Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

27 Jan 2023

Bagaimana Tata Cara Mandi Rasulullah agar Ada Hikmah Sehat?

Bagaimana Tata Cara Mandi Rasulullah agar Ada Hikmah Sehat?


TERNYATA mandi, selain membersihkan badan, juga bisa untuk mengatasi penat pikiran akibat kesibukan. Kesibukan yang dapat menguras dan membuat penat pikiran ternyata dapat disegarkan dengan mandi. Menyitir tulisan berjudul Tata Cara Mandi Rasulullah SAW, Baik untuk Menjaga Kesehatan di laman hajinews.id hari Jumat (27/01/2023) ini menjelaskan bagaimana Rasulullah mandi dan menjadikan mandi sebagai cara untuk menjaga kesehatan.

Kita meyakini bahwa Rasulullah adalah panutan dan tauladan bagi umat Islam di seluruh dunia. Nabi Muhammad, ini selama hidupnya memberikan contoh mandi yang benar dan menjadikan tubuh belyau menjadi sehat. Rasulullah Saw mengajarkan umat bagaimana adab dan cara mandi yang benar dan itu sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

Dalam tulisan itu, hajinews.id menjelaskan bahwa Habib Luthfi mengunggah akun facebook Kamilah_Irma9, mengatakan bahwa Nabi Muhammad tidak langsung byur mandi, tetapi ada tata cara yang dilakukannya untuk menjaga kesehatan tubuh dalam proses mandi itu. Mengutip tulisan itu, “Rasulullah Saw, kalau mandi kakinya dulu disiram, biar netral. Dia tidak langsung mandi dengan menyiram seluruh tubuhnya. Yang disiramnya pertama adalah kakinya supaya hangatnya ini merata.
Cara ini akan menyebabkan dari ubun – ubun kepala seperti keluar asap atau hangatnya itu keluar secara baik. Setelah itu nabi mengajarkan agar jangan lupa mendahulukan bagian sebalah kanan. Itulah istimewanya,” papar Habib Luthfi sebagaimana dijelaskan melalui akun facebook itu..

Habib Luthfi juga menyampaikan bahwa Rasulullah Saw. ketika masuk ke kamar mandi juga menduhulukan melangkahkan kaki kiri, karena itu tanpa kita sadari ternyata sangat membantu dalam menjaga kesehatan. “Mengapa setiap masuk ke kamar mandi harus kaki kiri terlebih dahulu, karena kaki kiri ternyata berhubungan dengan paru – paru sebelah kanan. Tapi kalau kaki kanan hubungannya ke jantung langsung,” jelas Habib Luthfi seperti terbaca dalam tulisan.

Kita juga diberi kesehatan oleh Allah Swt sekiranya ada bakteri – bakteri, virus dan lain sebaginya yang ada di kamar mandi dan tidak kita ketahui telah ditangkal terlebih dahulu oleh paru – paru sebelah kanan. Dengan kita masuk kamar mandi menggunakan kaki kiri, begitu kaki kanan mengayuh, terhempaslah semuanya yang sebetulnya masuk ke jantung. Kata Habib Luthfi lagi, “Terkadang ada orang mendadak meninggal di kamar mandi, tidak bisa apa – apa, apa sebabnya, boleh kita selidiki itu pertama masuk ke kamar mandi tidak mendahulukan kaki kiri.” 

Itulah megapa pentingnya kita memperhatikan adab ketika mandi dan masuk ke dalam kamar mandi dengan berdoa dan melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu, serta menyiram telapak kaki, kemudian betis, terus naik ke atas agar kesehatan tubuh kita tetap terjaga. Cara mandi begini adalah cara mandi yang diajarkan Nabi untuk dapat mengambil manfaat, bersih sekaligus sehat. Semoga!***


22 Jan 2023

Mau Tahu, Apa Buah dari Amal Kita?

Mau Tahu, Apa Buah dari Amal Kita?


Setiap hari, kebanyakan kita berusaha atau melakukan rutinitas amal, yang kita yakini pasti berbuah pahala yang akan kita petik di akhirat kelak...

Padahal, kita lupa bahwa banyak diantara manusia kelak merasa rugi dan bangkrut, karena amal yang dia kira bisa dipanen di akhirat, rupanya tidak menghasilkan buah apapun selain penyesalan dan kebangkrutan.

Kenapa bisa demikian? Karena amalnya tidak menghasilkan buah selama di dunia yang dinamakan Akhlakul Karimah.

Setiap amal ibadah sesungguhnya bisa diukur tingkat kesuksesan nya, dengan melihat buah akhlak nya. Jika ia sholat nya rutin, puasanya tidak pernah putus, Umroh tiap tahun, sedekahnya keren, tapi jika kualitas akhlaknya masih buruk, mulutnya masih jahat, sering hasut, menghina, hatinya selalu dengki, iri, pemarah, pendendam, dan lain sebagainya, maka ini jelas amalnya tidak tidak memberikan faedah apapun bagi dirinya. 

Saat di dunia saja, amalnya tidak bisa menolong nya dari perilaku buruk, jahat, hasud, dengki, apalagi saat di akhirat.  Di akhirat kelak, kata nabi, inilah yang dinamakan orang orang yang muflis.

Siapa itu orang yang muflis?. Atau bangkrut. Yakni orang yang datang ke Allah dengan segudang pahala sholat, puasa, zakat, haji dan umrah, dan pahala lainnya, namun, banyak orang akan datang meng-klaim kepadanya karena akhlaknya yang buruk, mulutnya yang jahat karena menyakiti mereka, menghina mereka, memfitnah orang , hatinya yang busuk karena sering hasud, dengki, iri, pamer, pingin dipuji-puji dan lain sebagainya, tangan nya yang jahat sering dipakai untuk membunuh makhluknya Allah, menyakiti, mencuri, dan sebagainya.

Meraka semua akan datang minta ganti rugi kepadanya, Hingga habis sama sekali amalnya, dan dosa dosa orang orang yang meng klaim di akhirat kelak akan ditimpakan kepadanya, sehingga dia bangkrut dan dimasukkan ke dalam neraka nya Allah. Nauzubillah min dzalik.

Nah di sini kita perlu merenung....kenapa sholat kita, puasa kita, dan ibadah lainnya belum mampu menghasilkan buah akhlak yang baik, sehingga saat di dunia,kita dihiasi dengan Akhlak yang baik karena Allah? Ini jadi PR besar kita, dalam berusaha memperbaiki kualitas ibadah kita. Jangan bangga, jangan pamer dengan rutinitas ibadah kita, jika belum menghasilkan buah akhlak yang baik. Tapi justru sembunyilah, perbaikilah dengan serius kualitas sholat kita, sehingga kita benar benar mencapai derajat sholat yang berkualitas. Sholat yang bisa berkomunikasi dengan Allah tanpa penghianatan dan perselingkuhan. Sholat yang berbuah akhlak yang baik saat di dunia. Inilah sholat yang akan berbuah nikmat dan kemenangan di akhirat.

Monas Inspire.

10 Jan 2023

Buya Sinambela: Tiga Kelompok Masuk Neraka dari Empat kelompok yang Ada

Buya Sinambela: Tiga Kelompok Masuk Neraka dari Empat kelompok yang Ada

 

PADA pertemuan bulanan IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kabupaten Karimun hari Ahad (08/01/2023) lalu juga dilaksanakan tausiah agama yang disampaikan oleh Buya Abadul Wahab Sinambela, Sebagaimana pada kegiatan-kegiatan sebelumnya, acara Pertemuan Bulanan Haji PD (Pengurus Daerah) IPHI Kabupaten Karimun selain dimaksudkan sebagai ajang silaturrahim antara sesama anggota IPHI juga untuk menambah ilmu dan wawasan keagamaan. Salah satunya dengan mengundang penceramah untuk memberikan tausiah. Dengan begitu tujuan IPHI untuk mewujudkan haji mabrur sepanjang hayat dapat diwujudkan.

Pada pertemuan awal tahun ini Buya Sinambela yang sering memberikan ceramah pada kegiatan IPHI memberikan tausiah dengan tema Keyakinan dalam Bertauhid yang membahas topik qodho dan qodar. "Akidah hendaklah dimulai dari tauhid karena tauhid itulah akidah itu sendiri," jelasnya. Buya memberikan penekanan tentang pentingnya memahami dan menghayati akidah yang benar sesuai ulama ahlussunnah waljamaah.

Kata buya, ada empat kemungkinan keyakinan atau i'tikad manusia berkaitan qodho dan qodar. "Dari empat keyakinan atau i'tikad itu hanya satu yang diterima, tiga lainnya akan masuk neraka," tegasnya. Lalu Sinambela bertanya, apa yang empat itu? Satu, meyakini satu kejadian itu semata-mata hanya kejadian tanpa ada sangkut-pautnya dengan Tuhan. Dia mencotohkan, itiqod kepada api dengan tabiatnya bisa membuat hangus dengan sendirinya; lalu contoh lainnya, pisau mempunyai tabiat membuat luka. Keyakinannya mutlak kekuatan api atau pisau semata. Kata Sinambela, keyakinan seperti ini kategorinya kafir.

Kedua, meyakini ada campur tangan Allah di atas kekuatan api atau pisah. Keykainan ini menganggap api memang bisa menghanguskan dan pisau bisa melukakan tapi Allah yang mengizinkan. Kata buya, sikap seperti ini disebut fasiq yaitu orang yang direndahkan di depan Allah. Sebabnya karena menganggap api membuat hangus dan pisau membuat luka meskipun diyakini pula atas izin Allah kepada pisau atau kepada api itu. 

I'tikad atau keyakinan ketiga adalah meyakini bahwa Allah memberikan kekuatan kepada api untuk buat hangus sehingga api itu mutlak berkekuatan untuk membuat hangus atau terbakar. Keyakinan ketiga ini meyakini bahwa api jika membakar mesti membuat hangus. Begitu pula pisau akan membuat luka karena Allah telah memberinya kekuatan untuk itu. Kata buya, sikap seperti ini juga tidak benar dan termasuk kategori fasiq juga. Artinya akan tetap masuk neraka walaupun kemungkinan dengan keimannya dia akan dimasukkan juga ke syurga.

Keyakinan keempat adalah bahwa setiap kejadian itu semata hanya karena Allah. I''tikad ini meyakini bahwa kekuatan api atau kekuatan pisau yang dicontohkan itu bukanlah karena api atau karena pisaunya. "Api menghanguskan adalah karena kekuatan Allah dan pisau membuat luka juga karena Allah. Api dan pisau sama sekali tidak menghanguskan atau tidak melukakan," jelasnya. Dia mencontohkan ketika Ibarahim dilemaprkan ke dalam api oleh Nambrut, apinya tidak membuat Ibrahim terbakar karena Allah tidak membuat api itu berkekuatan membakar. 

Sikap keempat inilah yang benar dan sesuai dengan konsep tauhid ulama ahlussunnah waljamaah. Inilah yang dikatakan sebagai akidah yang benar, akidatunnajiah. Dan keyakinan terakhir ini pula yang akan diterima dan orangnya akan dimasukkan ke dalam syurga. Segalanya karena Allah, hanya Allah memilih waktu dan tempatnya untuk memberikan kekuatan itu. Jadi, itu semata Allah sendiri, tidak ada unsur lain dalam kekuatan itu. Buya mengingatkan kembali bahwa qodho itu adalah ketentuan sebelum terjadi sedangkan taqdir adalah ketentuan sudah terjadi. Begitulah kita mengimani qodho dan qadar, katanya mengakhiri tausiah.*** (Catatan M. Rasyid Nur)

6 Jan 2023

Ustaz H. Azwardi: Istighfarlah Sebelum dan Sesudah Salat Agar Salatnya Diterima

Ustaz H. Azwardi: Istighfarlah Sebelum dan Sesudah Salat Agar Salatnya Diterima


KAJIAN Islam dalam kegiatan Wirid Malam Jumat di Masjid Al-Ubudiyah, Wonosari, Meral, Kamis (05/01/2023) malam membahas berbagai hal. Salah satu topik yang ditekankan oleh Ustaz H. Azwardi yang menjadi penceramah malam itu adalah tentang penerimaan ibadah oleh Allah. Ada kekhawatiran diterima atau tidaknya ibadah kita sehari-hari, khususnya salat wajib yang rutin dilaksanakan minimal lima kali dalam satu hari-semalam.

Karena salat adalah ibadah utama, ibadah sebagai kewajiban melaksanakan tiang agama, maka kekhawatiran akan diterima atau tidaknya salat oleh Yang Maha Kuasa adalah sesuatu yang wajar. "Kita boleh takut, apakah salat kita ini akan diterima Allah atau tidak?" Demikian ustaz menjelaskan dalam tausiahnya.

Oleh karena itu, dia memberikan pesan, bagaimana agar salat itu diterima Allah. Bagimana? Dia bertanya dan mengutip hadits Nabi. Kata Ustaz Azwardi, salah satu ikhtiar kita agar salat kita diterima adalah dengan beristighfar. "Kita mesti beristighfar sebelum salat minimal tiga kali dan begitu juga setelah salat," katanya.

Orang yang tidak beristighfar sama sekali dalam salatnya, Allah menganggap kita itu adalah orang yang sombong. Tidak mau meminta ampun dan meminta diampuni dosa-dosa. "Itu namanya kita orang sombong," tegasnya dalam ceramah kurang-lebih satu jam itu. Benar ustaz itu saya kira, jika kita sudah sombong di hadapan Allah tentu saja tidak akan ada ampunan dari Allah untuk kita. Pasti pula ibadah (salat) kita tidak akan diterimanya. Nauzubillah!***

9 Des 2022

Pesan Agama, Jadilah Orang Pemaaf

Pesan Agama, Jadilah Orang Pemaaf


MENDAPAT perlakuan tidak menyenangkan akan menimbulkan rasa tidak senang. Ini manusiawi. Setiap kita punya rasa. Karena rasa pula timbul respon rasa yang kurang lebih sama dengan rasa yang diterima. Tidak berlebihan jika orang tidak merasa senang ketika mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan.

Mengutip tulisan berjudul Hikmah Malam: Jadilah Pemaaf yang diposting di laman hajinews.id hari Kamis (08/12/2022) dengan menyitir Al-Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah yang mengatakan, “Yang wajib atas orang yang berakal adalah selalu berlapang dada dan memaafkan ketika datang perbuatan buruk terhadap dirinya dari seluruh dunia, dalam rangka mengharapkan pemaafan dari Allah atas berbagai kejahatan yang telah dia lakukan pada hari-harinya yang telah lalu,” memberikan pesan kepada kita hendaklah menjadi orang pemaaf. 

Konsekuensi menjadi orang pemaaf adalah menjauh dari sifat pendendam. Sifat pendendam wajib ditinggalkan. Artinya sifat dendam tidak boleh ada pada orang yang mempunyai sifat pemaaf. Klier, begitu. 

Sikap dendam adalah sikap yang akan menjauhkan kita dari sifat pemaaf. Inilah hikmah pertama yang akan didapatkan dari sifat tak pendendam, bahwa sifat pemaaf akan selalu bersamanya. Menurut para alim-ulama, orang yang pendendam akan mewariskan kehinaan dari dendam yang dia lakukan. Nauzubillah.

Mengutip makna sebuah hadits,  “Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba dengan sifat pemaaf kecuali bertambah mulia,” nyata bagi kita bahwa dengan sifat pemaaf kita pun akan mendapatkan status mulia di sisi Allah. Mulia atas penilaian manusia saja sudah begitu membanggakan, betapatah lagi mulia yang ditetapkan Allah. Akankah kita menginginkannya? Maka jalannya marilah menjadi orang pemaaf.***

8 Des 2022

Mari Tetap Berdoa untuk Terwaujudnya Rencana Kita Sesuai Rencana-Nya

Mari Tetap Berdoa untuk Terwaujudnya Rencana Kita Sesuai Rencana-Nya

Foto Google

SATU hal ini kita tahu pasti. Setiap orang, setiap kita atau siapa saja ada rencana. Ada yang ingin kita dapatkan, lalu kita berikhtiar melakukan. Dan usaha serta ikhtiar, itu pasti diawali oleh satu rencana  kita. Tanpa rencana, ikhtiar itupun tidak akan ada. Tidak akan berhasil, malah.

Benar bahwa tidak selalu setiap rencana akan terlaksana sebagaimana keinginan kita. Sebagai orang beragama (Islam) sudah jelas kita pahami dan yakini. Rencana kita, hamba-Nya akan terkait pula dengan rencana Allah. Allah menegaskan bahwa setiap orang membuat rencana. tapi Allah pun membuat rencana; dan sebaik-baik rencana adalah rencana Allah. Ini pernyataan-Nya dalam alquran.

Satu hari mungkin kita mau mengerjakan satu pekerjaan. Membuat tulisan, misalnya. Ternyata saat waktu yang sudah direncanakan ada kendala. Jaringan internet trobol, umpamanya. Otomatis menulis secara online yang sudah direncanakan akan gagal. Jika selama ini sudah rutin pada jam dan hari tertentu adalah jadwal menulis kita, kali ini tidak bisa disebabkan oleh tidak connect jaringan internet kita.

Bagi kita yang masih memiliki alternatif seperti menggunakan HP yang masih aktif karena kuota data internet masih ada, tentu saja keadaan itu tidak akan sampai membuat rencana gagal total. Hanya berubah sedikit, dari rencana menulisnya di laptop dengan jaringan wifi berpindah ke HP dengan kuota data. Belum lagi jika belum terbiasa, mungkin akan terasa sulit juga menulis di HP itu.

Saya hanya ingin menegaskan ulang bahwa rencana kita akan terkait dengan rencana Dia, Sang Maha Perencana, Allah Swt. Jika rencana kita mendapat restu, artinya rencana kita sejalan dengan rencana-Nya. Jika belum maka kemungkinan besarnya adalah bahwa rencana kita tidak akan terlaksanaka pada saat yang kita targetkan. Lalu? Berdoa adalah cara mulia yang dianjurkan Allah. Semoga saja dengan doa itu Allah akan ijabah dan rencana kita dapat terlaksana. 

Bersykurlah, ketika doa kita diijabah kita akan dapat menghasilkan sesuatu sesuai dengan rencana itu sendiri. Jika sebaliknya, pun tetap kita bersykur karena pasti ada hikmah lain yang dikandung oleh keadaan itu. Pastinya, jika kita ikhlas berdoa dengan tuturan kalimah thoyyibah, otomatis bacaan itu akan mendapat pahala juga dari Allah. Wallohu a'lam.***

2 Nov 2022

Peringatan Maulid Nabi Bersama Tabligh Akbar Derry

Peringatan Maulid Nabi Bersama Tabligh Akbar Derry


SORE Ahad, 30 Oktober 2022, waktu itu tepat pukul 16.50. Tali pengikat kapal Karunia Jaya sudah dilepas. Rombongan Pemda Kabupaten bersama toga-tomas yang membawa bintang tamu yang akan mengisi acara peringatan Maulid Nabi di Tanjungbatu, Kundur yaitu Ustaz Derry Sulaiman meninggalkan pelabuhan Tanjungbalai Karimun. Rombongan akan mengisi acara Nada dan Dakwah Bersama Derry Sulaiman bersempena Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.

Setelah satu jam mengharungi laut Tanjungbalai-Kundur, tepat pukul 17.50 kapal yang membawa 50-an orang dari Kabupaten merapat di Pelabuhan Tanjungbatu Kundur. Semua penumpang langsung naik ke dermaga dan di atas pelabuhan telah berjejer mobil panitia kegiatan menanti. Bupati dan pejabat kabupaten, Ustaz Derry dan rombongan serta seluruh rombongan berangkat menuju lokasi Islamic Center, Tanjungbatu, Masjid Hijir Ismail. Mengingat waktu magrib sudah akan masuk, tidak ada yang menyianyiakan waktu. Semuanya langsung ke Masjid Kabupaten itu.

Setelah solat magrib, dilanjutkan makan malam bersama di Aula Islamic Center Masjid Hijir Ismail. Sebagian rombongan menduduki kursi-kursi dengan meja bulat yang di atasnya sudah terhidang nasi dan lauk-pauknya. Sebagian lainnya mengambil nasi dan lauknya pada meja parasmanan yang disediakan panitia. Menu asam pedas dan beberapa menu lainnya membuat selera makan malam itu meningkat. 

Selepas makan malam, sambil menunggu waktu isya sebagian rombongan duduk di kantin di sebelah timur aula. Merokok atau minum kopi dan atau teh adalah aktifitas yang dibuat di sini. Tapi sebagian rombongan bercengkerama dengan tuan rumah, masyarakat Tanjungbatu. Hingga masuklah waktu solat isya. Isya di tempat yang sama, Masjid Hijir Ismail. Imam yang sama dengan bacaan yang begitu fasih dan lagu yang mendayu, membuat makmum bertambah khusyuk. Setelah isya dilanjutkan ke Balai Pemuda untuk acara pokok. Di sinilah acara Tablig Akbar dengan label Nada dan Dakwah Derry Sulaiman bersama rombongannya. 

Ada catatann menarik malam ini. Menjelang akan dimulai acara, sekitar pukul 20.00 hujan tiba-tiba turun. Mula-mula gerimis. Lalu kian lebat dan benar-benar lebat menderu menyiram tenda acara. Masyarakat yang tadinya berdiri di luar tenda harus masuk ke tenda. Undangan VIP yang melihat masyarakat kian padat di bawah tenda, lalu naik ke pentas agar masyarakat bisa ke bawah tenda. Bupati dan rombongan undangan dari Karimun semuanya duduk di atas pentas. Kursi-kursi mereka diisi oleh masyarakat lainnya. 

Setelah sedikit hujan mereda acarapun dimulai dengan dengan bacaan Alquran. Lalu laporan panitia. Setelah laporan selesai, saat akan diteruskan tepat pukul 20.25 tiba-tiba lampu mati. Gelap terasa pentas dan di bawah tenda itu. Spontan jamaah dan  semua yang hadir membawakan Solawat Busyro. Solawat yang saat ini disebuat sebagai Solawat Kabupaten Karimun karena diijazahkan oleh Syeh Habib beberapa waktu lalu kepada Pemda Karimun. Bupatipun sudah mencanangkannya menjadi solawat resmi di Kabupaten Karimun. 

Kurang lebih 15 menit Solawat Busyro berkumdang lampu masih mati. Kumandang solawat pun berhenti. Boleh jadi sudah terasa begitu lama. Dan setelah 20 menit barulah lampu PLN itu hidup kembali.  Hebatnya masyarakat tetap sabar menunggu acara dilanjutkan. Pukul 20.45 dilanjutkan dengan pembacaan SK pemenang lomba berzanji dll. Kata panitia dalam laporannya, lomba berzanji dilaksanakan dalam rangka peringatan Maulid Nabi 1444. 

Acara selanjutnya adalah pidato Sambutan Bupati. Dalam sambutannya bupati mengajak masyarakat untuk bersyukur kepada Allah Swt. "Dengan adanya hujan yang turun inilah sebagai rahmat dari Allah kepada kita." Bupati tidak berpidato terlalu lama mengingat masyarakat yang sudah tidak sabar mendengar dan menyaksikan Ustaz Derry yang selama ini sudah dikenal masyarakat melalui media masa seperti televisi, You Tobe dan media lainnya. Dengan mengucapkan terima kasih kepada panitia dan masyarakat Kundur pada umumnya, Bupati Karimun, Aunur Rafiq menutup pidatonya. 

Kini, giliran Ustaz Derry Sulaiman memegang mick. Dengan suaranya yang khas, Ustaz Derry menyampaikan beberapa pesan agama. Salah satu yang diingatkannya adalah makhluk bernama iblis yang tugasnya menggoda umat untuk melawan Tuhan. Iblis akan menggoda manusia, khususnya akan merusak iman seseorang. Begitu dia mengurikan. 

Katanya, "Iblis tidak akan mencuri harta kita tapi akan mencuri iman kita, agar kita mati tanpa iman," jelasnya. Kita tahu betapa tingginya harga iman. Ingat, harga iman itu akan mengantarkan kita untuk masuk syurga yang besarnya syurga itu adalah 10 kali dunia," katanya melanjutkan ceramahanya. Kata Ustaz Derry, yang berkuasa hanya Allah, lailaha illallah. Ingat, dunia sementara akhirat selama-lamanya. Maka hendaklah mengutamakan akhirat berbanding dunia.

Selain itu Ustaz Derry juga menguraikan perihal kriteria orang baik di sisi Allah. Pertama, hatinya terpaut pada Allah saja; Kedua, kehidupannya dihiasi sunnah Rasulullah. Teladannya hanya Rasulullah. Ketiga, solatnya adalah solat yang benar. Tempatnya juga benar, yaitu di masjid bagi laki-laki. Keempat, haus akan ilmu dan cinta ulama. Sedangkan yang kelima adalah tawadhuk. Untuk tawaddhuk, ada kalimat yang perlu dicamkan di hati, yaitu,  Sebaik-baik saya lebih baik lagi orang, dan seburuk-buruk orang lain lebih buruk saya. Kalimat ini dimaksudkan agar kita tidak sombong atas kelebihan yang Allah berikan***

22 Okt 2022

Menyelami Sejarah Hari Santri Nasional

Menyelami Sejarah Hari Santri Nasional


SEJARAH Hari Santri 22 Oktober berawal dari Resolusi Jihad para pejuang Indonesia. Hari Santri Nasional mempunyai sejarah yang cukup panjang sebelum ditetapkan peringatannya setiap 22 Oktober. Secara resmi, peringatan Hari Santri Nasional muncul karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Keppres tersebut diteken pada 15 Oktober 2015. Sejak saat itu, masyarakat setiap 22 Oktober memperingati Hari Santri Nasional.

Berdasarkan Keppres tersebut, sejarah Hari Santri didasari oleh pertimbangan presiden bahwa ulama dan santri pondok pesantren memiliki peran besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Para ulama dan santri juga dicatat mempunyai peran dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mengisi kemerdekaan setelah lepas dari tangan penjajah. 

Selain itu, Hari Santri Nasional juga menjadi momentum untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan peran ulama dan santri dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apalagi, para ulama dan santri juga berkontribusi dalam pembangunan bangsa sehingga menurut Jokowi, pemerintah perlu menetapkan Hari Santri Nasional.

Sementara pemilihan tanggal 22 Oktober merujuk pada seruan Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 atau dua bulan setelah kemerdekaan Republik Indonesia. Melansir situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), Resolusi Jihad merupakan gerakan bagi para ulama dan santri di pondok pesantren dari berbagai penjuru Indonesia yang mewajibkan setiap muslim untuk membela Tanah Air dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari serangan penjajah.

Perlawanan itu tercatat dilakukan pada 22 Oktober 1945 dan terus berlangsung sampai peristiwa Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Sementara isi Fatwa dan Resolusi Jihad dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari sebagai berikut,

Hukum memerangi orang kafir yang merintangi kepada kemerdekaan kita sekarang ini adalah fardhu ain bagi tiap-tiap orang Islam;
Hukum orang yang meninggal dalam peperangan melawan musuh serta komplotan-komplotannya adalah mati syahid;
Hukum untuk orang yang memecah persatuan kita sekarang ini, wajib dibunuh.


Hari Santri 2022
Bersamaan dengan peringatan Hari Santri Nasional setiap tahun, Kementerian Agama mengeluarkan tema untuk peringatan masing-masing tahun.

Mengutip situs resmi Kemenag, Tema Hari Santri 2022, yaitu Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan. Tema ini berisi pesan peran santri di setiap perjalanan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Sementara berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2022 tentang Panduan Peringatan Hari Santri 2022, disebutkan bahwa akan ada Upacara Bendera dalam rangka peringatan Hari Santri 2022 pada Sabtu (22/10) pukul 08.00 WIB.

Selanjutnya, peringatan Hari Santri 2022 berupa zikir, selawat, munajat, doa, dan lainnya yang relevan dengan tema Hari Santri 2022. Itulah informasi seputar sejarah Hari Santri. Selamat Hari Santri Nasional 2022!
(uli/juh)

21 Okt 2022

Dokter Maurice Bucaille: Jawaban Alquran Tentang Titik Kehidupan Bermula

Dokter Maurice Bucaille: Jawaban Alquran Tentang Titik Kehidupan Bermula


Foto Google 

PERTANYAAN, dari mana dan bagaimana sifat asal kehidupan manusia menurut kitab suci salah satu pakar, Dokter Maurice Bucaille memberikan jawban. Seperti ditulis dan diposting pada laman hajinews.id hari Rabu (19/10/2022) dalam judul tulisan Dokter Maurice Bucaille: Al-Quran Memberi Jawaban Jelas Pada Titik Mana Kehidupan Bermula Dokter Maurice Bucaille dalam bukunya berjudul “Asal Manusia Menurut Bibel, Al-Quran, Sains” (Mizan, 1994) memaparkan ayat-ayat Al-Quran yang di dalamnya dinyatakan bahwa asal manusia adalah (bersifat) air. 

Mengutip sepenuhnya tulisan itu, dikatakan bahwa Dokter Maurice Bucaille (19 Juli 1920 – 17 Februari 1998) adalah seorang dokter (ahli bedah) berkebangsaan Perancis yang mendalami bahasa Arab agar benar-benar mampu memahami teks asli Al-Quran. Dokter Bucaille memperoleh reputasi mengesankan sebagai pengulas kitab-kitab Suci, terutama Al-Quran.

Lebih detail dijelaskan, dia adalah seorang mualaf yang sebelumnya beragama Kristen. Pada tahun 1973, ia diangkat sebagai dokter keluarga Raja Faisal dari Arab Saudi. Para pasiennya termasuk anggota keluarga Presiden Mesir Anwar Sadat.

Dokter Maurice Bucaille mengatakan bahwa firman Allah di Surah Al-Abiya ayat 30  terjemahannya, “Dan apakah orang-orang kafir itu tidak melihat bahwa langit dan bumi tadinya disatukan, kemudian Kami pisahkan dan Kami menjadikan setiap yang hidup dari air. Lantas akankah mereka tak beriman?” bahwa ayat ini menunjuk kepada pembentukan alam semesta. Pengertian ‘menghasilkan sesuatu dari sesuatu yang lain’ sama sekali tidak menimbulkan keraguan. Ungkapan tersebut bisa juga berarti bahwa setiap sesuatu yang hidup dibuat dari air (sebagai komponen pentingnya) atau bahwa semua benda hidup berasal dari air.

Kedua makna itu sepenuhnya sesuai dengan data saintifik. Pada kenyataannya, kehidupan berasal dari yang bersifat air dan air adalah komponen yang paling penting dari seluruh sel-sel hidup. Tanpa air hidup menjadi tidak mungkin. Jika kemungkinan kehidupan pada planet lain diperbincangkan, maka pertanyaan yang pertama, Adakah cukup air untuk mendukung kehidupan di tempat tersebut?

Data modern membawa kita untuk berpikir bahwa wujud hidup yang paling tua barangkali termasuk dalam dunia tumbuh-tumbuhan: ganggang telah ditemukan sejak periode pra-Cambria yaitu saat dikenalinya daratan yang paling tua. Organisme yang termasuk dalam dunia hewan barangkali muncul sedikit lebih kemudian: mereka muncul dari laut.

Menurut Maurice Bucaille, kata yang di sini diterjemahkan sebagai ‘air’ pada kenyataannya adalah ma’ yang berarti baik air di langit maupun air di lautan atau segala jenis cairan. Dalam arti yang pertama air merupakan unsur yang penting bagi seluruh kehidupan tumbuh-tumbuhan: “(Tuhan sajalah) yang telah menurunkan air dari langit. Maka Kami tumbuhkan (dari air itu) berpasang-pasang tumbuh-tumbuhan yang berbeda-beda.” ( QS Thaha: 53). Katanya, inilah perujukan pertama kepada suatu ‘pasangan’ tumbuh-tumbuhan. 

Jadi, pernyataan-pernyataan dalam Al-Quran tentang asal-usul kehidupan, apakah itu merujuk kepada kehidupan secara umum, unsur yang melahirkan tumbuh-tumbuhan di dalam tanah ataupun benih hewan-hewan, seluruhnya sepenuhnya sesuai dengan data saintifik modern. Tak satu pun mitos tentang asal-usul kehidupan yang lazim dianggap benar oleh orang pada saat Al-Quran diwahyukan kepada manusia disebutkan dalam teks tersebut.

Sudah merupakan suatu pengetahuan yang diakui bahwa ada dua metode reproduksi di dalam dunia tumbuh-tumbuhan, yaitu yang bersifat seksual dan aseksual. Sebagai contoh, pelipatgandaan spora-spora atau proses menyetek yang merupakan kasus-khusus pertumbuhan). Perlu kita perhatikan, bahwa Al-Quran merujuk kepada bagian-bagian jantan dan betina tetumbuhan tersebut. 

Maurice Bucaille mengatakan “satu dari sepasang” merupakan penerjemahan dari kata zauj (jamaknya azwaj) yang arti aslinya adalah “yang bersama-sama dengan yang lainnya membentuk satu pasangan.” Kata tersebut bisa juga langsung diterapkan pada pasangan kawin (artinya, manusia), sebagaimana juga pasangan sepatu. Allah menegaskan dalam firman-Nya, “Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan.” ( QS Ar-Ra'd: 3)

Pernyataan ini berarti kewujudan organ-organ jantan dan betina dalam seluruh beragam spesies buah-buahan. Hal ini sepenuhnya sesuai dengan data yang ditemukan pada kurun waktu yang jauh lebih kemudian berkenaan dengan pembentukan buah, karena seluruh tipe berasal dari tetumbuhan yang memiliki organ-organ seksual (sekalipun beberapa varietas, seperti pisang, berasal dari bunga-bungaan yang tidak dibuahi).

*Tulisan ini sepenuhnya dari https://hajinews.id/2022/10/19/dokter-maurice-bucaille-al-quran-memberi-jawaban-jelas-pada-titik-mana-kehidupan-bermula/ dengan sedikit diedit. 



28 Sep 2022

Catatan dari Pelatihan Manajemen Masjid

Catatan dari Pelatihan Manajemen Masjid


DI spanduk berlatar belakang warna putih itu tertulis "Pelatihan Manajemen Masjid se-Kabupaten Karimun Tahun 2022." Juga tertulis "Dengan Tema Peningkatan Kualitas Pengelolaan Masjid dan Kenyamanan Jamaah di Era New Normal." Itulah kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, Rabu-Kamis (28-29/09/2022) di Gedung Nasional, Karimun, kegiatan pelatihan pengurus masjid se-Kabupaten Karimun di bidang manajemen pengelolaan masjid.

Kegiatan yang ditaja oleh Bagian Kesra dan Keagamaan, Setda Kabupaten Karimun diikuti oleh 100 orang pengurus masjid se-Kabupaten Karimun. Sebagaimana dilaporkan oleh Kepala Bagian (Kabag) Kesra dan Keagamaan Kabupaten Karimun, H. Baginda Malim Siegar saat acara pembukaan bahwa peserta pelatihan ini terdiri para pengurus masjid di kecamatan-kecamatan se-Kabupaten Karimun. "Selama dua hari mereka akan mengikuti pelatihan ini." Demikian Kabag Kesra menjelaskan.

Acara dibuka langsung oleh Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq. Hadir pada acara pembukaan antara lain pimpinan Forkopimda Kabupaten Karimun, Sekda Kabupaten Karimun, Dr. H. Muhammad Firmansyah, Kakankemenag, H. Jamzuri serta Ketua-Ketua Ormas Islam seperti MUI, Banas, PMKK, DMI dan lainnya. Hadir juga Ketua Badan Wakaf Indonesia perwakilan Batam, Mustamin Husein.

Prosesi acara pembukaan diawali dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Karimun. Lalu  pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an oleh Ust. Alimuddin sebelum Laporan Panitia yang disampaikan oleh Kabag Kesra, Baginda Malim Siregar. Acara terakhir sebelum doa adalah sambutan dan pengarahan bupati. 

Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq dalam pengarahannya pertama-tama mengucapkan terima kasih kepada hadirin. Dalam kesibukan masing-masing kita masih bisa hadir dalam acara ini, katanya. "Acara pelatihan manajemen masjid ini memang penting. Dengan 224 masjid dan 480 surau atau musolla se-Kabupaten Karimun sudah sangat diperlukan para pengurus yang berkompeten dalam mengelola masjid," jelasnya. Pak Bupati menekankan pentingnya kegiatan ini.

"Oleh karena itu ikutilah pelatihan ini dengan sebaik-baiknya, agar semakin memahami bagaimana pengurus mengatur dan mengelola masjidnya. Bagaimana pengurus membuat jamaah nyaman dan tentram beribadah di masjid yang dikelola." Lebih jauh bupati mengingatkan pula bahwa makmurnya masjid tergantung kepada umat Islam yang beriman, katanya. Dengan mengutip ayat alquran, bupati menjelaskan pentingnya keimanan dalam usaha memakmurkan masjid.

Pada kesempatan pembukaan pelatihan, Bupati Karimun juga mencanangkan Solawat Busyro sebagai Solawat Kabupaten Karimun. Dia berharap agar solawat ini selalu dibawakan pada acara-acara resmi di Kabupaten Karimun. "Meskipun kita bukan Negara Islam, tapi sebagai Negeri Melayu yang identik dengan Islam, maka kumandang Solawat Busyro ini akan menjadi salah satu ciri sebagai Negeri Melayu itu," katanya menekankan. ***

9 Sep 2022

Berbahagia itu Sederhana, Bukan Disederhanakan

Berbahagia itu Sederhana, Bukan Disederhanakan


BAHWA setiap orang, setiap kita ingin berbahagia, iya. Itu harapan lumrah. Normal. Berbahagia dalam makna memiliki perasaan senang dan tentram adalah dambaan semua orang. Tidak ada orang yang berharap sebaliknya, menderita, misalnya. 

Meskipun semua orang ingin berbahagia, konon tidak semua orang mengatakan kalau dirinya berbahagia. Ada saja yang menyatakan dirinya justeru menderita. Selalu merasakan ada masalah yang menyebabkan dirinya tidak merasa senang. Tidak merasakan tenang dan tentram. 

Membicarakan berbahagia atau sebaliknya mungkin saja sangat relatif bagi sebagian orang. Tidak mudah juga membedakan antara perasaan berbahagia atau sebaliknya. Apakah seseorang itu dinilai berbahagia oleh orang lain atau sebaliknya, tidaklah mudah. Berbahagia bagi seseorang, boleh jadi tidak atau belum berbahagia bagi lainnya.

Seorang ahli ibadah akan menyebut dirinya sudah berbahagia ketika dapat menjalankan dan melaksanakan perintah Ilahi dengan ikhlas dan dilengkapi dengan perasaan bersyukur atas apapun yang diberikan Allah. Begitu juga misalnya memiliki keluarga dan sahabat yang baik dan salih, dapat menghadiri pengajian-pengajian agama, mampu tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan Allah. Itu semuanya dikatakan sebagai kriteria berbahagia dalam kehidupannya.

Bagi pencinta harta dan dunia, boleh jadi berbahagia itu adalah ketika mampu mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya sampai dikatakan sebagai orang kaya. Mampu juga memenuhi segala kebutuhan duniawinya tanpa alangan apapun. Ketika ingin memiliki pakaian, rumah, kendaraan dan lainnya, dia bisa memenuhinya dengan mudah. Ketika ingin keluar negeri atau kemana saja yang diinginkan, juga bisa dengan mudah. Dikatakan pula sebagai orang yang berbahagia.

Begitu banyak yang membicarakan kategori berbahagia, begitu banyak pula yang dikatakan sebagai persyaratan untuk dikatakan berbahagia. Di sisi lain dikatakan oleh para ahli dan orang-orang arif bahwa sesungguhnya berbahagia itu sederhana saja. Dikatakan bahwa tidak ada nikmat dan kebahagiaan yang lebih baik bagi orang yang beriman selain nikmat diberikan kemudahan untuk melakukan ketaatan kepada-Nya. 

Kalau begitu, kriteria berbahagia yang sederhana itu adalah ketika setiap hamba Allah menyadari keberadaan dirinya di sisi Allah dan dengan taat serta ikhlas dalam melaksaakan perintah-perintah Allah. Harta, pangkat, jabatan dan segala yang akan tinggal di dunia ini tidak menjadi alasan untuk menyebut berbahagia atau menderita. 

Karena kebahagian sejati ada dalam hati dan hanya bisa diraih dengan dekat kepada Allah, bukan pada harta, jabatan dan pangkat, maka sejatinya inilah yang harus dijadikan patokan untuk menyebut kita atau siapa saja berbahagia. Berbahagia itu sangat sederhana namun tidak tepat jika disederhanakan. Artinya ketaatan kepada Allah tidak tepat dienteng-entengkan.***

8 Sep 2022

Pergi Umroh Bukan Pergi Wisata, Tidak Boleh Campur-Aduk

Pergi Umroh Bukan Pergi Wisata, Tidak Boleh Campur-Aduk


Catatan M. Rasyid Nur
MEMBACA berita berjudul Pemerintah Arab Saudi Menegaskan Pemegang Visa Turis Tidak Boleh Melaksanakan Haji yang diposting di laman hajinews.id pada Senin (05/09/2022) lalu menyiratkan informasi kalau selama ini para turis yang datang ke Arab Saudi menyempatkan dirinya untuk melaksanakan umroh atau haji. Sebaliknya, bisa juga para jamaah haji atau umroh 'nyambil' pergi berwisata laksanakan turis.

Sebagaimana diberitakan dalam tulisan yang diposting oleh Nenden, itu menjelaskan bahwa  Kerajaan Arab Saudi melarang pemegang visa turis untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah selama musim haji. Penegasan itu disampaikan Kementerian Pariwisata saat mengumumkan amandemen peraturan visa turis beberapa waktu lalu. Mengutip berita itu, "Kebijakan terkait visa turis yang baru diamandemen ini mengharuskan turis untuk mematuhi peraturan dan instruksi keamanan selama mereka tinggal di Kerajaan, termasuk membawa dokumen identitas setiap saat."

Sebagaimana dilansir oleh hajinews dari Saudi Gazette, dikatakan oleh Kementerian Pariwisata, pemegang residensi GCC dapat memasuki Kerajaan dengan visa e-turis dengan syarat, izin residensi atau tinggal tersebut harus berlaku setidaknya selama tiga bulan. Aturan ini juga berlaku untuk kerabat pemegang visa kelas satu yang datang bersamanya dan pekerja rumah tangga yang datang dengan sponsor mereka. Tetap tidak boleh melaksanakan haji dan umroh sesuai ketentuan itu. 

Menteri Pariwisata Saudi, Ahmed Al-Khateeb, dikatakan telah menandatangani perintah menteri. Hal ini akan membuat Arab Saudi lebih mudah diakses, karena aplikasi visa menjadi lebih cepat dan mudah. Namun demikian aturan bahwa visa turis tidak bisa melaksanakan haji adalah ketentuan yang akan mengikat semua orang.

Bagi kita, tulisan itu memberikan pesan bahwa antara berwisata (oleh turis) tidak dapat disambilkan dengan melakaakan haji. Keduanya juga tidak dapat dicampuradukkan. Jika ingin (niat) umrah atau haji, ya lakukanlah umroh atau haji. Jika ingin berwisata (menjadi turis) yang lakukanlah perjalnan wisata saja.***

7 Sep 2022

Masjid Al-Ubudiyah Mengedarkan Kupon Infak untuk Kelanjutan Pembangunan

Masjid Al-Ubudiyah Mengedarkan Kupon Infak untuk Kelanjutan Pembangunan


SELASA (06/09/2022) malam, bertempat di ruang aula --saat ini menjadi ruang solat-- Masjid Al-Ubudiyah, Wonosari, Baran Barat, Kecamatan Meral dilaksanakan kembali rapat khusus dengan agenda evaluasi pembangunan masjid. Agenda utama adalah evaluasi pembangunan masjid sebagai kelanjutan pembangunannya dengan target pembangunan kubah. Ini adalah rapat kedua dilaksanakan setelah sebelumnya sudah dilaksanakan juga dengan agenda yang sama. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Masjid, Drs. H. Supardi.

Pembangunan ulang masjid Al-Ubudiyah sudah dimulai sejak 13 Januari 2019 dengan peletakan batu pertamanya oleh Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim. Masjid baru ini dibangun di tapak yang sama (tapak lama). Masjid lama dibongkar total dan dibangun baru dengan ukuran dan bentuk yang juga baru. Saat ini telah mencapai 70 persen penyelesaian pembangunannya. Dinding semua sisi sudah selesai dipalster. Pemasangan keramik (lantai) juga sudah hampir selesai meskipun atap, khusus kubah di tengah-tengah belum terpasang. 

"Kebetulan ada seorang anggota Dewan Kabupaten, Pak Sulvano memberikan bantuan keramik lantai. Langsung kita pasang," kata Ketua Pembangunan Masjid, Suhartono yang dibenarkan oleh Ketua Pengurus Masjid Al-Ubudiyah, H. Supardi pada saat rapat Selasa malam itu. Kata Pak Supardi, alhamdulillah begitu banyak hamba Allah yang memberikan dana dan bantuannya untuk pembangunan masjid baru ini. Begitu dia menjelaskan kepada peserta rapat. 

Penggalangan dana pembangunan dan pengelolaan masjid dilakukan dengan berbagai cara. Selain infak jamaah melalui kotak infak yang ada di masjid dan beberapa kedai masyarakat Wonosari ada juga penggalangan dana masyarakat melalui sumbangan rutin bulanan. Setiap rumah tangga di setiap RT memberikan sumbangan rutin secara bulanan. Ada petugas di setiap RT untuk mengutip ke rumah-rumah penduduk. Masyarakat memberikan infaknya sesuai kemampuan. Tidak ada patokan. Tidak ada paksaan karena infak itu pada hakikatnya atas keikhlasan masyarakat.

Selain itu bantuan dalam jumlah cukup besar datang dari Pemda dengan mengajukan proposal untuk biaya pembangunan masjid. Sejak disepakati pembangunan masjid baru, pengurus sudah mengajukan dua kali proposal permohonan bantuan pembangunan Masjid Al-Ubudiyah. Pemda Karimun sudah memberikan dana bantuan sebesar Rp 250.000.000 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) untuk pembangunan masjid ini.

Sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Pengurus Masjid, pembangunan masjid diawali dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim yang juga memberikan sumbangan 80 zak semen pada saat itu. Selanjutnya, Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq yang hadir dalam Safari Ramadhan Pemda Kabupaten ke Masjid Al-Ubudiyah juga memberikan bantuan berupa biaya pembangunan tiang. 

Rapat terakhir malam tadi adalah untuk menyepakati rencana penggalangan dana pembangunan masjid dengan mengedarkan kupon kepada masyarakat. Sasarannya tidak hanya masyarakat Wonosari tapi juga direncanakan akan diedarkan ke masyarakat lainnya yang bersedia membeli kupon infak ini. Seperti disampaikan Ketua Pengurus Masjid Al-Ubudiyah, H. Supardi kupon penggalangan dana ini sengaja diluncurkan khusus untuk mempercepat pembangunan masjid, khusus untuk membuat kubah masjid.

Ada tiga jenis kupon yang dapat dipilih masyarakat. Ada kupon berharaga Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah), ada seharga Rp 500.000,' (lima ratus ribu rupiah) ada yang berahrga Rp 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) dan terakhir berharga Rp 100.000 (seratus ribu rupiah). Membayarnya juga boleh dicicil selama satu bulan. Setiap warga Wonosari diharapkan membeli kupon tersebut sebagai bagian ikut berpartisipasi menggalang dana pembangunan masjid, khususnya untuk pembelian kubah tersebut. Masyarakat muslim pada umumnya, dimanapun berada, jika ingin ikut membeli tiket infak ini dapat menghubungi pengurus masjid Al-Ubudiyah HP 082384523055 atau datang langsung ke Masjid Al-Ubudiyah, di Wonosari, Meral.

"Wakil Ketua Pengurus, Pak Iwan sudah berkomunikasi dengan salah satu perusahaan di Pekanbaru untuk mencari orang yang bisa membuat kubah yang agak bagus namun tidak terlalu mahal." Begitu Pak Pardi yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala KUA di Kecamatan Meral menjelaskan dalam rapat. "Harga yang ditawarkan kepada kita kurang-lebih Rp 400 jt," katanya menambahkan. Katanya lagi, sistem pembangunannya, setelah kita punya dana sebagiannya, kita bisa menyepakati dengan menandatangani perjanjian. Lalu tukangnya sudah bisa mulai bekerja. Nanti dalam jumlah tertentu harus kita bayar setelah pembangunan kubahnya berjalan atau selesai.

"Kita juga diberi toleransi untuk melunasi sisa biayanya nanti, meskipun kubahnya sudah selesai," kata Pak Ketua Masjid menjelaskan. Dia berharap, kiranya kupon yang kita edarkan akan dapat mencapai dana yang kita butuhkan. Begitu dia mengulang harapannya kepada semua peserta rapat. Bagaimanapun, sesungguhnya kupon infak ini pada hakikatnya adalah untuk pembelinya sendiri. Semoga saja kelak akan menjadi ticket kita untuk syurga.***

31 Agu 2022

Bekerja Cerdas Bekerja Keras Bekerja Ikhlas

Bekerja Cerdas Bekerja Keras Bekerja Ikhlas


JARGON dengan kalimat Bekerja Cerdas, Bekerja Keras dan Bekerja Ikhlas sudah sering didengungkan oleh banyak pihak. Baik perorangan maupun kelompok. Kalimat ini dipakai seperti ucapan mantera. Seolah dapat menyihir pendengarnya. Sepasang calon Kepala Daerah di satu daerah, misalnya menjadikan jargon ini sebagai penguat visi-misinya. Bahkan sampai terpilih dan melaksanakan tugasnya sebagai Kepala Daerah, jargon ini terus dipergunakan. Baguslah, tentunya.

Sesungguhnya bagi kita jargon yang berisi ajakan untuk bekerja dengan cerdas, bekerja lebih keras penuh semangat dan bekerja dengan sandaran ikhlas, itu sangatlah penting. Jika kombinasi ketiganya dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, sempurnalah strategi kita dalam mengemban amanah kehidupan. Bukankah Tuhan menciptakan kita sepenuhnya untuk mengabdi (beribadah) kepada-Nya? Artinya bekerja, bekerja dan bekerja tanpa menyimpang dari arahan-Nya. Pekerjaan yang dinaungi aturannya. Itulah ibadah.

Ada satu kalimat mutiara yang maknanya disadur dari makna kitab suci berbunyi, 'Tidak ada orang yang aman tanpa iman dan tidak ada orang yang mulia tanpa takwa'. Kalimat itu sekaligus memantik semangat kita untuk beriman dan terus meningkatkannya sekaligus bertakwa kepada-Nya untuk dapat meraih derajat mulia.  Caranya tidak ada yang lain kecuali menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Itu artinya bekerja dengan tujuan beribadah.

Bekerja cerdas, bekerja keras dan bekerja ikhlas dikaitkan dengan perolehan rezeki dari Allah, pada hakikatnya tergantung kepada kepatuhan kita kepada perintah Allah itu sendiri. Mengutip firman-Nya di surah Al-Ankabut ayat 17 yang berbunyi, “Maka carilah rezeki di sisi Allah, kemudian beribadah dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada Allah kamu akan dikembalikan,” serta firmannya di surah Al-Jumuah ayat 10 yang berbunyi, “Maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung,” nyata kedua perintah itu menyuruh hamba-Nya untuk berbuat, bergerak dan bekerja dalam usaha mendapatkan rezeki. Kita tahu sekaligus diingatkan bahwa perbuatan seperti adalah bentuk beribadah kepada-Nya.

Karena perintah untuk bekerja itu datang langsung dari Zat Maha Berkuasa, Allah Swt maka bagi kita (baca: muslim) tidak ada pemahaman lain kecuali harus bekerja dengan penuh semangat, mengikuti ketentuan dan strategi yang jitu serta dilengkapi dengan sikap legowo alias ikhlas dalam usaha kita mencari rezeki. Bersemangat artinya bekerja sepenuh hati. Cerdas artinya mengikuti ketentuan untuk kemudahan dalam bekerja. Terakhir, ikhlas atau menerima hasil apapun dengan baik tanpa harus menyalahkan siapapun.

Tentang pentingnya bekerja dan bekerja penuh semangat, bisa juga memgingat kembali sebuah pesan dari salah sahabat Nabi Muhammad, Abu Bakar yang mengatakan, “Janganlah salah seorang di antara kalian hanya duduk tak mencari rizki seraya berkata Wahai Allah berilah aku rizki. Sedangkan telah kalian ketahui, langit tidak menurunkan hujan emas maupun hujan perak.” Nyata sekali bagaimana seharusnya sikap kita dalam usaha mencari rezeki. Keyakinan bahwa mencari rezeki juga sebuah ibadah mulia maka tidak ada alasan apapun yang dapat menghalangi kita untuk melakukannya. jargon bekerja cerdas, bersamangat dan ikhlas itu adalah cara terbaik untuk mendatangkan semangat kita. Semoga!***

25 Agu 2022

Dialog Agama untuk Perkuat Agama

Dialog Agama untuk Perkuat Agama


BERTEMPAT di Hotel Aston, Tanjungbalai Karimun, Jumat (12/08/2022) pagi itu dilaksanakan satu acara penting, disebut Dialog Agama. Dihadiri oleh para pimpinan Ormas (Organisasi Masyarakat) dan Organisasi Keagamaan serta para tokoh agama menjadi narasumber pada acara itu Bupati Karimun, Kapolres, Kakanwil Kemenag Kepri, Kepala Imigrasi, Ketua MUI Provinsi Kepri dengan moderatornya Ketua MUI Kabupaten Karimun. Dua dari lima nama narasumber itu hanya diwakili karena Kepala atau pimpinan tertingginya tidak bisa hadir, Kanwil Kemenag dan Imigrasi Kabupaten Karimun.

Judul acara yang tertera di spanduk besar yang terpampang di depan Meeting Room Aston Hotel tempat berlangsungnya acara, itu berbunyi, "Dialog dan Silaturahmi Ormas/ Organisasi Keagamaan Beserta Elemen Masyarakat."  Para peserta dialog duduk berkelompok pada kursi-kursi yang melingkari meja bundar di ruang yang sangat luas itu. Sementara para narasumber duduk di atas panggung di depan peserta. Bentuk dialognya diawali dengan pemaparan materi oleh semua narasumber.

Setelah dibuka oleh moderator, tampil pertama menyampaikan materi adalah Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si. Dalam pemaparannya kurang lebih tujuh menit (sesuai ketentuan dari moderator) bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah sudah menyampaikan himbauan kepada salah satu aliran yang selalu menjadi sebab resahnya masyarakat. Dia meminta agar masyarakat saling bantu mengatasi masalah aliran Syiah dan aliran lainnya yang dapat menimbulkan perpecahan diantara masyarakat. Pemerintah ingin daerah kita dan masyarakatnya aman dan tentram sehingga mudah untuk melanjutkan pembangunan.

Giliran kedua tampil Kapolres Karimun, AKBP Toni Pantano yang dalam paparannya kembali menegaskan pentingnya kondusifitas daerah. Maka perlu semua kita menjaga ini. Jangan ada yang membuat resah. Begitu dia menghimbau. Terkait dengan Yayasan Nainawa sebagai markas Syiah untuk melaksanakan kegiatan ritualmya, silakan dilaksanakan secara intern saja. Tidak mendatangkan orang luar, tidak menggunakan pengeras suara yang dapat memancing salah pengertian. Kepada masyarakat Kapolres meminta untuk membantu usaha pemerintah dalam menjaga keamanan. Kata Kapolres, "Kalau kamtib tak kondusif, keluarga kita juga tak aman berkegiatan," ingatnya. 

Pemateri berikutnya adalah Kakanwil Kemenag Kepri yang diwakili oleh salah seorang pejabatnya, Titik Hindun. Bu Titik setelah menyampaikan salam Kakanwil, Kabg TU, Kabid Bimas Islam, dia menyatakan bahwa kegiatan ini adalah usaha menjaga komitmen kondusifitas masyarakat. Selain aliran Syiah juga ada info kalau di Karimun ini juga ada aliran Salafi. Konon aliran sudah mulai meresahkan masyarakat. Perlu dialog ini agar semua pihak dapat berkontribusi menjaga ketenangan bersama. Bu Titik juga menjelaskan bahwa aliran sesat adalah jika faham itu bertentangan dengan syariah serta sudah difatwakan sesat. Untuk hal itu saat ini Kanwil Kemenag juga berkoordinasi dengan Pusat agar mekanisme penyelesaiannya tidak menimbulkan masalah. 

Pemateri berikut adalah Kepala Imigrasi Karimun yang diwakili oleh Sofian Kasim Sani. Dia menjelaskan salah satu fungsi imigrasi adalah pelayanan masyarakat bepergian/ datang dari dan ke luar negeri dalam rangka menjaga kedaulatan negara. Imigrasi bisa menolak seseorang untuk masuk atau keluar dari Negara sesuai ketentuan. Berkaitan dengan informasi akan datangnya orang-orang dari luar negeri ke sini berkaitan perayaan Asyura oleh Syiah pihak imigrasi akan memastikan itu tidak akan diizinkan jika akan menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat. Lalu bagian terakhir memberikan materi adalah Ketua MUI Provnsi Kepri, KH. Bambang Maryono. Kata Kiyai Bambang, bicara masalah agama juga terkait masalah kebangsaan. Insan (manusia) makna hakikatnya adalah aman, damai dan menenangkan. Lebih jauh kiayi menyatakan bahwa agama itu pada intinya adalah untuk menuju keamanan. "Agama dan negara tidak boleh bertolak belakang," pesan Kiyai Bambang.

Setelah semua narasumber menyampaikan materi masing-masing dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Ada beberapa orang yang mengajukan pertanyaan terkait pentingnya dialog agama ini agar kekuatan agama itu menjadikan umat juga semakin kuat. Kuat dalam memeliharan dan menjalankan agama, juga kuat untuk memelihara dan menjaga bangsa dan Negara.***

13 Agu 2022

Kisah Inspiratif: Hidayah di Lift,  Maryam Masuk Islam

Kisah Inspiratif: Hidayah di Lift, Maryam Masuk Islam

Foto Hajinews.id

KISAH ini inspiratif sekali. Seorang wanita yang dikatakan sangat cantik. Orang Amerika. kaya. Seorang milliarder. Perusahaannya besar dengan ribuan pekerja. Singkat cerita dikatakan dia penasaran terhadap seorang lelaki di ruang lift yang tidak melihat dia selama di ruang sempit itu. Padahal dia merasa cantik dan kaya itu tadi.

Tulisan berjudul Merasa Cantik, Milyader Amerika Masuk Islam Karena Tidak Dipandang Orang Islam Di Lift dan dimuat di laman hajinews.id pada Jumat (12/08/2022) oleh Sitha membuat saya ingin mengulang tulis untuk diposting kembali. Sebelumnya saya ikut penasaran karena nama pemuda itu saya belum terbaca dan nama asli wanita itu juga tidak disebut. Hanya disebut dengan sebutan "Maryam' begitu. Lalu saya coba brousing mencari di artikel lain. Ternyata sama. Tulisan dengan judul yang sama dimuat di banyak laman.

Kita sepakat kalau Allah Swt sudah berkehendak maka tidak ada satupun yang bisa menghentikannya, karena Allah Maha Kuasa atas segalanya. Termasuk dalam hal datangnya hidayah kepada seseorang. Disebutalah yang dialami miliarder cantik Amerika ini, dia menjadi mualaf seusai betemu pemuda Muslim asal Maroko yang sangat menjaga pandangannya. Dikatakan, pemuda itu tidak ingin menatap si cantik yang kaya-raya.

Si wanita yang disebut saja namanya Maryam, itu merasa heran, ada pria yang tidak ingin melihatnya. Apalagi, mereka bertemu di lift, ruangan yang cukup sempit kala itu. Dikisahkan, miliarder cantik Amerika ini memasuki lift di kantor pusat perdagangan dunia. Mulanya ada banyak orang yang berdiri di dalamnya. Namun satu per satu keluar, meninggalkan dirinya dengan seorang pemuda asal Maroko.

Menurut wanita itu, aneh saja, meski tinggal berdua, pemuda Maroko itu tetap menundukkan kepala dan enggan menatapnya. Dan karena merasa penasaran, wanita cantik ini pun menanyakan alasannya secara langsung. “Kenapa kau tidak melihatku? Bukankah aku ini cantik? Lihatlah aku! Aku ini gadis yang cantik.” Kutipan ini persis seperti diposting tulisan di laman hajinews.id dan beberapa laman lainnya.

Pemuda Maroko itu akhirnya menjelaskan bahwa agamanya mengajarkan untuk tidak melihat lawan jenis, karena ditakutkan timbul syahwat. Sang wanita pun penasaran dengan agama pria itu, lalu bertanya kembali mengenai ajaran Islam.

Dikatakan, Maryam merasa takjub dengan kesopanan dan kesantunan sang pemuda. Ia pun meminta pria tersebut menikahinya dan berjanji akan memberikan seluruh harta warisan yang berupa perusahaan besar dengan ribuan pekerja. Tapi tidak disangka, pemuda Maroko itu justru menolak permintaan dan tawaran kekayaannya. Rupanya itu semua demi agama yang dianutnya.

“Tidak, aku tidak menerimanya. Karena kamu bukan orang Islam dan agamaku melarangnya,” ujar pria tersebut.

Tidak gentar, wanita itu menjawab dirinya akan masuk Islam agar pria tersebut menikahinya. Ia pun meminta penjelasan terkait langkah yang harus dilakukan agar bisa masuk Islam. Lalu pemuda Maroko itu meminta si wanita membersihkan diri dan pergi menuju Islamic Center yang berada di Brooklyn, New York, untuk mengucap dua kalimat syahadat. Tanpa pikir panjang, Maryam langsung mengikuti instruksi pemuda tersebut.

Setibanya di sana, gadis tersebut mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah itu juga imam masjid melangsungkan akad nikah si gadis dengan pemuda Maroko yang ditemuinya di lift. Menepati janjinya, seluruh harta sang wanita pun kini diberikan kepada pemuda yang telah menjadi suaminya itu. 

Jika kita penasaran siapa sebenarnya wanita dan pria itu? Sampai tulisan ini saya posting, saya masih mencoba mencari profile keduanya. Kalau kita menemukan, datanya lebih lengkap, maka kisah ini akan semakin menginspirasi hidup kita.***

12 Agu 2022

Berdoa Setelah Salat, Insyaallah Membuat Sehat

Berdoa Setelah Salat, Insyaallah Membuat Sehat


BAHWA setiap selesai salat kita (muslim) berdoa. Itu sudah diketahui. Sudah juga kita pahami bahwa dengan berdoa kita tidak lagi dianggap bersikap angkuh kepada Allah. Kita merendahkan diri di hadapan-Nya. Dengan berdoa artinya kita mengakui, Dialah Maha Penguasa, berkuasa atas segala-galanya. Dialah tempat makhluk minta ijabah doa.

Apakah kita memahami juga bahwa dengan berdoa kita --yang kebetulan sedang diuji sakit-- akan disembuhkan dari sakit yang kita alami? Mengutip catatan Mas Ruhi di laman hajinews.id hari Selasa (09/08/2022) kemarin dalam judul tulisan Doa Setelah Salat Wajib Agar Cepat Sembuh dari Penyakit dijelaskan ada doa-doa yang diharapkan agar kita disembuhkan dari segala macam penyakit.

Meskipun berdoa itu dapat dilakukan kapan dan dimana saja, namun berdoa di waktu khusus yakni setelah salat wajib, itu dianggap sebagai salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa meminta perlindungan kepada-Nya, termasuk perlindungan dari berbagai macam penyakit.

Berikut doa yang sebaiknya dibaca untuk harapan sembuhnya kita dari sakit yang dialami. Doa itu adalah, Bismillaah (Dengan Nama Allah) dibaca tiga kali; A‘udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru (Aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari keburukan apa yang kurasakan dan kukhawatirkan) dibaca 7 kali.
 
Mengutip tulisan yang sama dikatakan bahwa doa ini dijelaskan oleh Imam An Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar An-Nawawiyah, begini, “Diriwayatkan kepada kami dalam Shahih Muslim rahimahullah, dari Utsman bin Abil ‘Ash RA bahwa ia mengadu kepada Rasulullah SAW perihal penyakit yang ia rasakan pada tubuhnya.

Rasulullah Saw lalu mengatakan kepadanya, ‘Letakkan tanganmu pada bagian tubuhmu yang dirasa sakit. Bacalah tiga kali Bismillāh. Lalu bacalah tujuh kali, ‘A‘udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru.’” (HR. Imam Muslim). Insyaallah doa ini bisa menjadi alternatif sebagai terapi untuk diri sendiri saat merasakan nyeri di bagian tertentu.

Dalam riwayat Imam Tirdmidzi itu dikatakan, sahabat Abu Said al-Khudri dan Abu Hurairah mendengar pesan Rasulullah bahwa bacaan zikir atau doa yang apabila dibaca saat sakit, kemudian orang yang sakit itu meninggal, maka ia tidak akan terkena api neraka.

Meskipun semua orang akan mengalami sakit dan meninggal dunia, namun Allah dan Rasulullah memerintahkan kita, umatnya untuk selalu berusaha agar sembuh dan sehat. Dengan keadaan kita yang sehat kita bisa terus beraktifitas, beribadah dan mensyukuri nikmat Allah secara nyata.


Mas Ruhi juga menyitir dan menjelaskan keterangan Ustadz Adi Hidayat (UAH) tentang doa dan zikir lain yang bagus juga dibaca sebagai iktiar menyembuhkan penyakit. Kata UAH, lakukan dzikir Nabi Ayub As. Katanya, dengan mengamalkan dzikir Nabi Ayub, ada beberapa manfaat yang akan diperoleh orang yang sakit, yakni ketengan jiwa dan sembuh dari sakit.

Adapun doa dan zikir Nabi Ayub As itu adalah, Allahumma anni massani yadhdhurru wa anta arhamurrohimin. (Ya Allah penyakit ini sudah menggangguk, melukaiku sedangkan Engkau yang paling sayang kepadaku. Kalu yang paling sayang saja tidak memnyembuhkan Aku, kepada siapa lagi mesti meminta.) Bagaimanapun, tentu saja semua sangat ditentukan oleh Allah Swt dan keikhlasan kita dalam berdoa. Harapan kita, semoga setiap doa yang kita sampaikan, diijabah oleh Allah Swt.***
*Postingan yang sama juga di mrasyidnur.gurusiana.id

31 Jul 2022

Memotong Penyesalan

Memotong Penyesalan


(Materi Khutbah)*

Ada pepatah, 'Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna'. Artinya, kalau ingin menyesal, menyesallah di depan, bukan di belakang (kemudaian) karena penyesalan di belakang tidak akan mendapatkan apa-apa. Justeru menyakitkan.

Penyesalan itu bisa sekarang, di dunia dan bisa juga nanti di yaumil akhir. Kalau penyesalan itu saat kita masih di dunia, dan masih sempat disadari, masih mungkin untuk memperbaiki diri. Tapi jika menyesal itu timbulnya nanti di dalam kubur, di saat pertanggungjawaban di mahkamah Tuhan tentu saja tidak bisa lagi memperbaikinya.

Ternyata kita nanti banyak yang akan menyesal setelah kita kembali (wafat dan dibangkitkan). Ini sesuai pesan Allah dalam Alquran, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (Al Mukminun: 99-100)

Membaca firman Allah itu jelas sekali kalau keinginan kita setelah mati adalah ingin kembali ke dunia walaupun itu hanya sejenak untuk melakukan amal shalih. Besar sekali keinginan untuk kembali ke dunia agar ada kesempatan memperbaiki amalan yang selama hidup dulu disia-siakan. Tapi apakah bisa? Kita menyesal karena dulu tidak ikut perintah-Nya. Apakah ada gunanya?

Tentu saja harapan ini akan sia-sia, karena tidak akan diizinkan untuk kembali . Benar Allah yang mengidupakan dan mematikan kita. Allah bisa menghidupkan kita sebagaimana sekarang sedang hidup dari tadinya tidak ada. Tapi untuk kembali minta dihidupkan setelah kematian, itu tidak akan dikabulkan Allah.

Pernyataan Allah perihal penyesalan yang tidak akan berguna itu juga ada pada Surah Al-Munafiqun ayat 9, 10,11. "Hai orang-orang beriman, janganlah tersebab harta dan anak-anakmu menjadi lalai mengingat Allah. Siapa yang melakukannya maka dia adalah orang yang merugi. Dan infakkanlah sebagian rezeki yang Kami berikan sebelum kami berpulang. Lalu ia berkata, Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menunda kematianku baang sebentar untuk aku berkesempatan bersedekah atau berinfak agar aku dapat menjadi orang yang saleh? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian itu. Sesungguhnya Allah tahu apa yang kamu buat."

Begitulah nantinya kondisi kita ketika sudah mati, jika saat ini tidak terlebih dahulu menyesali. Jadi, mari kita menyesal hari ini agar tidak tertunda penyesalan kita. Dalam kesulitan seperti apapun kita jangan lupa Allah. Jangan lalaikan panggilan dan perintah Allah. Jangan dientengkan tegah dan larangan Allah. Sederhana sesungguhnya permintaan Allah tapi terkadang kita buat susah. Dan kita tidak akan menyesal kelak di yaumil akhir jika mau menyesal sekarang, di dunia. Mari kita potong penyesalan kita menjadi saat ini. Tidak menunggu nanti.***

*Untuk Masjid Al-Hadid, Saipem, 29/07/2022)

29 Jul 2022

(Materi Tausiah) Alquran Sebagai Pedoman Hidup*

(Materi Tausiah) Alquran Sebagai Pedoman Hidup*


Asalamualaikum ww, 

Hadirin, jamaah masjid Agung, pendengar setia, mitra Azam FM dan Radio Pemkab Canggai Putri;

SORE ini kita membicarakan topik "Alquran Sebagai Pedoman Hidup" sebagaimana ditentukan panitia Semarak Ramadhan Msjid Agung Kab. Karimun tahun ini.  

Kitab suci kita ini diturunkan pada bulan Ramadhan (Albaqarah: 185). Tentang kapan persisnya, tanggal berapa, tahun berapa memang terdapat beberapa pendapat. Kebanyakan ulama meyakini diturunkan setelah pertengahan Ramadhan. Kitapun kebanyakan memperingati Nuzul Quran pada 17 Ramadhan. Setelah melewati proses yang panjang, dari alquran yang lebih banyak hafalan dan catatan yang berserakan, akhirnya kini terkumpul menjadi satu Kitab Mulia (114 surah dengan 30 juz).

Alquran adalah pedoman utama umat Islam selain hadits. Sabda Nabi, "Aku tinggalkan kepadamu dua perkara. Kamu sama sekali tidak akan sesat selamanya jika berpegang kepada keduanya. (Itulah) kitab Allah (alquran) dan sunnah rasul-Nya (hadits)." Alquran adalah firman langsung dari Allah. Menurut catatan sejarah, turunnya berangsur sejak wahyu pertama hingga terakhir selama kl 23 tahun (22 tahun, 2 bulan dan 22 hari), sejak usia 40 tahun hingga dia wafat (63 tahun).

Alquran juga adalah mukjizat terbesar Nabi Muhammad sebagai bukti kerasulannya sekaligus kitab terakhir yang diturunkan Allah kepada manusia. Kita mengenal Taurat, Zabur dan Injil baru alquran.

Alquran, sebagaimana banyak ayat menerangkannya, bisa dilihat dari tiga fungsi pokoknya, 1) Sebagai Petunjuk Umat Manusia (Albaqarah: 185/ Al-A'raf: 52); 2) Sebagai Sumber Pokok Ajaran Islam(An-Nisa: 105); 3) Pengajaran Bagi Manusia (Yunus: 57).

Posisi dan Fungsi Alquran  

1) Al-Huda (petunjuk) 1) bagi manusia secara umum untuk beriman dan bertakwa;
2) Alfurqoan (pemisah) antara yang hak dan yang batil;
3) Assyifa (obat) bagi manusia;
4) Al-Mau'izhoh (Nasihat).

Pesan-pesan alquran banyak, misalnya,
1) Disiplin (solat wajib di waktu yang ditentukan/ puasa sesuai waktu);
2) Istiqomah/ konsisten dalam segala hal;
3) Mengajak diri dan orang lain untuk berbuat baik dan meninggalkan keburukan.

Alquran ada 114 surah yang dirangkum kedalam 30 juz. Kita (muslim) yakini ia sebagai firman (pernyataan) Allah yang turun secara berangsur selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari (kl 23 tahun). Diyakini pula turun pertamanya pada 17 Ramadhan saat usia Nabi 40 tahun. Alquran dihormati sebagai satu mukjizat kepada Muhammad sebagai bukti kenabiannya. Kata alquran sendiri disebut sampai 70 kali di dalam alquran.

Intinya Al-Qur'an memberikan petunjuk agar umat manusia dapat terus berjalan di jalan yang lurus. Manusia harus hidup dengan baik dan benar (jalan yang lurus) itu. Al-Qur'an menjelaskan, mana yang salah dan mana yang benar, serta peringatan-peringatan agar terus mempertahankan iman membina takwa semata kepada Allah. 

Fungsi Al-Qur'an lainnya adalah untuk menjelaskan kepribadian manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya yang ada di bumi. Manusia adalah makhluk yang dibekali akal, bisa membedakan baik dan buruk, dan membuatnya berbeda dengan binatang yang sama-sama ciptaan Allah. Alquran juga sebagai kitab penyempurna kitab-kitab yang sebelumnya sudah diturunkan Allah kepada rasul-Nya terdahulu.

Sebelum Al-Qur'an, ada beberapa kitab Allah yang diturunkan kepada para nabi, seperti Injil, Taurat, dan Zabur. Kitab-kitab Allah sebelumnya, ditujukan hanya pada umat pada zaman tersebut saja, berbeda dengan Al-Qur'an yang digunakan sampai akhir zaman. Karena itu alquran juga menjelaskan masalah yang pernah diperselisihkan umat sebelumnya. Terdapat juga cerita-cerita dari masa lalu yang kemudian, berdasarkan kisah umat terdahulu itu manusia sekarang dapat belajar dan memperlajarinya. Sesungguhnya isi kandungan alquran teramat sempurna dan tidak mampu manusia menjelaskan secara sempurna.***

*Disarikan dari berbagai sumber

9 Jul 2022

(Konsep) Idul Adha Ujian dan Hikmah Keikhlasan

(Konsep) Idul Adha Ujian dan Hikmah Keikhlasan


IDUL ADHA UJIAN DAN HIKMAH KEIKHLASAN* 

 

Muslimin-muslimat, jamaah Idul Adha yang dimuliakan Allah.

Alhamdulillah, pertama-tama, marilah bersyukur kepada Allah Swt, yang memberikan rahmat dan nikmat begitu luas kepada kita. Marilah pula kita manfaatkan segala kenikmatan itu untuk mengabdi kepada-Nya sebagai manifestasi ketaatan dan rasa syukur kita kepada-Nya. Melaksanakan ibadah haji dan pemotongan hewan kurban adalah sebagian implementasi ketaatan kita kepada Allah Swt itu.

Selanjutnya, salawat dan salam mari kita doakan untuk Nabi Besar Muhammad Saw, kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya dan para penerus risalahnya yang terus berjuang untuk tegaknya nilai-nilai Islam di muka bumi hingga hari kiamat nanti.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil Hamd, Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Hadirin, Ibadah haji, salat Idul Adha dan kurban tidak bisa dilepaskan dari sejarah kehidupan Nabi Ibrahim AS. Tiga peristiwa penting itu tidak bisa lepas dari prosesi pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, itulah, ibadah haji, salat ‘Id dan penyembelihan hewan kurban yang nanti akan kita laksanakan. 

Ibadah utama dalam Idul Adha adalah pelaksanaan ibadah haji. Tahun ini untuk pertama Pemerintan Indonesia mengirimkan Jamaah Calon Haji (JCH) ke Tanah Suci setelah dua tahun tidak mengirimkannya disebabkan covid-19. Pemerintah Arab Saudi tidak mengizinkan jamaah dari luar Negaranya untuk menjalankan rukun Islam kelima ini selama covid masih mewabah. Hanya warga Arab Saudi dan warga Asing yang berada di Arab Saudi saja yang diperkenankan. Alhamdulillah tahun ini kembali dikirimkan, meskipun setengah dari jumlah kuota normal. Kita tetap sabar untuk keadaan itu. Kata Allah, wasbiruu...innaloha maassobiriin. 

“Dan bersabarlah kalian, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”.

Sesungguhnya tuntunan sabar yang diwajibkan Allah kepada kita akan sempurna ketika kita juga memiliki kerelaan atau keikhlasan menerima cobaan. Setiap orang yang sabar memiliki keuntungan tersendiri. Orang yang sabar pasti memiliki harapan dan tidak akan putus asa karena gagal dalam urusannya. Iman seseorang pun sangat kuat kaitannya dengan kesabaran orang tersebut.

Kesabaran adalah sikap yang paling dibutuhkan dalam menjalankan ibadah haji. Ibadah haji merupakan ukuran ujian kesabaran. Seluruh rangkaian ibadah haji membutuhkan kesabaran, mulai dari menabung uang, saat pendaftaran, masa menunggu keberangkatan, saat berangkat, sampai dengan pelaksanaan dan kembali ke kampung halaman. Tanpa kesabaran, jamaah haji tidak akan mampu melewati rangkaian ibadah yang memerlukan kekuatan mental dan fisik seperti tawaf, sa’i, wukuf, melempar jumrah dan lain-lainnya itu.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil Hamd, Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Itulah hikmah pertama dari keikhlasan dalam kehidupan khususnya dalam melaksanakan ibadah haji. Hikmah kedua dari keikhlasan atau kerelaan yang disebut juga dengan tawakal adalah akan beriringannya tawakal dengan iman. Pada hakikatnya orang tawakkal adalah orang beriman. Tawakal sangat diagungkan bagi seorang mukmin karena merupakan bagian dari hati yang akan membawa kita ke jalan kebahagiaan lahir dan batin, dunia dan akhirat. Firman Allah dalam QS. Ali Imran ayat 159 dinyatakan:

“Apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”

Begitulah ibadah haji yang pada hakikatnya akan menguji sekaligus memupuk sikap ikhlas kita. 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil Hamd, Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Ibadah kedua yang berkaitan dengan Idul Adha adalah pelaksanaan salat ‘Ied seperti yang saat ini kita laksanakan. Salat Id akan mempererat tali silaturrahim diantara kita. Silaturahim harus terjaga, terutama saat kita bersama di solat Id seperti ini. Salat Idul Adha kita kerjakan secara berjamaah yang akan mempertemukan kita di rumah Allah ini. Perintah Allah agar kita tetap menjaga silaturrahim sesama muslim khususnya akan dapat kita lakukan dengan adanya solat Id ini. Sebaik-baik muslim adalah orang yang selalu menjaga hubungan silaturrahim diantara manusia.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil Hamd, Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Ibadah ketiga yang kita lakukan adalah pemotongan hewan qurban. Ibadah qurban bisa menjadi bukti kepekaan sosial masyarakat yang mampu secara ekonomi terhadap yang miskin. Qurban semakin memberikan kesadaran kepada kita, bahwa harta yang kita miliki bukanlah mutlak milik kita semata. Harta dan materi di dunia hanya titipan dari Allah Swt, yang di dalamnya terdapat hak orang lain. Kenikmatan yang kita rasakan tidak akan berkurang sedikitpun ketika harus berbagi dengan orang lain melalui pemberian hewan qurban. Berbagi itulah salah satu bukti kita mensyukuri nikmat Allah yang maha banyak ini. Kita sadar betul bahwa nikmat Allah itu memang begitu banyaknya. Firman Allah,

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Tentu saja pengorbanan harta tidak semata melalui hewan qurban. Ada banyak kesempatan kita untuk membuktikan pengubanan kita. Terkhusus dalam rangka menyelesaikan pembangunan masjid kita yang saat ini masih dalam pembangunan, ini misalnya. Kurban itu bisa berupa uang atau bentuk lain seperti membantu dengan tenaga atau lainnya. Saat ini kita sedang menggesa pembangunan kubahnya, mari kita buktikan keikhlasan kita dalam meneruskan pembangunan ini. Inilah kurban yang juga akan dinilai Allah sebagai bagian rasa syukur kita atas nikmat-nikmat-Nya itu. Kita harus ikhlas untuk ini.

Bayangkan ujian keikhlasan Ibrahim saat diminta Allah memberikan anaknya yang semata wayang. Ibrahim ikhlas memberikannya. Begitu juga Ismail, ikhlas atas permintaan Allah itu. Mari ujian keikhlasan kita buktikan dalam membangunan masjid kita, khususnya menyelesaikan kubah yang belum terpasang.

Sesungguhnya ibadah qurban tidak hanya soal ibadah saja. Berqurban mengandung manfaat ekonomi dan sosial yang besar di sisi Allah. Qurban, bukan hanya perihal ritual yang dikerjakan selama satu hari dalam setahun. Tapi qurban memikirkan bagaimana proses perjalanan kurban itu, sejak mengumpulkan biayanya, membeli hewannya hingga memotong dan membagi-bagikannya kepada yang berhak. Itu semua memerlukan kesabaran dan keikhlasan. Akan loloskah kita dalam ujian keikhlasan ini? Hanya kita yang akan menjawabnya,

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah, sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”

Demikian khutbah ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. Mohon maaf atas segala kekhilafan dan kekurangan serta terima kasih atas segala perhatian.***

Barakallohu lana walakum, manafa’ni waiyyakum bima fihi laallakum tuflihun. Wasalamualaikum ww.

*Untuk Masjid Al-Ubudiyah Wonosari, 10 Juli 2022 (10 Zulhijjah 1443)