Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

19 Feb 2024

Pengurus Banyak Beralangan, Rapat Tetap Dilanjutkan

Pengurus Banyak Beralangan, Rapat Tetap Dilanjutkan


SATU kelaziman dalam kepengurusan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Karimun adalah jumlah peserta rapat yang selalu tidak seberapa berbanding jumlah keseluruhan pengurus. Selalu ada sejumlah pengurus --dalam jumlah lebih besar, bahkan-- yang tidak bisa hadir dalam rapat. Selalu ada alangan.

Dari satu masa bakti ke masa bakti berikutnya, selalu peserta rapat pengurus MUI Karimun dalam jumlah yang sangat sedikit. Bukan saja kurang dari setengah jumlah pengurus, tapi bisa lebih dari 75 persen pengurus tidak hadir. Ada banyak alasannya.

Jumlah anggota pengurus yang jarang sekali memenuhi kuorum dalam setiap rapat tidak menjadi alasan pengurus yang hadir untuk tidak melanjutkan rapat. Rapat tetap dilanjutkan dan keputusan tetap ditetapkan. Pimpinan rapat akan meminta kepada pengurus yang hadir agar seberapa orang pun peserta hadir maka disepakati rapat tetap dilanjutkan. Hasil rapat juga dinyatakan sah.

Rapat pengurus MUI hari Senin (19/02/2024) ini, misalnya kembali jumlah pengurus yang hadir sangat sedikit. Dari 70-an orang anggota pengurus MUI Kabupaten Karimun yang dapat hadir dalam rapat hanya sebanyak 7 orang saja. Kurang-lebih 10 persen saja yang bisa hadir. Beberapa orang mengirimkan pesan minta izin. Tapi khusus hari ini hanya pengurus harian dan ketua komisi saja yang diundang.

Sesungguhnya rapat hari ini sangatlah penting. Ketua Umum MUI, Drs. H. Afrizal yang langsung memimpin rapat menjelaskan bahwa agenda rapat hari ini sangatlah penting. Katanya, ada dua agenda penting yang harus dibahas dalam rapat ini.

"Rapat kita sebenarnya sangat penting. Sayang kawan-kawan ramai betul yang tidak bisa hadir. Kita mau membahas evaluasi pelaksanaan program kegiatan tahun 2023 sekaligus membahas kegiatan menjelang dan selama Ramadhan," katanya. Tapi ketua menegaskan bahwa rapat kita tetap akan dilanjutkan.

Dua agenda yang sudah disampaikannya dan beberapa hal penting yang juga muncul dalam rapat, tetap dibahas bersama. Rapat berjalan lancar dan beberapa keputusan dihasilkan, misalnya kegiatan yang akan dilaksanakan dalam bulan suci itu nanti. Termasuk membahas tim Sapari Ramadhan bersama Pemda Karimun.***

5 Jan 2024

Jumatan di Masjid Al-Hidayah Patam Lestari Batam

Jumatan di Masjid Al-Hidayah Patam Lestari Batam


Catatan M. Rasyid Nur
BERSAMA Wakil Bupati Karimun dan rombongan kami jumatan di Masjid Al-Hidayah, Patam Lestari, Batam. Merasa istimewa melaksanakan salat jumat di masjid tua ini karena saya tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Sejatinya saya melaksanakan salat jumat di Wonosari, tempat saya bermastautin di Pulau Karimun. Alhmadulillah merasakan salat di tempat lain. 

Jumat (05/01/2024) ini Wakil Bupati Karimun selaku Ketua Umum LPTQ Kabupaten Karimun mengadakan kunjungan kerja ke Quran Center, Batam. Tujuannya untuk berjumpa dengan direkturnya, Mahadi Rahman. Sebagai orang nomor satu di LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran) Kabupaten Karimun, Pak Wabup saat ini tengah mempersiapkan kafilah Kabupaten Karimun untuk MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) Tingkat Provinsi tahun 2024. Jadi, tujuan kunjungan ke Mahadi yang adalah salah seorang Pembina peserta MTQ Kabupaten Karimun adalah untuk konsultasi dalam rangka persiapan MTQ Tingkat Kabupaten Karimun 2024 sekaligus persiapan MTQ Tingkat Provinsi Kepri. 

Bersama Wabup ikut Staf Ahli Bupati, H. Ramli, Ketua Harian LPTQ Kabupaten Karimun, H. Syamsul Arif dan Wakil, HM. Rasyid Nur serta salah seorang pengurus lainnya, Suhardi. Rencana koordinasi akan dilaksanakan bakda jumatan. Untuk itu salat jumat di Masjid Al-Hidayah, Patam Lestari yang tidak jauh dari lokasi rencana pertemuan. Masjid tua ini ternyata dikelola dengan baik. Itu terbukti dengan begitu besarnya saldo kas masjid dan salat di sini terasa adem karena sudah pakai penyejuk ruangan.

Imam hari ini adalah Ustaz Syamsuddin sementara khatibnya adalah Ustaz M. Abizar Hudairi. Dalam khutbahnya khatib berpesan untuk banyak berzikir kepada Allah yakni dengan perbanyak doa selain melaksanakan ibadah-ibadah sebagai mematuhi perintah Allah. Dengan zikir seseorang akan merasa nyaman dan tenang.

"Dengan zikir insyaallah kita akan dipelihara oleh malaikat Allah," kata Pak Khatib. Dia menambahkan, ada amalan zikir yang ringan tapi Allah sayang kepada orang yang mengamalkannya. Dia menyebutkan kalimat, subhanallah wabihamdihi, subhanallahil azhim. "Ucapkanlah zikir itu berulang-ulang sambil menyerahkan diri kepada Allah," katanya. Saya setuju dari semua pesan khutbah yang disampaikannya.***

2 Jan 2024

Melatih Anak-anak Kita Salat Sedari Kecil

Melatih Anak-anak Kita Salat Sedari Kecil


Catatan M. Rasyid Nur

SUDAH diketahui umum, kalau melaksanakan salat bagi kita (muslim) adalah wajib hukumnya. Salat adalah salah satu dari lima rukun (tonggak) agama. Jika tidak menunaikan salat sebagai sebuah kewajiban, artinya kita tidak atau belum berstatus muslim yang sebenarnya. Selain syahadat, zakat, puasa dan haji, salat adalah rukun Islam yang utama dalam lima rukun yang ada. Salatlah yang akan menjadi patokan penilaian ibadah kelak di hadapan Tuhan.

Memulai, baik belajar maupun praktik salatnya hendaklah sedari kecil. Ini juga perinsip dan ketentuan yang pasti diajarkan kepada anak-anak dalam keluarga. Pemahaman salah satu hadits, Suruhlah anak-anak Anda melaksanakan salat sejak kecil. Sejak di umur tujuh tahun. Itu pula pesan orang tua kepada anak-anaknya. Itu juga pesan guru kepada siswanya.

Melaksanakan salat sedari kecil lebih kepada pembiasaan. Mengingat pesan orang tua-tua, 'kecil teranja-anja; sudah besar terbawa-bawa; ketika tua terubah tidak' adalah kata-kata indah dari orang tua-tua. Ajaran agama sendiri pun menyuruh begitu. Hendaklah kalian suruh anak-anak kalian salat sejak usia 4-5 tahun dan paksakanlah, kalau perlu dipukul jika dalam usia tujuh tahun tidak juga mau melaksanakan salat. Ini ajaran agama. Pemahaman dari salah satu hadits.

Sesungguhnya keluarga muslim pasti akan menyuruh dan mengajarkan anak-anaknya melaksanakan salat. Salat sebagai salah satu kewajiban bagi seorang muslim hanya akan terlaksana saat seseorang telah dewasa, jika ketika usia anak-anak sudah terbiasa melaksanakannya. Sebagaimana pemahaman peribahasa di atas, bahwa kebiasaan-kebiasaan saat kecil akan terbawa-bawa saat besar dan tidak lagi akan berubah ketika sudah tua. Maka ajarkanlah anak-anak melaksanakan salat karena saat anak-anak itulah proses pembiasaan bisa dilaksanakan.

Di sekolah tertentu dewasa ini bahkan menjadikan salat sebagai pendidikan dan pembiasaan. Pembiasaan salat pun menjadi cara terbaik untuk membentuk akhlak (karakter) peerta didik. Atas fakta bahwa kebiasaan di masa kecil akan menjadi bagian hidup setelah dewasa, maka orang tua yang berharap anak-anaknya kelak melaksanakan salat setelah dewasa, pasti akan menyuruh anak-anaknya belajar dan melaksanakan salat sejak kecil. Begitupun di sekolah. Semoga saja  anak-anak kita adalah generasi beragama dan taat dalam melaksanakan ajaran agamanya.***

25 Des 2023

Mari Kita Ucapkan Selamat Nataru Kepada Sahabat-sahabat Kita Itu

Mari Kita Ucapkan Selamat Nataru Kepada Sahabat-sahabat Kita Itu

Foto Google

SELAMAT Tahun Baru, selamat Nataru. Nataru adalah singkatan Natal dan Tahun Baru. Selamat Nataru, maksudnya Selamat Natal dan Selamat Tahun Baru. Setiap tahun, di akhir tahun khususnya, lebih khusus lagi setiap 25 Desember seperti hari ini sahabat-sahabat kita penganut agama Kristen dan Katolik memperingati dan merayakan hari Natal sekaligus menyambut tahun baru. Dari situlah lahir akronim 'nataru'. 

Berbagai doa kebaikan dan keselamatan disampaikan. Tidak pula terlupakan doa-doa dan harapan untuk keampunan dari Tuhan. Pengakuan kesalahan dan dosa lazimnya saling menyampaikan, khususnya kepada diri masing-masing. 

Sebagai bangsa dengan masyarakat yang agamais kita saling mengucapkan selamat dan doa di setiap tanggal dan tahun turunya hari besar agama. Bagi umat Kristiani dan Katolik tentu tidak semata memperingati, tapi juga melaksanakan ibadah sesuai ajaran Natal itu sendiri. Berkumpul dan melaksanakan kebaktian di rumah-rumah ibadah mereka ingin hubungan terbaik dengan Sang pencipta terjaga dengan baik.

Kita yang bukan penganut agama ini tentu saja memberikan rasa selama dan doa kepada sahabat-sahabat kita ini. Kita herapkan mereka dalam kebahagiaan mereka, mendapatkan berkah dan petunjuk dari Tuhan untuk terus bersama hidup aman dan damai dalam kesatuan Negara Republik Indonesia. Selamat NATARU, sahabat-sahabat kami. Mari terus kita bersatu, menjaga bangsa dan negara kita.***

26 Nov 2023

MUI Kabupaten Kembali Laksanakan Program Kegiatan

MUI Kabupaten Kembali Laksanakan Program Kegiatan


MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Karimun kembali melaksanakan kegiatan sesuai program kerja tahun 2023. Sabtu (25/11/2023) ini melalui Komisi Dakwah MUI melaksanakan pengajian agama bagi Ibu-ibu yang tergabung dalam BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) Kecamatan Tebing, Meral dan Meral Barat.

Pengajian dengan penceramah Ustaz Fitriansyah, itu dihadiri oleh Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos, M Si, pejabat kecamatan dari tiga kecamatan di Pulau Karimun dan tentu saja para pengurus MUI Kabupaten Karimun. Tampak Ketua MUI Kabupaten Karimun, Drs. H. Afrizal dan didampingi para Wakil Ketua serta beberapa orang pengurus lainnya bersama pejabat lainnya itu.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.30 itu dilaksanakan di Masjid Darussalam Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing. Diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci alquran oleh seorang qoriah Kabupaten Karimun acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua MUI Kabupaten Karimun, H. Afrizal.

Dalam sambutannya Afrizal mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh MUI Kabupaten Karimun sesuai Program Kerja MUI Karimun untuk tahun 2023. Setiap komisi melaksanakan kegiatan sesuai dengan program yang sudah ditetapkan sebelumnya.

"Pengajian sore ini merupakan kegiatan dari Komisi Dakwah. Ini sudah untuk kedua kali dari kegiatan Komisi Dakwah," jelas Ketua MUI itu. Afrizal berharap tausiah yang akan disampaikan oleh penceramah dapat disimak dan serap untuk pedoman kita dalam kehidupan sehari-hari. Begitu dia berharap kepada jamaah yang memenihi masjid itu.

Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq yang memberikan sambutan dan pengarahan juga mengharapkan kepada jamaah untuk menyimak dan memperhatikan tausiah yang disampaikan Ustaz Fitriansyah. Selain itu Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus MUI yang telah melaksanakan beberapa kegiatan sesuai dengan komisi yang ada di kepengurusan MUI Kabupaten Karimun masa bakti 2022-2027.***

23 Nov 2023

Menuliskan Doa di Malam Jumat untuk Dibaca dengan Khdimat

Menuliskan Doa di Malam Jumat untuk Dibaca dengan Khdimat


SESUNGGUHNYA tiap hari dan tiap malam dapat saja kita berdoa. Kapan saja tanpa harus membeda-bedakan hari. Tidak juga mesti membeda-bedakan tempat kecuali di tempat-tempat yang ditentukan Allah, itu adalah tempat mustajab. Itu boleh saja ada perbedaan. 

Para ulama dengan mengutip panduan Rasulullah menganjurkan untuk berdoa di malam tertentu, yaitu malam Jumat, misalnya. Dikatakan, sebagaiman dinukil dari hadits Nabi, jika doa dibaca di malam Jumat, lalu berpulang ke rahmatullah di malam itu, maka Allah akan memasukkannya ke dalam syurga.

Adapun doa yang dibacakan itu adalah sebagaiberikut (dalam bahasa Indonesia). Sebisanya dibacakan dalam bahasa aslinya (bahasa Arab) itu lebih baik:

Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan kecuali Engkau.

Engkaulah yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu, putra hamba-Mu dan berada dalam genggaman-Mu dan nasib ku berada di tangan-Mu.

Aku memasuki petang ini atas perjanjian kepada-Mu sesuai dengan kemampuanku.

Aku berlindung dengan rida-Mu dari keburukan perbuatanku.

Aku kembali kepada-Mu dengan nikmat-Mu dan aku kembali kepada-Mu dengan membawa dosa-dosaku.

Maka ampuni dosa-dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.

Dianjurkan untuk membaca doa itu sebanyak tujuh kali sebelum kita tidur. Semoga Allah mengakhiri hidup kita dengan husnul khotimah, amin. Mari kit abaca di malam Jumat untuk kiranya mendapat khdimat.***

14 Okt 2023

Malam Tabligh Akbar Bersama Buya Arrazy

Malam Tabligh Akbar Bersama Buya Arrazy


BERTAMPAT di Lapangan Kemuning Coastal Area, Karimun, Kamis (12/10/2023) malam dihelat acara Tabligh Akbar bersempena memperingati Hari Jadi Kabupaten Karimun ke-24 tahun 2023. Dari berbagai penjuru, khususnya yang bertempat tinggal di Pulau Karimun, masyarakat datang memenuhi lapangan. Hadir malam ini Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, SE MM dan rombongan. Pejabat Karimun hadir mulai dari Bupati, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos MSi, Wakil Bupati, H. Anwar Hasyim, MSi, Sekda, Dr. H. Muhammad Firmansyah, MSi, Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten dan para anggota, sampai ke pejabat di Pemda Kabupaten Karimun sendiri.

Pemda Kabupaten Karimun kali ini mengundang Buya Dr. Arrazy Hasyim, Lc, MFil,  untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat Kabupaten Karimun bersempena memperingati dan merayakan Hari Jadi Kabupaten. Dari beberapa rangkaian kegiatan dalam rangka HUT Kabupaten salah satunya adalah Tabligh Akbar ini. 

Prosesi acara Tabligh Akbar diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alqur'an oleh salah seorang qori Provinsi Kepri yang juga putra Kabupaten Karimun, Amirullah, SPd. Amir, begitu dia disapa, adalah pemenang STQH Tingkat Provinsi Keperi tahun 2023. Dia akan mewakili Provinsi Segantang Lada, ini ke STQH Tingkat Nasional di Jambi.

Acara selanjutnya adalah pidato sambutan dan pengarahan, masing-masing oleh Bupati Karimun dan Gubernur Kepri sebelum tausiah agama oleh Buya Arrazy. Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran semua masyarkat, terkhusus kepda gubernur dan penceramah kita. 

"Saya, atas nama Pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur dan Buya Dr. Arrazy Hasyim yang baru saja sampai dari Natuna. Kini sudah di Karimun," katanya. Bupati mengharapkan dengan tausiah ini akan menambah rasa syukur kita atas nikmat dari Allah. Harapan kita bersama, semoga Karimun menjadi daerah yang diredhoi Allah, baldatun thoyyibatun waribbun ghofur. Demikian bupati antara lain menyampaikan pidato sambutannya.

Sementara sambutan dan pengarahan Gubernur Keperi, H. Ansar Ahmad mengawali pidatonya dengan menyapa semua hadirin, selanjutnya mengajak untuk syukur kepada Allah dan bersalawat kepada Rasulullah, Muhammad Saw. Beberapa pesannya anrara lain, kiranya kehadiran masyarakat dan kita semua semoga menjadi penyemangat membangun daerah kita Provinsi Kepri, khususnya Kabupaten Karimun. Katanya, Karimun adalah kabupaten yang cepat dalam pembangunannya. Itu adalah karena kebersamaan antara Pemerintah dengan masyarakatnya. "Pemda Provinsi ingin mencontoh Kabupaten Karimun untuk beberapa hal, khususnya dari sisi keagamaan. Kita ingin menjadikan provinsi agamis, agar kita tidak lupa kepada Allah, sang pemberi rahmat dan nikmat."

Terakhir, acara pokok, ceramah oleh Buya Dr. Arrazy Hasyim, Lc. Buya mengawali dengan menyampaikan nasehat Baginda Rasulullah, jika Allah berkehendak memberikan pemimpin saleh maka Allah memberikan wakilnya yang saleh juga. Saleh artinya bukan hanya taat salat, puasa atau bersedekah saja. Saleh artinya melakukan semua perbuatan yang baik. Dia mengingatkan, karena salat dhuha tapi pekerjaan pokok atau wajib ditinggalkan. Misalnya salat dhuha dikerjakan pada saat jam rapat di kantor atau jam mengajar di sekolah," katanya. Itu namanya konyol, kata buya. 

Panjang lebar buya menguraikan beberapa istilah yang sidah umum di telinga kita tapi belum terlalu paham maknanya. Kata Robb artinya wahai Tuhan, Tuhan yang menciptakan, Tuhan yang memberi rezeki, jadi makna Robb itu tidak hanya Tuhan. Iblis saja, katanya menggunakan kata Robb dalam berdoa. Maka ingatlah Tuhan atau Robb ketika berdoa.

Buya juga menyinggung keamanan di Negara Indonesia. Dia mengatakan bahwa yang paling berharga di Indonesia itu adalah keamanan dan kebebasan, termasuk kebebasan beragama. Silakan dichek di semua negara, di Indonesialah yang paling kondusip untuk beragama, katanya. Untuk itu dia meminta semua kita untuk terus menjaga keamanan ini.***

8 Okt 2023

Kali Ini Tausiah Subuh Diisi Ahbab Jamaah dari Bangladesh dan Diikuti Jamaah dari Kalimantan

Kali Ini Tausiah Subuh Diisi Ahbab Jamaah dari Bangladesh dan Diikuti Jamaah dari Kalimantan


SALAT subuh di Musalla Al-Busyro, Rumah Dinas Bupati Karimun, Sabtu (07/10/2023) ini ada yang lain dari biasa. Beberapa kali saya berkesempatan salat subuh di sini dan selalu ada tausiah subuhnya, tapi diisi oleh jamaah tempatan saja. Biasanya jamaah yang sudah terbiasa juga salat subuh di Al-Busyro, musolla di Rumah Dinas Bupati itu.

Subuh ini lain. Subuh akhir pekan ini ternyata pemberi kuliah subuhnya datang dari jauh, dari Bangladesh. Ternyata beberapa hari ini ada jamaah tabligh yang berkunjung ke Kabupaten Berazam, ini yakni jamaah tabligh yang tengah melaksanakan program 'khuruj' keluar negaranya. Dan jamaah itu datang dari luar sana, dari Banglades yang berkunjung ke Indonesia. 

Nama jamaah tersebut yang memberikan kuliah subuh, itu adalah Ustaz Al-Amin. Menurut keterangan dari salah seorang jamaah tabligh Karimun, ada lima orang jamaah tabligh dari Bangladesh dan lima orang lagi dari Kalimantan. Saat ini mereka tengah berada di Kabupaten Karimun, tepatnya di Kota Tanjungbalai Karimun.

Karena Ustaz Amin tidak bisa berhasa Indonesia maka dia menyampaikan tausiahnya dalam Bahasa Bangladesh dengan diterjemahkan oleh salah seorang jamaah tabligh dari Kalimantan, yakni Abdul Karim. Ustaz Abdul Karimlah yang mengubah bahasa penceramah pagi ini dari Bahasa Bangladesh ke Bahasa Indonesia.

Hadir pada jamaah subuh ini Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si serta beberapa orang pejabat Pemda. Beberapa orang Ketua Ormas seperti Ketua MUI, Ketua Baznas dan Ketua FKUB Kabupaten Karimun juga ikut hadir bersama bupati dan jamaah tabligh dari Bangladesh dan Kalimantan itu. 
Beberapa pesan yang disampaikan Ustaz Amin, misalnya tentang iman dan keimanan. Dengan antsias disimak oleh para jamaah subuh Al-Busyro. "Tentang bersyukur kepada Allah karena ditakdirkan mempunyai iman kepada Allah. Dengan iman pula seorang hamba akan dimasukkan ke dalam syurga," kata Ustaz.

Selain itu, dia juga mengingatkan pentingnya bersyukur itu sendiri. "Ada banyak manusia yang mendapatkan karunia nikmat berlimpah dari Allah, tapi tidak mau bersyukur. Justeru mengingkari nikmat yang diberikan Allah," kata Ustaz Amin mengingatkan jamaah. Untuk itu dia minta agar kita semua cerdas bersyukur. Lagi pula, jika kita mau bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, maka Allah akan menambah nikmat untuk kita.

Sesungguhnya setiap kita, setiap manusia tidak terlepas dari nikmat dan rahmat Allah, kata ustaz. "Meski seseorang itu nampak susah tapi dia punya nikmat lain misalnya buang air mudah, bekerja bisa, makan-minum bisa, itu semua adalah nikmat. Maka itu wajiblah bersyukur kepada yang memberi naikmat dan rahmat itu. Demikian sebgian isi ceramah Usta Al-Amin, pagi ini.***

4 Okt 2023

Bupati Memberi Kuliah Subuh

Bupati Memberi Kuliah Subuh


ADA yang istimewa pagi subuh Ahad (01/10/2023) itu. Di Tanjungbatu, persisnya di Masjid Hijir Ismail, Islamic Center. Pak Rafiq (biasa kita sapa begitu) memberi kuliah subuh. Di hari istimewa bangsa Indonesia, Hari Kesaktian Pancasila, jamaah subuh Hijir Ismail mendapatkan pencerahan dari Orang Nomor Satu Kabupaten Berazam, Karimun. Itulah Pak Bupati, memberi tausiah pagi.

Kuliah Subuh alias tausiah pagi, ini mungkin biasa-biasa saja. Sudah lazim bakda subuh ada kuliah singkat. Hampir di semua masjid atau surau yang ada jamaah subuhnya, ada kuliah subuhnya. Tapi yang istimewanya, itu adalah karena yang memberi tausiah atau ceramah adalah seorang bupati. Selama ini, Pak Bupati, ini tidak terkenal sebagai penceramah. Mungkin karena latar belakang pendidikannya hanyalah umum saja. Tepatnya dari STPDN, sekolah khusus untuk calon pejabat.

Ternyata dalam kuliah subuh ini kita simak begitu dalam ilmu agamanya. Dalam ceramahnya, bupati memulai dengan pentingnya salat berjamaah, terutama salat subuh seperti saat itu. Sayangnya, tidak banyak muslim yang rutin salat berjamaah, katanya. Dengan menyebut persentase umat Islam yang berada diantara 80-90 persen, dan katakanlah setengahnya sudah wajib salat, nyatanya ada berapa orang muslim yang mengisi masjid atau musallah untuk salat berjamaah, tanyanya. 

Pak Rafiq bersyukur, meskipun jumlah jamaah subuh itu sangatlah sedikit berbanding kapasitas masjid Hijir Ismail yang begitu besar, dia tetap merasa bersyukur karena yang hadir ini adalah umat yang diringankan Allah untuk hadir ke masjid untuk berjamaah. "Bersyukurlah kita, Allah izinkan kita untuk melakanakan salat berjamaah di masjid," katanya. 

Bupati juga menjelaskan perihal pentingnya umat untuk ikut berdakwah, menyiarkan agama kepada siapa saja. "Sesungguhnya kita wajib menyampaikan kewajiban dakwah sebagaimana Nabi Muhammad lakukan. Jika kita lakukan, itulah cara kita melepaskan sebagian kewajiban kita untuk berdakwah." Dia mengingatkan, jika punya ilmu, gunakanlah ilmu itu sebagaimana mestinya. Jika punya harta juga wajib menggunakan harta itu untuk yang sesuai di jalan Allah. Begitu pula jika punya jabatan dan kekuasaan, gunakanlah untuk jalan Allah.

Ada banyak pesannya kepada jamaah pagi itu. Semoga yang memberi ilmu dan yang menerima ilmu dari Bupati mendapat pahala dari Allah.*** (M. Rasyid Nur)

18 Sep 2023

Menyimak Pesan Maulid Nabi di Kecamatan Buru

Menyimak Pesan Maulid Nabi di Kecamatan Buru


Catatan M. Rasyid Nur
PEMERINTAH Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, Ahad (16/09/2023) malam melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw Tahun 1445 (2023) dengan mendatangkan penceramah dari luar kabupaten. Kegiatan yang diberi titel Malam Maulid Akbar Gema Bersolawat menghadirkan H. Habib Muhammad Al-Athas, SH MPd bersama timnya. Habib Muhammad Al-Athas berasal dari Samarinda, Kalimantan. 

Bertempat di Lapangan Sepakbola Pemuda Kandis peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dilaksanakan oleh Ikatan Pemuda Kandis, Remaja Masjid Kecamatan Baru dan beberapa komponen masyarakat lainnya yang langsung dikoordinir oleh Camat Buru, Hendra. Penceramahnya hadir atas undangan dan usaha Sekda Kabupaten Karimun, Dr. H. Muhammad Firmansyah, S Sos MSi. Camat melibatkan masyarakat Buru untuk suksesnya peringatan Maulid Nabi ini. 

Tampak hadir pada malam acara yang dipenuhi masyrakat Desa Kandis, Kelurahan dan masyarakat dari beberapa tempat lainnya antara lain Ketua MUI Kabupaten Karimun, Ketua Baznas, Ketua Bakomubin dan Ketua FKUB Kabupaten Karimun. Pak Sekda yang sukses menghadirkan Habib Muhammad dari Kalimantan beralangan hadir karena terlambat sampai di Karimun setelah melaksanakan tugas di Kota Batam. "Pak Sekda minta maaf dan izin karena tidak jadi bisa hadir bersama kita," kata Ketua MUI yang memberikan sambutan atas nama rombongan dari Kabupaten Karimun.

Ada beberapa pesan Habib Muhammad saat memberikan tausiah di lapangan sepakbola Ikatan Pemuda Kandis, itu antara lain, tentang perlunya terus menjalin hubungan antara satu dengan lainnya. Dengan mengutip beberapahadits, Habib mengatakan, kalau ingin baik hendaklah berbuat baik, kalau ingin berada di syurga buatlah jalannya untuk dapat masuk syurga. "Ada empat kelompok atau jenis orang yang akan dimasukkan Allah kedalam syurga kelak di yaumil akhir," katanya. keempat yang dimaksudkan oleh Habib, itu adalah 1) Orang yang suka memberi makan orang;  2) Orang yang terus menjaga silaturrahim antara satu dengan lainnya; 3) Orang yang senantiasa menyebarkan salam; dan  4) Orang yang bangun tengah malam dan melaksanakan salat.

Habib menyampaikan banyak sekali pesan kepada masyarakat yang hadir di lapangan malam ini. Dia berharap agar masyarakat Kandis khususnya, Kecamatan Buru pada umumnya untuk juga menjaga persatuan dalam usaha menjaga silaturrahim. Habib memberikan ceramah cukup banyak dan panjang lebar. Masyarakat tampak antusias menyimak pesan-pesan Habib dalam peringatan Maulid Nabi malam ini.***

15 Agu 2023

Doa Sholawat Busyro untuk HUT RI ke-78 Kabupaten Karimun

Doa Sholawat Busyro untuk HUT RI ke-78 Kabupaten Karimun


Catatan M. Rasyid Nur
SENIN (14/08/2023) malam, ini adalah hari yang cukup istimewa. Setidak-tidaknya bagi Pemda dan masyarakat Kabupaten Karimun. Bertempat di Rumah Dinas Bupati Karimun, dilaksanakan acara dengan nama 'Sholawat Busyro dan Doa Bersama' yang dihadiri oleh para pejabat kabupaten dari atas hingga ke bawah plus tokoh masyarakat dan tokoh agama. 

Ada tiga kegiatan dalam satu kali kesemapatan. Ketiganya adalah, 1) Doa HUT RI ke-78 Tahun 2023; 2) Doa Kelancaran Kegiatan GTRA Summit yang akan Dihadiri Presiden RI; 3) Doa Syukur Kesalamatan Masyarakat Kabupaten Karimun. Acaranya berbentuk membacakan bersama Solawat Busyro sebanyak 41 (empat puluh satu) kali berturut-turut. Lalu diturup dengan doa yang dipandu oleh Ustaz Buya H. Wahab Sinambela. Kumandang Solawat Busyro sendiri diiringi oleh tabuhan hadrah oleh beberapa orang anak-anak muda dari salah satu pesantren di Pulau Karimun.


Sejak usai salat magrib kumandang Solawat Busyro langsung dibawakan bersama oleh seluruh hadirin, setelah pembawa acara, Fahrul Rozi yang bertindak sebagai MC memandu acara solawatan dan doa ini. Dua ruangan (depan dan tengah) rumah dinas dipenuhi oleh jamaah dan semuanya ikut mengumandangkan Solawat Busyro, solawat kabupaten itu. Bupati sendiri tampak begitu khusyuk membawakan solat. 

Menjelang masuk waktu Isya kumandang solawat sebanyak 41 kali, itu baru usai dengan diakhiri doa. Selanjutnya dilaksanakan salat Isya bersama sebelum mendengarkan pidato Tuan Rumah, Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si. Bupati berpidato dengan menyatakan rasa terima kasih atas kehadiran semua jamaah. Pak Bupati juga menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan malam ini. 


Setelah pidato berupa pengarahan dan ucapan terima kasih, itu dilanjutkan dengan makan malam bersama. Makan malam ini juga tergolong istimewa karena tidak dengan hidangan prasmanan sebagaimana selama ini. Tidak juga dengan menggunakan piring (pinggan) masing-masing. Tapi dengan satu talam (dulang) berisi nasi dan lauknya sekaligus, lalu dimakan bersama-sama. Satiap satu hidangan (talam) dimakan oleh empat orang. Harus habis, tentunya. "Ini makan ala jamaah Rasulullah," kata salah seorang teman di sebelah saya.***

28 Jul 2023

Sudahkah Sejajar Salat dan Belajar Kita?

Sudahkah Sejajar Salat dan Belajar Kita?


PERTANYAAN sebagaimana judul itu adalah judul khutbah yang disampaikan pada hari ini, Jumat (28/07/2023) di salah satu masjid, Tanjungbalai Karimun. Tidak usah saya sebut nama masjidnya. Tapi kalau ada salah satu pembaca blog ini adalah jamaah masjid yang ikut jumaatan di masjid itu, Jumat ini, tahulah dia nama masjidnya. Tapi saya tetap tidak usah menyebut nama masjid yang saya maksud.

Pastinya saya suka salat tadi siang di mesjid itu. Bahkan setiap saya berkesempatan salat Jumat atau salat pada malam hari di sini saya pasti senang. Imamnya bersuara merdu dengan lagu dan irama bacaannya yang syahdu. Itulah salah satu yang membuat saya suka salat di situ. Lainnya, sebagaimana kebanyakan masjid saat sudah rapi dengan sajadah yang bersih. Wangi pula terkadang.

Saya hanya ingin sedikit berbagi perihal inti sari khutbah itu. Garis besar dari isi khutbah itu adalah pesan kepada jamaah, termasuk tentunya kepada khatibnya, bahwa belajar dan salat adalah dua hal penting bagi seorang muslim. Statusnya wajib. Berpahala ketika melakukan dan sebaliknya berdosa jika tidak melakukan. 

Salat sudah jelas adalah Rukun Islam. Tentu saja wajib hukumnya menunaikan salat. Sementara menuntut ilmu atau belajar pun sebenarnya wajib. Ada sabda Nabi Muhammad yang menegaskan itu. Hadits dengan pengertian, 'diwajibkan kepada seorang muslim, laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu' berarti belajar itu hukumnya juga wajib sebagaimana salat.

Masalahnya, kalau salat sudah benar-benar tertanam di hati setiap muslim untuk menunaikannya, ternyata belajar, apalagi belajar terus-menerus, itu belum dipatuhi oleh sebagian muslim. Untuk kewajiban ini ada yang beranggapan hanya saat sekolah saja kewajiban belajar itu berlaku. Kalau sudah tamat, tidak perlu lagi belajar. Inilah kelirunya.

Jika untuk salat dengan segala persiapannya sudah dimulai sejak usia dini dan belajar pun demikian, maka sebenarnya kita sudah memulainya dengan benar. Kita sudah mennyejajarkan keduanya. Persoalannya hanyalah pada durasi waktu. Kalau salat terus-menerus kita lakukan hingga hidup itu berakhir, sayangnya belajar terkadang terhenti pada usia atau batas tertentu saja. Maka ini perlu dikoreksi. 
 
Oleh karena itu, khatib mengajak dan mengingatkan jamaah agar menjadikan belajar itu sebagaimana muslim mewajibkan salat pada kesehriannya. Tidak ada kata berhenti belajar bagi seorang muslim. tempat belajar juga tidak hanya di sekolah. Bahkan taklim-taklim yang digelar pengurus pada momen bakda salat adalah kesempatan terbaik untuk kita belajar. Belajar sendiri di rumah atau di mana saja juga bisa. Intinya, jangan berhenti belajar sebagaimana kita tidak berhenti salat.

Itu saja inti sari khutbah hari ini. Semoga jamaah memahami dan melaksanakan pesan itu. Maka selain sebagai memenuhi syarat pelaksanaan salat jumat, juga untuk berubah sikap muslim agar terus belajar seumur hidupnya.*** (M. Rasyid Nur)

19 Jul 2023

Mengingat Ulang Hikmah Tahun Baru Islam

Mengingat Ulang Hikmah Tahun Baru Islam

Sumber Foto Google
Catatan M. Rasyid Nur
HARI ini, Rabu (19/07/2023) bertepatan dengan jatuhnya hari pertama Tahun Baru Islam yang lebih familiar dengan sebutan Tahun Hijriyah. Tepatnya hari ini adalah 1 Muharram 1445. Artinya tanggal hijriyah hari ini 1445 tahun yang lalu, saat itulah disepakati awal pertama perhitungan Tahun Hijriyah ini.

Bagi kita umat Islam Hijriah adalah salah satu momen yang sering kita tunggu dan kita rayakan sebagai satu peringatan. Bagi muslim ini memiliki makna khusus dan penting. Sama pentingnya dengan catatan momen sejarah islam lainnya, seumpama Milad Nabi, Israk-Mikraj Nabi dan lainnya. Tahun Hijriyah kita peringati setiap datangnya 1 Muharram. Jika setiap tahun selalu berbeda dengan hari dan tanggal
Tahun Masehi itu karena jumlah hari dalam satu tahun hijriyah memang berbeda dengan Tahun Masei.
Bagi kita, dengan peringatah Tahun Hijriyah akan membuat kita mengingat ulang catatan-catatan penting hikmah dari Tahun Hijryah itu sendiri.

Satau catatan penting yang akan terus kita kenang adalah bahwa Tahun Hijriyah mengingatkan kita akan peristiwa penting dalam Sejarah Islam, hijrahnya Nabi Muhammad Saw. dari Madinah ke Makkah dalam usaha berjuang dan mempertahankan eksistensi agama itu sendiri. Sejarah mencatat, sejak Nabi berpindah itulah perkembangan Islam kian pesat. Gagasan penanggalan Tahun Hijriyah sendiri menurut catatan sejarah yang kita baca digagas oleh Sayyidina  Ali Ibnu Abi Thalib. Itulah yang berlaku hingga saat ini.

Dalam mengingat ulang dan menyambut serta memperingati Tahun Hijryah 1445 ini tidak berlebihan kita memotivasi diri kita dengan mengingat ulang beberapa hikmah peringatan Tahun Baru Hijryah. Dari banyak sumber, kita dapat membaca dan memahami beberapa hikmah berikut,

1. Membina Semangat Berjuang untuk Agama;

Perjuangan Nabi Muhammad Saw. sampai tercatatnya Tahun Hijriyah karena rela meninggalkan kampung halaman demi tegaknya Dinul Islam mengandung makna bagi kita bahwa betapa fullnya semangat Rasulullah dalan mempertahankan dan mengembangkan agama. Tidak ada kata putus asa dalam usahanya. Inilah dasar utama sesungguhnya bagi kita, jika ingin menjaga dan mempertahankan agama kita. Perjuangan agama adalah perjuangan untuk masa abadi di akhirat nanti. Dengan semngat yang tinggi itu bisa terjadi.

2. Menjaga Cinta kepada Nabi Muhammad Saw;

Inti Tahun Hijriyah adalah sebagai catatan berpindahnya Nabi Muhammad dari Mekkah, tanah tumpah darahnya ke Madinah, daerah baru yang ternyata lebih menerima ajaran yang dibawa Nabi. Di sini pula berkembangnya agama Islam. Terang saja tokoh Muhammad adalah kunci dalam situasi begini. Dia pula yang akan menajdi tumpuan cinta kita dalam keberagamaan kita. Janji setiap umat akan mendapat syafaat kelak di akhirat dari Nabi Muhammad juga menjadi salah satu dasar tumbuhnya cinta kepada Muhammad. Jadi, Tahun Hijriyah menjadi momen kita menjaga cinta kepadanya

2. Memahami Beda Tahun Hijriyah dengan Tahun Masehi;

Jika tahun Masehi permulaan harinya dihitung pada saat tengah malam (pukul 12.00 malam) sementara Tahun Hijriyah dihitung ketika tenggelamnya matahari. Karena itu pula Tahun Masehi disebut pula dengan istilah Tahun Syamsiah sementara Tahun Hijriyah disebut Tahun Qomariah (bulan) karena perhitungan penanggalannya terhitung sejak matahari tenggelam dan bulan baru dinayatakan muncul.

Boleh jadi diantara kita ada yang belum atau tidak terlalu hirau dengan perbedaan ini. Sesungguhnya itu penting bagi kita sebagai muslim. Dengan peringatan Tahun Baru Hijriyah ini semoag kita semakin memahami perbedaan itu.

Pasti lebih banyak hikmah yang dapat kita petik dari peringatan Tahun Baru Hijriyah ini. Sebagai umat beragama yang wajib menjaga dan mengamalkan ajaran agama, adalah kewajiban juga bagi kita untuk memetik berbagai hikmah yang terkandung dalam Tahun Baru Hijriyah.***

13 Jul 2023

Syukurnya Aib Kita Ditutup Allah

Syukurnya Aib Kita Ditutup Allah



Catatan M. Rasyid Nur
TIDAK kita ragukan bahwa setiap kita adalah manusia yang lemah. Manusia yang bersalah. Tidak luput dari kekeliruan. Bernama manusia karena kita memang punya kelemahan. Hanya Allah Yang Maha Perkasa.

Sayangnya banyak diantara kita yang tidak atau kurang menyadari hal ini. Masih saja ada diantara kita yang terkadang sombong. Angkuh dan merasa hebat atau bahkan lebih hebat dari pada orang lain. Merasa paling baik. Padahal kita juga tahu bahwa kita terkadang dilihat orang lain seperti baik padahal sesungguhnya ada banyak kesalahan dan kelemahan kita. Kita tahu itu.

Tidak berlebihan para guru atau ustaz mengingatkan kita bahwa sesungguhnya kita ini dilihat baik bukanlah karena benar-benar baik tapi hanya karena Allah tidak memperlihatkan aib atau kesalahan atau keburukan kita. Sudah pada tempatnya kita ingatkan diri kita untuk tidak menjadi sombong atau angkuh atas perasaan kelebihan yang Allah berikan kepada kita. Ternyata, andai saja Allah tidak menutup aib kita sungguh malunya kita di hadapan orang lain. 

Coba kita ingat-ingat kekeliruan atau kesalahan kita. Bukan hanya kesalahan yang tidak disengaja, bahkan kesalahan yang secara sadar dan sengaja kita buat juga begitu banyaknya pernah kita lakukan. Allah sudah pasti tahu itu semua. Tapi mengapa kita masih merasa nyaman, karena Allah memang tidak membukakan kesalahan kita itu. 

Mengutip sebuah sabda Nabi yang berbunyi, “Sesungguhnya Allah Ta’ala mendekatkan seorang mukmin kepada-Nya, lalu Allah menutupkan untuk hamba tersebut penutup-Nya. Allah bertanya kepadanya, ‘Apakah kamu mengetahui dosa ini? Apakah kamu juga mengetahui dosa ini?’ Hamba itu pun mengatakan, ‘Ya, wahai Rabbku.’ Sampai kemudian ketika Allah Ta’ala meminta dia agar mengakui dosanya dan dia pun menyangka dirinya akan celaka, maka Allah Ta’ala mengatakan kepadanya, ‘Aku telah tutup dosa itu padamu di dunia, dan pada hari ini Aku ampuni dosamu.' ” (HR. Bukhari) yang dikutip dari sebuah tulisan Hikmah Siang: Allah yang Tutupi Aib Kita yang diposting di hajinews.id pada Kamis (13/07/2023) jelas bagi kita bahwa Allahlah yang menutup aib kita sebagai hamba-Nya di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu sudah seharusnya kita malu dan merasa takut jika terus berbuat dosa dan maksiat.

Di hari baik nan mulia ini semoga kita diberi kesadaran oleh Allah untuk memelihara diri kita untuk tidak berbuat dosa. Tidak lagi berbuat kesalahan di hadapan Allah. Kita pastikan bahwa kita sadar betul bahwa kita akan kembali dan akan menghadap-Nya. Saat itu nanti kita akan diminta pertanggungjawaban. Nah, kesalahan yang dulu di dunia masih tersembunyi, di akhirat tidak lagi akan tersembunyi. Kinilah kita harus menyadari. Semoga.***

7 Jul 2023

Beragama untuk Pribadi Juga untuk Bersama

Beragama untuk Pribadi Juga untuk Bersama


Catatan M. Rasyid Nur
SEBENARNYA urusan agama dan beragama adalah urusan pribadi seseorang dengan Tuhannya. Bukan urusan dengan seseorang selain Tuhan. Tuhan menurunkan agama sebagai pedoman kehidupan untuk hamba-Nya. Dengan agama hamba akan terselamatkan baik di dunia maupun di akhirat. Itulah keyakinan orang beragama.

Tuhan tidak memaksakan beragama bagi hamba-Nya. Kebutuhan agama sesungguhnya adalah kebutuhan hamba. Tuhan pun menegaskan tidak ada paksaan bagi seseroang untuk beragama. Dalam Islam sudah tegas dikatakan di dalam Alquran, 'tidak ada paksaan dalam beragama' yang maksudnya tidak dipaksa seseorang itu untuk memeluk agama.

Tapi berbeda jadinya ketika seseorang atau kita sudah memilih dan mayakini satu agama. Maka kita menjadi bagian dari agama dimaksud. Dengan itu pula otomatis kita sudah mengikatkan diri dengan agama tersebut. Dalam keadaan seperti ini kitalah yang memaksakan diri untuk menjadi bagian dari agama itu. Konsekuensinya kita akan terikat pula oleh norma-norma agama itu.

Sampai di situ, keberagamaan seseorang sepenuhnya adalah urusan pribadi. Urusan diri sendiri dengan Tuhan. Tidak terkait dengan orang lain di luar diri kita. Bahkan dengan keluarga juga tidak ada keterkaitan hubungan keberagamaan kita dengan Tuhan. Jika kita memaksa diri untuk menyesuaikan dengan agama itu, maka kitalah yang memaksa. Itupun adalah hubungan sangat personal kita dengan Tuhan kita.

Meskipun beragama adalah urusan pribadi dengan Tuhan, ternyata tidak bisa juga beragama hanya semata hubungan kita dengan Tuhan saja. Sesuai dengan ajaran dan perintah Tuhan pula bahwa dalam beragama tidak boleh melepaskan diri dari hubungan dengan selain Tuhan. Hubungan sesama manusia, misalnya. Termasuk hubungan dengan ciptaan Tuhan yang lain selain manusia.

Tentang hubungan kita sesama manusia dikaitkan dengan keberadaan keberagamaan kita di depan Tuhan adalah mutlak adanya. Kita tidak dibenarkan untuk memutus hubungan dengan sesama manusia dalam menjalankan ajaran agama di hadapan Tuhan. Artinya beragama tidak semata untuk pribadi (hubungan pribadi semata-mata dengan Tuhan saja) tapi beragama juga mensyaratkan memelihara hubungan sesama manusia.

Adalah Tuhan pula yang menegaskan bahwa kehidupan kita ini akan menjadi masalah atau akan mendatangkan banyak masalah kecuali kita tetap beragama dengan memelihara hubungan dengan Tuhan itu sendiri seperti memelihara hubungan sesama manusia juga. Dalam Islam bahasa 'hablumminallah, wahablumminannas' adalah ketetapan dari Allah sebagai Yang Maha Kuasa dan Maha Menentukan. Jika tidak memelihara kedua hubungan itu maka dipastikan kita akan ada banyak masalah dalam kehidupan. Itu artinya, beragama selain untuk pribadi tapi juga untuk bersama atau untuk dan oleh orang lain.***

25 Jun 2023

Mengantar Haji Keloter Pelangi

Mengantar Haji Keloter Pelangi


SETELAH keloter satu gelombang pertama, Selasa (23/05/2023) bulan lalu Pemda Kabupaten Karimun melepas jamaah haji Kabupaten Karimun berjumlah 145 orang yang bergabung dengan jamaah haji dari Batam, Tanjungpinang dan Bintan, kembali hari Selasa (20/06/2023) ini Pemda melepas Jamaah Calon Haji Kabupaten Karimun di Rumah Dinas Bupati. Pelepasan pertama kali itu di awal keberangkatan jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci yang merupakan keberangkatan pertama Jamaah Haji Indonesia ke Tanah Suci.

Pelepasan Jamaah Haji Kabupaten Karimun kali ini merupakan jamaah haji tamabahan yang tidak termasuk pada keloter pertama itu. Pelepasan oleh Pemda dilaksanakan sore hari menjelang keberangkatan mereka ke Batam untuk bersiap-siap berangkat ke Tanah Suci. Mereka akan berangkat ke Batam menggunakan kapal reguler Karimun-Batam.

Berdasarkan laporan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun selaku Ketua Penyelenggara Haji Kabupaten Karimun, Drs. H. Jamzuri, untuk jamaah susulan ini berjumlah 25 orang. Mereka termasuk tiga keloter berbeda untuk berangkat ke Arab Saudi. Menurut Pak Jamzuri ke-25 orang jamaah haji ini tidak berangkat dalam satu pesawat. Katanya, keloter ini disebut sebagai Keloter Pelangi karena akan bergabung dari berbagai jamaah dari berbagai daerah di Indonesia.

"Mereka yang kita lepas secara resmi hari ini untuk berangkat ke Batam, akan berangkat bersama jamaah lainnya dalam keloter 31, 32 dan 33." Demikian dijelaskan oleh Kakankemenag Karimun saat acara pelepasan di Rumah Dinas Bupati. "Pada keloter 31 ada 16 orang jamaah, keloter 32 ada 5 orang jamaah dan untuk keloter 33 akan berangkat 4 orang jamaah," jelasnya lagi. 

Lebih jauh kakankemenag menjelaskan bahwa dalam keloter 31 itu terdiri dari jamaah asal Keccamatan Meral sebanyak 4 orang, Meral Barat 1 orang, Kundur 1 orang, Kundur Utara 3 orang dan jamaah Kecamatan Moro sebanyak 7 orang. Selanjutnya pada keloter 32 terdiri dari jamaah Kecamatan Meral sebanyak 3 orang, Kundur 1 orang, dan dari Kecamatan Ungar 1 orang. Lalu untuk keloter 33 terdiri dari jamaah Kecamatan Karimun 1 orang, Tebing 2 orang, dan jamaah Kecamatan Moro 1 orang. Perihal jamaah tertua pada jamaah tambahan ini berusia 76 tahun dan yang paling muda berusia 23 tahun.

Bupati yang memberikan sambutan sebelaum melepas secara resmi menyampaikan beberapa pesan antara lain agar para jamaah menjaga kesehatan, kekompakan bersama teman-teman. "Kami doakan semoga para jamaah selamat berangkat dan kembali serta dimudahkan dalam ibadah," katanya. Bupati juga mengingatkan agar para jamaah mendaoakan daerah kita agar tetap aman dan konsusif selalu.***

12 Jun 2023

Menjadikan Masjid Tempat Menyenangkan

Menjadikan Masjid Tempat Menyenangkan

Catatan M. Rasyid Nur
TOPIK ceramah KH. Ahmad Nurudin, S Ag Ahad (11/06/2023) malam di Masjid Baiturrahman, Teluk Air, Tanjungbalai Karimun adalah Strategi Memakmurkan Masjid. Dengan lugas buya yang memimpin Pondok Pesantren An-Nur, Sumatera Barat, itu menguraikan di hadapan ratusan jamaah. Masjid kedua terbesar di Kabupaten Karimun, itu tampak dipenuhi jamaah yang rata-rata berpenampilan ala Jamaah Tabligh.  

Sebelum menguraikan lebih jauh tentang pentingnya mengelola masjid dengan baik agar jamaah betah di masjid, Buya Nurudin memulai ceramahnya dengan persepsi tentang hidup yang dianugerahkan Allah kepada umat. Sebagai muslim, kita meyakini bahwa hidup yang diberikan Allah kepada kita sebagai manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Dengan mengutip ayat alquran, dia menjelaskan bahwa Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali semata untuk beribadah. Begitu dia mengatakan. 

"Bedakan maksud hidup dengan keperluan hidup. Maksud atau tujuan hidup sesungguhnya hanya untuk mengabdi atau beribadah kepada Allah," jelasnya. Lalau bagaimana dengan pekerjaan lain seperti bekerja, mencari nafkah dan lainnya? Dia menjawab sendiri, bahwa itu semua hanya keperluan hidup. Bukan tujuan hidup.

Tentang mengelola masjid, dia mengajak dan mengingatkan para pengurus masjid agar mengelola masjid dengan baik. "Buatlah masjid itu sebaik mungkin agar jamaah betah di masjid. WC-nya bersih, airnya cukup dan bersih, ruang salatnya bersih dan sejuk pakai pendingin ruangan, dan seterusnya," katanya dengan suara lantang. 

"Jangan biarkan masjid itu kotor, pengab dan tidak menyenangkan jamaah," pintanya. Katanya, kalau masjid ingin ramai dikunjungi jamaah maka buatlah masjid itu seperti bersihnya hotel. Begitulah kurang-lebih KH Nurudin mengingatkan jamaah yang hadir.

Kalau saja setiap masjid dapat dikelola oleh pengurus sebagaimana pemilik hotel mengelola hotelnya, dapat dipastikan jamaah masjid ini akan merasa nyaman. Masuk ke WC, WC-nya bersih dan wangi. Masuk ke ruang salat, ruangannya adem-ayem dan beraroma wangi pula. Air di tempat wudhuk selalu cukup dan selalu bersih. Sungguh itu akan membuat jamaah nyaman dan tenang beribadah di dalam. Semoga semakin banyak masjid yang dikelola seperti yang dijelaskan Buya Nurudin itu.***

23 Apr 2023

Dari Salat Iedul Fitri Pemda Karimun di Masjid Agung

Dari Salat Iedul Fitri Pemda Karimun di Masjid Agung


Catatan M. Rasyid Nur
PEMDA bersama masyarakat Kabupaten Karimun melaksanakan salat Iedul Fitri 1444 pada hari Sabtu (22/04/2023) sesuai keputusan Pemerintah Indonesia. Untuk masyarakat yang berada di Pulau Karimun sebagian besar melaksanakan salat Ied di Masjid Agung Kabupaten Karimun. Pagi ini, tampak dari dalam masjid (ruang utama salat) sampai ke halaman dipenuhi masyarakat yang ingin melaksanakan salat di masjid terbesar Kabupaten Karimun. Sejak pukul 06.30 masyarakat sudah berbondong-bondong dan memenuhi ruang kosong. 

Sebelum salat dihelat beberapa informasi disampaikan panitia salat Ied. Disampaikan oleh salah seorang pengurus masjid bahwa pada Ramadan 1444, ini terkumpul uang infak harian dari masyarakat sebesar Rp 11-an juta. Jumlah zakat fitrah yang menyalurkan melalui UPZ Masjid Agung ada1000-an jiwa. Di bagian pengumuman ini juga disampaikan bahwa yang akan bertindak sebagai khatib adalah Ustaz H. Zulfan Batubara (Ketua Badan Kemakmuran Masjid Agung) sedangkan akan menjadi imam adalah M. Daratul Baidho Al-Hafizh, salah seorang imam Masjid Agung. 


Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si sebelum salat memberikan sambutan singkat. Dalam sambutannya dia mengawali dengan mengucapkan Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada seluruh jamaah khususnya dan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karimun pada umumnya. Dia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Tim Keamanan dari polisi, TNI dan aparat lainnya sejak awal Ramadan hingga saat ini. "Semoga keamanan ini terus bisa kita jaga bersama sampai kapanpun," pintanya. 

Kata bupati, tradisi saling bermaafan di momen Idul Fitri harus terus kita jaga. Marilah kita jadi pemaaf, bersyukur atas kesempatan dalam Ramadan yang mulia penuh maghfiroh. Lebih jauh dia juga mengajak untuk berlaku jujur dan bertanggung jawab baik kepada sesama manusia dan juga dengan Allah.

"Hakikat puasa tidak sekadar lapar dan dahaga, tapi untuk timbulnya rasa simpati kita kepada orang-orang yang dalam kesulitan seperti fakir-miskin. Kata Allah, celakalah orang yang hanya pentingkan diri sendiri' maka marilah kita saling berbagi kepada orang-orang yang kebetulan belum mendapatkan rezeki mencukupi." Pada bagian akhir sambutannya juga menyampaikan mohon maaf atas kekurangan sebagai pribadi dan bupati. Semoga Pemda kuat mengatasi kesulitan daerah, atas doa masyarakat semua.  


H. Zulfan Batubara yang bertindak selaku khatib menyampaikan beberapa pesan penting, antara lain perlunya menyatakan rasa syukur kepada Allah atas segala rahmat yang dianugerahkan. "Tiada yang indah kecuali ucapan alhamdulilah karena sebulan dapat bersama Ramadan mulia. Bersyukur kita atas karunia Allah yang memberi kesempatan Ibu kita melahirkan kita ke dunia dengan segala kesulitan ibunda, dengan sifat kasih sayang nenek moyang kita, kini kita berada di sini dengan segala rahmat Allah." Untuk itu kata Pak Zulfan, kita dituntut untuk menunjukkan kasih sayang dalam silaturrahim sesama kita. Katanya, kita dilahirkan dari rahim mulia ibunda kita, kini kita ada di rahim dunia untuk kembali ke Allah dengan suci. Begitu dia mengingatkan agar kita tidak menyia-nyiakan orang tua dan kesempatan kita untuk menjadi orang terbaik di sisi Allah.

Ada tiga tempat yang perlu diperhatikan untuk terjaga silaturahim kita, katanya. Dengan menjaga tiga hubungan baik ini kita akan selamat di dunia dan akhirat. Pertama, patuh dan taat serta minta maaf kepada orang tua. Ingat, rido mereka menentukan rido Allah. Kedua, hubungan suami istri. Jangan sampai ada yang terputus hubungan ini. Suami atau isteri wajib meminta maaf atas kesalahannya. Ketiga antara sesama muslim dengan muslim lainnya. Termasuk adik beradik dan orang lainnya di sekeliling kita. Tegasnya sesama manusia. Hendaklah meminta maaf atas kesalahan kita sebelum Allah akan mengampuni dosa-dosa kita.***

16 Apr 2023

Hal-hal yang Akan Merusak Puasa

Hal-hal yang Akan Merusak Puasa


DIKUTIP dan disiarkan ulang dari tulisan berjudul Perkara yang Membatalkan Puasa yang diposting pada laman https://an-nur.ac.id/ tanggal 1 April 2023 ada beberapa hal yang dapat merusak puasa kita. Dikatakan, puasa adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam di bulan Ramadan. Puasa memiliki banyak keutamaan dan manfaat, baik secara rohani maupun jasmani. Namun, ada beberapa perkara yang dapat membatalkan pahala puasa, meskipun tidak membatalkan puasa itu sendiri. Perkara-perkara tersebut adalah:  

1)Berdusta atau berbohong, dan berkata-kata kotor. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak memerlukan dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari). Oleh karena itu, seorang yang berpuasa harus menjaga lisannya dari perkataan yang tidak bermanfaat atau bahkan merugikan diri sendiri dan orang lain.

2) Menggunjing, mencela, dan mengejek orang lain. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa bukanlah (sekadar) meninggalkan makan dan minum, tetapi (juga) meninggalkan perkataan kotor dan perbuatan kotor. Jika seseorang mencelamu atau menyerangmu, maka katakanlah: ‘Aku sedang berpuasa.’” (HR. Ahmad). Seorang yang berpuasa harus menjauhi sifat hasad, dengki, iri hati, dan sombong terhadap orang lain.

3) Berdebat, bertengkar, dan marah-marah. Rasulullah Saw bersabda: “Jika seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah ia berdebat dan bertengkar. Jika ada orang yang mencelanya atau memprovokasinya, maka katakanlah: ‘Aku sedang berpuasa.’” (HR. Bukhari dan Muslim). Seorang yang berpuasa harus bersikap lembut, sabar, dan tenang dalam menghadapi segala situasi.

4) Melakukan perbuatan dosa dengan anggota tubuh lainnya. Rasulullah Saw bersabda: “Puasa adalah perisai (dari api neraka), maka janganlah kalian merusak perisai itu dengan berbuat dosa.” (HR. Baihaqi). Seorang yang berpuasa harus menjaga pandangannya dari melihat hal-hal yang haram, menjaga telinganya dari mendengar hal-hal yang haram, menjaga tangannya dari menyentuh hal-hal yang haram, dan menjaga kakinya dari melangkah ke tempat-tempat yang haram.

5) Menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat atau bahkan merusak. Rasulullah Saw bersabda: “Ada banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus.” (HR. Ahmad). Seorang yang berpuasa harus memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang bermanfaat dan mendekatkan diri kepada Allah Swt, seperti membaca Al-Quran, berdzikir, berdoa, bersedekah, belajar ilmu agama, dan lain-lain.

Itulah lima hal yang sebaiknya kita camkan dalam hati kita sebagai orang yang berharap puasa yang kita lakukan ini bernilai di sisi Allah Swt. Boleh jadi ada hal-hal buruk lainnya yang juga akan merusakan puasa kita, meskipun tidak membatalkannya. Bagi kita, rusak saja itu juga akan membuat puasa kita sia-sia. Nauzubillah.***
*Sepenuhnya dari: https://an-nur.ac.id/perkara-yang... dengan beberapa tambahan

8 Apr 2023

Taklim Bakda Subuh di Darul Jannah

Taklim Bakda Subuh di Darul Jannah


SUBUH Jumat (07/04/2023, bertepatan 16 Ramadan 1444) ini saya berjamaah salat subuh di Masjid Darul Jannah, Teluk Air, Kecamatan Karimun. Ini pengalaman pertama saya berjamaah subuh, apa lagi hari istimewa, Jumat dan dalam Ramadan di masjid yang lumayan jauh tempatnya. Biasanya saya subuh di masjid dekat rumah saja, Masjid Al-Ubudiyah, Wonosari, Kecamatan Meral. Jika tidak sedang mengikuti kegiatan Safari Subuh, saya tetap di Al-Ubudiyah saja.

Ada misi tertentu, saya ke Darul Jannah pagi ini. Kami --saya dan Mas Samsul Arif, Ketua Harian LPTQ-- ingin bertemu Pak Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq yang pagi ini melaksanakan subuhnya di masjid yang dikenal sebagai masjid jamaah (orang) sunnah. Bupati baru saja kembali dari Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umroh. Malamnya, Mas Arif mengajak saya ketemu bupati untuk membicarakan maslah LPTQ, khususnya tentang rencana STQH Tingkat Provinsi Kepri yang akan dilaksanakan di Kabupaten Karimun. Tapi bupati minta kami hadir di masjid Darul Jannah saja.

Catatan pengalaman yang ingin saya berbabgi di sini adalah tentang kesempatan mengikuti taklim bakda subuh yang dilaksanakan di sini. Bukan masalah mengapa harus bertemu K-1 itu. Perihal konsultasi kami dengan bupati, itu bagian penting yang hanya memakan waktu sebentar saja berbanding waktu menyimak pengajian subuh itu. Jelasnya, ketemuan dengan bupati berjalan lancar persis setelah salat subuh. Selesai itu --kurang-lebih lima menit saja-- saya pun menyimak kajian yang disampaikan oleh salah seorang jamaah subuh pagi itu.

Saya melihat sosok penceramah ini masih muda. Mungkin sekitaran 25-30 tahun, umurnya. Saya tak tahu persis. Sebelumnya saya juga belum pernah berjumpa dengannya. Berambut panjang dengan kepala dan rambutnya itu ditutup semacam kain yang lazimnya dipakai ibu-ibu. Kelihatan sekali di dalam penutup kepala itu rambutnya yang panjang.

Meskipun saya melihat lahirnya dia berusia muda, tapi menyimak kajiannya seolah mendengar seorang dewasa setengah usia atau bahkan lebih tua dengan kajiannya yang lebih banyak bicara mati dan kehidupan di akhirat dari pada topik lainnya. Dia, misalnya memulai dengan menyebut kriteria kebahagiaan yang sejatinya dimiliki oleh umat Islam. "Bagaimana sebenarnya bahagia itu?" Begitu pertanyaannya kepada hadirin di majelis taklim itu. Ternyata manusia keliru memandang makna bahagia.

"Firaun menyangka dia akan berbahagia dengan kekuasaannya. Qorun menyangka dia akan bahagia dengan kekayaannya, dst..." dia memberikan beberapa contoh orang atau keadaan yang dikatakan berbahagia tapi sebenarnya itu bukan membawa bahagia. Katanya, bahagia itu sesungguhnya adalah karena amal agama. Bukan karena harta, pangkat, jabatan atau kuasa yang ada.

Bersyukur kita menjadi orang Islam dan beriman kepada Allah. Inilah sebenarnya yang akan membawa kita bahagia. Oleh karena itu dia mengingatkan, marilah kita sempurnakan iman kita dengan memperbanyak ibadah dan amalan kita, katanya. Katanya lagi, "Terkadang kita harus bersatu dengan derita. Kita harus dan ingin belajar bagaimana sempurnakan iman, itu hanya dengan berusaha sekuat tenaga. Oleh karena itu pula jangan lupa mensyukuri nikmat Allah," katanya. 

Ustaz muda ini mengingatkan jamaah yang hadir untuk terus sampaikan kehebatan dan kekuasaan Allah. Hanya Allah yang Maha Kuasa. Ingatlah bahwa setelah mati kita akan hidup abadi untuk pertanggung jawabkan  kehidupan kita. Katanya, kita percaya bahwa untuk dapat syurga perlu memiliki iman. Kita akan kejar akhirat untuk mendapat syurha karena sesungguhnya dunia ini tak ada nilai dibandingkan akhirat. 

Saya terkesima mendengar paparannya yang begitu lancar. Ada banyak pesan-pesan agama yang disampaikannya di depan jamaah yang kebanyakannya adalah orang tua-tua yang sudah sepuh berbanding dia yang kelihatan relatif muda. Bagaimanapun, dalam menuntut ilmu tidaklah penting usia orang yang memberinya tapi bagaimana ilmu yang diberikannya. Saya bersyukur dapat menyimak kajiannya dalam taklim subuh ini.***