Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

9 Sep 2022

Berbahagia itu Sederhana, Bukan Disederhanakan

Berbahagia itu Sederhana, Bukan Disederhanakan


BAHWA setiap orang, setiap kita ingin berbahagia, iya. Itu harapan lumrah. Normal. Berbahagia dalam makna memiliki perasaan senang dan tentram adalah dambaan semua orang. Tidak ada orang yang berharap sebaliknya, menderita, misalnya. 

Meskipun semua orang ingin berbahagia, konon tidak semua orang mengatakan kalau dirinya berbahagia. Ada saja yang menyatakan dirinya justeru menderita. Selalu merasakan ada masalah yang menyebabkan dirinya tidak merasa senang. Tidak merasakan tenang dan tentram. 

Membicarakan berbahagia atau sebaliknya mungkin saja sangat relatif bagi sebagian orang. Tidak mudah juga membedakan antara perasaan berbahagia atau sebaliknya. Apakah seseorang itu dinilai berbahagia oleh orang lain atau sebaliknya, tidaklah mudah. Berbahagia bagi seseorang, boleh jadi tidak atau belum berbahagia bagi lainnya.

Seorang ahli ibadah akan menyebut dirinya sudah berbahagia ketika dapat menjalankan dan melaksanakan perintah Ilahi dengan ikhlas dan dilengkapi dengan perasaan bersyukur atas apapun yang diberikan Allah. Begitu juga misalnya memiliki keluarga dan sahabat yang baik dan salih, dapat menghadiri pengajian-pengajian agama, mampu tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan Allah. Itu semuanya dikatakan sebagai kriteria berbahagia dalam kehidupannya.

Bagi pencinta harta dan dunia, boleh jadi berbahagia itu adalah ketika mampu mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya sampai dikatakan sebagai orang kaya. Mampu juga memenuhi segala kebutuhan duniawinya tanpa alangan apapun. Ketika ingin memiliki pakaian, rumah, kendaraan dan lainnya, dia bisa memenuhinya dengan mudah. Ketika ingin keluar negeri atau kemana saja yang diinginkan, juga bisa dengan mudah. Dikatakan pula sebagai orang yang berbahagia.

Begitu banyak yang membicarakan kategori berbahagia, begitu banyak pula yang dikatakan sebagai persyaratan untuk dikatakan berbahagia. Di sisi lain dikatakan oleh para ahli dan orang-orang arif bahwa sesungguhnya berbahagia itu sederhana saja. Dikatakan bahwa tidak ada nikmat dan kebahagiaan yang lebih baik bagi orang yang beriman selain nikmat diberikan kemudahan untuk melakukan ketaatan kepada-Nya. 

Kalau begitu, kriteria berbahagia yang sederhana itu adalah ketika setiap hamba Allah menyadari keberadaan dirinya di sisi Allah dan dengan taat serta ikhlas dalam melaksaakan perintah-perintah Allah. Harta, pangkat, jabatan dan segala yang akan tinggal di dunia ini tidak menjadi alasan untuk menyebut berbahagia atau menderita. 

Karena kebahagian sejati ada dalam hati dan hanya bisa diraih dengan dekat kepada Allah, bukan pada harta, jabatan dan pangkat, maka sejatinya inilah yang harus dijadikan patokan untuk menyebut kita atau siapa saja berbahagia. Berbahagia itu sangat sederhana namun tidak tepat jika disederhanakan. Artinya ketaatan kepada Allah tidak tepat dienteng-entengkan.***

8 Sep 2022

Pergi Umroh Bukan Pergi Wisata, Tidak Boleh Campur-Aduk

Pergi Umroh Bukan Pergi Wisata, Tidak Boleh Campur-Aduk


Catatan M. Rasyid Nur
MEMBACA berita berjudul Pemerintah Arab Saudi Menegaskan Pemegang Visa Turis Tidak Boleh Melaksanakan Haji yang diposting di laman hajinews.id pada Senin (05/09/2022) lalu menyiratkan informasi kalau selama ini para turis yang datang ke Arab Saudi menyempatkan dirinya untuk melaksanakan umroh atau haji. Sebaliknya, bisa juga para jamaah haji atau umroh 'nyambil' pergi berwisata laksanakan turis.

Sebagaimana diberitakan dalam tulisan yang diposting oleh Nenden, itu menjelaskan bahwa  Kerajaan Arab Saudi melarang pemegang visa turis untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah selama musim haji. Penegasan itu disampaikan Kementerian Pariwisata saat mengumumkan amandemen peraturan visa turis beberapa waktu lalu. Mengutip berita itu, "Kebijakan terkait visa turis yang baru diamandemen ini mengharuskan turis untuk mematuhi peraturan dan instruksi keamanan selama mereka tinggal di Kerajaan, termasuk membawa dokumen identitas setiap saat."

Sebagaimana dilansir oleh hajinews dari Saudi Gazette, dikatakan oleh Kementerian Pariwisata, pemegang residensi GCC dapat memasuki Kerajaan dengan visa e-turis dengan syarat, izin residensi atau tinggal tersebut harus berlaku setidaknya selama tiga bulan. Aturan ini juga berlaku untuk kerabat pemegang visa kelas satu yang datang bersamanya dan pekerja rumah tangga yang datang dengan sponsor mereka. Tetap tidak boleh melaksanakan haji dan umroh sesuai ketentuan itu. 

Menteri Pariwisata Saudi, Ahmed Al-Khateeb, dikatakan telah menandatangani perintah menteri. Hal ini akan membuat Arab Saudi lebih mudah diakses, karena aplikasi visa menjadi lebih cepat dan mudah. Namun demikian aturan bahwa visa turis tidak bisa melaksanakan haji adalah ketentuan yang akan mengikat semua orang.

Bagi kita, tulisan itu memberikan pesan bahwa antara berwisata (oleh turis) tidak dapat disambilkan dengan melakaakan haji. Keduanya juga tidak dapat dicampuradukkan. Jika ingin (niat) umrah atau haji, ya lakukanlah umroh atau haji. Jika ingin berwisata (menjadi turis) yang lakukanlah perjalnan wisata saja.***

7 Sep 2022

Masjid Al-Ubudiyah Mengedarkan Kupon Infak untuk Kelanjutan Pembangunan

Masjid Al-Ubudiyah Mengedarkan Kupon Infak untuk Kelanjutan Pembangunan


SELASA (06/09/2022) malam, bertempat di ruang aula --saat ini menjadi ruang solat-- Masjid Al-Ubudiyah, Wonosari, Baran Barat, Kecamatan Meral dilaksanakan kembali rapat khusus dengan agenda evaluasi pembangunan masjid. Agenda utama adalah evaluasi pembangunan masjid sebagai kelanjutan pembangunannya dengan target pembangunan kubah. Ini adalah rapat kedua dilaksanakan setelah sebelumnya sudah dilaksanakan juga dengan agenda yang sama. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Masjid, Drs. H. Supardi.

Pembangunan ulang masjid Al-Ubudiyah sudah dimulai sejak 13 Januari 2019 dengan peletakan batu pertamanya oleh Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim. Masjid baru ini dibangun di tapak yang sama (tapak lama). Masjid lama dibongkar total dan dibangun baru dengan ukuran dan bentuk yang juga baru. Saat ini telah mencapai 70 persen penyelesaian pembangunannya. Dinding semua sisi sudah selesai dipalster. Pemasangan keramik (lantai) juga sudah hampir selesai meskipun atap, khusus kubah di tengah-tengah belum terpasang. 

"Kebetulan ada seorang anggota Dewan Kabupaten, Pak Sulvano memberikan bantuan keramik lantai. Langsung kita pasang," kata Ketua Pembangunan Masjid, Suhartono yang dibenarkan oleh Ketua Pengurus Masjid Al-Ubudiyah, H. Supardi pada saat rapat Selasa malam itu. Kata Pak Supardi, alhamdulillah begitu banyak hamba Allah yang memberikan dana dan bantuannya untuk pembangunan masjid baru ini. Begitu dia menjelaskan kepada peserta rapat. 

Penggalangan dana pembangunan dan pengelolaan masjid dilakukan dengan berbagai cara. Selain infak jamaah melalui kotak infak yang ada di masjid dan beberapa kedai masyarakat Wonosari ada juga penggalangan dana masyarakat melalui sumbangan rutin bulanan. Setiap rumah tangga di setiap RT memberikan sumbangan rutin secara bulanan. Ada petugas di setiap RT untuk mengutip ke rumah-rumah penduduk. Masyarakat memberikan infaknya sesuai kemampuan. Tidak ada patokan. Tidak ada paksaan karena infak itu pada hakikatnya atas keikhlasan masyarakat.

Selain itu bantuan dalam jumlah cukup besar datang dari Pemda dengan mengajukan proposal untuk biaya pembangunan masjid. Sejak disepakati pembangunan masjid baru, pengurus sudah mengajukan dua kali proposal permohonan bantuan pembangunan Masjid Al-Ubudiyah. Pemda Karimun sudah memberikan dana bantuan sebesar Rp 250.000.000 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) untuk pembangunan masjid ini.

Sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Pengurus Masjid, pembangunan masjid diawali dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim yang juga memberikan sumbangan 80 zak semen pada saat itu. Selanjutnya, Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq yang hadir dalam Safari Ramadhan Pemda Kabupaten ke Masjid Al-Ubudiyah juga memberikan bantuan berupa biaya pembangunan tiang. 

Rapat terakhir malam tadi adalah untuk menyepakati rencana penggalangan dana pembangunan masjid dengan mengedarkan kupon kepada masyarakat. Sasarannya tidak hanya masyarakat Wonosari tapi juga direncanakan akan diedarkan ke masyarakat lainnya yang bersedia membeli kupon infak ini. Seperti disampaikan Ketua Pengurus Masjid Al-Ubudiyah, H. Supardi kupon penggalangan dana ini sengaja diluncurkan khusus untuk mempercepat pembangunan masjid, khusus untuk membuat kubah masjid.

Ada tiga jenis kupon yang dapat dipilih masyarakat. Ada kupon berharaga Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah), ada seharga Rp 500.000,' (lima ratus ribu rupiah) ada yang berahrga Rp 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) dan terakhir berharga Rp 100.000 (seratus ribu rupiah). Membayarnya juga boleh dicicil selama satu bulan. Setiap warga Wonosari diharapkan membeli kupon tersebut sebagai bagian ikut berpartisipasi menggalang dana pembangunan masjid, khususnya untuk pembelian kubah tersebut. Masyarakat muslim pada umumnya, dimanapun berada, jika ingin ikut membeli tiket infak ini dapat menghubungi pengurus masjid Al-Ubudiyah HP 082384523055 atau datang langsung ke Masjid Al-Ubudiyah, di Wonosari, Meral.

"Wakil Ketua Pengurus, Pak Iwan sudah berkomunikasi dengan salah satu perusahaan di Pekanbaru untuk mencari orang yang bisa membuat kubah yang agak bagus namun tidak terlalu mahal." Begitu Pak Pardi yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala KUA di Kecamatan Meral menjelaskan dalam rapat. "Harga yang ditawarkan kepada kita kurang-lebih Rp 400 jt," katanya menambahkan. Katanya lagi, sistem pembangunannya, setelah kita punya dana sebagiannya, kita bisa menyepakati dengan menandatangani perjanjian. Lalu tukangnya sudah bisa mulai bekerja. Nanti dalam jumlah tertentu harus kita bayar setelah pembangunan kubahnya berjalan atau selesai.

"Kita juga diberi toleransi untuk melunasi sisa biayanya nanti, meskipun kubahnya sudah selesai," kata Pak Ketua Masjid menjelaskan. Dia berharap, kiranya kupon yang kita edarkan akan dapat mencapai dana yang kita butuhkan. Begitu dia mengulang harapannya kepada semua peserta rapat. Bagaimanapun, sesungguhnya kupon infak ini pada hakikatnya adalah untuk pembelinya sendiri. Semoga saja kelak akan menjadi ticket kita untuk syurga.***

31 Agu 2022

Bekerja Cerdas Bekerja Keras Bekerja Ikhlas

Bekerja Cerdas Bekerja Keras Bekerja Ikhlas


JARGON dengan kalimat Bekerja Cerdas, Bekerja Keras dan Bekerja Ikhlas sudah sering didengungkan oleh banyak pihak. Baik perorangan maupun kelompok. Kalimat ini dipakai seperti ucapan mantera. Seolah dapat menyihir pendengarnya. Sepasang calon Kepala Daerah di satu daerah, misalnya menjadikan jargon ini sebagai penguat visi-misinya. Bahkan sampai terpilih dan melaksanakan tugasnya sebagai Kepala Daerah, jargon ini terus dipergunakan. Baguslah, tentunya.

Sesungguhnya bagi kita jargon yang berisi ajakan untuk bekerja dengan cerdas, bekerja lebih keras penuh semangat dan bekerja dengan sandaran ikhlas, itu sangatlah penting. Jika kombinasi ketiganya dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, sempurnalah strategi kita dalam mengemban amanah kehidupan. Bukankah Tuhan menciptakan kita sepenuhnya untuk mengabdi (beribadah) kepada-Nya? Artinya bekerja, bekerja dan bekerja tanpa menyimpang dari arahan-Nya. Pekerjaan yang dinaungi aturannya. Itulah ibadah.

Ada satu kalimat mutiara yang maknanya disadur dari makna kitab suci berbunyi, 'Tidak ada orang yang aman tanpa iman dan tidak ada orang yang mulia tanpa takwa'. Kalimat itu sekaligus memantik semangat kita untuk beriman dan terus meningkatkannya sekaligus bertakwa kepada-Nya untuk dapat meraih derajat mulia.  Caranya tidak ada yang lain kecuali menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Itu artinya bekerja dengan tujuan beribadah.

Bekerja cerdas, bekerja keras dan bekerja ikhlas dikaitkan dengan perolehan rezeki dari Allah, pada hakikatnya tergantung kepada kepatuhan kita kepada perintah Allah itu sendiri. Mengutip firman-Nya di surah Al-Ankabut ayat 17 yang berbunyi, “Maka carilah rezeki di sisi Allah, kemudian beribadah dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada Allah kamu akan dikembalikan,” serta firmannya di surah Al-Jumuah ayat 10 yang berbunyi, “Maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung,” nyata kedua perintah itu menyuruh hamba-Nya untuk berbuat, bergerak dan bekerja dalam usaha mendapatkan rezeki. Kita tahu sekaligus diingatkan bahwa perbuatan seperti adalah bentuk beribadah kepada-Nya.

Karena perintah untuk bekerja itu datang langsung dari Zat Maha Berkuasa, Allah Swt maka bagi kita (baca: muslim) tidak ada pemahaman lain kecuali harus bekerja dengan penuh semangat, mengikuti ketentuan dan strategi yang jitu serta dilengkapi dengan sikap legowo alias ikhlas dalam usaha kita mencari rezeki. Bersemangat artinya bekerja sepenuh hati. Cerdas artinya mengikuti ketentuan untuk kemudahan dalam bekerja. Terakhir, ikhlas atau menerima hasil apapun dengan baik tanpa harus menyalahkan siapapun.

Tentang pentingnya bekerja dan bekerja penuh semangat, bisa juga memgingat kembali sebuah pesan dari salah sahabat Nabi Muhammad, Abu Bakar yang mengatakan, “Janganlah salah seorang di antara kalian hanya duduk tak mencari rizki seraya berkata Wahai Allah berilah aku rizki. Sedangkan telah kalian ketahui, langit tidak menurunkan hujan emas maupun hujan perak.” Nyata sekali bagaimana seharusnya sikap kita dalam usaha mencari rezeki. Keyakinan bahwa mencari rezeki juga sebuah ibadah mulia maka tidak ada alasan apapun yang dapat menghalangi kita untuk melakukannya. jargon bekerja cerdas, bersamangat dan ikhlas itu adalah cara terbaik untuk mendatangkan semangat kita. Semoga!***

25 Agu 2022

Dialog Agama untuk Perkuat Agama

Dialog Agama untuk Perkuat Agama


BERTEMPAT di Hotel Aston, Tanjungbalai Karimun, Jumat (12/08/2022) pagi itu dilaksanakan satu acara penting, disebut Dialog Agama. Dihadiri oleh para pimpinan Ormas (Organisasi Masyarakat) dan Organisasi Keagamaan serta para tokoh agama menjadi narasumber pada acara itu Bupati Karimun, Kapolres, Kakanwil Kemenag Kepri, Kepala Imigrasi, Ketua MUI Provinsi Kepri dengan moderatornya Ketua MUI Kabupaten Karimun. Dua dari lima nama narasumber itu hanya diwakili karena Kepala atau pimpinan tertingginya tidak bisa hadir, Kanwil Kemenag dan Imigrasi Kabupaten Karimun.

Judul acara yang tertera di spanduk besar yang terpampang di depan Meeting Room Aston Hotel tempat berlangsungnya acara, itu berbunyi, "Dialog dan Silaturahmi Ormas/ Organisasi Keagamaan Beserta Elemen Masyarakat."  Para peserta dialog duduk berkelompok pada kursi-kursi yang melingkari meja bundar di ruang yang sangat luas itu. Sementara para narasumber duduk di atas panggung di depan peserta. Bentuk dialognya diawali dengan pemaparan materi oleh semua narasumber.

Setelah dibuka oleh moderator, tampil pertama menyampaikan materi adalah Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si. Dalam pemaparannya kurang lebih tujuh menit (sesuai ketentuan dari moderator) bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah sudah menyampaikan himbauan kepada salah satu aliran yang selalu menjadi sebab resahnya masyarakat. Dia meminta agar masyarakat saling bantu mengatasi masalah aliran Syiah dan aliran lainnya yang dapat menimbulkan perpecahan diantara masyarakat. Pemerintah ingin daerah kita dan masyarakatnya aman dan tentram sehingga mudah untuk melanjutkan pembangunan.

Giliran kedua tampil Kapolres Karimun, AKBP Toni Pantano yang dalam paparannya kembali menegaskan pentingnya kondusifitas daerah. Maka perlu semua kita menjaga ini. Jangan ada yang membuat resah. Begitu dia menghimbau. Terkait dengan Yayasan Nainawa sebagai markas Syiah untuk melaksanakan kegiatan ritualmya, silakan dilaksanakan secara intern saja. Tidak mendatangkan orang luar, tidak menggunakan pengeras suara yang dapat memancing salah pengertian. Kepada masyarakat Kapolres meminta untuk membantu usaha pemerintah dalam menjaga keamanan. Kata Kapolres, "Kalau kamtib tak kondusif, keluarga kita juga tak aman berkegiatan," ingatnya. 

Pemateri berikutnya adalah Kakanwil Kemenag Kepri yang diwakili oleh salah seorang pejabatnya, Titik Hindun. Bu Titik setelah menyampaikan salam Kakanwil, Kabg TU, Kabid Bimas Islam, dia menyatakan bahwa kegiatan ini adalah usaha menjaga komitmen kondusifitas masyarakat. Selain aliran Syiah juga ada info kalau di Karimun ini juga ada aliran Salafi. Konon aliran sudah mulai meresahkan masyarakat. Perlu dialog ini agar semua pihak dapat berkontribusi menjaga ketenangan bersama. Bu Titik juga menjelaskan bahwa aliran sesat adalah jika faham itu bertentangan dengan syariah serta sudah difatwakan sesat. Untuk hal itu saat ini Kanwil Kemenag juga berkoordinasi dengan Pusat agar mekanisme penyelesaiannya tidak menimbulkan masalah. 

Pemateri berikut adalah Kepala Imigrasi Karimun yang diwakili oleh Sofian Kasim Sani. Dia menjelaskan salah satu fungsi imigrasi adalah pelayanan masyarakat bepergian/ datang dari dan ke luar negeri dalam rangka menjaga kedaulatan negara. Imigrasi bisa menolak seseorang untuk masuk atau keluar dari Negara sesuai ketentuan. Berkaitan dengan informasi akan datangnya orang-orang dari luar negeri ke sini berkaitan perayaan Asyura oleh Syiah pihak imigrasi akan memastikan itu tidak akan diizinkan jika akan menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat. Lalu bagian terakhir memberikan materi adalah Ketua MUI Provnsi Kepri, KH. Bambang Maryono. Kata Kiyai Bambang, bicara masalah agama juga terkait masalah kebangsaan. Insan (manusia) makna hakikatnya adalah aman, damai dan menenangkan. Lebih jauh kiayi menyatakan bahwa agama itu pada intinya adalah untuk menuju keamanan. "Agama dan negara tidak boleh bertolak belakang," pesan Kiyai Bambang.

Setelah semua narasumber menyampaikan materi masing-masing dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Ada beberapa orang yang mengajukan pertanyaan terkait pentingnya dialog agama ini agar kekuatan agama itu menjadikan umat juga semakin kuat. Kuat dalam memeliharan dan menjalankan agama, juga kuat untuk memelihara dan menjaga bangsa dan Negara.***

13 Agu 2022

Kisah Inspiratif: Hidayah di Lift,  Maryam Masuk Islam

Kisah Inspiratif: Hidayah di Lift, Maryam Masuk Islam

Foto Hajinews.id

KISAH ini inspiratif sekali. Seorang wanita yang dikatakan sangat cantik. Orang Amerika. kaya. Seorang milliarder. Perusahaannya besar dengan ribuan pekerja. Singkat cerita dikatakan dia penasaran terhadap seorang lelaki di ruang lift yang tidak melihat dia selama di ruang sempit itu. Padahal dia merasa cantik dan kaya itu tadi.

Tulisan berjudul Merasa Cantik, Milyader Amerika Masuk Islam Karena Tidak Dipandang Orang Islam Di Lift dan dimuat di laman hajinews.id pada Jumat (12/08/2022) oleh Sitha membuat saya ingin mengulang tulis untuk diposting kembali. Sebelumnya saya ikut penasaran karena nama pemuda itu saya belum terbaca dan nama asli wanita itu juga tidak disebut. Hanya disebut dengan sebutan "Maryam' begitu. Lalu saya coba brousing mencari di artikel lain. Ternyata sama. Tulisan dengan judul yang sama dimuat di banyak laman.

Kita sepakat kalau Allah Swt sudah berkehendak maka tidak ada satupun yang bisa menghentikannya, karena Allah Maha Kuasa atas segalanya. Termasuk dalam hal datangnya hidayah kepada seseorang. Disebutalah yang dialami miliarder cantik Amerika ini, dia menjadi mualaf seusai betemu pemuda Muslim asal Maroko yang sangat menjaga pandangannya. Dikatakan, pemuda itu tidak ingin menatap si cantik yang kaya-raya.

Si wanita yang disebut saja namanya Maryam, itu merasa heran, ada pria yang tidak ingin melihatnya. Apalagi, mereka bertemu di lift, ruangan yang cukup sempit kala itu. Dikisahkan, miliarder cantik Amerika ini memasuki lift di kantor pusat perdagangan dunia. Mulanya ada banyak orang yang berdiri di dalamnya. Namun satu per satu keluar, meninggalkan dirinya dengan seorang pemuda asal Maroko.

Menurut wanita itu, aneh saja, meski tinggal berdua, pemuda Maroko itu tetap menundukkan kepala dan enggan menatapnya. Dan karena merasa penasaran, wanita cantik ini pun menanyakan alasannya secara langsung. “Kenapa kau tidak melihatku? Bukankah aku ini cantik? Lihatlah aku! Aku ini gadis yang cantik.” Kutipan ini persis seperti diposting tulisan di laman hajinews.id dan beberapa laman lainnya.

Pemuda Maroko itu akhirnya menjelaskan bahwa agamanya mengajarkan untuk tidak melihat lawan jenis, karena ditakutkan timbul syahwat. Sang wanita pun penasaran dengan agama pria itu, lalu bertanya kembali mengenai ajaran Islam.

Dikatakan, Maryam merasa takjub dengan kesopanan dan kesantunan sang pemuda. Ia pun meminta pria tersebut menikahinya dan berjanji akan memberikan seluruh harta warisan yang berupa perusahaan besar dengan ribuan pekerja. Tapi tidak disangka, pemuda Maroko itu justru menolak permintaan dan tawaran kekayaannya. Rupanya itu semua demi agama yang dianutnya.

“Tidak, aku tidak menerimanya. Karena kamu bukan orang Islam dan agamaku melarangnya,” ujar pria tersebut.

Tidak gentar, wanita itu menjawab dirinya akan masuk Islam agar pria tersebut menikahinya. Ia pun meminta penjelasan terkait langkah yang harus dilakukan agar bisa masuk Islam. Lalu pemuda Maroko itu meminta si wanita membersihkan diri dan pergi menuju Islamic Center yang berada di Brooklyn, New York, untuk mengucap dua kalimat syahadat. Tanpa pikir panjang, Maryam langsung mengikuti instruksi pemuda tersebut.

Setibanya di sana, gadis tersebut mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah itu juga imam masjid melangsungkan akad nikah si gadis dengan pemuda Maroko yang ditemuinya di lift. Menepati janjinya, seluruh harta sang wanita pun kini diberikan kepada pemuda yang telah menjadi suaminya itu. 

Jika kita penasaran siapa sebenarnya wanita dan pria itu? Sampai tulisan ini saya posting, saya masih mencoba mencari profile keduanya. Kalau kita menemukan, datanya lebih lengkap, maka kisah ini akan semakin menginspirasi hidup kita.***

12 Agu 2022

Berdoa Setelah Salat, Insyaallah Membuat Sehat

Berdoa Setelah Salat, Insyaallah Membuat Sehat


BAHWA setiap selesai salat kita (muslim) berdoa. Itu sudah diketahui. Sudah juga kita pahami bahwa dengan berdoa kita tidak lagi dianggap bersikap angkuh kepada Allah. Kita merendahkan diri di hadapan-Nya. Dengan berdoa artinya kita mengakui, Dialah Maha Penguasa, berkuasa atas segala-galanya. Dialah tempat makhluk minta ijabah doa.

Apakah kita memahami juga bahwa dengan berdoa kita --yang kebetulan sedang diuji sakit-- akan disembuhkan dari sakit yang kita alami? Mengutip catatan Mas Ruhi di laman hajinews.id hari Selasa (09/08/2022) kemarin dalam judul tulisan Doa Setelah Salat Wajib Agar Cepat Sembuh dari Penyakit dijelaskan ada doa-doa yang diharapkan agar kita disembuhkan dari segala macam penyakit.

Meskipun berdoa itu dapat dilakukan kapan dan dimana saja, namun berdoa di waktu khusus yakni setelah salat wajib, itu dianggap sebagai salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa meminta perlindungan kepada-Nya, termasuk perlindungan dari berbagai macam penyakit.

Berikut doa yang sebaiknya dibaca untuk harapan sembuhnya kita dari sakit yang dialami. Doa itu adalah, Bismillaah (Dengan Nama Allah) dibaca tiga kali; A‘udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru (Aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari keburukan apa yang kurasakan dan kukhawatirkan) dibaca 7 kali.
 
Mengutip tulisan yang sama dikatakan bahwa doa ini dijelaskan oleh Imam An Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar An-Nawawiyah, begini, “Diriwayatkan kepada kami dalam Shahih Muslim rahimahullah, dari Utsman bin Abil ‘Ash RA bahwa ia mengadu kepada Rasulullah SAW perihal penyakit yang ia rasakan pada tubuhnya.

Rasulullah Saw lalu mengatakan kepadanya, ‘Letakkan tanganmu pada bagian tubuhmu yang dirasa sakit. Bacalah tiga kali Bismillāh. Lalu bacalah tujuh kali, ‘A‘udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru.’” (HR. Imam Muslim). Insyaallah doa ini bisa menjadi alternatif sebagai terapi untuk diri sendiri saat merasakan nyeri di bagian tertentu.

Dalam riwayat Imam Tirdmidzi itu dikatakan, sahabat Abu Said al-Khudri dan Abu Hurairah mendengar pesan Rasulullah bahwa bacaan zikir atau doa yang apabila dibaca saat sakit, kemudian orang yang sakit itu meninggal, maka ia tidak akan terkena api neraka.

Meskipun semua orang akan mengalami sakit dan meninggal dunia, namun Allah dan Rasulullah memerintahkan kita, umatnya untuk selalu berusaha agar sembuh dan sehat. Dengan keadaan kita yang sehat kita bisa terus beraktifitas, beribadah dan mensyukuri nikmat Allah secara nyata.


Mas Ruhi juga menyitir dan menjelaskan keterangan Ustadz Adi Hidayat (UAH) tentang doa dan zikir lain yang bagus juga dibaca sebagai iktiar menyembuhkan penyakit. Kata UAH, lakukan dzikir Nabi Ayub As. Katanya, dengan mengamalkan dzikir Nabi Ayub, ada beberapa manfaat yang akan diperoleh orang yang sakit, yakni ketengan jiwa dan sembuh dari sakit.

Adapun doa dan zikir Nabi Ayub As itu adalah, Allahumma anni massani yadhdhurru wa anta arhamurrohimin. (Ya Allah penyakit ini sudah menggangguk, melukaiku sedangkan Engkau yang paling sayang kepadaku. Kalu yang paling sayang saja tidak memnyembuhkan Aku, kepada siapa lagi mesti meminta.) Bagaimanapun, tentu saja semua sangat ditentukan oleh Allah Swt dan keikhlasan kita dalam berdoa. Harapan kita, semoga setiap doa yang kita sampaikan, diijabah oleh Allah Swt.***
*Postingan yang sama juga di mrasyidnur.gurusiana.id

31 Jul 2022

Memotong Penyesalan

Memotong Penyesalan


(Materi Khutbah)*

Ada pepatah, 'Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna'. Artinya, kalau ingin menyesal, menyesallah di depan, bukan di belakang (kemudaian) karena penyesalan di belakang tidak akan mendapatkan apa-apa. Justeru menyakitkan.

Penyesalan itu bisa sekarang, di dunia dan bisa juga nanti di yaumil akhir. Kalau penyesalan itu saat kita masih di dunia, dan masih sempat disadari, masih mungkin untuk memperbaiki diri. Tapi jika menyesal itu timbulnya nanti di dalam kubur, di saat pertanggungjawaban di mahkamah Tuhan tentu saja tidak bisa lagi memperbaikinya.

Ternyata kita nanti banyak yang akan menyesal setelah kita kembali (wafat dan dibangkitkan). Ini sesuai pesan Allah dalam Alquran, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (Al Mukminun: 99-100)

Membaca firman Allah itu jelas sekali kalau keinginan kita setelah mati adalah ingin kembali ke dunia walaupun itu hanya sejenak untuk melakukan amal shalih. Besar sekali keinginan untuk kembali ke dunia agar ada kesempatan memperbaiki amalan yang selama hidup dulu disia-siakan. Tapi apakah bisa? Kita menyesal karena dulu tidak ikut perintah-Nya. Apakah ada gunanya?

Tentu saja harapan ini akan sia-sia, karena tidak akan diizinkan untuk kembali . Benar Allah yang mengidupakan dan mematikan kita. Allah bisa menghidupkan kita sebagaimana sekarang sedang hidup dari tadinya tidak ada. Tapi untuk kembali minta dihidupkan setelah kematian, itu tidak akan dikabulkan Allah.

Pernyataan Allah perihal penyesalan yang tidak akan berguna itu juga ada pada Surah Al-Munafiqun ayat 9, 10,11. "Hai orang-orang beriman, janganlah tersebab harta dan anak-anakmu menjadi lalai mengingat Allah. Siapa yang melakukannya maka dia adalah orang yang merugi. Dan infakkanlah sebagian rezeki yang Kami berikan sebelum kami berpulang. Lalu ia berkata, Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menunda kematianku baang sebentar untuk aku berkesempatan bersedekah atau berinfak agar aku dapat menjadi orang yang saleh? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian itu. Sesungguhnya Allah tahu apa yang kamu buat."

Begitulah nantinya kondisi kita ketika sudah mati, jika saat ini tidak terlebih dahulu menyesali. Jadi, mari kita menyesal hari ini agar tidak tertunda penyesalan kita. Dalam kesulitan seperti apapun kita jangan lupa Allah. Jangan lalaikan panggilan dan perintah Allah. Jangan dientengkan tegah dan larangan Allah. Sederhana sesungguhnya permintaan Allah tapi terkadang kita buat susah. Dan kita tidak akan menyesal kelak di yaumil akhir jika mau menyesal sekarang, di dunia. Mari kita potong penyesalan kita menjadi saat ini. Tidak menunggu nanti.***

*Untuk Masjid Al-Hadid, Saipem, 29/07/2022)

29 Jul 2022

(Materi Tausiah) Alquran Sebagai Pedoman Hidup*

(Materi Tausiah) Alquran Sebagai Pedoman Hidup*


Asalamualaikum ww, 

Hadirin, jamaah masjid Agung, pendengar setia, mitra Azam FM dan Radio Pemkab Canggai Putri;

SORE ini kita membicarakan topik "Alquran Sebagai Pedoman Hidup" sebagaimana ditentukan panitia Semarak Ramadhan Msjid Agung Kab. Karimun tahun ini.  

Kitab suci kita ini diturunkan pada bulan Ramadhan (Albaqarah: 185). Tentang kapan persisnya, tanggal berapa, tahun berapa memang terdapat beberapa pendapat. Kebanyakan ulama meyakini diturunkan setelah pertengahan Ramadhan. Kitapun kebanyakan memperingati Nuzul Quran pada 17 Ramadhan. Setelah melewati proses yang panjang, dari alquran yang lebih banyak hafalan dan catatan yang berserakan, akhirnya kini terkumpul menjadi satu Kitab Mulia (114 surah dengan 30 juz).

Alquran adalah pedoman utama umat Islam selain hadits. Sabda Nabi, "Aku tinggalkan kepadamu dua perkara. Kamu sama sekali tidak akan sesat selamanya jika berpegang kepada keduanya. (Itulah) kitab Allah (alquran) dan sunnah rasul-Nya (hadits)." Alquran adalah firman langsung dari Allah. Menurut catatan sejarah, turunnya berangsur sejak wahyu pertama hingga terakhir selama kl 23 tahun (22 tahun, 2 bulan dan 22 hari), sejak usia 40 tahun hingga dia wafat (63 tahun).

Alquran juga adalah mukjizat terbesar Nabi Muhammad sebagai bukti kerasulannya sekaligus kitab terakhir yang diturunkan Allah kepada manusia. Kita mengenal Taurat, Zabur dan Injil baru alquran.

Alquran, sebagaimana banyak ayat menerangkannya, bisa dilihat dari tiga fungsi pokoknya, 1) Sebagai Petunjuk Umat Manusia (Albaqarah: 185/ Al-A'raf: 52); 2) Sebagai Sumber Pokok Ajaran Islam(An-Nisa: 105); 3) Pengajaran Bagi Manusia (Yunus: 57).

Posisi dan Fungsi Alquran  

1) Al-Huda (petunjuk) 1) bagi manusia secara umum untuk beriman dan bertakwa;
2) Alfurqoan (pemisah) antara yang hak dan yang batil;
3) Assyifa (obat) bagi manusia;
4) Al-Mau'izhoh (Nasihat).

Pesan-pesan alquran banyak, misalnya,
1) Disiplin (solat wajib di waktu yang ditentukan/ puasa sesuai waktu);
2) Istiqomah/ konsisten dalam segala hal;
3) Mengajak diri dan orang lain untuk berbuat baik dan meninggalkan keburukan.

Alquran ada 114 surah yang dirangkum kedalam 30 juz. Kita (muslim) yakini ia sebagai firman (pernyataan) Allah yang turun secara berangsur selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari (kl 23 tahun). Diyakini pula turun pertamanya pada 17 Ramadhan saat usia Nabi 40 tahun. Alquran dihormati sebagai satu mukjizat kepada Muhammad sebagai bukti kenabiannya. Kata alquran sendiri disebut sampai 70 kali di dalam alquran.

Intinya Al-Qur'an memberikan petunjuk agar umat manusia dapat terus berjalan di jalan yang lurus. Manusia harus hidup dengan baik dan benar (jalan yang lurus) itu. Al-Qur'an menjelaskan, mana yang salah dan mana yang benar, serta peringatan-peringatan agar terus mempertahankan iman membina takwa semata kepada Allah. 

Fungsi Al-Qur'an lainnya adalah untuk menjelaskan kepribadian manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya yang ada di bumi. Manusia adalah makhluk yang dibekali akal, bisa membedakan baik dan buruk, dan membuatnya berbeda dengan binatang yang sama-sama ciptaan Allah. Alquran juga sebagai kitab penyempurna kitab-kitab yang sebelumnya sudah diturunkan Allah kepada rasul-Nya terdahulu.

Sebelum Al-Qur'an, ada beberapa kitab Allah yang diturunkan kepada para nabi, seperti Injil, Taurat, dan Zabur. Kitab-kitab Allah sebelumnya, ditujukan hanya pada umat pada zaman tersebut saja, berbeda dengan Al-Qur'an yang digunakan sampai akhir zaman. Karena itu alquran juga menjelaskan masalah yang pernah diperselisihkan umat sebelumnya. Terdapat juga cerita-cerita dari masa lalu yang kemudian, berdasarkan kisah umat terdahulu itu manusia sekarang dapat belajar dan memperlajarinya. Sesungguhnya isi kandungan alquran teramat sempurna dan tidak mampu manusia menjelaskan secara sempurna.***

*Disarikan dari berbagai sumber

9 Jul 2022

(Konsep) Idul Adha Ujian dan Hikmah Keikhlasan

(Konsep) Idul Adha Ujian dan Hikmah Keikhlasan


IDUL ADHA UJIAN DAN HIKMAH KEIKHLASAN* 

 

Muslimin-muslimat, jamaah Idul Adha yang dimuliakan Allah.

Alhamdulillah, pertama-tama, marilah bersyukur kepada Allah Swt, yang memberikan rahmat dan nikmat begitu luas kepada kita. Marilah pula kita manfaatkan segala kenikmatan itu untuk mengabdi kepada-Nya sebagai manifestasi ketaatan dan rasa syukur kita kepada-Nya. Melaksanakan ibadah haji dan pemotongan hewan kurban adalah sebagian implementasi ketaatan kita kepada Allah Swt itu.

Selanjutnya, salawat dan salam mari kita doakan untuk Nabi Besar Muhammad Saw, kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya dan para penerus risalahnya yang terus berjuang untuk tegaknya nilai-nilai Islam di muka bumi hingga hari kiamat nanti.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil Hamd, Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Hadirin, Ibadah haji, salat Idul Adha dan kurban tidak bisa dilepaskan dari sejarah kehidupan Nabi Ibrahim AS. Tiga peristiwa penting itu tidak bisa lepas dari prosesi pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, itulah, ibadah haji, salat ‘Id dan penyembelihan hewan kurban yang nanti akan kita laksanakan. 

Ibadah utama dalam Idul Adha adalah pelaksanaan ibadah haji. Tahun ini untuk pertama Pemerintan Indonesia mengirimkan Jamaah Calon Haji (JCH) ke Tanah Suci setelah dua tahun tidak mengirimkannya disebabkan covid-19. Pemerintah Arab Saudi tidak mengizinkan jamaah dari luar Negaranya untuk menjalankan rukun Islam kelima ini selama covid masih mewabah. Hanya warga Arab Saudi dan warga Asing yang berada di Arab Saudi saja yang diperkenankan. Alhamdulillah tahun ini kembali dikirimkan, meskipun setengah dari jumlah kuota normal. Kita tetap sabar untuk keadaan itu. Kata Allah, wasbiruu...innaloha maassobiriin. 

“Dan bersabarlah kalian, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”.

Sesungguhnya tuntunan sabar yang diwajibkan Allah kepada kita akan sempurna ketika kita juga memiliki kerelaan atau keikhlasan menerima cobaan. Setiap orang yang sabar memiliki keuntungan tersendiri. Orang yang sabar pasti memiliki harapan dan tidak akan putus asa karena gagal dalam urusannya. Iman seseorang pun sangat kuat kaitannya dengan kesabaran orang tersebut.

Kesabaran adalah sikap yang paling dibutuhkan dalam menjalankan ibadah haji. Ibadah haji merupakan ukuran ujian kesabaran. Seluruh rangkaian ibadah haji membutuhkan kesabaran, mulai dari menabung uang, saat pendaftaran, masa menunggu keberangkatan, saat berangkat, sampai dengan pelaksanaan dan kembali ke kampung halaman. Tanpa kesabaran, jamaah haji tidak akan mampu melewati rangkaian ibadah yang memerlukan kekuatan mental dan fisik seperti tawaf, sa’i, wukuf, melempar jumrah dan lain-lainnya itu.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil Hamd, Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Itulah hikmah pertama dari keikhlasan dalam kehidupan khususnya dalam melaksanakan ibadah haji. Hikmah kedua dari keikhlasan atau kerelaan yang disebut juga dengan tawakal adalah akan beriringannya tawakal dengan iman. Pada hakikatnya orang tawakkal adalah orang beriman. Tawakal sangat diagungkan bagi seorang mukmin karena merupakan bagian dari hati yang akan membawa kita ke jalan kebahagiaan lahir dan batin, dunia dan akhirat. Firman Allah dalam QS. Ali Imran ayat 159 dinyatakan:

“Apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”

Begitulah ibadah haji yang pada hakikatnya akan menguji sekaligus memupuk sikap ikhlas kita. 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil Hamd, Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Ibadah kedua yang berkaitan dengan Idul Adha adalah pelaksanaan salat ‘Ied seperti yang saat ini kita laksanakan. Salat Id akan mempererat tali silaturrahim diantara kita. Silaturahim harus terjaga, terutama saat kita bersama di solat Id seperti ini. Salat Idul Adha kita kerjakan secara berjamaah yang akan mempertemukan kita di rumah Allah ini. Perintah Allah agar kita tetap menjaga silaturrahim sesama muslim khususnya akan dapat kita lakukan dengan adanya solat Id ini. Sebaik-baik muslim adalah orang yang selalu menjaga hubungan silaturrahim diantara manusia.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil Hamd, Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Ibadah ketiga yang kita lakukan adalah pemotongan hewan qurban. Ibadah qurban bisa menjadi bukti kepekaan sosial masyarakat yang mampu secara ekonomi terhadap yang miskin. Qurban semakin memberikan kesadaran kepada kita, bahwa harta yang kita miliki bukanlah mutlak milik kita semata. Harta dan materi di dunia hanya titipan dari Allah Swt, yang di dalamnya terdapat hak orang lain. Kenikmatan yang kita rasakan tidak akan berkurang sedikitpun ketika harus berbagi dengan orang lain melalui pemberian hewan qurban. Berbagi itulah salah satu bukti kita mensyukuri nikmat Allah yang maha banyak ini. Kita sadar betul bahwa nikmat Allah itu memang begitu banyaknya. Firman Allah,

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Tentu saja pengorbanan harta tidak semata melalui hewan qurban. Ada banyak kesempatan kita untuk membuktikan pengubanan kita. Terkhusus dalam rangka menyelesaikan pembangunan masjid kita yang saat ini masih dalam pembangunan, ini misalnya. Kurban itu bisa berupa uang atau bentuk lain seperti membantu dengan tenaga atau lainnya. Saat ini kita sedang menggesa pembangunan kubahnya, mari kita buktikan keikhlasan kita dalam meneruskan pembangunan ini. Inilah kurban yang juga akan dinilai Allah sebagai bagian rasa syukur kita atas nikmat-nikmat-Nya itu. Kita harus ikhlas untuk ini.

Bayangkan ujian keikhlasan Ibrahim saat diminta Allah memberikan anaknya yang semata wayang. Ibrahim ikhlas memberikannya. Begitu juga Ismail, ikhlas atas permintaan Allah itu. Mari ujian keikhlasan kita buktikan dalam membangunan masjid kita, khususnya menyelesaikan kubah yang belum terpasang.

Sesungguhnya ibadah qurban tidak hanya soal ibadah saja. Berqurban mengandung manfaat ekonomi dan sosial yang besar di sisi Allah. Qurban, bukan hanya perihal ritual yang dikerjakan selama satu hari dalam setahun. Tapi qurban memikirkan bagaimana proses perjalanan kurban itu, sejak mengumpulkan biayanya, membeli hewannya hingga memotong dan membagi-bagikannya kepada yang berhak. Itu semua memerlukan kesabaran dan keikhlasan. Akan loloskah kita dalam ujian keikhlasan ini? Hanya kita yang akan menjawabnya,

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah, sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”

Demikian khutbah ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. Mohon maaf atas segala kekhilafan dan kekurangan serta terima kasih atas segala perhatian.***

Barakallohu lana walakum, manafa’ni waiyyakum bima fihi laallakum tuflihun. Wasalamualaikum ww.

*Untuk Masjid Al-Ubudiyah Wonosari, 10 Juli 2022 (10 Zulhijjah 1443)

30 Jun 2022

Melihat Pelaksanaan Manasik Gladi Posko JCH Karimun (tiga seri)*

Melihat Pelaksanaan Manasik Gladi Posko JCH Karimun (tiga seri)*


Catatan M. Rasyid Nur
1)
SETELAH dua tahun, tahun (1443) inilah kembali Pemerintah Indonesia mengirimkan JCH (Jamaah Calon Haji) ke Tanah Suci. Setiap daerah (provinsi/ kabupaten) mendapatkan jatah sesuai porsi seat yang ditentukan oleh Siskohaj. Sesuai dengan masa tunggu pendaftaran masing-masing calon. Nama-nama yang saat ini ada itulah nama-nama JCH yang akan berangkat sesuai urutuannya.

Para JCH musim haji 1443 (2022) sekarang, ini sesungguhnya adalah peserta yang namanya sudah keluar pada tahun 2020 lalu. Dan karena covid-19 sedang merebak di dunia maka keberangkatan tahun itu ditiadakan. Termasuk peserta tahun berikutnya (2021) juga tidak bisa diberangkatkan karena situasi yang sama. Dua tahun berturut-turut para JCH Indonesia harus tertunda keinginannya disebabkan masalah yang ama. Hingga pada tahun ini, barulah kembali Pemerintah memberangkatkan JCH kita. 
 
Kita ketahui kuota Indonesia tahun pertama pasca 'terhenti karena covid-19' itu hanya setengah dari kuota normal tahun-tahun sebelumnya. Maka porsi di setiap daerah juga setengah dari biasanya. Setiap provinsi, setiap kabupaten atau kota di seluruh Indonesia mendapatkan porsi yang disesuaikan dengan masa pendaftaran JCH bersangkutan. Oleh karena itu tidak akan sama jumlah JCH per daerah karena pendaftaran itu bersifat sentral se-Indonesia.

Pada musim haji tahun 1443 ini Kabupaten Karimun, misalnya mendapatkan porsi seat JCH sebanyak 76 orang, seperti disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, H. Jamzuri dalam satu rapat bersama Pemda Kabupaten Karimun, beberapa waktu lalu. Mereka berasal dari tujuh kecamatan se-Kabupaten Karimun. Hanya dari tujuh kecamatan yang muncul dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun. Kata Pak Jam, "Selain haji reguler (sesuai pendaftaran) juga ada para JCH yang bertugas. Ada petugas dari Negara dan ada pula petugas yang ditetapkan oleh daerah seperti Tim Kesehatan dan petugas lainnya. Mereka akan menunaikan tugas yang diamanahkan sambil menunaikan ibadah haji."

Saat ini pemberangakatan JCH secara nasional sudah dimulai dengan dilepasnya keloter pertama oleh Menteri Agama pada hari Sabtu (04/06/2022) lalu di Jakarta. Setiap daerah (kabupaten/ kota bahkan kecamatan) lazimnya juga akan melaksanakan berbagai kegiatan sebagai persiapan keberangakatan atau acara pelepasan JCH di daerah masing-masing. Bentuknya pelepasan dan doa selamat untuk keberangkatan JCH di tempat masing-masing.*

2)
Selain acara seremoni pelepasan keberangakatan yang biasanya dilaksanakan oleh Pemda (kabuapen/ kecamatan) di Kabupaten Karimun ada satu kegiatan yang merupakan program Pemerintah Daerah melalui PD IPHI (Pengurus Daerah Ikatan Persaudaaraan Haji Indonesia) Kabupaten dalam usaha memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada JCH. Program ini bagian dari manasik haji yang sudah ada. Baik manasik yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA Kecamatan) maupun yang dilaksanakan olek Kantor Kementerian Agama (Kankemenag Kabupaten) Karimun. Kegiatan ini disebut Manasik Gladi Posko JCH. Setiap tahun keberangkatan JCH oleh IPHI Kabupaten Karimun setelah melaksanakan manasik resmi, selalu diadakan kegiatan Manasik Glada Posko ini sebagai manasik terakhirnya. Semacam praktik lapangan pelaksanaan haji bagi seluruh JCH Kabupaten. 

Kegiatan manasik Gladi Posko JCH Kabupaten Karimun adalah satu kegiatan prakatik manasik haji yang dilaksanakan oleh satu panitia bentukan PD IPHI Kabupaten Karimun dan diikuti oleh seluruh JCH se-Kabupaten Karimun. Begitu dijelaskan oleh Ketua PD IPHI Kabupaten Karimun, Pak H. Haris Fadillah. Kegiatannya dipusatkan di Ibu Kota Kabupaten, Karimun. Jika karena lokasi atau tempat tinggal JCH yang jauh dari Ibu Kota Kabupaten karena terpisah oleh pulau-pulau yang jauh maka JCH bersangkutan boleh tidak ikut manasik Gladi Posko. Biasanya semuanya ikut.

Bentuk kegiatannya adalah praktik melaksanakan haji sesuai teori manasik haji yang sudah diajarkan sebelumnya. Intinya, para JCH diajarkan dan dipandu untuk seolah-olah melaksanakan haji yang sebenarnya. Dipraktikkan semua atau sebagian besar kegiatan haji sejak berangkat dari Tanah Air hingga ke Tanah Suci dan mempraktikkan pelaksanaan di semua tempat selama melaksanakan kegiatan haji.

Untuk haji tahun ini, kebetulan JCH Kabupaten Karimun akan berangkat di keloter awal (pertama) yang berarti dari Tanah Air akan langsung ke Madinah untuk melaksanakan kegiatan ibadah --arba'in-- di sana sebelum berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan wukuf, sebagai puncak haji. Seluruh JCH Kabupaten Karimun dipandu untuk seolah-olah melakanakan perjalanan dan praktik haji tamattu' itu. Panitia menyiapkan miniatur Madinah (nabawi), Bier Ali (miqat) hingga Masjid Haram (Mekkah) dengan miniatur ka'bah dan mas'a. Juga ada lokasi Padang Arafah, Muzdalifah dan Mina. Kesemua tempat-tempat yang menjadi rukun dan wajib haji itu dikunjungi atau dipraktikkan dalam kegiatan manasik Gladi Posko ini.

Hari Ahad (05/06/2022) lalu adalah hari manasik Gladi Posko JCH Kabupaten Karimun sesuai jadwal yang sudah ditetapkan PD IPHI Kabupaten Karimun. JCH Kabupaten Karimun sendiri akan berangkat pada 15 Juni nanti ke Madinah melalui embarkasi Batam. Artinya, pada 14 Juni sudah berangkat dari Karimun. Bermalam satu malam di Asrama Haji Batam, keesokannya langsung terbang. Itulah sebabnya pelaksanaan manasik Gladi Posko dibuat tidak terlalu jauh dari tanggal keberangkatan ke Batam.*

3)
Untuk keperluan manasik Gladi Posko, panitia menetapkan beberapa lokasi sebagai miniatur lokasi di Tanah Suci. Rumah Kediaman (Rumah Dinas) Bupati, misalnya ditetapkan sebagai Madinah (Nabawi dan Hotel) tempat para JCH bergerak ke Mekkah setelah dibayangkan para JCH sudah berada di sini selama 8-9 hari. Pagi Ahad itu, setelah seremoni acara pelepasan oleh Wakil Bupati, H. Anwar Hasyim mewakili Bupati yang beralangan, panitia memberikan pengarahan kepada JCH. Pengarahan, itu antara lain menjelaskan para JCH saat ini sudah keluar dari hotel dengan berpakaian ihram setelah sebelumnya di hotel melaksanakan beberapa amalan seperti mandi, solat sunat, memotong kuku, dll. Sebentar lagi akan masuk ke mobil (bus) yang sudah disediakan panitia. Tentu saja akan menuju ke Mekkah dengan mengambil miqatnya di Bir Ali nantinya. 

Lokasi miqat (Bier Ali) sendiri ditetapkan di Masjid Baiturrahman, sebuah masjid setara Masjid Agung yang dikelola oleh Pemda Kabupaten. Masjid ini adalah satu diantara tiga masjid yang dikelola dan dibiayai operasionalnya oleh Pemda Karimun. Dua lainnya adalah Masjid Agung (masjid kabupaten) dan Masjid Hijir Ismail di Pulau Kundur yang juga setara Masjid Agung. Masjid Baiturrahman berjarak kurang lebih satu setengah km dari Rumah Dinas Bupati. Empat buah bus yang akan mengangkut para JCH yang akan bergerak ke sana sudah stanbay di halaman depan rumah kediaman bupati. Setiap satu bus diisi dua regu JCH dengan didampingi oleh dua orang panitia (seolah-olah sebagai petugas haji) yang memberikan arahan dan bimbingan kepada JCH selama dalam perjalanan. Diingatkan untuk membaca niat naik kendaraan hingga mengingatkan ihram yang benar.

Di Masjid Baiturrahman para JCH langsung masuk masjid dan di sini ada nara sumber yang ditentukan untuk memberikan pengarahan dan penjelasan tentang kegiatan-kegiatan apa saja yang harus dan akan dilaksanakan di Bier Ali. Seperti di rumah kediaman (miniatur nabawi/ hotel) ada seorang yang menjadi pemandu (narasumber), maka di Bier Ali (Masjid Baiturrahman) juga ada pengurus IPHI yang diamanahkan menjadi narasumber. Dan di setiap titik (di Arafah, Muzdalifah, Mina, dll) juga ada narasumber yang akan memberikan pengarahan. Mereka semua adalah pengurus PD IPHI yang diberi amanah untuk itu selama Manasik Gladi Posko.

Selesai penjelasan di Masjid Baiturrahman, perjalanan dilanjutkan ke Gedung Balai Pertemuan Haji Kabupeten yang diminiaturkan menjadi Mekkah (Alharam, Ka'bah dan Mas'a). Para JCH diberi bimbingan untuk melaksanakan kegiatan 'umroh wajib' berupa thowaf, sa'i dan tahallul. Tentu saja, ketika bus akan masuk kawasan Balai Pertemuan Haji yang ditetapkan sebagai kawasan Mekkah, maka pada batas tertentu dalam bus para JCH diingatkan untuk membaca doa masuk Mekkah. Lalu ada doa ke Masjid Haram serta doa ketika pertama kali melihat kabah. Semua itu dipraktikkan sebagaimana nanti akan dilaksanakan di Tanah Suci.

Prkatik berikutnya adalah bersiap untuk wukuf. Dari hotel di Mekkah (masih di sekitar Balai Haji) para JCH akan dibawa ke lokasi Padang Arafah menggunakan bus yang sama. Tahun ini panitia menetapkan lokasi Pesantren Mutawally yang tidak terlalu jauh dari Balai Haji sebagai miniatur Padang Arafah. Duduk dalam ruang aula pesantren tersebut, para JCH diberi pengarahan oleh narasumber lainnya. Apa dan bagaimana seharusnya di Arafah, itulah yang diarahkan. Seperti apa Padang Arafah dengan tenda-tendanya, suka-dukanya, semuanya dijelaskan kepada calon haji ini. Dan setelah praktik khutbah dan lainnya, perjalanan diteruskan ke Muzdalifah yang mengambil tempat di halaman Kantor KUA Tebing. Kebetulan di halamannya ada banyak batu kerikil, para JCH diminta memungut batu sejumlah yang sudah ditentukan untuk melontar nantinya di Mina. Pemberi arahan juga mengingatkan bahwa saat di sini para JCH tengah berada di Muzdalifah.

Bagian terakhir dari manasik haji Gladi Posko ini adalah kembali ke Mekkah pasca melontar di Mina. Miniatur Mina juga di Balai Haji yang memang memiliki sarana pendukung seperti ka'bah dan mas'a. Masih ada rukun dan wajib haji yang harus diselesaikan di Masjid Haram dan di sekitarnya, yakni thowaf, sa'i dan lainnya sebagaimana sudah diajarkan pada saat manasik secara teori. Kesemua itu diingatkan dan dipraktikkan pada saat manasik Gladi Posko ini. 

Bagi panitia (pengrus IPHI) yang nota bene sudah melalui semua itu, tentu saja akan terbayang kembali pengalamana yang pernah dilalui waktu itu. Sementara bagi para JCH semoga saja pengalaman melaksanakan Manasik Gladi Posko ini memudahkan mereka untuk mengingat apa yang nanti akan dilakukan di Tanah Suci selama menunaikan ibadah haji.***
*Catatan ini sudah diposting sebelumnya secara bersambung

25 Jun 2022

Rapat Singkat Berkeputusan Berat

Rapat Singkat Berkeputusan Berat


JUMAT (24/06/2022) malam, bakda isya pengurus Masjid Al-Ubudiyah, Wonosari, Meral menghelat rapat. Rapat singkat tapi keputusannya cukup padat dan kuat. Meski terasa berat, peserta rapat sepakat keputusan itu mesti dibuat. Tujuannya agar segera terasa manfaat.

Rapat dibuka oleh Sekretaris Pengurus Masjid Al-Ubudiyah, Pak Abdullah dengan menyebutkan agenda rapat. Lalu dilanjutkan oleh Pak Supardi, Ketua Pengurus Masjid untuk memimpin rapat selanjutnya. Ada dua agenda yang disampaikan, evaluasi pembangunan masjid dan persiapan Idul Adha 1443. "Seperti sudah disampaikan Sekretaris tadi, ada dua agenda kita malam ini. Semoga kita bisa menyepakati," kata Pak Pardi memulai rapat.

Sebelum pembahasan persiapan Idul Adha yang waktunya kurang-lebih dua pekan saja lagi rapat terlebih dahulu membahas pembangunan masjid baru di tapak lama yang saat ini masih terkendala pada kubah. Sebelum kubah terpasang, atau atap sementara maka masjid belum bisa difungsikan meskipun sifatnya sementara. Sejatinya masjid sudah bisa dipakai meskipun belum sempurna selesai. Setelah empat tahun, kini masjid baru itu sudah kelihatan wujudnya. Dinding sekeliling sudah selesai kecuali dicat saja lagi. Lantai sudah disemen meskipun belum bertekel. Harusnya dapat difungsikan kalau saja atapnya selesai.

"Kita sebenarnya sudah bisa menggunakan masjid kita untuk sementara. Tapi atapnya masih bolong di tengah-rengahnya." Begitu kata salah seorang peserta rapat. Peserta rapat setuju kalau pembangunan kubah itu menjadi prioritas ke depan ini. Meskipun biaya kubah diperkirakan cukup besar dengan akan menelan biaya kurang-lebih 300-an juta, namun semua peserta sepakat ini harus dikejarkan. Bagaimanapun caranya. Ketua pengurus juga sangat ingin begitu karena kepengurusannya juga segera akan berakhir.

Ruang kubah itu persis di tengah-tengah masjid dan tentu saja akan kehujanan jamaah jika dipaksakan dipakai dan tepat datangnya hujan. Kubahnya sendiri berukuran lumayan besar. Hampir tiga per empat dari ukuran msjid bagian tengah adalah kubahnya. Tahun lalu, ketika solat Idul Adha dipersiapkan di ruang masjid baru, nyatanya pagi itu turun hujan. Dan sajadah serta tikar yang sudah dibentangkan, harus digulung lagi.

Keputusan berat yang akhirnya diambil oleh rapat malam itu adalah, pengurus akan membuat kupon pembangunan kubah dengan harga per lembar kuponnya senilai Rp 1.000.000 (satu juta rupiah). Kupon ini nanti akan disosialisasikan ke masyarakat Wonosari (RW 07, RT 1,2 dan 3 Kelurahan Baran Barat ) Kecamatan Meral. Diharapkan setiap rumah tangga mengambil minimal satu lembar kupon dan dapat diangsur membayarnya selama empat bulan. Artinya setiap bulan bisa dicicil senilai Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). Dengan jumlah KK di Wonosari sebanyak 600-an, jika 80 persen menyanggupi maka kubah itu dapat segera diwujudkan dalam empat bulan ke depan sejak kesepatakan itu dibuat.

Inilah kesepakatan yang sangat berat. Peserta rapatnya tidak semua penduduk Wonosari. Hanya beberapa orang pengurus dan jamaah plus Ketua RT. Apakah kesepakatan ini akan dapat diterima oleh seluruh warga se-RW 07 Wonosari? Inilah beratnya. Target kupon adalah seluruh warga sementara keputusannya belum dihadiri oleh seluruh warga. Untuk itu akan ada rapat lagi setelah ini. Intinya, pengurus dan peserta rapat malam inis udah sepakat.***


17 Jun 2022

Pesan Surah Ar-Rahman, Agar Tidak Kufur Nikmat

Pesan Surah Ar-Rahman, Agar Tidak Kufur Nikmat


JIKA kita baca surah Ar-Rahman, surah ke-55 dari 114 surah yang ada di dalam alquran, kita akan terenyuh. Kita akan bersyukur dan tidak akan melupakan rahmat dan nikmat yang dianugerahkan Allah kepada kita. Meneruskan pesan tulisan berjudul Hikmah Pagi : 8 Keutamaan Surat Ar Rahman, Pengingat Agar Tidak Kufur Nikmat yang diposting Sitha pada hari Kamis (16/06/2022) kemarin di laman hajinews.id kita diberi 8 (delapan) keutamaan surah Ar-Rahman jika kita membaca dan memahaminya..

Surah yang bermakna 'pengasih-penyayang' itu adalah surah golongan Makkiyah karena diturunkan di kota Mekkah. Ada78 ayat di dalamnya. Dan salah satu ayat yang berbunyi ‘Fabiayyi alaa’i Rabbikuma tukadzdziban yang berarti ‘Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?’ yang diulang-ulang Allah sampai 31 kali menunjukkan betapa Allah mengingatkan bahwa begitu besar dan luasnya rahmat dan nikmat Allah, namun masih ada yang ingkar. Sejatinya nikmat itu hendaklah disyukuri selamanya.

Mengutip dan meneruskan postingan Sitha, itu kedelapan keutamaan surat Ar Rahman, itu adalah,

1. Akan Selalu Memperbanyak Memuji Allah;
Keutamaan surat Ar Rahman yang pertamana adalah dapat membantu umat muslim untuk memperbanyak pujian kepada Allah SWT. Hal ini merujuk pada kata ‘Ar Rahman’ sendiri yang diketahui merupakan Nama Allah yang memiliki arti “Maha Pengasih nikmat dunia dan akhirat”.

Terlebih lagi jika kita membaca surat Ar Rahman sambil berserah diri kepada Allah Swt. Akan ada banyak sekali keutamaan yang bisa kita dapatkan.

2. Sebagai Pengingat bahwa Allah Memiliki Sifat Ar Rahman;
Keutamaan surat Ar Rahman berikutnya adalah untuk mengingatkan kita bahwa Allah SWT memiliki sifat Ar Rahman. Secara garis besar, isi dari surat Ar Rahman adalah segala penjabaran nikmat Allah Swt yang luar biasa melimpah. Hal ini yang akan senantiasa mengingatkan kita bahwa Allah memiliki sifat maha pengasih lagi maha penyayang kepada semua.

3. Pengingat Agar Tidak Kufur Nikmat;
Keutamanaan surat Ar Rahman berikutnya adalah sebagai pengingat agar kita tidak mengkufuri nikmat. Hal ini telah dijelaskan dari ayat Ar Rahman yang menjabarkan tentang banyak nikmat Allah yang telah diberikan. Diantaranya adalah ayat ke 3 yang memiliki arti “telah menciptakan manusia”.

Jika kita membaca surat Ar Rahman dengan sepenuh arti dan memaknai setiap bait kalimatnya, insyaallah kita tidak akan mengkufuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Sebab, bisa hidup ke dunia merupakan salah satu karunia dan nikmat Allah yang luar biasa. Sudah sepatutnya sebagai manusia, kita bersyukur atas segala kelimpahan nikmat yang mungkin tak kita sadari.

4. Sebagai Pengingat untuk Selalu Beribadah;
Keutamaan surat Ar Rahman selanjutnya adalah sebagai pengingat umat manusia agar selalu beribadah kepada Allah Swt. Hal ini merujuk pada kebenaran bahwa pada dasarnya, tak hanya manusia saja yang beribadah kepada Allah.

Kekuasaan milik Allah tak hanya mampu menciptakan yang tampak saja, namun yang tak tampak juga. Seperti misalnya saja kerajaan Jin dan alam semesta yang tidak tampak dari pandangan manusia juga diciptakan oleh Allah.

5. Sebagai Pengingat bahwa Manusia adalah Makhluk Pelupa;
Keutamaan surat Ar Rahman berikutnya adalah dapat menjadi pengingat bahwa sesungguhnya manusia adalah makhluk yang pelupa. Hal ini merujuk pada banyaknya pengulangan pada ayat “fabiayyi aalaa’i robbikuma tukadziban”. Hal ini mungkin diharapkan agar dapat menjadi pengingat bahwa pada dasarnya manusia adalah pelupa.

Kalimat tersebut yang berarti ‘Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?’ merupakan sebuah kalimat tanya yang seolah meminta jawaban agar manusia sadar bahwa sesungguhnya nikmat Allah luar biasa banyaknya hingga mungkin tak disadari oleh manusia selama ini.

6. Dapat Ridho dari Allah atas Segala Nikmat yang Telah Diberikan;
Keutamaan surat Ar Rahman berikutnya adalah bisa mendapatkan ridho dari Allah dari segala nikmat yang telah diberikan. Hal ini merujuk pada tafsir Ats Tsaqolayn, Rasulullah bersabda: “barang siapa membaca surat Ar Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhoi nikmat yang dikaruniakan kepadanya.”. Hadits ini lah yang semakin menguatkan keutamaan surat Ar Rahman.

7. Orang yang Membaca Surah Ar Rahman Seperti Mati Syahid;
Keutamaan surat Ar Rahman selanjutnya mungkin banyak diharapkan oleh kaum muslimin. Sebab, untuk orang-orang yang gemar mengamalkan surat Ar Rahman, maka ketika wafat nanti, wafatnya seperti mati syahid.

Rasulullah pernah bersabda: “Barang siapa membaca Ar Rahman, dan ketika membaca kalimat ‘fabiayyi aala’i robbikuma tukadzibaan’ kemudian jika dia mengucapkan: tidak ada satupun nikmat-Mu dari Tuhanku yang aku dustakan, maka jika membacanya di malam hari kemudian mati, maka matinya seperti mati syahid, jika membacanya di siang hari kemudian ia mati, maka matinya seperti mati syahid.” 

8. Mendapat Syafaat di Hari Kiamat;

Rasulullah bersabda: “Jangan tinggalkan membaca surat Ar Rahman, bangunlah malam bersamanya, surah ini tidak menentramkan hati orang-orang munafik, kamu akan menjumpai Tuhan bersamanya (ArRahman) pada hari kiamat, wujudnya seperti wujud manusia yang paling indah dan baunya paling harum, pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang berdiri dihadapan Allah yang paling dekat dengan-Nya selainnya. Pada saat itu Allah berfirman: soapakah orang di dunia yang sering bangun malam dan tekun membacamu? Dia menjawab: Ya Robbi, Fulan bin Fulan, lalu wajah mereka menjdi putih. Dan ia berkata kepada mereka: berilah syafaat bagi orang-orang yang mencintai kalian. Kemudian ia memberi syafaat sampai yang terakhir dan tidak ada seorang pun yang tertinggal dari orang-orang yang berhak menerima syafaat mereka. Lalau ia berkata kepada mereka: masuklah kalian ke surga, dan tinggallah di dalamnya sebagaimana yang kalian inginkan.”

Hal penting bagi kita adalah bahwa dengan membaca dan memahami Surah Ar-Rahman, itu semoga kita tetap konsisten untuk mensyukuri nikmat. Jangan kita sampau kufur nikmat.***

5 Jun 2022

Mabrur, Sehat, Barokah, Inilah Slogan Haji Kita

Mabrur, Sehat, Barokah, Inilah Slogan Haji Kita


ALHAMDULILLAH, suka cita kita, pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) Indonesia bermula pada hari, Sabtu (04/06/2022) kemarin. Seperti dapat kita baca di banyak media bahwa keloter pertama akan terbang di lima embarkasi, Solo, Jakarta-Pondok Gede, Jakarta-Bekasi, Surabaya dan Padang. Mengutip pernyataan Saiful Mujab (Direktur Layanan Haji Dalam Negeri) seperti dimuat okezone.com (02/06/2022) "Insya Allah kloter pertama akan terbang pada tanggal 4 Juni 2022, yaitu ada lima penerbangan di lima embarkasi yaitu Solo, Jakarta-Pondok Gede, Jakarta-Bekasi, Surabaya, dan Padang."

Pada musim haji 1443 (2022) ini kita ketahui bahwa kuota haji Indonesia berjumlah 100.051 JCH. Angka itu memang hanya setengah dari kuota normal jika kriterianya jumlah penduduk muslim Indonesia. Seperti juga sudah kita baca di banyak informasi bahwa  penentuan kuto itu masih terkait dengan covid-19. Jumlah itu terdiri atas 92.825 kuota haji reguler dan 7.226 kuota haji khusus.

Sebuah situs, hajinews.id hari Sabtu (04/06/2022) dalam berita berjudul Info Haji 2022: Insyallah Pemberangkatan Jemaah Haji Indonesia Dimulai Hari Ini, Persiapan PPIH di Madinah memberitakan bahwa Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas akan melepas pemberangkatan haji Indonesia pertama di Bandara Soekarno-Hatta Sabtu 4 Juni 2022 pukul 06.45. Menurut berita tersebut pemberangkatan haji Indonesia pertama ini berasal dari keloter 01 JKG dari Provinsi DKI Jakarta sebanyak 389 jemaah. JCH keloter 01 ini masuk Asrama Haji Pondok Gede Jakarta pada Jumat 3 Juni 2022 kemarin.

Satu hal yang menjadi perhatian kita adalah JCH asal Jakarta ini masuk ke asrama haji dengan tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun covid sudah hampir hilang. Mereka harus melalui proses pemeriksaan kesehatan. Itu dinyatakan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief. Katanya, jamaah dalam kondisi sehat dan terbebas dari paparan covid-19. Semoga pernyataan ini membuat kita tidak lagi was was. Mereka bisa lancar dalam melaksanakan ibadahnya.

Bekaitan dengan penerapan protokol kesehatan itu maka slogan haji kita pada tahun adalah ‘Mabrur, Sehat, Barokah,’ seperti dikatakan oleh Pak Hilman. Dia mengajak semua kita untuk meneriakkan slogan mabrur, sehat dan barokah, itu untuk doa dan harapan kita kepada para JCH kita. Adalah harapan semua kita, baik para JCH yang berangkat maupun kita yang tidak berangkat untuk sehatnya para JCH kita selain beroleh barokah dan mabrur dari Allah Swt. Haji sebagai sebuah kewajiban adalah satu ibadah yang tidak dapat dilaksanakan begitu saja. Maka kesempatan ini sangatlah besar harapan kita semua agar para haji-hajjah kita nanti adalag haji mabrur yang mendapat barokoh dan senantiasa dalam keadaan sehat, semoga.***


2 Jun 2022

Ini Info Membuat Senang, Salat di Masjid Haram Tak Perlu Bimbang

Ini Info Membuat Senang, Salat di Masjid Haram Tak Perlu Bimbang


BERITA yang dishare oleh situs hajinews.id kemarin, Rabu (01/06/2022) membuat kita senang. Paling tidak bagi para calon haji tahun ini, inilah berita yang membuat bertambah senang setelah senang pertama terpilih untuk berangkat kie Tanah Suci tahun 2022 (1443) ini. Setelah dua musim haji kita (dari Indonesia) tidak pergi haji tersebab covid-19 kini kesempatan itu tiba. Tentu bangga dan senang. 

Dalam tulisan berjudu; Kementerian Haji Arab Saudi: Jamaah Bisa Salat di Masjid Haramain Tanpa Izin yang diposting Mas Ruhi dijelaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan tidak perlu untuk jamaah di Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi (Masjid Haramain) mendapatkan izin dan membuat janji untuk melakukan salat di Masjidil Haram di Makkah. Kita tahu, tadinya kebebasan seperti ini belum ada.

Mengutip hajinews.id kalau keputusan baru ini mengandung arti bahwa jamaah dapat berdoa dan melaksanakan ibadah salat di Masjid Haramain --Mekkah dan Madinah-- serta mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW tanpa perlu mengeluarkan izin apa pun. Inilah yang sangat dinanti-nantikan oleh Jamaah Calon Haji (JCH) yang insyaallah akan berangkat haji pada tahun ini. Info ini membuat hati senang dan salat tidak lagi bimbang. Berbeda dengan haji nanti, kabarnya Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi masih memberlakukan izin bagi yang melakukan umroh dan salat di Al-Rawdah Sharifa.

Sebelumnya diketahui, para jamaah haji dan umrah harus mengatur izin terlebih dahulu apabila hendak melakukan ibadah di Masjid Haramain. Hal itu mengingat adanya peraturan protokol kesehatan covid-19 yang ada untuk memproteksi para jamaah dari penyebaran virus pandemi. Kini, dengan pengumuman terbaru ini tidak perlu lagi ketentuan itu diterapkan. Tentu saja sangat kita harapkan bahwa para JCH kita yang akan berangkat ke sana diberikan kesehatan yang prima oleh Allah Swt sehingga mereka dapat menunaikan ibadah haji dengan baik, aman dan lancar.***

31 Mei 2022

Doa Harian Doa Kita

Doa Harian Doa Kita


PEMBACA budiman, semoga Anda, saya dan kita semua dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Swt. Mari berbagi konsep doa yang bisa terus kita baca dan sampaikan kepada-Nya setiap saat atau setiap hari. Harapan kita, semoga doa-doa dan harapan yang kita sampaikan kepada-Nya diijabah-Nya. Dengan itu kita tidak merasa jauh dari-Nya.

Ada banyak doa yang bertebaran di media selain tentu saja terkumpul pada buku-buku doa yang ditulis dan dibuat oleh para ulama, ustaz atau guru-guru kita. Doa-doa berikut ini adalah sebagian dari doa yang boleh jadi sudah senantiasa kita baca di setiap kesempatan dan momen terbaik kita. Boleh jadi juga kita temukan pada media sosial dan media massa lainnya.

Izinkan saya mengulang tulis (jika sudah ditulis) atau mengulang baca (jika sudah dibaca) sebelum-sebelum ini. Sekali lagi, kita berharap semoga Allah mengabulkan doa-doa kita.


A'uzubillahi minasysyaithonirrojiim,

Bismillahirrohmaniirrohiim,

Alhamdulillahi robbil alami, asshsholaatu wassalamu ala Sayyidina Muhammadin wa aalihi ajma'in.

Allahumma Ya Allah
Seandainya hari ini masih menjadi bagian hidup kami
Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk segala urusan kami

Allahumma Ya Allah
Seandainya rezeki yang Engkau turunkan masih ada bagian hak kami
Berikanlah kepada kami dalam jumlah cukup, berkah, dan halalan thayyiban.

Allahumma Ya Allah
Seandainya keluarga, saudara-saudara, sahabat-sahabat masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami
Jadikanlah mereka sebagai warna-warni keindahan, penuh kasih sayang, rukun dan damai di antara kami.
Jika kami dalam keadaan sakit, angkatlah penyakit kami dan ganti dengan kesehatan untuk kami. 

Allahumma Ya Allah
Seandainya usia ini masih Engkau berikan kepada kami
Berikanlah sisa usia yang penuh manfaat dan barokah kepada kami dan kepada orang-orang lainnya.

Allahumma Ya Allah
Kami menyadari betapa besar dan luasnya rahmat dan nikmat-Mu untuk kami
Bukalah mata hati kami agar kami menjadi hamba-Mu yang selalu bersyukur atas anugerah rahmat dan nikmat serta curahan kasih sayang-Mu
Jadikanlah kami menjadi orang yang sabar dan ikhlas menerima takdir-Mu

Allahumma Ya Allah
Kami menyadari betapa pentingnya hubungan baik sesama kami
Jagalah silaturahim kami dan jauhkan kami dari segala fitnah atas diri kami
Jauhkan bencana dan malapetaka atas kelalaian kami menjaga silaturrahim di antara kami

Allahumma Ya Allah
Berikanlah ridho-Mu serta limpahkan jua pahala kepada kami atas segala kebaikan yang kami lakukan
Ijabahlah doa kami ini, amin ya robbal alamin.
Walhamdulillahi robbil alamin.***

30 Mei 2022

Din Syamsuddin: Rasa Ketakutan Lahirkan Ujaran Kebencian

Din Syamsuddin: Rasa Ketakutan Lahirkan Ujaran Kebencian


UJARAN kebencian menjadi frase yang cukup menakutkan, belakangan. Kelompok kata ini bisa membuat tidak nyaman jika sudah dituduhkan kepada seseorang. Jika kita dicap telah mengucapkan kalimat yang dinilai mengandung 'ujaran kebencian' maka bersiap-siaplah akan berhadapan dengan aparat hukum. Polisi akan mempermasalahkan setelah mendapat laporan. 

Menurut tokoh Islam, seorang ulama, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Din Syamsuddin --seperti dimuat laman hajinews.id hari Kamis (26/05/2022)-- bahwa  ujaran kebencian dapat lahir dari rasa ketakutan. Kata Prof. Din Syamsuddin, "Ujaran kebencian lahir dari rasa ketakutan atau inferioritas terhadap kelompok lain dan hal itu bertentangan dengan ajaran agama mana pun."

Mengutip tulisan itu, “Sejatinya ujaran kebencian, apa pun bentuknya, adalah sikap irasional yang hanya dilakukan oleh orang-orang pengecut yang tidak bertanggung jawab.” Intinya bagi kita dan siapa saja bahwa ujaran kebencian tidak juga tepat kalau hanya dilihat dari ujarannya saja. Latar belakang dan penyebab lahirnya ujaran kebencian adalah hal penting untuk diketahui. Jadi, munculnya ujaran kebencian tidak serta-merta begitu saja. Ada sebab-musbabnya. 

Dalam Islam, sesungguhnya umatnya dianjurkan untuk hanya mengatakan ucapan yang baik-baik saja. Dalam salah satu sabda Nabi, misalnya, "...katakanlah yang baik atau lebih baik diam." Begitu makna sebuah hadits yang sering diingatkan guru-guru atau orang tua-tua kita. Jika tidak bisa berbicara hal-hal baik maka Islam memerintahkan untuk lebih baik diam saja. Artinya ucapan dalam bentuk ujaran kebencian itu tidak akan muncul jika sebelum berbicara kita memikirkan terlebih dahulu, apakah itu baik atau tidak baik.

Satu pernyataan Prof. Din yang perlu pula kita renungkan dan camkan, “Ujaran kebencian yang memenuhi jagat manusia, baik bentuk fobia terhadap sesuatu agama seperti islamofobia maupun labelisasi terhadap sesuatu kelompok adalah sumber malapetaka peradaban.” Sungguh sangat besar dan berat konsekuensi yang ditimbulkan oleh ujaran kebencian. Tidak hanya merusak persahabatan dan pergaulan di antara satu dengan lainnya, bahkan dapat menjadi awal akan hancurnya peradaban manusia. Begitu disampaikan oleh mantan Ketua PP Muhammadiyah itu.

Kita sepakat, jika ujaran kebencian dapat menjadi ancaman terhadap peradaban manusia, artinya sama dengan akan menjadi ancaman dari kemanusiaan itu sendiri. Maka saatnya kita bergandeng bahu untuk melawannya. Tidak semata menjadi pekerjaan polisi atau aparat hukum saja. Semua kita wajib menjagi agar ujara kebencian tidak merajalela di setiap titik kehidupan kita.***