Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

21 Jan 2023

Catatan TOT Fasda Kepri di Hotel Golden Bay

Catatan TOT Fasda Kepri di Hotel Golden Bay


BERTEMPAT di meeting rom lantai 6 Hotel Golden Bay, Batam hari Jumat (20/01/2023) sore telah dilaksanakan (dibuka) kegiatan TOT (Training of Trainer) Fasda (Fasilitator Daerah) Literasi Kepri. Kegiatan dilaksanakan oleh IPPL (Ikatan Pendidik, Penggiat Literasi) Daerah Provinsi Kepri. Akan berlangsung selama tiga hari ke depan, Fasda diikuti oleh 31 orang penulis dan penggiat literasi Kepri yang tergabung dalam komunitas Media Guru Indonesia (MGI). 

Ketua IPPL Kepri, Erman Zarudin saat menyampaikan pidato pengantar menjelaskan bahwa TOT Fasda ini dimaksudkan untuk mempersiapkan para penulis MGI yang akan membantu para penulis lain di daerah ini dalam literasi. Selain para penulis Kepri hadir juga pada Fasda III Kepri ini teman-teman penulis dan penggiat literasi dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Fasda III Kepri ini merupakan kelanjutan Fasda I dan II yang sudah dilaksanakan di Yogyakarta dan Bukittinggi. 

Adapun narasumber pada kegiatan TOT Fasda III ini adalah Mohammad Ihsan (CEO MGI), Eko (Pemred MGI) didampingi Mas Yasin dan Mas Roi. Semuanya adalah pejabat di MGI Pusat. Sementara para peserta berasal dari kabupaten/ kota se-Provinsi Kepri. Kata Pak Erman, pesertanya dari Lingga, Bintan, Karimun dan Kota Batam sendiri. "Mereka yang hadir ini adalah mereka yang telah terseleksi secara alami karena sebenarnya ramai yang tadinya terdaftar tapi ramai juga tidak hadir di ruang ini. Demikian dia menjelaskan di depan peserta TOT hari pertama ini.

Kegiatan pertama sore Jumat adalah pengarahan awal oleh Mas Eko (narasumber) dan Pak Erman selaku penanggung jawab kegiatan. Kegiatan sore Jumat ini semacam acara pembukaan. Mas Eko langsung memandu kegiatan awal ini dengan menyampaikan beberapa penjelasan tentang pentingnya Fasda. "Kita akan berkesempatan membantu rekan-rekan lainnya dalam hal praktik literasi dan mengembangkannya di lingkungan kita," kata Mas Eko dalam penjelasan awalnya.

Sementara Pak Erman pada kesempatan itu mengingatkan betapa kondisi wilayah Kepri yang terdiri dari banyak pula, ini perlu diantisipasi dengan ketersediaan para penulis yang dapat menjadi fasilitator bagi teman-teman dalam menggiatkan literasi. Itu jika kita tetap berkomitmen untuk mengembangkan literasi di daerah kita ini. Maka perlu Fasda ini kita lakukan untuk tersedianya Fasda di setiap daerah yang berjauhan ini. Dengan begitu perkembangan literasi di daerah Kepri ini dapat terus berjalan.
Rencana kegiatan TOT Fasda akan berlangsung hingga hari Ahad (22/01/2023) lusa. Selanjutnya, sebagian peserta TOT Fasda dan narasumber akan melaksanakan wisata literasi ke Singapura. Hal penting dalam kegiata ini adalah reuni dari para penulis di MGI yang sejak tahun 2017 sudah memulai berkegiatan di komunitas MGI.***

8 Jan 2023

Family Gathering YDM dan Grup Berjalan Lancar

Family Gathering YDM dan Grup Berjalan Lancar


SEJATINYA kegiatan family gathering Yayasan Darul Mukmin (YDM) dan Grup, ini dilaksanakan di akhir tahun 2022. Program ini merupakan program tahunan yang dilaksanakan di satiap akhir tahun. Sebagai acara keluarga, para guru dan pegawai di YDM dan Grup seharusnya membawa keluarga. Namun untuk family gathering tahun 2022 hanya untuk seluruh karyawan (guru dan pegawai) saja.

Bertempat di Pantai Ketam, Kecamatan Tebing kegiatan family gathering YDM dan Grup tahun ini dilaksanakan di awal tahun 2023, tepatnya pada hari Sabtu (07/01/2023) kemarin. Seluruh guru dan pegawai dari setiap unit yang ada di YDM dan Grup ikut bersama ke pantai yang indah itu.

Pimpinan rombongan, Noor Famayani yang sehari-hari menjabat Manajer SDM, Pendidikan dan Pengembangan Alquran menjelaskan bahwa untuk tahun ini hanya para guru dan pegawai saja yang mengikuti kegiatan. Dikatakannya juga bahwa sejak covid-19 inilah pertama kali kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan.

Berangkat dari kompleks YDM menggunakan empat buah bus khas Karimun (bus kayu) pukul 07.15 rombongan selamat sampai di lokasi pantai kurang lebih setengah jam berikutnya. Kegiatan pertama adalah berkumpul dan membuat kelompok sebanyak empat kelompok. Lalu semua guru dan pegawai duduk rapi dengan cara 'belepak' di pantai yang putih itu.

Sebelum acara spesial bergembira dengan beberapa permainan, acara diawali dengan acara khusus, perpisahan antara guru/ pegawai dengan Direktur YDM, M. Rasyid Nur yang tidak lagi melanjutkan tugas dan tanggung jawab sebagai direktur di yayasan yang sudah diembannya selama kurang-lebih empat tahun.

Dibuka oleh dua orang pembawa acara, acaranya diawali dengan pembacaan alquran dan doa. Selanjutnya laporan oleh Ketua Panitia Family Gathering, Edi dan dilanjutkan dengan sambutan dari Manajer SDM, Pendidikan dan Pengembangan Alquran Noor Famayani.

Acara selanjutnya sambutan perpisahan dari Direktur YDM dan ditutup dengan penyerahan tanda cendra mata dari unit-unit yang ada di YDM dan Grup kepada Direktur. Selanjutnya berfoto bersama. Selanjutnya acara family gathering dilanjutkan dengan berbagai permainan yang diikuti oleh seluruh guru dan pegawai yang ada di YDM dan Grup. Secara keseluruhan acara ini berjalan dengan baik dan lancar.***.

2 Des 2022

Catatan Milad ke-17 TKIT Darul Mukmin

Catatan Milad ke-17 TKIT Darul Mukmin


NOVEMBER 2022 ini TKIT (Taman Kanak-kanak Islam Terpadu) Darul Mukmin memasuki usia ke-17 tahun. Usia yang sudah dapat disebut usia akilbaligh, kata Kepala TKIT Darul Mukmin, Dina Marlina Lubis saat memberi sambutan pada perayaan HUT (Hari Ulang Tahun) TKIT Darul Mukmin, Selasa (29/11/2022) lalu. Siswa alias peserta didiknya tentu saja anak-anak yang masih kecil dan pasti belum baligh-berakal (akil-baligh) itu. Tapi keberadaan TKIT ini ternyata sudah berada pada fase dewasa atau di ujung remaja.

Tahun ini, keluarga besar TKIT Darul Mukmin kembali menghelat perayaan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) alias Hari Milad sekolahnya. Bersama para ayah-bunda (orang tua) Teman Kecil dan beberapa undangan terkait, acara HUT TKIT berlangsung meriah. Para Teman Kecil tampil silih-berganti dalam berbagai aksi mereka. Ada yang tampil dengan menunjukkan kemampuan menghafal ayat-ayat alquran, menari dan beberapa atraksi lainnya. Pasti setiap ayah-bunda yang hadir dan menyaksikan kehebatannya akan begitu terharu dan bangga.

Hadir pada acara yang dilaksanakan di halaman TKIT Darul Mukmin, itu antara lain Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun yang diwakili oleh Kepala Bidang PTK, Pak Triono. Hadir juga pengawas TK Kantor Dinas Pendidikan serta Kepala TKIT pertama, Ibu Hj. Maimunah. Dari intern Yayasan Darul Mukmin hadir Direktur Yayasan Darul Mukmin mewakili Pembina Yayasan Darul Mukmin. Juga hadir Manajer SDM, Pendidikan dan Pengembangan Alquran, Bu Fama serta Manajer Keuangan, Sarpras dan Unit Usaha, Pak Zaini serta staf manajajemen lainnya. Dari sekolah, hadir Kepala SD dan SMPIT Darul Mukmin.

Pak Triono ketika memberikan sambutan menyampaikan ucapan selamat hari jadi TKIT sambil berteima kasih kepada Kepala Sekolah dan segenap guru yang telah mendedikasikan kemampuan keguruannya kepada peserta didik di TKIT Darul Mukmin. "Inilah generasi yang satu saat nanti akan menggantikan kita di berbagai tempat dan pekerjaan. Maka perlu mereka ini kita bimbing dan didik sebaik-baiknya agar mereka menjadi generasi yang tangguh."

Kepala TKIT, Ibu Dina yang memberikan sambutan di awal acara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ayah-bunda yang telah bekerja sama dalam membimbing tumbuh kembang anak-anak kita. Kerja sama yang dimotori oleh peguyuban ayah-bunda TKIT Darul Mukmin kami rasakan begitu penting dalam mengantarkan anak-anak kita menjadi orang yang berakhlak, cerdas dan mandiri sesuai visi-misi sekolah-sekolah di bawah Yayasan Darul Mukmin. "Terima kasih, ayah-bunda," katanya berkali-kali dalam pidatonya.*** 
 

30 Nov 2022

Mendapat Buket HUT PGRI dari Siswa-Siswi

Mendapat Buket HUT PGRI dari Siswa-Siswi


SAYA tidak menyangka masih akan mendapat buket (bunga) sebagai ucapan terima kasih dari anak-anak (siswa dan siswi) kepada gurunya. Biasaya pemberian buket oleh anak-didik dilaksanakan bersempena HUT PGRI dan Hari Guru Nasional, 25 November setiap tahunnya. Tahun 2022, ini setelah 5 tahun tidak berstatus guru (PNS) di sekolah dan sudah tidak pernah mendapatkannya, tiba-tiba tahun saya kembali mendapatkannya. Haru dan gembira.

Jujur saja, setelah saya pensiun sebagai Guru PNS per tahun 2017 lalu saya tidak membayangkan akan menerima lagi semacam ucapan selama kepada guru bersempena HUT PGRI dan HGN di sekolah. Tapi tahun ini, dari salah satu siswa --konon mewakili siswa-siswi lainnya-- di SDIT Darul Mukmin saya mendapatkannya. Dalam satu acara yang dilaksanakan sekolah, Senin (28/11/2022) kemarin saya diminta maju bersama beberapa orang guru lain dalam acara khusus memperingati HUT PGRI dan Hari Guru di sekolah ini. Dan tiba-tiba saja tiga orang siswa datang membawa buket itu. Malah ada pula yang datang ke ruang kerja saya untuk mengantarkan satu buket lagi. Di kedua buket itu bertulis 'dari siswa-siswi SDIT Darul Mukmin'.

Ternyata oleh Kepala Sekolah, Bu Okti, kami para pengurus yayasan yang membawahi TKIT, SDIT dan SMPIT Darul Mukmin diikutkan dalam daftar guru yang akan diberi 'ucapan terima kasih' oleh siswa-siswinya. Saya menerima dengan bangga dan haru sekali. "Ternyata saya masih mendapatkannya," cetus saya dalam hati. Dan saya langsung menyatakan terima kasih kepada Bu Okti, Kepala Sekolah SDIT Darul Mukmin serta kepada seluruh siswa dan guru.

Saya tidak akan bercerita panjang lebar di halaman blog ini selain ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar SDIT Darul Mukmnin, seluruh siswa atas ucapan terima kasih dan HUT PGRI itu. Terima kasih juga kepada Kepala Sekolah dan seluruh guru dan pegawai TU lainnya. Dan yang lebih penting tentu saja ucapan terima kasih untuk siswa yang telah menyiapkan buket itu sebagai mewakili teman-temannya. Tentu saja untuk dan atas nama seluruh teman-temannya di sekolah hebat ini kami dari Yayasan Darul Mukmin mengucapkan terima kasih.***

26 Nov 2022

Mari Ucapkan, Selamat Hari Guru untuk Para Guru

Mari Ucapkan, Selamat Hari Guru untuk Para Guru


PERTAMA, mari kita mengucapkan ‘Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI Ke-77 dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2022 kepada seluruh Guru, Guruku, Gurumu, Guru Kita semua di seluruh Indonesia, Tanah Air kita. Hari --Jumat, 25/11/2022-- ini, kita peringati HUT-nya para pengasuh kita, pendidik dan pengajar kita untuk yang ke-77 tahun. Tanpa mereka kita tidak mungkin bisa berbuat apa-apa bahkan tidak bisa membela diri kita sendiri. Kalau kini kita ada yang hebat, itu adalah buah karya mereka.

Kedua, mari kita ingat kembali, awal berdirinya 'kelompok' guru kita yang bernama PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) ini. Dalam catatan sejarah sudah kita baca, 100 hari setelah bangsa kita merdeka lahirlah PGRI ini. Tadinya, nun jauh sebelum merdeka, masih di jaman Belanda masih menjajah bangsa, sesungguhnya para guru waktu itu sudah menyadari perlunya bersatu. Lahirlah PGHB (Persatuan Guru Hindia Belanda), sekitar tahun 1912. Inilah mereka, guru-guru Desa, Guru Bantu dan para Kepala Sekolah dan Penilik Sekolah yang menyatukan pikiran dan perasaan mereka.

Tentunya harus pula kita ingat, selain persatuan ini, ada juga kelompok-kelompok guru yang mendasari kelompok dan kebersamaannya dengan keyakinan semisal agama dan corak lainnya. Tapi juga yang bersifat kebangsaan. Dengan itu, kelompok-kelompok guru ini merasa ada wadah untuk menyatakan aspirasinya. Kesadaran untuk bersatu benar-benar menjadi dasar mereka membuat kelompok.

Setelah PGHB, perjuangan guru semakin meningkat. Kini, tidak lagi sekadar perjuangan hak dan eksistensi di hadapan penjajah Belanda, tetapi berkembang menjadi perjuangan untuk bangsa, perjuangan Nasional dengan goalnya adalah merdeka. Maka pada tahun 1932, saat sengit-sengitnya berbagai komponen bangsa berjuang untuk merdeka, organisasi guru itu diubah menjadi PGI (Persatuan Guru Indonesia) yang juga semakin gigih berjuang untuk merdeka. Dan setelah merdeka ditetapkanlah PGI ini menjadi PGRI sebagaimana kini adanya. Di luar PGRI, pun kini ada oragnasi guru semacam IGI (Ikatan Guru Indonesia) yang juga berjuang di tataran keguruan dan pendidikan.

Guru semakin kuat. Kelompoknya semakin hebat. Hari Guru pun ditetapkan Pemerintah. Pada tahun 1994, persisnya dengan Kepres No 78 Tahun 1994 Pemerintah RI menetapkan 25 November sebagai HUT PGRI sekaligus Hari Guru Nasional. Artinya, para guru sudah memiliki hari yang akan terus diperingati setiap tahun.

Kini, guru benar-benar memiliki eksistensi yang kuat, kesempatan yang luas dan momen-momen yang hebat untuk menunjukkan jati dirinya sebagai orang yang akan menentukan nasib Bangsa. Maka, peringatan HUT PGRI dan HGN ini, semoga guru dengan kesejahteraan yang diterima terus membuktikan diri sebagai guru inspiratif, yang menginspirasi anak-didik untuk terus meningkatkan ilmu, pengetahuan dan keterampilan. Menjadi guru pembelajar yang akan mencontohteladankan belajar sepanjang hayat kepada anak-didiknhya. SELAMAT HARI GURU, kita terus akan hormat kepada guru. Kita adalah orang yang menjadi begini tersebab guru.***

*Juga di blog lainnya.

17 Nov 2022

Sekolah Islam Terpadu, Solusi untuk Generasi Qurani Maju

Sekolah Islam Terpadu, Solusi untuk Generasi Qurani Maju


UNTUK sekolah formal, dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai ke SLTA, selain satuan pendidikan yang disediakan oleh Pemerintah (Kemdikbudristek) juga ada sekolah-sekolah swasta di bawah yayasan atau lembaga tertentu lainnya. Sekolah-sekolah swasta berciri Islam dengan sebutan Sekolah Islam Terpadu (SIT) adalah salah satunya. SIT adalah satuan pendidikan formal yang saat ini berkembang pesat. Di bawah JSIT (Jaringan Sekolah Islam Terpadu) sekolah-sekolah ini menjadi sekolah yang diinginkan orang tua siswa.

Berkembangnya SIT dan menjadi pilihan bagi orang tua siswa karena nilai-nilai agama Islam yang dijadikan  pertimbangan utamanya.  Konsep Dasar Sekolah Islam Terpadu (SIT), sebagaimana dapat disimak di laman https://jsit-indonesia.com/ JSIT adalah sekolah yang mengimplementasikan konsep pendidikan Islam berlandaskan AlQur’an dan As-Sunnah. Konsep operasional SIT merupakan akumulasi dari proses pembudayaan, pewarisan dan pengembangan ajaran agama Islam, budaya dan peradaban Islam dari generasi ke generasi.

Dengan konsep dan penggabungan antara kurikulum yang ditetapkan Pemerintah melalui Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan kurikulum JSIT sekolah-sekolah ini menjadi sekolah yang memberikan pelayanan materi pendidikan lebih banyak berbanding sekolah-sekolah formal pada umumnya. Tidak heran kalau sekolah-sekolah ini berusaha menjadi sekolah yang berkualitas.

Penggunaan kata 'terpadu' dalam SIT dimaksudkan sebagai penguat (Tauhid) dari Islam itu sendiri. Maksudnya adalah, Islam yang utuh dan menyeluruh, dalam segala aspek kehidupan. Bukan hanya berupa pemahaman formal dalam lingkungan sekolah tapi mencontohkannya dalam aspek kehidupan sehari-hari.

Satu hal yang perlu dipahami bahwa kurikulum yang digunakan di SIT adalah dengan tetap mengacukepada kurikulum yang ditetapkan Pemerintah dalam hal ini Kemdikbudristek. Namun sekolah Islam ini melakukan pengembangan sesuai dengan nilai-nilai Islam yang menjadi dasar pendidikan.

Dalam aplikasinya, SIT menerapkan pendekatan penyelenggaraan dengan memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama menjadi satu jalinan kurikulum. Dengan pendekatan ini, semua mata pelajaran dan semua kegiatan sekolah tidak lepas dari bingkai ajaran dan pesan nilai Islam. 

Pelajaran umum, seperti Matematika, IPA,IPS, Bahasa, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Pendidikan  Keterampilan dan lainnya kesemua itu dibingkai dengan pijakan, pedoman dan panduan Islam. Sementara dalam pelajaran agama, kurikulum diperkaya dengan pendekatan konteks kekinian, kemanfaatan, dan kemaslahatan.

Memperhatikan praktik pembelajaran di SIT, pelajaran yang diberikan sangat lengkap, Pendidikan Dasar Umum dan Pendidikan Agama. Mata Pelajarn di SIT antara lain seperti Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya, dan Penjaskes dan lainnya yang ditetapkan Pemerintah di sekolah umum. Sementara pelajaran yang berkaitan dengan keislaman dapat dilihat seperti Akidah Akhlak, Al-Qur’an dan Hadits, Fiqih, Taregh, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Tahfidz, Tahsin, Komputer dan lainnya.

Dengan cukup padatnya pelajaran dan mengajarkan keterpaduan nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, maka konsep SDIT memang mengharuskan menggunakan sistem full day school (sekolah sepenuh hari). Anak-anak berada di sekolah dalam waktu yang lama hingga sore hari.

Mereka tak hanya belajar dalam kelas, tapi juga melaksanakan solat wajib dan sunnah secara berjamaah. Saat belajar mengaji, ada guru khusus yang mengajarkannya. Bukan sekadar membaca tapi benar-benar diajarkan secara detail cara membaca yang benar sesuai tajwid dan tahsinnya.  Selain itu, anak-anak juga dilatih untuk menghafal Al-Quran. 

Di SIT orang tua atau wali siswa pun harus terlibat aktif dalam menyiapkan anak, membimbing serta mendampingi anak dalam menjalani tiap aktivitas sekolah. Hal ini karena sistem sekolah terpadu artinya sekolah dan orang tua juga bekerja sama dan terpadu dalam hal mendidik anak. Itulah spesifikasi dari sekolah SIT. Artinya, SIT adalah solusi belajar dan pembelajaran untuk generasi qurani yang maju.

Di Kabupaten Karimun, SIT yang menjadi harapan orang tua untuk menyekolahkan putra-putrinya adalah SIT Darul Mukmin. Di sini sudah ada TKIT, SDIT dan SMPIT. Juga ada rumah tahfizh Darul Huffazh di bawah Yayasan Fathur Haekal yang membimbing dan mengajar anak-anak SD atau SMP yang ingin menjadi hafiz (penghafal alquran). Para siswa dapat menginap di rumah yang disediakan oleh pengelola rumah tahfizh.***

10 Nov 2022

Hari Pahlawan 10 November 2022 Bukan Hari Libur

Hari Pahlawan 10 November 2022 Bukan Hari Libur


SETIAP tahun di setiap 10 November kita mengenang dan memperingati Hari Pahlawan. Di masyarakat atau di sekolah lazim pula dibuat aneka acara. Apakah tahun ini juga? Ada juga pertanyaan begini, "Hari Pahlawan 10 November 2022 yang jatuh hari Kamis, ini adakah termasuk hari libur atau tidak? Boleh pertanyaan itu banyak kita baca di media.

Agar tidak ragu kita lihat saja SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 Menteri yang mengatur itu. Mengutip Kompas.com Rabu (09/11/2022) kemarin, inilah Daftar Hari Libur Nasional untuk Tahun 2022:
1) 1 Januari: Tahun Baru 2022 Masehi 
2) 1 Februari: Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili 
3) 28 Februari: Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 
4) 3 Maret: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1944 
5) 15 April: Wafat Isa Al Masih/Wafat Yesus Kristus 
6) 1 Mei: Hari Buruh Internasional 
7) 2-3 Mei: Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah 
8) 16 Mei; : Hari Raya Waisak 2566 BE 
9) 26 Mei: Kenaikan Isa Al Masih/Kenaikan Yesus Kristus 
10) 1 Juni: Hari Lahir Pancasila 
11) 10 Juli: Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah 
12) 30 Juli: Tahun Baru Islam 1444 Hijriah 
13)17 Agustus: Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 
14) 8 Oktober: Maulid Nabi Muhammad SAW 
15) 25 Desember: Hari Raya Natal

Mengikuti SKB 3 Menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 678, 2, 2 Tahun 2022, itu berarti 10 November 2022 tidak termasuk Hari Libur Nasional. Kita tetap ke sekolah atau ke kantor seperti biasa.

Tentang acara dan berbagai acara, termasuk Upacara Bendera untuk mengenang Hari Pahlawan tentu saja tetap harus kita laksanakan. Kita tetap akan terus mengenang peristiwa Surabaya, 10 November 1945 itu sebagai Hari Pahlawan yang akan terus menjadi ispirasi kita untuk meneruskan perjuangan pahlawan kita.***

20 Okt 2022

Pentingnya Kunjungan Edukasi oleh Peserta Didik

Pentingnya Kunjungan Edukasi oleh Peserta Didik



BERITA itu berjudul, "Siswa SDIT Darul Mukmin Bersemangat Pelajari Jenis Ikan, Saat Kunjungan Edukasi ke BBI." Disiarkan oleh situs radioazam.id berita menjelaskan perihal siswa-siswi alias peserta didik yang berkunjung ke Balai Benih Ikan (BBI) Karimun. Tepatnya peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Darul Mukmin. Dikatakan kalau mereka begitu bersemangat dan antusias dalam mempelajari jenis-jenis ikan.

Dikatakan bersemangat dan antusias karena tergambar jelas dalam raut wajah mereka dalam kunjungan edukasi ke BBI Karimun, di Teluk Lekup Desa Pongkar Kecamatan Tebing. Mereka yang mengikuti kegiatan kunjungan edukasi itu berjumlah 79 siswa dan didampingi beberapa orang guru. Kegiatan sendiri dilaksanakan hari Rabu (19/10/2022) lalu.

Mengutip penjelasan Kepala SDIT Darul Mukmin, Okti Satri Yani, dia mengatakan bahwa kegiatan merupakan program kunjungan edukasi sebagai suatu proses pembelajaran diluar kelas yang merupakan program tetap di sekolah ini. Katanya, “Maksud dan tujuannya adalah, agar siswa memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang kontekstual, dari narasumber atau ahlinya langsung.”

Inilah inti kunjungan edukasi ini. Setiap siswa harus mendapat kesempatan untuk belajar dan praktik langsung di luar kelas agar mereka merasakan dan melihat langsung. Dikatakan oleh Ibu Okti bahwa kunjungan edukasi ini merupakan program unggulan dari SDIT Darul Mukmin yang dipimpinnya. Untuk itu dia menyatakan rasa terima kasih kepada BBI Karimun yang telah memberikan kesempatan dalam kunjungan edukasi ini.

Bagi kita, program kunjungan edukasi ke berbagai tempat yang dilakukan sekolah untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik adalah satu hal yang baik. Ini sesuatu yang positif. Dan tentu saja dapat dikatakan sebagai sesuatu yang penting. Semoga para peserta didik itu mampu menyerap ilmu dan pengalaman selama mengikuti kunjungan edukasi ini.***

3 Okt 2022

Seminar Bermulanya Panadbiran Pemerintah Karimun

Seminar Bermulanya Panadbiran Pemerintah Karimun


Catatan M. Rasyid Nur
BERSEMPENA dan untuk memeriahkan HUT (Hari Ulang Tahun) ke-23 Kabupaten Karimun tahun 2022, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun bekerja sama dengan Aliansi Boedak Balai menggelar seminar bertitel, Bermulanya Penadbiran (Pemerintahan) Karimun. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Nasional, Minggu (02/10/2022) kemarin.

Seminar yang merupakan lanjutan seminar sebelumnya dihadiri Bupati Karimun Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos, M Si, Wakil Bupati H. Anwar Hasyim, M Si dan Ketua DPRD Kabupaten Karimun, M Yusuf Sirat. Hadir juga para Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Karimun, penyuka budaya dan sejarah serta para pemateri yang menjadi narasumber pada seminar yang bermaksud menentukan catatan sejarah awal keberadaan penadbiran atau pemerintahan Karimun.

Dari hasil seminr, ini diketahui kalau Karimun sudah sangat lama mempunyai penadbiran atau pemerintahan. Peserta seminar sepakat menetapkan 1 Mei 1828 sebagai awal penadbiran dan bermulanya pemerintahan Karimun itu. Dengan begitu 1 Mei ditetapkan pula sebagai Hari Jadi Karimun. Ketetapan itu diambil setelah pemaparan dan diskusi hasil seminar menetapan hari jadi Karimun. 

Hari jadi itu, sebagaimana dibicarakan dalam seminar didasari peristiwa pelantikan Raja Abdulrahman sebagai wakil kerajaan dengan tanda cap formal tertanggal 1 Mei 1828 atau bersamaan 16 Syawal 1243 Hijriyah. Itu berarti bahwa Karimun sudah berusia 194 tahun pada saat ini. Sudah sangat tua usianya.

Keputusan penetapan hari jadi Karimun yang didapat dari hasil seminar dengan titel 'Bermulanya Pentadbiran (Pemerintahan) Karimun' itu tentu saja penting bagi masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun bekerjasama dengan Aliansi Boedak Balai Bersatu harus diacungkan jempol atas hasil itu. Seminar ini menghadirkan sejumlah pakar sejarah sebagai narasumber, seperti Prof Madya Dato' Perdana Abdul Malik, Dato' Azwandi Syahri, Raja Dato' Wira Malik Hafrizal dan Raja Syirwansyah yang merupakan zuriat keturunan langsung dari para amir (pemimpin) Karimun terdahulu.

Pada kesempatan seminar itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Sugianto, MM mengatakan bahwa hasil keputusan seminar yang telah menetapkan tanggal tanggal 1 Mei 1828 sebagai awal pemerintahan Karimun akan menjadi dasar penetapan HUT Karimun sebagai awal penadbiran atau awal berpemerintahan. Meskipun keberadaan Kabupaten Karimun dalam sistem Pemerintahan saat ini baru lahir tahun 1999 ternyata Karimun ini sudah ada sejak hampir 200 tahun yang lalu.

Dikatakan Pak Sugianto, peristiwa 1 Mei 1828 yang menjadi penadbiran Karimun berdasarkan kajian yang disampaikan Dato' Wira Azwandi Syahri bahwa pemerintah awal Karimun dipimpin oleh Raja Abdulrahman yang merupakan anak Yang Dipertuan Raja Jaafar dari Penyengat. Itu artinya, tanggal itu adalah awal ada penadbiran Karimun. Peristiwa itu diperkuat juga dengan bukti arsip surat ingatan yang berisi tugas atau titah Raja Muda Jaafar kepada Raja Abdulrahman yang harus dijalankan sebagai kepala pemerintahan di Karimun.

Bagi generasi hari ini catatan penting ini perlu menjadi ingatan yang tidak boleh dilupakan. Jika sebelum ini seolah-olah dilupakan, tentu saja itu tidak boleh terjadi lagi. Hasil seminra ini sangatlah berguna dan membuka catatan lama yang menentukan awal mula penadbiran Karimun.***

6 Sep 2022

Memahami Jam Tugas dan Jam Dinas

Memahami Jam Tugas dan Jam Dinas


BAGI seorang pegawai, PNS (ASN) dan honorer (Non ASN) maupun pegawai Yayasan atau pekerja di sebuah perusahaan yang fungsi dan tugasnya sudah ditetapkan akan terikat dengan jam tugas atau jam kerjanya itu. Jam tugas atau jadwal tugas adalah daftar kegiatan yang diberikan kepada seseorang sesuai tugas dan fungsinya. Seorang guru, misalnya diberi jam mengajar sejumlah tetentu dan ditetapkan jadwal mengajarnya pada jam dan hari tertentu pula. Begitu juga profesi lainnya. Lazimnya mengacu kepada Undang-undang yang mengaturnya.

Sebagai seorang pegawai atau karyawan diwajibkan berada (hadir) di kantor atau lembaga yang memberinya tugas. Kehadiran seperti itu dikatakan sebagai jam dinas atau jam kehadiran di institusi. Ada pula jam tugas sesuai pekerjaan yang sudah ditetantukan. Seorang guru akan melaksanakan tuags mengajarnya sebagaimana tercantum dalam jadwal mengajar yang disusun dan ditetapkan sekolah. Itulah jam tugas.

Tentang jam dinas atau jam kehadiran di institusi juga ditetapkan berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Lazimnya antara 37,5 - 40 jam (a 60 menit) per pekan. Sekurang-kurangnya selama jam itu seorang karyawan wajib berada di institusinya. Seorang guru, ada atau tidak ada jam tugas (mengajar) di dalam kelas tetap saja harus berada di sekolah selama jam itu. Inilah yang disebut sebagai jam dinas.

Sementara jam tugas bisa lebih sedikit dari pada jam dinas yang ditetapkan. Seorang guru yang mengajar sebanyak 24 jam pelajaran dengan durasi selama 35-45 menit setiap jam pelajaran bisa saja tidak cukup selama 37,5-40 jam kumulasi jam mengajarnya. Namun, kekurangan itu tidak menjadi sebuah kesalahan bagi seorang guru selama dia masih tetap berada di sekolah selama jam dinasnya.

Sesungguhnya jam tugas bagi seorang guru tidak semata hanya mengajar atau membimbing di dalam kelas. Seorang guru dapat diperhitungkan jam tugas di luar kelas sebagai jam tugas yang diwajibkan kepadanya. Seorang guru yang mendapat tugas tambahan seperti Wakil Kepala Sekolah atau tugas lainnya yang masih berkaitan dengan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai guru dapat saja tugas tambahan itu menjadi tugas yang diperhitungkan sebagai jam tugas atau jam mengajar bagi seorang guru.

Hal penting yang harus dipahami oleh kita --jika kita adalah pegawai-- adalah bahwa setiap pegawai atau karyawan sudah memahami bahwa jam dinas adalah jam wajib yang melekat pada diri seorang pegawai itu dan yang akan menjadi persyaratan dibayar atau tidak dibayarnya hak-haknya sebagai karyawan atau pegawai. Oleh karena itu seorang karyawan seperti guru, misalnya tidak cukup hanya berada di sekolah selama melaksanakan tugas mengajar saja. Jika pun tidak ada jam mengajar (jam tugas) tetap juga wajib berada di sekolah sekurang-kurangnya dalam alokasi waktu yang sudah ditentukan.***

9 Agu 2022

Berita Sedih Menambah Sedih

Berita Sedih Menambah Sedih


Catatan M. Rasyid Nur

KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, H. Sugianto menyatakan rasa kecewanya sekaligus mengecam perbuatan tak 'senonoh' seorang guru (SD) di Pulau Kundur. Sedih, guru yang sejatinya untuk digugu dan ditiru malah melakukan perbuatan 'tak elok' kepada siswanya. Mirisnya, tidak cukup satu siswa, tapi ada belasan siswa yang menjadi korbannya. Itulah berita dari beberapa media di Kabupaten Berazam, Karimun beberapa hari yang lalu.

Mengutip pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, seperti disiarkan oleh laman web radioazam.id dia mengatakan, “Kami, Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun sangat kecewa, dan mengecam perbuatan pelaku yang merupakan seorang guru namun melakukan tindakan asusila, bahkan tega mencabuli muridnya sendiri.”  Sedih kita membaca pernyataan seperti itu. Bagi kita sebagai guru, perbuatan guru, itu tentu saja tidak mencerminkan prilaku seorang guru. Guru itu pastinya memiliki moral yang layak ditiru siswa dan masyarakat secara umum.

Sebagai pengayom dan penanggung jawab pendidikan di Kabupaten Karimun, Pak Sugianto mengarahkan agar sebelum ditangani kepolisian, terlebih dulu dilakukan mediasi dengan orang tua korban, bersama pelaku dan sekolah, agar tidak terulang kembali kasus serupa. Itu harapan orang nomor satu di bidang pendidikan kabupaten. Sudah pasti perbuatan ini akan mencoreng dunia pendidikan di daerah ini, khususnya dan di Indonesia umumnya. Harapan semua orang, kiranya guru menjadi sosok teladan yang memberikan pelajaran, bimbingan, arahan demi masa depan anak-anak akan jauh panggang dari api dengan kasus ini.

Terlepas dari sifat khilaf dan teledor dari guru itu, kini kasusnya sudah terjadi. Nama sekolah, nama guru dan nama daerah sudah ternoda oleh perbuatan itu. Sedih, pasti sedih kita sebagai guru membaca beritanya. Tidak berlebih kita sebut, ini berita sedih yang membuat dan menambah sedih. Benar akan diselesaikan sesuai ketentuan. Tetap saja membuat sedih.
 
Selain peneylesaian seara hukum seperti yang sudah diberitakan oleh media, penyelesaian utama dari kejadian ini adalah bagaimana guru tersebut mampu melepaskan dirinya dari 'keinginan' melakukannya kembali. Jika tidak mampu sendiri mengatasinya, akan bijak juga para pihak memberikan bantuan untuk mengatasinya. Termasuk kita sesama guru, layak untuk berkontribusi memberikan saran atau apapun untuk kebaikan ke depan. Perbuatan seperti itu memang sudah sering terjadi dan sering kita baca ifnormasinya. Tentu saja kita tidak ingin terus ada.***

*Juga di mrasyidnur.gurusiana.id 
M. Rasyid Nur, Guru di Karimun

22 Jul 2022

Ber-MTQ Tidak Semata Mengejar Juara

Ber-MTQ Tidak Semata Mengejar Juara


SINYALEMEN yang beredar di arena MTQ (Musabaqah Tilawatir Quran) ke-9 Porvinsi Kepri sejak dibuka Gubernur Kepri, Ansar Ahmad hari Kamis (14/07/2022) malam hingga hari ketiga bahkan hingga hari terakhir adalah isu adanya oknum-oknum tertentu yang berusaha mencari kemenangan dengan cara tidak baik. Pelaksanaan MTQ yang tidak memuaskan beberapa pihak di satu sisi, dan terjadinya penyusunan jadwal Dewan Hakim (DH) yang tidak proporsional di sisi lain adalah penyebab sinyalemen itu muncul,

Ketika jadwal tugs DH dishare grup DH malam menjelang pembukaan esok harinya, berbagai spekulasi beredar. Pertama, mengapa DH dari daerah tertentu terlalu banyak jumlah personelnya berbanding daerah lainnya. Kedua, ada jadwal DH untuk bidang tertentu diisi oleh orang yang diduga akan berpihak dalam memberikan penilaian. Dari tiga orang DH yang diberi amanah kesemuanya diduga dari satu daerah atau paling tidak akan berpihak kepada satu daerah tertentu. Fakta itu sempat dipertanyakan oleh pengawas DH yang menduga kemungkinan setting 'buruk' itu. Tapi nyatanaya sampai pelaksanaan di lapangan jadwal itu tetap dilaksanakan.

Lalu ketika pengumuman pemenang yang akan berlaga di final disampaikan panitia, ternyata ada peserta yang menurut penonton dan pendengar atau ofisial lebih baik penampilannya malah tidak masuk ke babak final. Sementara tiga orang yang masuk ke final, dua diantaranya dinilai oleh penonton lebih jelek penampilannya dari pada peserta yang tidak masuk final. Maka sinyalemen awal itu seolah terbukti. Dan ada banyak info-info yang nuncul selama berlangsungnya MTQ.

Sesungguhnya lomba membaca dan memahami alquran sejatinya tidak semata mengejar juara saja. Seharusnya setiap orang yang terlibat dalam MTQ memahami bahwa mengamalkan nilai-nilai alquran itu lebih penting dari pada kejuarannya. Itu berarti kejujuran dan tanggung jawab kepada Tuhan jauh lebih penting dari pada juara itu sendiri.***  

5 Jul 2022

Dari Dekat SD IT Darul Mukmin Kabupaten Karimun

Dari Dekat SD IT Darul Mukmin Kabupaten Karimun


Catatan M. Rasyid Nur
SEKOLAH Dasar Islam Terpadu (SDIT) Swasta 17 Darul Mukmin yang beralamat di Jalan Angkasa, Bukit Sidorejo Tanjungbalai Karimun, Kecamatan Karimun adalah satu diantara tiga sekolah formal yang berada di bawah Yayasan Darul Mukmin (YDM) Kabupaten Karimun. Dua lainnya adalah TKIT dan SMPIT Darul Mukmin. Dan satu lagi lembaga pendidikan (non formal) di bawah YDM adalah TPQ/ DTA Darul Mukmin. Keempat satuan pendidikan ini berada dalam satu lokasi. 

Khusus TPQ/ DTA kebetulan gedungnya dipisahkan oleh jalan umum, Jalan Sidorejo Tanjungbalai Karimun. Gedung TPQ/ DTA berdampingan dengan Masjid Darul Mukminin (milik masyarakat) dan Rumah Tahfiz Darul Huffaz yang dikelola oleh Yayasan Fathul Haekal. Lembaga pendidikan terakhir ini didirikan oleh pemiliknya dengan tujuan menampung para siswa dari sekolah-sekolah di bawah YDM. Kebetulan pemiliknya adalah isteri dari pemilik (pembina) YDM. Siswa yang ingin menjadi hafiz dapat menjadi santri Darul Huffaz ini.

Ada yang sedikit aneh melihat alamat sekolah, antara SD dan SMP. Meskipun antara SD dan SMP, itu gedungnya hanya berbatas parit, antara dinding keduanya yang berjarak 4 atau 5 meter saja, tapi alamat kedua sekolah ini di catatan sekolah dan pemerintah berada di dua kelurahan yang berbeda dalam satu kecamatan. SD-nya berada di Kelurahan Tanjungbalai sementara SMP-nya berada di Kelurahan Teluk Air. Keduanya sama-sama Kecamatan Karimun.

SDIT Darul Mukmin mulai beroperasi pada tahun 2009. Tadinya menggunakan Gedung (A) Abu Bakar yang terletak disamping jalan Sidorejo berseberangan dengan gedung TPQ/ DTA. Saat ini gedung ini dipergunakan oleh SMP IT Darul Mukmin dan SD-nya menggunakan Gedung (B) Umar Bin Khattab yang berlokasi di belakang Gedung Abu Bakar. Keduanya saling beradu punggung (belakang). Baik gedung Abu Bakar maupun Gedung Umar keduanya dibangun dengan empat lantai. Tampak begitu megah kedua gedung itu.

Data jumlah siswa (peserta didik) SDIT Darul Mukmin pada Tahun Pelajaran 2021/2022 ada sejumlah 474 orang dengan 18 rombel. Jumlah guru ada sebanyak 43 orang sementara pegawai administrasi (TU= Tata Usaha) ada 3 orang dan Tenaga Kependidikan lainnya 7 orang. Dengan jumlah siswa dan guru/ TU seperti itu dapat dipastikan rasio guru dengan siswa cukup ideal. Boleh jadi, kelihatan seperti kelebihan guru. Tapi ternyata tidak.

Di SDIT Darul Mukmin terdapat guru khusus untuk Mata Pelajaran Alquran. Disebut sebagai Guru Alquran karena tugas dan tanggung jawabnya adalah mengajarkan alquran selain juga mengajarkan Mata Pelajaran lainnya. Yayasan Darul Mukmin menjadikan pembelajaran alquran sebagai mata pelajaran utama. Oleh karena itu semua guru wajib bisa membaca dan mengajarkan alquran. Meskipun sebagai sekolah formal seperti sekolah negeri lainnya, dengan menggunakan standar pendidikan nasional, di SDIT Darul Mukmin ada tambahan standar pendidikan yakni dengan menerapkan standar pendidikan Islam Terpadu. Alquran adalah pelajaran utama yang wajib setiap hari. Karena itulah perlu tambahan guru alquran.

Dalam rentang 13-an tahun sejak berdiri, SDIT Darul Mukmin sudah dipimpin oleh 4 (empat) orang Kepala Sekolah. Kepala Sekolah pertama adalah Pak Nasrum (2009-2012) yang saat ini mengabdi di sekolah di bawah Yayasan Al-Madinah, Tanjungpinang. Lalu Kepala Sekolah kedua adalah Pak Luthfi Abdul Malik (2012-2018) yang saat ini juga menjadi Kepala Sekolah sekaligus mengelola sekolah Insan Mulia, Karimun. 

Setelah Pak Luthfi kepemimpinan berganti kepada salah satu guru dari Yayasan Darul Mukmin sendiri, Pak Alfitriadi. Atas permintaan dan penunjukan langsung oleh Pembina Yayasan, Pak Hasbi Kepala Sekolah ketiga ini melaksanakan beberapa terobosan, khususnya berkaitan keputusan yayasan menjadikan alquran sebagai branding pendidikan di YDM (Yayayasan Darul Mukmin). Dalam periode ini pula yayasan bekerjasama dengan KPI (Kualita Pendidikan Indonesia) yang berpusat di Surabaya untuk meningkatkan pengelolaannya dan pembelajarannya. Ditandatanganinya MOU antara YDM dengan KPI adalah sebagai usaha peningkatan di segala bidang sekolah di bawah YDM ini.

Setelah Pak Al (begitu Pak Alfitriadi dipanggil) tidak melanjutkan kepemimpinannya dengan alasan ingin lebih fokus mengelola dan mengajar alquran di SDIT Darul Mukmin, yayasan mengganti Kepala Sekolah dengan melaksanakan asesmen kepada beberapa orang guru yang sudah diusulkan oleh Kepala Sekolah untuk dicalonkan menjadi Kepala Sekolah. Sebanyak 6 orang guru mengikuti asesmen. Asesmennya sendiri oleh yayasan diminta dilakukan oleh KPI agar lebih kredibel. Tidak langsung ditunjuk oleh yayasan.

Setelah melalui proses asesmen yang lumayan ketat, KPI menberikan rekomendasi kepada yayasan untuk beberapa nama sesuai capaian nilai mereka. Akhirnya, setelah mempertimbangkan segala sesuatunya, khususnya mengacu kepada hasil asesmen oleh KPI, yayasan menetapkan Ibu Okti Satriani sebagai Kepala Sekolah untuk meneruskan kepemimpinan Pak Alfitriadi. Bu Okti dikukuhkan oleh Pembina Yayasan, Dr. Muhammad Hasbi, MSi pada tahun 2021 dan memimpin SDIT Darul Mukmin hingga saat ini. Bu Okti melanjutkan program-program yang sudah dijalankan sebelumnya. Dengan branding pembelajaran alquran, SDIT Darul Mukmin akan berusaha memberikan pelayanan terbaik dalam pembelajaran demi masa depan generasi yang rabbani. Semoga.***


25 Mei 2022

Masuk Sekolah di Hari Pertama atawa Permata Sama Pentingnya

Masuk Sekolah di Hari Pertama atawa Permata Sama Pentingnya


LIBUR lebaran sudah selesai, Jumat (06/05/2022) lalu itu. Sabtu dan Ahad, adalah libur resmi di akhir pekan. Bukan libur lebaran. Tapi lebaran bisa dilanjutkan pada libur akhir pekan. Dan setelah libur lebaran (Idul Fitri 1443) usai, maka hari Senin (09/05/2022) kantor dan atau sekolah sudah segera akan dibuka. Khusus sekolah, baik sekolah Pemerintah (Negeri) maupun sekolah swasta kembali masuk seerntak sesuai ketentuan dari Pemerintah (Dinas Pendidikan). 

Itu, setidak-tidaknya sekolah-sekolah yang berada di Kabupaten Karimun. Baik sekolah di bawah naungan Pemda Kabupaten (Dinas Pendidikan Kabupaten) seperti TK, SD, SLTP (SMP/ MTS) maupun sekolah-sekolah yang dikelola Pemerintah Provinsi seperti SLA (SMA/ SMK) atau SLB. Serentak masuk hari ini. Di daerah (kabupaten/ kota) lain mungkin ada yang belum masuk pada hari ini atau sudah duluan masuk sebelumnya. Sejak otonomi, kebijakan pendidikan memang tidak lagi terpusat di satu kendali kecuali untuk hal-hal tertentu.

Untuk di Kabupaten Berazam (Karimun), ini ada perubahan kebijakan dalam hal jumlah siswa yang diizinkan ke sekolah saat ini. Kalau sebelumnya (saat covid masih kuat menghimpit) itu, masih setengah (50 persen) dari kapasitas ruang belajar yang diizinkan hadir di ruang belajar. Sekarang diizinkan untuk seluruh siswa masuk kelas. Boleh full 100 persen. Hanya lama waktu di sekolahnya saja yang belum normal. Masih dibatasi sampai enam jam pelajaran. Tetap alhamdulillah. Orang tua siswa sudah lama berharap anaknya masuk secara keseluruhan. Begitu juga guru.

Urgensi dan atau persepsi masuk di hari pertama sekolah mungkin saja tidak sama oleh setiap sekolah atau oleh setiap orang. Boleh jadi ada persepsi yang berbeda-beda perihal penting-tidaknya masuk oleh setiap sekolah. Bahwa guru, seperti juga orang tua siswa sudah lama berharap izin masuk bagi seluruh siswa itu memang benar adanya. Orang tua siswa dan guru sama-sama ingin anak-anak dapat masuk semuanya ke sekolah sebagaimana sebelum covid ada. Kini harapan itu sudah tercapai. Dan pasca libur lumayan panjang, harapan masuk itu sudah tercapai. Tentulah ini sama harapannya. Tapi memandang samakah urgensinya? Ini perlu ditinjau ke lapangan.

Apakah kedua pihak --orang tua siswa dan guru-- mempunyai sebab yang sama atas harapan boleh masuknya seluruh siswa, tentu saja tidak. Orang tua ingin anak-anaknya segera masuk sekolah karena khawatir terlalu lama tidak masuk akan menyebabkan anak-anak menjadi liar atau bisa lupa pelajaran. Sementara para guru ingin anak-anak segera masuk sekolaha agar segera dapat belajar dengan normal. Materi pelajaran segera dapat disampaikan dengan baik. 

Catatan penting yang perlu pula menjadi pemikiran berkaitan masuk di hari pertama sekolah adalah bagaimana sekolah memperlakukan (mengelola) masuk di hari pertama itu sendiri. Hari pertama masuk sekolah pada hakikatnya sangatlah penting. Segala sesuatunya akan ditentukan oleh langkah di hari pertama itu. Kalau boleh disebut, hari pertama itu sesungguhnya ibarat hari permata bagi semuanya. Namanya permata, tentulah sangatlah berharga dan penting bagi semuanya. Tapi apakah semuanya memandangnya sama, itulah diskusinya.

Mengacu catatan-catatan lama, satu pandangan ada yang memandang bahwa hari pertama masuk sekolah tidaklah terlalu penting dalam perngertian tidak harus belajar atau melaksanakan proses pembelajaran sebagaimana terjadwal. Dengan kegiatan silaturrahim, halal bilhalal atau gotong royong saja satu sekolah sudah menganggap itu cukup Intinya tidak perlu langsung belajar. Nah, kalau begini tentu dianggap tidak terlalu penting, kan?

Seharusnya, jika hari pertama itu sama dengan kita memandang permata yang begitu penting dan berharga bagi kita maka urgensi itu harus tergambar dari pengelolaan sekolah itu sendiri. Apakah sudah langsung dimanfaatkan untuk belajar? Jika iya, itulah pandangan yang menjadikan hari pertama sebagai hari permata. Sesungguhnya, kedua-duanya sama pentingnya.***

*Sudah pernah diposting sebelumnya.

15 Mei 2022

Menyaksikan Khataman Alquran dan Pengukuhan Alumni SDIT Darul Mukmin 2021-2022

Menyaksikan Khataman Alquran dan Pengukuhan Alumni SDIT Darul Mukmin 2021-2022


SEBANYAK 70 orang siswa-siswi kelas VI Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Darul Mukmin Kabupaten Karimun mengikuti khataman Al Quran, disejalankan dengan pengukuhan alumi SDIT Darul Mukmin Kelas VI Angkatan ke-10 Tahun Pelajaran 2021-2022. Kegiatan dihelat di Aula Darunnadwah Masjid Agung Kabupaten Karimun, Sabtu (14/5/2022) lalu. Acara yang dihadiri oleh orang tua siswa/ siswi kelas VI, itu berlangsung meriah.

Menyaksikan kegiatan yang disebut juga sebagai acara perpisahan kelas terakhir, itu sungguh membuat haru para hadirin, terutama orang tua siswa yang hadir di ruangan itu. Sebelum prosesi khataman diawali dengan acara pelepasan dan pengukuhan para siswa kelas VI yang berjumlah 70 orang dengan beberapa sambutan dan pidato. Selain Kepala Sekolah SDIT juga memberikan sambutan pengurus yayasan dan perwakilan orang tua siswa.

Atas nama pengurus yayasan, Direktur Yayasan Darul Mukmin dalam pidatonya mengatakan, jika di sekolah lain lebih familiar dengan sebutan acara perpisahan, namun berbeda dengan SDIT Darul Mukmin, siswa siswi yang tamat tetap menjadi bagian dari keluarga Darul Mukmin dengan acara pengukuhan ini. Mereka tamat tapi mereka merasa terikat dengan sekolah yang akan ditinggalkannya..

Nama kekgiatannya pengukuhan dan pada hakikatnya para siswa yang akan atamat hanya beranjak tempat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SLTP. Kalau di Darul Mukmin sudah ada Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT), sehingga anak-anak yang lulus SDIT tinggal melanjutkan ke sana. Makanya anak-anak ini dikukuhkan sebagai alumni. Inilah pentingnya istilah yang pakai. Demikian disampaikan di awal pidatonya.

Dalam kesempatan itu Direktur Yayasan juga menyampaikan beberapa pesan dari Pembina Yayasan Darul Mukmin, Muhammad Hasbi yang tidak sempat hadir ke Karimun, dalam kegiatan tersebut. Diantaranya adalah, Yayasan Darul Mukmin didirikan dengan maksud, untuk dapat menyiapkan lembaga pendidikan yang terbaik, agar menghasilkan generasi-generasi terbaik. Ini kesempatan masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran demi pendidikan terbaik ini.

Pada spanduk yang terpampang di depan, tema kegiatan ini berbunyi, Menyiapkan Generasi Qurani Pembangun Peradaban di Nusantsara. Tema ini maknanya tentu tidak hanya pada level nasional tapi nusantara, cakupannya lebih luas lagi bukan saja Indonesia. Maka dari itu kita perlu mempesiapan diri dalam segala bidang, mulai dari sarana prasarana seperti gedung baik. Juga harus punya SDM yang mumpuni.

Pesan lain yang disampaikan Yayasan adalah perlunya dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, orang tua dan masyarakat. Dalam hal ini pemerintah dipastikan sudah memberikan dukungan yang sangat baik, sehingga Yayasan Darul Mukmin bisa berkembang seperti sekarang. Untuk itu saat ini Darul Mukmin bekerjasama dengan satu lembaga bernama Wafa, yang mengajarkan cara belajar dan mengajar Al-Quran dengan baik dan benar. Ini semua dilakukan agar anak-anak-didik mampu membaca alquran dengan baik dan benar. Ke depan para siswa juga diharapkan minimal memiliki tiga nilai dan kebiasaan, yakni berakhlaq, cerdas dan mandiri. Begitu antara lain pesannya.

Selain dari pihak yayasan, memberi sambutan juga Kepala SDIT Darul Mukmin, Okti Satriani dan perwakilan dari orang tua siswa, Ikhwan, SPd. Pada acara yang terasa mewah itu juga ada prosesi pengembalian siswa oleh pihak sekolah kepada orang tua. Selanjutnya, tanggung jawab kepada siswa sepenuhnya berada pada orang tua.*** (M. Rasyid Nur)

10 Mei 2022

Itu Bukan Menolong tapi Menggulung

Itu Bukan Menolong tapi Menggulung


PERNAH mendengar teman-teman kita sesama guru, tersebab sayang dan kasihan kepada anak-didiknya maka dalam ujian dibantunya. Bahasanya membantu anak. Tapi caranya dengan menunjukkan jawaban alias membocorkan kunci jawaban soal ujian. Pernah mendengar?

Bersyukurlah jika tidak pernah mendengar. Artinya tidak tahu kalau ada guru yang karena alasan sayang ikhlas membocorkan soal ujian dengan memberikan kunci jawaban atau menunjukkan jawaban soal kepada siswa. Lazimnya dalam ujian akhir seperti Ujian Nasional, misalnya. Dan bersyukur juga jika pernah mendengar tapi tidak pernah melihat langsung seorang guru memberikan jawaban untuk soal-soal ujian. Mungkin sedikit jengkel mendengarnya tapi tidak sampai marah karena tidak melihatnya.

Tapi bagaimana jika kita pernah melihatnya? Bahkan (maaf) kita pernah melakukannya, bagaimana perasaan kita? Tentu saja kalau 'perasaan' yang dipakai mengukurnya, maka tu biasa-biasa saja. Sebagai guru kita mungkin merasa sayang, ya perasaan sayang yang ada di hati kita, mungkin membuat kita melakukannya. Melakukan 'bagai-bagi kunci jawaban' saat ujian berlangsung.

Dan jika kita melihatnya tapi tidak pernah melakukannya, bahkan benci dengan sikap teman-teman kita yang melakukannya, bagaimana? Bagaimana kita memandangnya? Inilah salah satu perang antara perasaan dengan pikiran yang boleh jadi pernah kita alami sebagai guru. Perasaan mengantarkan kita untuk sedikit longgar atau bertoleransi dalam mengawas ujian atau mengelola pembelajaran. Tapi oleh pikiran boleh jadi menentangnya. Pikiran akan mengatakan itu adalah sebuah pelanggaran. Membocorkan ujian adalah pelanggaran moral bahkan bisa pidana. Biasanya memang akan bertolak belakang antara perasaan dan pikiran.

Kalau boleh bersikap, terlepas dari perasaan sayang kepada siswa, sejatinya membocorkan ujian itu tidaklah baik. Ada banyak cara untuk menolong siswa. Bukan dengan memberikan kunci jawaban dalam ujian. Kalau itu yang dilakukan, namanya bukan menolong, tapi menggulung siswa ke arah keburukan. Bisa berujung kejahatan jika pelanggaran --yang duanggaap kecil-- ini dilakukan. Kata peribaha, kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa dan sudah tua terubah tiada.' Pada saat inilah biasanya perbuatan buruk yang tadinya dianggap kecil menjadi besar dan terpeangkap untuk terus melakukannya. Bisa pidana, kan?*** 

9 Mei 2022

Masuk Sekolah di Hari Permata

Masuk Sekolah di Hari Permata


SETELAH libur lebaran (Idul Fitri 1443) berakhir, hari Senin (09/05/2022) ini seluruh sekolah baik Pemerintah (Negeri) maupun sekolah swasta kembali masuk. Setidak-tidaknya sekolah-sekolah yang berada di Kabupaten Karimun. Baik sekolah di bawah naungan Pemda Kabupaten (Dinas Pendidikan Kabupaten) seperti TK, SD, SMP maupun sekolah-sekolah yang dikelola Pemerintah Provinsi seperti SMA, SMK atau SLB. Serentak masuk hari ini.
 
Ada perubahan kebijakan dalam hal jumlah siswa yang diizinkan ke sekolah. Kalau sebelumnya masih setengah (50 persen) dari kapasitas ruang belajar, maka sekarang ini diizinkan untuk seluruh siswa masuk kelas. Boleh full 100 persen. Alhamdulillah. Orang tua siswa sudah lama berharap anaknya masuk secara keseluruhan.
 
Catatan penting di hari pertama masuk sekolah mungkin tidak sama persepsi oleh setiap sekolah. Bahwa guru, seperti juga orang tua siswa sudah lama berharap izin masuk bagi seluruh siswa itu memang benar adanya. Orang tua siswa dan guru sama-sama ingin anak-anak dapat masuk semuanya. Kini harapan itu sudah tercapai.
 
Apakah kedua pihak --orang tua siswa dan guru-- mempunyai sebab yang sama atas harapan boleh masuknya seluruh siswa, tentu saja tidak. Orang tua ingin anak-anaknya segera masuk sekolah karena khawatir terlalu lama tidak masuk akan menyebabkan anak-anak menjadi liar atau bisa lupa pelajaran. Sementara para guru ingin anak-anak segera masuk sekolaha agar segera dapat belajar dengan normal. Materi pelajaran segera dapat disampaikan dengan baik.
 
Terlepas dari itu semua, hari pertama masuk sekolah pada hakikatnya sangatlah penting. Segala sesuatunya akan ditentukan oleh langkah di hari pertama itu. Kalau boleh disebut, hari pertama itu sesungguhnya ibarat hari permata bagi semuanya. Namanya permata, tentulah sangatlah berharga dan penting bagi semuanya.***

21 Jan 2022

Si Kecil yang Usil

Si Kecil yang Usil



Catatan Hj. Yulita Muaz
INI kisah tentang anakku. Aku percaya catatan singkat ini akan berguna untuk motivasi. Memotivasi aku dan pembaca tulisan ini, insyaallah. Kisah tentang keberhasilan anakku, Ryed dalam satu kegiatan di sekolah. 

Kisah ini bermula dari  kebiasaanku  melihat anak tak bekerja saat aku bekerja, maka aku akan menyuruhnya bekerja. Waktu itu, di bulan suci Ramadhan, tahun 2007 menjelang Idhil Fitri.  Semua orang disibukkan dengan memasak bermacam masakan. Aku ingat untuk memasak aku masih menggunakan kompor minyak tanah. 

Aku panggil anaakku yang bungsu, waktu itu masih kelas 4 Sekolah Dasar, namanya Ryed. Kami selalu manggilnya Yid. Dia tipe anak selalu ingin tahu tentang sesuatu. "Yid bantu Mami, ya?" kataku. "Bersihkan kompor ini. Kompornya sudah tak bagus lagi nyala apinya." 

"Gimana caranya Mi?" 

Lalu aku ambil obeng, aku ajarkan cara membuka mur-muor yang ada di kompor. Anakku mulai membuka mor-mor yang ada di kompor, dilanjutkan mencabut sumbunya. Kerangka kompor itu dicucinya. Woouu, bersih. Terpancar dari raut wajahnya, ada rasa puas. Dia bisa membersihkan kompor. Sekali mengerjakannya, sebentar saja sudah selesai membersih kan kompor.   Beresssss. 

Ketika itu kami baru saja membeli seperangkat komputer.  Si bungsu sibuk main komputer dan mencari program-program yang ada di komputer. Siapa orang tua yang tak bangga melihat anaknya sudah mahir bermain komputer pada usia sebegitu. Ilmu yang kuterapkan kepada si bungsu diperaktekannya ke perangkat komputer. Semua diutak-atiknya,  mulai dari kybord sampai CPU. Apalagi program-program yang ada. Sangat lincah tangan mungilnya memainkan mouse. 

Semua perangkat keras diperetelinya. Waktu itu aku buta sekali dengan komputer. Yang menjadi hobi hanya bermain zuma, sedangkan yang lain-lain awam sama sekali. Karena seringnya  si bungsu mengutak-atik alat itu, komputer akhirnya menjadi rusak, dan selalu diperbaiki. Jika rusak, diperbaiki lagi. Begitulah selalu. 

Aku sebagai seorang guru memahami tentang itu. Itu semua adalah karena keingintahuannya. Namanya anak-anak yang ingin tahu, aku tidak memarahinya.  Si bungsu kubiarkan melakukan itu dengan tetap dalam pengawasanku. Aku tahu anakku bermain komputer, biarlah dia belajar secara otodidak. Itulah sikapku waktu itu.


Ketika menyelesaikan sekolah di Sekolah Dasar  003 Tanjungbatu, Ryed melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama di SMP Negri 1 Tanjungbatu.  Di sekolah ini ia bertemu dengan Gilang.
Gilang  juga jago komputer sehingga pertemanannya semakin akrab. Mereka bekerjasama. Ryed pintar mendisain gambar-gambar sementara Gilang mencari kata-kata yang sesuai untuk gambar,  sehingga mereka sering menerima orderan untuk membuat kartu undangan. Hal ini berlanjut sampai mereka menyelesaikan pendidikan di sekolah ini.

Tahun 2012 Yid melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas, SMA Negri 1 Kundur. Sekolah ini berlokasi di Batu Empat Kota Tanjungbatu, Kundur. Pulau Kundur adalah sebuah pulau kecil yang  yang temasuk Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Di sekolah ini pulalah aku mengabdi untuk mencerdaskan anak bangsa.
 
Di SMA tempat Ryed belajar dia dikenal jago komputer oleh teman-temannya. Setiap tahun selalu ada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional. yang disingkat dengan FLS2N yang diikuti Ryed. Festival ini merupakan wahana keterampilan bidang seni bagi siswa siswi SMA maupun SMK yang salah satu lombanya adalah Lomba Disain Poster.

Setiap sekolah mengirimkan perwakilan untuk mengikuti lomba tingkat Kabupaten Karimun yang diadakan di bulan April tahun 2012.;Saat itu guru pembibingnya, Ibu Roha mencari siswa yang mahir mendisain gambar di komputer.

Sahabat Ryed, Yori namanya memberi tahu Ibu Roa kalau Ryed pintar komputer. "Bu, Ryed itu pintar main komputer. Dia bisa membuat gambar," kata Yori kepada gurunya itu. 
 
"Coba kamu panggil dan suruh menghadap Ibu." Ryed pun dicari oleh Yori di kelasnya. "Ryed, kamu Ibu tunjuk untuk mewakili SMAN 1 Kundur ikut lomba disain poster Tingkat Kabupaten Karimun." Ibu Roha meminta Ryed untuk mewakili sekolah dalam lomba itu. Sebagai orang tua, aku sebagai seorang ibu dan juga sebagai gurunya mulai mendampingi untuk mendisain.  Tema yang ditentukan,  tentang narkoba. Harus diimformasikan dalam bentuk gambar. 
 
Setiap gambar yang dibuatnya aku kritik kalau ada yang tak pas. Setelah gambar siap, aku suruh Ryed untuk melihatkan kepada guru yang mahir penataan gambar dan paduan warna. Alhamdulillah, Ryed yang baru kelas 1 SMA sudah bisa meraih juara 2 Lomba Disain Poster Tingkat SLTA se-Kabupaten Karimun, waktu itu. Kegiatannya diadakan di Tanjungbalai Karimun.

Tahun berikutnya, April 2014 anakku terpilih lagi mewakili sekolah untuk ikut lomba disain poster. Aku selalu menanamkan pada anakku agar hasil karyanya dikeritik orang. Jangan takut dikritik. Hal itu ternyata hasilnya meraih juara 1 Tingkat Kabupaten Karimun. Untuk kelanjutannya, anakku menjadi utusan dari kabupaten ke Tingkat Provinsi yang diadakan di Tanjungpinang,  Ibukota Propinsi Kepulauan Riau.
 
Waktu itu, aku dan suami pergi ke Tanjungpinang mendampinginya. Ini sebagai motivasi dan perhatian orang tua untuk kepercayaan diri anak. Ini penting menurutku. Persaingan di sini cukup berat. Di sini berkumpul anak-anak yang jago disain poster. Lomba perwakilan dari masing-masing kabupaten. Tidak akan ringan bagi anak-anak dari kecamatan. 
 
Setelah selesai mendisain gambar. Gambar itu diprint oleh panitia dan dipajang di atas meja. Semua yang ada di situ boleh melihat hasil karya dari para utusan kabupaten.  Aku juga ikut melihatnya. Aku perhatikan satu persatu. Hasilnya semua bagus. Lama ku perhatikan hasil karya anakku.  Di situ ada pesan yang tersirat bahaya narkoba. Dalam hati aku berdecak kagum hasil disain poster anakku itu.

Bagus, bagus sekali, gumamku. Aku memperkirakan, anakku bisa dapat juara, tapi tak tahu, apakah juara 1, 2, 3 atau paling kurang juara harapan, kataku dalam hati. Sampailah pada malam pengumuman. Aku perhatikan muka para peserta lomba disain poster harap-harap cemas menjelang diumumkan. Kita belum tahu siapa pemenangnya. 
 
Akhirnya pemberiantahuan pemenangpun dimulai. Juara satu diraih dari SMA Negri Batam. Juara dua diraih SMA Negri Tanjung Pinang dan juara tiga diraih SMA Negri Satu Kundur. Aku ikut bangga. Dan sebelum tampil ke depan, kupeluk dan kucium anakku yang merupakan perwakilan SMA Negeri 1 Kundur. Rasa haru dan bangga terpancar dari wajah anakku, yang sudah mengangkat nama sekolah ke tingkat propinsi Kepulauan Riau. 

Anakku mendapat piala, uang yang jumlahnya cukup besar serta sertifikat juara tiga lomba disain poster  Tingkat Propinsi Kepulauan Riau. Doa dan suport sebagai penyemangat selalu kutanamkan pada anakku. Dengan adanya sertifikat ini anakku mencoba untuk mendaftar seleksi ujian masuk perguruan tinggi jurusan disain di Institut Tekhnologi Bandung, ITB. Sertivikat ini salah satu syarat untuk ikut test masuk ITB Jurusan Disain. Keberuntungan anakku ternyata belum ada di ITB. Saya tahu semua keberhasilan itu harus diraih dengan kerja keras, gigih dan semangat pantang menyerah. 

Aku selalu tanamkan pada anakku, jangan cepat puas dengan keberhasilan.  Carilah sisi-sisi kekurangan kita, sehingga bisa  mendapatkan hasil yang maksimal di masa yang akan datang. Bagaimanpun, keberhasilannya dalam lomba setingkat provinsi ini adalah satu kebanggaan bagi saya sebagai orang tua.***

Tg batu 20 januari 2022

Dra. Hj Yulita Muaz.

16 Des 2021

Tidak Harus Segan Belajar Hingga Kapan

Tidak Harus Segan Belajar Hingga Kapan


SEBENARNYA belajar itu memang tidak ada batasnya. Dikatakan, belajar sepanjang hayat. Ada juga yang menggunakan kalimat, belajar seumur hidup. Tidak masalah, apapun istilahnya. Agama (Islam) bahkan selain mewajibkan belajar juga menentukan durasi belajar tanpa batas itu.

Tentang kewajiban belajar atau menuntut ilmu jelas dikatakan dalam pernyataan Nabi (Muhammad) atau dikatakan pernyataan dalam hadits. Kata Nabi, diwajibkan menuntut ilmu itu bagi muslim (laki-laki maupun perempuan). Artinya berdosa jika tidak belajar. Sementara durasi belajar dikatakan sejak lahir (kecil) hingga meninggal. Dalam istilah agama dikatakan sejak dari ayunan sampai ke liang lahad. Artinya menuntut ilmu memang selama hidup.

Ternyata bagi sebagian orang tidak selalu mudah menerima, atau setidak-tidaknya melaksanakan norma yang diatur agama ini. Tentang kewajiban belajar, misalnya belum tentu semua orang yang belajar bersikap bahwa dia belajar adalah karena kewajiban. Boleh jadi hanya karena ikut-ikutan atau karena disuruh orang lain. Disuruh orang tua, misalnya.

Begitu pula dengan masa belajar. Meskipun pemerintah membuat aturan untuk belajar lebih lama dari yang mungkin diharapkan, tapi belum tentu juga yang belajar lama itu karena mengamalkan ajaran atau ketentuan agama. Ada yang malah ingin berhenti belajar pada jenjang tertentu saja. Jika Pemerintah mewajibkan hingga ke SLTA boleh jadi ada yang tidak ingin hingga jenjang itu. Kalaupun belajar sampai di jenjang ini, bisa saja kaena terpaksa.

Karena kewajiban belajar itu adalah seumur hidup, maka seharusnya kita memang harus terus belajar hingga kapanpun. Tidak boleh ada kraguan dan rasa segan untuk belajar meskipun umurnya sudah terasa tua. Selagai masih hidup, pikiran amsih jernih maka hendaknyalah kita terus belajar. Belajar apa saja asal ada gunanya dan tidak bertentangan dengan agama. Jadi, tidak harus segan belajar hingga kapanpun.***