Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
YDM Laksanakan Pemotongan Hewan Kurban di Sekolah

YDM Laksanakan Pemotongan Hewan Kurban di Sekolah


TAHUN-tahun sebelumnya, para guru/ karyawan sekolah-sekolah di Yayasan Darul Mukmin (YDM) dan orang tua siswa yang ingin melaksanakan pemotongan hewan kurban bersempena Hari Raya Idul Adha selalu bergabung dengan masyarakat di sekitar sekolah yang melaksanakan pemotongan hewan kurbannya di Masjid Darul Mukminin, Sidorejo, Kecamatan Karimun. Setiap karyawan atau orang tua siswa TK, SD atau SMP IT YDM yang berniat ingin bersedekah dalam bentuk hewan kurban melalui sekolah YDM pihak sekolah akan meneruskan ke panitia kurban Masjid Darul Mukminin yang kebetulan satu lokasi dengan lokasi sekolah.

Tahun 2021 (1442) ini YDM melaksanakan pemotongan hewan kurban terpisah dengan panitia kurban masjid. Ketua panitia kurban yayasan, Khatib Mustafa menjelaskan bahwa kebijakan ini dilaksanakan dalam rangka memberi kesempatan lebih leluasa kepada pihak sekolah dalam distribusi daging kurban. "Tahun ini kita coba pemerataan pembagiannya. Diusahakan semua guru atau karyawan merasakannya. Biasanya nama-nama guru atau karyawan yang kita ajukan ke panitia kurban masjid jumlahnya terbatas, mengingat ada banyak masyarakat di lingkungan masjid yang juga akan diberi daging." Demikian Pak Khatib menjelaskan.

Sejak dua bulan menjelang bulan Zulhijjah, manajemen yayasan atas izin dan arahan Pembina Yayasan menyampaikan gagasan pemotongan hewan kurban di intern yayasan. Diharapkan para karyawan dan orang tua siswa di lingkungan sekolah-sekolah YDM mendaftarkan dirinya untuk memberikan infak/ sadaqah untuk membeli hewan kurban. Hingga menjelang pelaksanaan pemotongan hewan, terkumpul uang atau hewan kurban sebanyak 4 (empat) ekor kambing dan satu ekor lembu. Hewan kurban inilah yang dipotong di YDM pada hari Kamis (22/07/2021 bersamaan 12 Zulhijjah 1442) pagi ini. 

Pagi-pagi para karyawan dan orang tua yang ikut berkurban sudah hadir di lingkungan sekolah. Sesuai pengumuman panitia, pukul 08.00 WIB prosesi pemotongan hewan akan dilaksanakan. Pemotongan sendiri dilaksanakan oleh orang tua salah seorang karyawan yayasan. Sementara untuk proses menguliti dan memotong daging serta tulangnya juga dilaksanakan oleh para karyawan di lingkungan YDM. Kata salah seorang karyawan yang ikut menjadi panitia, " Kurban ini dari kita, oleh kita dan untuk kita." Jadi boleh dikatakan sepenuhnya dikelola dan dilaksanakan oleh para karyawan YDM, baik guru maupun pegawai lainnya.

Informasi dari Ketua Panitia Kurban 1442, Pak Khatib, kegiatan seperti ini direncanakan akan dilaksanakan kembali pada Idul Adha berikutnya. Katanya, dengan pemotongan hewan kurban di Idul Adha ini setidak-tidaknya rasa kebersamaan dan persatuan di kalangan karyawan dapat juga semakin diperkuat. Bagi yang kebetulan mempunyai rezeki dan mampu bersedekah, alangkah baiknya kegiatan ini terus bisa dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya. Kalau perlu dengan cara menabung sejak awal tahun hingga 12 bulan ke depan menjelang datangnya Idul Adha. Bermodal Rp 200-300-an ribu setiap bulan insyaallah setiap guru bisa berkurban lembu atau kambing nantinya. Begitu dia mengajak semua guru dan karyawan untuk bersedekah hewan kurban di lingkungan sendiri.***  
Bukan Libur, Tapi Dirumahkan

Bukan Libur, Tapi Dirumahkan


TANAIKARIMUN.COM - SUDAH semua daerah merumahkan peserta didik di Tanah Air kita sejak dimulai oleh beberapa daerah saja di awal mula mewabahnya virus corona alias covid-19. Anak-anak tidak lagi ke sekolah untuk belajar seperti biasa. Belajarnya di rumah. Masih ada juga yang bertanya atau salah memahami: sekolah libur.

Corona adalah puncanya. Keputusan untuk meminimalisir bahkan memutus potensi terpapar virus corona (covid 19) itu di kalangan siswa, itulah pokok pikirannya. Dengan tidak ke sekolah seperti biasa, sudah pasti setiap anak-anak tidak lagi akan saling bersama, saling berdekatan sebagaimana biasanya. Maka harapannya virus itu tidak berpindah dari satu orang ke orang lainnya.

Namun masih ada kesalahan pemahaman terhadap tidak ke sekolahnya para siswa yang disebabkan oleh persoalan corona ini. Yang beredar di --sebagian-- masyarakat adalah libur sekolah. Anak-anak atau guru libur karena adanya virus corona. Itulah yang dipahami oleh sebagian besar masyarakat. Benarkah libur?
Seharusnya tentu tidak memakai istilah libur. Karena makna libur adalah tidak bekerja atau tidak sekolah. Benarkah tidak sekolah yang ditegaskan dalam keputusan liburnya anak-anak itu adalah karena semata tidak sekolah, tidak belajar atau tidak ada aktivitas pembelajaran? Persepsi inilah yang mesti diluruskan. Sekali lagi, bukanlah libur atau tidak sekolah. Hanya tidak ke sekolah.

Sesungguhnya bukanlah tak sekolah. Bukan juga libur sekolah. Edaran dan arahan Pemerintah sama sekali bukanlah begitu yang diinginkan. Anak-anak tidak harus ke skolah karena khawatir terkena virus corona. Bukan karena saatnya tidak belajar alias istirahat karena selesai ujian, misalnya. Bukan. Anak-anak tidak perlu ke sekolah karena khawatir terkena virus. Tapi anak-anak harus tetap belajar. Artinya belajar di rumah.
Kalau begitu, seharusnya istilah yang dipakai memang bukan 'diliburkan' tapi 'dirumahkan' untuk maskud belajar di rumah saja. Istilah 'DiRumahAja' itulah jargon yang kini sudah semakin familiar setelah setengah bulan dilaksanakan. Secara umum bahkan semua orang sekarang diminta di rumah saja, 'Stay At Home' saja untuk target memutus rantai penularan virus tersebut.

Yang pasti di rumah pun, oleh pihak sekolah anak-anak tetap diarahkan untuk belajar. Tetap dikelola pembelajarannya dengan segala fasilitas yang ada dan mampu dilaksanakan. Belajar sistem daring (dalam jaringan/ online) adalah yang paling mungkin untuk dilaksanakan.***
Pramuka Penggalang Darul Mukmin Sabet Enam Juara Satu

Pramuka Penggalang Darul Mukmin Sabet Enam Juara Satu

TANAIKARIMUN.COM - DALAM rangka kegiatan Lomba Giat Pramuka Penggalang yang dilaksanakan oleh pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Karimun telah dilaksanakan beberapa kegiatan lomba. Cabang-cabang lomba yang dilaksanakan antara lain, Semapore, PBB Tongkat, Memanah, Kompas, Menaksir, Pionering dan Uniform.

Dari salah panitia diperoleh informasi bahwa beberapa sekolah yang ikut dalam lomba ini antara lain dari penggalang SD Negeri 004 Tebing, SD Swasta Maha Bodhi, SD IT Swasta 17 Darul Mukmin, SD Swasta 16 Muhammadiyah dan SD Negeri 13 Karimun. Lomba dilaksanakan di halaman sekolah Yayasan Darul Mukmin.

Dari maksimal 20-an juara yang dimungkinkan untuk diraih, Pramuka Penggalang SD dan SMP Darul Mukmin berhasil menyabet enam Juara Pertama. Keenam juara pertama itu adalah cabang Semapore, PBB Tongkat dan Memanah untuk SMP Putra; dan Memanah untuk SMP Putri. Sementara Penggalang SD IT Darul Mukmin berhasil mendapat Juara Pertama di bidang Memanah dan Kompas.

Tentu saja sekolah lain meraih juara utama untuk cabang-cabang lainnya. Untuk lebih jelas, dapat dilihat pada daftar juara yang dikeluarkan oleh panitia berikut,


Saat Polisi Jadi Guru di TKIT Darul Mukmin : Polisi Sahabat Anak

Saat Polisi Jadi Guru di TKIT Darul Mukmin : Polisi Sahabat Anak

TANAIKARIMUN.COM - HARI Kamis (12/12/2019) pagi ini ada yang istimewa di TKIT 9Taman Kanak-kanak Islam Terpadu) Darul Mukmin Karimun. Istimewa? Ada polisi berseragam Satuan Lalu Lintas. Ada juga guru-guru seperti biasa, tentu. Para polisi itu, masing-masing, Bripka Hambali, Bripka FS Harahap dan Bripka Sabrina Olivia. Mereka dari Satlantas, Polres Karimun. Ada apa, mereka hadir di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu, Darul Mukmin pagi-pagi begini?

Yang membuat kagum lagi, ketiganya asyik berhuha-hihi dan berhura-hiri, mengajar anak-anak TKIT Darul Mukmin sambil bercanda juga dengan anak-anak. Persis seperti guru TK yang tengah melaksanakan kewajibannya sebagai guru. Mereka mengajarkan dan mengenalkan hal-hal yang berhubungan dengan lalu-lintas kepada anak-anak yang hari ini berseragam batik biru. Berbagai model dan gambar lambang lalu-lintas mereka perkenalkan kepada anak-anak. Ada rambu-rambu tanda larang melewati seperti ini ⛔. Ada juga rambu-rambu tanda larangan berhenti atau tanda boleh berhenti.

Kepala TKIT Darul Mukmin, Noor Famayani menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah program Teman Kecil dengan materi mengenal rambu lalu lintas. "Kegiatan ini kita kami namakan 'Polisi Sahabat Anak' yang bertujuan mengenalkan polisi kepada anak-anak sejak dini," katanya. Lebih jauh Ibu Fama mengatakan, "Kegiatan ini  adalah kegiatan menyampaian tentang  pesan-pesan berlalu lintas yang baik dan benar."

Teman Kecil tampak antusias sekali menjawab pertanyaan dari bapak-bapak dan ibu polisi  yang pada hari ini berperan layaknya sebagai guru di TKIT Darul Mukmin. Kegiatan diakhiri dengan berfoto bersama sekaligus pembagian bodybag untuk teman teman kecil yang ada di TKIT Darul Mukmin.***
SD Swasta 017 Darul Mukmin Rebut Juara Pertama dan Pertahankan Piala Bergilir Kadisdik

SD Swasta 017 Darul Mukmin Rebut Juara Pertama dan Pertahankan Piala Bergilir Kadisdik


TANAIKARIMUN.COM - SETELAH berhasil melewati lawan-lawannya di babak semi final, dua club terbaik dalam Turnamen Futsal Darul Mukmin 2019 maju ke final, masing-masing wakil SD Negeri 006 Meral dan wakil dari SD Swasta 017 Darul Mukmin. Di semifinal, SD Negeri 006 menumbangkan perwakilan SD Negeri 003 Tebing dengan skor 7-5. Sementara SD Swasta 017 Darul Mukmin menghempaskan utusan SD Negeri 008 Tebing dengan skor 5-1.

Di partai puncak pertama, Rabu (06/11/19) sore dipertandingkan partai antara SD Negeri 003 Tebing melawan SD Negeri 008 Tebing untuk memperebutkan tempat ke-3-4. SD Negeri 003 Tebing berhasil mengalahkan SD Negeri 008 dengan skor 6-3 dan berhak menempati terbaik ke-3.

Pada partai puncak yang memperebutkan tempat pertama, saling bentrok antara SD Negeri 006 Meral melawan SD Swasta 017 Darul Mukmin yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan SD Swasta 017 Darul Mukmin. Dengan demikian, perwakilan SD Swasta 017 menjadi pemuncak pada Turnamen Futsal Darul Mukmin Tahun 2019 ini.

Sejak fluit pertama ditiup wasit, pertandingan barjalan sengit. Pendukung kedua tim saling memberi semangat. Tim Darul Mukmin membuka skor 1-0 sebelum disamakan oleh SD Negeri 006 Meral, 1-1. Bahkan Darul Mukmin sempat tertinggal, 1-2 di babak kedua sebelum menyamakan menjadi 2-2 dan akhirnya menutup pertandingan dengan skor 3-2. Dan Balqi dari SD Swasta 017 Darul Mukmin berhasil menjadi top score dengan mencetak gol sebanyak 21 gol selama berlangsungnya turnamen.

Dengan kemenangan ini, berarti SD Swasta 017 Darul Mukmin sekaligus mempertahankan piala bergilir yang direbut dua tahun lalu. Dengan demikian SD Swasta 017 Darul Mukmin sudah memenangkan turnamen ini dua kali berturut-turut setelah pada edisi sebelumnya, tahun 2017 juga berhasil memboyong piala bergilir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun.

Menurut catatan, sejak Turnamen Futsal Darul Mukmin digelar pertama kali tahun 2012 lalu, sebanyak empat sekolah telah berhasil merebut piala bergilir ini. Tepatnya, tahun 2012 direbut oleh SD Negeri 007 Karimun, tahun 2013 direbut SD Negeri 004 Tebing serta tahun 2017 direbut oleh SD Swasta 017 Darul Mukmin. Keberhasilan tahun ini adalah untuk kedua kali berturt-turut.

Liga Futsal Pelajar
Dengan semangat turnamen futsal yang sampai tahun ini sudah berlangsung untuk kelima kali, diharapkan ke depan akan ada Liga Pelajar U-11 untuk cabang olahraga futsal di Kabupaten Karimun, khususnya di Pulau Karimun. Seorang guru olahraga, Yudi mengatakan bahwa rencana mengadakan Liga Futsal Pelajar ini sudah dibicarakan di kalangan guru olahraga bersempena pelaksanaan Turnamen Futsal Darul Mukmin 2019 ini.
Diharapkan, turnamen ini akan merupakan titik awal bangkitnya futsal bagi usia muda terutama SD, karena adanya wacana yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Liga Pelajar SD U-11 yang akan digelar di tempat yang sama dengan format liga yang akan dimainkan rutin seminggu sekali. Mohon doa dan dukungan kita bersama agar wacana ini terlaksana sebagaimana yang direncanakan." harap Yudi yang sehari-hari menjadi guru olahraga di SD Swasta 017 Darul Mukmin.***
Dari Turnamen Futsal U-11 Darul Mukmin: Menjaring Bibit Futsal Harusnya Sedari Awal

Dari Turnamen Futsal U-11 Darul Mukmin: Menjaring Bibit Futsal Harusnya Sedari Awal

TANAIKARIMUN.COM - TURNAMEN futsal U-11 Darul Mukmin Tahun 2019 telah dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun yang diwakili oleh Kasi Peserta Didik dan Pendidikan Karakter, Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Tri Raharjo pada hari Jumat (25/10/19) sore. Kadisdik Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim kebetulan ada agenda kegiatan lain pada waktu bersamaan yang tidak dapat diwakilkan sehingga Kadiskdik tidak bisa hadir langsung pada acara pembukaan.

Kepala SD Swasta 017 Darul Mukmin, Alfitriadi, SPd I yang menjadi penanggung jawab Panitia Pelaksana Kegiatan turnamen menjelaskan bahwa turnamen dua tahunan ini sebenarnya adalah Turnamen Futsal Tingkat Kabupaten karena memperebutkan piala bergilir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun. Dikatakannya, turnamen ini dihelat setiap dua tahun sekali di Darul Mukmin dengan memperebutkan piala bergilir tersebut serta hadiah lainnya.

Ketua Panitia pelaksana Turnamen Futsal Darul Mukmin, melalui Seksi Pertandingan, Wahyudi, SPd menjelaskan bahwa turnamen futsal untuk anak-anak usia maksimal 11 tahun ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 2015 yang diprakarsai oleh para guru yang berada di Yayasan Darul Mukmin. Atas prakarsa teman-teman guru di Darul Mukmin bersama beberapa orang guru Olahraga dari sekolah lain kegiatan ini terlaksana dengan mengajukan beberapa proposal bantuan untuk melaksanakan turnamen futsal antar Sekolah Dasar se-Pulau Karimun, waktu itu. Akhirnya kegiatan dapat terlaksana dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten saat itu (Pak Haris Fadillah) memberi satu unit piala untuk diperebutkan. "Inilah pialanya," kata Yudi menjelaskan.

Pada turnamen futsal tahun 2019 ini ada 24 regu dari 23 SD (Negeri dan Swasta) yang berkompetisi dalam pertandingan yang menggunakan sistem setengah kompetisi tahun 2019 ini. Ke-24 regu dibagi menjadi 8 grup yang masing-masing grup berisi tiga regu, regu A s.d. H. Pemenang dari setiap grup dipertemukan dengan pemenang grup lainnya sesuai ketentuan yang sudah disepakati. Pada babak ini akan dilakukan dengan sistem gugur.

Sampai pada babak semi final yang dimainkan pada hari  Senin (04/11/19) bertahan empat regu, masing-masing regu SDN 03 Tebing setelah menyingkirkan SDN 09 Meral 3-0. Regu SDN 06 Meral bertahan setelah mengalahkan regu SDN 11 Karimun, SDN 08 Tabing yang mengalahkan regu SDN 07 Karimun dengan skor 5-2 dan terakhir regu SDS 17 Darul Mukmin (regu 2) yang membenamkan regu SDN 01 Karimun dengan skor telak, 9-3.

Senin sore ini akan saling berhadapan SDN 03 Tebing menghadapi SDN 06 Meral, sementara pada partai lainnya akan saling berebut tempat di final antara SDN 08 Tebing menghadapi SDS 017 Darul Mukmin. Pemenang dari masing-masing partai akan berlaga besok (Selasa, 05/11/19) di tempat yang sama untuk memperebutkan tempat terttinggi, sebagai Juara I.

Satu target yang disasar oleh pelaksanaan Turnamen Futsal Darul Mukmin ini adalah untuk menjaring bibit-bibit pemain futsal sejak dini. Menjaring bibit pemain sebaiknya memang sejak awal. Sejak mereka masih ana-anak. Anak-anak yang berbakat dalam bermain futsal, atau bermain sepakbola, diharapkan muncul dari turnamen dua tahunan ini.

"Jika sejak awal anak-anak berkesempatan bermain si 'kulit bundar' dan dengan latihan  yang baik dan teratur dari guru-guru yang profesional, diharapkan kelak di kemudian hari anak-anak berbakat ini akan menjadi pemain futsal yang baik. Mereka diharapkan kelak tidak hanya bisa membela sekolah dan daerahnya, tapi juga bisa membela Bangsa dan Negaranya. Semoga.***

Coma 2 Menuju Kepuasan Semua dan Bersama

Coma 2 Menuju Kepuasan Semua dan Bersama

TANAIKARIMUN.COM - SEBAGAI kelanjutan Coma (Coaching Manajemen/ Pendampingan Manajemen) pertama (Coma 1) yang diselenggarakan pada medio Juli lalu, mulai hari Rabu (16/10/19) di SD-IT Darul Mukmin kembali diselenggarakan pendampingan dengan titel Coma 2. Tim coaching dari KPI (Kualita Pendidikan Indonesia) Surabaya kembali hadir di SD-IT Darul Mukmin selama tiga hari ke depan untuk kegiatan bertujuan meningkatkan pengelolaan manajemen pendidikan di sekolah ini.

Kepala SD-IT Darul Mukmin, Alfitriadi, SPd I mengatakan bahwa Coma 2 dan Coma 1 adalah kelanjutan coaching bidang lain yang sudah dilaksanakan beberapa kali dalam beberapa bulan sebelumnya. "Tiga hari ini (Rabu-Jumat.pen) akan dilaksanakan coaching bidang manajemen. Sebelumnya juga sudah diselenggarakan, misalnya Coaching Supervisi Pendidikan, Coaching Pengelolaan Pembelajaran dan coaching lainnya," katanya. Dari 12 (dua belas) Standar Pendidikan yang dikembangkan pada sistem Sekolah Islam Terpadu (SIT) keseluruhannya wajib dikelola dan dilaksanakan dengan baik dan benar. "Untuk itu pendampingan (coaching) ini perlu dilaksanakan agar pengelolaan itu berjalan dengan baik."

Diketahui, berbanding 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang diterapkan di sekolah-sekolah Negeri atau swasta non SIT, maka di sekolah sistem SIT ditambahkan empat standar lagi. Itulah ciri Islam Terpadunya. Di situ ada Standar Pendidikan Agama Islam, ada juga Standar Kerjasama sebagai standar tambahan. Keseluruhan standar yang sudah dirumuskan oleh Sekolah Islam Terpadu --Indonesia-- itu wajib dilaksanakan oleh sekolah dalam jaringan SIT dimanapun, termasuk di Darul Mukmin.
Acara Pembukaan Coma 2

Untuk lebih jelasnya, keseluruhan Standar Pendidikan di SIT adalah, 1) Standar Konsep; 2) Standar Kompetensi Lulusan; 3) Standar Isi dan Komptensi; 4)  Standar Pendidikan Agama Islam; 5) Standar Pembinaan Siswa; 6) Standar Proses; 7) Standar Evaluasi dan Penilaian; 8) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; 9) Standar Sarana Prasarana; 10) Standar Pengelolaan; 11) Standar Pembiayaan; dan 12) Standar Kerjasama. Dari 12 standar itu, 8 SNP yang ditetapkan Pemerintah (Kemdikbud) sesuai peraturan tetap dilaksanakan di SIT. Itulah dasar sebagai Standar Mutu Pendidikan di sekolah dengan sistem SIT.

Sementara itu, dengan pendampingan dari KPI, standar manajemen pendidikan yang dipakai adalah dengan menambah satu standar lagi menjadi 13 walaupun urutan dan istilahnya tidak persis sama. Jadi, sekolah-sekolah di bawah binaan KPI akan menerapkan 13 Standar Mutu yang disebut juga dengan Standar Manajemen Mutu Pendidikan. Ke-13 standar itu adalah, 1) Standar Kurikulum; 2) Standar Proses Pembelajaran; 3) Standar Penilaian; 4) Standar Mutu Lulusan; 5) Standar Pengelolaan Sekolah; 6) Standar SDM/ PTK; 7) Standar Sarana Prasarana; 8) Standar Keuangan/ Pembiayaan; 9) Standar Kesiswaan; 10) Standar Budaya Sekolah; 11) Standar Mutu; 12) Standar Humas; dan 13) Standar Supervisi/ Monitoring Manajerial.

Target yang ingin dicapai oleh SD-IT Darul Mukmin pada Coma 1 dan 2 ini adalah memperbaiki, meningkatkan dan menyempurnakan pengelolaan manajemen pendidikan yang diterapkan di Darul Mukmin, khususnya di SD-nya. Dokumennya wajib disempurnakan dan dilengkapkan. Sejak awal tahun 2019, persisnya sekitar Maret-April telah dimulai kegiatan pendampingan oleh KPI di sekolah ini. Pada bulan-bulan yang telah dijadwalkan, tim KPI akan hadir untuk memberikan pendampingan. Dana yang dibutuhkan untuk keperluan kegiatan ini menjadi tanggung jawab yayasan. Sekolah juga dapat mengganggarkan item tertentu melalui dana BOS yang disalurkan Pemerintah.

Pada Coma 2 ini Tim KPI yang diberi amanah untuk pendampingan adalah Ustaz Husaini dan Ustaz Kholid Ahmad. Keduanya berbagi tugas untuk 12 Standar Pendidikan yang sudah ditentukan orangnya sebagai penanggung jawab. Menurut Kepala SD-IT Darul Mukmin, Alfitiadi, para koordinator setiap standar sudah ditentukan. Masing-masing akan bertanggungjawab untuk standar yang diberikan. 

Target yang diharapkan dari pendampingan ini, kelak manajemen pendidikan di Darul Mukmin, yang diawali dari SD-IT Darul Mukmin mempu meraih sertifikat ISO 9001 sebagai standar tertinggi manajemen mutu sebuah lembaga. Kepercayaan dan kepuasan masyarakat atas pelayanan pendidikan di sekolah, itulah akhirnya yang harus diwujudkan bersama. Meskipun tidak akan mudah meraih standar ISO 9001 dalam 2-3 tahun ke depan, namun harus tetap diperjuangkan.

Semoga kelak terwujud dan itu hanyalah bisa oleh semua komponen saling mengisi diantara komponen yang ada. Bagaimanapun, kepuasan semua dan bersama adalah tujuan yang ingin diwujudkan.***


Fahmi, Kelas 9 Sudah Hafal 10 Juz

Fahmi, Kelas 9 Sudah Hafal 10 Juz

TANAIKARIMUN.COM - MASIH anak-anak usianya. Kelahiran Indramayu, 28 Agustus 2005. Artinya baru 14 tahun 1 bulan pada pekan-pekan ini. Prestasinya cukup mengagumkan. Untuk anak laki-laki seumur dia, kebanyakan asyik dengan android dan game online. Fahmi justeru berpacu memburu prestasi di sekolah. Tentu saja sangat membanggakan orang tuanya.

Nama lengkapnya Muhammad Fahmi Hafidz Bahrul'ilmi. Berumur muda belia tapi prestasinya, wah luar biasa. Seumur itu, Fahmi sudah mengantongi beberapa piagam. Sebutlah misalnya, sebagai peserta Polisi Cilik Dermayu (PCD) Drum Corp Cendrawasih pada peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-70 tahun 2015. Juga pernah mendapat piagam dari Kepala Korps Lalu Lintas Polri sebagai Polisi Cilik dalam rangka Kegiatan Penutupan Penyelenggaraan Sepakbola Bhayangkara Cup Tahun 2016, di Jakarta. 

Fahmi juga berhasil menjadi Juara III Lomba Mengetik Cepat Kategori SD/ MI pada Olimpiade Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional "ICT For All" Kemdikbud RI 2016. Baru-baru ini Fahmi juga berhasil menyabet juara III taekwondo Tingkat Kabupaten di Cirebon. Dia pun pernah menjadi juara dalam Lomba Pidato. Sungguh lengkap kejuaraan yang pernah diraih Fahmi.
Itu sebagian prestasi yang layak dibanggakan Fahmi dalam cita-citanya menjadi insan yang kelak berguna dan bermanfaat untuk masyarakat selain untuk kedua orang tuanya. Yang juga sangat membanggakan kedua orang tua serta kita adalah dalam tingkat pendidikan yang tahun ini sudah di kelas 9 (kelas 3 SMP), Fahmi sudah mampu menghafal Kitab Suci Alquran hingga 10 juz. Itu jumlah hafalan yang sangat mengagumkan buat anak yang juga bersekolah dan belajar untuk materi umum.

Anak muda menjelang remaja, putra seorang guru, Muhammad Firman Suwarya, M. Kom, ini tengah menuntut ilmu di Pesantren Tahfizh Quran, SMP Al-Hikmah Cirebon. Anak sulung ini ternyata bercita-cita ingin melanjutkan tahfizhnya ke pesantrent lain agar kelak menjadi hafizh yang mampu menghafal lebih dari yang sekarang.

Pak Firman, ayahanda Fahmi menyatakan rasa syukurnya atas prestasi dan keberhasilan anandanya dalam belajar, terutama untuk bidang agama (alquran). "Alhamdulillah, penguatan dan pembentukan karakter jiwa santri yang sehat, selalu kami tanamkan." Begitu Pak Firman yang pakar IT dan Komunikasi ini menjelaskan kepada penulis.

"Kini ananda Fahmi sudah kelas 9 di Pesantren Tahfid Quran SMP Alhikmah Cirebon dan alhamdulillah sudah menyelesaikan 10 Juz hafalan. Mohon doanya agar bisa menjaga hafalannya  dan bisa mempertanggungjawabkannya," tambah Pak Firman berharap.

Diperoleh juga informasi bahwa ananda Fahmi ingin melanjutkan tahfizhnya ke Pondok Pesantren Gontor atau Tebu Ireng Jawa Timur. Cita-cita mulia yang patut menjadi motivasi bagi anak-anak seusia Fahmi dimanapun berada. Saat ini, pendidikan agama itu sangatlah penting mengingat begitu kuatnya pengaruh kebiasaan buruk yang menerpa anak-anak remaja. "Mohon doanya, semoga Allah memudahkan semuanya." Tulis Pak Firman kepada penulis melalui pesan WA. Sekali lagi, kita patut bangga dengan prestasi Fahmi, khususnya ketekunannya untuk menuntut ilmu di bidang agama, khususnya dalam menghafal alquran.

Ditulis oleh M. Rasyid Nur
Kontribusi Informasi: Muhammad Firman Suwarya, M Kom
Field Trip Teman Kecil TKIT Darul Mukmin: Kenalkan Budidaya Ikan Sejak Dini

Field Trip Teman Kecil TKIT Darul Mukmin: Kenalkan Budidaya Ikan Sejak Dini

TANAIKARIMUN.COM - PADA Rabu (09/10/2019) lalu, teman kecil dari TK-IT Darul Mukmin Karimun mengadakan kunjungan ke Balai Benih Ikan (BBI) Teluk Lekup, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing. Kunjungan yang diberi nama 'Field Trip' Teman Kecil TKIT Darul Mukmin, itu diikuti sebanyak 68 orang Teman Kecil dan didampingi 12 orang guru termasuk Kepala Sekolahnya, Noor Famayani.
Dengan berseragam olahraga biru-biru para teman kecil terlihat memenuhi pinggiran kolam-kolam pembibitan dan kolam induk yang ada di komplek BBI Teluk Lekup untuk menyaksikan dari dekat bagaimana proses pembenihan ikan di situ dilakukan. "Kita mencoba memperkenalkan sejak dini bagimana budidaya ikan dilakukan," jelas Ibu Fama dalam rilisnya di Humas YDM yang dikutip Tanai Karimun.


Kedatangan anak-anak bersama guru dan Kepala TKIT Darul Mukmin ke lokasi pembenihan ikan dimaksudkan untuk sedini mungkin anak-anak kita bisa mengenal bagaimana pembenihan dan pemeliharaan ikan dilakukan. Jika sejak awal-awal mereka sudah memahami dan mereka akan mengingatnya hingga besar nanti, tentu akan berpengaruh kepada cara berpikir dan cara pandang mereka kepada hewan air itu. Sebagai orang yang tinggal di daerah yang lautnya jauh lebih luas dari pada daratannya, potensi hasil laut yang begitu besar perlu menjadi perhatian. Mereka kelak bisa saja menjadi bagian dari pengleolaan hasil laut seperti ikan itu. Begitu antara lain, maksud kegiatan ini.

Bunda Fama juga menjelaskan, ikan merupakan salah satu pangan sumber protein hewani yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Kita merasa perlu memperkenalkan berbagai jenis ikan dan cara budidayanya kepada anak-anak sejak dini, supaya mereka tahu bagaimana proses pemeliharaan ikan mulai dari bibit sampai bisa terhidang di meja makan. Sungguh, harapan yang sangat baik yang terkandung dalam kegiatan ini.

Dijelaskan juga oleh Kepala TK-IT Darul Mukmin, Noor Famayani bahwa  Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) BBI  Dinas Perikanan Kabupaten Karimun, Syaeful Bahri, S.St.Pi, sangat senang  dan antusias sekali menerima tamu-tamu kecil Darul Mukmin. Dia memberikan penjelasan dan pelayanan yang sangat memuaskan kepada tamu kecil pagi itu.

Syaeful Bahri yang turun langsung mendampingi anak-anak berkeliling lokasi BBI menerangkan kepada anak-anak tentang berbagai jenis ikan yang ada di kolam BBI. Selain menunjukkan berbagai contoh jenis ikan hidup yang dikembangkan di BBI tersebut seperti ikan lele albino,  ikan lele, ikan kipas, dan sebagainya, Syaiful juga mengajari anak-anak bagaimana cara menangkap  ikan-ikan yang ada di kolam. Anak-anak tampak begitu senang dan bersemangat mengikuti penjelasan pak Syaeful.

Selain memperkenalkan jenis-jenis ikan yang ada di kolam BBI, Syaeful juga memperlihatkan gambar-gambar ikan dan kura-kura sambil menjelaskan secara bagaimana membudidayakan ikan di kolam. Kepala UPT itu memberikan berbagai penjelasan dengan ringan dan menyenangkan bagi anak-anak kecil itu. Kegiatan Field Trip berakhir dengan kembalinya para tamu kecil ke sekolah.***

'Tarik', bukan 'Dorong': Strategi Mendisiplinkan Peserta Didik oleh Guru

'Tarik', bukan 'Dorong': Strategi Mendisiplinkan Peserta Didik oleh Guru

TANAIKARIMUN.COM - GURU atau pendidik adalah sosok yang akan diguguh dan ditiru oleh murid-murid (peserta didik) bahkan oleh masyarakat. Guru akan selalu menjadi tumpuan harapan penuh dalam mengajar dan mendidik anak-anak secara utuh. Itulah pembuka amanat Pembina Upacara pada Upacara Bendera Senin (08/09/19) Pagi di SMP-IT Darul Mukmin Karimun yang disampaikan oleh Pelaksana Harian (PLH) Yayasan Darul Mukmin Karimun, Drs. H. M. Rasyid Nur, MM.
Serunya Ekskul Panahan di SMPIT Darul Mukmin Karimun

Serunya Ekskul Panahan di SMPIT Darul Mukmin Karimun


Oleh Nurman Anka Saputra, SPd
Kepala SMP-IT Darul Mukmin

SEBAGAI salah satu olagraga yang disunnahkan oleh Rasulullah Saw selain berenang dan berkuda, olahraga panahan memiliki berbagai keutamaan. Olahraga melepaskan anak panah dari busurnya menuju sasaran tertentu ini, ternyata dapat melatih konsentrasi, ketenangan dan keberanian mengambil keputusan untuk meraih kemennagan. Demikian disampaikan oleh coach Saiful Hidayat, guru SMP-IT Darul Mukmin Karimun sebagai pelatih Panahan pada kegiatan Ekstrakurikuler (Ekskul) SMP-IT Darul Mukmin Karimun kepada penulis.
PLH Yayasan Darul Mukmin: Tri Disiplin itu Perlu

PLH Yayasan Darul Mukmin: Tri Disiplin itu Perlu

PADA Tahun Pelajaran (TP) 2019/2020 ini SD-IT Darul Mukmin membuat terobosan baru dalam Upacara Bendera Sekolah. Pada Upacara Bendera dalam rangka HUT RI ke-74 yang lalu, misalnya sekolah ini mengundang salah seorang pensiunan TNI-AD untuk menjadi Pembina Upacara. Dia adalah Pak Suhud yang ketika aktif juga pernah menjadi anggota DPRD Provinsi mewakili TNI (ABRI).
Pemberian Imunisasi di SDIT Darul Mukmin dan Pesan untuk Ayah Bunda

Pemberian Imunisasi di SDIT Darul Mukmin dan Pesan untuk Ayah Bunda


PADA hari Senin (26/08/19) pagi bertempat di SD-IT Darul Mukmin dilaksanakan imunisasi bagi siswa SD-IT Darul Mukmin Karimun. Kegiatan dilaksanakan oleh tiga orang petugas dari Puskesmas Tanjungbalai Karimun. Pelaksanaan imunisasi sendiri dilaksanakan di ruang UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) SD-IT Darul Mukmin. Itulah salah satu program kesehatan untuk anak yang dilaksanakan oleh Puskesmas Tanjungbalai Karimun di sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Karimun.
Belajar Menjadi Saleh/ hah Sedari Kecil: TKIT Darul Mukmin Kunjungi Masjid Baiturrahman

Belajar Menjadi Saleh/ hah Sedari Kecil: TKIT Darul Mukmin Kunjungi Masjid Baiturrahman

Kecil teranja-anja
Sudah besar terbawa-bawa
Saat tua terubah tidak


PERIBAHASA itu kita hafal ketika kita masih kecil. Guru kita menyampaikan dan menyuruh kita menghafalnya pada saat kita masih kecil. Ketika masih ana-anak. Peribahasa itu memang tepatnya untuk diingatkan kepada anak-anak. Bagi kita yang sudah tidak anak-anak lagi, mari mengingatkan kepada yang masih anak-anak.
Buatlah Murid Lebih Hebat Dari Pada Guru

Buatlah Murid Lebih Hebat Dari Pada Guru


DULU, ketika masih di PGA (Pendidikan Guru Agama, setingkat SMA) sekitar tahun 70-an, pernyataan guru saya yang terus teringat oleh saya sampai hari ini adalah 'murid tidak bisa lebih hebat dari pada guru'. Salah seorang guru yang begitu saya kagumi, guru Mata Pelajaran (MP) Menggambar yang juga mengajar MP. Bahasa Indonesia di kelas saya, Pak MN (sengaja saya tulis inisial saja.pen) adalah guru yang pernah mengingatkan saya tentang pernyataan itu.