Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

14 Sep 2022

Peringatan HKGN, SDIT Darul Mukmin Jadi Pusat 'Sikat Gigi Bersama'

Peringatan HKGN, SDIT Darul Mukmin Jadi Pusat 'Sikat Gigi Bersama'


PERINGATAN Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) tahun 2022 Kabupaten Karimun dipusatkan di SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) Darul Mukmin Karimun. Sebanyak 2000 orang anak SD di Kabupaten Karimun mengikuti kegiatan sikat gigi bersama, Senin (12/09/2022) lalu. Seremoni acara peringatan dihadiri Bupati Karimun, Dr. H.  Aunur Rafiq, S Sos M Si selain dihadiri secara langsung oleh siswa-siswi SD IT Darul Mukmin dan SD Negeri 07 Tanjungbalai Karimun bersama para undangan lainnya. 

Acara Peringatan HKGN Kabupaten Karimun diselenggarakan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Kabupaten Karimun bersamaan peringatan yang sama di seluruh Indonesia secara serentak.  Bupati Karimun dalam pidato pengarahannya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Saat berpidato dia mengajak para siswa untuk berinteraksi, dengan memberikan beberapa kuis berupa pertanyaan kepada siswa. Kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan diberikan hadiah. 

Selanjutnya bupati menekan tombol sirene tanda dimulainya kegiatan hari kesehatan gigi nasional dengan mempersilakan seluruh siswa untuk menyikat giginya. Sebelumnya para dokter gigi memberikan penjelasan, bagaimana cara menyikat gigi yang benar. Setelah melihat satu per satu para siswa yang tengah menyikat giginya, bupati melanjutkan meninjau siswa-siswi yang tengah memeriksakan giginya di ruangan yang sudah ditentukan. Bupati masuk ke ruangan menyaksikan dokter gigi memeriksa gigi para siswa.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan 'sikat bersama' yang digagas oleh Dokter Gigi Indonesia, termasuk yang saat ini berlangsung di Kabupaten Karimun. Tujuannya antara lain untuk memotivasi anak-anak sekolah agar menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan benar. Caranya adalah dengan rajin menyikat gigi. Begitu bupati mengingatkan dalam penjelannya.

Mengutip pernyataan bupati di media online radioazam.id dia mengatakan, “Ini merupakan kegiatan secara nasional dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, yang melibatkan 500.000 anak termasuk di Kabupaten Karimun. Kegiatan ini juga merupakan program dalam memecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) dan dilakukan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).” Jika rekor Muri ini tercapai, berarti Kabupaten Karimun mempunyai andil sebanyak 2000 orang di antaranya. Termasuk yang saat pelaksanaan kegiatan tengah berada di halaman dan di ruang SDIT Darul Mukmin. 

Bupati mengatakan, Pemkab Karimun sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar PDGI Kabupaten Karimun, dengan harapan semoga anak-anak di Kabupaten Karimun terutama yang berada di acara ini termotivasi untuk terbiasa hidup sehat, salah satunya dengan memelihara kesehatan gigi dan mulut melalui sikat gigi dua kali sehari. Lebih dari itu bupati juga mengingatkan untuk memeriksakan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali. Mudah-mudahan anak-anak dan orang tua termotivasi melalui kegiatan ini. 
Dari panitia pelaksana kegiatan diperoleh informasi bahwa untuk angka 2000 orang anak di Kabupaten Karimun PDGI Kabupaten Cabang Karimun menggandeng enam sekolah dan dipusatkan di tiga titik, yakni di SDIT Darul Mukmin, SDIT Cendikia dan SD Negeri 007 Tebing. Tujuan peringatan HKGN kali ini adalah untuk mencapai Indonesia bebas varies atau kerusakan gigi di tahun 2030. Konon karena masih banyak ditemukan dalam preaktek sehari-hari, anak-anak yang masih rawan dengan kerusakan gigi. Sesungguhnya kerusakan gigi dapat dicegah dengan sederhana, yakni menyikat gigi secara rutin. Begitu dijelaskan oleh salah seorang dokter. Selamat Hari Kesehatan Gigi Nasional, selamat untuk anak Indonesia.***



7 Sep 2022

Masjid Al-Ubudiyah Mengedarkan Kupon Infak untuk Kelanjutan Pembangunan

Masjid Al-Ubudiyah Mengedarkan Kupon Infak untuk Kelanjutan Pembangunan


SELASA (06/09/2022) malam, bertempat di ruang aula --saat ini menjadi ruang solat-- Masjid Al-Ubudiyah, Wonosari, Baran Barat, Kecamatan Meral dilaksanakan kembali rapat khusus dengan agenda evaluasi pembangunan masjid. Agenda utama adalah evaluasi pembangunan masjid sebagai kelanjutan pembangunannya dengan target pembangunan kubah. Ini adalah rapat kedua dilaksanakan setelah sebelumnya sudah dilaksanakan juga dengan agenda yang sama. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Masjid, Drs. H. Supardi.

Pembangunan ulang masjid Al-Ubudiyah sudah dimulai sejak 13 Januari 2019 dengan peletakan batu pertamanya oleh Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim. Masjid baru ini dibangun di tapak yang sama (tapak lama). Masjid lama dibongkar total dan dibangun baru dengan ukuran dan bentuk yang juga baru. Saat ini telah mencapai 70 persen penyelesaian pembangunannya. Dinding semua sisi sudah selesai dipalster. Pemasangan keramik (lantai) juga sudah hampir selesai meskipun atap, khusus kubah di tengah-tengah belum terpasang. 

"Kebetulan ada seorang anggota Dewan Kabupaten, Pak Sulvano memberikan bantuan keramik lantai. Langsung kita pasang," kata Ketua Pembangunan Masjid, Suhartono yang dibenarkan oleh Ketua Pengurus Masjid Al-Ubudiyah, H. Supardi pada saat rapat Selasa malam itu. Kata Pak Supardi, alhamdulillah begitu banyak hamba Allah yang memberikan dana dan bantuannya untuk pembangunan masjid baru ini. Begitu dia menjelaskan kepada peserta rapat. 

Penggalangan dana pembangunan dan pengelolaan masjid dilakukan dengan berbagai cara. Selain infak jamaah melalui kotak infak yang ada di masjid dan beberapa kedai masyarakat Wonosari ada juga penggalangan dana masyarakat melalui sumbangan rutin bulanan. Setiap rumah tangga di setiap RT memberikan sumbangan rutin secara bulanan. Ada petugas di setiap RT untuk mengutip ke rumah-rumah penduduk. Masyarakat memberikan infaknya sesuai kemampuan. Tidak ada patokan. Tidak ada paksaan karena infak itu pada hakikatnya atas keikhlasan masyarakat.

Selain itu bantuan dalam jumlah cukup besar datang dari Pemda dengan mengajukan proposal untuk biaya pembangunan masjid. Sejak disepakati pembangunan masjid baru, pengurus sudah mengajukan dua kali proposal permohonan bantuan pembangunan Masjid Al-Ubudiyah. Pemda Karimun sudah memberikan dana bantuan sebesar Rp 250.000.000 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) untuk pembangunan masjid ini.

Sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Pengurus Masjid, pembangunan masjid diawali dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim yang juga memberikan sumbangan 80 zak semen pada saat itu. Selanjutnya, Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq yang hadir dalam Safari Ramadhan Pemda Kabupaten ke Masjid Al-Ubudiyah juga memberikan bantuan berupa biaya pembangunan tiang. 

Rapat terakhir malam tadi adalah untuk menyepakati rencana penggalangan dana pembangunan masjid dengan mengedarkan kupon kepada masyarakat. Sasarannya tidak hanya masyarakat Wonosari tapi juga direncanakan akan diedarkan ke masyarakat lainnya yang bersedia membeli kupon infak ini. Seperti disampaikan Ketua Pengurus Masjid Al-Ubudiyah, H. Supardi kupon penggalangan dana ini sengaja diluncurkan khusus untuk mempercepat pembangunan masjid, khusus untuk membuat kubah masjid.

Ada tiga jenis kupon yang dapat dipilih masyarakat. Ada kupon berharaga Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah), ada seharga Rp 500.000,' (lima ratus ribu rupiah) ada yang berahrga Rp 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) dan terakhir berharga Rp 100.000 (seratus ribu rupiah). Membayarnya juga boleh dicicil selama satu bulan. Setiap warga Wonosari diharapkan membeli kupon tersebut sebagai bagian ikut berpartisipasi menggalang dana pembangunan masjid, khususnya untuk pembelian kubah tersebut. Masyarakat muslim pada umumnya, dimanapun berada, jika ingin ikut membeli tiket infak ini dapat menghubungi pengurus masjid Al-Ubudiyah HP 082384523055 atau datang langsung ke Masjid Al-Ubudiyah, di Wonosari, Meral.

"Wakil Ketua Pengurus, Pak Iwan sudah berkomunikasi dengan salah satu perusahaan di Pekanbaru untuk mencari orang yang bisa membuat kubah yang agak bagus namun tidak terlalu mahal." Begitu Pak Pardi yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala KUA di Kecamatan Meral menjelaskan dalam rapat. "Harga yang ditawarkan kepada kita kurang-lebih Rp 400 jt," katanya menambahkan. Katanya lagi, sistem pembangunannya, setelah kita punya dana sebagiannya, kita bisa menyepakati dengan menandatangani perjanjian. Lalu tukangnya sudah bisa mulai bekerja. Nanti dalam jumlah tertentu harus kita bayar setelah pembangunan kubahnya berjalan atau selesai.

"Kita juga diberi toleransi untuk melunasi sisa biayanya nanti, meskipun kubahnya sudah selesai," kata Pak Ketua Masjid menjelaskan. Dia berharap, kiranya kupon yang kita edarkan akan dapat mencapai dana yang kita butuhkan. Begitu dia mengulang harapannya kepada semua peserta rapat. Bagaimanapun, sesungguhnya kupon infak ini pada hakikatnya adalah untuk pembelinya sendiri. Semoga saja kelak akan menjadi ticket kita untuk syurga.***

28 Agu 2022

Sahabat Kita itu Telah Pergi

Sahabat Kita itu Telah Pergi

SEPEKAN menjelang Ahad (28/08/2022) ini teman-teman sempat membezuknya. Ke rumah kediamannya, Gg. Awang Noor, Baran Barat, Kecamatan Meral atau ke RSUD Muhammad Sani tempat dia dirawat. Kata teman-teman yang berkunjung ke sana, Pak Hur memang sudah sangat sepuh kelihatannya. Badannya tampak kurus sekali. Pak Hurnaini adalah teman kami saat dulu pernah di SMA Negeri 2 Karimun. 

25 Agu 2022

Dialog Agama untuk Perkuat Agama

Dialog Agama untuk Perkuat Agama


BERTEMPAT di Hotel Aston, Tanjungbalai Karimun, Jumat (12/08/2022) pagi itu dilaksanakan satu acara penting, disebut Dialog Agama. Dihadiri oleh para pimpinan Ormas (Organisasi Masyarakat) dan Organisasi Keagamaan serta para tokoh agama menjadi narasumber pada acara itu Bupati Karimun, Kapolres, Kakanwil Kemenag Kepri, Kepala Imigrasi, Ketua MUI Provinsi Kepri dengan moderatornya Ketua MUI Kabupaten Karimun. Dua dari lima nama narasumber itu hanya diwakili karena Kepala atau pimpinan tertingginya tidak bisa hadir, Kanwil Kemenag dan Imigrasi Kabupaten Karimun.

Judul acara yang tertera di spanduk besar yang terpampang di depan Meeting Room Aston Hotel tempat berlangsungnya acara, itu berbunyi, "Dialog dan Silaturahmi Ormas/ Organisasi Keagamaan Beserta Elemen Masyarakat."  Para peserta dialog duduk berkelompok pada kursi-kursi yang melingkari meja bundar di ruang yang sangat luas itu. Sementara para narasumber duduk di atas panggung di depan peserta. Bentuk dialognya diawali dengan pemaparan materi oleh semua narasumber.

Setelah dibuka oleh moderator, tampil pertama menyampaikan materi adalah Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si. Dalam pemaparannya kurang lebih tujuh menit (sesuai ketentuan dari moderator) bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah sudah menyampaikan himbauan kepada salah satu aliran yang selalu menjadi sebab resahnya masyarakat. Dia meminta agar masyarakat saling bantu mengatasi masalah aliran Syiah dan aliran lainnya yang dapat menimbulkan perpecahan diantara masyarakat. Pemerintah ingin daerah kita dan masyarakatnya aman dan tentram sehingga mudah untuk melanjutkan pembangunan.

Giliran kedua tampil Kapolres Karimun, AKBP Toni Pantano yang dalam paparannya kembali menegaskan pentingnya kondusifitas daerah. Maka perlu semua kita menjaga ini. Jangan ada yang membuat resah. Begitu dia menghimbau. Terkait dengan Yayasan Nainawa sebagai markas Syiah untuk melaksanakan kegiatan ritualmya, silakan dilaksanakan secara intern saja. Tidak mendatangkan orang luar, tidak menggunakan pengeras suara yang dapat memancing salah pengertian. Kepada masyarakat Kapolres meminta untuk membantu usaha pemerintah dalam menjaga keamanan. Kata Kapolres, "Kalau kamtib tak kondusif, keluarga kita juga tak aman berkegiatan," ingatnya. 

Pemateri berikutnya adalah Kakanwil Kemenag Kepri yang diwakili oleh salah seorang pejabatnya, Titik Hindun. Bu Titik setelah menyampaikan salam Kakanwil, Kabg TU, Kabid Bimas Islam, dia menyatakan bahwa kegiatan ini adalah usaha menjaga komitmen kondusifitas masyarakat. Selain aliran Syiah juga ada info kalau di Karimun ini juga ada aliran Salafi. Konon aliran sudah mulai meresahkan masyarakat. Perlu dialog ini agar semua pihak dapat berkontribusi menjaga ketenangan bersama. Bu Titik juga menjelaskan bahwa aliran sesat adalah jika faham itu bertentangan dengan syariah serta sudah difatwakan sesat. Untuk hal itu saat ini Kanwil Kemenag juga berkoordinasi dengan Pusat agar mekanisme penyelesaiannya tidak menimbulkan masalah. 

Pemateri berikut adalah Kepala Imigrasi Karimun yang diwakili oleh Sofian Kasim Sani. Dia menjelaskan salah satu fungsi imigrasi adalah pelayanan masyarakat bepergian/ datang dari dan ke luar negeri dalam rangka menjaga kedaulatan negara. Imigrasi bisa menolak seseorang untuk masuk atau keluar dari Negara sesuai ketentuan. Berkaitan dengan informasi akan datangnya orang-orang dari luar negeri ke sini berkaitan perayaan Asyura oleh Syiah pihak imigrasi akan memastikan itu tidak akan diizinkan jika akan menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat. Lalu bagian terakhir memberikan materi adalah Ketua MUI Provnsi Kepri, KH. Bambang Maryono. Kata Kiyai Bambang, bicara masalah agama juga terkait masalah kebangsaan. Insan (manusia) makna hakikatnya adalah aman, damai dan menenangkan. Lebih jauh kiayi menyatakan bahwa agama itu pada intinya adalah untuk menuju keamanan. "Agama dan negara tidak boleh bertolak belakang," pesan Kiyai Bambang.

Setelah semua narasumber menyampaikan materi masing-masing dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Ada beberapa orang yang mengajukan pertanyaan terkait pentingnya dialog agama ini agar kekuatan agama itu menjadikan umat juga semakin kuat. Kuat dalam memeliharan dan menjalankan agama, juga kuat untuk memelihara dan menjaga bangsa dan Negara.***

23 Agu 2022

Tiga Pekik Merdeka Sudahkah Terpatri di Dada Kita

Tiga Pekik Merdeka Sudahkah Terpatri di Dada Kita


Catatan M. Rasyid Nur
TERINGAT kembali amanat Inspektur Upacara (dulu di sekolah kita sebut sebagai Pembina Upacara) pada upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati HUT (Hari Ulang Tahun) Kemerdekaan RI ke-77 tahun 2022 di lapangan Kemuning Coastal Area, Rabu (17/08/2022) lalu itu. Upacara pengibaran bendera Merah Putih HUT RI yang dilaksanakan oleh Pemda (Pemerintah Daerah) Kabupaten Karimun diikuti oleh para siswa, pegawai dan dari TNI serta Polri. Ispketur Upacaranya adalah Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si.

Selain memberikan amanat yang lumayan cukup panjang, Bupati juga mengajak seluruh peserta upacara untuk memekikkan ucapan 'merdeka' sebanyak tiga kali. "Merdeka...merdeka...merdeka..." katanya sambil meminta diulang oleh seluruh peserta upacra di setiap jeda dia memekikkan kata merdeka. Seingat saya, inilah pertama kali Inspektur Upacara HUT Kemrdekaan RI memekikkan kata merdeka dan mengajak semua peserta untuk mengulangnya. Mungkin tahun ini juga baru pertama kali pembacaan proklamasi tidak pada upcara ini. Lazimnya, setiap tahun dalam upacara HUT Kemerdekaan Tingkat Kabupaten diucapkan pada pukul 10.00 setelah sebelumnya bendera merah putih dikibarkan. Pembacaannya oleh Ketua DPRD, bisanya. Tapi tidak ada pada tahun i ni. 

Upacara bendera tahun ini juga dilaksanakan lebih pagi sehingga sebelum pukul 09.00 acaranya pun selesai. Ternyata, selanjutnya Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan semua perangkat daerah, termasuk dari Forkopimda beranjak dari lapangan ini menuju ke Gedung Nasional untuk mengikuti upacara bendera HUT RI di Istana Negara dengan Ispektur Upacaranya Presiden RI, Joko Widodo. Di sinilah adanya bacaan proklamasi pada jam detik-detik proklamasi dibacakan 77 tahun silam itu. Pekik merdeka adalah menjadi catatan sendiri pada peringatan HUT Kemerdekaan tahun ini.

Tiga pekik merdeka yang digaungkan oleh Bupati, katanya memiliki fungsi dan makna penting bagi kita. Bupati menjelaskan pekik merdeka pertama adalah untuk mengenang para pahlawan yang telah berjuang dan berkorban untuk merih kemerdekaan Indonesia. Agar kita terus ingat selamanya perjuangan mererka. Pekik merdeka kedua mengandung makna dan harapan sebagai doa agar Bangsa Indonesia segera meraih cita-cita kemerdekaan, yakni menjadi bangsa sejahtera dan tetap bersatu dalam bingkai NKRI. Kemerdekaan bukanlah tujuan akhir. Itu hanyalah jalan, yakni jalan menuju kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Lalu pekakan merdeka ketiga ditujukan untuk tegaknya hukum dan keadilan bagi semua masyarakat. Hukum dan keadilan adalah hak yang sama bagi semua masyarakat. Itu juga harus diperjuangkan, kata bupati.

Sebagai salah seorang yang berkesempatan mengikuti upacara dan mendengar bagian dari amanat Inspektur Upcara saat menjelaskan makna tiga pekik merdeka itu, rasanya kita ikut bangga dan terketuk hati untuk memperjuangkannya. Iu satu hal penting menurut saya bagi semua kit. Secara tidak langsung diingatkan tiga cita-cita dan doa itu menjadi kewajiban kita sebagai anak bangsa yang telah menerima dan menikmati suasana merdeka yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa. Adalah kewajiban juga mematri makna itu di dalam dada kita.

Pertanyaannya, sudahkah kita tempelkan dan terptri dengan kuat di dada kita? Jika sudah, syukurlah tinggal menjaga dan mempertahankannya. Itulah salah satu yang akan menjadi motivasi kita dalam usaha mengisi kemerdekaan ini. Tapi jika belum, mari momen kemerdekaan RI ke-77 tahun 2022 ini kita jadikan tonggak untuk mematrikan semangat merdeka dengan minimal tiga harapan tadi kita perjuangkan. Mari ditanamkan di dada masing-masing kita.

Kita sadari betul bahwa pahlawan telah berjuang demi anak cucunya, termasuk kita. Untuk itu sekali lagi mari kita lanjutkan perjuangan dengan menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Mari segera kita pulihkan bersama dengan lebih cepat keadaan bangsa dan negara kita yang dilanda musibah covid-19 itu. Inilah pula momen kita untuk bangkit lebih kuat berbanding keadaan kita sebelum covid melanda. Tepatlah jargon HUT Kemerdekaan Indonesia tahun ini, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat. Salam merdeka.***

18 Agu 2022

Menyaksikan HUT Kemerdekaan RI di Coastal Area

Menyaksikan HUT Kemerdekaan RI di Coastal Area


SEPERTI tahun-tahun sebelumnya, upacara bendera dalam rangka memperingati HUT (Hari Ulang Tahun) Kemerdekaan RI di Kabupaten Karimun selalu dilaksanakan di Lapangan Kemuning, Coastal Area, Tanjungbalai Karimun. Dulu, pernah juga dilaksanakan di halaman Kantor Bupati, Poros, Karimun. 

Tahun 2022 ini, Pemerintah Kabupaten Karimun kembali melaksanakan apel peringatan HUT RI itu di  Coastal Area. Lapangan tahun lalu juga. Peringatan ke-77 yang dilakukan dalam bentuk pengibaran bendera merah putih oleh para Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Karimun dapat disaksikan berjalan dengan baik dan lancar. 

Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq dengan cadangannya Wakil Bupati, H. Anwar Hasyim. Para petugas upacara adalah gabungan dari angkatan (TNI) dan Polri yang ada di Karimun. Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Bupati Karimun mengajak masyarakat Kabupaten Karimun agar berpegang teguh pada nilai-nilai toleransi, bhinneka tunggal ika, gotong royong sebagai bukti pengamalan nilai-nialai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 

Katanya, “Seluruh elemen masyarakat hendaklah bergandengan tangan, bahu membahu, meningkatkan silaturahmi serta menumbuhkan rasa kekeluargaan, dalam membangun Kabupaten Karimun ke depan. Kita mengisi kemerdekaan dengan cara mengisi kemerdekaan dengan pembangunan.” 

Lebih jauh bupati menegaskan,“Tugas kita sekarang adalah menjaga kesatuan dan persatuan Republik Indonesia. Perjuangan saat ini adalah melanjutkan dan penjaga kemerdekaan dengan cara yang sesuai dengan zaman saat ini. Kita harus menumbuhkan ekonomi pasca dilanda pandemi covid-19 ini. Sesuai tema, 'Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat' maka kita hendaklah bekerja lebih bersemangat." 

Usai dari upacara tersebut, dilanjutkan dengan mengikuti peringatan detik-detik proklamasi secara daring yang dipimpin langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo di Jakarta. Selepas mengikuti Detik-detik Proklamasi di Jakarta via daring, kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga menggunakan kapal milik Lanal Tanjungbalai Karimun di perairang depan Coastal Area. Acara terakhir dari rangkaian acara HUT RI di Kabupaten Karimun aalah penyerahan remisi kepada narapidana di Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun.***

31 Jul 2022

Memotong Penyesalan

Memotong Penyesalan


(Materi Khutbah)*

Ada pepatah, 'Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna'. Artinya, kalau ingin menyesal, menyesallah di depan, bukan di belakang (kemudaian) karena penyesalan di belakang tidak akan mendapatkan apa-apa. Justeru menyakitkan.

Penyesalan itu bisa sekarang, di dunia dan bisa juga nanti di yaumil akhir. Kalau penyesalan itu saat kita masih di dunia, dan masih sempat disadari, masih mungkin untuk memperbaiki diri. Tapi jika menyesal itu timbulnya nanti di dalam kubur, di saat pertanggungjawaban di mahkamah Tuhan tentu saja tidak bisa lagi memperbaikinya.

Ternyata kita nanti banyak yang akan menyesal setelah kita kembali (wafat dan dibangkitkan). Ini sesuai pesan Allah dalam Alquran, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (Al Mukminun: 99-100)

Membaca firman Allah itu jelas sekali kalau keinginan kita setelah mati adalah ingin kembali ke dunia walaupun itu hanya sejenak untuk melakukan amal shalih. Besar sekali keinginan untuk kembali ke dunia agar ada kesempatan memperbaiki amalan yang selama hidup dulu disia-siakan. Tapi apakah bisa? Kita menyesal karena dulu tidak ikut perintah-Nya. Apakah ada gunanya?

Tentu saja harapan ini akan sia-sia, karena tidak akan diizinkan untuk kembali . Benar Allah yang mengidupakan dan mematikan kita. Allah bisa menghidupkan kita sebagaimana sekarang sedang hidup dari tadinya tidak ada. Tapi untuk kembali minta dihidupkan setelah kematian, itu tidak akan dikabulkan Allah.

Pernyataan Allah perihal penyesalan yang tidak akan berguna itu juga ada pada Surah Al-Munafiqun ayat 9, 10,11. "Hai orang-orang beriman, janganlah tersebab harta dan anak-anakmu menjadi lalai mengingat Allah. Siapa yang melakukannya maka dia adalah orang yang merugi. Dan infakkanlah sebagian rezeki yang Kami berikan sebelum kami berpulang. Lalu ia berkata, Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menunda kematianku baang sebentar untuk aku berkesempatan bersedekah atau berinfak agar aku dapat menjadi orang yang saleh? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian itu. Sesungguhnya Allah tahu apa yang kamu buat."

Begitulah nantinya kondisi kita ketika sudah mati, jika saat ini tidak terlebih dahulu menyesali. Jadi, mari kita menyesal hari ini agar tidak tertunda penyesalan kita. Dalam kesulitan seperti apapun kita jangan lupa Allah. Jangan lalaikan panggilan dan perintah Allah. Jangan dientengkan tegah dan larangan Allah. Sederhana sesungguhnya permintaan Allah tapi terkadang kita buat susah. Dan kita tidak akan menyesal kelak di yaumil akhir jika mau menyesal sekarang, di dunia. Mari kita potong penyesalan kita menjadi saat ini. Tidak menunggu nanti.***

*Untuk Masjid Al-Hadid, Saipem, 29/07/2022)

28 Jul 2022

Perkelahian Pelajar dapat Menjadi Awal Perseteruan Lebih Luas

Perkelahian Pelajar dapat Menjadi Awal Perseteruan Lebih Luas


SATU-dua hari ini di Karimun lagi heboh beredarnya video perkelahian antar pelajar. Video itu viral di kalangan siswa, khususnya dan di tengah-tengah masyarakat pada umumnya. Tersebab viraknya video itu pula Satpol PP dan Polres Karimun sampai turun tangan untuk merespon masalah itu.  

Setidak-tidaknya begitulah salah satu judul berita online yang terbit di sini. Dalam judul berita Video Viral Perkelahian Pelajar, Polres Karimun Bersama Sat Pol PP Melakukan Pertemuan Dengan Pihak Terkait yang dimuat di laman https://karimuntoday.com/ dikatakan bahwa Polsek Tebing Polres Karimun bersama instansi terkait langsung menanggapi video viral perkelahian antara pelajar di Kabupaten Karimun pada Kamis (28/07/2022) ini. 

Menyitir berita online itu dikatakan bahwa terkait viralnya di media sosial video perkelahian antara siswa, Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano, S.I.K, S.H. langsung menanggapinya dengan melakukan pertemuan yang dilaksanakan oleh Polsek Tebing Polres Karimun. Kapolsek Tebing Polres Karimun AKP Brasta Pratama Putra, SIK, MH bersama Sat Pol PP Karimun melaksanakan pertemuan dengan pihak sekolah yang siswanya terdapat dalam video itu. Kabarnya perkelahian itu terjadi pada  hari Rabu (27/07/2022) di pekuburan China, Seibati, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.

Kegiatan pertemuannya sendiri dilaksanakan di sekolah yang siswanya terlibat dalam perkelahian tersebut. Dengan dihadiri oleh Kapolsek Tebing, Kabid Trantibum, Sat Pol PP, Kepala Sekolah bersangkutan serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan djisertai orang tua dan masing-masing siswa pelaku perkelahian diharapkan pertemuan itu menjadi jalan untuk perdamaian. Disebutkan bahwa perkelahian itu bermula dari perebutan gitar diantara pelaku. 

Setelah didamaikan, mereka diimbau untuk tidak melakukan perbuatan itu lagi. Bahkan seluruh pelajar di Kabupaten Karimun ini diimbau untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat mengarah kepada perkelahian. Itu dapat menjadi benih perpecahan diantara pelajar khususnya, dan masyarakat pada umumnya. 

Menjadi tugas berat masyarakat, khususnya guru untuk terus memberikan pendidikan akhlak yang baik kepada para siswa agar persatuan dan kesatuan dapat terjaga dengan baik. Perseteruan di kelompok kecil dapat menjadi benih untuk berkembangnya perseteruan yang lebih besar di tengah masyarakat. *** (Catatan M. Rasyid Nur)

25 Jul 2022

Berlibur ke Anambas Ternyata Mudah

Berlibur ke Anambas Ternyata Mudah


MOMEN mengikuti kegiatan MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) ke-9 Provinsi Kepri 2022 (14-20/ 07/ 2022) di Kabupaten Kepulauan Anambas ternyata membuka mata tamu dan peserta MTQ, menyaksikan langsung betapa Kepulauan Anambas, ini adalah destinasi wisata yang cukup baik di Provinsi Kepri. Dan ternyata juga info bahwa Kepulauan Anambas adalah Pulau Tropis terbaik di Asia benar-benar dapat disaksikan dan dilihat langsung. Setidak-tidaknya bagi kafilah di luar Kepualauan Anambas, kesempatan selama MTQ ini adalah waktu terbaik membuktikan informasi yang didengar selama ini.

Harus ditegaskan di sini bahwa pandangan tentang Kepulauan Anambas selama ini adalah daerah yang sangat jauh, terisolir dan tidak mudah untuk didatangi. Benar kalau info-info tentang Anambas dan Tarempa itu adalah daerah yang indah. Lautnya jernih dan karangnya juga indah. Ikan-ikannya juga menghiasi lautnya. Tapi pandangan sebagai daerah yang amat jauh itu membuat orang yang ingin datang berpikir panjang. 

Namun, setelah mengikuti dan membersamai pelaksanaan MTQ Provinsi di Anambas 2022 tahulah kita bahwa untuk pergi ke Anambas tidaklah susah. Baik dari Batam atau dariTanjungpinang dan atau dari kota-kota kabupaten lainnya ke Anambas sudah ada transport, khususnya taransport laut. Sementara untuk transport udara juga sudah ada dari Batam atau dari Tanjungpinang, meskipun tidak langsung mendarat di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sesungguhnya sudah banyak juga ditulis oleh media bagaimana kita mau ke Anambas. Media online atau media cetak, termasuk media televisi sudah sering ternyata menulis perihal Anambas. Kafilah Kabupaten Karimun pada even MTQ Provinsi kemarin menggunakan transport laut. Begitu juga Dewan Hakim (DH) dari Karimun, Tanjungpinang dan Batam pun menggunakan armada laut. Saya sendiri bersama DH lainnya, dari Karimun menggunakan kapal Ocianna via harbour Bay. Sementara kafilah Karimun menggunakan KM Karunia Jaya. 

Baik Kafilah maupun para DH untuk ke Anambas melewati Pelabuhan Punggur, Batam. DH, misalnya berangkat dari Punggur pada pagi hari, sekitar pukul 08.30 WIB. Menggunakan KM Seven Star Island rombongan sampai di Pelabuhan Tarempa pukul 16.55. Hampir 9 jam di atas kapal itu. Saya membaca pengumuman di dalam kapal itu tentang trayek kapal dari dan ke Anambas untuk kapal yang sama. 1) Tanjungpinang-Letung-Tarempa (Senin, Rabu, Sabtu) pukul 07.00 sedangkan  2) Tarempa-Letung-Batam-Tanjungpinang (Selasa, Jumat, Ahad) pukul 07.00. Artinya ada tiga kali bolak-balik dari dan ke Anambas. Mudah, kalau begitu.

Harga ticket adalah Rp 400.000 jika melihat tulisan yang tertera di ticket yang kami miliki. Para DH tidak membayar ticket masing-masing karena sudah dibelikan oleh Biro Kesra Pemprov Kepri. Jadi untuk menuju Kabupaten Kepulauan Anambas mempunyai luas lautan 98,73 persen dan daratan hanya 1,27 persen sudah sangat mudah. Membaca data di beberapa media di kabupaten ini terdapat 255 pulau  besar dan kecil yang lima pulau diantaranya merupakan pulau terdepan dan berbatasan dengan perairan negara tetangga. Menurut catatan hanya 26 pulau yang berpenghuni, sedangkan sisanya 229 buah tidak atau belum berpenghuni.

Ingin ke Anambas? Sementara inni dari luar Kepri tidak ada penerbangan langsung ke Anambas. Harus terbang dulu ke Kepri via Batam atau Kota Tanjungpinang. Jika dari Jakarta, ada penerbangan setiap hari ke Batam dan Tanjungpinang. Tapi dari luar Jakarta sepertinya harus melalui Batam saja. Belum ada yang ke Tanjungpinang. Karena kapalnya berangkat dari Tanjungpinang, berarti penumpang dari manapun mesti ke Tanjungpinang untuk menyeberang ke Anambas. Ingin mencoba, ayo. Mari.***

23 Jul 2022

Wabup Pimpin Rapat Persiapan Penyambutan Jamaah Haji

Wabup Pimpin Rapat Persiapan Penyambutan Jamaah Haji


SABTU (23/07/2022) pagi bertempat di Ruang Rapat Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun dilaksanakan rapat dengan agenda persiapan penyambutan jamaah haji Kabupaten Karimun. Rapat yang dipimpin oleh Asisten II, Sularno dihadiri oleh Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim. Tampak hadir juga Kakankemenag Kabupaten Karimun, H. Jamzuri, Kabag Kesra dan Keagamaan, Baginda Malim Siregar, para Kepala OPD terkait serta para undangan lainnya. 

Sularno di awal membuka rapat mengatakan, setelah Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Karimun berangkat pada 14 Juni lalu, insyaallah mereka akan kembali dan sampai di Batam pada Selasa, 26 Juli 2022 nanti. Katanya, informasi dari Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kankemenag Karimun menjelaskan bahwa kedatangan jamaah haji nanti diperkirakan masih siang. Sekitar pukul 12.15 WIB. Untuk itu mungkin bisa langsung pulang setelah proses kedatangan sudah selesai. 

Wabup dalam pengarahannya di awal rapat mengatakan bahwa kepulangannya ke Karimun tentu melihat keadaan nanti. Apakah bisa langsung pulang ke rumah setelah menyelesaikan urusan di debarkasi Batam, atau boleh jadi harus bermalam, dilihat keadaan nanati. "Saya minta kita buat dua alternatif, langsung pulang atau bermalam untuk persiapan ini." Arahan Wabup jika bisa langsung pulang maka kita harus menyiapkan segala sesuatunya sesuai kebutuhan. Siapa yang menunggu atau menjemput ke Batam, siapa yang menyambut di Pelabuhan Karimun dan menyambut di masjid sebagai tempat upacara penyambutannya. Beitu dia mengarahkan.

Pimpinan rapat menjelaskan bahwa akan dibentuk tiga tim penyambutan, di Batam, di pelabuhan dan di Masjid Baitul Karimun sebagai tempat yang akan dipakai melaksanakan acara penyambutannya nanti. Info akan ada antigen secara acak atau semuanya serta segala prosesi wajib yang mesti dilalui juga akan memakan waktu. Itu juga harus diperhitungkan. Maka perlu diantisiapsi semua itu. Berapa lama diperlukan proses itu dan apakah bisa langsung ke Karimun atau bermalam. Semua kemungkinan harus dipersiapkan. Demikian Wabup mengingatkan. 

Sesuai hasil rapat tempat penyambutan insyaallah di masjid Baitul Karim Kecamatan Karimun. Maka pengaturan parkir diminta Dishub dan Kepolisian untuk mengatur megingat area parkir yang terbatas. Jika perlu rekayasa jalan, maka itu harus dilakukan. Untuk kepulangan jamaah haji Kabupaten Karimun  sebanyak 55 orang dari Batam ke Karimun akan menggunakan kapal Mikonata 89.  Itu jamaah khusus yang berada di Pulau Karimun dan sekitarnya. Sedangkan  jamaah dari Kundur, Moro dan Durai  sebanyak 21orang akan menggunakan kapal tersendiri, Karunia Jaya. Demikian penjelasan dari Kabag Kesra dan Keagamaan, Baginda. Rapat berakhir pukul 11.20 setelah pimpinan rapat memberikan kesempatan semua peserta rapat yang ingin memberikan saran atau masukan.***

21 Jul 2022

Sempritan FB

Sempritan FB


Catatan M. Rasyid Nur

PERTAMA kali saya mendapat sempritan (teguran) dari Facebook (FB). Buka FB pagi Kamis (21/07/2022), ini tiba-tiba saya terbaca teguran itu. Dikatakan oleh FB kalau postingan saya diduga spam. Tulisan tentang catatan perjalanan ke MTQ di Anambas, Kepulauan Riau yang saya tulis bersambung pekan-pekan ini. Sejak sebelum MTQ dibuka pada 14 Juli lalu sampai kemarin menjelang ditutup, 20 Juli 2022 saya memang membuat catatan tentang perjalanan saya ke MTQ itu. Kebetulan saya berkesempatan ikut bersama ke Pulau Tropis Terindah di Asia itu. Di Kabupaten Kepulauan Anambas itu dihelatnya MTQ ke-9 Provinsi Kepri tahun 2022.

Tulisan itu memang saya muat terlebih dahulu di blog pribadi saya, www.mrasyidnur.blogspot.com untuk konsumsi pengunjung blog saya itu. Lalu saya posting ulang sebagai tulisan saya di blog lainnya. Nah, apakah karena keadaan itu yang menyebabkan psotingan itu berstatus spam? Sepertinya iya. Dalam penjelasan FB dikatakan salah satu kriterianya adalah tulisan atau postingan yang sama dimuat dibeberapa akun untuk tujuan mendapatkan pengunjung atau pengikuti. Juga ada kriteria dugaan tulisan menyesatkan. Nauzubillah.

Sejujurnya, setiap tulisan saya yang saya muat di beberapa akun tujuannya tidak lebih dari pada untuk memberi kesempatan kepada orang banyak untuk mendapatkan informasi tulisan tersebut. Memperluas pembacanya. Tulisan yang sama itu memang tidak diubah, terkadang. Terkadang diubah sedikit sesuai keadaan terakhirnya. Tapi pasti itu karya orang yang sama. Diposting oleh orang yang sama. Saya sendiri. Jadi, tidak ada unsur plagiatnya menurut saya. Dijelaskan juga di bagian akhir tulisan bahwa postingan itu ada juga di tempat lainnya. Lalu apa yang salah?

Tapi jika satu blog atau komunitas memiliki kebijakan larangan postingan lebih dari satu akun tentu saja itu menjadi aturan khusus bagi blog tersebut. Jika itu memang harus dipatuhi saya pikir memang harus dipatuhi. Tidak bisa orang lain berbeda atau membedakan diri dari kebijakan yang dibuat pengelolanya.

Bagi saya, postingan yang mana yang dianggap spam, saya memang tidak mendalaminya. Apakah itu benar-benar akan menyesatkan, sebagaimana salah satu kriteria spam yang mereka buat, entahlah. Pastinya saya sangat setuju jika da aturan yang dibuat dan aturan itu harus dipatuhi. Akuur, saya.***

Postingan yang sama di www.mrasyidnur.gurusiana.id

11 Jul 2022

Ketika Pemkab Sambut Idul Adha dengan Tausiah

Ketika Pemkab Sambut Idul Adha dengan Tausiah



DALAM rangka menyambut Idul Adha 1443 (2022), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun menggelar kegiatan yang diberi label 'Malam Takbir dan Tausiyah Agama' dalam Rangka Menyambut Idul Adha 1443 H/ 2022 M. Kegiatannya disejalankan dengan pelepasan kafilah MTQ Kabupaten Karimun pada MTQ ke-9 Provnsi Keupulauan Riau (Kepri) di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dari seorang panitia diperoleh keterangan bahwa kegiatan itu diselenggarakan oleh Pemda melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Keagamaan Setda Kabuaten Karimun. Dengan mengundang penceramah kondang dari Kota Dumai, Ustaz Lukman Syarif Ahmad Pemda berharap masayarakat Kabupaten Karimun dapat menyerap ilmu sebagai isi ceramah ustaz Lukman. Ustaz Lukman sendiri sudah untuk kedua kali hadir di Bumi Berazam sebagai undangan Pemda Kabupaten Karimun.

Sabtu (09/07/2022) malam itu sesungguhnya adalah malam Idul Adha karena besoknya adalah hari Raya Idul Adha yang akan diisi dengan solat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban. Pada waktu yang sama di Tanah Suci para jamaah haji sudah menyelesaikan proses wukufnya di padang Arafah. Puncak haji sudah mereka lewati. Di Kabupaten Karimun sejatinya adalah malam takbir yang tahun-tahun dulu diisi dengan pawai takbir. "Tahun ini kita mengisinya dengan malam tausiah agama yang disejalankan dengan pelepasan kafilah Karimun ke MTQ Provinsi di Anambas," kata staf di Bagian Kesra. Para peserta yang tergabung dalam kafialah, itu berangkat meninggalkan Karimun menuju Anambas pada hari Senin (11/07/2022) pagi.

Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabuaten Karimun, Baginda Malim Siregar, kegiatan malam takbir, zikir dan tausiyah agama dilaksanakan pukul 19.45 WIB (sesudah solat Isya) dengan mengambil tempat di halaman rumah dinas Bupati Karimun. Dengan acara ini tiga kegiatan berjalan sekaligus, menyambut Idul Adha, tausiah agama dan pelepasan kafilah. Demikian Pak Baginda menjelaskan. Ibarat bunyi peribahasa, sekali mendayung dua-tiga pulau terlampau. Baguslah untuk penghematan biaya.

Tahun ini juga tidak ada dilaksanakan pawai takbir keliling sebagaimana tahun-tahun sebelumnya selalu diadakan. Kegiatan pawai takbir salah kegiatan menyambut Idul Adha yang sangat digemari oleh masyarakat. Ini tentu saja mengingat covid-19 yang baru saja akan habis. Belum dinyatakan habis oleh Pemerintah. Kewaspadaan kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan tetap diingatkan.***

10 Jul 2022

Malam Takbir Melepas Kafilah MTQ

Malam Takbir Melepas Kafilah MTQ


PADA spanduk yang terpasang di atas pentas halaman Rumah Dinas Kediaman Bupati, Karimun tertulis kalimat Malam Takbir dan Tausiyah Agama dalam rangka Menyambut Idul Adha 1443/2022 dan Pelepasan Kafilah Kabupaten Karimun pada MTQ ke-9 Provinsi Kepulauan Riau sebagai penanda acara malam ini. Sabtu (09/07/2022) malam, Pemda Kabupaten Karimun melalui Bagian Kesra dan Keagamaan melaksanakan kegiatan menyambut Idul Adha yang akan jatuh besok (Ahad) harinya sekaligus mengadakan Tabligh Akbar.

Malam ini juga ada acara khusus yang biasanya dilaksanakan tersendiri tapi tahun ini disejalankan dengan kegiatan penyambutan Idul Adha ini, yaitu acara Pelepasan Kafilah MTQ Kabupaten Karimun pada MTQ ke-9 Provinsi Kepri tahun 2022. MTQ sendiri akan dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai tuan rumah pada 14 Juli 2022 yang akan datang. Hal menarik dalam acara ini adalah digabungkannya tiga kegiatan sekaligus dalam satu kesempatan, Malam Takbir Menyambut Idul Adha 1443, Tausiah Agama dan sekaligus Pelepasan Kafilah MTQ Kabupaten Karimun itu.

Malam ini, selain pidato sambutan Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq yang sebelumnya ada sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, H. Zamzuri juga penyampaian tausiah agama oleh penceramah, Lukman Syarif dari Kota Dumai. Pak Zamsuri menyampaikan laporan singkat pelaksanaan haji di Kabupaten Karimun tahun 2022/ 1443 sedangkan Bupati Karimun berpidato lebih kepada ajakan kepada masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan, khususnya di Daerah Kabupaten Karimun.

Malam Takbir dan Pelepasan Kafilah diakhiri dengan tausiah oleh penceramah. Belyau banyak berceramah perihal kemulaiaan orang berilmu, perlunya tetap menjaga silaturrahim antar sesama serta perlunya kerja keras dan semangat. Terutama dalam membela dan memajukan agama semua umat harus saling bahu-membahu dan terus memelihara kebersamaan dalam silaturrahim antar umat ini. Semoga kita tetap mampu menjaga kekuatan umat, termasuk dalam menjaga bangsa dan negara, Indonesia.
 
Pada acara malam ini ada acara tambahan, yakni muhasabah  yang dipandu oleh Ustaz Azwardi dan zikir diserta doa yang dipandu oleh Ustaz Zulfan Batubara. Ustaz menyampaikan kalimat-kalimat muhasbahnya dengan syahdu dan makna yang membuat hadirin terharu dan sedih. Begitu juga doa yang dibawakan Ustaz Zulfan Batubara. Dengan suaranya yang jelas dan tegas dia menyampaikan kalimat-kalimat doa yang mengharukan para hadirin. Acara ditup dengan bersalaman.***

8 Jul 2022

Berburu Wisata ke Pulau Buru

Berburu Wisata ke Pulau Buru


BAGI penyuka treveling sebaiknya memasukkan Pulau Buru sebagai salah satu destinasi trevelingnya. Tentu saja untuk pergi berwisata ke Pulau Buru. Ini Pulau Buru di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri. Jika Pulau Buru di Kepulauan Maluku lebih kita kenal sebagai pulau tempat 'pembuangan' para penjahat atau napi tertentu maka Pulau Buru ini adalah pulau yang adem ayem di Kabupaten Berazam, Karimun.

Jika kita adalah penyuka treveling tapi mungkin tidak cukup 'doku' untuk tempat-tempat yang jauh maka mari ke Pulau Buru. Biayanya murah-meriah saja. Kebetulan saya, Rabu (05/07/2022) lalu berkesempatan pergi ke Buru walaupun hanya satu malam saja. Ternyata ada beberapa lokasi wisata yang dapat dikunjungi di sana. Saya sendiri dan rombongan yang ikut memang tidak sempat mengunjungi semuanya.

Kita tahu, jika dari Pulau Karimun akan ke Pulau Buru kita bisa naik KM (Kapal Motor) Buru Indah yang trayeknya Tanjungbalai Karimun- Moro. Kapal ini singgah di Pulau Buru dan kita bisa turun di sana. Sekitaran 50 menit sudah sampai di Pelabuhan Buru. Terserah mau turun di Pelabuhan Buru atau pelabuhan satunya lagi, Pelabuhan Kandis. Dengan biaya Rp 25 ribu kita sudah sampai di sana. Selanjutnya bisa menyewa sepeda motor (ojek) atau minta diantar menggunakan ojek. 

Dari masyarakat saya sempat ngobrol dan bertanya ini-itu. Pertanyaan utama saya tentu saja tentang objek wisata yang ada di Buru. Katanya, objek wisata peninggalan sejarah menjadi salah satu yang biasa paling awal dikunjungi karena dekat dengan pelabuhan. Itulah Makam Moyang Seraga dan Makam Badang Perkasa. Untuk kedua loaksi ini memang perlu ekstra hati-hati mengingat jalan ke sana belum terlalu bagus. Bahkan untuk ke Makam Badang Perkasa ada 200-an meter kami harus turun dari kendaraan untuk berjalan kaki.

Destinasi ketiga yang layak membuat nyaman adalah Pantai Tanjung Ambat. Kami kebetulan menginap di sini karena memang ada rumah-rumah singgah (home stay) yang dapat disewa. Kamar kecil dapat disewa dengan uang Rp 200 ribu sementara rumah dengan ukuran besar seharga Rp 500 ribu. Ruangannya serasa hotel biasa. Bersih. Pantai Tanjung Ambat menghadap ke arah Pulau Moro. Artinya kita dapat menyaksikan Pulau Moro nun jauh di depan sana.

Ternyata masih ada destinasi yang kami tidak sempat mengunjunginya, yakni Sumur Tua Batu Perigi Hj R Patimah, Klenteng Cetiya Dewa Bumi dan Masjid Tertua di Kabupaten Karimun, Masjid Abdul Ghani. Yang terakhir ini saya isteri sempat melewatinya dan berfoto. Tapi tidak sempat masuk karena waktu yang singkat siang itu. Tidak akan menyesal jika kita menjadikan Pulau Buru sebagai salah satu destiansi wisata kita, khususnya bagi kita yang berada di Kabupaten Karimun.***

7 Jul 2022

Satu Malam di Pulau Buru

Satu Malam di Pulau Buru


TEPAT pukul 09.00 KM (Kapal Motor) Buru Indah trayek Tanjungbalai karimun- Moro meninggalkan Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun. Kapal ini akan singgah di beberapa pulau sebelum sampai di Moro, termasuk singgah di Pulau Buru. Saya dan isteri serta beberapa orang lainnya ikut naik kapal ini bersama sekian puluh penumpang lainnya. Kelihatannya penumpang tidak terlalu ramai. Dengan begitu empat orang anak-anak yang masuk rombongan kami tidak harus berdiri walaupun tidak membeli ticket. Anak-anak di bawah 12 tahun masih diperbolehkan naik tanpa ticket.

Bergerak pelan dan berangsur kencang KM Buru Indah mengharungi laut Karimun arah Buru. Buru adalah nama kota dai Kecamatan Buru yang kebetulan juga berada di Pulau Buru, Kabupaten Karimun. Ini bukan Buru yang ada di Kepulauan Maluku yang lebih dikenal sebagai pulau tempat 'pembuangan' itu. Pulau Buru di Karimun adalah pulau dengan banyak catatan sejarah. Termasuk salah satu masjid tertua di Indonesia yang sudah menajdi cagar budaya.

Tepat pukul 09.55 kapal kami sampai dan merapat di Pelabuhan Buru. Pelabuhan yang sederhana untuk ukuran kecamatan yang lalu-lintas orangnya cukup tinggi antar pulau yang menggunakan pelabuhan ini. Kami melanjutkan perjalanan dengan naikk ojek, sepeda motor yang oleh pemiliknya dipergunakan untuk mengangkut orang ke tujuan yang diinginkan. Kami meneruskan ke Tanjung Ambat, tempat yang memang sudah kami rencanakan dari rumah. Kami ingin berlibur di Kota Buru di Pulau Buru. Sering juga nama Buru ini diplesetkan menjadi Burunai, negara yang kaya-raya itu. Dengan ongkos ojek 10 ribu rupiah setia motornya kami menggunakan lima motor untuk delapan orang rombongan kami.
 
Di Tanjung Ambat ada home stay untuk menginap. Kami menyewa salah satu rumah dengan dua kamar. Di dalamnya ada dua tempat tidur kapasitas dua orang. Saya bersama isteri di salah satunya sementara Ibu mertua dengan Yanti, isteri Emi, adik dari isteri saya. Kami mendapat informasi bahwa di sini ada sebanyak 15 kamar ukuran kecil (satu tempat tidur, bisa berdua) 2 kamar besar yang masing-masing bisa dengan dua kamar tidur dan ada ruang tamu. Kami memilih kamar besar karena kami berjunlah 8 orang, empat dewasa 4 anak-anak. 

Sebagai informasi, sewa kamar kecil adalah Rp 200 ribu tanpa ekstra bed. Kalau dengan ekstra harus menambah Rp 50 ribu lagi. Sedangkan untuk kamar besar sewanya Rp 500 ribu per malamnya. Dengan tambahan 2 ekstra bed kami hanya mengeluarkan sewa kamar sebesar Rp 600 ribu. Dan kami menyewa hanya untuk satu malam. Ya, hanya satu malam. Saya teringat lagu 'satu malam di Malaysia' tapi kami menikmati liburan ini dengan 'satu malam di Buru'.

Sejak sampai di lokasi Tanjung Ambat siang Rabu (06/07/2022) itu kami hanya menikmati suasana pantai dengan airnya belum pasang. Kata masyarakat di situ, air akan naik pada sekitar pukul 15.00 (sore). Anak dan cucu yang ikut rombongan kami sebenarnya sudah ingin mandi-mandi di pantai dengan pasir putih itu. Mereka harus sabar menunggu air pasang, sebentar lagu. Hingga sore kami tidak kemana-mana. Setelah makan siang di Kafe Daniel Tanjung Ambat kami istirahat dan anak-anak justeru turun ke bibir pantai. Mereka akhirnya mandi.

Acara malam kami juga hanya menikmati suasana malam dengan aneka cahaya lampu yang dipasang di sekitaran TRanjung Ambat. Di halaman dan di sekitar rumah-rumah (home stay) dipenuhi cahaya lampu. Makan malam kami juga di kafe ini. Sebagian mengisi waktu menyaksikan televisi di kamar sementara saya ikut nimbrung nonton bareng, pertandingan sepakbola antara Indonesia melawan Thailand. 

Pagi Kamis (07/07/2022) kami mengisi waktu dengan berkeliling Pulau Buru. Secara khusus kami mengunjungi beberapa lokasi bersejarah yang ada di Pulau Buru seperti Makam Moyang Seraga dan Badang Perkasa. Kedua cagar budaya ini kami kunjungi dengan naik tossa (semacam ojek roda tiga) yang bisa mengangkut kami semua sekaligus. Kurang lebih satu jam diperlukan untuk menempuh jalan ke kedua situs itu. Sepertinya jalan-jalan ke arah situ belum menjadi perhatian Pemerintah untuk dibangun. Namun kami tetap bisa sampai ke lokasi itu. Itulah kenangan terbaik yang kami dapatkan berlibur satu malam di Buru.***

2 Jul 2022

Selamat Jalan, Pak Cahyo Kumolo Men-PANRB

Selamat Jalan, Pak Cahyo Kumolo Men-PANRB

Foto Humas MenPAN RB/ CNB

Catatan M. Rasyid Nur
SIANG Jumat (01/07/2022) itu saya buka televisi. Beberapa hari ini saya suka menyaksikan layar kaca waktu siang hingga petang karena tengah berlangsungnya even Malaysia Terbuka Bulutangkis (badminton). Secara kebetulan salah satu chanel menyiarkan berita (breeking news) perihal kepergian Pak Cahyo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PANRB). Saya menyimak sejenak. Lalu membuka berita-berita online untuk konparasi. Dari banyak informasi itu, sebagai mantan PNS (kini ANS) saya ingin menyampaikan rasa duka dan berdoa untuk kepergian belyau itu. Dia adalah menteri kita.

Pak Cahyo Kumolo, sebagai seorang politikus senior dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) hampir semua kita mengenalnya. Bukan hanya ASN bahkan rakyat biasa sangat familiar dengan wajahnya. Paling tidak foto-fotonya selalu ada di media. Jumat (01/07/2022) bertepatan 1 Zulhijjah 1443, itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi wafat dan pergi untuk selama-lamanya. Menurut berita, persisnya pukul 11.10 WIB di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat. Tentu saja kita terkejut dan merasa kehilangan.

Dia meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif sejak dua pekan terakhir. Begitu beredar berita di banyak media (online dan televisi) saat itu. Pak Cahyo meninggalkan seorang isteri, Erni Guntari, serta tiga anak, yaitu Rahajeng Widyaswari, Karunia Putripari Cendana, dan Arjuna Cakra Candrasa. Juga meninggalkan kita semua yang Allah masih beri usia (hidup) hingga saat ini.

Sebelum menjabat sebagai Men-PANRB, Pak Tjahjo juga seorang menteri. Dia menduduki jabatan Menteri Dalam Negeri periode 2014-2019. Belyau lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 1 Desember 1957.  Menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Semarang. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (1985), itu lebih kita kenal sebgai seorang politikus ulung.
Mengutip beberapa sumber, Pak Cahyo berkiprah di dunia politik sejak tahun 1987. Saat itu dia menjadi anggota Golkar. Perannya di Golkar di era Orde Baru sangatlah mentereng. Sebagai organisasi (golongan) yang memiliki perwakilan di DPR RI Cahyo pernah menjadi anggota DPR RI, persisnya menjadi anggota Komisi III DPR fraksi Golkar (1987-1992 dan 1992-1997). Pernah juga menjabat sebagai Penghubung Komisi-Komisi non-GBHN MPR RI dalam Sidang Umum MPR dari Fraksi Golkar.

Selain itu, saat masih menjadi anggota Golkar, Tjahjo pernah menjadi Anggota Pansus RUU Hankam dan RUU Keprajuritan dari Fraksi Golkar (1987). Belakangan, tepatnya selepas reformasi (1998) dia berpindah perahu. Bergabung dengan PDIP yang dipimpin Ibu Megawati. Namanya semakin berkibar di partai 'banteng moncong putih' ini. Dia terpilih menjadi anggota DPR dari PDI-P (1999-2002) dan saat itu dia menjadi Wakil Sekretaris Fraksi. Pada periode 2004-2010 Pak Cahyo juga juga pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP. Pokoknya kiprah politik Pak Cahyo terus menanjak. Apalagi dia dipercaya menjadi salah satu Ketua DPP periode 2005-2010.

Sejarah sudah mencatat, puncak karier politiknya adalah saat diberi amanah sebagai Sekjen partai pada tahun 2010. Pak Cahyo terus bersama pusaran politik Tanah Air. Dan di era Presiden Jokowi yang mendapat mandat dua periode, Pak Cahyo pun mencatatkan namanya sebagai politikus dan negarawan yang memberikan segala kemampuannya untuk bangsa dan negara ini. Dia menghabiskan usianya untuk negara. Sampailah akhirnya, ajal itu datang dan dia masih dalam mengemban tugas negara, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Satu tugas yang begitu berat dan penting. Selamat jalan, Pak Cahyo. Semoga Allah menempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.***
Dari berbagai sumber

28 Jun 2022

Mengenal Siti Nurbaya AZ, Penulis Buku 'Menjadi Guru Bukan (Tak) Mudah'

Mengenal Siti Nurbaya AZ, Penulis Buku 'Menjadi Guru Bukan (Tak) Mudah'




DIPANGGIL Nyak Baye. Terkadang, Ibu Nur atau Ibu Siti. Begitulah sapaan oleh murid-murdinya atau oleh teman-temannya sesama guru. Nama lengkapnya Hj. Siti Nurbaya AZ, SE. Seorang (PNS) guru SMA di Kabupaten Karimun. Persisnya di SMA Negeri 2 Karimun. Bertitel Sarjana Ekonomi (SE) tapi berkarier sebagai guru atau pendidik yang lazimnya dari keguruan atau sarjana pendidikan. Sarjana Ekonomi jebolan STIE Kerjasama, Jogyakarta (1997), ini ternyata lebih menyukai guru dari pada pekerjaan lainnya yang berkait langsung dengan kesarjanaannya.  

Sejak menjadi tenaga honorer (1998) hingga menjadi seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) dia berada dan mengabdi di SMA Negeri 2 Karimun yang beralamat di Jalan Raja Usman, Tanjungbalai Karimun. "Sudah banyak Kepala Sekolah yang saya alami selama di sini," katanya suatu hari mengingat awal-awal menjadi guru, 24 tahun yang lalu. Katanya, dia juga menghonor sebagai tenaga guru pembimbing di Bimbel (Bimbingan Belajar) Primagama, waktu itu. Untuk resmi menjadi guru dia juga menyempatkan belajar tambahan untuk mendapatkan akta karena akta mengajar adalah syarat untuk mendapatkan predikat guru resmi dari Pemerintah. Berbekal sertifikat itulah dia diangkat menjadi PNS sebagai tenaga guru (pendidik).

Belakangan, setelah cukup lama menjadi guru dan menikah (2011) dengan seorang guru yang suka menulis, Nyak Baye pun terbawa suka menulis. Salah satu tulisannya yang dibukukannya ternyata berawal dari hobinya mengintip suaminya menulis. Buku yang dia beri judul Menanam di Blog Menuai di Buku yang diterbitkan Media Guru (2019), itu adalah bukti dia suka menulis dan itu berawal dari kesukaannya melihat suaminya menulis. Begitu pengakuannya kepada teman-temannya yang bertanya perihal hobi menulisnya saat ini.

Kurang lebih empat-lima tahun menyukai dan menggeluti literasi Nyak Baye pun sudah menghasilkan beberapa buku ber-ISBN. Ada empat judul buku solo, yaitu,
1. Menjadi Guru Bukan (Tak) Mudah, Memori dalam Cita-cita; Penerbit Cipta Media Guru (2018);
2. Menanam di Blog, Memetik di Buku, Dari Kegiatan Hobi Mengintip; Penerbit Pustaka Media Guru (2019);
3. Aku adalah Pohon, Mengenang Hari Guru; Penerbit Pustaka Media Guru (2020);
4. Mengenal Bank Indonesia dan Belajar Akuntansi dengan Pantun; Penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (2021).
 
Keempat judul buku itu adalah buku solo atau buku yang ditulis sendiri. Sementara ada juga ternyata dia menulis dan menerbitkan buku dalam bentuk antologi (buku bersama). Sampai hari ini sudah ada lima judul buku yang dihasilkannya bersama para penulis lainnya. Buku-buku itu adalah,
1. Semangat Menulis Bersama Bu Kanjeng (42 penulis); Penerbit Oase Pustaka (2020);
2. Bom Corona (44 penulis); Penerbit Milas Grafika (2021;
3. Guru Indonesia Merdeka Berkarya (150 penulis); Penerbit Pustaka Media Guru (2021);
4. Suara-suara Kami, Antologi Pentigraf (210 penulis); Penerbit Cipta Media Edukasi (2021).
5. Doa untuk Bangsa, Antologi Puisi Asean (564 penulis); Penerbit Perkumpulan Rumah Seni Asnur (2021).

Buku MENJADI GURU BUKAN (TAK) MUDAH buku pembuka jalan literasi Nyak Baye



Buku berjudul Menjadi Guru Bukan (Tak) Mudah, Memori dalam Cita-cita, ini adalah buku pertamanya setelah mengikuti pelatihan menulis buku bersama Media Guru pada tahun 2018. Itu pengakuan Nyak Baye. Konon, dia tidak menyangka akan bisa membuat buku ber-ISBN seperti itu jika mengingat pengalaman kepenulisannya di masa-masa sebelum buku itu. Tidak terbayangkan sebelum-sebelumnya, ternyata akhirnya bisa juga membuat buku. Pelatihan menulis buku, Sagu Sabu (Satu Guru Satu Buku) yang ditaja oleh Media Guru, itu telah membuka langkahnya untuk memiliki buku pribadi. Dan langkah itu pun ia teruskan hingga kini. 

Sebenarnya Nyak Baye tidak yakin akan bisa membuat buku sendiri. Jika memikirkan menulis dan menerbitkan buku, yang terbayang adalah kesulitan. Katanya, "Yang saya tahu membuat buku yang diterbitkan resmi itu hanya bisa dilakukan oleh penulis. Saya bukanlah penulis," katanya saat itu. Tapi kini, secara tidak langsung dia sebenanrnya sudah menjadi penulis. Ada namanya di judul buku yang dia tulis. Dia sudah punya mahkota penulis, yaitu buku yang diterbitkan oleh sebuah penerbit resmi.

Buku berwarna hijau kebiruan dengan ilustrasi gambar Nyak Baye bersama siswa-siswinya, itu berisi pengalaman hidupnya, khususnya bagaimana akhirnya dia menjadi guru. Dengan ijazah S1 konsentrasi di bidang ekonomi (dasar) tentu saja tidak mungkin menjadi guru. Itu pandangan umum waktu itu. Namun inilah keistimewaan jalan hidupnya. Dari seorang sarjana ekonomi yang pada awalnya juga bekerja di luar guru, kini dia mantap menjadi guru. Dia menikmati profesi sebagai pendidik itu. Karena itu pula dia menulis memori yang bertema suka-duka sebagai guru.

Buku setebal 94+ vi halaman, itu terdiri dari 5 (lima) bagian. Bagian I dengan judul 'Bercita-citalah Kita akan Berusaha' berisi kisah penulisnya saat awal memiliki cita-cita. Dengan tiga sub judul di bagian ini dia menjelaskan detail awal dia sekolah dan memiliki harapan-harapan. Bagian II dengan judul 'Suka Duka Bersama Jogya' penulisnya mengisahkan masa-masa dia berada di perantauan untuk menimba ilmu pengetahuan. Dengan tiga sub judul juga di bagian ini pembaca dapat memahami bagaimana dia di Kota Pelajar itu. Tidak lupa penulisnya mengisahkan memori cintanya. Hingga bagian kelima, semuanya memiliki masing-masing tiga sub judul. 

Sebagai sebuah kisah hidup (memori) buku ini menggambarkan kehidupan pribadi penulisnya sejak awal. Tentu saja lebih banyak berkaitan dengan statusnya sebagai seorang guru dengan latar belakang pendidikan yang bukan guru. Di satu sisi mungkin dikatakan menjadi guru itu sulit, namun di sisi lain harapan dan keadaan ternyata bisa mengantarkan seseorang menjadi guru. Tidak mustahil pula perasaan sulit menjelma menjadi mudah atau paling tidak menyenangkan. Itulah inti kisah memori seorang guru yang terekam dalam buku ini.

Jika pembaca catatan ini berminat dan ingin memiliki buku karya Nyak Baye ini, katanya bisa langsung menghubungi penulisnya di nomor HP/ WA 081364749085. Katanya, untuk saling berbagi pengalaman, dia menjual bukunya ini untuk sekadar biaya cetak dan ongkos kirim. Saat ini harga buku Menjadi Guru Bukan (Tak) Mudah, itu hanya Rp 65.000 (enam puluh lima ribu rupiah) belum termasuk ongkos kirimnya.***

20 Jun 2022

Kombes the Best, Mengenang 70 Tahun Pak TeDe

Kombes the Best, Mengenang 70 Tahun Pak TeDe


Catatan M. Rasyid Nur
SEPULUH tahunan lalu. Itu, awal saya ikut menulis di blog keroyokan kompasiana.com yang dikelola dan dikembangkan Kompas Cyber Media. Dari sekian puluh bahkan sekian ratus member (baca: kompasianer), saya mengenal satu nama, Thamrin Dahlan. Foto akunnya yang saya hafal waktu itu adalah foto seorang lelaki tengah tersenyum dengan jacket hitam berlatar belakang beberapa orang lainnya sama-sama duduk di ruang yang sama.

Awalnya nama itu tidak ada yang istimewa bagi saya. Sama seperti nama-nama teman lainnya sesama penulis di blog kompasiana. Saling mengenal nama karena saling membaca tulisan dan memberikan komentar di setiap tulisan. Hanya sampai di situ. Jika ada yang memberi kesan, itulah karena tulisan orang yang bernama Thamrin Dahlan yang selalu saya baca waktu itu. Goresan tangannya enak dibaca. Renyah. Saya menduga dia seorang wartawan. Itu saja. Ternyata bukan. Dia, rupanya seorang purnawirawan polisi dengan pangkat terakhir Komisaris Besar (Kombes).

Belakangan nama itu serasa bertambah akrab karena ternyata tulisan dia dan tulisan saya sama-sama terpilih untuk terbit menjadi buku berjudul Jokowi Bukan untuk Presiden, Kata Warga Net tentang DKI-1 yang diterbitkan oleh PT. Elex Media Komputindo (2013). Antologi itu berisi berbagai tulisan dengan tema tentang Gubernur DKI dengan 42 orang kompasianer terpilih. Kami berada diantara 42 orang itu. Itu kebanggaan tersendiri bagi saya. Setidak-tidaknya pertama kali saya merasakan memiliki buku ber-ISBN tanpa harus mengeluarkan biaya sendiri seperti beberapa buku saya sebelumnya. 
 
Lika-liku pertemanan tanpa pertemuan (bersemuka), itu berjalan sebagaimana adanya. Saya dan Pak Thamrin Dahlan tidak pernah berhubungan secara khusus meskipun kami terus bersama di komunitas kompasiana. Sampai suatu waktu, tiga tahun lalu, saat Pak Thamrin Dahlan yang kini semakin populer dengan panggilan Pak TeDe mendirikan sebuah yayasan. Itulah Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) dengan misi menerbitkan buku dengan mudah. 

Meskipun tujuan awalnya lebih kepada tujuan untuk menerbitkan buku sendiri secara mandiri, kini YPTD menjadi salah satu penerbit umum yang produktif menerbitkan buku. Dalam usia singkatnya yang baru dua tahunan YPTD sudah akan melangkah ke angka 400-an judul buku yang diterbitkan. Salah satu buku saya, Semangat Literasi untuk Berbagi Inspirasi (2021) juga terbit di Penerbit YPTD ini. Kini, YPTD juga sudah resmi menajdi anggota IKAPI, Ikatan Penerbit Indonesia bersama sekian puluh penerbit lainnya. Dia sudah sejajar dengan penerbit-penerbit mayor yang sudah lama hidupnya. 
 
Pak TeDe yang bernama lengkap H. Thamrin Dahlan, SKM MSi dengan pangkat Kombes (Purnawirawan Polisi) saya rasakan sudah menjadi bagian dari keberadaan saya sebagai seorang yang suka literasi. Belyau lahir di Tempino, 7 Juli 1952 dan sudah mengabdi sebagai seorang polisi selama 30 tahun (1980-2010) sebelum malang-melintang di dunia literasi. Jabatan terakhirnya di institusi Polri adalah Direktur Pasca Rehabilitasi BNN. 
 
Pak Haji TeDe yang menikah dengan Ibu Enida Busri pada tahun 1983 dikaruniai empat orang anak, tiga putra dan satu orang putri. Dari anak-anaknya itu dia sudah dikaruniai pula tiga orang cucu. Sangat berbahagianya dia dengan putra-putri dan cucu-cucu yang menemani kesibukannya dalam menggeluti literasi. Karya-karya literasinya berupa buku-buku yang sudah terbit dan beredar di tengah-tengah masyarakat sudah begitu banyak. Pak TeDe sudah menerbitkan buku sebanyak 50 judul dengan 21 judul buku sudah dia hasilkan sebelum lahirnya YPTD. Satu jumlah yang tidak akan mudah dicapai oleh orang tanpa komitmen dan kerja keras di ranah literasi. Layak kita berdecak kagum atas capaian produktivitas ini.

Pak TeDe semakin berkibar namanya setelah mendirikan YPTD dan membuktikan dirinya adalah penggiat literasi nasional yang tidak saja memajukan diri dan keluarga sebagai penggiat literasi, tapi juga sudah menajdi inspirasi bagi siapa saja yang menyukai literasi. Pak TeDe dengan pangkat tiga melati, itu memang pantas diberi predikat The Best untuk aktivitas dan prestasinya di ranah literasi selain pengabdiannya selama hampir sepertiga abad di kepolisian RI. Dengan sudah menulis 50 judul buku dalam usia sepuh seperti itu, sangatlah layak Pak TeDe mendapat tempat terbaik di hati kita sebagai penyuka dan praktisi literasi. 
 
Catatan singkat ini sepenuhnya saya dedikasikan untuk Pak TeDe, sahabat akrab yang justeru sampai tulisan ini dibuat kami belum pernah bersemuka. Tentu saya sangat berharap, dengan usia yang sudah sama-sama tidak muda, ini suatu saat nanti Allah akan pertemukan kami secara langsung. Keakraban yang terjalin melalui media sosial dan pertemuan langsung dalam video call atau zoom tentu saja belum memuaskan hati jika pertemuan yang sesungguhnya belum terjadi. Bahwa kami merasa sudah sering berbicara langsung, tapi itu baru sebatas melalui tulisan dan vedio melalui zoom ketika mengikuti seminar-seminar yang dilaksanakan oleh YPTD, itu benar adanya. Sekali lagi, hasrat ingin bertemu langsung tetaplah ada di hati.

Hal penting lainnya yang harus saya gaungkan di sini adalah bahwa motivasi dan inspirasi yang diberikan oleh Pak TeDe akan terus pula memupuk dan memperkuat motivasi dan inspirasi literasi yang sesungguhnya sudah kita miliki pada diri kita masing-masing. Motivasi, komitmen dan kerja keras yang ditunjukkan oleh Pak TeDe semoga menjadikan motivasi, komitmen dan kerja keras kita juga ikut bertmbah dan eksis. Pak TeDe memang seorang Kombes yang The Best. Selamat memasuki usia ke-70 tahun, Pak TeDe. Teruslah menjadi inspirasi dan motivasi bagi kami, bagi kita semua.***
 
Tanjungbalai Karimun, 20 Juni 2022
M. Rasyid Nur, penyuka, praktisi dan penggiat literasi

15 Jun 2022

Pelepasan JCH Untuk ke Bandara

Pelepasan JCH Untuk ke Bandara


BAGI Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Karimun, acara Pelepasan JCH di halaman rumah kediaman bupati menjelang ke pelabuhan adalah acara yang paling ditunggu. Sekaligus paling berkesan dan akan meninggalkan kesan bagi yang akan pergi dan yang akan tinggal. Inilah seremoni pelepasan haji terakhir yang akan dialami JCH sebelum berangkat meninggalkan daerah menuju Bandara.
 
Lazimnya acara pelepasan haji dialami beberapa kali oleh seorang JCH. Mulai dari kenduri yang diadakan sendiri, di rumah sendiri dengan mengundang tetangga dan kerabat lainnya sampai kepada acara pelepasan haji yang diadakan oleh instansi atau lembaga tempat dia mengabdi. Biasanya ada pelepasan oleh Pemerintah Kecamatan untuk para JCH yang ada di dalam satu kecamatan. Dilaksanakan oleh camat. 
 
Jika dia seorang pegawai instansi tertentu seperti guru atau pegawai kantor, misalnya maka instansi atau kantornya akan mengadakan juga seremoni yang sama. Dia akan menjadi orang penting di dalamnya. Lalu sampailah kepada acara yang sama yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten. Pelaksananya adalah bupati melalui Bagian Kesra Setda kabupaten. Pesertanya adalah semua JCH dalam satu kabupaten. 

Di Kabupaten Karimun sudah ada tradisi atau budaya pelepasan haji oleh bupati atau oleh Pemda Kabupaten setiap tahunnya. Sekurang-kurangnya ada dua kali kegiatan. Pertama pada malam akan berangkat ke Batam untuk menuju Bandara Hang Nadim dan pelepasan kedua kedua keesokan harinya beberapa saat menjelang akan turun ke pelabuhan untuk menuju Batam itu.
 
Tahun 2022 atau musim haji 1443, ini Pemda Kabupaten Karimun melaksanakan pelepasan haji malam menjelang berangkat. Tepatnya dilaksanakan pada hari Senin (13/06/2022) malam di rumah dinas kediaman bupati. Acara malam kemarin itu diberi label Malam Silaturrahim dan Pelepasan JCH Kabupaten Karimun yang diisi dengan pidato dari perwakilan peserta serta pengarahan dari bupati. Lalu ada doa dan zikir yang dipandu oleh seorang imam masjid kabupaten. Acaranya sendiri berdurasi sejak magrib (dengan solat berjamaah di rumah dinas bupati) hingga menjelang isya. Lalu solat berjamaah lagi. Selepas isya adalah acara makan malam bersama dan beberapa acara tambahan lainnya.
 
Sebelum acara pelepasan tingkat Pemda Kabupaten, ini sesungguhnya juga da acara pelepasan yang sama yang diadakan oleh PD IPHI yang disejalankan pula dengan acara Halal Bihalal anggota IPHI Kabupaten Karimun. Hadir juga bupati dan pejabat setingkat kabupaten waktu itu. Dan besoknya (Selasa) pagi di halaman rumah kediaman --pakai tenda-- sekali lagi diadakan acara pelepasan JCH yang merupakan acara terakhir sebelum para JCH masuk kapal untuk berangkat ke Batam.
 
Acara pelepasan pagi ini memang singkat saja. Diawali dengan bacaan ayat-ayat suci, lalu pidato Laporan oleh Kakankemenag selaku pejabat penyelenggara haji. Laporannya berisi tentang jumlah JCH, baik reguler maupun sebagai petugas, tentang pelaksanaan persiapan sebelumberangkat dan informasi lainnya yang perlu diketahui bupati. Pak Zamzuri selaku Kakankemenag memberikan laporan lengkap perihal pelaksanaan persaiapan hingga keberangkatan.

Acara selanjutnya adalah pidato sambutan dan pengarahan bupati yang juga disampaikan secara singkat. Banyak harapan, nasihat dan ajakan disampaikan Bupati, H. Aunur Rafiq. Setelah pidato sambutan dilanjutkan dengan acara tepuk tepung tawar, acara budaya Melayu yang turun-temurun dilakukan. Setiap ada helatan penting maka acara tepuk tepung tawar akan dilaksanakan. Ini lambang harapan dan doa yang disampaikan kepada Tuhan agar keselamatan menyertai setiap langkah dan kegiatan.

Inilah acara terakhir dan selanjutnya para JCH dipersilakan bergerak menuju pelabuhan Tanjungbalai Karimun yang tidak jauh dari Rumah Dinas Kediaman Bupati. Menggunakan KM Mikonatalia semua JCH dan pengantar masuk ke dalam kapal. Dari pelabuhan Tanjungbalai Karimun menuju Pelabuhan Sekupang, Batam. Bermalam satu malam di Asrama Haji, Batam dan keesokan harinya akan menuju Bandara Hang Nadim, Embarkasi Batam. Selamat jalan, JCH Karimun dan JCH dari Kabupaten Bintan, Batam Tanjungpinang yang akan bergabung dalam satu keloter. Semoga lancar dan mudah dalam ibadah.***

31 Mei 2022

Doa Harian Doa Kita

Doa Harian Doa Kita


PEMBACA budiman, semoga Anda, saya dan kita semua dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Swt. Mari berbagi konsep doa yang bisa terus kita baca dan sampaikan kepada-Nya setiap saat atau setiap hari. Harapan kita, semoga doa-doa dan harapan yang kita sampaikan kepada-Nya diijabah-Nya. Dengan itu kita tidak merasa jauh dari-Nya.

Ada banyak doa yang bertebaran di media selain tentu saja terkumpul pada buku-buku doa yang ditulis dan dibuat oleh para ulama, ustaz atau guru-guru kita. Doa-doa berikut ini adalah sebagian dari doa yang boleh jadi sudah senantiasa kita baca di setiap kesempatan dan momen terbaik kita. Boleh jadi juga kita temukan pada media sosial dan media massa lainnya.

Izinkan saya mengulang tulis (jika sudah ditulis) atau mengulang baca (jika sudah dibaca) sebelum-sebelum ini. Sekali lagi, kita berharap semoga Allah mengabulkan doa-doa kita.


A'uzubillahi minasysyaithonirrojiim,

Bismillahirrohmaniirrohiim,

Alhamdulillahi robbil alami, asshsholaatu wassalamu ala Sayyidina Muhammadin wa aalihi ajma'in.

Allahumma Ya Allah
Seandainya hari ini masih menjadi bagian hidup kami
Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk segala urusan kami

Allahumma Ya Allah
Seandainya rezeki yang Engkau turunkan masih ada bagian hak kami
Berikanlah kepada kami dalam jumlah cukup, berkah, dan halalan thayyiban.

Allahumma Ya Allah
Seandainya keluarga, saudara-saudara, sahabat-sahabat masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami
Jadikanlah mereka sebagai warna-warni keindahan, penuh kasih sayang, rukun dan damai di antara kami.
Jika kami dalam keadaan sakit, angkatlah penyakit kami dan ganti dengan kesehatan untuk kami. 

Allahumma Ya Allah
Seandainya usia ini masih Engkau berikan kepada kami
Berikanlah sisa usia yang penuh manfaat dan barokah kepada kami dan kepada orang-orang lainnya.

Allahumma Ya Allah
Kami menyadari betapa besar dan luasnya rahmat dan nikmat-Mu untuk kami
Bukalah mata hati kami agar kami menjadi hamba-Mu yang selalu bersyukur atas anugerah rahmat dan nikmat serta curahan kasih sayang-Mu
Jadikanlah kami menjadi orang yang sabar dan ikhlas menerima takdir-Mu

Allahumma Ya Allah
Kami menyadari betapa pentingnya hubungan baik sesama kami
Jagalah silaturahim kami dan jauhkan kami dari segala fitnah atas diri kami
Jauhkan bencana dan malapetaka atas kelalaian kami menjaga silaturrahim di antara kami

Allahumma Ya Allah
Berikanlah ridho-Mu serta limpahkan jua pahala kepada kami atas segala kebaikan yang kami lakukan
Ijabahlah doa kami ini, amin ya robbal alamin.
Walhamdulillahi robbil alamin.***