Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Pesan Ustaz, Usah Menantang agar Hidup Menjadi Tenang

Pesan Ustaz, Usah Menantang agar Hidup Menjadi Tenang


HIDUP dengan hati yang tenang atau sakinah adalah sesuatu yang selalu didamba. Tenang dan nyaman adalah sebuah harapan. Setiap orang menginginkan. Sebaliknya tidak ada orang yang ingin hidup gundah. Penuh kekhawatiran dan ketakutan. Karena itu pula kita akan berdoa untuk sebuah pasangan suami-isteri yang baru menikah dengan doa samawa, sakinah, mawaddah warohmah. Hidup tenang, berbahagia berbalut rohmah-Nya.

Salah satu yang membuat orang tenang bisa karena terwujudnya harapannya. Dan sebaliknya bkisa tidak tenang tersebab tidak atau belum tercapainya harapan. Saat sebuah harapan atau rencana tidak berjalan sesuai keinginan, tidak jarang orang jatuh silap. Terperosok ke jurang keputusasaan. Celakanya ada pula yang menyalahkan Allah, misalnya. Keluhannya, Allah tidak mengabulkan keinginannya.

Benarlah apa yang disinyalir oleh Allah dalam salah satu firman-Nya yang menjelaskan ada di antara manusia yang kecewa atau tidak suka atas sesuatu padahal boleh jadi itu baik baginya. Begitu pula sebaliknya. Kita baca ayat alquran di Albaqoroh ayat 216 yang terjemahannya begini, 

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah Maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” 

Kata Tuhan apa-apa yang terkadang kita benci, jangan-jangan itu sesungguhnya baik bagi kita. Sebaliknya apa-apa yang kita suka, jangan-jangan itu tidak baik bagi kita. Hanya Allah yang tahu pada hakikatnya terhadap sesuatu. Artinya, manusia di hadapan Allah sejatinya tidak menyatakan ketidaksukaannya terhadap sesuatu yang sepintas tidak menyenangkan. Begitu pula sebaliknya.

Kalau begitu sikap seperti apa yang diperlukan? Agar kita hidup tenang maka solusinya jangan bersikap menantang. Maksud jangan pagi-pagi sudah menyatakan perlawanan terhadap apa yang didapatkan dikarenakan tidak sesuai dengan harapan. Jadi, pernyataan Allah di atas memesankan kepada untuk bertawakal atau mempercayai ketetapan Allah. Sekali lagi, jangan menantangnya. 

Pesan para ustaz atau para ulama sebagai penyambung anbiya, seseorang yang bertawakal kepada Allah, maka dia tidak akan menggugat ketetapan Allah kepadanya. Dia tidak akan sampai mengucapkan kalimat-kalimat yang mengarah kepada putus asa atau melawan takdir-Nya. Dia akan menerima dan akan berusaha menyesuaikan keadaan itu dengan apa yang dia terima. Pernyataan Allah, bahwa 'Allah Maha Mengetahui' pada ayat itu juga menyiratkan kepada kita penyerahan diri secara total kepada-Nya adalah cara terbaik untuk mengusir putus asa dan gundah. 

Kita percaya bahwa ketika kita menerima ketentuan (kadar) Allah Swt maka paling tidak kita akan mendapatkan satu ketenangan (sakinah) di satu sisi dan Allah akan senang kepada kita karfena kita tidak sedang menggugat ketetapannya kepada kita. di balik itu semua kita juga berkeyakinan bahwa Allah pasti akan menolong kita terhadap kesulitan kita itu. Bukankah Allah yang menegaskan bahwa di balik kesulitan akan ada kemudahan.***
Dari Tausiah KH Syarifuddin Almakky: Inilah Empat Ciri Wali Allah

Dari Tausiah KH Syarifuddin Almakky: Inilah Empat Ciri Wali Allah

 

 

ADA yang khas pada acara pertemuan bulanan Ikatan Silaturrahim Haji dan Keluarga (Ishaka) 1427 hari Ahad (21/11/2021) kemarin itu. KH Syarifuddin Almakky memberikan tausiah pada acara yang diikuti anggota Ishaka 1427 itu. Tuan rumah pertemuan, Hj. Masni mengundang kiyai Syarifuddin untuk mengisi acara pertemuan. Tidak selalu ada pengajian dalam pertemuan silaturrahim Ishaka 1427 selama ini. Itulah khasnya pertemuan kali ini.

Oleh Bu Hj. Masni sebagai sohibul bait, Kiyai Syarifuddin yang dipanggil juga dengan panggilan buya, itu diminta memberikan ceramah agar ada pencerahan bagi para anggota Ishaka 1427. Memang tidak terlalu lama mengingat waktu yang sudah singkat menjelang masuknya waktu zuhur. Acara pertemuannya memang dimulai pukul 11.00 sebagaimana sudah kesepakatan bersama anggota. Sementara saat ini jadwal zuhur lebih cepat dari pada biasanya. Sebelum pukul 12.00 waktu zuhur sudah masuk. Sementara pengajian baru dimulai pada pukul 11.20 karena harus menunggu anggota hadir lebih ramai.

Pertemuan Bulanan Ishaka 1427 yang anggotanya adalah para haji-hajjah dari beberapa angkatan --saat ini--sesungguhnya bermula dari inisiatif haji-hajjah angakatan tahun 2006/2007 M atau musim haji 1427 H silam. Anggota angkatan pertamanya sudah memasuki angka 15 tahun lamanya. Kronologi berdirinya Ishaka 1427 adalah ketika rombongan haji 2006/2007 yang kebetulan berasal dari Pulau Karimun, itu kembali ke Tanah Air --saat itu-- mereka berinisiatif menggelar reuni silaturrahim sesama haji angakatan yang sama, musim haji 1427. Lamanya bersama di Tanah Suci membuat rasa rindu ketika kembali ke Tanah Air.

Diawali dari rumah (alm) H. Nurdang yang waktu itu didapuk menjadi ketua Ishaka 1427. Dan sejak itu pertemuan bulanan ini terus dilaksanakan setiap bulan dengan pengecualian disebabkan beberapa alasan. Saat ini anggotanya sudah bergabung dengan para haji-hajjah angkatan sesudahnya. Hal itu mengingat sebagian anggota haji angkatan 1427 sudah ramai yang meninggal dunia. Agar eksistensi Ishaka 1427 bertahan maka keanggotaannya dibuka untuk haji-hajjah angkatan lanjutan. Bahkan ada keinginan anggota juga bahwa organisasi ini dikuatkan lagi, entah dengan payung hukum akte, misalnya.

Setiap bulan di pekan ketiga dilaksanakan pertemuan di rumah-rumah anggota secara bergiliran dengan cara diundi. Bagi siapa nomor undiannya tercabut, maka pertemuan bulan depannya akan dilaksanakan di rumahnya atau di tempat yang ditentukan olehnya. Bulan lalu, misalnya kebetulan menjadi tuan rumah adalah Hj. Adrieti. Dan bulan November 2021 ini di rumah Hj. Masni (Gg. Awang Noor) sebagai hasil cabutan undian bulan lalu itu.

Bu Hj. Masni mendatangkan KH. Syarifuddin Almakky sebagai pengisi acara dalam bentuk tausiah. Setelah sebagian besar anggota hadir, kegiatan tausiah pun dimulai dengan dibuka oleh salah seoang anggota. Semacam MC, begitu. Lalu pak kiyai dipersilakan menyampaikan tausiahnya. Dan dengan mengucapkan salam dan puja-puji kepada Yang Maha Kuasa serta bersolawat kepada baginda Rasulullah, ustaz Syarifuddin memulainya. Kami semua menyimak apa yang dia sampaikan.

"Saya bukan mau berceramah di hadapan Bapak-bapak Haji dan Ibu-ibu Hajjah, karena Bapak dan Ibu adalah orang tua-tua yang tidak pantas saya ceramahi," kata ustaz membuka tausiahnya dengan merendah. "Saya hanya akan menyampaikan pesan para ulama kita terdahulu. Ulama ini hidup 1.100 tahun yang lalu. Kita tidak akan bisa mengundangnya lagi ke sini, tapi kita bisa membaca pesan-pesannya melalui buku karangannya ini." Dia menunjukkan buku berbahasa Arab gundul itu. “Kita bersyukur masih dapat mengetahui dan memahami pesan-pesannya.” Begitu kiyai membuka tausiahnya sekaligus menyebutkan buku dan pengarang buku itu. Dia membawa buku yang ditulis oleh Imam Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al Maliky.

Menyinggung masih banyaknya kaum muslimin yang tidak fasih membaca alquran sebagai kitab suci orang muslim, dia mengatakan bahwa kita mestinya sebagai muslim lancar dan fasih membaca alquran. “Bacaan kita harus bagus,” katanya. Bagi Bapak-bapak jangan sampai segan menjadi imam solat tersebab bacaan ayat-ayat alquran kita tidak bagus. Begitu dia mengingatkan. "Belajarlah terus. Jangan takut jadi imam," imbaunya di awal ceramah.

“Bapak-ibu semua adalah muslim/ muslimah yang istimewa di hadapan Allah karena sudah menyelesaikan rukun Islam kelima.” Kata kiyai lagi bahwa bagi muslim-muslimat yang sudah berkesempatan pergi ke Tanah Suci untuk menunaikan haji artinya dia sudah sangat beruntung. Panggilan Allah sudah terpenuhi. "Banyak orang berduit, sehat dan bahkan ingin sekali ke haji, tapi belum kesampaian. Artinya panggilan Allah yang diserukan oleh Nabi Ibrahim, itu belum bisa dipenuhi oleh saudara-saudara kita yang belum berkesempatan naik haji." Itulah sebabnya ustaz mengatakan bahwa Bapak-ibu yang hadir yang sudah berhaji ini sangat beruntung di sisi Allah.

"Haji/ Hajjah yang hadir ini adalah orang yang dapat panggilan Allah untuk ke Tanah Suci, berhaji. Maka marilah sempurnakan ibadah kita dengan sebaik-baiknya. Dekatkan diri terus kepada Allah." Lalu Kiyai Syarifuddin menjelaskan beberapa tanda orang yang dekat dengan Allah sebagaiman tercantum dalam buku yang dibawanya siang itu. Katanya ada empat tanda waliyullah yang sebaiknya kita miliki. Tanda-tanda itu bisa dan mampu seharusnya kita lakukan. Wali Allah adalah manusia yang selalu dekat dengan Allah.

Apa saja tanda-tanda orang yang dekat dengan seperti derajat waliyullah itu? Pertama, menjaga rahasia dengan Allah. Maksudnya Allah akan memberikan hal-hal rahasia yang khusus diberikan kepada hamba-hamba pilihan-Nya. Tidak boleh rahasia-rahasia khusus tersebut disampaikan ke orang awam.

Ciri kedua bahwa orang itu selalu terhubung dengan Nabi Muhammad Saw. Sebagai kekasih Allah, bagi orang-orang yang ingin hubungannya terjaga baik dengan Allah maka dia mestilah menjaga hubungan baiknya pula dengan Nabi sebagai kekasih Allah. Lakukanlah tindakan dan perbuatan yang pernah diteladankan oleh Muhammad sebagai bukti kita selalu menghubungkan diri kita kepada Nabi. Makan, minum, masuk rumah, keluar rumah, masuk WC, masuk masjid, bergaul atau apa saja, ikutilah cara nabi, maka tindakan dan perbuatan itu akan mendapatkan pahala dari Allah. Artinya hubungan baik kita dengan begitu akan terpelihara. Begitu pak kiyai menjelaskan.

Ciri ketiga adalah kuat menahan cercaan. Dihina, dicaci atau disakiti seperti apapun dia mampu bertahan. Tidak mudah putus asa mendapat ujian apapun. Konsistensinya (istiqomah) dalam ibadah tidak bisa dipengaruhi oleh apapun. Itu tentu tidak mudah. Tapi bagi orang yang dekat dengan Allah akan mampu bertahan.

Lalu ciri keempat adalah bisa bergaul dengan semua orang. Bersama orang tua, anak muda atau orang-orang dewasa dan seusia dia selalu dia bisa menyesuaikannya. Tidak akan menimbulkan persoalan baginya jika harus bersama siapa saja. Artinya pergaulannya tidak memilih-milih hanya orang tertentu saja. Orang kaya, orang miskin, orang berpangkat atau rakyat jelata, dia bisa bersama. Itulah ciri waliyullah. Pak kiyai memberikan penjelasan yang sangat detail dan jelas.

Selain menyampaikan beberapa ciri orang-orang baik di mata Allah, ustaz juga mengingatkan perihal godaan dan tantangan dalam memelihara hubungan dengan Allah. Untuk itu dia mengingatkan agar tetap istiqomah dalam akidah dan ibadah. Dan jangan pernah mudah digoda apa saja yang akan merusak hubungan kita dengan Allah. Tefrima kasih, Pak Kiyai.***

Juga di www.terbitkanbukugratis.id


Saling Menolong Saling Meringankan

Saling Menolong Saling Meringankan


SALING tolong adalah ajaran utama dalam agama. Agama menganjurkan agar sesama manusia hendaklah saling menolong terutama dalam kesulitan. Bagi orang miskin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk salah satu kesulitan dalam hidupnya. Bagi orang kaya kelebihan harta adalah kesempatan untuk membantu dan meringankan kesulitan orang miskin. 

Menyitir tulisan yang diposting Mas Ruhi, Rabu (17/11/2021) pada laman hajinews.id dalam judul Membebaskan Utang Si Miskin dijelaskan betapa harta kekayaan yang dimiliki orang kaya pada hakikatnya tidak semata memudahkan si kaya sendiri tapi juga dapat memudahkan orang miskin. Lebih dari itu, kekayaan itu sekaligus dapat menjadi asbab terbukanya pintu surga bagi si kaya.

Menurut tulisan singkat itu, bagi orang yang kaya harta, ada satu amalan yang jika ia amalkan, maka dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah Swt, yaitu senang memberi utang kepada orang miskin, dan sekaligus membebaskan tanggungan utang orang-orang miskin itu kepadanya.

Di saat orang miskin datang meminjam uang kepada orang kaya, sesungguhnya si miskin itu pasti sedang kesulitan dalam ekonominya. Maka di saat itu pula, hakikatnya Allah sedang membukakan pintu syurga bagi si kaya. Bagaimana terbukanya pintu syurga? Adalah dengan cara si kaya membantu si miskin secara cuma-cuma. Diberi pinjaman tapi tidak mesti meminta kembalian.

Dalam salah satu hadits, Nabi bersabda: “Seseorang di antara umat sebelum kalian, menjalani perhitungan amal perbuatan, ternyata ia tidak memiliki amal kebaikan barang sedikit pun kecuali (mendapat amal kebaikan) karena ia seorang yang kaya dan gemar bergaul dengan orang banyak, ia selalu memerintahkan kepada semua pelayannya agar memaafkan atau membebaskan orang-orang miskin (yang berutang kepadanya). Maka Allah Swt berfirman kepada para malaikat-Nya, “Kami lebih berhak untuk melakukan hal tersebut dari padanya, kalian harus memaafkannya.” (HR. Imam Bukhari).

Dari pemahaman hadits itu artinya barang siapa yang memaafkan orang yang tidak mampu membayar utang kepadanya, maka dosa-dosanya diampuni oleh Allah Swt. Inilah hikmah terbesar dari sikap orang kaya yang tidak meminta dibayar kembali utang-utang orang miskin yang pernah meminjam uang kepadanya. Maka mari, jika adalah orang yang berkemampuan untuk melakukan amalan ini, kiranya Allah membimbing kita untuk mau dan mampu melakukannya.***


Tangis Haru Anak Santri dan Rasa Bangga Abi- Umi

Tangis Haru Anak Santri dan Rasa Bangga Abi- Umi


TANGIS anak-anak mereka mengharukan semua hadirin yang menyaksikan. Berjongkok setengah bersimpuh di hadapan ayah-bunda, abi-umi yang didudukkan di kursi-kursi khusus oleh panitia. Panitia acara menyiapkan lima kursi khusus untuk beberapa orang tua sebagai perwakilan yang anak-anak mereka hari ini diwisuda sebagai hafizh-hafizhoh. Ya, Sabtu (06/11/2021) pagi itu Rumah Tahfizh Az-Zikri Wonosari, Meral Karimun mengadakan wisuda santri penghafal alquran. Anak-anak itu mendatangi orang tuanya setelah dipersilakan MC dalam salah satu acara prosesi wisuda. Mereka menangis menyatakan rasa haru mereka ke haribaan orang tua mereka, abi-umi mereka.

Kata pengasuh Rumah Tahfizh yang sekaligus sebagai Pondok Pesantren Az-Zikri, H. Riadul Afkar, "Pada hari ini diwisuda beberapa santri yang sudah menyelesaikan 5 Juz, 10 Juz dan 30 Juz ahafalan alquran mereka. Ada belasan santri yang diwisuda diantara puluhan santri yang belajar di Rumah Tahfiz Az-Zikri," katanya saat memberikan sambutan. Sambutannya sendiri disampaikannya dengan penuh haru. "Anak-anak ini begitu cepat menghafalnya. Dalam waktu yang singkat rata-rata mereka mampu menyetorkan hafalannya." Begitu kata pengasuh pondok ini menambahkan saat memberikan sambutan pada acara penuh haru-biru itu. 

Hadir memenuhi undangan panitia wisuda santi Az-Zikri antara lain, Bupati Karimun, Bapak Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos MSi berserta rombongan. Juga hadir beberapa pejabat pemerintah mendampingi bupati. Selain itu tampak juga Kakankemenag Kabupaten Karimun yang diwakili Pak Hairum serta beberapa undangan pejabat dan tokoh setingkat kabupaten seperti Ketua MUI, Ketua PMKK, Ketua PMKK dan lainnya.

Satu hal yang membanggakan sekaligus membuat haru menyaksikan suasana wisuda santri hafizh/ hafizhoh Rumah Tahfizh Az-Zikri, itu adalah prosesi 'sungkeman' anak kepada ayah-bunda sebagai wujud terima kasih anak kepada orang tuanya atas disekolahkannya anak-anak mereka pada lembaga penghafal alquran. Anak-anak itu, seperti disampaikan oleh salah seorang santri saat memberikan sambutan 'perasaan' merasa berterima kasih kepada orang tua mereka, abi-umi tercinta. Mereka telah mampu menjadi penghafal alquran. Itulah yang membuat mereka berterima kasih dan menunjukkan sikap haru mereka.

Bagi orang tua, adalah kebanggaan yang tidak terhingga atas kemauan anaknya sesuai harapan ayah-emaknya agar anaknya mau menjadi penghafal alquran. Bupati sendiri saat memberikan sambutan sangat mengapresiasi  anak-anak yang mau menjadi penjaga alquran. "Allah menegaskan bahwa Allah yang menurunkan alquran dan Allah pula yang akan memeliharanya," katanya dengan mengutip ayat alquran. "Lewat anak-anak kita ini Allah memelihara alquran. Untuk itu teruslah menjadi penghafal alquran," katanya dalam pidatonya.

Semoga anak-anak ini kelak menjadi tumpuan harapan ayah-bunda, Abi-Umi serta daerah dan bangsa kita dalam hal memelihara alquran. Rumah Tahfizh Az-Zikri telah melakukan hal terbaik untuk terus terpeliharanya alquran, sekaligus dapat berkembangnya pembinaan alquran di daerah ini. Hari ini anak-anak itu menangis haru namun Abi-Umi juga menaruh bangga dan bahagia.***
Jibril dan 3 Nasihatnya untuk Selamat Dunia-Akhirat

Jibril dan 3 Nasihatnya untuk Selamat Dunia-Akhirat


ADA sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thobari yang mengisahkan kedatangan Malaikat Jibril kekepada Rasulullah. Nabi bersabda, yang maknanya, “Jibril mendatangiku. Lalu ia berkata, ‘Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu karena sesungguhnya kamu akan mati; cintailah apa yang kamu suka karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya dan berbuatlah sesukamu karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya’. Dari hadits ini ada tiga nasihat Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad. Dan nasihat itu pada hakikatnya adalah untuk umat Nabi Muhammad juga.

Seperti diulas dalam tulisan berjudul Tiga Nasehat Malaikat Jibril Agar Selamat Dunia dan Akhirat yang diposting oleh Sitha di website hajinews.id pada hari Kamis (04/11/2021) kemarin dijelaskan bahwa ada tiga hal penting yang wajib menjadi perhatian oleh umat Muhammad, meskipun nasihat itu oleh Jibril disampaikan kepada Nabi Muhammad saja. Dari makna hadits iti dapat diketahui bahwa kematian merupakan hal yang pasti dan tidak mungkin makhluk hidup seperti kita dapat menghindar darinya.

Kita juga sudah memahami dan hafal makna ayat Alquran yang ditegaskan Allah dalam alquran yang maknanya, "Setiap yang bernyawa akan mengalami kematian." Pada firman-Nya yang lain Allah mengatakan,  “Dimana saja kamu berada kematian akan mendapatkan kamu kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” Hal pentingnya dari sebuah kematian adalah bahwa dari situlah akan bermula kehidupan baru sebagai masa abadi yang menjadi tempat dimintanya pertanggungjawaban kehidupan di dunia ini. Kebaikan dan keburukan yang dilakukan akan berbalas persis sama seperti yang dilakukan. Buruk dibuat (sekarang) maka buruk;ah balasnya nanti (di akhirat). Begitu juga sebaliknya.

Kalau demikian berarti jalan hidup kita saat ini merupakan suatu pilihan kita karena kitalah yang akan mempertanggungjawabkannya. Akankah kita menjadi buruk atau baik itu jadinya adalah pilihan kita. Dalam artikel di atas dijelaskan akankah kita menjadi pendosa atau bertakwa itulah pilihan kita. Akankah kita menjadi hina atau mulia itu juga merupakan suatu pilihan kita. Apapun dan bagaimanapun jalan hidup yang kau pilih, ingatlah satu hal engkau akan mati dan tentunya mati bukanlah akhir. Mati adalah awal-awal dimana kita menjalani dunia baru yang tentu sangat berbeda dari kehidupan dunia saat ini. Ini nasihat pertama yang dapat dipetik dari hadits di atas.

Nasihat kedua, “Cintailah siapa yang kamu suka karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya." Kadarullah, manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup dengan sendiri saja. Atas takdir Allah pula manusia diberikan hati untuk saling berkasih sayang baik kepada sesama manusia maupun kepada makhluk lainnya.

Namun sebesar apapun cinta kepada makhluk, kita diingatkan bahwa kita akan tetap berpisah. Hanya satu cinta yang abadi yakni cinta kepada Allah Swt. Kata Allah dalam alquran, “Katakanlah jika kamu benar-benar mencintai Allah ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Inilah nasihat kedua yang perlu menjadi perhatian kita. Jangan sampai cinta sesama makhluk membuat kita lupa diri sehingga tidak ingat bahwa saatnya kita akan berpisah.

Sedangkan nasihat ketiga, bahwa setiap kebaikan ataupun keburukan amal kita semua akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Allah akan membalasnya baik secara langsung ataupun tidak langsung.  Oleh karena itu perlu kita ingat bahwa tidak ada perbuatan yang sia-sia di muka bumi ini melainkan akan menjadi catatan yang akan dipertanggungjawabkan kelak di yaumil akhir.

Kita percaya bahwa semua itu akan ada perhitungannya atas apa yang kita lakukan, Allah Swt mentatakan, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan (meskipun) sebesar zarah pun niscaya dia akan melihat balasannya dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan (meskipun) sebesar zarah pun niscaya dia akan melihat balasannya. Artinya tidak perbuatan dan tindakan kita yang akan luput dari catatan Allah. Semoga tiga pesan ini menyadarkan kita untuk waspada agar kita selamat hidup di dunia dan selamat pula kelak di akhirat.***

Maya Jadi Muallaf Tersebab Lumpia

Maya Jadi Muallaf Tersebab Lumpia


MAYA Wallece, wanita Skotlandia yang tadinya membenci agama Islam kini menjadi mualaf sejak 2009 lalu. Kisah Maya menjadi mualaf dikatakan terbilang cukup unik. Sebagai orang yang tidak memiliki agama karena hidup dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak menganut agama apapun sehingga tidak ada kitab suci di rumahnya. Namun saat SMA, Maya dikatakan ingin lebih mengenal agama.

Seperti ditulis oleh Sitha dalam tulisan berjudul Kisah Mualaf, Bule Jadi Mualaf Gegara Lumpia yang diposting pada laman hajinews.id hari Selasa (02/11/2021) dijelaskan bahwa saat Maya memiliki hasrat untuk mendapatkan beberapa jawaban dari keinginannya terhadap usahanya mengenal agama namun itu bukan karena ingin memeluk sebuah agama. Dikatakan bahwa itu bukan karena ingin menjadi pemeluk kristen, sikh, atau katolik. Dia hanya ingin tahu saja.

Saat SMA, Maya belum mengenal Islam karena di sekolahnya tidak ada pengajar yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Hal ini tidak masalah bagi Maya karena menurutnya Islam bukan ajaran yang benar. Maya bahkan menganggap Islam sebagai agama biadab dan para penganutnya dianggap gila. Dalam pikrian Maya kala itu, penganut Islam gemar meneror orang tak berdosa dan suka meledakkan bangunan. Maya memandang orang Islam itu sebagai teroris.

Kebencian Maya terhadap Islam tentunya tidak pernah sedikitpun membuat Maya berpikir untuk masuk Islam. Perjalanan Maya menuju Islam dimulai pada tahun 2005. Maya yang bekerja di sebuah call center dipertemukan dengan pegawai mayoritas orang Pakistan beragama Islam.

Persahabatan Maya dan teman-teman muslimnya mulai terjalin. Maya melihat mereka tidak seperti apa yang ia bayangkan sebelumnya mengenai Islam. Jika dahulu ia memandang Islam sebagai agama yang biadab dan penganutnya dianggap teroris, Maya tidak melihat hal tersebut pada diri teman-temannya.

Mereka bergaul layaknya persahabatan pada umumnya, seperti ke bioskop dan lain-lain. Seiring berjalannya waktu, Maya mulai memperhatikan sikap teman-temannya. Satu hal yang menonjol baginya adalah bahwa mereka melakukan apapun dengan cara yang sangat terhormat. Mereka sangat menjaga kehormatan diri mereka sendiri. Begitulah penilaiannya pada waktu itu.

Saat Ramadhan, teman Maya pun berpuasa. Kala itu mereka buka puasa bersama dan ada hal yang membuat Maya penasaran dengan Islam. Maya terkesan ketika temannya menawarkan lumpia kepada dirinya yang tidak berpuasa. “Salah satu sahabatku, Sam Shayma, menyodorkan sekotak lumpia dan menawarkannya padaku. Itu merupakan momen yang berkesan bagiku,” jelas Maya seperti dijelaskan artikel itu.

Kata Maya lagi, “Aku yang makan sepanjang hari, bahkan mungkin tak sadar telah minum air atau yang lainnya di hadapan mereka, malah ditawari makanan dan diajak berbuka berbuka puasa bersama mereka.”Maka Maya semakin penasaran karena kebaikan temannya. Ia mulai bertanya tentang Islam dan mengapa teman-temannya begitu baik padanya. Hal ini terus membuatnya penasaran.

Sahabat Maya kemudian menjawab pertanyaan tersebut bukan berdasarkan opini mereka melainkan merujuk pada Al Quran, hadis, sunnah Nabi, dan dalil. Jika mereka tidak tahu jawabannya, mereka akan jujur kepada Maya dan berusaha mencari tahu. Dan selama Maya mempelajari Islam, ia tersadar bahwa mempercayai saja tidak cukup. Bagi Maya Islam merupakan jalan hidup.

Dia kini tahu kalau Islam mempunyai aturan tersendiri dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan hukum. Katanya, jika aku berniat untuk menjadi seorang muslimah, berniat menjadikan Islam sebagai jati diriku, segalanya yang kutahui selama ini harus berubah. Ini tentu saja tidak akan mudah. Tapi itu sudah menjadi tekadnya.

Singkat kisah, Maya secara perlahan mulai menjauhi makanan dan minuman haram seperti alkohol. Selain itu Maya juga menghentikan kebiasaan pergi ke klab malam. Pakaian yang Maya kenakan juga mulai sopan. Namun Maya masih bimbang karena masuk Islam adalah komitmen seumur hidup.

Salah satu ketakutannya adalah respon keluarganya yang tidak mengenal agama. Butuh waktu lama bagi Maya untuk bisa menyampaikan niat masuk Islam kepada keluarga, terutama sang ibu. Berkali-kali Maya mengumpulkan keberanian untuk memberi tahu sang ibu, tapi ia selalu gagal karena ketakutannya. Tapi akhirnya, dia masuk Islam setelah meyakini bahwa inilah agama yang benar yang dia tahu. Lumpia ternyata membawanya dan menjadi sebab dia akhirnya memeluk Islam.***
Juga di mrasyidnur.gurusiana.id
Sudah Boleh Umroh tapi Masih Berat Syaratnya

Sudah Boleh Umroh tapi Masih Berat Syaratnya

ADA rasa gembira di hati, terutama jamaah Indonesia yang sudah lama ingin ke Tanah Suci untuk umroh atau berhaji. Pemerintah Arab Saudi segera membuka pintu umrah untuk jemaah asal Indonesia. Dan rasa gembira itu akan menjadi nyata ketika nanti jamaah Indonesia benar-benar sudah berangkat ke sana.

Hanya saja, syaratnya masih lumayan berat. Sebagaimana dimuat situs hajinews.id hari Ahad (31/10/2021) kemarin bahwa jemaah umrah Indonesia sudah bisa berangkat tapi harus mendapatkan vaksin covid-19 dosis lengkap. Kata berita itu vaksin sinovac diizinkan untuk menjalankan umrah namun harus menjalani karantina selama 5 hari terlebih dahulu. Ini syarat lanjutannya sebagaimana diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin Kamis (21/10/2021) lalu.

Seperti juga sudah diberitakan bahwa Arab Saudi menerima jamaah dengan vaksin yang sama dengan yang dipakai oleh Arab Saudi sendiri. Hanya saja, seperti dikatakan Menkes, jemaah umrah Indonesia bisa menjalankan umrah meski menerima vaksin sinovac dengan persyaratan karantina lima hari itu.  

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama dan asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) kabarnya sudah pula mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pada 19 Oktober 2021 dengan hasil beberapa ketentuan yang disepakati.

Berdasarkan hasil kesepakatan FGD antara Ditjen PHU Kemenag dan Asosiasi PPIU, pemberangkatan gelombang awal ibadah umrah dilaksanakan dengan memberangkatkan para petugas PPIU terlebih dahulu. Begitu dijelaskan berita berjudul Syarat Umrah untuk Indonesia, Vaksin Sinovac Diizinkan Tapi Karantina 5 Hari di hajinews.id kemarin itu. Sekali lagi tentu saja ini berita gembira juga.

Masih menurut berita yang sama, jemaah umrah harus melakukan screening kesehatan yang meliputi pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan vaksinasi Covid-19, meningitis, dan tes swab PCR pada 1×24 jam sebelum berangkat dengan pengawasan dari Kemenkes. Sementara itu, pemberangkatan sekaligus pemulangan dilakukan satu pintu, yakni melalui asrama haji. Asrama haji yang digunakan adalah Asrama Haji Pondok Gede atau Bekasi.

Akomodasi, konsumsi, transportasi, boarding, pemeriksaan imigrasi, dan pemeriksaan ICV disediakan dan dilaksanakan di asrama haji.Skema kepulangan jemaah umrah Jemaah akan melakukan pemeriksaan PCR di Arab Saudi maksimal 3×24 jam sebelum kepulangan. 


Apapun yang menjadi syarat oleh Pemerintah Indonesia tentulah disesuaikan dengan syarat yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Selain biaya yang tentu tidak juga akan murah, sebenarnya regulasi lainnya itu yang akan membuat para calon jamaah juga akan merasa berat. Namun demikian, jika Allah sudah berkehendak untuk memberi izin hamba-Nya berangkat ke  Tanah Suci, tentu saja persyaratan yang kelihatan berat itu tetap dapat dilalui. Semoga pintu umroh yang sudah terbuka akan memberikan jalan mudah juga bagi jamaah kita.***

Ustaz Adi Hidayat : Aktif Membaca Alquran, tapi Tak Dapat Ridho Allah

Ustaz Adi Hidayat : Aktif Membaca Alquran, tapi Tak Dapat Ridho Allah


USTAZ Adi Hidayat sudah sama-sama kita kenal. Seorang muballigh kondang yang memberikan pencerahan (ceramah) di banyak tempat. Seperti para ustaz lainnya, Ustaz Adi Hidayat banyak dikutip pengajiannya baik di youtobe maupun di media cetak atau media online. 

Sebuah situs, hajinews.id mengutip salah satu pengajian Adi Hidayat yang membahas perihal orang-orang yang rajin dan aktif membaca alquran tapi tidak mendapatkan ridho dari Allah Swt. Dalam tulisan berjudul Hikmah Pagi : 3 Golongan Ini Rajin Baca Al-Qur’an Tapi Tidak Diridhoi Allah yang dimuat hajinews.id pada hari Selasa (26/10/2021) menjelaskan terdapat tiga golongan orang yang tidak mendapatkan ridho dari Allah meskipun dia adalah pembaca alquran yang rajin.

"Ternyata tidak semua orang yang rajin membaca Al-Qur’an akan diridhoi oleh Allah Swt. Hanya orang-orang terpilih saja yang Allah ridhoi," katanya dalam satu ceramah. Memperkuat alasannya dikutip firman Allah dalam surah Fathir ayat 32 yang artinya, "Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar."

Kata Ustaz Adi Hidayat, seperti dijelaskan tulisan itu, antara lain,

1) Suka Zholim;

Meskipun kita rajin membaca Al-Qur’an tapi suka atau selalu berbuat zholim atau menzholimi orang maka orang seperti ini tidak akan mendapatkan ridho Allah. Ustaz Adi Hidayat menyentil dengan mengatakan, “Ada orang yang senang baca Al-Qur’an tapi zholim orangnya, tidak mampu menempatkan ayat qur’an sesuai dengan tempatnya maka dia tidak akan mendapat ridho dari Allah Swt,” jelas Ustadz Adi Hidayat sebagaimana dilansir dari chanel Youtube Ceramah Pendek belyau.

2) Hanya untuk Dirinya;

Golongan kedua yang dijelaskan Ustadz Adi Hidayat adalah orang yang hafalan Al-Qur’annya banyak dan bagus tapi tidak bermanfaat untuk orang lain. Hanya dirinya sendiri saja. Katanya, “Ada golongan yang kedua, perilakunya nampak sehari-hari sering mojok di mesjid misalnya baca ulang-ulang hafalan, tapi kalau diminta, Mas bisa ngimamin? ‘Ah, yang lain saja’. Dia hanya hebat untuk dirinya saja.” Yang begini juga tidak akan mendapatkan ridho dari Allah. 

3) Perilaku Tidak Berubah Baik;

Golongan ketiga yang dijelaskan Ustadz Adi Hidayat adalah orang yang senang membaca Al-Qur’an bahkan hafal 30 juz namun perilakunya tidak berubah semakin baik, bahkan paling berbahaya jika perilakunya semakin buruk. Katanya, “Jangan bangga anak Anda hafal 30 juz tapi tidak merubah perilakunya. Yang paling bahaya itu hafalan banyak tapi perilaku semakin buruk, ada yang salah itu dalam hafalannya, ada yang keliru.” Kata ustaz, orang seperti ini tidak akan mendapatkan ridho dari Allah.

Bagi kita bukan ingin mempersoalkan hafalan alquran atau aktivitas membaca alquran seseorang. Bahwa membaca alquran itu sesungguhnya akan mendapat pahala dan ridho dari Allah, itu adalah janji Allah sendiri. Hanya saja jika dalam kenyataannya rajinnya membaca alquran tidak diikuti dengan etika dan akhlak alquran itu sendiri, maka itu akan sia-sia di mata Allah. Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan yang disebutkan Ustaz Adi Hidayat itu.***
Nauzubillah, Semoga Kita Dipelihara-Nya

Nauzubillah, Semoga Kita Dipelihara-Nya


KITA memang perlu dan harus saling mengingatkan. Tentang dosa, misalnya. Walaupun ada kesempatan bertobat sebagai permohonan pengampun dosa, alangkah lebih baik kita tidak dengan sadar melakukan dosa. Artinya mengingat dan saling mengingatlan tentang akan terjadinya dosa perlu bagi kita. Dan dosa-dosa tertentu malah bisa berbuah malapetaka semasa kita masih di dunia ini. 

Kita selalu diingatkan oleh para dai dan guru-guru kita bahwa ada dosa yang ganjarannya tidak hanya diterima di akhirat nanti, tapi juga di dunia ini. Akhirat sebagai hari pembalasan --dosa dan pahala-- sudah pasti akan kita terima ganjaran dosa atau pahala yang kita buat. Tapi ternyata ada dosa yang balasannya dapat menimpa kita pada saat ini. Saat kita masih berada di dunia fana ini.

Menyitir tulisan yang diposting di hajinews.id hari Senin (25/10/2021) berjudul Hikmah Pagi : 2 Dosa yang Disegerakan Balasannya di Dunia membuat kita harus waspada dan terus berjaga-jaga agar dosa ini tidak terlanjur kita lakukan. Nauzubillah, kita berharap Allah melindungi kita dari dosa-dosa ini.

Dosa apa saja yang perlu ekstra hati-hati kita menjaga diri kita dan juga keluarga kita, itulah dosa durhaka kepada orang tua dan dosa berzina. Ternyata dosa durhaka kepada orangtua dan dosa zina akan disegerakan hukumannya di dunia ini oleh Allah. Sudah banyak kita lihat atau kita dengar orang-orang durhaka kepada orang tuanya mendapatkan azab dari Allah. Kisah legenda Malin Kundang adalah cerita yang menggambarkan azab yang diterima oleh anak yang durhaka kepada orang tua (ibunya).

Durhaka kepada orangtua sungguh sangat memprihatinkan sekaligus sangat menakutkan. Keprihatinan kita adalah karena ternyata ada yang salah kaprah. Sebagian orang menyangka bahwa durhaka itu sebatas bila si anak memukuli orang tua, atau mengusir orangtua, atau menghinakannya di depan umum. Itu contoh yang dijelaskan artikel di atas. Bisa kita tambahkan misalnya, tidak membantu belanja ketika orang tua kesulitan sementara anaknya berkecukupan. Atau contoh lainnya yang pada hakikatnya adalah durhaka kepada orang tua.

Beberapa sikap seumpama dengan sesuka hati mencampuri urusan pribadi orangtuanya, mengendalikan orang tuanya semata untuk kepentingannya, membentak orangtuan bahkan sekadar mengatak 'cis' atau 'ah' saja, memarahi orangtua, dan tentu masih banyak lagi. Itu semua dapat dikategorikan sebagai durhaka kepada orang tua. Nauzubillah, kita terus bermohon agar Allah memelihara kita dari sikap-sikap itu.

Sikap-sikap seperti itu sesungguhnya tidak ditetapkan Allah semata karena Allah tahu itu tidak baik, namun yang harus kita camkan adalah bagaimana perasaan orang tua yang jasanya tidak akan tergantikan oleh anak-anaknya dengan apa jua, justeru disakiti. Bagaimana rasanya perasaan mereka? Itulah yang sesungguhnya harus kita perhatikan sebagai anak-anaknya.

Dosa kedua yang Allah akan berikan balasannya selagi kita masih berada di duni adalah dosa berzina. Ada banyak kejadian perihal orang berzina yang tiba-tiba mendapatkan azab dari Allah. Sudah banyak terjadi, dosa zina selain mendapat cercaan, hinaan dan bahkan penganiayaan dari manusia tapi azab yang didatangkan Allah terkadang lebih dahsyat. Bagiaman kehidupan penzina yang tidak nyaman, banyak kesulitan hidup, dibenci masyarakat dan tidak mustahil tiba-tiba mendapatkan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Bisa membawa ke ajalnya, nauzubillah.

Kita ingat ada hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hikam Nabi mengatakan, “Ada dua pintu (dosa) yang hukumannya disegerakan di dunia yakni zina dan durhaka.” Zina yang berarti melakukan perbuatan terlarang antara laki-laki dan perempuan hendaknyalah kita jauhi. Begitu pula durhaka yang berarti melawan atau tidak mengikuti apa yang disuruh orang tua, akan sangat nyata azab dari Allah pada saat kita masih berada di dunia ini. Nsuzubillah, kita berharap Allah melindungi kita dri dosa-dosa itu.***
Nilai-nilai Santri adalah Nilai-nilai untuk Diri

Nilai-nilai Santri adalah Nilai-nilai untuk Diri


BESOK kembali bangsa kita, khsusnya umat Islam akan memperingati Hari Santri Nasional. Satu hari menjelang peringatan itu mari kembali pula kita ulang-ulang ingat nilai-nilai yang ditanamkan kepada para santri. Pada dasarnya nilai-nilai itu adalah nilai yang sejatinya menjadi bagian dari kita semua.

Nilai-nilai itu dapat dirangkum ke dalam nilai moral. Itulah nilai baik dan buruk yang diakui secara umum. Maka jika berbicara nilai moral akan terkait dengan agama, cinta tanah air, kasih-sayang dan lain sebagainya. Para santri akan bersinggungan langsung dengan nilai-nilai itu.

Tentang nilai agama atau religius adalah nilai utama dalam keberadaan santri. Santri yang diartikan sebagai orang yang mempelajari dan mendalami agama, artinya nilai dan ajaran agama itulah yang menjadi landasan utama bagi seorang santri.

Dari nilai-nilai agama tumbuh dan lahirlah nilai cinta tanah air, nilai kasih-sayang, cinta damai, toleransi dan lain sebagainya. Agama mewajibkan umatnya untuk mematuhi pemerintah selain mematuhi Allah dan Rasul-Nya. Artinya cinta Tanah Air itu akan menjadi ikutan dari nilai-nilai agama yang dianut, dipelajari dan diamalkan.

Begitu pula dengan nilai-nilai lainnya seperti nilai kasih-sayang dan cinta damai. Kasih-sayang adalah bagian penting dari setiap ajaran agama. Dalam Islam bahkan dikatakan menyayangi orang lain itu adalah satu syarat dari keimanan seseorang. Dikatakan, tidak beriman seseorang itu sebelum dia mencintai orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.

Sesungguhnya begitu banyak nilai-nilai moral yang diajarkan kepada para santri. Para santri wajib memahami perihal kesetaraan, musyawarah, kerjasama, peduli lingkungan, tanggung jawab, saling menghargai, mandiri, bersungguh-sungguh dan banyak lagi nilai-nilai moral lainnya. Mari, menyambut Hari Santari Nasional, besok kembali kita renungkan nilai-nilai moral yang pada dasarnya menjadi nilai utama dalam keberadaan seorang santri. Selamat menyambut hari santri bangsa kita.***

Raja Sofyan: Mengapa Harus Memperingati Maulid Nabi?

Raja Sofyan: Mengapa Harus Memperingati Maulid Nabi?


SELASA (19/10/2021) malam di Rumah Dinas (Rudin) Bupati Karimun dilaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1443 (2021). Peringatan hari besar agama Islam, ini disejalankan dengan tasyakkur HUT (Hari Ulang Tahun) Kabupaten Karimun ke-22 yang jatuh pada 12 Oktober 2021. Artinya, sekali mendayung dua pulau terlampau.

Memberikan tausiah pada acara ini adalah Al-Ustaz Drs. H. Raja Sofyan, MPd dari Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjuungpinang. Buya Raja Sofyan datang sedikit terlembat malam ini karena ternyata dia harus menempuh perjalanan cukup panjang untuk sampai ke Karimun. "Penceramah kita pagi tadi berangkat dari Natuna. Terbang ke Batam dan dari Batam baru menyeberang ke tempat kita," kata Bupati Karimun dalam sambutannya pada acara yang dimulai selepas magrib. Seketika Buya Raja Sofyan sampai, bupati pun berhenti berpidato.

Peringatan Maulid dan Tasyakuran yang dihadiri oleh Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim, Sekda, Firmansyah, Pimpinan Forkopimda, Kepala OPD, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta undangan lainnya dilaksanakan di ruang tengah Rudin. Tamu-undangan yang tidak dapat masuk ke ruang tengah karena penuh mengisi ruangan depan rumah. Acaranya hanya dua saja, sambutan bupati dan tausiah agama.

Selepas pidato sambutan bupati, Buya Raja Sofyan langsung tampil menyampaikan ceramah. Dengan gayanya yang khas, Raja Sofyan memberikan ceramah cukup lama. "Kita tunda sedikit waktu solat isya kita, ya?" katanya minta izin menyelesaikan ceramah, meskipun waktu solat isya sudah masuk. "Ini sunat juga karena kita melaksanakan majelis ilmu seperti ini," tambahnya.

"Mengapa kita harus memperingati hari lahir Nabi?" Buya menyampaikan sebuah pertnayaan di awal tausiahnya. Lalu dia memberikan beberapa alasannya. Pertama, karena iman dan akidah kita tidak akan sempurna jika kita hanya bersyahadat kepada Allah saja. Kalau kita hanya mengucapkan, asyhadu anlaa ilaha illallah saja, maka syahadat kita akan ditolak. Allah dan rasulnya, Muhammad wajib disejalankan. Makanya perlu kita mengenang kelahirannya.

Kedua, Nabi Muhammad adalah teladan terbaik diantara teladan-teladan yang ada di muka bumi ini. Selain Allah menegaskannya di alquran, tapi Nabi sudah terbukti di mata semua orang bahwa selama hidupnya tidak ada cacat-cela yang dilakukan Nabi Muhammad. Kawan dan lawan mengakui keteladanan Muhammad. Begitu Buya menjelaskan dengan berbagai contoh kehidupan Nabi. Lalu, ketiga adalah karena kata Allah jika kita cinta kepada Allah maka wajib juga cinta ke Nabi Muhammad. Kurang lebih sama dengan penjelasan alasan pertama tadi. 

Alasan lain yang disampaikan ustaz berbadan tegap, ini adalah karena semua pekerjaan jika ikut Nabi maka pekerjaan itu akan menjadi ibadah. Sebaliknya jika tidak ikut cara Nabi boleh jadi akan menjadi terikut syetan. Maka begitu pentingnya keberadaan Nabi Muhammad bagi kita umat Islam. Bahkan juga sangat penting bagi seluruh umat manusia karena pada hakikatnya agama dan rahmat yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah akan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Di bagian penutup kembali buya mengingatkan, jika kita ingin mengenang nabi, lalu menjadikannya sebagai idola maka ikutilah seluruh atau sebagian besar apa yang dilakukannya. Sebaliknya tinggalkan pula apa yang dilarangnya. Begitulah pertanda kita taat kepada Nabi sebagaimana kita taat kepada Allah.***
Sederhana, Jelek tapi Banyak Dilakukan

Sederhana, Jelek tapi Banyak Dilakukan


BUKAN tak disadari sebenarnya, ada beberapa tindakan dan perbuatan yang sepintas sepele tapi sebenarnya tidak baik. Sayangnya perbuatan itu sering dilakukan padahal itu disukai syeitan. Sebagaimana dijelaskan dalam satu tulisan berjudul "Hikmah Malam : 7 Hal Sepele yang Disukai Setan dan Sering Dilakukan Manusia" yang dimuat situs hajinews.id baru-baru ini.


Kita tahu karena dijelaskan dalam nas alquran dan sunnah bahwa setan adalah makhluk yang oleh Allah Swt diizinkan untuk menyesatkan manusia. Karena itu, apapun paling disukai setan sejatinya wajib kita hindari. Karena tujuannya untuk mengajak manusia kepada kesesatan.

Mengutip dan mengulang share artikel itu berikut ada tujuh perbuatan yang sebaiknya dihindari, namun sering dilakukan. Perbutan itu adalah,

1. Menguap tanpa Menutup Mulut;
Menguap harus ditahan, khususnya ketika salat. Melalui menguap, setan masuk ke dalam diri kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang menguap dalam salatnya, hendaknya ia berusaha menahan kuapannya sebisa mungkin karena setan bisa masuk.” (H.R Muslim).

Ada hadis lain yang mengatakan, “Menguap adalah dari setan, maka jika salah seorang di antara kalian menguap, maka hendaklah ia menahannya sedapat mungkin.” (H.R Muslim).

2. Makan dan Minum tanpa Mengucapkan Basmallah;

Ketika hendak makan & minum, diperintahkan mengucap, “Bismillah” agar makanan yang masuk ke dalam tubuh kita mendapatkan berkah.

Membaca basmallah ketika hendak makan dan minum agar mendapat keberkahan dalam setiap santapan yang masuk ke dalam tubuh kita.

Jika kita tak membacanya, tentulah setan sangat senang karena setan akan ikut menikmati makanan kita.

Dari ‘Umar bin Abi Salamah, ia mengatakan, “Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Wahai Ghulam, sebutlah nama Allah (bacalah “Bismillah”), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. (H.R. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022).

3. Makan dan Minum dengan Tangan Kiri;

Di antara adab diajarkan Islam saat makan atau minum adalah makan dan minum menggunakan tangan kanan. Sebab islam melarang makan atau minum menggunakan tangan kiri

Rasulullah bersabda, “Jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena Setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (H.R Muslim no.2020).

4. Memakai Segala Sesuatu dari Bagian Kiri Tubuh;

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada umatnya untuk menggunakan segala sesuatu dari kanan. Untuk setiap perkara yang baik-baik, dahulukanlah tangan kanan. Berbeda saat melepas atau memulai sesuatu yang jelek, maka hendaknya memulainya dari yang kiri.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, ketika menyisir rambut dan ketika bersuci, juga dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (H.R. Bukhari no. 186 dan Muslim no. 268).

5. Masuk ke Dalam Kamar Mandi tak Membaca Doa;

Kamar mandi merupakan salah satu tempat yang disenangi setan. Olehnya itu umat Muslim sangat dianjurkan membaca doa ketika hendak masuk kamar mandi agar tidak diganggu oleh setan.

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki jamban, beliau mengucapkan Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan) (H.R. Bukhari Muslim).

6. Tidak Mengibas Tempat Tidur Sebelum Tidur;

Di antara tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi seseorang yang hendak tidur adalah membersihkan dengan cara mengibas tempat tidur sambil membaca Basmalah, hal ini agar ketika tidur tidak diganggu oleh setan.

Rasulullah dalam hadisnya menjelaskan “Apabila salah seorang dari kalian hendak berbaring di tempat tidurnya, hendaklah ia kibas-kibas tempat tidurnya itu dengan kain. Sebab dia tidak tahu apa yang terjadi pada tempat tidurnya setelah ia tinggalkan sebelumnya.” (H.R Bukhari Muslim).

7. Buang Air Sembarangan;

Perlu anda ketahui bahwa Islam melarang kita buang air sembarangan karena termasuk dosa besar dan disenangi setan. Olehnya itu kita wajib menjaga diri kita dari siksa api neraka.

Dalam hadis rasulullah dijelaskan, “Jangan buang air di lubang binatang, di jalan tempat orang lewat, di tempat berteduh, di sumber air, di tempat pemandian, di bawah pohon yang sedang berbuah atau di air yang mengalir ke arah orang-orang yang sedang mandi atau mencuci.” (H.R Muslim, Tirmidzi).

Itulah beberapa tindakan dan perbuatan manusia yang sepertinya sepele atau sederhana namun itu adalah perbuatan yang dilarang agama, meskipun disukai syetan.***
Juga di mrasyidnur.gurusiana.id
Sedekah adalah Simbol Pemotongan Keterikatan Terhadap Dunia

Sedekah adalah Simbol Pemotongan Keterikatan Terhadap Dunia

Banyak orang begitu ringan ketika diajak beribadah. Tapi tidak semua orang mampu melepaskan keterikatannya terhadap cinta dunia. 

Islam tidak melarang seseorang untuk kaya, tapi islam melarang seseorang cinta thdp dunia melebihi kecintaannya kepada Allah. Seseorang yang hatinya penuh cinta thdp dunia, maka Allah pun tidak akan bisa masuk ke dalam hatinya. 
 
Bagi orang yang mencintai Allah, sangat mungkin harta,dunia dan segala isinya ditundukkan baginya, namun hatinya tidak lekat thdp dunia. Di dalam hatinya senantiasa ada Allah yang bersemayam. Sehingga ketika Allah memintanya, dia akan sangat mudah mengeluarkan hartanya demi membesarkan kalimat Allah. 
 
Dunia memang dibuat tampak indah di depan manusia. Zuyyina linnasi hubbussahawati minannisa wal baniina, wal qonaathiril muqonthorothi minnadzahabi wal fidzhoh, wal hoilil musawwamati wal an'ami wal hars. Tapi di sinilah letak ujiannya bagi manusia. 
 
Barang siapa mampu menundukkan kecintaannya terhadap dunia, dengan hanya mencintai Allah di dalam hatinya, maka dunia akan ditundukkan baginya. Dan barangsiapa, dikalahkan hatinya sehingga lebih mencintai dunia dibanding mencintai Allah, maka dunia bakal menjadi sesuatu yang liar dan sulit dikendalikan baginya. 
 
Jangan heran, klo ada orang yang gemar bersedekah, lalu hidupnya semakin makmur. Itu krn Allah ridho dan tidak akan membiarkan orang yang rela dan ikhlas serta ridho demi Allah, hidup dalam kesusahan dan kesulitan. Allah sesungguhnya tidak butuh harta kita, karena Allah yg memiliki segala kekayaan dunia dan seisinya. tapi dengan harta dan dunia, Allah hendak menguji kita, apakah kita cinta dunia, ataukah mencintai Allah. 
 
Jawaban, saya lebih mencintai Allah dibanding dunia saja, tidak cukup. Tapi Allah menanti komitmen bukti kecintaan kita. Kami kabarkan sekarang kepada anda, sebagai panggilan Allah sbg jalan pintas menuju syurga Nya. 
 
Kesempatan emas, untuk melakukan Amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun anda meninggal dunia kelak. Yakni sedekah jariyah pembebasan lahan pesantren yayasan pendidikan Amalan Aulia yang akan membebaskan lahan seluas 3000 M2. Per meternya 100.000. siapapun bebas ambil berapa meter sebagai investasi akhirat nya. Yang insyaallah akan menjadi bekal amal jariyah yang terus mengalir nilai pahalanya. 
 
Bagian terpenting dari pembangunan pesantren adalah pembebasan lahannya, selanjutnya bangunan nya. Mari jangan lewatkan kesempatan emas ini. Bagi yang tergerak hatinya untuk ambil kesempatan emas ini, silahkan transfer ke rekening BNI atas nama, yayasan pendidikan Amalan Aulia, Nomor rekening: 2770002880 Silahkan konfirmasi ke wa 081266557203 (Ust. Monas) Monas Inspire
Jangan Menjadi Ember Bocor

Jangan Menjadi Ember Bocor

Oleh Ustadz Monas

MUHASABAH dan renungan. Apa yang telah kita lakukan? Tanyalah diri sendiri. Engkau bersedekah, tapi kemudian engkau mengungkit-ungkit kembali. Maka itu sama seperti ember bocor. Engkau mengerjakan sholat malam, tapi kemudian engkau ujub di pagi harinya, maka itu sama seperti ember bocor. 

Engkau mengenakan hijab, tapi engkau memakai pakaian yang ketat, maka itu sama seperti ember bocor. Engkau menjalankan puasa, tapi engkau tidak meninggalkan berkataan dusta, maka itu sama seperti ember bocor. Engkau berwudhu dengan sempurna, tetapi engkau boros dalam memakai air, maka itu sama seperti ember bocor. 

Engkau bersikap ramah kepada orang lain dan memuliakannya saat di hadapannya, tapi setelah dia pergi engkau merasa dengki dan menggunjingnya, maka itu seperti ember bocor.  Engkau berdoa siang malam dengan penuh khusyu', tetapi engkau memakan sesuatu yang haram, maka itu sama seperti ember bocor. Engkau mampu pergi haji dan umroh, tapi engkau enggan membayar hutang, maka itu sama seperti ember bocor. 

Engkau mampu berjuz-juz membaca Al qur'an, tapi engkau memutuskan tali silaturahim, maka itu sama seperti ember bocor. Engkau rajin menjalankan semua ibadah, baik yang wajib dan yang sunah, tapi engkau mencaci, memamakan harta orang lain, menumpahkan darah, mendzalimi orang lain, hasad, riya, ujub, melakukan kesyirikan, maka itu semua sama seperti ember bocor. Dan begitulah pada akhirnya, engkau hanya akan mengumpulkan kebaikanmu seperti dalam sebuah ember yang bocor. 

Satu sisi engkau mengumpulkan dengan susah payah namun kemudian engkau menghilangkannya dengan mudah dari sisi yang lain. Ya Allah, istiqomahkan kami dalam melakukan amal shalih, luruskan niat kami, jadikanlah kami kedepan menjadi lebih baik lagi dan jauhkan kami dari kebangkrutan pahala serta sikap yang dapat merusak amal shalih. 
Monas Inspire Mochamad Nasrudin
Infak dengan Pahala yang Terus Mengalir Hingga Kiamat

Infak dengan Pahala yang Terus Mengalir Hingga Kiamat


Ini bukan sedekah/infaq biasa, tapi sedekah/infaq yang pahalanya terus mengalir hingga kiamat kelak. Ayo kita gerakkan diri kita, saudara kita, teman kita, relasi kita yang biasa bersedekah/ infaq setiap hari terutama di hari Jum'at berkah. Kita ajak agar mengarahkan sedekahnya untuk pembebasan lahan pesantren di yayasan pendidikan Amalan Aulia. Tujuannya, agar tidak sekadar menjadi sedekah biasa. Tapi bernilai sedekah jariyah.

Sedekah biasa ya pahala putus hanya sekali itu saja. Tapi pahala jariyah, pahalanya akan terus mengalir selama nilai sedekah tersebut dimanfaatkan. 

Sedekah untuk pembebasan lahan pesantren adalah sedekah jariyah, karena pondok pesantren ini akan mencetak generasi Qurani, para penggerak hukum Allah, dan orang-orang sholeh. Selama ilmu mereka bermanfaat dan diwariskan ke anak cucu, maka sedekah jariyah ini akan tetap dirasakan bagi orang yang beramal.


Insyaallah pesantren kita ,dengan izin Allah akan tetap ada hingga kiamat kelak selama kita menjaga niat baik kita bersama Mari berkarya karena Allah. Dan selama itu...sedekah jariyah kita akan terus mengalir meskipun kita meninggal dunia.

Yuk cerdas beramal..bukan sedekah biasa. Yang niat sedekah utk pembebasan lahan pesantren ke yayasan pendidikan Amalan Aulia silahkan transfer ke rekening BNI an Yayasan Pendidikan Amalan Aulia dengan Nomor Rekening:

No. Rek. 2770002880

Semoga para donatur untuk pembebasan lahan pesantren yayasan pendidikan Amalan Aulia akan Allah luaskan rezekinya ribuan kali lipat baik di dunia maupun di akhirat kelak. Amin ya robbal alamin.
Literasi Agama, Gus Mus, 'Semangat Berislam Jangan Lupa Pemilik Islam'

Literasi Agama, Gus Mus, 'Semangat Berislam Jangan Lupa Pemilik Islam'


GUS Mus atau yang bernama lengkap KH. Mustafa Bisri membuat pernyataan begini, "Banyak orang yang semangat untuk berislam tapi lupa terhadap pemilik Islam." Kiyai yang banyak menulis puisi, ini mengatakan kalau dewasa ini banyak orang Islam yang kelihatannya getol dan begitu bersemangatnya berislam tapi sesungguhnya tidak menceminkan Islam. Lha, kok begitu, Gus?

Gus Mus, penyuka dan praktisi literasi, yang produk karya tulisnya sangat banyak menyebut istilah 'berislam' ini untuk merujuk orang-orang yang kelihatan begitu bersemangat melaksanakan pernak-pernik Islam tapi bablas menjadi tidak Islami. Saya kutip dari tulisan berjudul Gus Mus Ingatkan Soal Ngaji: Banyak Orang Semangat Berislam, Tapi Tak Mengenal Pemilik Islam yang dimuat di situs hajinews.id pada hari Senin (26/09/2021) kemarin banyak menyebut pernyataan Gus Mus yang mengingatkan orang untuk terlebih dahulu mengenal pemilik Islam, yaitu Allah sebelum begitu sibuk dengan berislam.

Kata Gus Mus, "Ada pepatah mengatakan, 'Kenali dirimu maka kamu akan kenali Tuhan-mu' maka hendaklah kita benar-benar mengenal Allah sebagai pemilik Islam sebelum pernak-pernik Islam ditampilkan," katanya seperrti ditulis pada halaman situs itu. Pepatah tersebut, nyatanya memang penting dipegang bagi siapapun yang beragama Islam. Nyatanya mengenal diri sendiri itu tidak semudah yang dibayangkan. Kurang-lebih begitu saya memahami pernyataan Gus Mus di artikel itu.

Sejatinya proses keislaman tidak behenti di tengah jalan. Ingat, kata Gus Mus bahwa terbukti di luar Islam juga ada banyak ajaran yang sejalan dengan Islam. Bahkan nilai-nilai Islaminya sangat kentara walaupun itu bukan ajaran Islam. Dia mencontohkan pewayangan Dewa Ruci yang memiliki enam ajaran kemanusiaan, selaras dengan perintah-perintah agama, katanya.

Literasi Gus Mus dalam berislam memberikan beberapa tip agar kita (muslim) berislam itu mencerminkan pengenalan yang benar kepada Allah. Dalam berislam hal utamaynya adalah mengenal Allah Swt. Mengenal Allah berarti mengenal ciptaan Allah dan memperlakukan segala ciptaan Allah sesuai garis yang ditetapkan Allah. Kasih-sayang dan berlaku adil tidak hanya kepada sesama manusia tapi kepada semua alam, makhluk Allah lainnya mesti juga diberlakukan.

Tidak lupa Gus Mus mengingatkan bahwa salah satu cara mengenal Allah adalah dengan mengaji. Mengikuti pengajian. Dengan mengaji menjadikan seseorang paham akan proses berilmu untuk meraih rida Allah. Ilmulah yang akan membimbing orang bagaimana berislam yang baik dan benar. Dengan ilmu tidak akan terjadi orang-orang berislam tapi kelakuannya tidak Islami, katanya. Ini satu literasi yang penting bagi semua orang.

Masih menurut Gus Mus, fenomena banyaknya orang berdakwah, namun tak mencerminkan keislaman, itu bertentangan dan tak masuk akal. Satu sisi menyenangkan Allah, tapi pada satu sisi lainnya melaknat hamba Allah yang tak seperti dirinya. Tidak melulu harus berkaca pada tokoh atau peristiwa yang ada dalam cerita atau kisah Islam. Katanya lagi, penting pula, melihat tokoh-tokoh lain yang memperlihatkan keislaman padahal bukan seorang muslim.

Untuk itu Gus Mus memberikan beberapa pesan, antara lain, Pertama, tidak berbicara atau melakukan sesuatu sebelum paham dan mengerti tentang hal tersebut. Kata Gus Mus, “Jangan gegabah menerima sesuatu, dan kemudian mengomentarinya. Lebih baik diam dari pada membuat orang tersesat karena tidak tahu ilmu mengenai itu.” Begitu dia menegaskan.

Kedua, Harus bisa menilai. Bisa membedakan antara emas dan loyang atau harus membedakan sesuatu yang sama tapi beda makna. “Harus bisa membedakan antara emas dan loyang. Artinya kita harus ngaji, harus belajar. Kalau tidak belajar, tidak mengaji tentu tidak akan bisa membedakan besi kuning dengan emas. Mana tembaga mana emas tidak akan bisa membedakannya, katanya beriktibar. Bagi kita ini satu literasi yang penting dipahami.

Ketiga, Upayakan tidak memiliki sifat kaget dan kebingungan. Sebab, lanjutnya sifat tersebut hanya dimiliki oleh orang yang tak mengaji. Agar terhindar, Gus Mus mengatakan, seseorang harus ngaji dan memiliki keluasan ilmu.

“Inilah yang menjadi niatan utama para santri terdahulu belajar di pesantren yakni hanya ingin mencari ilmu untuk menghilangkan kebodohan. Dan kita tahu kebodohan tidak akan hilang. Karena begitu anda pandai, anda merasa lebih bodoh dari kemarin. Kalau anda sudah merasa pandai, di situ anda mulai bodoh,” tutur Gus Mus.

Keempat, Sebagai manusia harus mampu mengkontrol atau menjaga hawa nafsu. Kata Gus Mus, “Lepas kendali menyebabkan siapapun bisa kalap dan membuat sesuatu yang bodoh.” Itu bermakna tidak mampu mengontrol hawa nafsu.

Kelima, Mengamalkan ilmu yang sudah dimiliki. Kata Gus Mus, ilmu yang mengendap dan tidak diamalkan bukan ilmu pengetahuan. Kita setuju. Itu malah menjadi beban yang akan memberatkan. Artinya, ilmu yang tak diamalkan itu akan menjadikan pemilik ilmunya tidak mendapatkan apapun dari ilmu itu. Bahkan kata Gus Mus, justeru membuat pemiliknya menajdi sombong.

Keenam, Memiliki dan melaksanakan ilmu kemanusiaan. Menurut Gus Mus, ilmu kemanusiaan sangat bisa dan relevan untuk memahami agama. Sayangnya, katanya, manusia di zaman sekarang banyak yang menjadi instan dalam keseharian. Sungguh tidak baik jika kita memiliki mental instan karena berakibat tidak mau bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu dan dalam bekerja. Dalam beragama tidak bisa demikian. Wajib bersungguh-sungguh. Tidak boleh berharap serba instan.

Memahami jalan pikiran dan pesan-pesan Gus Mus artinya kita telah berliterasi dengan literasi Gus Mus sebagaimana terurai dalam catatan singkat ini. Bagaimana kita memahami dan berusaha melaksanakannya, itulah hal penting dari literasi Gus Mus itu.***

Alasan Utama Kita Berjamaah

Alasan Utama Kita Berjamaah



SECARA umum kita --orang Islam-- memahami pentingnya salat berjamaah. Paham betul kalau salat berjamaah lebih baik dari pada salat sendiri-sendiri. Untuk itu kesempatan salat berjamaah selalu diusahakan untuk didapatkan.

Secara khusus boleh jadi kita tidak atau belum memahaminya. Alasan apa yang menajdi dasar kita harus berjamaah setiap melaksanakan salat (terutama salat wajib) mungkin saja ada yang sudah lupa, atau belum memahami sama sekali. Selama ini karena keingina berjamaah lalu kita ikut-ikut saja. Maka perlu juga kita memahaminya.

Tentu saja ada sekian banyak hikmah yang dapat dipetik dari salat berjamaah. Setiap pekerjaan yang dikerjakan bersama seumpama salat berjamaah sejatinya memang lebih baik. Ada nilai-nilai kebersamaan di dalamnya. Ada juga nilai-nilai kekompakan dan silaturrahim di dalamnya. Namun demikian pandangan dari sisi agama, itu lebih utama untuk dipahami.

Mengutip tulisan singkat berjudul Inilah 4 Alasan Harus Salat Berjamaah yang diposting Mas Ruhi di situs hajinews.id pada hari Ahad (26/09/2021) kemarin menerangkan secara gambalng pentingnya salat berjamaah. Setidak-tidaknya ada empat alasan mengapa muslim ahrus salat berjamah.

1. Salat Berjamaah Punya Derajat Lebih Utama;
Sebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadits Nabi yang maknanya begini, "Salat jamaah itu lebih utama dari pada salat sendiri, dengan selisih dua puluh tujuh derajat." Artinya, jika dibuat level solat itu berurutan dari level satu hingga ke atas, maka solat berjamaah berada di level ke-27

2. Besarnya Berjamaah Isya dan Subuh;
Dalam salah satu hadits Nabi bersabda, "Barangsiapa salat isya berjamaah maka seperti ia bangun salat tengah malam, dan barangsiapa salat subuh berjamaah maka ia seperti salat semalam suntuk." Betapa besarnya pahala salat subuh dan isya jika dapat dilaksanakan secara bersama-sama atau berjamaah. Mengapa subuh dan isya begitu diistimewakan? Karena ternyata tidak mudah kita melaksanakan salat subuh berjamaah dengan alasan tidur. Atau salat isya dengan alasan sudah terlalu malam. Untuk itu Allah janjikan pahala yang begitu besar.

3. Menghambat Setan untuk Menguasai Kampung;
Mengacu kepada hadits Nabi yang menjelaskan bahwa jika dalam satu daerah atau kampung tidak ada pelaksanaan salat berjamaah maka kampung itu dikatakan Nabi sudah dikuasai oleh setan. Rasulullah Saw bersabda, "Tidak ada tiga orang atau lebih di dalam suatu kampung atau di suatu pedalaman, (mereka) tidak mendirikan salat berjamaah kecuali benar benar setan sudah menguasai atas penduduk kampung yang tidak jamaah itu. Maka tetaplah kalian melaksanakan salat berjamaah. Karena sesungguhnya bakal menyergap serigala pada kawanan kambing yang terpisah."

Jadi, Nabi mengiktibarkan orang yang tidak salat berjamaah itu ibarat kambing yang lepas dari kawanannya. Ia akan mudah menjadi incaran dan sasaran setan dan kaum-kaum musyrik dan munafik sehingga terjerumus dalam kesesatan. Nauzubillah.

4. Menjauhi Rasa Kesal Rasulullah;
Ternyata Nabi sangat kesal kepada orang-orang yang tidak melaksanakan salat berjamaah dalam satu daerah. Kata Rasulullah Saw, "Jika sampai benar-benar orang-orang lelaki berhenti meninggalkan jamaah, aku bakar rumah-rumah mereka." Itu tentu saja perasaan kesal yang didinyatakan oleh Nabi. Jika kita ingin menjauhkan diri dari rasa kesal Nabi maka marilah melaksanakan salat berjamaah.

Itulah beberapa alasan secara agama, mengapa kita sebagai muslim harus melaksaakan salat berjamaah setiap hari dan setiap waktu. Selain janji pahala yang besar dari Allah, juga kita sudah menunjukkan rasa cinta kita kepada agama sekaligus keapda Rasulullah.***