Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

05 Mei, 2022

Wisata Pantai Silaturrahim (juga) Tercapai

Wisata Pantai Silaturrahim (juga) Tercapai


SETELAH dua tahun terkurung di rumah di setiap hari raya, tahun 2022 ini sudah tidak lagi. Idul Fitri 1443 benar-benar berkah bagi muslim yang merayakan Hari Raya bakda Bulan Puasa ini. Kita tidak lagi terpaksa berkurung di rumah atau pertemuan yang dibatasi regulasi protokler kesehatan. Semua itu tersebab covid.

Memanfaatkan kelonggaran protokoler kesehatan dari Pemerintah masyarakat berbondong-bondong ke tempat-tempat hiburan atau lokasi wisata. Termasuk ke pantai. Masyarakat di Karimun juga mengisi waktu setelah solat Id atau satu-dua hari setelah solat Id untuk berwisata. Ya berwisata pantai.

Saya sendiri bersama isteri dan keluarga besar --ada Mak Mertua, adik-kaka isteri serta anak-anak mereka dan tentu saja anak-cucu saya sendiri-- berwisata ke Pantai Pelawan. Salah satu destinasi wisata pantai di Kabupaten Karimun. Di Kabupaten Berazam ini ada beberapa pantai yang selalu ramai dikunjungi wisata. Tidak hanya masyarakat lokal, nasional bahkan masyarakat dunia juga ada yang berkunjung dan menikmati wisata pantai di sini.

Rabu (04/05/2022) 3 Syawal, itu sekitar pukul 10.00 WIB kami bergerak meninggalkan rumah. Menggunakan dua mobil dengan 16 orang anggota keluarga, kami sampai di pantai yang sudah dipadati pengunjung sekitar pukul 10.20. Tidak terlalu lama di jalan karena memang terlalu jauh pantainya dari rumah. Kami memilih sisi kiri pantai yang kebetulan masih ada satu pendopo yang kosong. Kami menempati pendopo itu untuk duduk-duduk dan istirahat. Karena ukurannya yang kecil kami tidak bisa duduk semua di dalamnya. Sebagian kami duduk dan berdiri di luar saja.

Kegiatan inti kami sepenuhnya hanya menikmati suasana pantai yang dipenuhi manusia. Semua pendpo di sepanjang pantai terisi penuh. Di pantainya sendiri juga dipenuhi orang berlalu-lalang menyusuri bibir pantai berpasir putih itu. Dan tentu saja di dalam airnya penuh manusia yang mandi. Anak-anak kecil termasuk yang di rombongan kami juga ikut mandi. Kami yang tua dan dewasa hanya duduk dan berdiri sambil memandang laut dan bibir pantai yang disemuti manusia. Makanan-makanan yang sengaja dibawa dari rumah juga dinikmati sekaligus.

Sesungguhnya bersama-sama di pantai atau di manapun bersempena Hari Raya begini memberi kesempatan kepada kita untuk saling bertemu dengan orang-orang yang kebetulan ikut bersama. Dalam keluarga kami sendiri, terdiri dari empat keluarga yang masing-masing sudah punya rumah sendiri dan berjarak lumayan jauh di antara satu dengan lainnya. Pada kesempatan inilah kami dapat bersama-sama berkumpul. Begitu juga bisa saling bertemu dengan orang lainnya.

Dengan dapat saling bertemu itulah maka silaturrahim pun akan dapat dilaksanakan. Tidak harus menunggu satu acara tertentu seperti momen halal bil halal saja. Pertemuan di lokasi wisata seperti di pantai ini juga kesempatan yang baik untuk memupuk dan melaksanakan silaturrahim.***




28 April, 2022

Ada Orang Kaya yang Miskin, Kata Quraish Shihab

Ada Orang Kaya yang Miskin, Kata Quraish Shihab


INILAH orang yang materi dan hartanya melimpah tapi dikatakan miskin. Miskin versi seorang ulama besar yang ceramah (tuturannya) senantiasa mencerahkan umat. Begitu pula tulisan-tulisannya selalu ditunggu banyak orang untuk menambah pengetahuan dan wawasan keagamaan. Dia adalah Quraish Shihab yang karya spektakulernya, Tafsir Al-Misbah telah membuat namanya sejajar dengan ahli tafsir dunia, bahkan melebihinya. Quraish Shihab adalah ulama yang selalu menjadi sumber ilmu oleh umat Islam.

Dalam satu tulisan berjudul KH Quraish Shihab: Banyak Jutawan Miskin yang dimuat hajinews.id hari Senin (25/04/2022) lalu dengan gamblang Quraish Shihab menyatakan bahwa kekayaan tidaklah karena banyak dan melimpahnya harta-benda atau uang. "Kekayaan tidak dinilai dari banyaknya harta yang dimiliki," begitu kata Quraish Shihab kurang-lebihnya. Kekayaan justeru akan dihitung dari banyaknya harta yang tidak dibutuhkan. Maksudnya, karena tidak dibutuhkan lalu harta itu diberikan kepada yang membutuhkan. Maka itulah kekayaan yang hakiki.

Karena itu, kata Quraish Shihab alangkah banyaknya jutawan yang miskin disebabkan hartanya disimpan saja seolah menjadi kekayaannya. Hartanya dipegang sendiri dalam kemasan sendiri yang akhirnya itu tidak akan berguna buat dirinya. Selama harta itu dikuasai sendiri tanpa memberi kemanfaatan kepada orang lain maka selama itu pula harta itu tidak akan menambah kekayaan penyimpannya. Yakinlah, katanya bahwa setiap yang diberikan kepada orang lain sebagai infaq atau sedekah maka itulah kekayaan yang sebenarnya. Kelak akan menjadi tabungan yang menolong pemiliknya dalam segala kesusahan di Yaumil Akhir.

Seperti selalu disampaikan para ustaz bahwa rizki pada hakikatnya bukan sekadar materi. Rizki itu terkadang bisa berupa kemudahan dalam pekerjaan, kebahagiaan dalam perkawinan, kebebasan dari bencana, anak yang sehat dan soleh, teman tulus yang mendukung, dan yang paling utama adalah taufik, yakni persesuaian kehendak kita sebagai hamba dengan kehendak Allah sebegai penentu. Kata Quraish Shihab seperti dimuat tulisan itu bahwa bentuk kemudahan dan kebahagiaan adalah kekayaan yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada harta-benda dan uang.

Jika demikian, bagi orang yang hanya menyimpan sendiri hartanya, seberapa banyak pun harta itu, sesungguhnya dia adalah orang miskin di mata Allah. Simpanannya itu hanya ada di dunia saja. Tapi harta itu diberikan untuk jalan Allah, untuk kemanfaatan dan kemaslahatan umat manusia, maka itulah kekayaan sesungguhnya.***

24 April, 2022

Buka Bersama untuk Menyatu Bersama

Buka Bersama untuk Menyatu Bersama


TIGA sekolah (TKIT, SDIT, SMPIT) dan satu Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di bawah Yayasan Darul Mukmin (YDM) serta Rumah Tahfizh Darul Huffaz, guru-guru dan karyawannya Jumat (22/04/2022) lalu melaksanakan kegiatan Berbuka Bersama alias Ifthor Jama'i. Hari itu bertepatan dengan 20 hari Bulan Ramadhan 1443. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara pembagian sembako dalam acara baksos (bakti sosial) keluarga besar YDM dalam rangka Ramadan tahun 1443 H ini.

Kegiatan Berbuka Bersama diawali dengan rangakaian hiburan berupa penampilan-penampilan dari masing-masing unit di bawah naungan YDM. Kepada setiap unit sekolah ada perwakilan untuk menampilkan kreativitas seni. Sekitar pukul 16.45 acara sudah dimulai. Setelah pembukaan oleh MC acara dilanjutkan dengan sesi hiburan Islami oleh para guru dari setiap unit. 
 
Ternyata penampilan mereka sangat menghibur. Ada lagu dan nada dari asmaul husna yang dibawakan oleh perwakilan unit TKIT, ada nasyid religi yang dibawakan oleh perwakilan SMPIT dan ada juga sholawatan yang dibawakan oleh perwakilan SDIT. Bahkan dari Manajemen Yayasan juga tampil Direkturnya untuk membacakan satu judul puisi karya Jalaluddin Rumi, Hanya Engkau.

Kegiatan Ifthor Jama’i alias buka puasa bersama ini merupakan agenda rutin tahunan, yang bertujuan untuk mempererat kebersamaan antar sesama keluarga besar YDM. Begitu dijelaska oleh salah seorang pimpinan manajemen yayasan. Seperti dikutip dari berita online radioazam.id hari Sabtu (23/04/2022) kemarin, Direktur YDM mengatakan begini, untuk apa Berbuka Bersama dibuat? “Tujuannya agar kita semua di dalam Yayasan Darul Mukmin ini merasa bersama-sama membangun, membangun pendidikan yang ada. Dengan maksud terbangunnya kekuatan kebersamaan. Pesan yang ingin kita sampaikan adalah, jangan menyia-nyiakan kebersamaan itu sendiri.” 

Kita sepakat bahwa kebersamaan merupakan modal utama yang membuat tugas-tugas berat dapat dilaksanakan dengan lebih ringan. Dengan kebersamaan kita akan mampu mengerjakan apa saja. YDM, sebagai sebuah yayasan yang mengelola pendidikan yang berusaha memberikan dan mewujudkan pelayanan pendidikan terbaik untuk masyarakat di Kabpaten Karimun tentu saja perlu memupuk kebersamaan ini. Jika berbuka bersama dapat menjadi salah satu caranya, maka tentulah cara ini bagus untuk dilaksanakan. 
 
Menurut Manajer SDM, Pendidikan dan Pengembangan Alquran, Noor Famayani jumlah guru dan karyawan YDM yang hadir pada tahun ini jauh lebih banyak dari pada tahun lalu. "Kita bangga karena kita mampu membuktikan kebersamaan kita dalam acara ini," katanya dalam sambutan singkat pada  acara Berbuka Bersama itu. Rangkaian acara setelah sesi hiburan musik dan lagu-lagu Islami diteruskan dengan acara pokok yakni tausiah yang disampaikan oleh Chotib Mustafa, Kepala TPQ Darul Mukmin. Sebelumnya diawali pembacaan alquran oleh Ustaz Wahid dan Pembacaan Doa oleh Ustaz M. Nuh. Dan setelah waktu berbuka tiba, semuanya menyantap makanan yang sudah disediakan.***
Juga di terbitkanbukugratis.id dan mrasyidnur.gurusiana.id



21 April, 2022

Catatan Tausia Ustaz Abu Syahid Chaniago

Catatan Tausia Ustaz Abu Syahid Chaniago


SELASA (19/04/2022) malam lalu ada tausiah di Masjid Baitul Karimun, Kecamatan Karimun. Malam itu adalah malam Nuzul Quran Pemda Kabupaten (Pemkab) Karimun untuk tahun 1443 atau 2022. Setiap tahun di setiap peringatan hari-hari besar agama (Islam) Pemkab selalu melaksanakan peringatan. Dan peringatan Nuzul Quran tahun ini dipusatkan di Masjid Besar Kecamatan Karimun, Baitul Karimun. 

Selain Bupati, H. Aunur Rafiq dan Pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) hadir pada acara itu pimpinan Forkopimda atau yang mewakili. Dan tentu saja para jamaah masjid Baitul Karimun dan dari beberapa masjid yang berlokasi tidak jauh dari masjid ini. Ada juga tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan lain-lainnya. Kegiatan tausiah dilaksanakan bakda solat tarwih. 

Dalam tausiahnya yang cukup panjang Ustaz Abu Syahid Chaniago menyampaikan banyak hal berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat dengan menyitir ayat-ayat alquran dan hadits sebagai dasar argumennya. Kata Ustaz, tiga hal yang disukai oleh Nabi kita, Muhammad Saw antara lain, 1) Salat di awal waktu; 2) Menghormati orang tua; 3) Berjihad di jalan Allah. "Nah, malam ini, semua hadirin yang ikut pengajian ini, setelah tadi berniat dari rumah untuk mengikuti majelis ilmu, berarti Bapak dan Ibu sudah termasuk orang yang berjihad," jelasnya. Artinya nabi pasti suka dengan kita.

Di bagian lain ustaz juga membahas tentang suami dan isteri soleh dan solehah. Dia jelaskan, misalnya kirteria suami soleh, antara lain, 1) Bertanggung jawab memberi makan (yang halal) kepada anak-isteri; 2) Bertanggung jawab memberi pakaian isteri dan anak-anak (perempuan) yang menutup aurat; 3) Bertanggung jawab memberi tempat tinggal atau rumah yang aman dan nyaman; 4) Bertanggung jawab memberi pendidikan anak-anak; dan 5) Memberi perhatian kepada isteri. Dengan menambahkan penjelasan yang lebih detail perihal kriteria itu, membuat jamaah begitu antusias menyimak tausiahnya.

Tentang kriteria isteri solehah ustaz Chaniago memberikan rincian antara lain, 1) Membuat sejuk hati suami saat melihatnya; 2) Membuat sejuk hati suami saat dia bertutur kata; 3) Dia cepat tanggap untuk  mematuhi perintah suami, serta beberapa kriteria lain yang pada intinya bagaimana isteri itu patuh dan taat kepada sumianya selain tentu saja kepada Allah. Kerja-kerja di rumah tangga dan mengurus anak-anak selalu selesai dengan baik. "Itulah ciri-ciri isteri yang solehah," tegasnya.
 
Ustaz Chaniago juga menyampaikan tentang doa Malaikat Jibril yang diaminkan Nabi Muhammad, yakni, 1) Celakalah orang yang dapat berjumpa dengan orang tua yang sudah renta tapi tak dapat membuanya masuk syurga; 2) Celakah orang yang ketika disebut nama Nabi mulutnya diam saja; 3) Celakah orang yang berjumpa Ramadhan tapi tidak dapat ampunan dari Allah. "Sungguh ini merugikan sekali," ingatnya kepada jamaah. Janganlah kita sampai termasuk orang yang didoakan oleh malaikat itu.***

19 April, 2022

Catatan Ramadan: Salah Kaprah Penggunaan Kata 'Takjil'

Catatan Ramadan: Salah Kaprah Penggunaan Kata 'Takjil'


SAYA pikir memang perlu diluruskan. Perlu dibenarkan kekeliruan ini. kekliruan tentang penggunaan kata 'takjil' yang selama Bulan Ramadan ini menjadi kosa kata sehari-hari kita. Tentu tidak semua orang yang keliru menggunakan kata ini. Hanya saja begitu banyaknya kita temukan kesalahan itu.

Sebuah postingan di WA Grup yang dishare oleh salah seorang anggotanya, meneruskan tulisan seorang yang ingin mengoreksi kekeliruan itu, saya kira perlu kita baca dan kita pahami. Kita berterima kasih kepada penulis tulisan koreksi ini atau tulisan lain yang tujuannya sama. Izin, saya meneruskan tulisan itu di blog ini sebagai bagian melanjutkan 'pesan' penulisnya. Postingan itu begini,

SALAH KAPRAH.., TAKJIL ITU BUKAN MAKANAN.
Yuuk, kita benerin..'

Selama bulan Ramadan ini, kita sering mendengar kata “Takjil”.
Di berita, di tv, di radio, bahkan di lingkungan sehari-hari.
Bahkan di warung dan pasar juga sering terlihat tulisan “takjil”.
Beberapa restoran menulis “Tersedia Takjil Gratis buat Pelanggan”.
Beberapa masjid juga menulis hal serupa.

Sehingga tak asing kalau mendengar ada orang yang bertanya:

Udah beli Takjil belum ?
Belum ada Takjil nih ?
Takjilnya Cuma gorengan.....dll

Apakah makna Ta'jil yang sebenarnya ?

Karena semua media pemberitaan selalu menyebut makanan untuk berbuka adalah Takjil,
maka seolah-olah kita semua sepakat menyebut bahwa Takjil adalah
hidangan atau panganan untuk berbuka puasa.

Kata Takjil / ta’jil (تعجيل) artinya adalah “bersegera/ Menyegerakan"  
diambil dari hadist Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam :

“La yazalunnasu bikhairin ma‘ajjaluuhul fithra".

Artinya:
Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka (puasa).
(HR. Muttafaq alaih).

Makna takjil menurut ilmu bahasa arab ialah
“penyegeraan, bersegera, percepatan”, sebuah kata dasar dari ajjala : yu’ajjilu artinya : menyegerakan, mempercepat.

Ta’jilul fitri = menyegerakan berbuka (puasa).
Terlihat disini bahwa makna takjil tidak ada hubungannya sama sekali dengan makanan.

Sebaiknya semua pengguna kata-kata, terutama media, kembalilah melihat kamus.
Disana pengertian TAKJIL dengan jelas ditulis adalah “Mempercepat”.
Dalam hal ini adalah mempercepat berbuka saat tiba waktunya.

jadi.., TAKJIL itu bukan makanan ya Gaes.... 😊✌🏻

Kesimpulannya
jika ada pernyataan “Orang arab bertakjil dengan kurma”
Maka pengertian yang benar ialah mereka menyegerakan berbuka puasa dengan makan kurma
BUKAN makanan berbuka puasa mereka adalah kurma.

Silakan di Share/ Re-Post, agar banyak orang tidak salah lagi mengartikan Ta'jil
👍🏻👍🏼👍🏽😎😊❤️👌🏼🙏🏻

Sumber :
Kamus Almunjid 619, Al-Munawwir hal 1.063.

Hanan Attaki

Kepada Tuan Hanan Attaki (seperti tertera di bagian bawah tulisan) kita berterima kasih. Dimanapun belyau saat ini berada, semoga terusan tulisannya ini menajdi bukti bahwa kita yang pernah membacanya memang berusaha untuk menyiarkannya lagi kepada siapa saja. Saya menyiarkan ini tanpa mengedit tulisan (postingan) aslinya yang saya kopa paste dari WA tersebut.***

17 Maret, 2022

Status Hamba: Hamba Siapakah Kita?

Status Hamba: Hamba Siapakah Kita?


Catatan Mohd. Nasruddin


Kalau ditanya, mau jadi hambah Allah atau hamba hawa nafsu?, Tentu kita akan menjawab, ya jadi hamba  Allah dong.

Nah sekarang kita tinggal buktikan sendiri, benar ga kita termasuk hamba Allah sementara ini.

Status hamba adalah status penyerahan identitas secara mutlak kepada juragan atau bos kita.

Seorang hamba siap melakukan apapun yang dikehendaki juragan nya tanpa ada hak memilih. Karena itu seorang hamba baru bisa punya hak memilih manakah ia dimerdekakan.

Nah sekarang kita uji, benar ga kita termasuk hamba Allah, atau hanya ngaku ngaku saja, padahal dalam prakteknya kita sesungguhnya hamba hawa nafsu.

Jika juragan kita adalah Allah, dan kita hamba Nya, maka Allah memberikan SOP atau JOBDES kepada kita untuk dilakukan agar kita benar benar diakui sebagai seorang hamba. Apa itu?

Ada rukun Iman, saya yakin, 6 tuntutan Allah ini , mayoritas sudah kita lakukan, meskipun saya yakin kalau kita kupas secara mendalam belum tentu kita lakukan semuanya. Saya ga bahas ini, krn bisa panjang, perlu pembahasan khusus.

JOBDES kedua adalah, rukun Islam, dalam rukun islam ada 5 hal yang harus kita lakukan. Yakni syahadat, sholat,puasa, zakat, dan (haji dan umroh).

Kelima syarat ini secara kuantitatif, mungkin 4 hal yang pertama mungkin sudah kita lakukan, karena tidak memerlukan pengorbanan biaya. Kebanyakan manusia krn kuatnya kemelekatan dunia, jarang yg mampu berhasil jika diuji dg pengorbanan materi. Alasan kedua kebanyakan orang gagal menunaikan rukun Islam  yang ke lima, karena pemahaman yang belum lurus ttg syarat yg ke lima ini dan mudah tertipu bujukan dunia dan hawa nafsu.

Kenapa, saya katakan pemahaman yang belum lurus ttg perintah haji dan umrah. Karena banyak orang memahami ayat manistatho'a ilaihi sabiila secara keliru. Manistatho'a ilaihi sabiila, sering dipahami jika mampu secara ekonomi, jadi kalau merasa tidak mampu, mereka beranggapan terlepas dari kewajiban ini, padahal tidak. Kewajiban ini tdk mungkin gugur semudah itu,Allah nanti akan menimbang, benar ga kita benar benar ga bisa ke sana, atau kita sebenarnya mampu, tapi kita abaikan dan lbh memilih kesenangan duniawi . Karena  ini soal, jiwa kita memandang Allah atau memandang dunia dan hawa nafsu. Buktinya banyak orang mampu, kaya, pejabat, pendapatan banyak, tapi belum berangkat hingga saat ini. Namun, sebaliknya,ada tukang ojek, tukang becak, sudah mampu berangkat karena ketaatan dan cinta.

Kata Sabiil dalam redaksi manistatho'a ilaihi sabiila, bermakna jalan..jadi makna sebenarnya adalah bagi yang mengetahui jalannya atau mampu jalannya. Jadi ini soal cara, metode, dan tekad. Bukan soal ekonomi saja .


Makanya dalam tafsir Ibnu Katsir, ibnu abas, menjelaskan ayat ini, batasan seseorang dianggap mampu itu, dan terkena kewajiban harus memenuhi panggilan Nya adalah ketika dia memiliki 300 dirham. 300 dirham jika dikonversikan ke rupiah saat ini ya, sekitar 4-5 juta-an. kita punya ga uang segitu, untuk Allah, baik uang di tabungan maupun uang hasil menjual aset duniawi? Insyaallah banyak sekali yang punya, tapi merasa ga punya.

Dan lebih lanjut ibnu abas ketika menjelaskan ayat waman kafaro fainnallaho ghoniyyun Anil alamin, adalah bagi yang tidak mau memenuhi panggilan Allah padahal ia mampu, maka ia dianggap kafir.

Dalam sebuah hadits nabi Muhammad, Saw mempertegas konteks ini dg mengatakan, barang siapa yang memiliki kemampuan, tapi tidak memenuhi panggilan Allah hingga ajal menjemput, maka ia akan mati dalam keadaan Yahudi maupun Nasrani. Nauzubillah min dzalik. Ya Allah tumbuhkan tekad dalam hati kami utk ringan memenuhi panggilan Mu ya Allah.

Menafsirkan sebatas kemampuan mu itu harus nya dimaknai semaksimal mungkin kamu bisa, berikan pengorbanan terbaikmu untuk Allah,bukan seminimal mungkin kemampuan yang bisa diberi. Klo seminimal mungkin kemampuan yang bisa diberi,kita memahami hal ini, tidak heran, kita belum berangkat berangkat memenuhi panggilan Nya, karena kita menunggu benar benar ada uang cash lebih, padahal aset nya begitu banyak yang bisa dikorbankan untuk Allah.

Jd manistatho'a ilaihi sabiila itu soal tekad dan metode kita dalam memberikan pengorbanan kita ke Allah, bukan kemampuan ekonomi semata. Nah jangan lagi berlindung dari ayat ini, lalu menganggap kita lepas dari tanggung jawab menunaikan rukun islam ke 5. Ingat ini rukun. Rukun itu di atas wajib. Rukun itu ibarat tiang. Bangunan akan roboh manakala tiangnya tidak ditegakkan. Allah maha teliti hisabnya. Sungguh semua akan dipertanggungjawabkan tanpa ada yang bisa kita sembunyikan.

Nah sekarang ukur sendiri kenapa berkurban untuk Allah dg segenap harta yang Allah titipkan ke kita, kita tidak mampu, sedangkan membeli tanah, beli mobil, jalan jalan , beli HP, dll, sangat ringan bagi kita. Nah kita termasuk hamba siapa?, Hamba Allah atau hamba hawa nafsu?😁🙏🏻

Monas Inspire

Ust.Monas

Hubungi 081266557203

Bagi yang mau umroh ramadhan atau bulan normal atau haji furoda, harga murah, fasilitas mewah

16 Maret, 2022

Catatan Peresmian Kampung Restorative Justice Kejaksaan Negeri Karimun

Catatan Peresmian Kampung Restorative Justice Kejaksaan Negeri Karimun


CATATAN harian hari ini, Selasa (15/03/2022) adalah tentang Peresmian Balai Perdamaian Adhyaksa Baharudin Lopa Kejaksaan Negeri Karimun. Namanya Kampung Restorative Justece Baharuddin Lopa Kejaksaan Negeri Karimun yang terletak di Kelurahan Sungai Lakam Timur, Kecamatan Karimun. Kebetulan saya berkesempatan menghadirinya, mewakili Ketua FKUB Kabupaten Karimun.

Selain dari pihak Kejaksaan Negeri Karimun hadir pada peresmian Kampung Restorative Justice, itu antara lain Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq dan pejabat setingkat kabupaten antara lain dari Forkopimda, Pimpinan OPD, Kakankemenag dan beberapa orang pimpina Ormas Kabupaten seperti dari LAM, MUI, FKUB, dll. Ruangan aula kelurahan yang tidak seberapa luas kelihatan penuh oleh tamu-undangan. 

Prosesi acaranya yang dimulai pukul 09.00, setelah doa berturut-turut laporan Kepala Kelurahan Sungai Lakam Timur selaku tuan rumah. Lalu sambutan Kepala Kejaksanaan Negeri Karimun, Ibu Melinda dan dilanjutkan dengan sambutan Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq. Dalam sambutannya Bupati Karimun memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Karimun yang telah membentuk wadah ini. Ini baru pertama di daerah ini

Keberadaan Kampung Restorative Justice, ini diharapkan untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan-persoalan sosial dan hukum di tengah masyarakat. Agar tidak sampai diproses hukum ke pengadilan, misalnya. Kata Bupati, “Atas nama pemerintah, saya mengapresiasi adanya Kampung Restorative Justice. Merupakan suatu pilot project yang dibentuk untuk menyelesaikan persoalan sosial yang berkaitan dengan hukum agar dapat diselesaikan dengan musyawarah, sehingga persoalan itu tidak sampai naik ke proses hukum.”  Sungguh tujuan amat baik.

Baik bupati maupun Kepala Kejaksaan Negeri Karimun menjelaskan bahwa dalam upaya perdamaian yang dilakukan di Balai Perdamaian 'Kampung Restorative Justice' ini nantinya akan melibatkan tokoh agama, toko adat, tokoh masyarakat, yang tentunya juga oleh pihak dari korban maupun pelaku. Intinya berbagai pihak akan terlibat untuk tercapainya perdamaian dengan perinsip musyawarah oleh masyarakat. Tentu saja ada sejumlah persyaratan, sebagaimana dijelaskan oleh Ibu Melinda, SH, Kepala Kejaksaan Negeri Karimun itu.

Kata Ibu Melinda dalam sambutannya, ”Akan ada kriteria yang salah satunya seperti pencurian yang jumlah kerugian di bawah Rp2.500.000, tipiring, atau baru pertama kali melakukan kejahatan dan yang ancaman hukumannya di bawah lima tahun. Ini bisa dibicarakan dan didamaikan di kampung perdamaian ini.”  Begitu kata wanita pertama yang menjadi Kepala Kejaksanaan Negeri di Kabupaten Karimun itu.

Bagi kita masyarakat, yang utama dari semua itu adalah bagaimana kita menjaga kebersamaan, apersatuan, persaudaraan dan segala sesuatu yang bertujuan untuk menyatukan kita. Kita jauh sikap yang mengarah ke perpecahan dan sejenisnya.***

11 Maret, 2022

Menjaga Ginjal, Menghindari Cuci Darah

Menjaga Ginjal, Menghindari Cuci Darah


KESEHATAN adalah dambaan semua orang. Hidup sehat akan penuh manfaat. Maka apapun cara selalu dilakukan untuk memelihara kesehatan. Sedihnya masih banyak atau masih ada diantara kita yang terkadang lalai dalam memelihara dan menjaga kesehatan. Dan setelah menderita sakit, barulah ada penyesalan. 

Penyakit gagal ginjal adalah salah satu penyakit yang cukup banyak diderita orang. Sebagai salah satu organ vital dalam tubuh ginjal begitu penting perannya dalam kehidupan kita. Maka memelihara dan merawat ginjal menjadi hal sangat penting dalam kehidupan kita. Bagaimana memelihara dan merawat ginjal, adalah hal penting untuk kita pahami. Dalam tulisan berjudul Cukup Lakukan 1 Hal Ini! Gagal Ginjal Bakal Sembuh Total, Tanpa Cuci Darah Seumur Hidup yang dimuat di laman hajinews.id pada hari Kamis (10/03/2022) kemarin dijelaskan bagaimana sebaiknya kita merawat ginjal kita.

Salah satu hal penting dalam merawat ginjal adalah dengan mencukupi nutrisinya. Jika nutrisi ginjal tidak tercukupi, maka besar kemungkinan ginjal akan mengalami kerusakan. Kekurangan nutrisi ginjal saja sudah cukup berbahaya buat ginjal. Kondisi itu akan membuat ginjal tidak bekerja dengan baik.  Nauzubillah.

Pesan artikel sangkat itu, jika kita telah memiliki status gagal ginjal maka ini bisa meningkatkan risiko yang mengharuskan kita untuk melakukan cuci darah. Sebagai alat yang diciptakan Tuhan untuk memfilter darah dan lain-lainnya untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan maka fungsi ginjal itu tidak boleh tergannggu alias berstatus gagal ginjal. Gagal ginjal artinya fungsi ginjal harus digantikan oleh benda lain. Di sinilah kita diharuskan mencuci darah dengan menggunakan alat lainnya. 

Mengutip tulisan itu, kita ternyata tidak perlu khawatir sebab ada satu cara mudah yang bisa dilakukan untuk membantu menyembuhkan gagal ginjal. Menurut penulisnya, cara ini dapat menghindarkan kita dari keharusan mencuci darah. Dengan menyitir chanel YouTube VDVC health, disebutkan bahwa memperbaiki nutrisi ginjal sangatlah ampuh dalam membantu menyembuhkan gagal ginjal. Nutrisi yang dimaksud adalah mencukupkan asupan protein dengan takaran yang cukup dan tidak berlebihan.

Ada juga pesan khususnya, bahwa bagi kita yang menderita gagal ginjal haruslah mengatur asupan garam yang cukup dan juga tidak berlebihan. Tidak mudah, tentunya. Perlu konsultasi dengan ahlinya. Baik ke dokter maupun ke ahli gizi yang memahami takaran makanan setiap orang, ke situlah kita bertanya. 

Dengan memperbaiki nutrisi atau pola hidup yang sehat maka kita dapat menghindarkan diri kita dari keharusan mencuci darah. Insyaallah dengan rutin melakukan perbaikan nutrisi maka kita berarti sudah menurunkan risiko untuk mencuci darah. Semoga bisa.***

02 Maret, 2022

Dari Webinar 'Bedah Buku YPTD' (dari Disertasi Menjadi Buku)

Dari Webinar 'Bedah Buku YPTD' (dari Disertasi Menjadi Buku)



AGAK terlambat saya masuk ruang zoom, webinar YPTD, Selasa (01/03/2022) malam ini. Kebetulan ada kegiatan lain juga dalam waktu bersamaan. Webinar bedah buku yang sejatinya sudah bermula pukul 19.30 saya baru bisa ikut menjelang pukul sembilan, malam ini. Namun saya merasa lumayan puas mengikuti sisa waktu kegiatan yang ditutup pukul 22.20 itu. Dilengkapi dengan tulisan yang diposting bu Chrisma Juita Nainggolan dalam bentuk reportase berjudul Dari Disertasi Menjadi Sebuah Buku saya posting tulisan ini.


Bintang utama webinar malam ini adalah Bapak Dr. Hadiyan, seorang dosen di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Buku belyaulah yang dibedah, malam ini. Dan buku itu sangat istimewa karena berupa hasil penelitian dan kajian balyau yang dipertahankan saat meraih gelar doktor. Lalu bintang keduanya adalah Bapak Prof. Zainun Kamaluddin Fakih, guru besar di Perguruan Tinggi yang sama. Pak Prof ini bertindak sebagai pembahas buku Pak Doktor Hadiyan. Dan untuk diketahui, belyau pula yang menjadi pembimbing tesis ini. Luar biasa. Selain dua bintang ini juga ada bintang lain, Pak Thamrin Dahlan, Founder YPTD yang malam ini bertindak sebagai moderator dan Ibu Chrisma Nainggolan yang bertindak sebagai host webinar.

Kata Bu Chrisma dalam repostasenya, secara umum, kita lebih suka membaca buku-buku ringan, seperti cerbung, novel kekinian, dan sebagainya. Kening kita akan berkerut ketika dihadapkan pada tulisan ilmiah. Namun sepertinya pendapat saya tersebut dimentahkan oleh DR Hadiyan. Maksud Ibu ini, alam webinar malam ini terbukti para peserta begitu antusias menyimak dan mengikutinya. Tidak ada dahi yang berkerut. Semuanya menikmati karena begitu pentingnya pengetahuan yang ada dalam buku itu.

Ada catatan menarik di sini. Konon, ketika Pak Hadiyan akan menyelesaikan studi S3, pihak kampus memberikan syarat akhir, yaitu disertasi harus diubah menjadi buku. Maka, sebagai seorang akademisi yang selama ini menekuni literasi, hal itu bukanlah sesuatu yang sulit bagi Doktor ini. Karena itulah maka disertasi ini akhirnya menjadi buku dan diterbitkan oleh YPTD. YPTD pula yang membedahnya malam ini agar semua orang memahami dan boleh jadi tertarik dengan isi buku ini.

Buku Pak Doktor ini berjudul ‘Tafsir Mu’tazilah’ yang memuat beberapa hal pokok, antara lain,
1. Tafsir Mu’tazilah;
2. Mengenal al-Kashshaf dan al-Zamakhshari;
3. I’jaz dan Munasabah Al Qur’an;
4. Munasabah Al Qur’an dalam Tafsir al- Kashshaf;
5. Pergeseran Makna al-I’jaz Al Qur’an dalam Tafsir Mu’tazilah.

Data itu dari tulisan teman kita itu tadi. Bagi kita yang belum secara langsung melihat dan membuka bukunya, tentu saja masih menjadi pertanyaan apakah masih ada bagian-bagian lain yang dibahas di dalamnya. Pastinya, dari uraian dan pembahasan yang tampil dalam webinar ini dapat dipastikan betapa pentingnya buku ini bagi kita. Terungkap dalam webinar, dengan bahasa yang sangat mudah Pak Dr. Hadiyan menjelaskan bab demi bab secara baik meskipun hanya singkat-singkat saja. 

Saat pembahasan oleh 'pembedah buku', Pak Prof. Zainun Kamaluddin Fakih peserta webinar semakin memahami bagaimana dan seperti apa isi buku ini. Kata Pak Prof, dalam usaha membahas Tafsir Mu’tazilah, sebagai materi dalam buku ini sangat diperlukan kehati-hatian kita. Tujuannya supaya kita tidak terjebak pada sikap pragmatisme. Begitu salah satu pernyataan Pak Prof dalam pembahasannya. Bagaimanapun pemahaman kepada Tafsir Mu’tazilah agak berbeda dengan pemahaman secara umum. "Diperlukan akal dan pikiran," katanya. 

Salah satu pernyataan sekaligus sebagai penjelasan Pak Prof. Zainun, dia mengatakan, bahwa Allah itu memberikan petunjuk bagi manusia supaya mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Setiap perbuatan baik akan diganjar dengan kebaikan, sebaliknya setiap keburukan juga akan diganjar dengan keburukan atau dosa. Jika begitu, kita sebagai manusia, hamba Allah tinggal memilih apakah menjadi sosok yang ta’at atau menjadi orang yang ingkar. Akal pikiran kita akan memutuskannya.
 

Prof. Zainun juga mengingatkan bahwa kewajiban amar ma’ruf nahi munkar sudah ditetapkan Allah. Inilah yang menjadi landasan Mu’tazilah. Dan kita juga harus memahami hubungan antara Surah dan Asbabun Nuzul dari satu ayat yang pada hakikatnya dapat dipahami dari konteks sosial, budaya atau politik dalam masyarakat.

Ada pesan khusus disampaikan oleh Pak Zainun adalah bahwa untuk menjadi ahli tafsir, kita wajib menguasai bahasa Arab. Kenapa? Karena Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab. Mustahil kita memahami makna baik secara mantik maupun secara logika, apa yang terdapat dalam setiap ayat alquran. Perlu dan wajib bagi orang yang ingin menjadi ahli tafsir untuk menguasai Bahasa Arab.

Saya ingin mengatakan bahwa webinar malam ini memang terasa istimewa. Itu jika dilihat dari sisi materi atau buku yang dibedah. Buku ini bermateri sangat berat. Belum tentu akan disukai oleh sebagian besar orang. Namun, seperti dijelaskan di depan tadi, ternyata peserta webinar sangatlah antusias mengikutinya. Semoga nanti kita berkesempatan memiliki dan membaca buku ini.***

23 Februari, 2022

Buku-buku Karya M. Rasyid Nur

Buku-buku Karya M. Rasyid Nur


BUKU-buku karya M. Rasyid Nur, seorang guru --sudah pensiun sebagai PNS, 2017-- kelahiran Airtiris Kabupaten Kampar tercatat ada beberapa judul. Baik buku karya sendiri (solo) maupun karya bersama (antologi)  dapat ditemukan di sekolah atau di beberapa Perpustakaan. Di media juga ada informasinya. Sebagian buku itu sudah dishare di media online maupun media cetak sebagai bagian pencerahan masyarakat. 

Untuk informasi ada dua judul buku M. Rasyid Nur yang diterbitkan oleh dua penerbit yang berbeda. Pertama buku dalam bentuk kumpulan cerpen berjudul Duka Cinta di Awal Cita, Kumpulan Cerpen Tercecer Remaja; pertama diterbitkan oleh Alaf Riau, Pekanbaru (2008 dan 2010) dan selanjutnya diterbitkan oleh Media Guru Indonesia (2019). Tiga kali terbit buku itu kesemuanya mengalami sedikit perbaikan (perubahan) baik jumlah cerpennya maupun covernya. Tiga kali terbit, kesemuanya diterbitkan secara indie atau self publisher saja.

Buku kedua yang diterbitkan dua kali oleh dua penerbit yang berbeda adalah buku Menjadi Guru Ideal Bukan Utopia, Rampai Opini Pendidikan Anggota PGRI yang awalnya diterbitkan oleh UR Pres, Pekanbaru (2013) secara indie dan berikutnya oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Kepri (2015) dengan biaya dari lembaga ini. Penulisnya juga diberi hak royalti oleh BPAD atas penerbitan kedua ini.

Buku lainnya diterbitkan oleh satu penerbit saja. Dan kesemua buku M. Rasyid Nur diterbitkan secara indie dengan biaya ditanggung oleh penulisnya sendiri, kecuali buku Menjadi Guru Ideal Bukan Utopia, Rampai Opini Pendidikan Anggota PGRI ketika diterbitkan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah, Provinsi Kepri itu tadi. Jadi, ketika diterbitkan oleh lembaga milik Pemerintah Kepri (2015) ini penulisnya diberikan semacam royalti dengan jumlah yang lumayan banyak dan tambahan 500 eksemplar buku lainnya yang dapat dijual secara pribadi.

Berikut adalah buku-buku M. Rasyid Nur yang sudah beredar di tengah-tengah masyarakat.

A. Buku Tunggal (buku solo): 

1) DUKA CINTA DI AWAL CITA, Kumpulan Cerpen Tercecer Remaja (Alaf Riau, Sept 2008); (edisi revisi) DUKA CINTA DI AWAL CITA Tujuh Belas Cerpen Remaja (Alaf Riau, Okt 2010/  DUKA CINTA DI AWAL CITA, Kumpulan Cerpen Remaja Tempo Dulu (Pustaka Media Guru, April 2019);

2) BAHTERA CINTA BERLAYAR SUDAH, Kisah Nyata Kepergian Isteri Tercinta (Unri Pers, Maret 2012);

3) SISOMBOU SASTRA RIAU, Dari Skripsi yang Terjiplak (Leutika Prio, Maret 2012);

4) MENJADI GURU IDEAL BUKAN UTOPIA, Rampai Opini Pendidikan Anggota PGRI (UR Pres, 2013/ Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepulauan Riau, 2015);

5) MAAFKAN AKU TERSESAT, Antologi Puisi (Pustaka Media Guru, April 2018);

6) BERLIBUR UNTUK BERHIBUR Catatan Perjalanan Seorang Guru (Pustaka Media Guru, April 2020);

7) SEMANGAT LITERASI UNTUK BERBAGI INSPIRASI (YPTD, September 2021). 

 

B. Buku Antologi (buku   bersama):  

1) JOKOWI BUKAN UNTUK PRESIDEN, Kata Warga tentang DKI-1 (Pt Elex Media Komputindo, 2013 = 42 penulis)

2) SELAMAT DATANG MAS NADIEM, Gagasan Literasi Maju untuk Menteri Baru (Pustaka Media Guru: November 2019 = 74 penulis) 

3) SATU DERAP SERIBU GIAT, Guru Penggerak Menjawab (Pustaka Media Guru, Mei 2020 = 123 penulis)

4) THE POWER OF KEPEKSO, Sukses Tantangan Menulis 90 Hari di Gurusiana (Pustaka Media Guru, September 2020 = 212 penulis)

5) LITERASI KELUARGA (Pustaka Media Guru: Oktober 2020 = 123 penulis)

6) PEJUANG LITERASI (Pustaka Media Guru: Oktober 2020 = 123 penulis) 

7) Kumpulan Pantun MUTIARA BUDAYA INDONESIA (Perkumpulan Rumah Seni Asnur, Nov 2020 = 359 penulis)

8) LITERASI SEKOLAH (Pustaka Media Guru: Desember 2020 = 123 penulis)

9) GURU INDONESIA MERDEKA BERKARYA (Pustaka Media Guru, Januari 2021 = 150 penulis)

10) Kisah di Balik PANTUN MUTIARA BUDAYA INDONESIA (Perkumpulan Rumah Seni Asnur, Jul 2021 = 99 penulis)  

11) JALAN TERANG SANTRI, Antologi Kisah Inspiratif dan Karakter Santri (Media Guru, ...20.. = 29 penulis)

12)  PALUNG KERINDUAN Antologi Puisi (Milaz Grafika, September 2021 = 56 penulis)

13) ANTOLOGI 1 YPTD, Sumbangan Pemikiran Sahabat Penulis (YPTD, September 2021 =  40 penulis)

14) DOA UNTUK BANGSA, Antologi Puisi ASEAN (Perruas, November 2021 = 564 penulis) 

15) PANTUN PERSAHABATAN (Perruas, November 2021 = 171 penulis)

16) A THOUSAND STANZAS OF LOVE (KMO 2022 = 17 penulis)

Demikianlah sedikit catatan tentang buku-buku karya M. Rasyid Nur yang dapat terdeteksi sampai saat ini. Sesungguhnya masih ada buku lainnya yang pernah terbit namun tidak ditemukan bukunya. Ada buku kumpulan bersama (antologi) dan ada pula kumpula tulisan yang pernah dimuat di kompasiana. Judulnya Budek Tak Budek Dengarkanlah Kami yang diterbitkan oleh Leutikaprio. Buku ini adalah buku solo dengan penerbit indie juga.***

 


22 Februari, 2022

Mari Berzikir dengan Kalimat La Ilaha Illallah

Mari Berzikir dengan Kalimat La Ilaha Illallah


SEBAGAI muslim kita tahu bahwa kalimat La Ilaha Illallah adalah kalimat pertama yang kita ucapkan atau diucapkan oleh orang tua kita ke telinga kita sebagai bukti kita adalah seorang muslim. Kalimat itu kita sebut sebagai kalimat Tauhid yang bermakna Tiada Tuhan Selain Allah. Pengakuan pokok yang menjadi dasar kita disebut sebagai muslim beriman.
 
Lebih dari itu kalimat La Ilaha Illallah adalah kalimat yang paling utama dan merupakan zikir yang utama dalam agama kita. Sebagai kalimat Tauhid yang mengandung makna Tiada Tuhan Selain Allah, itu berarti sesuatu hal penting dalam status kita sebagai hamba Allah menjadi pertaruhan. Tidak bisa bermain-main dengan kalimat inni.

Berdasarkan penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebagaiana disampaikan oleh H Mawardi AS, yang dikutip harian Tribun, disebutkan bawah di dalam Al – Quran perintah berdzikir diungkapkan oleh Allah dalam jumlah yang banyak. Berkali-kali Allah mengatakannya dan pada umumnya muncul dalam tiga redaksi. (hajinews.id, 21/02/2022). Ketiga redaksi tersebut aalah, 1) “Dan sebutlah nama Tuhanmu.” (Al-Insan, 76:25); 2) "Dan sebutlah Tuhanmu." (Ali Imran, 3:41), dan 3) "Dan sebutlah Allah." (Al-Anfal, 8:45 atau Al-Jumu’ah 62:10).

Menurut para ulama, berdzikir itu dapat dilakukan dengan berbagai lafal yang ma’tsur dari hadis-hadis Nabi seperti kalimah subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar, la ilaha illallah, istighfar, salawat, al-asma al-husna, membaca ayat-ayat suci al-Quran, dan lain sebagainya. Hanya saja, lafal dzikir yang paling utama dan paling agung adalah al-nafy wa al-itsbat (nafi-isbat), yaitu ungkapan la ilaha illallah ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’. Itu dengan mengacu kepada hadits-hadits Nabi.

Sementara itu pada hadits lainnya Nabi Saw mengatakan: “Allah benar-benar mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan la ilaha illallah semata-mata mengharap ridha-Nya” (Shahih al-Bukhari, I: 164, V: 2063). Di samping itu, keutamaan dzikir ini dapat dipahami dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam-imam hadis lainnya:

Kata Nabi, “Orang yang paling berbahagia dengan syafaat ku di Hari Kiamat kelak adalah orang yang berdzikir dengan la ilaha illallah secara murni dari kalbu atau jiwanya.” (Shahih al-Bukhari, I: 49, V: 2402). Lafal dzikir nafi isbat dipilih dan dilazimkan oleh ahli thariqah naqsyabandiyah sebagai lafal dzikir yang paling dominan.

Masih kata Rasulullah Saw,”(Kalimat) paling utama yang aku (Rasulullah) dan para nabi sebelumku adalah “La ilaha Illallah.” Jadi, kalimat inilah yang akan dinilai tertinggi oleh Allah sebagai sebuah kalimat zikir. Menurut Imam al-Qusyairi, zikir kalimat tauhid pada setiap pagi sebanyak 1.000 kali dalam kondisi bersuci akan mempermudah membuka pintu rezeki. 
 
Tanpa mengecilkan kalimat-kalimat thoyib lainnya, kalimat la ilaha illallah sejatinya adalah kalimat zikir yang terbaik yang harus kita ucapkan selalu. Nabi juga sudah menegaskan bahwa jika kalimat tauhid ini yang diucapkan pada nafas terakhir seorang hamba, maka syurgalah tempat terbaiknya. Semoga kita mendapatkannya.***

17 Februari, 2022

Webinar untuk Ilmu dan Silaturrahim Bersinar

Webinar untuk Ilmu dan Silaturrahim Bersinar


KEMBALI Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) melaksanakan webinar. Selasa malam adalah jadwal webinar bulanan yang selalu dihelat oleh YPTD. Dan Selasa (15/02/2022) malam ini adalah webinar untuk kesekian kalinya. Saya tidak mencatat sudah berapa kali YPTD melaksanakan webinar setiap Selasa malam. Tapi sudah sangat sering. Puluhan kali. 

Sebagai salah seorang member YPTD, komunitas yang bergerak di bidang literasi, ini saya selalu dipelawe oleh founder YPTD, Bapak Thamrin Dahlan untuk ikut webinar. Dan saya akan ikut selama pada waktu itu memang tidak ada kegiatan lain yang lebih penting. YPTD sendiri sejak lahir dua tahun lalu rutin menghelat webinar pada hari dan jam yang sama. Agenda pokoknya adalah Webinar Bedah Buku Terbitan YPTD.

Sebagai sebuah yayasan non profit yang berkecimpung di bidang literasi, khususnya penerbitan buku dan penyediaan website keroyokan untuk praktik tulis-menulis YPTD gencar mrmpromosikan yayasan ini kepada masyarakat yang ingin menulis dan menerbitkan buku. Satu tahun pertama berdirinya YPTD bahkan YPTD menggratiskan biaya penerbitan buku kepada semua membernya. Syaratnya hanya ada naskah untuk buku dan sudah menulis minimal 10 postingan di webste YPTD, terbitkanbukugratis.id yang dikelola YPTD. Kebijakan ini disambut baik oleh para member dan di tahun pertama itu YPTD sukses menerbitkan buku sebanyak 300-an judul.

Buku-buku terbitan YPTD itulah yang secara rutin setiap bulan disediakan waktunya oleh YPTD untuk dibedah. Dan waktu itu adalah setiap Selasa malam. Hanya, perkembangannya tidak lagi semata agenda bedah buku yang mengisi waktu webinar YPTD. Topik-topik lain juga dilaksanakan dalam webinar-webinar YPTD. Seperti malam ini, tema webinarnya adalah Optimasi Website YPTD


Bagi saya dan sebagian besar peserta webinar, tentu saja ini adalah momen terbaik dapat selalu ikut webinar YPTD. Selain menambah ilmu sudah pasti dengan webinar ini akan terjalin silaturrahim antar peserta webinar. Peserta webinarnya sendiri tidak selalu hanya para anggota member YPTD. Karena sifatnya terbuka, maka undangan webinar YPTD bisa sampai kepada siapa saja. Maka pesertanya pun bisa siapa saja. Tidak ada syarat khusus untuk mengikuti webinar di sini. Jumlah peserta pun selama ini tidak/ belum pernah dibatasi.

Pengetahuan yang didapatkan malam ini adalah tentang cara mengoptimalkan keberadaan sebuah website, khususnya webiste YPTD, terbitkanbukugratis.id yang dalam dua tahun sejak lahirnya ternyata mengalami perkembangan yang begitu pesat. Menjadi narasumber pada webinar ini adalah Rudi Nofindra, M. TPD yang merupakan seorang pakar IT, khususnya bidang website ini. Dia memberikan secara detail bagaimana menjadikan website sebagai media informasi sekaligus menjadi ladang bisnis. Website yang terkelola dengan baik akan dikunjungi oleh orang ramai. Itu akan membuka peluang masuknya iklan yang akhirnya akan mendatangkan uang.

Bagi saya dan mungkin sebagian peserta yang masih awam perihal website, satu hal penting dalam webinar ini adalah terjalinnya hubungan silaturrahim yang akrab antara satu orang dengan lainnya. Jarak tempat tinggal yang berjauhan tidak menjadi alangan untuk berakrab-akrab-ria sesama peserta. Oleh karena itu betapa ruginya jika kesempatan untuk menambah ilmu dan memperkuat silaturrahim ini disia-siakan begitu saja.***

14 Februari, 2022

Info Kegiatan MTP IPHI Kundur: One Day One Juz

Info Kegiatan MTP IPHI Kundur: One Day One Juz


Catatan Oleh : Hj. Yulita Muaz.


Bismillahirrahmanirrahim. Sebanyak 30 orang ibu-ibu hajah dari MTP (Majelis Taklim Perempuan) IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kundur bergabung dalam kegiatan membaca ayat suci Alqur'an, One Day One Juz, Satu hari Satu Juz. One day one juz merupakan kelompok yang dibentuk untuk mempermudah ibu-ibu hajah. agar dapat membiasakan membaca Alqur'an 1 (satu) juz setiap harinya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan membaca Alqur'an , yang dibaca satu orang satu juz satu hari, dipandu oleh seorang admin yang memberi informasi melalui WA, juz mana yang akan dibacanya. Dari tiga puluh orang yang tergabung dibuatlah urutan nomor dan namanya, dari nomor 1 sampai nomor 30. Artinya yang namanya tertulis di nomer 1 berarti membaca juz 1. sedangkan no 2  membaca juz 2. hari berkutnya yang membaca juz satu, membaca juz 2 dan seterusnya.

Setelah selesai membaca Alqur'an, 1 juz dalam jangka waktu 24 jam, peserta membuat tanda di nomor
namanya. Bagi yang kebagian juz 30, selesai membaca ,  dilanjutkan membaca doa' khatam Qur'an. Begitulah yang dilakukan MTP IPHI Kundur dalam usaha meningkatkan kualitas bacaan alquran masing-masing.

Dalam kegiatan ini ibu" hajah yang tergabung di One day One juz, setiap satu bulan setiap individu, sudah qatam Qur'an, dalam satu tahun, sudah mengqatamkan Qur'an sebanyak 12 kali.
Secara umum ibu" hajah sebanyak 30 orang menyelesaikan bacaan  Qur'an sebanyak 30 juz setiap hari. Masya Allah.

Ketika berdialog dengan ibu-ibu hajah, awalnya memang terasa berat. malas, ngantuk dan banyak godaan,  karna sudah  merupakan tuntutan yang harus dipenuhi dan dilaksanakan membacanya, akhirnya  menjadi kebutuhan. tetasa sekali ada yang kurang kalau tidak membaca Alqur'an.

Bersukur sekali bagi ibu-ibu hajah yang tergabung dalam One Day One Juz, secara nyata membaca ayat suci Alqur'an setiap hari. Tekhniknya macam-macam, ada langsung baca satu juz, ada setengah juz baca habis sholat Magrib  dan setengah jus habis sholat Subuh dan ada juga baca 2 halaman setelah selesai menunaikan sholat 5 waktu. Alhamdulillah.

Dari pengalaman pribadi dari masing" individu, setelah sekian lama membaca Alqur'an, membuat hati tenang,  tenteram dan damai. Rasanya hidup ini jauh dari masalah, dunia terasa lapang, hidup ini terasa indah.  Sekarang membaca Alqur'an, bukan lagi sebagai paksaan, tapi sudah merupakan kebutuhan

Tanjungbatu 13 Februari 2022.

11 Februari, 2022

Catatan Duka: Selamat jalan, Pak Yahya

Catatan Duka: Selamat jalan, Pak Yahya


TIDAK berlebihan, kita ikut berduka atas berpulangnya kerahmatullah Menteri Pendidikan Nasional era Kabinet Persatuan Nasional di bawah Presiden Abdurrahman Wahid  alias Gus Dur,  Prof Dr Yahya A. Muhaimin. Sebagai guru, keluarga besar gurusianer dan Media Guru kita tentu ikut kehilangan atas kepergian Pak Yahya yang juga  tokoh HMI dan Kahmi. Meskipun tidak mengejutkan mengingat usianya yang suda sepuh, tetap saja kita berduka atas kepergiannya.

Sebagaimana kita baca dan dengar dari pemberitaan bahwa belyau meninggal dunia pada usia 78 tahun setelah dirawat selama 10 hari di Rumah Sakit. Mari kita ucapkan, “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun" atas telah berpulang kerahmatullah mantan Mendiknas ini pada hari Rabu (09/02/2022) kemarin sekitar pukul 10.00 WIB. Kita maafkan jika ada kesalahannya atau mendoakan kiranya semua orang yang merasa ada kesalahan belyau bersedia dan ikhlas memaafkannya. Lebih dari itu kita juga berdoa, semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah Swt. Allah tempatkan dia pada tempat terbaik di sisi-Nya.

Sedikit banyak sebagai guru, kita mengenal biografi belyau meskipun kita belum pernah berjumpa dengan belyau. Sebagai Tokoh Nasional, Pak Yahya Muhaimin yang juga dikenal sebagai aktivis ormas seperti Muhammadiyah, dia adalah tokoh Islam yang baik. Gus Dur memilihnya menjadi Mendiknas tidak semata karena Gus Dur mengenalnya dengan baik tapi karena kemampuannya dalam bidang yang dibebankan kepadanya. Meskipun dia bukan orang NU, Gus Dur mempercayakan pengelolaan departemen super besar seperti Kementerian Pendidikan itu kepadanya. Itu bukti kemampuannya.

Sebuah pernyataan dalam sebuah berita berbunyi, “Keluarga besar Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Prof. Yahya Muhaimin. Meninggal hari ini Rabu 9 Februari 2022 pukul 10.10 Wib di RS Geriatri Purwokerto, dan rencana jenazah akan dibawa ke rumah duka di Bumiayu, Jawa Tengah. Informasi pemakaman masih menunggu dari keluarga.” Pernyataan itu menunjukkan betapa Pak Yahya adalah tokoh Muhammadiyah yang cukup disegani khususnya di kalangan Muhammadiyah.

Dari beberapa sumber yang dapat kita telusuri dikatakan bahwa Pak Yahya Muhaimin merupakan Mendiknas pada kabinet pemerintahan Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri. Ia menjadi Mendiknas ke-23 RI dan menjabat selama hampir dua tahun, dari 29 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001.Waktu yang lumayan lama diberikan kepadanya untuk mengelola departeman pencerdas bangsa.

Biografi lainnya yang dapat kita baca, belyau lahir di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, 17 Mei 1943. Ia merupakan lulusan Central Community High School, De Witt, Iowa, Amerika Serikat (1963) dan melanjutkan pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, dan mengambil gelar doktor dari Institut Teknologi Massachussets, AS (1982). Tak hanya itu, ia sempat menempuh pendidikan di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta namun tidak selesai.

Dia juga aktif sebagai dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM. Di saat bersamaan, ia juga pernah menjadi pengelola program S2 Fisipol UGM (1982-1984), Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM (1996-1999). Bahkan, Yahya pernah juga menjadi Konsulat Pendidikan di Washington DC.(https://hajinews.id/2022/02/09/...).

Sekali lagi, mari kita ucapkan 'selamat jalan' kepada Pak Yahya Muhaimin yang suatu waktu beberapa tahun lalu adalah pengemudi kementerian yang sebagian besar kita adalah menajdi bagiannya. Sebagai guru kita sangat kehilangan atas kepergiannya. Semoga Allah menerima segala jasanya untuk menjadi pahala berlipat ganda untuknya.***


08 Februari, 2022

Diajak Suami Jalan-jalan ke Bali (9)

Diajak Suami Jalan-jalan ke Bali (9)


Bag 9 Ke Pantai (Kuta, Tanah Lot, Batu Bolong)  

Oleh Dra. Hj. Yulita Muaz

Setelah seharian kami menjelajahi daerah pegunungan, kami pun kembali ke hotel. Di hotel istirahat saja. Anakku sambil baring-baring nonton tv, suamiku baca majalah, dan aku asyik dengan HP sambil buka google.
"Pi, kapan kita ke Jakarta?" tanya anakku.
"Maunya kapan, . Oh ... ya.., Papi belum bawa Mami ke Pantai Kuta."
"Oh ... Ya, Pi, kita belum jalan jalan ke wisata pantai. Hoooreeee," kataku.

Aku langsung lihat di google, aku buka maps, lihat peta pulau Bali. Pulau Bali terletak di sebelah timur Jawa Timur dengan luas 5.700 km persegi. Bagian tengah dari barat ke timur berupa daerah pegunungan, antara lain Gunung Batur dan Gunung Agung merupakan gunung tertinggi di Bali. Di Pulau Bali juga banyak terdapat sungai, salah satunya sungai Ayung yang panjangnya 62,5 km bermuara di selat Badung.

Peta terus kuamati, di sepanjang pantai selatan yang berhubungan langsung dengan samudera Indonesia. Berjejer objek-objek wisata pantai antara lain, Uluwatu, Pantai Jibaran, Pantai Kuta, Tanah Lot, Pantai Batu Bolong dan masih banyak yang lain.

Setelah sarapan pagi, kami langsung menuju objek wisata pantai. Bli membawa mobil tidak lambat dan tidak pula terlalu laju. Aku teringat, dan aku tanya, bli itu daerah yang di bom itu dimana? "Oh ya Bu, nanti kita lewat situ, itu namanya kampung Legian yang terletak di kelurahan Legian, kecamatan Kuta, kabupaten Badung Bali."

Disepanjang pinggir jalan Legian berjajar toko toko yang menjual souvenir, banyak kafe, hotel.  Banyak bule di sini ada yang joging,  berjalan dan banyak juga yang duduk duduk di kafe. Mereka santai, terlihat  kampung ini kampung bule, tak terlihat orang kita di sini. Suasananya natural tidak terlihat hiruk-pikuk.

Perjalanan dilanjutkan menuju pantai Kuta. Mobil diparkir, kamipun memasuki area pantai Kuta.
Kami mencari payung santai untuk duduk. 

"Mau minum apa?" tanya suamiku. 

"Mau minum air kelapa muda," kataku.
"Mau minum apa, Bli," tanya suami ku. 

"Minum kopi aja pak," kata bli. Dan setelah semua minuman datang, langsung dibayar oleh suamiku. Eeeehhh, ternyata kelapa muda satu harganya 50 ribu rupiah, kopi 1 gelas 5 ribu rupiah.
Pantas bli minta kopi, ternyata harga kelapa muda lebih mahal dari pada harga secangkir kopi. Sambil minum kelapa muda kami menikmati keindahan pantai.

Pantai Kuta mempunyai hamparan pantai yang sangat landai, dan bibir pantai sangat luas, dengan pasir putihnya. Di bibir pantai ini tempat berenang, diujung bibir pantai dipasang bendera, sebagai area batas berenang.

Pantai Kuta berhadapan langsung dengan samudera Indonesia, di ujung bibir pantai terdapat deburan ombak yang cukup tinggi. Di siitulah orang terutama bule bule bersilancar, mereka sangat lincah sekali, mendaki ombak, turun dan muncul lagi, aku dan anakku asyik memperhatikan orang bersilancar.

Banyak juga tourist baring baring di kursi santai, mereka berjemur  menghangatkan badan, sambil memandang ke tengah laut. Aku dan anakku berjalan menyusuri pantai, pasirnya lembut putih, kami berjalan dilaut dangkal, hanya ada riak riak ombak.

 Haiii aku melihat touris perempuan berjalan, santai saja tak pake bra, mereka tidak risih, yang tua yang muda berjalan di pasir putih. Apakah ini yang selalu disebut sumur. ya terjawablah sekarang, itulah sumur. Aku terus mengamati, dalam pandanganku mereka seperti anak anak" yg tidak ada menimbulkan gelora.

Kuarahkan pandangan sepanjang pantai, setiap jarak kira kira 5 meter berjejer payung payung, payung itu dipenuhi para touris, kebanyakan mereka berpasangan, mereka bercengkrama sambil menikmati air kelapa muda.

Sedang asyiknya kami memperhatikan suasana pantai Kuta, datang seorang ibu" , bu mau pijat, nanti badan ibu enak, saya pijat pakai minyak, saya berfikir, bagaimana pula pijat disini, saya pakai baju muslim, dengan halus saya tolak, maaf ya bu, saya tidak pijat, kataku.

Setelah puas kamipun meninggalkan pantai Kuta, dan kami menuju pantai lain yaitu pantai Tanah Lot.

 

Pantai Batu Bolong

PANTAI TANAH LOT

Pantai tanah Lot berhadapan langsung dengan samudera Indonesia, daerahnya berbatu batu.

Saya tanya bli, Tanah Lot itu apa artinya, bli menjelaskan. Tanah Lot itu daratan yang ada ditengah laut bu.

Artinya ketika air laut serut telihatlah bongkahan bongkahan batu, di ujungnya terdapat bongkahan batu seperti bukit, bukitnya kecil,
Ketika air surut orang bisa menuju kebukit tengah laut. dan ketika air pasang bongkahan bomgkahan batu tertutup air laut.

Sebelum memasuki area Tanah lot, terdapat pintu gerbang yang penuh ukiran ukiran Bali, banyak tourist befoto di gapura.

Aku perhatikan, yang banyak kesini tourist dari Taiwan dan Cina, tak terlihat bule, semua kebanyakan touris dari Asia timur. mereka ramai sekali datang untuk menikmati deburan ombak Tanah Lot.

Sambil duduk duduk di batu, kami memandang deburan ombak yang menghempas ke bukit. Ombaknya menggila, tinggi, besar dan berbuih.ombak seolah olah mengejar ke tanah lot, menghempas dan surut kembali.
Setelah puas menikmati hempasan ombak, kami meninggalkan tanah lot.

Di jalan pintu keluar berderet toko toko souvenir, macam macam yang dijual, ada batik bali, kaos bali, ada piring bali, ukiran dari kayu, anyaman rotan, lukisan dll.aku memilih piring bali yang unik, anakku kain bali, mii mau beli ini kata anakku. Ya ambil saja kataku.

Kami memborong barang barang yang tak ada di daerahku
Suamiku asyik melihat ukiran kayu yang unik,
Eeeh kataku, itu untuk apa ?. adalah kata jawab suamiku.

 Suamiku mengambil yang hitam dan yang coklat, yang hitam Afrika, yang coklat Indonesia, aku tertawa terpingkal pingkal.

Bli mau ini dua, utuk apa itu kataku, setelah dibungkus dan dibayar, baru suamiku cerita, itu pesanan dari kawan yang bekerja di dinas kesehatan, dia minta tolong belikan si Afrika dan Indonesia. Ini digunakan sebagai alat peraga ketika sosialisal keluarga berencana.

PANTAI BATU BOLONG.

Aku perhatikan kenampakan-kanampakan alam yang ada di Pulau Bali unik, awannya terlihat seperti lukisan hewan di langit, pantainya, terdiri dari pantai yang terjal dan bukit bukit batu yang menjorok ketengah laut. Jarak pantai Batu Bolong dengan Tanah Lot, tidak begitu jauh. Struktur alamnya hampir sama, terdapat bongkahan  batu memanjang ketengah laut, ujungnya terlihat seperti bukit. dibawah bukit terlihat lobang, yang tembus kesebelahnya, fenomena alam ini disebut batu bolong. 

Alamnya sangat menarik, batu itu merupakan hamparan dari karang hitam yang menyatu dengan tebing. Pasirnya halus kehitam hitaman.gerakan air laut tidak begitu besar, hanya buih buih yang terlihat. Di sini banyak juga tourist yang datang, mereka mengambil kamera dan berfoto dengan latar batu bolong.  

MENUJU PULANG.

Setelah menikmati laut Batu Bolong, perut pun sudah terasa lapar.

"Pi, kita makan dimana?" kataku. Oh ... Aku ingat anakku yang perempuan satu lagi dia sudah pernah ke Bali, ia selalu cerita, di Bali ada makanan Daerah Bali, Ayam Batutu.

"Gimana, Pi, kita makan ayam batutu saja?" kataku, "Gimana Yit , bolehlah pi." Mobilpun dibelokkan ke tempat makan-makan yang khusus menyediakan ayam batutu.

"Mau ayam apa, Buk?" Aku bingung, yang aku tau ayam batutu. "Oh ibu mau yang digoreng atau yang direbus?" Kami semua milih yang digoreng. Di situ aku melihat ibu makan di sini, mereka pakai jilbab, bearti tempat ini untuk semua orang. Lega hatiku, alhamdulillah.

Selanjutnya kami siap siap untuk  kembali. Sebelum menuju hotel, suamiku minta pada bli, untuk mengantarkan ke jembatan, yang dikenal dengan tol laut. Jembatan ini bernama Tol Bali-Mandara. Tol ini menghubungkan tiga daerah, Bandara Ngurah Rai, Benoa dan Nusadua. Jembatan ini ketika air laut pasang posisinya berada ditengah laut. Tapi saya kurang menikmati jembatan ini, keadaan air laut surut, jembatan terlihat berdiri di daratan lumpur. Badan sudah capek, matapun ngantuk.

"Beli oleh-oleh, Mi." 

"Gimana, Yid, mau oleh oleh?" 

"Iyalah, Mi," kata anakku. Teman Iyid banyak yang pesan pay susu, bli mengarahkan mobilnya ke pusat penjualan oleh-oleh. Di situ tertulis PUSAT OLEH OLEH BALI " KRISNA ". Setelah selesai kami pun siap kembali besoknya ke Jakarta. 

Itulah parjalanan wisata Tiga Hari Lima Malam di Bali. Ini adalah perjalanan wisata ke Pulau Bali, bulan April tahun 2017 yang kami nikmati bersama sekeluarga. Alhamdulillah, sungguh besar anugerah-Nya.***