebenernya saya gak mau tapi karena saya ingat perjuangan orangtua saya membiayai saya jadi menangis tanpa disadari bahwa saya itu sebenarnya diprank sama penguji namun ternyata saya lulus ujian ini dan ada revisi sedikit.

Saya sangat gembira sekali selesainya sidang skripsi. Saya sangat sangat bersyukur dan bangga. Ini waktu amat penting dan membuat saya bangga, 20 agustus 2021/ 13.30 wib.







Suka-duka Menyelesaikan Proposal Skripsi untuk Menembus Seminar proposal

Suka-duka Menyelesaikan Proposal Skripsi untuk Menembus Seminar proposal

Sidang seminar proposal skripsi

Catatan: Hariyanto, S Ap
PADA saat saya sudah menyelesaikan teori dan pratik (magang/PKL dan KKN) tentu terap berikutnya yaitu skripsi. Inilah tugas akhir yang sangat berat bagi mahasiswa semester akhir terutama saya pribadi. Waktu itu saya masih bingung karena masih belum menemukan masalah untuk penelitian skripsi butuh waktu 2 minggu bahkan hampir menangis,  bagaimana cara untuk mendapatkan masalah untuk penelitian. Pada akhirnya saya mendapatkan masalah untuk penelitian skripsi yaitu masalah pada pelayanan khususnya wilayah tingkat IV. 
Seiring waktu berjalan dalam penyusunan skripsi ini saya dibimbing oleh dua orang dosen hebat. Saya tentu sangat gembira mendapatkan dua orang dosen pembimbing yang sangat mumpuni dan berpengalaman. Namun ini sangatlah tidak mudah karena saya pada saat itu ada beberapa kali revisi terutama pada bagian bab I dan III.  Bahkan di setiap bimbingan pun masalahnya sama padahal harusnya diperbaiki tapi itulah masalahnya tetap sama. 

Saya pun sampai hampir menangis putus harapan karena revisi lagi pada bagian bab I dan bab III. Namun saya tidak putus asa dengan doa saya pada akhirnya mendapatkan ide untuk berubah total bab I sesuai dengan keinginan pembimbingan hingga bab III sehingga saya pun meminta tolong dengan teman teman saya memahami bab III ini. 

Pada saat seminggu sebelum sidang proposal skripsi pada saat itu bulan ramadhan saya terus merevisi penulisan agar terlihat rapi dan bagus dipandang. Namun saya hampir sangat berputus asa merasa tidak sanggup menjalaninya saya merasa takut sekali sidang proposal nanti. Tapi dengan sabar dan tulus saya harus siap menghadapinya walau itu sulit. 

Pada saat itu  sebelum sidang proposal skripsi saya mendaftar untuk sidang proposal hingga harus menlengkapi syrat-syarat harus dipenuhi bahkan saya bolak balik ke rumah, ke kampus bahkan terik matahari semakin panas dan merasakan haus dan lapar dimana saat itu bulan ramadhan dan perlu sabar. Namun saya alhamdulilah karena rajin bolak balik dalam mengurus persyaratan sidang proposal skripsi saya akhirnya bisa mengikuti sidang proposal skripsi.

Keesokan harinya, tepat setelah sholat dzuhur saya mulai sidang proposal skripsi saya awalnya takut dan ragu bagaimana cara menjawab yang pas dalam persidang itu saya hanya menjawab dengan sebisa saya bahkan saya dalam sidang itu saya tidak terfokus dalam sidang tersebut dan alhamdulilah pada akhirnya selesai juga sidang pertama hingga saya perlu merevisi untuk tahap selanjutnya. (bersambung)

Catatan Musibah juga Literasi, Ini Rezeki Lain, kata Mbah Mur

Catatan Musibah juga Literasi, Ini Rezeki Lain, kata Mbah Mur


SAYA tidak menduga akan terjadi musibah itu. Sore Kamis (02/03/2021), itu saya bersenggolan dengan seorang pengendara motor. Saya tidak tahu namanya. Terjadi di belokan menjelang ke rumah saya, di Wonosari. Tinggal beberapa meter saja menjelang sampai ke rumah. Mobil saya menyenggolnya atau motornya yang menyenggol bagian kanan mobil saya, entahlah. Yang pasti spion kanan mobil saya copot dari keududukannya saat bersenggolan itu. Pengandara itu terjatuh setelah motornya bersenggolan dengan mobil saya.

Sore itu saya baru saja kembali dari Hotel Holiday, Tanjungbalai Karimun. Baru selesai mengikuti kegiatan Pembinaan FKUB dan Dialog KUB yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Kepri. Program Kanwil Kemenag ini sesungguhnya untuk seluruh FKUB Kabupaten/ Kota se-Provinsi Kepri yang akan dilaksanakan di setiap Kabupaten/ Kota. Tapi konon ini yang pertama sekaligus satu-satunya program yang lolos dalam refocusing anggaran Kanwail Kemenag. 

Menurut Pak Abu Sofyan, Kepala TU Kanwil Kemenag Provinsi Kepri yang mewakili Kakanwil membuka secara resmi acara paginya, menjelaskan bahwa rencana program yang sama sudah diusulkan untuk seluruh FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten/ Kota se-Provinsi Kepri. Tujuh kabupaten/ kota sudah masuk program dan rencana anggaran. Tapi tersebab covid-19 menyebabkan terjadinya perubahan. "Karena biaya yang tidak mendukung, akhirnya inilah satu-satu kabupaten yang dapat terlaksana kegiatan ini." Begitu penjelasannnya saat memberikan pidato sambutan.

Acaranya berlangsung hampir satu hari. Dimulai pukul 07.00 (untuk registrasi) dan ditutup menjelang solat asar dengan istirahat makan siang pada pukul 12.00 s.d. 13.00. Hadir pada acara itu para pengurus FKUB Kabupaten Karimun serta beberapa orang tokoh masyarakat dan tokoh agama. Tiga orang nara sumber menyampaikan materi, Kakanwil Kemenag Provinsi, Ketua FKUB Provinsi dan Kakankemenag Kabupaten Karimun. Dua narsum pertama diwakili saja sementara narsum ketiga diis langsung oleh Pak Zamzuri selaku Kakankemenag Kabupaten Karimun. Dan setelah narsum ketiga acarapun selesai dan kami pulang ke rumah masing-masing.

Sepulang acara itulah saya sore itu mengendarai mobil sedikit agak kencang. Dalam kampung --dari Paya Manggis hingga ke Wonosaru-- saya memacu mobil dengan kecepatan 30 km per jam. Itu tidak kencang untuk ukuran jalan di luar kampung. Tapi sudah cukup laju untuk perjalanan di jalanan kampung.

Saat akan berbelok ke rumah itulah saya tidak awas. Saya terlalu ke kanan dan tidak awas melihat seorang pengandara motor yang juga sedikit mendadak datangnya. Mungkin dia juga berkecepatan lumayan. Saya tidak tahu persis. Praak...dia terjatuh dan saya langsung menghentikan mobil. Saya melihat bagian depan kakinya sedikit terkelupas kulitnya. Lalu saya antar ke rumahnya yang ternyata tidak terlalu jauh dari rumah saya. Kami, ternyata sama-sama orang sekampung, Wonosari..

Setelah sampai di rumahnya yang ternyata bertetangga dengan saya agak ke belakang rumah saya, kami ngobrol di rumahnya. Satu pernyataan yang saya sampaikan ke Bapak itu adalah bahwa saya akan bertanggung jawab. Kerusakan motornya akan saya bantu dan jika harus berobat saya juga akan membantunya. Dan sorenya dia pergi ke tukang urut, Mbah Mur. Masih di kampung kami, Wonosari juga. Saya membantunya untuk biaya urut itu.

Ketika saya datang ke rumah Mbah Mur saat dia diurut, itulah kami bercerita perihal musibah itu. Saat itu pula Mbah Mur mengatakan, "Ini rejeki lain, Pak Haji." Saya awalnya heran saja dengan kalimat itu. Apa maksud Pak Miur (saya memanggilnya dengan sapaan Pak walaupun di sini orang sudah memanggilnya dengan sapaan Mbah). "Saya juga baru saja dapat rejeki lain macam gini," katanya menambahkan kalimatnya yang membuat saya bingung memahaminya.

Ternyata maksudnya, dia baru saja juga mengalami musibah kecelakaan. Dan kalau sudah begini kita harus berbagi rezeki dengan orang lain. Begitu dia mengatakan kepada saya perihal rezeki lain yang dia maksud. Artinya, salah satu diantara orang yang mengalami kecelakaan biaanya akan membantu pihak lainnya. Itulah rezeki lain yang dimaksud Pak Mur. Saya baru memahami maksud kalimatnya.

Saya sendiri sesungguhnya tidak merasa bersalah juga dalam kasus itu. Jalan yang saya pakai masih sebatas jalan saya. Tidak terlalu menyerempet ke sebelah kanan. Memang, tidak juga terlalu ke kiri di bengkolan itu. Namun, karena saya mengendarai mobil, sementara dia mengendarai sepeda motor, maka saya berbesar hati saja kalau musibah itu memang ujian buat saya. Saya bisa menerima 'humor' Pak Mur bahwa di tangan saya ada rezeki lain yang harus saya berikan kepada Bapak itu. Saya berterima kasih karena luka atau sakitnya pengendara motor itu tidak pula terlalu parah. Saya akan lebih berhati-hati ke depannya.

Lebih dari itu semua, sekaligus sebagai hikmah bagi saya bahwa musibah ini menjadi catatan hidup saya. Sekaligus catatan ini adalah bagian pengembangan literasi saya. Saya tulis catatan ini sekaligus sebagai usaha mengembangkan kreatifitas literasi saya. Saya percaya, setiap peristiwa ada hikmahnya. Dan setiap hikmah itu bisa juga terkait dengan kreatifitas tulis-menulis yang menajdi bagian hidup saya.***
Dari Dialog KUB Kabupaten Karimun

Dari Dialog KUB Kabupaten Karimun


BARU-baru ini telah dilangsungkan kegiatan Pembinaan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabuoaten Karimun. Kegiatan yang dilaksanakan di Meeting Room Hotel Holiday Karimun hari Kamis (02/09/2021) itu diikuti oleh seluruh pengurus FKUB Kabupaten Karimun. Ikut juga diundang beberapa orang dari Tokoh Agama dan pengurus Ormas Keagamaan yang ada di Kabupaten Karimun. 

Kegiatannya sendiri merupakan program kegiatan dari Kanwil (Kantor Wilayah) Kemenag (Kementerian Agama) Provinsi Kepri tahun anggaran 2021. "Seharusnya kegiatan yang sama juga dilaksanakan di kabupaten/ kota lainnya se-Provinsi Kepri," jelas Abu Sofyan, Kepala TU Kanwil Kemenag Kepri saat membuka secara resmi. Pak Abu Sofyan membuka secara resmi mewakili Kepala Kantor Kemenag yang beralangan hadir. "Karena refocusing anggaran tahun ini, hanya di Kabupaten Karimun saja kegiatan seperti dapat terleksana. Untuk Kabupaten/ Kota lainnya harus ditunda dulu karena anggaran yang tidak mendukung," tambahnya.

Tiga orang narasumber memberikan materi pada pembinaan FKUB ini, Kakanwil Kemenag Kepri, Kepala FKUB Provinsi Kepri dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karimun. Dua narasumber awal masing-masing diwakili oleh pejabat di bawah Kepala, sementara narasumber terakhir langsung diisi oleh Kepala Kemenag Kabupaten Karimun, H. Zamzuri. Ketiga narsum memberikan materi yang cukup menarik bagi peserta.

Ada hal sangat menarik yang hangat dibicarakan dalam dialog yang dilaksanakan di sela-sela penyampaian materi. Selain persoalan izin pendirian rumah ibadah yang dianggap masih kontrovesi juga ada dialog dengan materi pelayanan Kementerian Agama yang menurut narasumber dari kanwil dan dari Kemenag Kabupaten sudah sangat jauh berubah saat ini. Kata Pak Abu, "Dumas alias pengaduan masyarakat menjadi satu hal disukai oleh umat saat ini," jelasnya. "Kini pengaduan masyarakat tak lagi alergi bagi pejabat di Kemenag. Kemenag melayani kerukunan umat beragama dengan sepenuhnya. Tidak setengah-setengah sebagaimana dulu dikeluhkan masyarakat." Begitu dia menjelaskan. 

Saat ini masayarakat dapat mengadukan pelayanan yang tidak pada tempatnya yang dilakukan oleh pegawai Kemenag melalui website Kemenag. Kemenag akan melayani dalam 24 jam untuk dumas ini. Pengaduan apa saja yang berkaitan keagamaan, Kemenag akan melayani. Khusus dalam usaha membantu kerukunan umat beragama ada kebijakan moderasi beragama yang saat ibi dikembangkan oleh Kemenag. Wujudnya toleransi beragama, kuatnya persatuan dan kesatuan dalam persaudaraan Indonesia itulah yang kita harapkan, kata Abu Sufyan yang diulang kembali penegasannya oleh Pak Zamzuri saat memberikan materi di bagian akhir.***
Juga di www.mrasyidnur.gurusiana.id