Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

15 Mei, 2022

Menyaksikan Khataman Alquran dan Pengukuhan Alumni SDIT Darul Mukmin 2021-2022

Menyaksikan Khataman Alquran dan Pengukuhan Alumni SDIT Darul Mukmin 2021-2022


SEBANYAK 70 orang siswa-siswi kelas VI Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Darul Mukmin Kabupaten Karimun mengikuti khataman Al Quran, disejalankan dengan pengukuhan alumi SDIT Darul Mukmin Kelas VI Angkatan ke-10 Tahun Pelajaran 2021-2022. Kegiatan dihelat di Aula Darunnadwah Masjid Agung Kabupaten Karimun, Sabtu (14/5/2022) lalu. Acara yang dihadiri oleh orang tua siswa/ siswi kelas VI, itu berlangsung meriah.

Menyaksikan kegiatan yang disebut juga sebagai acara perpisahan kelas terakhir, itu sungguh membuat haru para hadirin, terutama orang tua siswa yang hadir di ruangan itu. Sebelum prosesi khataman diawali dengan acara pelepasan dan pengukuhan para siswa kelas VI yang berjumlah 70 orang dengan beberapa sambutan dan pidato. Selain Kepala Sekolah SDIT juga memberikan sambutan pengurus yayasan dan perwakilan orang tua siswa.

Atas nama pengurus yayasan, Direktur Yayasan Darul Mukmin dalam pidatonya mengatakan, jika di sekolah lain lebih familiar dengan sebutan acara perpisahan, namun berbeda dengan SDIT Darul Mukmin, siswa siswi yang tamat tetap menjadi bagian dari keluarga Darul Mukmin dengan acara pengukuhan ini. Mereka tamat tapi mereka merasa terikat dengan sekolah yang akan ditinggalkannya..

Nama kekgiatannya pengukuhan dan pada hakikatnya para siswa yang akan atamat hanya beranjak tempat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SLTP. Kalau di Darul Mukmin sudah ada Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT), sehingga anak-anak yang lulus SDIT tinggal melanjutkan ke sana. Makanya anak-anak ini dikukuhkan sebagai alumni. Inilah pentingnya istilah yang pakai. Demikian disampaikan di awal pidatonya.

Dalam kesempatan itu Direktur Yayasan juga menyampaikan beberapa pesan dari Pembina Yayasan Darul Mukmin, Muhammad Hasbi yang tidak sempat hadir ke Karimun, dalam kegiatan tersebut. Diantaranya adalah, Yayasan Darul Mukmin didirikan dengan maksud, untuk dapat menyiapkan lembaga pendidikan yang terbaik, agar menghasilkan generasi-generasi terbaik. Ini kesempatan masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran demi pendidikan terbaik ini.

Pada spanduk yang terpampang di depan, tema kegiatan ini berbunyi, Menyiapkan Generasi Qurani Pembangun Peradaban di Nusantsara. Tema ini maknanya tentu tidak hanya pada level nasional tapi nusantara, cakupannya lebih luas lagi bukan saja Indonesia. Maka dari itu kita perlu mempesiapan diri dalam segala bidang, mulai dari sarana prasarana seperti gedung baik. Juga harus punya SDM yang mumpuni.

Pesan lain yang disampaikan Yayasan adalah perlunya dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, orang tua dan masyarakat. Dalam hal ini pemerintah dipastikan sudah memberikan dukungan yang sangat baik, sehingga Yayasan Darul Mukmin bisa berkembang seperti sekarang. Untuk itu saat ini Darul Mukmin bekerjasama dengan satu lembaga bernama Wafa, yang mengajarkan cara belajar dan mengajar Al-Quran dengan baik dan benar. Ini semua dilakukan agar anak-anak-didik mampu membaca alquran dengan baik dan benar. Ke depan para siswa juga diharapkan minimal memiliki tiga nilai dan kebiasaan, yakni berakhlaq, cerdas dan mandiri. Begitu antara lain pesannya.

Selain dari pihak yayasan, memberi sambutan juga Kepala SDIT Darul Mukmin, Okti Satriani dan perwakilan dari orang tua siswa, Ikhwan, SPd. Pada acara yang terasa mewah itu juga ada prosesi pengembalian siswa oleh pihak sekolah kepada orang tua. Selanjutnya, tanggung jawab kepada siswa sepenuhnya berada pada orang tua.*** (M. Rasyid Nur)

10 Mei, 2022

Itu Bukan Menolong tapi Menggulung

Itu Bukan Menolong tapi Menggulung


PERNAH mendengar teman-teman kita sesama guru, tersebab sayang dan kasihan kepada anak-didiknya maka dalam ujian dibantunya. Bahasanya membantu anak. Tapi caranya dengan menunjukkan jawaban alias membocorkan kunci jawaban soal ujian. Pernah mendengar?

Bersyukurlah jika tidak pernah mendengar. Artinya tidak tahu kalau ada guru yang karena alasan sayang ikhlas membocorkan soal ujian dengan memberikan kunci jawaban atau menunjukkan jawaban soal kepada siswa. Lazimnya dalam ujian akhir seperti Ujian Nasional, misalnya. Dan bersyukur juga jika pernah mendengar tapi tidak pernah melihat langsung seorang guru memberikan jawaban untuk soal-soal ujian. Mungkin sedikit jengkel mendengarnya tapi tidak sampai marah karena tidak melihatnya.

Tapi bagaimana jika kita pernah melihatnya? Bahkan (maaf) kita pernah melakukannya, bagaimana perasaan kita? Tentu saja kalau 'perasaan' yang dipakai mengukurnya, maka tu biasa-biasa saja. Sebagai guru kita mungkin merasa sayang, ya perasaan sayang yang ada di hati kita, mungkin membuat kita melakukannya. Melakukan 'bagai-bagi kunci jawaban' saat ujian berlangsung.

Dan jika kita melihatnya tapi tidak pernah melakukannya, bahkan benci dengan sikap teman-teman kita yang melakukannya, bagaimana? Bagaimana kita memandangnya? Inilah salah satu perang antara perasaan dengan pikiran yang boleh jadi pernah kita alami sebagai guru. Perasaan mengantarkan kita untuk sedikit longgar atau bertoleransi dalam mengawas ujian atau mengelola pembelajaran. Tapi oleh pikiran boleh jadi menentangnya. Pikiran akan mengatakan itu adalah sebuah pelanggaran. Membocorkan ujian adalah pelanggaran moral bahkan bisa pidana. Biasanya memang akan bertolak belakang antara perasaan dan pikiran.

Kalau boleh bersikap, terlepas dari perasaan sayang kepada siswa, sejatinya membocorkan ujian itu tidaklah baik. Ada banyak cara untuk menolong siswa. Bukan dengan memberikan kunci jawaban dalam ujian. Kalau itu yang dilakukan, namanya bukan menolong, tapi menggulung siswa ke arah keburukan. Bisa berujung kejahatan jika pelanggaran --yang duanggaap kecil-- ini dilakukan. Kata peribaha, kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa dan sudah tua terubah tiada.' Pada saat inilah biasanya perbuatan buruk yang tadinya dianggap kecil menjadi besar dan terpeangkap untuk terus melakukannya. Bisa pidana, kan?*** 

09 Mei, 2022

Masuk Sekolah di Hari Permata

Masuk Sekolah di Hari Permata


SETELAH libur lebaran (Idul Fitri 1443) berakhir, hari Senin (09/05/2022) ini seluruh sekolah baik Pemerintah (Negeri) maupun sekolah swasta kembali masuk. Setidak-tidaknya sekolah-sekolah yang berada di Kabupaten Karimun. Baik sekolah di bawah naungan Pemda Kabupaten (Dinas Pendidikan Kabupaten) seperti TK, SD, SMP maupun sekolah-sekolah yang dikelola Pemerintah Provinsi seperti SMA, SMK atau SLB. Serentak masuk hari ini.
 
Ada perubahan kebijakan dalam hal jumlah siswa yang diizinkan ke sekolah. Kalau sebelumnya masih setengah (50 persen) dari kapasitas ruang belajar, maka sekarang ini diizinkan untuk seluruh siswa masuk kelas. Boleh full 100 persen. Alhamdulillah. Orang tua siswa sudah lama berharap anaknya masuk secara keseluruhan.
 
Catatan penting di hari pertama masuk sekolah mungkin tidak sama persepsi oleh setiap sekolah. Bahwa guru, seperti juga orang tua siswa sudah lama berharap izin masuk bagi seluruh siswa itu memang benar adanya. Orang tua siswa dan guru sama-sama ingin anak-anak dapat masuk semuanya. Kini harapan itu sudah tercapai.
 
Apakah kedua pihak --orang tua siswa dan guru-- mempunyai sebab yang sama atas harapan boleh masuknya seluruh siswa, tentu saja tidak. Orang tua ingin anak-anaknya segera masuk sekolah karena khawatir terlalu lama tidak masuk akan menyebabkan anak-anak menjadi liar atau bisa lupa pelajaran. Sementara para guru ingin anak-anak segera masuk sekolaha agar segera dapat belajar dengan normal. Materi pelajaran segera dapat disampaikan dengan baik.
 
Terlepas dari itu semua, hari pertama masuk sekolah pada hakikatnya sangatlah penting. Segala sesuatunya akan ditentukan oleh langkah di hari pertama itu. Kalau boleh disebut, hari pertama itu sesungguhnya ibarat hari permata bagi semuanya. Namanya permata, tentulah sangatlah berharga dan penting bagi semuanya.***

21 Januari, 2022

Si Kecil yang Usil

Si Kecil yang Usil



Catatan Hj. Yulita Muaz
INI kisah tentang anakku. Aku percaya catatan singkat ini akan berguna untuk motivasi. Memotivasi aku dan pembaca tulisan ini, insyaallah. Kisah tentang keberhasilan anakku, Ryed dalam satu kegiatan di sekolah. 

Kisah ini bermula dari  kebiasaanku  melihat anak tak bekerja saat aku bekerja, maka aku akan menyuruhnya bekerja. Waktu itu, di bulan suci Ramadhan, tahun 2007 menjelang Idhil Fitri.  Semua orang disibukkan dengan memasak bermacam masakan. Aku ingat untuk memasak aku masih menggunakan kompor minyak tanah. 

Aku panggil anaakku yang bungsu, waktu itu masih kelas 4 Sekolah Dasar, namanya Ryed. Kami selalu manggilnya Yid. Dia tipe anak selalu ingin tahu tentang sesuatu. "Yid bantu Mami, ya?" kataku. "Bersihkan kompor ini. Kompornya sudah tak bagus lagi nyala apinya." 

"Gimana caranya Mi?" 

Lalu aku ambil obeng, aku ajarkan cara membuka mur-muor yang ada di kompor. Anakku mulai membuka mor-mor yang ada di kompor, dilanjutkan mencabut sumbunya. Kerangka kompor itu dicucinya. Woouu, bersih. Terpancar dari raut wajahnya, ada rasa puas. Dia bisa membersihkan kompor. Sekali mengerjakannya, sebentar saja sudah selesai membersih kan kompor.   Beresssss. 

Ketika itu kami baru saja membeli seperangkat komputer.  Si bungsu sibuk main komputer dan mencari program-program yang ada di komputer. Siapa orang tua yang tak bangga melihat anaknya sudah mahir bermain komputer pada usia sebegitu. Ilmu yang kuterapkan kepada si bungsu diperaktekannya ke perangkat komputer. Semua diutak-atiknya,  mulai dari kybord sampai CPU. Apalagi program-program yang ada. Sangat lincah tangan mungilnya memainkan mouse. 

Semua perangkat keras diperetelinya. Waktu itu aku buta sekali dengan komputer. Yang menjadi hobi hanya bermain zuma, sedangkan yang lain-lain awam sama sekali. Karena seringnya  si bungsu mengutak-atik alat itu, komputer akhirnya menjadi rusak, dan selalu diperbaiki. Jika rusak, diperbaiki lagi. Begitulah selalu. 

Aku sebagai seorang guru memahami tentang itu. Itu semua adalah karena keingintahuannya. Namanya anak-anak yang ingin tahu, aku tidak memarahinya.  Si bungsu kubiarkan melakukan itu dengan tetap dalam pengawasanku. Aku tahu anakku bermain komputer, biarlah dia belajar secara otodidak. Itulah sikapku waktu itu.


Ketika menyelesaikan sekolah di Sekolah Dasar  003 Tanjungbatu, Ryed melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama di SMP Negri 1 Tanjungbatu.  Di sekolah ini ia bertemu dengan Gilang.
Gilang  juga jago komputer sehingga pertemanannya semakin akrab. Mereka bekerjasama. Ryed pintar mendisain gambar-gambar sementara Gilang mencari kata-kata yang sesuai untuk gambar,  sehingga mereka sering menerima orderan untuk membuat kartu undangan. Hal ini berlanjut sampai mereka menyelesaikan pendidikan di sekolah ini.

Tahun 2012 Yid melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas, SMA Negri 1 Kundur. Sekolah ini berlokasi di Batu Empat Kota Tanjungbatu, Kundur. Pulau Kundur adalah sebuah pulau kecil yang  yang temasuk Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Di sekolah ini pulalah aku mengabdi untuk mencerdaskan anak bangsa.
 
Di SMA tempat Ryed belajar dia dikenal jago komputer oleh teman-temannya. Setiap tahun selalu ada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional. yang disingkat dengan FLS2N yang diikuti Ryed. Festival ini merupakan wahana keterampilan bidang seni bagi siswa siswi SMA maupun SMK yang salah satu lombanya adalah Lomba Disain Poster.

Setiap sekolah mengirimkan perwakilan untuk mengikuti lomba tingkat Kabupaten Karimun yang diadakan di bulan April tahun 2012.;Saat itu guru pembibingnya, Ibu Roha mencari siswa yang mahir mendisain gambar di komputer.

Sahabat Ryed, Yori namanya memberi tahu Ibu Roa kalau Ryed pintar komputer. "Bu, Ryed itu pintar main komputer. Dia bisa membuat gambar," kata Yori kepada gurunya itu. 
 
"Coba kamu panggil dan suruh menghadap Ibu." Ryed pun dicari oleh Yori di kelasnya. "Ryed, kamu Ibu tunjuk untuk mewakili SMAN 1 Kundur ikut lomba disain poster Tingkat Kabupaten Karimun." Ibu Roha meminta Ryed untuk mewakili sekolah dalam lomba itu. Sebagai orang tua, aku sebagai seorang ibu dan juga sebagai gurunya mulai mendampingi untuk mendisain.  Tema yang ditentukan,  tentang narkoba. Harus diimformasikan dalam bentuk gambar. 
 
Setiap gambar yang dibuatnya aku kritik kalau ada yang tak pas. Setelah gambar siap, aku suruh Ryed untuk melihatkan kepada guru yang mahir penataan gambar dan paduan warna. Alhamdulillah, Ryed yang baru kelas 1 SMA sudah bisa meraih juara 2 Lomba Disain Poster Tingkat SLTA se-Kabupaten Karimun, waktu itu. Kegiatannya diadakan di Tanjungbalai Karimun.

Tahun berikutnya, April 2014 anakku terpilih lagi mewakili sekolah untuk ikut lomba disain poster. Aku selalu menanamkan pada anakku agar hasil karyanya dikeritik orang. Jangan takut dikritik. Hal itu ternyata hasilnya meraih juara 1 Tingkat Kabupaten Karimun. Untuk kelanjutannya, anakku menjadi utusan dari kabupaten ke Tingkat Provinsi yang diadakan di Tanjungpinang,  Ibukota Propinsi Kepulauan Riau.
 
Waktu itu, aku dan suami pergi ke Tanjungpinang mendampinginya. Ini sebagai motivasi dan perhatian orang tua untuk kepercayaan diri anak. Ini penting menurutku. Persaingan di sini cukup berat. Di sini berkumpul anak-anak yang jago disain poster. Lomba perwakilan dari masing-masing kabupaten. Tidak akan ringan bagi anak-anak dari kecamatan. 
 
Setelah selesai mendisain gambar. Gambar itu diprint oleh panitia dan dipajang di atas meja. Semua yang ada di situ boleh melihat hasil karya dari para utusan kabupaten.  Aku juga ikut melihatnya. Aku perhatikan satu persatu. Hasilnya semua bagus. Lama ku perhatikan hasil karya anakku.  Di situ ada pesan yang tersirat bahaya narkoba. Dalam hati aku berdecak kagum hasil disain poster anakku itu.

Bagus, bagus sekali, gumamku. Aku memperkirakan, anakku bisa dapat juara, tapi tak tahu, apakah juara 1, 2, 3 atau paling kurang juara harapan, kataku dalam hati. Sampailah pada malam pengumuman. Aku perhatikan muka para peserta lomba disain poster harap-harap cemas menjelang diumumkan. Kita belum tahu siapa pemenangnya. 
 
Akhirnya pemberiantahuan pemenangpun dimulai. Juara satu diraih dari SMA Negri Batam. Juara dua diraih SMA Negri Tanjung Pinang dan juara tiga diraih SMA Negri Satu Kundur. Aku ikut bangga. Dan sebelum tampil ke depan, kupeluk dan kucium anakku yang merupakan perwakilan SMA Negeri 1 Kundur. Rasa haru dan bangga terpancar dari wajah anakku, yang sudah mengangkat nama sekolah ke tingkat propinsi Kepulauan Riau. 

Anakku mendapat piala, uang yang jumlahnya cukup besar serta sertifikat juara tiga lomba disain poster  Tingkat Propinsi Kepulauan Riau. Doa dan suport sebagai penyemangat selalu kutanamkan pada anakku. Dengan adanya sertifikat ini anakku mencoba untuk mendaftar seleksi ujian masuk perguruan tinggi jurusan disain di Institut Tekhnologi Bandung, ITB. Sertivikat ini salah satu syarat untuk ikut test masuk ITB Jurusan Disain. Keberuntungan anakku ternyata belum ada di ITB. Saya tahu semua keberhasilan itu harus diraih dengan kerja keras, gigih dan semangat pantang menyerah. 

Aku selalu tanamkan pada anakku, jangan cepat puas dengan keberhasilan.  Carilah sisi-sisi kekurangan kita, sehingga bisa  mendapatkan hasil yang maksimal di masa yang akan datang. Bagaimanpun, keberhasilannya dalam lomba setingkat provinsi ini adalah satu kebanggaan bagi saya sebagai orang tua.***

Tg batu 20 januari 2022

Dra. Hj Yulita Muaz.

16 Desember, 2021

Tidak Harus Segan Belajar Hingga Kapan

Tidak Harus Segan Belajar Hingga Kapan


SEBENARNYA belajar itu memang tidak ada batasnya. Dikatakan, belajar sepanjang hayat. Ada juga yang menggunakan kalimat, belajar seumur hidup. Tidak masalah, apapun istilahnya. Agama (Islam) bahkan selain mewajibkan belajar juga menentukan durasi belajar tanpa batas itu.

Tentang kewajiban belajar atau menuntut ilmu jelas dikatakan dalam pernyataan Nabi (Muhammad) atau dikatakan pernyataan dalam hadits. Kata Nabi, diwajibkan menuntut ilmu itu bagi muslim (laki-laki maupun perempuan). Artinya berdosa jika tidak belajar. Sementara durasi belajar dikatakan sejak lahir (kecil) hingga meninggal. Dalam istilah agama dikatakan sejak dari ayunan sampai ke liang lahad. Artinya menuntut ilmu memang selama hidup.

Ternyata bagi sebagian orang tidak selalu mudah menerima, atau setidak-tidaknya melaksanakan norma yang diatur agama ini. Tentang kewajiban belajar, misalnya belum tentu semua orang yang belajar bersikap bahwa dia belajar adalah karena kewajiban. Boleh jadi hanya karena ikut-ikutan atau karena disuruh orang lain. Disuruh orang tua, misalnya.

Begitu pula dengan masa belajar. Meskipun pemerintah membuat aturan untuk belajar lebih lama dari yang mungkin diharapkan, tapi belum tentu juga yang belajar lama itu karena mengamalkan ajaran atau ketentuan agama. Ada yang malah ingin berhenti belajar pada jenjang tertentu saja. Jika Pemerintah mewajibkan hingga ke SLTA boleh jadi ada yang tidak ingin hingga jenjang itu. Kalaupun belajar sampai di jenjang ini, bisa saja kaena terpaksa.

Karena kewajiban belajar itu adalah seumur hidup, maka seharusnya kita memang harus terus belajar hingga kapanpun. Tidak boleh ada kraguan dan rasa segan untuk belajar meskipun umurnya sudah terasa tua. Selagai masih hidup, pikiran amsih jernih maka hendaknyalah kita terus belajar. Belajar apa saja asal ada gunanya dan tidak bertentangan dengan agama. Jadi, tidak harus segan belajar hingga kapanpun.***

25 November, 2021

Kita adalah Guru Sekaligus Murid

Kita adalah Guru Sekaligus Murid


Catatan Mohammad Nasruddin
GURU adalah profesi tertua di alam raya ini. Dulu Allah pun menjadi guru bagi adam. Nabi Khidir menjadi guru bagi Musa. Jibril menjadi guru bagi para nabi termasuk nabi Muhammad. Begitulah tuanya usia profesi guru.

Guru di negeri kita dikenal sebagai profesi tanpa tanda jasa. Maksudnya tiada di bajunya lambang atau simbol sebagai tanda jasanya dalam menjalankan tugas guru. Tanda jasa seorang guru dicatat di langit dan di hati murid muridnya yang pandai bersyukur.

Murid yang pandai bersyukur akan selalu berterima kasih atas jasa guru gurunya dengan selalu mengingatnya, mencarinya dan membalas jasa jasa gurunya dengan berbagai caranya. Sekali dia merasa itu adalah gurunya maka selamanya dia akan mengingat jasa gurunya. Itulah tanda murid pandai bersyukur dengan mengenang jasa para guru.

Lalu siapkah guru itu? Guru tidak hanya seseorang yang mengajarkan sesuatu (pelajaran) kepada kita di bangku sekolah formal. Semua yang mengajari kita kebaikan meskipun hanya huruf alif, dia adalah guru kita. Mereka wajib kita hormati dan anggap sebagai guru. 

Justru guru guru yang ikhlas, yang mengajarkan kebaikan tanpa pamrih bahkan kadang dibayar dengan tidk pantas saat di dunia, itulah guru yang seharusnya lebih kita hormati dan kita cari saat kita sukses.  Karena kesuksesan itu tidak terlepas dari peran dan jasa guru. Kalau bukan kita yang menghargai mereka, guru guru kita yang berjasa bagi hidup kita, lalu siapa lagi?

Semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur dengan menghormati mereka dan terus menjalin silaturahmi dengan mereka serta berusaha membalas jasa-jasa mereka. Jangan pernah ada rasa putus asa atau angkuh saat kita berusaha menjaga hubungan silaturrahmi dengan guru-guru kita.

Satu hal yang perlu juga kita pahami bahwa sesungguhnya setiap orang, setiap kita pasti menjadi guru sekaligus murid. Minimal guru bagi anak-anaknya dan murid bagi banyak guru kebaikan yang tak terhitung jumlahnya, baik dibayar maupun tidak dibayar di dunia. Insyaallah akan dibayar di akhirat.

Selamat hari guru yang kita peringati pada hari ini. Sebagai murid kita akan selalu menjaga silaturrahim dan hormat dengan guru. Sebagai guru kita akan terus melaksanakan fungsi guru kita dengan baik.  (Monas)

24 November, 2021

HUT PGRI untuk Semangat Guru Berkarya

HUT PGRI untuk Semangat Guru Berkarya


BESOK kembali kita akan memperingatai Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN). Di setiap tanggal 25 November kita sebagai guru akan memperingati HGN. Selain HGN besok juga diperingati HUT PGRI. Seperti sudah kita ketahui pada tanggal tersebut, ditetapkan sebagai hari lahir organisasi guru, PGRI. Besok adalah HUT PGRI ke-76 dan HGN 2021.

Di setiap daerah biasanya diperingati hari bersejarah para pendidik Indonesia itu. Kabupaten Karimun, misalnya besok akan melaksanakan Apel Bendera HUT PGRI dan HGN tahun 2021. Akan dilaksanakan di halaman salah satu SLTP di kawasan pendidikan, Bati, Karimun. Informasi dari pengurus PGRI Kabupaten Karimun, selain melaksanakan upacara bendera juga akan ada pemberian piagam penghargaan bagi para guru.

"Ada beberapa kategori piagam penghargaan," kata salah seorang pengurus PGRI Kabupaten Karimun kepada penulis. "Salah satu penghargaan adalah piagam bagi para guru yang berhasil menerbitkan buku solonya pada tahun 2021," Seingat saya, program pemberian piagam bagi penulis buku ini sudah rutin dilaksanakan oleh pengurus PGRI Kabupaten Karimun. 

Kriteria pemberian piagam adalah, 1) Buku Solo; artinya para guru yang akan diberi piagam hanyalah yang memiliki hasil akrya sendiri. Bukan buku bersama alias Buku Antologi. 2) Terbitan Terbaru; artinya buku yang diterbitkan pada tahun 2021 ini. Buku-buku yang terbit tahun sebelumnya dianggap sudah diberi piagam.

Baguslah jika pemberian piagam penghargaan kepada para penulis buku ini terus dilanjutkan. Bagaimanapun itu akan memompa semangat para guru untuk terus berkarya. Selamat HUT PGRI dan HGN Tahun 2021. Sekali guru berkarya, selamanya berkarya.***


28 Oktober, 2021

Bersumpah kepada Diri Sendiri

Bersumpah kepada Diri Sendiri


HARI Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober, seperti hari, ini merupakan hari yang penting bagi bangsa Indonesia. Tepat 93 tahun yang lalu, 28 Oktober 1928 para pemuda Indonesia bersumpah mengakui tumpah darah yang satu, bangsa yang satu, dan bahasa yang satu yaitu Indonesia. Tidak terbayangkan sebelumnya para pemuda yang terdiri dari banyak suku, bahasa (daerah) dan berasal dari banyak daerah pula, tapi hari itu menyatakan tekad bersatu yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.

Dari kesepakatan itulah terbangunnya kebersamaan. Memperkuat persatuan di tengah jajahan oleh bangsa asing. Sebegitu lama bangsa Indonesia berhasil diadu-domba, dibuat saling benci dan saling serang tapi para pemuda berusaha mengubah itu. Dengan tekad untuk bersatu memperjuangkan kemerdekaan para pemuda mempelopori persatuan yang sebelumnya nyaris mustahil.

Kini memasuki tahun ke-93 catatan emas itu dilewati. Kemerdekaan yang sukses dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 tidak terlepas dari suksesnya bangsa Indonesia merasa bersatu melalui tekad sumpah pemuda. Perjuangan bersama untuk meraih kemerdekaan dilakukan bersama tanpa lagi merasa berbeda antara satu suku dengan suku lainnya. Tidak lagi merasa berbeda meskipun menggunakan bahasa yang berbeda-beda sebelumnya. Rasa bersama itu benar-benar tumbuh dan berkembang sejak sumpah pemuda itu. 

Kita akan terus tentunya rasa bersatu yang terbukti mengantarkan bangsa kita ke pintu gerbang kemerdekaan. Dan telah pula kita isi kemerdekaan itu dengan segala alangan dan rintangan hingga tahun ini. Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini pun kita tetap berkomimen untuk tetap merasa bersama dalam kesatuan Republik Indonesia. Kita baca dan kita dengar, dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun ini, presiden menekankan pentingnya keberagaman dalam membangun Indonesia yang bersatu dan maju bersama dalam menghadapi era digital. 

Tekanan presiden tetap pada fakta keberagaman bangsa kita yang harus tetap bersama membangun bangsa. Kita memang tidak akan menghilangkan fakta keberagaman yang ada. Karena itu pula konsep bhinneka tunggal ika akan terus kita jaga dan pertahankan. Dan memasuki serta membersamai era digital saat ini, presiden mengingatkan agar bangsa kita tidak tertinggal oleh teknologi yang sudah ada sat ini.

Adalah penting bagi kita, anak bangsa yang begini besar dan begini beraneka ragam untuk bersumpah kepada diri sendiri untuk tetap menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa. Segala perbedaan yang ada, entah suku, agama, daerah, selera dan apa saja yang terlihat berbeda, janganlah itu menjadi penggoyah kebersamaan kita. Kita bersumpah kepada diri sendiri, aku adalah anak Indonesia yang akan mempertahankan Indonesia bersama semua anak bangsa yang berbeda-beda tapi akan tetap bersama dan bersatu. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-93.***

27 Oktober, 2021

Praktik Pantun dan Belajar Ekonomi-Akuntansi

Praktik Pantun dan Belajar Ekonomi-Akuntansi


Sebagai guru Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 2 Karimun saya ingin sekali mengajar Ekonomi sebaik yang mampu saya lakukan. Itulah yang selama ini saya coba lakukan. Selain memahami kurikulum, silabus dan bahan-bahan ajar saya juga berusaha memahami dan mempelajari berbagai cara untuk mengajarkan pelajaran itu. Pengelolaan pembelajaran adalah satu hal penting bagi seorang guru. Saya pun berusaha dan belajar bagaimana mengelola kelas dengan baik.

Dulu, awal-awal saya mengajar sebagai tenaga honorer (1998-2005 ) saya bahkan tidak hanya mengajar Pelajaran Ekonomi sesuai ilmu saya di Perguruan Tinggi, STIEKER Yogjakarta. Saya memang bukan Sarjana Ekonomi spesial guru dengan sebutan Sarjana Pendidikan. Saya adalah sarjana ekonomi yang oleh peraturannya boleh memakai gelar SE (Sarjana Ekonomi). Bukan sarjana keguruan. Artinya memang bukan dasar guru awal pendidikan saya di Perguruan Tinggi. Tapi karena saya menyukai menjadi guru akhirnya saya menjadi guru setelah harus mendapatkan Akta-IV sebagai syarat menjadi guru. Itulah SIM (Sertifikat Izin Mengajar) saya sebagai guru. Seingat saya, kecintaan menjadi guru juga saya buktikan dengan ikut mengajar di lembaga bimbel (bimbingan belajar) seperti Primagama.

Setelah resmi menjadi guru di sekolah negeri dengan status PNS sejak puluhan tahun lalu (tepatnya mulai tahun 2006 ) saya semakin serius menjadi guru. Saya tidak ingin dikatakan guru setengah hati. Intinya saya ingin memahami dan mendalami seluk-beluk sebagai seorang guru. Guru tingkat SMA pula, tentu saya tidak mau setengah-setengah hati. Saya serius menjadi guru.

Belakangan saya juga belajar menulis karena seorang guru ternyata wajib mampu menulis. Sejak saya mencoba ikut belajar menulis dan prakatik menulis di berbagai kesempatan saya mencoba belajar membuat puisi dan pantun selain tulisan-tulisan prosa lainnya. Saya belajar membuat artikel opini. Saya mencoba menuliskan pengalaman hidup saya sebagai sebuah memori dalam bentuk buku. Alhamdulillah, sudah ada buku saya tentang memoar berjudul MENJADI GURU BUKAN (TAK) MUDAH yang isinya adalah pengalaman saya menjadi guru dan saat sebelum menjadi guru. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Media Guru. Tentang artikel opini serta puisi juga sudah saya bukukan.

Kini saya membuat pula sebuah buku yang berisi pantun. Yaitu pantun yang berisi tentang pelajaran yang saya ajar, yaitu Ekonomi dan Akuntansi. Sebagai salah satu budaya Indonesia yang saat ini sudah ditetapkan menjadi warisan dunia tak benda oleh Unesco maka saya juga ingin memiliki karya pantun tapi dengan isinya materi ekonomi yang saya ajarkan di sekolah. Kini, jadilah buku saya itu dan sudah terbit dengan judul MENGENAL BANK INDONESIA DAN BELAJAR AKUNTASI DENGAN PANTUN yang alhamdulillah sudah bisa saya pakai untuk belajar bersama ana-anak saya. Buku saya ini diterbitkan oleh Penerbit YPTD tahun 2021 ini. 
 
Ingin juga saya jelaskan bahwa dalam buku pantun ini juga ada sedikit panduan materi ekonomi dan akuntasi. Tidak pantun saja. Pembaca, khsusunya anak-anak sekolah sebaiknya membaca materi itu beriringan dengan pantun yang ada di dalamnya. Dan berikut saya kutipkan dua bait pantun yang terdapat dalam buku saya.  

Ini adalah Pantun Belajar Akuntansi:
Anak dara duduk bersembang
Mencuci daster serta kemeja
Akuntannsi bukan ilmu sembarang
Tunjuk ajar mengelola harta

Pantun Materi Sejarah Akuntansi:
Anngur kering disebut kismis
Enak dimakan buat patri
Sejarah akuntansi bermula di Inggeris
Dengan adanya Revolusi Industri

Bagaimanapun, inilah cara saya untuk berpraktik menulis pantun. Orang Indonesia tentu saja harus mengerti sedikit-banyak tentang pantun walaupun kita bukan guru Bahasa Indonesia atau Guru Sastra. Mengapa? Karena pantun adalah puisi lama yang nota bene berasal dari budaya nenek-moyang kita, orang Indonesia. Dan sebagai guru Ekonomi saya menulis pantun yang berisi pelajaran ekonomi dan akuntansi. Silakan, jika Anda berkenan membaca atau memiliki buku saya ini, saya siap untuk memngirimkannya. Tentu, alakadarnya sebagai biaya cetak mohon dibantu. Boleh, kan saya begitu?Silakan kontak saya di 081364749085. (AZ)

22 Oktober, 2021

Memperingati HSN, "Santri Siaga Santri Bisa"

Memperingati HSN, "Santri Siaga Santri Bisa"


HARI Jumat (22/10/2021) ini kembali diperingati Hari Santri Nasional (HSN). Sebagaimana kita ketahui peringatan HSN tidak lepas dari seruan jihad yang dikenal dengan Resolusi Jihad yang diprakarsai ulama yang juga Pahlawan Nasional K.H. Hasyim Asy’ari. Seruan itu dikumandangkan pada 22 Oktober 1945 silam. Kita tahu waktu itu Indonesia sudah dan baru memproklamasikan kemerdekaan. Sejarah mencatat Belanda dan Sekutu datang lagi ke Indonesia karena ingin tetap menjajah. Maka ulama berseru kepada santri dan seluruh umat.

Tanggal seruan jihad itu dicatat dan dikenang oleh seluruh bangsa sebagai seruan demi bangsa dan Tanah Air, Indonesia. Lalu melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015, ditetapkan bahwa HSN jatuh pada tanggal 22 Oktober. Dan setiap tahunnya diperingati sebagai HSN. Keputusan yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo di Masjid Istiqlal Jakarta, itu menandai bermulanya peringatan HSN secara rutin setiap tahun. Artinya pada tahun 2021 ini sudah untuk yang ke-7 kali diperingati pasca Kepres itu.

Tema HSN biasanya selalu berbeda-beda setiap tahunnya. Untuk tahun ini, seperti dapat dilihat melalui situs kemenag.go.id disebutkan tema HSN adalah Santri Siaga Jiwa dan Raga. Logonya juga digambarkan sebagai orang yang siap-sedia dalam berkarya. Dan semangat itulah yang hari ini digaungkan di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati HSN.

Kabupaten Karimun (Kepri) memperingati HSN dengan mengadakan Upacara Bendera di halaman Kantor Bupati, Karimun, Poros. Bertindak sebagai Inspektur (pembina) Upacara adalah Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq. Dihadiri oleh pejabat utama seperti Forkopimda, Sekda, Kepala OPD dan pejabat dari Kementerian Agama Kabupaten Karimun. Selain para Kepala KUA se-Kabupaten Karimun, Kepala Sekolah di bawah Kemenag dan para guru hadir juga beberapa siswa MA yang ada di Pulau 

Bupati Karimun dalam amanatnya, selain membacakan sambutan Menteri Agama RI juga menyampaikan pesan-pesan khusus kepada para peserta upacara. Secara khusus bupati menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional kepada seluruh santri dan guru di Kabupaten Karimun berkaitan peringatan HSN hari ini. Juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pesantren dan Kemenag Kabupaten Karimun yang telah bersama-sama dalam membangun kabupaten ini.

Tentang isi sambutan Menag RI yang dibacakan bupati dapat dipetik beberapa pesannya, antara lain,  tentang telah ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai HSN oleh Pemerintah RI. Juga menjelaskan
tema HSN tahun 2021 yaitu Santri Siaga Jiwa Raga. Maksudnya para santri harus senantiasa siap lahir dan batin untuk bangsa. Itu bermakna bahwa santri Indonesia berkomitmen seumur hidup untuk istikomah akidah dan siap-sedia membela bangsa. 
 
Upacara bendera dari awal hingga akhir berjalan dengan baik dan lancar. Personel upacara adalah para siswa dan guru di lingkungan Kemenag Kabupaten Karimun. Dan satu hal yang khas pada upacara bendera tahun ini adalah semua peserta dan pelaksana upacara menggunakan kain sarung. Inilah pertama kali pelaksanaan upacara HSN di Kabupaten Karimun dengan peserta dan petugas memakai kain sarung.***

25 September, 2021

Suka-duka Menyelesaikan Skripsi untuk Menembus Sidang Skripsi

Suka-duka Menyelesaikan Skripsi untuk Menembus Sidang Skripsi

Foto setelah sidang skripsi 
20 agustus 2021 

Catatan Hariyanto, SAp
SETELAH selesai seminar proposal skripsi, alhamdulilah proposal saya di-acc. Lalu lanjut ke tahap berikutnya yaitu menyempurnakan skripsi dimana perlu kelapangan untuk mencari data maupun keperluan lainnya agar skripsi ini menjadi lengkap dan bagus.

Sebelum saya melakukan penelitian ke lapangan tepatnya setelah lebaran idul fitri (kalau tidak salah tanggal 3 juni 2021) saya bertemu lagi dengan pembimbing 1 dan 2 yang mana seharusnya apabila setelah selesai seminar proposal harus direvisi paling tidak 2 minggu tapi karena nanggung  karena berdempetan minggu depan mau lebaran jadi saya setelah lebaran saja bertemu pembimbing saya lagi

Pas bimbingan pertama skripsi setelah seminar proposal saya merasa agak santai selali bimbinganya gk seperti pas seminat proposal saya rada takut dan ragu ragu terus. Walaupun terlihat santai bimbingan skripsi pada saat itu bahkan banyak sekali rintangannya nanti bahkan pembimbing 2 saya mengatakan kalau nanti sudah selesai skripsi kamu akan terasa santai dan gk mikir lagi dari situlah saya pengen  cepet aja dan semangat dalam mengejarkannya dan juga kedua pembimbing saya memberitahu saya kalau bimbingan sekali lagi harus lengkapi bab 4 dan 5 juga revisi sedikit bab 1 hingga 3.

Setelah selesai bimbingan itu keesokkan hari saya langsung mempersiapkan penelitian di lapanngan cuma saya sebelum ke lapangan tentu saya harus terlebih dahulu untuk meminta surat izin penelitian dari kesbangpol awalnya pembimbing tidak menyuruh kesana tapi saya inisiatif saya langsung saja ke kantor itu berhubung saya bersama temen dari prodi awalnya gak tau sama siapa bahkan saya ragu ragu gitu  tapi pas ada temen saya berhubung dia mau ke kantor itu jadi saya bareng perginya lalu tibalah di kantor hingga bertanya tanya akhir harus ke lantai 3 untuk mengurus surat izin penelitian juga setelah sampai lantai 3 itu saya bersama temen mengisi berkas berkas agar segera diproses izin penelitian hingga selesai tapi menurut petugasnya bahwa surat itu besok baru siap atau dikabari dengan cepat hingga saya rasa tidak masalah yang penting saya bisa mendapat data itu ditempat penelitian saya.

Keesokkan harinya saya sambil berniaga lalu sambil makan pagi baru mau membuka mulut mau makan langsung hp saya berdering dari kesbangpol bahwa surat saya sudah siap hingga sayapun langsung mempersingkat makan pagi sambil saya wa temen saya itu saking lama responya berkali kali saya me wanya tak direspon tanpa mikir panjang saya sendiri ambil surat itu . Sampai kantor itu saya ambil surat ternyata banyak juga surat tebusan diantara harus antr surat ke kantor bupati, dinas pendidikan, camat , lurah, lalu pihak kampus. Saya awal gak pernah ke kantor instansi itu saya tau nya pas moment acara ucapara hari nasional saja untung saya bersama temen saya rajin bertanya dimana harus diletakan bahkan saya jumpa temen saya di dinas itu kebetulan temen sekolah dulu bahkan temen kuliah juga saat itu pas amtar surat ke dinas pendidikan seluruh pegawai istirahat jadi saya duduk bareng dengan temen saya sambil ngeteh dingin sambil menunggu jam 1.

Setelah selesai saya letak surat ke instansi terkait saya langsung mengerjarkan skripsi ini tanpa mikor panjang. Keesokannya saya ke kantor lurah dimana tempat saya teliti maaf saya tidak menyebutnya disitu saya langsung ketemu lurah berdiskusi panjang lebar hingga bimbingan sebagai mana baiknya setelah dari situ saya langsung mengerjakannya hingga begadang saya dari jam 07.00 hingga jam 01 malam.

Pada akhir pertangahan bulan 7 tahun 2021 saya mulai panik data apa lagi untuk bab 4 ini saking bergadang  beberapa kali saya ubah agar baik sampe saya cari soal-soalan wawancara penelitian ini kepada siapa saja bersedia. Dan pada akhirnya saya wawancara ditempat penelitian saya itu beruntung mereka terbuka sekali bahkan dengan senang hati. Setelah saya wawancara saya langsung bergegas mengerjarkanya kembali tahap demi tahap hingga bab 5 hingga selesai juga sambil mengerjarkan skripsi ini saya kok terbayang sekali mau menyerah karna sangat rumit dibanding saya menyusun proposal penelitian karna skripsi ini harus bener bener tidak boleh bercanda disitu saya mau menyerah bahkan airmatapun menetes tapi saya jadi ingat perjuangan orangtua saya membiayai saya kuliah karena mereka kepengen anaknya berpendidikan lebih tinggi lagi karna setahu saya orangtua saya maaf sekali hanya sampe SD.

Dari itu saya termotivasi untuk segera menyelesaikannya. Hingga besok setelah selesai membuat skripsi saya tentu bimbingan tidak salah awal agustus saking lama tidak bimbingan. Selama bimbingan hari demi hari masalah saya tidak terlalu jauh pas proposal yaitu penulisan seperti titik, koma, bahkan jaraknya. Pas ada pengumuman bahkan skripsi terakhir antara tanggal 24 -31 agustus 2021 saya langsung tancap gas lagi walau rada bosen sebenernya masalah gk jauh jauh dipenulisan padahal saya anggap ini sepele sekali tapi memang harus jangan anggap remeh bahkan saya sampe kepikiran kenapa  selalu revisi dibagian ini mungkin supaya skripsi saya enak dipandang barang kali begitu.

2 minggu jelang mau sidang saya masih bimbingan skripsi saya juga terkadang pada malam hari terbayang pengen cepat berakhir skripsi ini sambil merenung bahkan juga sambil mengerjakan sampe sebisa saya, sayapun bertekad ini pasti akan berakhir dengan baik.

Saya ingat sekali pas seminggu jelang mau ujian itu setelah selesai bimbingan sudah oke saya disuruh cek turnitin dalan arti kata supaya skripsi saya ini tidak meniru katakanlah begitu. Pada sore hari saya dapat pesan wa dari pembimbing 2 saya tidak pesan begini hariyanto kamu udah cek turnitin dan kalau bisa kamu ujian hari jumaat soalnya saya mau senin tidak ada dikampus saya ijin berangkat. Setelah mendapatkan pesan dari pembimbing 2 saya  merasa langsung berusaha mikir ditengah saya belanja lauk pauk untuk makan malam hingga saya bertanya dalam hati gimana ya cara bisa menurunkan persen skripsi pertama dikirim dengan 67%.

Sampe pulang kerumah saya langsung membuka laptop untuk mengubah kata demi kata dari kata umum supaya menjadi kata khusus supaya bisa menurunkan ke 60% setelah selesai saya kirim kembali di cek ternyata 62% setelah itu saya ngedrop banget jadi males mau melakukan lagi. Sekitar abis isya saya kekonter temen kebetulan dia ada jasa untuk ngeprint karena saya tidak mempunyai print sebelum saya udah kontak wa dia terlebih dahulu.pas pergi saya liat didaerah konter temen saya itu pas banget mati lampu jadi saya pasrah mau ngeprint karna besok harus dicek kembali.

Setiba dikonter itu baru mau buka tas langsung hidup lampunya sayapun dengan senang sekali mungkin karena saya sabar menjalaninya, pas saya buka wa ternyata temen saya ini udah wa saya gk salah bunyinya"oke silahkan tapi tempat kami mati lampu wak", cuma untungnya hidup pas moment saya print kebetulan temen saya ini temen SD dia sudah hampir 2 tahun buka konternya. Selama berada konter tersebut sambil menunggu print siap saya sempat berbicara tentang masa masa sd penuh kenangan bahkan sampe bercanda juga.

Pada pagi harinya saya memulai makan pagi setelah itu masih baring baring saja bahkan masih main hp sampe di wa pembimbing 1 saya gak salah bunyi gini "assamualaikum.. Gimana cerita? Saya ketik menjawab " Masih gitu aja bu gak turun turun saya udah gak semangat lagi" Lalu dia mengatakan lagi kesaya "kamu jumpa saya sekarang " Saya tentu membalas "siap bu". Saya langsung bergegas kemas kemas apa saja perlu lalu saya langsung pergi kekampus.

Setiba di kampus saya jumpa pembimbing 1  lalu mengecek saya punya skripsi saya juga disuruh sama pembimbing saya untuk daftar sidang skripsi. Untung juga saya bawa apa apa saja persyaratanya sambil saya mengurus persyaratanya saya dipanggil sama pembimbing saya bahwa saya sudah ikut ujian juga kebetulan saya dapat hari jumaat karena pembimbing saya ke 2 mau berangkat pada senin tentu saya kaget dan dag dig dug padahal hari kamis itu saya langsung kembali mengurus persyatan itu bahkan saya masih ragu bagaimana buat powerpointnya saya juga masih ragu waktu seminar saja powerpoint kurang menarik apa lagi pas sidang.

Setelah selesai saya langsung kembali kerumah tidur  sebentar sekitar jam 16.30. Pada jam 07 malam saya langsung membuka laptop untuk belajar skripsi saya agar sidang besok lancar dan mudah. Setelah itu saya tidur sampe bangun jam 06.30 pagi. Jam 07.00 pagi saya baru ingat saya belum membuat Powerpoint untuk sidang skripsi jam 1.00 siang bahkan saya kalang kabut bagaimana buat powerpoint yang pas bahkan jelas saya sambil kontak temen saya gimana caranya eh malah diread aja tanpa direspon. Saya diam sejenak beberapa saat.

Setelah diam sejenak saya mendapat ide sebelum mengerjakannya saya melihat youtube untuk mempelajarinya tapi alhamdulilah akhirnya saya bisa juga belajar lalu saya coba buat sampe selesai jam 11 siang bahkan saya gak nyangka bisa siap juga harus jauh jauh hari karena ini mepet saya gas saja untuk bagus apa tidaknya ya liat saja nanti.

Setelah selesai sholat jumaat saya bergegas pergi kebetulan hujan rintik rintik kecil saya berangkat dengan mobil kebetulan mobil itu temen bapak saya juga dia sudah 4 tahun mengantar saya kuliah.

Selama dalam perjalanan saya gak kepikiran takut atau dag dig dug saya cuma memikirkan apa kah saya bisa bahkan juga saya membaca surah surah pendek dan bershlawat.

Setibanya dikampus saya memulaikan sidang skripsi  dengan waktu ditentukan saya mempresentasikan penelitian saya dengan baik setelah itu tanya jawab saya bahkan tidak konsen pas tanya jawab entah kenapa bisa begitu sampai setelah selesai saya disuruh keluar oleh penguji selama 5 menit karena mereka sedang menentukan nasib saya , saya tentu keluar bahkan ada temen saya yang hadir saya pas keluar gak mikir kemana saya hanya memikirkan nasib saya. Setelah selesai saya dipanggil masuk nah disitu penguji memberikan penilaian nya seinget saya penguji bilang ke saya bahwa skripsi saya tidak layak dan harus mengulang saya juga sampe menetes air mata sebenernya saya gak mau tapi karena saya ingat perjuangan orangtua saya membiayai saya jadi menangis tanpa disadari bahwa saya itu sebenarnya diprank sama penguji namun ternyata saya lulus ujian ini dan ada revisi sedikit.

Saya sangat gembira sekali selesainya sidang skripsi. Saya sangat sangat bersyukur dan bangga. Ini waktu amat penting dan membuat saya bangga, 20 agustus 2021/ 13.30 wib.







22 September, 2021

Suka-duka Menyelesaikan Proposal Skripsi untuk Menembus Seminar proposal

Suka-duka Menyelesaikan Proposal Skripsi untuk Menembus Seminar proposal

Sidang seminar proposal skripsi

Catatan: Hariyanto, S Ap
PADA saat saya sudah menyelesaikan teori dan pratik (magang/PKL dan KKN) tentu terap berikutnya yaitu skripsi. Inilah tugas akhir yang sangat berat bagi mahasiswa semester akhir terutama saya pribadi. Waktu itu saya masih bingung karena masih belum menemukan masalah untuk penelitian skripsi butuh waktu 2 minggu bahkan hampir menangis,  bagaimana cara untuk mendapatkan masalah untuk penelitian. Pada akhirnya saya mendapatkan masalah untuk penelitian skripsi yaitu masalah pada pelayanan khususnya wilayah tingkat IV. 
Seiring waktu berjalan dalam penyusunan skripsi ini saya dibimbing oleh dua orang dosen hebat. Saya tentu sangat gembira mendapatkan dua orang dosen pembimbing yang sangat mumpuni dan berpengalaman. Namun ini sangatlah tidak mudah karena saya pada saat itu ada beberapa kali revisi terutama pada bagian bab I dan III.  Bahkan di setiap bimbingan pun masalahnya sama padahal harusnya diperbaiki tapi itulah masalahnya tetap sama. 

Saya pun sampai hampir menangis putus harapan karena revisi lagi pada bagian bab I dan bab III. Namun saya tidak putus asa dengan doa saya pada akhirnya mendapatkan ide untuk berubah total bab I sesuai dengan keinginan pembimbingan hingga bab III sehingga saya pun meminta tolong dengan teman teman saya memahami bab III ini. 

Pada saat seminggu sebelum sidang proposal skripsi pada saat itu bulan ramadhan saya terus merevisi penulisan agar terlihat rapi dan bagus dipandang. Namun saya hampir sangat berputus asa merasa tidak sanggup menjalaninya saya merasa takut sekali sidang proposal nanti. Tapi dengan sabar dan tulus saya harus siap menghadapinya walau itu sulit. 

Pada saat itu  sebelum sidang proposal skripsi saya mendaftar untuk sidang proposal hingga harus menlengkapi syrat-syarat harus dipenuhi bahkan saya bolak balik ke rumah, ke kampus bahkan terik matahari semakin panas dan merasakan haus dan lapar dimana saat itu bulan ramadhan dan perlu sabar. Namun saya alhamdulilah karena rajin bolak balik dalam mengurus persyaratan sidang proposal skripsi saya akhirnya bisa mengikuti sidang proposal skripsi.

Keesokan harinya, tepat setelah sholat dzuhur saya mulai sidang proposal skripsi saya awalnya takut dan ragu bagaimana cara menjawab yang pas dalam persidang itu saya hanya menjawab dengan sebisa saya bahkan saya dalam sidang itu saya tidak terfokus dalam sidang tersebut dan alhamdulilah pada akhirnya selesai juga sidang pertama hingga saya perlu merevisi untuk tahap selanjutnya. (bersambung)

26 Agustus, 2021

Menjadikan Guru Sebagai Keluarga Besar Keluarga Literasi

Menjadikan Guru Sebagai Keluarga Besar Keluarga Literasi


JIKA dihitung jumlah guru di Indonesia ada sebanyak 4.107.465. Itu gabungan guru yang berada di bawah Kemdikbud dan Kemenag, baik PNS maupun honorer. (http://bangimam-berbagi.blogspot.com/). Sementara angka lain, 4.189.121 orang per Desember 2019, ini menurut data BPS.  Dua data itu tidak terlalu jauh selisihnya. Angka pastinya tentu saja tidak mudah karena perubahan itu bisa lebih cepat dari pada yang diperkirakan. 

Membaca data, itu ternyata jumlah guru lebih banyak dari pada jumlah pegawai instansi lainnya. Dari 4,3 juta PNS (ASN) guru berjumlah hampir 3 juta orang. Pesisnya ada sebanyak 2.920.672 orang guru (Data Semester Genap 2019/ 2020). Itu data 11 Mei 2020 untuk semua satuan pendidikan.
Setiap daerah, per provinsi, misalnya tentu saja angkanya berbeda-beda. Kalau melihat data di Kepri 29 ribu, Karimun 4 ribu  maka dapat dibayangkan betapa banyaknya PNS, khususnya guru.

Tulisan ini tidak bermaksud membahas jumlah PNS aatau jumlah guru secara angka-angka. Saya ingin mengajak kita melihat jumlah guru yang begitu besar dikaitkan dengan usaha meningkatkan melek literasi bangsa, khususnya di daerah kita. Dan lebih terkhusus literasi dalam keluarga. Mengapa guru dan keluarga? Karena guru, itu di satu sisi adalah sebuah bagian dari keluarga dan di sisi lain sebagai guru dia juga mempunyai massa, yaitu siswa dan teman-teman guru itu sendiri.

Dengan jumlah guru yang begitu banyak jika semuanya adalah praktisi literasi bayangkan betapa besar pengaruhnya kepada literasi itu sendiri. Dari sisi guru, keluarga guru dan siswa-siswi guru tentu saja akan terpengaruh langsung. Dari sisi siswa (peserta didik) sendiri sudah pasti akan terbawa arus secara langsung. Dan jangan lupa, masyarakat di sekitar guru juga akan saling mempengaruhi.

Oleh karena itu, usaha meningkatkan dan mengembangkan literasi bangsa mulailah dengan literasi keluarga. Lalu menjadikan guru sebagai keluarga besar literasi dalam keluarga besar guru di Tanah Air. Andai saja keluarga besar literasi itu adalah keluarga besar ASN, sungguh lebih dahsyat lagi jumlah literat bangsa kita. Saat itu, tidak mungkin tingkat literasi bangsa tetap saja di bawah bangsa-bangsa lainnya. Semoga tercapai suatu saat nanti.***

14 Agustus, 2021

Catatan Singkat Mengenang Lahirnya Gerakan Pramuka

Catatan Singkat Mengenang Lahirnya Gerakan Pramuka


GERAKAN pramuka atau dulunya dikenal sebagai Gerakan Kepanduan setiap tahun selalu diperingati. Kita, bangsa Indonesia memperingatinya setiap tanggal 14 Agustus seperti hari ini. Seperti sudah kita tahu gerakan seperti ini juga terdapat di berbagai negara di dunia dan tentu saja memiliki sejarah panjangnya masing-masing. 

Untuk sebutan gerakan pramuka Internasional dikenal  istilah scouting atau scout movement. Sebagaimana kita sudah ketahui dan dapat pula dibaca diberbagai sumber bahwa gerakan ini dicetuskan oleh Robert Baden-Powell, seorang anggota Angkatan Darat Inggris. Mengutip kabar24.bisnis.com  disebutkan bahwa antara tahun 1906-1907, ia menulis buku Scouting for Boys. Buku ini pada intinya merupakan panduan bagi remaja untuk melatih keterampilan dan ketangkasan, cara bertahan hidup, hingga pengembangan dasar-dasar moral.

Cikal-bakal gerakan pramukan yang dicetuskan Robert Baden-Powell inilah kemudian menyebar ke seluruh dunia dan menjadi gerakan kepanduan. Di Indonesia sendiri sebagaimana sudah sama-sama kita maklumi disebut dengan Gerakan Pramuka. Sekadar informasi kita kembali, hari lahir Robert Baden-Powell --22 Februari-- disepakati dunia untuk diperingati sebagai Hari Pramuka Internasional. Baden Powell lahir di London pada 22 Februari 1857.


Masih menurut kabar 24.bisnis.com bahwa anggota kepanduan di seluruh dunia lebih dari 50 juta orang yang tersebar di 200-an negara dunia. Indonesia mempunyai anggota pramuka terbesar di dunia ini. Anggota pramuka Indonesia sendiri saat ini berjumlah 25 juta orang di antara 54 juta anggota pramuka dunia. Itu menurut data yang disiarkan oleh situs rmolsulses.id  hari Sabtu (15/08/2020) setahun yang lalu. 

Sejarah Pramuka di Indonesia memang bermula dari Gerakan Kepanduan Indonesia yang sudah ada sejak zaman kolonial Hindia Belanda. Tahun 1916, Mangkunegara VII di Surakarta memprakarsai berdirinya Javaansche Padvinders Organisatie. Setelah itu, bermunculan gerakan-gerakan sejenis yang dikelola oleh organisasi-organisasi pergerakan, sebut saja Hizbul Wathan (Muhammadiyah), Nationale Padvinderij (Boedi Oetomo, Sarekat Islam Afdeling Padvinderij (Sarekat Islam), Nationale Islamietische Padvinderij (Jong Islamieten Bond), dan lain-lain. 

Menurut Panduan Museum Sumpah Pemuda (2009), Gerakan Kepanduan di tanah air yang berlingkup nasional dimulai pada 1923 dengan berdirinya Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) di Batavia, lalu dilebur menjadi Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) pada 1926.

Istilah Pramuka (Praja Muda Karana) resmi digunakan untuk menyebut Gerakan Kepanduan Nasional baru terjadi cukup lama setelah Indonesia merdeka. Tepatnya pada 14 Agustus 1961. Menurut beberapa sumber idenya bermula dari gagasan Presiden Sukarno yang ingin menyatukan seluruh gerakan Kepanduan di Indonesia. Akhirnya setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka. 

Misi utama gerakan Pramuka adalah untuk mendidik pemuda dan pemudi Indonesia, dari usia anak-anak, demi meningkatkan rasa cinta tanah air dan bela negara. Istilah Pramuka dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX, terinspirasi dari kata Poromuko yang berarti pasukan terdepan dalam perang. Namun, kata Pramuka diejawantahkan menjadi Praja Muda Karana yang berarti “Jiwa Muda yang Gemar Berkarya”.

Sultan HB IX menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pertama dan terpilih kembali sampai 4 periode selanjutnya hingga tahun 1974. Ia berjasa melambungkan Pramuka Indonesia hingga ke luar negeri. Maka, gelar Bapak Pramuka Indonesia kemudian disematkan kepada Raja Yogyakarta ini. Beberapa Ketua Kwarnas lainnya antara lain, Sarbini, Mashudi, Hemawan Sutanto, Rivai Harahap, Azrul Azwar, Adyaksa Dault dan saat ini adalah Budi Waseso.

Bersamaan hadirnya 14 Agustus hari ini, kembali kita ucapkan Selamat HUT Gerakan Pramuka ke-60 tahun 2021. Salam Pramuka, mari kita bertekad bahwa kedisiplinan, kepedulian, dan rasa tak gentar menghadapi rintangan yang merupakan jiwa dari Pramuka kiranya tetap kita jaga di jiwa dan tidanakan kita.

14 Juli, 2021

Covid Membuat Sakit atau Kreatif

Covid Membuat Sakit atau Kreatif


SEBAGIAN orang menyebut era pandemi covid membuat orang semakin kreatif. Tadinya tidak bisa  mengoperasikan laptop, kini bisa karena wajib. Tadinya tidak bisa belajar sistem daring (online) kini harus bisa karena tidak boleh bersemuka. Tadinya belum familiar dengan video call, zoom meeting, dan banyak lagi kini justeru menajdi keseharian. 

Di sebelahnya ada pula yang menyatakan, covid menciptakan banyak penyakit. Multi penyakit. Covid sebagai virus yang membawa penyakit sesak nafas, hilang indra penciuman, sakit persendian, sakit kepala dan banyak sakit lainnya. Selain itu konon pula menciptakan penyakit yang bertali-temali dengan pikiran dan perasaan. Tersebab covid datang penyakit risau, takut, khawatir, pemarah dan entah apa lagi. 

Bagaimana dengan pendidikan kita? Apakah juga berpengaruh baik atau sebaliknya? Yang pasti, kebiasaan belajar tatap muka tidak mudah mengubahnya menjadi belajar jarak jauh. Kini justeru dikatakan, kita akan kehilangan anak-anak hebat karena guru tidak mampu membuatnya hebat. Kesimpulan ini juga datang dari yang memandang covid sebagai penyakit atau mendatangkan penyakit.

Sementara yang memandang covid biasa-biasa saja, justeru guru katanya kian kreatif. Doses juga dan guru besar juga sama. Para guru, konon tidak risau belajar dengan daring. Toh suara bisa didengar peserta didik dengan menggunakan video call atau zoom meeting. Menjelaskan materi pelajaran pun lebih mudah. Selain waktunya fleksibel juga bisa di tempat manapun. Wow benarkah?

Bincang-bincang dengan beberapa guru justeru kebanyakannya berharap segera covid berlalu agar belajar tatap muka segera dapat kembali dilaksanakan. "Sangat, sangat tidak efektif belajar daring dalam kondisi dan fasilitas saat ini," kata beberapa guru yang kebetulan ngobrol dengan saya. "Omong kosong jika guru dikatakan suka belajar daring, jika bermaksud mengajar dan mendidik dengan baik dan benar." Itu penegasan rekan-rekan guru yang semakin risau dengan lamanya covid di negeri ini.

Kalau menyimak harapan orang tua, juga setali tiga uang dengan harapan guru yang menginginkan segera anak-anak kita kembali ke bangku sekolah. Baik yang disampaikan langsung ke sekolah melalui komite sekolah atau menghubungi para guru, maupun yang terbaca di medsos, begitu banyaknya orang tua yang menginginkan anaknya kembali ke sekolah.Segera belajar tatap muka dilaksanakan.

Kalau begitu, sesungguhnya sebagian (besar) orang tua dan guru lebih menyukai proses pembelajaran itu dilaksanakan seperti dulu kembali. Seperti saat covid belum ada. Setelah dua tahun bersama pandemi covid ternyata lebih banyak kesulitannya dari pada kemudahannya. Jikapun ada sebagian (kecil) guru yang menganggap covid tidaklah menjadi masalah, itu juga fakta sebagian dari kita. Jadi, apakah covid membuat dan mendatangkan penyakit atau membuat kreatif sepenuhnya tergantung kepada masing-masing orang juga.***

22 April, 2021

Hari Kartini Diperingati, Sudahkah Kita Melakukannya?

Hari Kartini Diperingati, Sudahkah Kita Melakukannya?


BARU saja kita memperingati Hari Kartini, Rabu (21/04/2021) kemarin. Hari Kartini kita peringati sebagai wujud mengenang jasa Ibu Kartini yang lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Dalam usianya yang singkat --meninggal dalam usia 25 tahun-- jasanya begitu besar khususnya dalam perjuangan emansipasi wanita.

Untuk mengabadikan jasa belyau itulah Presiden Sukarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Sudah sama-sama kita baca dalam buku sejarah bahwa R. A. Kartini merupakan sosok wanita tangguh yang mendasari adanya emansipasi wanita di Indonesia. Kartini yang dari kecil merasa tidak bebas untuk menentukan pilihannya dan juga merasa diperlakukan berbeda dengan saudara maupun teman-teman prianya, serta merasa kurang adil dengan kebebasan teman-teman wanitanya yang berada di luar negeri khususnya dengan para wanita Belanda maka Kartini merasa dia harus berjuang untuk masalah itu.

Hal tersebut menumbuhkan keinginan dan tekad di dalam hatinya untuk menjadikan para wanita di Indonesia juga mempunyai persamaan derajat yang sama dengan laki-laki. Menurut pemikirannya setiap wanita juga mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Dan untuk mewujudkan keinginannya itu, Kartini mendirikan sekolah gratis untuk anak gadis di Jepara dan Rembang.

Di sekolah inilah diajarkan pelajaran menjahit, menyulam, memasak, dan sebagainya. Sekolah gratis yang didirikan oleh Kartini, itu kemudian diikuti oleh wanita-wanita lainnya dengan mendirikan ‘Sekolah Kartini’ di berbagai tempat lain, seperti di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, dan Cirebon. Perjuangan dan tekad Kartini untuk menyamakan derajat kaum wanita dengan kaum pria telah membuahkan hasil, yaitu dibuktikan dengan berkembangnya sekolah-sekolah untuk wanita.

Menjadi beban dan tanggung jawab sendiri bagi kita saat ini, tidak hanya wanita, bagi pria juga menajdi tanggung jawab bersama untuk terus berlanjutnya usaha perjuangan persamaan hak bagi semua orang. Dengan semuanya diperlakukan sama, maka semuanya akan merasa bertanggung jawab dalam memajukan bangsa dan Negara. Sudahkah kita melakukannya?***
Dari Berbagai Sumber  

31 Maret, 2021

Positif Covid Muncul Lagi, Sekolah Tetap Dibuka

Positif Covid Muncul Lagi, Sekolah Tetap Dibuka


ITULAH judul salah satu berita di media online hari ini di daerah saya, Kabupaten Karimun. Tentu saja itu bukan berita gembira. Tidak diharapkan. Sama sekali tidak diinginkan. Namun informasi yang ditulis radioazam.id dan beberapa media lain, itu adalah fakta. Membuat gundah pastinya. "Kasus Positif Covid-19 Terbaru Jadi 7 Orang, Disdik Karimun Tetap Perbolehkan Sekolah Tatap Muka," begitu bunyi lengkapnya judul berita tersebut.

Berita baiknya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun tetap masih memberikan izin kepada semua sekolah untuk belajar tatap muka di dalam kelas. Artinya, meski kasus positif covid-19 di Kabupaten Karimun masih ada dan malah belakangan bertambah dari semula beritanya dua orang, kini sudah tujuh orang, Pemda Kabupaten melalui Disdik belum mencabut izin belajar tatap muka. Kiranya tetap diizinkan dan pasien covid segera sembuh dan tidak bertambah.

Tentang izin belajar tatap muka dalam situasi terkini, itu dikatakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Fajar Horison langsung. Katanya belum ada instruksi untuk menutup sekolah di wilayah Pulau Karimun, yang merupakan kawasan positif covid-19 saat ini. Maksudnya tentu perintah bupati.

“Kasus positif covid-19 yang terjadi saat ini, hanyalah transmisi lokal. Sehingga belum ada kebijakan dan belum ada instruksi untuk menutup sekolah,” begitu dia menjelaskan sebagaimana dikutip oleh beberapa media berita di sini hari Senin (29/3/2021) kemarin. Nyatanya, hingga hari Rabu (31/03/2021) ini semua sekolah di Kabupaten Berazam tetap buka sebagaimana sebelumnya. Protokoler kesehatan tetap juga diterapkan.

Lebih jauh Pak Fajar mengatakan bahwa kasus yang terjadi saat ini merupakan klaster dari perjalanan luar kota. Sehingga jika terjadi penyebaran atau transmisi lokal, barulah Pemerintah mengambil tindakan, apakah akan ditutup sementara semua sekolah atau ada kebijakan lain. Begitu dia menjelaskan perihal munculnya pasien covid-19 beberapa hari ini setelah sebelumnya dinyatakan sudah nol.

Untuk itu dia menegaskan sekaligus mengingatkan kepada semua sekolah, agar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat melaksanakan proses belajar mengajar di kelas. Ketentuan yang saat ini diberlakukan seperti mengurangi jumlah muatan ruang kelas, mengurangi lamanya jam belajar dan penerapan protokoler kesehatan lainnya wajib terus dilaksanakan.

Di pihak lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Pak Rahmadi menjelaskan, data terbaru saat ini terjadi penambahan dua kasus positif covid-19, dari sebelumnya ada lima kasus. Makanya saat ini menjadi tujuah orang. “Jadi total saat ini ada tujuh kasus positif covid-19 yang kesemuanya merupakan warga di Pulau Karimun.” Jika orang tua ditanya, tetap ingin anak-anaknya berada di sekolah pada jam-jam sekolah.*** (mrasyidnur)

05 Maret, 2021

Pentingnya Pendampingan Konsultan untuk Kemajuan Pendidikan

Pentingnya Pendampingan Konsultan untuk Kemajuan Pendidikan


Catatan M. Rasyid Nur

SEJAK lebih dari satu tahun lalu YDM (Yayasan Darul Mukmin) Kabupaten Karimun mengundang KPI (Kualita Pendidikan Indonesia) yang berpusat di Surabaya untuk datang ke Karimun. Pembina YDM (kita sebut Darul Mukmin saja), Dr. Muhammad Hasbi menginginkan Darul Mukmin melalui sekolah Darul Mukmin bisa lebih baik lagi. Dia berharap KPI ikut langsung melihat dan memlototi sekolah-sekolah yang ada di bawah Darul Mukmin untuk diawasi langsung. Tentu saja setelah disepakati dan ditandatangi kesepakatan kerja sama antara Daul Mukmin dengan lembaga konsultan pendidikan ini.

Ada tiga sekolah (formal) di bawah Kemdikbud (TK, SD dan SMP IT) dan satu sekolah di bawah Kemenag (MDA/ TPQ) yang dikelola Darul Mukmin. Yayasan ingin sekolah-sekolah itu dapat memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Karimun khususnya atau masyarakat Indonesia pada umumnya jika ingin menyekolahkan anaknya di DArul Mukmin. Orang tua yang ingin anaknya didik di sekolah terbaik dengan budaya alquran dapat merasa puas ketika anak-anak mereka disekolahkan di Darul Mukmin. Itulah maksud pendampingan yang dilakukan oleh KPI.

Tentu saja Darul Mukmin harus merogoh ‘saku keuangan’ agak lebih dalam. Dengan durasi kontrak kerja sama paling sedikit satu tahun (12 bulan) untuk setiap sesi pendampingan, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Darul Mukmin wajib membayar iuran bulanan selama satu tahun dan membiayai setiap tim KPI datang langsung ke Darul Mukmin melaksanakan sesi pendampingannya. Sekurang-kurangnya dua orang setiap kali datang ke Karimun wajib ditanggung ongkos transportnya (Surabaya-Batam, pesawat dan Batam-Karimun, kapal laut) oleh Darul Mukmin. Termasuk menanggung biaya akomodasi (hotel) dan tansportasi selama di Karimun serta makan-minumnya. Biasanya 2-3 hari untuk setiap kali datang. Sementara dalam satu tahun biasanya sampai enam kali pertemuan tatap muka.

Pendampingan untuk tahap pertama yang dimulai tahun 2019/ 2020 lalu telah dilaksanakan untuk SD IT Darul Mukmin. Sebagai konsultan KPI membedah sekolah ini dari hulu ke hilir. Dari perencanaan hingga pelaksanaan dan penilaian (evaluasi) KPI mendampingi para guru dan Kepala Sekolah. Seperti apa seharusnya sekolah ini berjalan sesuai SNP (Standar Nasional Pendidikan) plus Standar JSIT dan KPI, itulah yang dilakukan selama pendampingan. Alhamdulillah, sekolah ini mendapatkan pengetahuan dan pengalaman sangat penting dalam usaha pengelolaan sekolah dengan baik. Selama satu tahun Tim KPI melaksanakan program pendampingannya terasa sekali perubahan signifikan oleh warga sekolah berbanding sebelum pendamping.

Tahun berikutnya pendampingan dilaksanakan untuk pengurus yayasan. Dan yang saat ini berjalan adalah pendampingan untuk manajemen yayasan. Pertmuan dua hari (Kamis-Jumat, 4-5/ 3/ 2021) ini adalah pertemuan kedua secara ‘tatap muka’ setelah pertemuan sebelumnya dua bulan yang lalu. Pertemuan-pertemuan online juga dilaksanakan. Tugas-tugas yang diberikan pada pertemuan pertama, direvew pada pertemuan ini. Mulai penyusunan AD/ ART Yayasan sampai kepada penyusunan Renstra dan Program sekolah. itulah yang dilaksanbakan dalam dua hari ini.

Akan ada empat petemuan tatap muka lagi dalam durasi 12 bulan dan beberapa kali pertemuan online (daring) antara KPI dengan manajemen yayasan serta pimpinan unit (sekolah) yang ada di bawah Darul Mukmin. Sebagai salah satu pengurus di YDM saya ikut langsung membersamai kegiatan ini dengan para pengurus (manajemen) Darul Mukmin dan para Kepala Sekolah serta guru-guru yang dilibatkan oleh Kepala Sekolah.

Dari beberapa kali pendampingan untuk unit (SD IT Darul Mukmin) dan setelah dua kali kegiatan pendampingan untuk yayasan dapat saya simpulkan bahwa kegiatan pendampingan ini memang sangat penting untuk kemajuan pendidikan, khususnya di Darul Mukmin. Bahkan boleh jadi akan berimbas positif juga bagi sekolah-sekolah lain yang berdekatan dengan sekolah Darul Mukmin. Diharapkan keluarga besar Darul Mukmin, khususnya orang tua siswa di sekolah-sekolah Darul Mukmin mendukung penuh program pendampingan ini. Semoga!***