Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

6 Sep 2022

Memahami Jam Tugas dan Jam Dinas

Memahami Jam Tugas dan Jam Dinas


BAGI seorang pegawai, PNS (ASN) dan honorer (Non ASN) maupun pegawai Yayasan atau pekerja di sebuah perusahaan yang fungsi dan tugasnya sudah ditetapkan akan terikat dengan jam tugas atau jam kerjanya itu. Jam tugas atau jadwal tugas adalah daftar kegiatan yang diberikan kepada seseorang sesuai tugas dan fungsinya. Seorang guru, misalnya diberi jam mengajar sejumlah tetentu dan ditetapkan jadwal mengajarnya pada jam dan hari tertentu pula. Begitu juga profesi lainnya. Lazimnya mengacu kepada Undang-undang yang mengaturnya.

Sebagai seorang pegawai atau karyawan diwajibkan berada (hadir) di kantor atau lembaga yang memberinya tugas. Kehadiran seperti itu dikatakan sebagai jam dinas atau jam kehadiran di institusi. Ada pula jam tugas sesuai pekerjaan yang sudah ditetantukan. Seorang guru akan melaksanakan tuags mengajarnya sebagaimana tercantum dalam jadwal mengajar yang disusun dan ditetapkan sekolah. Itulah jam tugas.

Tentang jam dinas atau jam kehadiran di institusi juga ditetapkan berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Lazimnya antara 37,5 - 40 jam (a 60 menit) per pekan. Sekurang-kurangnya selama jam itu seorang karyawan wajib berada di institusinya. Seorang guru, ada atau tidak ada jam tugas (mengajar) di dalam kelas tetap saja harus berada di sekolah selama jam itu. Inilah yang disebut sebagai jam dinas.

Sementara jam tugas bisa lebih sedikit dari pada jam dinas yang ditetapkan. Seorang guru yang mengajar sebanyak 24 jam pelajaran dengan durasi selama 35-45 menit setiap jam pelajaran bisa saja tidak cukup selama 37,5-40 jam kumulasi jam mengajarnya. Namun, kekurangan itu tidak menjadi sebuah kesalahan bagi seorang guru selama dia masih tetap berada di sekolah selama jam dinasnya.

Sesungguhnya jam tugas bagi seorang guru tidak semata hanya mengajar atau membimbing di dalam kelas. Seorang guru dapat diperhitungkan jam tugas di luar kelas sebagai jam tugas yang diwajibkan kepadanya. Seorang guru yang mendapat tugas tambahan seperti Wakil Kepala Sekolah atau tugas lainnya yang masih berkaitan dengan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai guru dapat saja tugas tambahan itu menjadi tugas yang diperhitungkan sebagai jam tugas atau jam mengajar bagi seorang guru.

Hal penting yang harus dipahami oleh kita --jika kita adalah pegawai-- adalah bahwa setiap pegawai atau karyawan sudah memahami bahwa jam dinas adalah jam wajib yang melekat pada diri seorang pegawai itu dan yang akan menjadi persyaratan dibayar atau tidak dibayarnya hak-haknya sebagai karyawan atau pegawai. Oleh karena itu seorang karyawan seperti guru, misalnya tidak cukup hanya berada di sekolah selama melaksanakan tugas mengajar saja. Jika pun tidak ada jam mengajar (jam tugas) tetap juga wajib berada di sekolah sekurang-kurangnya dalam alokasi waktu yang sudah ditentukan.***

9 Agu 2022

Berita Sedih Menambah Sedih

Berita Sedih Menambah Sedih


Catatan M. Rasyid Nur

KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, H. Sugianto menyatakan rasa kecewanya sekaligus mengecam perbuatan tak 'senonoh' seorang guru (SD) di Pulau Kundur. Sedih, guru yang sejatinya untuk digugu dan ditiru malah melakukan perbuatan 'tak elok' kepada siswanya. Mirisnya, tidak cukup satu siswa, tapi ada belasan siswa yang menjadi korbannya. Itulah berita dari beberapa media di Kabupaten Berazam, Karimun beberapa hari yang lalu.

Mengutip pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, seperti disiarkan oleh laman web radioazam.id dia mengatakan, “Kami, Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun sangat kecewa, dan mengecam perbuatan pelaku yang merupakan seorang guru namun melakukan tindakan asusila, bahkan tega mencabuli muridnya sendiri.”  Sedih kita membaca pernyataan seperti itu. Bagi kita sebagai guru, perbuatan guru, itu tentu saja tidak mencerminkan prilaku seorang guru. Guru itu pastinya memiliki moral yang layak ditiru siswa dan masyarakat secara umum.

Sebagai pengayom dan penanggung jawab pendidikan di Kabupaten Karimun, Pak Sugianto mengarahkan agar sebelum ditangani kepolisian, terlebih dulu dilakukan mediasi dengan orang tua korban, bersama pelaku dan sekolah, agar tidak terulang kembali kasus serupa. Itu harapan orang nomor satu di bidang pendidikan kabupaten. Sudah pasti perbuatan ini akan mencoreng dunia pendidikan di daerah ini, khususnya dan di Indonesia umumnya. Harapan semua orang, kiranya guru menjadi sosok teladan yang memberikan pelajaran, bimbingan, arahan demi masa depan anak-anak akan jauh panggang dari api dengan kasus ini.

Terlepas dari sifat khilaf dan teledor dari guru itu, kini kasusnya sudah terjadi. Nama sekolah, nama guru dan nama daerah sudah ternoda oleh perbuatan itu. Sedih, pasti sedih kita sebagai guru membaca beritanya. Tidak berlebih kita sebut, ini berita sedih yang membuat dan menambah sedih. Benar akan diselesaikan sesuai ketentuan. Tetap saja membuat sedih.
 
Selain peneylesaian seara hukum seperti yang sudah diberitakan oleh media, penyelesaian utama dari kejadian ini adalah bagaimana guru tersebut mampu melepaskan dirinya dari 'keinginan' melakukannya kembali. Jika tidak mampu sendiri mengatasinya, akan bijak juga para pihak memberikan bantuan untuk mengatasinya. Termasuk kita sesama guru, layak untuk berkontribusi memberikan saran atau apapun untuk kebaikan ke depan. Perbuatan seperti itu memang sudah sering terjadi dan sering kita baca ifnormasinya. Tentu saja kita tidak ingin terus ada.***

*Juga di mrasyidnur.gurusiana.id 
M. Rasyid Nur, Guru di Karimun

22 Jul 2022

Ber-MTQ Tidak Semata Mengejar Juara

Ber-MTQ Tidak Semata Mengejar Juara


SINYALEMEN yang beredar di arena MTQ (Musabaqah Tilawatir Quran) ke-9 Porvinsi Kepri sejak dibuka Gubernur Kepri, Ansar Ahmad hari Kamis (14/07/2022) malam hingga hari ketiga bahkan hingga hari terakhir adalah isu adanya oknum-oknum tertentu yang berusaha mencari kemenangan dengan cara tidak baik. Pelaksanaan MTQ yang tidak memuaskan beberapa pihak di satu sisi, dan terjadinya penyusunan jadwal Dewan Hakim (DH) yang tidak proporsional di sisi lain adalah penyebab sinyalemen itu muncul,

Ketika jadwal tugs DH dishare grup DH malam menjelang pembukaan esok harinya, berbagai spekulasi beredar. Pertama, mengapa DH dari daerah tertentu terlalu banyak jumlah personelnya berbanding daerah lainnya. Kedua, ada jadwal DH untuk bidang tertentu diisi oleh orang yang diduga akan berpihak dalam memberikan penilaian. Dari tiga orang DH yang diberi amanah kesemuanya diduga dari satu daerah atau paling tidak akan berpihak kepada satu daerah tertentu. Fakta itu sempat dipertanyakan oleh pengawas DH yang menduga kemungkinan setting 'buruk' itu. Tapi nyatanaya sampai pelaksanaan di lapangan jadwal itu tetap dilaksanakan.

Lalu ketika pengumuman pemenang yang akan berlaga di final disampaikan panitia, ternyata ada peserta yang menurut penonton dan pendengar atau ofisial lebih baik penampilannya malah tidak masuk ke babak final. Sementara tiga orang yang masuk ke final, dua diantaranya dinilai oleh penonton lebih jelek penampilannya dari pada peserta yang tidak masuk final. Maka sinyalemen awal itu seolah terbukti. Dan ada banyak info-info yang nuncul selama berlangsungnya MTQ.

Sesungguhnya lomba membaca dan memahami alquran sejatinya tidak semata mengejar juara saja. Seharusnya setiap orang yang terlibat dalam MTQ memahami bahwa mengamalkan nilai-nilai alquran itu lebih penting dari pada kejuarannya. Itu berarti kejujuran dan tanggung jawab kepada Tuhan jauh lebih penting dari pada juara itu sendiri.***  

5 Jul 2022

Dari Dekat SD IT Darul Mukmin Kabupaten Karimun

Dari Dekat SD IT Darul Mukmin Kabupaten Karimun


Catatan M. Rasyid Nur
SEKOLAH Dasar Islam Terpadu (SDIT) Swasta 17 Darul Mukmin yang beralamat di Jalan Angkasa, Bukit Sidorejo Tanjungbalai Karimun, Kecamatan Karimun adalah satu diantara tiga sekolah formal yang berada di bawah Yayasan Darul Mukmin (YDM) Kabupaten Karimun. Dua lainnya adalah TKIT dan SMPIT Darul Mukmin. Dan satu lagi lembaga pendidikan (non formal) di bawah YDM adalah TPQ/ DTA Darul Mukmin. Keempat satuan pendidikan ini berada dalam satu lokasi. 

Khusus TPQ/ DTA kebetulan gedungnya dipisahkan oleh jalan umum, Jalan Sidorejo Tanjungbalai Karimun. Gedung TPQ/ DTA berdampingan dengan Masjid Darul Mukminin (milik masyarakat) dan Rumah Tahfiz Darul Huffaz yang dikelola oleh Yayasan Fathul Haekal. Lembaga pendidikan terakhir ini didirikan oleh pemiliknya dengan tujuan menampung para siswa dari sekolah-sekolah di bawah YDM. Kebetulan pemiliknya adalah isteri dari pemilik (pembina) YDM. Siswa yang ingin menjadi hafiz dapat menjadi santri Darul Huffaz ini.

Ada yang sedikit aneh melihat alamat sekolah, antara SD dan SMP. Meskipun antara SD dan SMP, itu gedungnya hanya berbatas parit, antara dinding keduanya yang berjarak 4 atau 5 meter saja, tapi alamat kedua sekolah ini di catatan sekolah dan pemerintah berada di dua kelurahan yang berbeda dalam satu kecamatan. SD-nya berada di Kelurahan Tanjungbalai sementara SMP-nya berada di Kelurahan Teluk Air. Keduanya sama-sama Kecamatan Karimun.

SDIT Darul Mukmin mulai beroperasi pada tahun 2009. Tadinya menggunakan Gedung (A) Abu Bakar yang terletak disamping jalan Sidorejo berseberangan dengan gedung TPQ/ DTA. Saat ini gedung ini dipergunakan oleh SMP IT Darul Mukmin dan SD-nya menggunakan Gedung (B) Umar Bin Khattab yang berlokasi di belakang Gedung Abu Bakar. Keduanya saling beradu punggung (belakang). Baik gedung Abu Bakar maupun Gedung Umar keduanya dibangun dengan empat lantai. Tampak begitu megah kedua gedung itu.

Data jumlah siswa (peserta didik) SDIT Darul Mukmin pada Tahun Pelajaran 2021/2022 ada sejumlah 474 orang dengan 18 rombel. Jumlah guru ada sebanyak 43 orang sementara pegawai administrasi (TU= Tata Usaha) ada 3 orang dan Tenaga Kependidikan lainnya 7 orang. Dengan jumlah siswa dan guru/ TU seperti itu dapat dipastikan rasio guru dengan siswa cukup ideal. Boleh jadi, kelihatan seperti kelebihan guru. Tapi ternyata tidak.

Di SDIT Darul Mukmin terdapat guru khusus untuk Mata Pelajaran Alquran. Disebut sebagai Guru Alquran karena tugas dan tanggung jawabnya adalah mengajarkan alquran selain juga mengajarkan Mata Pelajaran lainnya. Yayasan Darul Mukmin menjadikan pembelajaran alquran sebagai mata pelajaran utama. Oleh karena itu semua guru wajib bisa membaca dan mengajarkan alquran. Meskipun sebagai sekolah formal seperti sekolah negeri lainnya, dengan menggunakan standar pendidikan nasional, di SDIT Darul Mukmin ada tambahan standar pendidikan yakni dengan menerapkan standar pendidikan Islam Terpadu. Alquran adalah pelajaran utama yang wajib setiap hari. Karena itulah perlu tambahan guru alquran.

Dalam rentang 13-an tahun sejak berdiri, SDIT Darul Mukmin sudah dipimpin oleh 4 (empat) orang Kepala Sekolah. Kepala Sekolah pertama adalah Pak Nasrum (2009-2012) yang saat ini mengabdi di sekolah di bawah Yayasan Al-Madinah, Tanjungpinang. Lalu Kepala Sekolah kedua adalah Pak Luthfi Abdul Malik (2012-2018) yang saat ini juga menjadi Kepala Sekolah sekaligus mengelola sekolah Insan Mulia, Karimun. 

Setelah Pak Luthfi kepemimpinan berganti kepada salah satu guru dari Yayasan Darul Mukmin sendiri, Pak Alfitriadi. Atas permintaan dan penunjukan langsung oleh Pembina Yayasan, Pak Hasbi Kepala Sekolah ketiga ini melaksanakan beberapa terobosan, khususnya berkaitan keputusan yayasan menjadikan alquran sebagai branding pendidikan di YDM (Yayayasan Darul Mukmin). Dalam periode ini pula yayasan bekerjasama dengan KPI (Kualita Pendidikan Indonesia) yang berpusat di Surabaya untuk meningkatkan pengelolaannya dan pembelajarannya. Ditandatanganinya MOU antara YDM dengan KPI adalah sebagai usaha peningkatan di segala bidang sekolah di bawah YDM ini.

Setelah Pak Al (begitu Pak Alfitriadi dipanggil) tidak melanjutkan kepemimpinannya dengan alasan ingin lebih fokus mengelola dan mengajar alquran di SDIT Darul Mukmin, yayasan mengganti Kepala Sekolah dengan melaksanakan asesmen kepada beberapa orang guru yang sudah diusulkan oleh Kepala Sekolah untuk dicalonkan menjadi Kepala Sekolah. Sebanyak 6 orang guru mengikuti asesmen. Asesmennya sendiri oleh yayasan diminta dilakukan oleh KPI agar lebih kredibel. Tidak langsung ditunjuk oleh yayasan.

Setelah melalui proses asesmen yang lumayan ketat, KPI menberikan rekomendasi kepada yayasan untuk beberapa nama sesuai capaian nilai mereka. Akhirnya, setelah mempertimbangkan segala sesuatunya, khususnya mengacu kepada hasil asesmen oleh KPI, yayasan menetapkan Ibu Okti Satriani sebagai Kepala Sekolah untuk meneruskan kepemimpinan Pak Alfitriadi. Bu Okti dikukuhkan oleh Pembina Yayasan, Dr. Muhammad Hasbi, MSi pada tahun 2021 dan memimpin SDIT Darul Mukmin hingga saat ini. Bu Okti melanjutkan program-program yang sudah dijalankan sebelumnya. Dengan branding pembelajaran alquran, SDIT Darul Mukmin akan berusaha memberikan pelayanan terbaik dalam pembelajaran demi masa depan generasi yang rabbani. Semoga.***


25 Mei 2022

Masuk Sekolah di Hari Pertama atawa Permata Sama Pentingnya

Masuk Sekolah di Hari Pertama atawa Permata Sama Pentingnya


LIBUR lebaran sudah selesai, Jumat (06/05/2022) lalu itu. Sabtu dan Ahad, adalah libur resmi di akhir pekan. Bukan libur lebaran. Tapi lebaran bisa dilanjutkan pada libur akhir pekan. Dan setelah libur lebaran (Idul Fitri 1443) usai, maka hari Senin (09/05/2022) kantor dan atau sekolah sudah segera akan dibuka. Khusus sekolah, baik sekolah Pemerintah (Negeri) maupun sekolah swasta kembali masuk seerntak sesuai ketentuan dari Pemerintah (Dinas Pendidikan). 

Itu, setidak-tidaknya sekolah-sekolah yang berada di Kabupaten Karimun. Baik sekolah di bawah naungan Pemda Kabupaten (Dinas Pendidikan Kabupaten) seperti TK, SD, SLTP (SMP/ MTS) maupun sekolah-sekolah yang dikelola Pemerintah Provinsi seperti SLA (SMA/ SMK) atau SLB. Serentak masuk hari ini. Di daerah (kabupaten/ kota) lain mungkin ada yang belum masuk pada hari ini atau sudah duluan masuk sebelumnya. Sejak otonomi, kebijakan pendidikan memang tidak lagi terpusat di satu kendali kecuali untuk hal-hal tertentu.

Untuk di Kabupaten Berazam (Karimun), ini ada perubahan kebijakan dalam hal jumlah siswa yang diizinkan ke sekolah saat ini. Kalau sebelumnya (saat covid masih kuat menghimpit) itu, masih setengah (50 persen) dari kapasitas ruang belajar yang diizinkan hadir di ruang belajar. Sekarang diizinkan untuk seluruh siswa masuk kelas. Boleh full 100 persen. Hanya lama waktu di sekolahnya saja yang belum normal. Masih dibatasi sampai enam jam pelajaran. Tetap alhamdulillah. Orang tua siswa sudah lama berharap anaknya masuk secara keseluruhan. Begitu juga guru.

Urgensi dan atau persepsi masuk di hari pertama sekolah mungkin saja tidak sama oleh setiap sekolah atau oleh setiap orang. Boleh jadi ada persepsi yang berbeda-beda perihal penting-tidaknya masuk oleh setiap sekolah. Bahwa guru, seperti juga orang tua siswa sudah lama berharap izin masuk bagi seluruh siswa itu memang benar adanya. Orang tua siswa dan guru sama-sama ingin anak-anak dapat masuk semuanya ke sekolah sebagaimana sebelum covid ada. Kini harapan itu sudah tercapai. Dan pasca libur lumayan panjang, harapan masuk itu sudah tercapai. Tentulah ini sama harapannya. Tapi memandang samakah urgensinya? Ini perlu ditinjau ke lapangan.

Apakah kedua pihak --orang tua siswa dan guru-- mempunyai sebab yang sama atas harapan boleh masuknya seluruh siswa, tentu saja tidak. Orang tua ingin anak-anaknya segera masuk sekolah karena khawatir terlalu lama tidak masuk akan menyebabkan anak-anak menjadi liar atau bisa lupa pelajaran. Sementara para guru ingin anak-anak segera masuk sekolaha agar segera dapat belajar dengan normal. Materi pelajaran segera dapat disampaikan dengan baik. 

Catatan penting yang perlu pula menjadi pemikiran berkaitan masuk di hari pertama sekolah adalah bagaimana sekolah memperlakukan (mengelola) masuk di hari pertama itu sendiri. Hari pertama masuk sekolah pada hakikatnya sangatlah penting. Segala sesuatunya akan ditentukan oleh langkah di hari pertama itu. Kalau boleh disebut, hari pertama itu sesungguhnya ibarat hari permata bagi semuanya. Namanya permata, tentulah sangatlah berharga dan penting bagi semuanya. Tapi apakah semuanya memandangnya sama, itulah diskusinya.

Mengacu catatan-catatan lama, satu pandangan ada yang memandang bahwa hari pertama masuk sekolah tidaklah terlalu penting dalam perngertian tidak harus belajar atau melaksanakan proses pembelajaran sebagaimana terjadwal. Dengan kegiatan silaturrahim, halal bilhalal atau gotong royong saja satu sekolah sudah menganggap itu cukup Intinya tidak perlu langsung belajar. Nah, kalau begini tentu dianggap tidak terlalu penting, kan?

Seharusnya, jika hari pertama itu sama dengan kita memandang permata yang begitu penting dan berharga bagi kita maka urgensi itu harus tergambar dari pengelolaan sekolah itu sendiri. Apakah sudah langsung dimanfaatkan untuk belajar? Jika iya, itulah pandangan yang menjadikan hari pertama sebagai hari permata. Sesungguhnya, kedua-duanya sama pentingnya.***

*Sudah pernah diposting sebelumnya.

15 Mei 2022

Menyaksikan Khataman Alquran dan Pengukuhan Alumni SDIT Darul Mukmin 2021-2022

Menyaksikan Khataman Alquran dan Pengukuhan Alumni SDIT Darul Mukmin 2021-2022


SEBANYAK 70 orang siswa-siswi kelas VI Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Darul Mukmin Kabupaten Karimun mengikuti khataman Al Quran, disejalankan dengan pengukuhan alumi SDIT Darul Mukmin Kelas VI Angkatan ke-10 Tahun Pelajaran 2021-2022. Kegiatan dihelat di Aula Darunnadwah Masjid Agung Kabupaten Karimun, Sabtu (14/5/2022) lalu. Acara yang dihadiri oleh orang tua siswa/ siswi kelas VI, itu berlangsung meriah.

Menyaksikan kegiatan yang disebut juga sebagai acara perpisahan kelas terakhir, itu sungguh membuat haru para hadirin, terutama orang tua siswa yang hadir di ruangan itu. Sebelum prosesi khataman diawali dengan acara pelepasan dan pengukuhan para siswa kelas VI yang berjumlah 70 orang dengan beberapa sambutan dan pidato. Selain Kepala Sekolah SDIT juga memberikan sambutan pengurus yayasan dan perwakilan orang tua siswa.

Atas nama pengurus yayasan, Direktur Yayasan Darul Mukmin dalam pidatonya mengatakan, jika di sekolah lain lebih familiar dengan sebutan acara perpisahan, namun berbeda dengan SDIT Darul Mukmin, siswa siswi yang tamat tetap menjadi bagian dari keluarga Darul Mukmin dengan acara pengukuhan ini. Mereka tamat tapi mereka merasa terikat dengan sekolah yang akan ditinggalkannya..

Nama kekgiatannya pengukuhan dan pada hakikatnya para siswa yang akan atamat hanya beranjak tempat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SLTP. Kalau di Darul Mukmin sudah ada Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT), sehingga anak-anak yang lulus SDIT tinggal melanjutkan ke sana. Makanya anak-anak ini dikukuhkan sebagai alumni. Inilah pentingnya istilah yang pakai. Demikian disampaikan di awal pidatonya.

Dalam kesempatan itu Direktur Yayasan juga menyampaikan beberapa pesan dari Pembina Yayasan Darul Mukmin, Muhammad Hasbi yang tidak sempat hadir ke Karimun, dalam kegiatan tersebut. Diantaranya adalah, Yayasan Darul Mukmin didirikan dengan maksud, untuk dapat menyiapkan lembaga pendidikan yang terbaik, agar menghasilkan generasi-generasi terbaik. Ini kesempatan masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran demi pendidikan terbaik ini.

Pada spanduk yang terpampang di depan, tema kegiatan ini berbunyi, Menyiapkan Generasi Qurani Pembangun Peradaban di Nusantsara. Tema ini maknanya tentu tidak hanya pada level nasional tapi nusantara, cakupannya lebih luas lagi bukan saja Indonesia. Maka dari itu kita perlu mempesiapan diri dalam segala bidang, mulai dari sarana prasarana seperti gedung baik. Juga harus punya SDM yang mumpuni.

Pesan lain yang disampaikan Yayasan adalah perlunya dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, orang tua dan masyarakat. Dalam hal ini pemerintah dipastikan sudah memberikan dukungan yang sangat baik, sehingga Yayasan Darul Mukmin bisa berkembang seperti sekarang. Untuk itu saat ini Darul Mukmin bekerjasama dengan satu lembaga bernama Wafa, yang mengajarkan cara belajar dan mengajar Al-Quran dengan baik dan benar. Ini semua dilakukan agar anak-anak-didik mampu membaca alquran dengan baik dan benar. Ke depan para siswa juga diharapkan minimal memiliki tiga nilai dan kebiasaan, yakni berakhlaq, cerdas dan mandiri. Begitu antara lain pesannya.

Selain dari pihak yayasan, memberi sambutan juga Kepala SDIT Darul Mukmin, Okti Satriani dan perwakilan dari orang tua siswa, Ikhwan, SPd. Pada acara yang terasa mewah itu juga ada prosesi pengembalian siswa oleh pihak sekolah kepada orang tua. Selanjutnya, tanggung jawab kepada siswa sepenuhnya berada pada orang tua.*** (M. Rasyid Nur)

10 Mei 2022

Itu Bukan Menolong tapi Menggulung

Itu Bukan Menolong tapi Menggulung


PERNAH mendengar teman-teman kita sesama guru, tersebab sayang dan kasihan kepada anak-didiknya maka dalam ujian dibantunya. Bahasanya membantu anak. Tapi caranya dengan menunjukkan jawaban alias membocorkan kunci jawaban soal ujian. Pernah mendengar?

Bersyukurlah jika tidak pernah mendengar. Artinya tidak tahu kalau ada guru yang karena alasan sayang ikhlas membocorkan soal ujian dengan memberikan kunci jawaban atau menunjukkan jawaban soal kepada siswa. Lazimnya dalam ujian akhir seperti Ujian Nasional, misalnya. Dan bersyukur juga jika pernah mendengar tapi tidak pernah melihat langsung seorang guru memberikan jawaban untuk soal-soal ujian. Mungkin sedikit jengkel mendengarnya tapi tidak sampai marah karena tidak melihatnya.

Tapi bagaimana jika kita pernah melihatnya? Bahkan (maaf) kita pernah melakukannya, bagaimana perasaan kita? Tentu saja kalau 'perasaan' yang dipakai mengukurnya, maka tu biasa-biasa saja. Sebagai guru kita mungkin merasa sayang, ya perasaan sayang yang ada di hati kita, mungkin membuat kita melakukannya. Melakukan 'bagai-bagi kunci jawaban' saat ujian berlangsung.

Dan jika kita melihatnya tapi tidak pernah melakukannya, bahkan benci dengan sikap teman-teman kita yang melakukannya, bagaimana? Bagaimana kita memandangnya? Inilah salah satu perang antara perasaan dengan pikiran yang boleh jadi pernah kita alami sebagai guru. Perasaan mengantarkan kita untuk sedikit longgar atau bertoleransi dalam mengawas ujian atau mengelola pembelajaran. Tapi oleh pikiran boleh jadi menentangnya. Pikiran akan mengatakan itu adalah sebuah pelanggaran. Membocorkan ujian adalah pelanggaran moral bahkan bisa pidana. Biasanya memang akan bertolak belakang antara perasaan dan pikiran.

Kalau boleh bersikap, terlepas dari perasaan sayang kepada siswa, sejatinya membocorkan ujian itu tidaklah baik. Ada banyak cara untuk menolong siswa. Bukan dengan memberikan kunci jawaban dalam ujian. Kalau itu yang dilakukan, namanya bukan menolong, tapi menggulung siswa ke arah keburukan. Bisa berujung kejahatan jika pelanggaran --yang duanggaap kecil-- ini dilakukan. Kata peribaha, kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa dan sudah tua terubah tiada.' Pada saat inilah biasanya perbuatan buruk yang tadinya dianggap kecil menjadi besar dan terpeangkap untuk terus melakukannya. Bisa pidana, kan?*** 

9 Mei 2022

Masuk Sekolah di Hari Permata

Masuk Sekolah di Hari Permata


SETELAH libur lebaran (Idul Fitri 1443) berakhir, hari Senin (09/05/2022) ini seluruh sekolah baik Pemerintah (Negeri) maupun sekolah swasta kembali masuk. Setidak-tidaknya sekolah-sekolah yang berada di Kabupaten Karimun. Baik sekolah di bawah naungan Pemda Kabupaten (Dinas Pendidikan Kabupaten) seperti TK, SD, SMP maupun sekolah-sekolah yang dikelola Pemerintah Provinsi seperti SMA, SMK atau SLB. Serentak masuk hari ini.
 
Ada perubahan kebijakan dalam hal jumlah siswa yang diizinkan ke sekolah. Kalau sebelumnya masih setengah (50 persen) dari kapasitas ruang belajar, maka sekarang ini diizinkan untuk seluruh siswa masuk kelas. Boleh full 100 persen. Alhamdulillah. Orang tua siswa sudah lama berharap anaknya masuk secara keseluruhan.
 
Catatan penting di hari pertama masuk sekolah mungkin tidak sama persepsi oleh setiap sekolah. Bahwa guru, seperti juga orang tua siswa sudah lama berharap izin masuk bagi seluruh siswa itu memang benar adanya. Orang tua siswa dan guru sama-sama ingin anak-anak dapat masuk semuanya. Kini harapan itu sudah tercapai.
 
Apakah kedua pihak --orang tua siswa dan guru-- mempunyai sebab yang sama atas harapan boleh masuknya seluruh siswa, tentu saja tidak. Orang tua ingin anak-anaknya segera masuk sekolah karena khawatir terlalu lama tidak masuk akan menyebabkan anak-anak menjadi liar atau bisa lupa pelajaran. Sementara para guru ingin anak-anak segera masuk sekolaha agar segera dapat belajar dengan normal. Materi pelajaran segera dapat disampaikan dengan baik.
 
Terlepas dari itu semua, hari pertama masuk sekolah pada hakikatnya sangatlah penting. Segala sesuatunya akan ditentukan oleh langkah di hari pertama itu. Kalau boleh disebut, hari pertama itu sesungguhnya ibarat hari permata bagi semuanya. Namanya permata, tentulah sangatlah berharga dan penting bagi semuanya.***

21 Jan 2022

Si Kecil yang Usil

Si Kecil yang Usil



Catatan Hj. Yulita Muaz
INI kisah tentang anakku. Aku percaya catatan singkat ini akan berguna untuk motivasi. Memotivasi aku dan pembaca tulisan ini, insyaallah. Kisah tentang keberhasilan anakku, Ryed dalam satu kegiatan di sekolah. 

Kisah ini bermula dari  kebiasaanku  melihat anak tak bekerja saat aku bekerja, maka aku akan menyuruhnya bekerja. Waktu itu, di bulan suci Ramadhan, tahun 2007 menjelang Idhil Fitri.  Semua orang disibukkan dengan memasak bermacam masakan. Aku ingat untuk memasak aku masih menggunakan kompor minyak tanah. 

Aku panggil anaakku yang bungsu, waktu itu masih kelas 4 Sekolah Dasar, namanya Ryed. Kami selalu manggilnya Yid. Dia tipe anak selalu ingin tahu tentang sesuatu. "Yid bantu Mami, ya?" kataku. "Bersihkan kompor ini. Kompornya sudah tak bagus lagi nyala apinya." 

"Gimana caranya Mi?" 

Lalu aku ambil obeng, aku ajarkan cara membuka mur-muor yang ada di kompor. Anakku mulai membuka mor-mor yang ada di kompor, dilanjutkan mencabut sumbunya. Kerangka kompor itu dicucinya. Woouu, bersih. Terpancar dari raut wajahnya, ada rasa puas. Dia bisa membersihkan kompor. Sekali mengerjakannya, sebentar saja sudah selesai membersih kan kompor.   Beresssss. 

Ketika itu kami baru saja membeli seperangkat komputer.  Si bungsu sibuk main komputer dan mencari program-program yang ada di komputer. Siapa orang tua yang tak bangga melihat anaknya sudah mahir bermain komputer pada usia sebegitu. Ilmu yang kuterapkan kepada si bungsu diperaktekannya ke perangkat komputer. Semua diutak-atiknya,  mulai dari kybord sampai CPU. Apalagi program-program yang ada. Sangat lincah tangan mungilnya memainkan mouse. 

Semua perangkat keras diperetelinya. Waktu itu aku buta sekali dengan komputer. Yang menjadi hobi hanya bermain zuma, sedangkan yang lain-lain awam sama sekali. Karena seringnya  si bungsu mengutak-atik alat itu, komputer akhirnya menjadi rusak, dan selalu diperbaiki. Jika rusak, diperbaiki lagi. Begitulah selalu. 

Aku sebagai seorang guru memahami tentang itu. Itu semua adalah karena keingintahuannya. Namanya anak-anak yang ingin tahu, aku tidak memarahinya.  Si bungsu kubiarkan melakukan itu dengan tetap dalam pengawasanku. Aku tahu anakku bermain komputer, biarlah dia belajar secara otodidak. Itulah sikapku waktu itu.


Ketika menyelesaikan sekolah di Sekolah Dasar  003 Tanjungbatu, Ryed melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama di SMP Negri 1 Tanjungbatu.  Di sekolah ini ia bertemu dengan Gilang.
Gilang  juga jago komputer sehingga pertemanannya semakin akrab. Mereka bekerjasama. Ryed pintar mendisain gambar-gambar sementara Gilang mencari kata-kata yang sesuai untuk gambar,  sehingga mereka sering menerima orderan untuk membuat kartu undangan. Hal ini berlanjut sampai mereka menyelesaikan pendidikan di sekolah ini.

Tahun 2012 Yid melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas, SMA Negri 1 Kundur. Sekolah ini berlokasi di Batu Empat Kota Tanjungbatu, Kundur. Pulau Kundur adalah sebuah pulau kecil yang  yang temasuk Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Di sekolah ini pulalah aku mengabdi untuk mencerdaskan anak bangsa.
 
Di SMA tempat Ryed belajar dia dikenal jago komputer oleh teman-temannya. Setiap tahun selalu ada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional. yang disingkat dengan FLS2N yang diikuti Ryed. Festival ini merupakan wahana keterampilan bidang seni bagi siswa siswi SMA maupun SMK yang salah satu lombanya adalah Lomba Disain Poster.

Setiap sekolah mengirimkan perwakilan untuk mengikuti lomba tingkat Kabupaten Karimun yang diadakan di bulan April tahun 2012.;Saat itu guru pembibingnya, Ibu Roha mencari siswa yang mahir mendisain gambar di komputer.

Sahabat Ryed, Yori namanya memberi tahu Ibu Roa kalau Ryed pintar komputer. "Bu, Ryed itu pintar main komputer. Dia bisa membuat gambar," kata Yori kepada gurunya itu. 
 
"Coba kamu panggil dan suruh menghadap Ibu." Ryed pun dicari oleh Yori di kelasnya. "Ryed, kamu Ibu tunjuk untuk mewakili SMAN 1 Kundur ikut lomba disain poster Tingkat Kabupaten Karimun." Ibu Roha meminta Ryed untuk mewakili sekolah dalam lomba itu. Sebagai orang tua, aku sebagai seorang ibu dan juga sebagai gurunya mulai mendampingi untuk mendisain.  Tema yang ditentukan,  tentang narkoba. Harus diimformasikan dalam bentuk gambar. 
 
Setiap gambar yang dibuatnya aku kritik kalau ada yang tak pas. Setelah gambar siap, aku suruh Ryed untuk melihatkan kepada guru yang mahir penataan gambar dan paduan warna. Alhamdulillah, Ryed yang baru kelas 1 SMA sudah bisa meraih juara 2 Lomba Disain Poster Tingkat SLTA se-Kabupaten Karimun, waktu itu. Kegiatannya diadakan di Tanjungbalai Karimun.

Tahun berikutnya, April 2014 anakku terpilih lagi mewakili sekolah untuk ikut lomba disain poster. Aku selalu menanamkan pada anakku agar hasil karyanya dikeritik orang. Jangan takut dikritik. Hal itu ternyata hasilnya meraih juara 1 Tingkat Kabupaten Karimun. Untuk kelanjutannya, anakku menjadi utusan dari kabupaten ke Tingkat Provinsi yang diadakan di Tanjungpinang,  Ibukota Propinsi Kepulauan Riau.
 
Waktu itu, aku dan suami pergi ke Tanjungpinang mendampinginya. Ini sebagai motivasi dan perhatian orang tua untuk kepercayaan diri anak. Ini penting menurutku. Persaingan di sini cukup berat. Di sini berkumpul anak-anak yang jago disain poster. Lomba perwakilan dari masing-masing kabupaten. Tidak akan ringan bagi anak-anak dari kecamatan. 
 
Setelah selesai mendisain gambar. Gambar itu diprint oleh panitia dan dipajang di atas meja. Semua yang ada di situ boleh melihat hasil karya dari para utusan kabupaten.  Aku juga ikut melihatnya. Aku perhatikan satu persatu. Hasilnya semua bagus. Lama ku perhatikan hasil karya anakku.  Di situ ada pesan yang tersirat bahaya narkoba. Dalam hati aku berdecak kagum hasil disain poster anakku itu.

Bagus, bagus sekali, gumamku. Aku memperkirakan, anakku bisa dapat juara, tapi tak tahu, apakah juara 1, 2, 3 atau paling kurang juara harapan, kataku dalam hati. Sampailah pada malam pengumuman. Aku perhatikan muka para peserta lomba disain poster harap-harap cemas menjelang diumumkan. Kita belum tahu siapa pemenangnya. 
 
Akhirnya pemberiantahuan pemenangpun dimulai. Juara satu diraih dari SMA Negri Batam. Juara dua diraih SMA Negri Tanjung Pinang dan juara tiga diraih SMA Negri Satu Kundur. Aku ikut bangga. Dan sebelum tampil ke depan, kupeluk dan kucium anakku yang merupakan perwakilan SMA Negeri 1 Kundur. Rasa haru dan bangga terpancar dari wajah anakku, yang sudah mengangkat nama sekolah ke tingkat propinsi Kepulauan Riau. 

Anakku mendapat piala, uang yang jumlahnya cukup besar serta sertifikat juara tiga lomba disain poster  Tingkat Propinsi Kepulauan Riau. Doa dan suport sebagai penyemangat selalu kutanamkan pada anakku. Dengan adanya sertifikat ini anakku mencoba untuk mendaftar seleksi ujian masuk perguruan tinggi jurusan disain di Institut Tekhnologi Bandung, ITB. Sertivikat ini salah satu syarat untuk ikut test masuk ITB Jurusan Disain. Keberuntungan anakku ternyata belum ada di ITB. Saya tahu semua keberhasilan itu harus diraih dengan kerja keras, gigih dan semangat pantang menyerah. 

Aku selalu tanamkan pada anakku, jangan cepat puas dengan keberhasilan.  Carilah sisi-sisi kekurangan kita, sehingga bisa  mendapatkan hasil yang maksimal di masa yang akan datang. Bagaimanpun, keberhasilannya dalam lomba setingkat provinsi ini adalah satu kebanggaan bagi saya sebagai orang tua.***

Tg batu 20 januari 2022

Dra. Hj Yulita Muaz.

16 Des 2021

Tidak Harus Segan Belajar Hingga Kapan

Tidak Harus Segan Belajar Hingga Kapan


SEBENARNYA belajar itu memang tidak ada batasnya. Dikatakan, belajar sepanjang hayat. Ada juga yang menggunakan kalimat, belajar seumur hidup. Tidak masalah, apapun istilahnya. Agama (Islam) bahkan selain mewajibkan belajar juga menentukan durasi belajar tanpa batas itu.

Tentang kewajiban belajar atau menuntut ilmu jelas dikatakan dalam pernyataan Nabi (Muhammad) atau dikatakan pernyataan dalam hadits. Kata Nabi, diwajibkan menuntut ilmu itu bagi muslim (laki-laki maupun perempuan). Artinya berdosa jika tidak belajar. Sementara durasi belajar dikatakan sejak lahir (kecil) hingga meninggal. Dalam istilah agama dikatakan sejak dari ayunan sampai ke liang lahad. Artinya menuntut ilmu memang selama hidup.

Ternyata bagi sebagian orang tidak selalu mudah menerima, atau setidak-tidaknya melaksanakan norma yang diatur agama ini. Tentang kewajiban belajar, misalnya belum tentu semua orang yang belajar bersikap bahwa dia belajar adalah karena kewajiban. Boleh jadi hanya karena ikut-ikutan atau karena disuruh orang lain. Disuruh orang tua, misalnya.

Begitu pula dengan masa belajar. Meskipun pemerintah membuat aturan untuk belajar lebih lama dari yang mungkin diharapkan, tapi belum tentu juga yang belajar lama itu karena mengamalkan ajaran atau ketentuan agama. Ada yang malah ingin berhenti belajar pada jenjang tertentu saja. Jika Pemerintah mewajibkan hingga ke SLTA boleh jadi ada yang tidak ingin hingga jenjang itu. Kalaupun belajar sampai di jenjang ini, bisa saja kaena terpaksa.

Karena kewajiban belajar itu adalah seumur hidup, maka seharusnya kita memang harus terus belajar hingga kapanpun. Tidak boleh ada kraguan dan rasa segan untuk belajar meskipun umurnya sudah terasa tua. Selagai masih hidup, pikiran amsih jernih maka hendaknyalah kita terus belajar. Belajar apa saja asal ada gunanya dan tidak bertentangan dengan agama. Jadi, tidak harus segan belajar hingga kapanpun.***

25 Nov 2021

Kita adalah Guru Sekaligus Murid

Kita adalah Guru Sekaligus Murid


Catatan Mohammad Nasruddin
GURU adalah profesi tertua di alam raya ini. Dulu Allah pun menjadi guru bagi adam. Nabi Khidir menjadi guru bagi Musa. Jibril menjadi guru bagi para nabi termasuk nabi Muhammad. Begitulah tuanya usia profesi guru.

Guru di negeri kita dikenal sebagai profesi tanpa tanda jasa. Maksudnya tiada di bajunya lambang atau simbol sebagai tanda jasanya dalam menjalankan tugas guru. Tanda jasa seorang guru dicatat di langit dan di hati murid muridnya yang pandai bersyukur.

Murid yang pandai bersyukur akan selalu berterima kasih atas jasa guru gurunya dengan selalu mengingatnya, mencarinya dan membalas jasa jasa gurunya dengan berbagai caranya. Sekali dia merasa itu adalah gurunya maka selamanya dia akan mengingat jasa gurunya. Itulah tanda murid pandai bersyukur dengan mengenang jasa para guru.

Lalu siapkah guru itu? Guru tidak hanya seseorang yang mengajarkan sesuatu (pelajaran) kepada kita di bangku sekolah formal. Semua yang mengajari kita kebaikan meskipun hanya huruf alif, dia adalah guru kita. Mereka wajib kita hormati dan anggap sebagai guru. 

Justru guru guru yang ikhlas, yang mengajarkan kebaikan tanpa pamrih bahkan kadang dibayar dengan tidk pantas saat di dunia, itulah guru yang seharusnya lebih kita hormati dan kita cari saat kita sukses.  Karena kesuksesan itu tidak terlepas dari peran dan jasa guru. Kalau bukan kita yang menghargai mereka, guru guru kita yang berjasa bagi hidup kita, lalu siapa lagi?

Semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur dengan menghormati mereka dan terus menjalin silaturahmi dengan mereka serta berusaha membalas jasa-jasa mereka. Jangan pernah ada rasa putus asa atau angkuh saat kita berusaha menjaga hubungan silaturrahmi dengan guru-guru kita.

Satu hal yang perlu juga kita pahami bahwa sesungguhnya setiap orang, setiap kita pasti menjadi guru sekaligus murid. Minimal guru bagi anak-anaknya dan murid bagi banyak guru kebaikan yang tak terhitung jumlahnya, baik dibayar maupun tidak dibayar di dunia. Insyaallah akan dibayar di akhirat.

Selamat hari guru yang kita peringati pada hari ini. Sebagai murid kita akan selalu menjaga silaturrahim dan hormat dengan guru. Sebagai guru kita akan terus melaksanakan fungsi guru kita dengan baik.  (Monas)

24 Nov 2021

HUT PGRI untuk Semangat Guru Berkarya

HUT PGRI untuk Semangat Guru Berkarya


BESOK kembali kita akan memperingatai Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN). Di setiap tanggal 25 November kita sebagai guru akan memperingati HGN. Selain HGN besok juga diperingati HUT PGRI. Seperti sudah kita ketahui pada tanggal tersebut, ditetapkan sebagai hari lahir organisasi guru, PGRI. Besok adalah HUT PGRI ke-76 dan HGN 2021.

Di setiap daerah biasanya diperingati hari bersejarah para pendidik Indonesia itu. Kabupaten Karimun, misalnya besok akan melaksanakan Apel Bendera HUT PGRI dan HGN tahun 2021. Akan dilaksanakan di halaman salah satu SLTP di kawasan pendidikan, Bati, Karimun. Informasi dari pengurus PGRI Kabupaten Karimun, selain melaksanakan upacara bendera juga akan ada pemberian piagam penghargaan bagi para guru.

"Ada beberapa kategori piagam penghargaan," kata salah seorang pengurus PGRI Kabupaten Karimun kepada penulis. "Salah satu penghargaan adalah piagam bagi para guru yang berhasil menerbitkan buku solonya pada tahun 2021," Seingat saya, program pemberian piagam bagi penulis buku ini sudah rutin dilaksanakan oleh pengurus PGRI Kabupaten Karimun. 

Kriteria pemberian piagam adalah, 1) Buku Solo; artinya para guru yang akan diberi piagam hanyalah yang memiliki hasil akrya sendiri. Bukan buku bersama alias Buku Antologi. 2) Terbitan Terbaru; artinya buku yang diterbitkan pada tahun 2021 ini. Buku-buku yang terbit tahun sebelumnya dianggap sudah diberi piagam.

Baguslah jika pemberian piagam penghargaan kepada para penulis buku ini terus dilanjutkan. Bagaimanapun itu akan memompa semangat para guru untuk terus berkarya. Selamat HUT PGRI dan HGN Tahun 2021. Sekali guru berkarya, selamanya berkarya.***


28 Okt 2021

Bersumpah kepada Diri Sendiri

Bersumpah kepada Diri Sendiri


HARI Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober, seperti hari, ini merupakan hari yang penting bagi bangsa Indonesia. Tepat 93 tahun yang lalu, 28 Oktober 1928 para pemuda Indonesia bersumpah mengakui tumpah darah yang satu, bangsa yang satu, dan bahasa yang satu yaitu Indonesia. Tidak terbayangkan sebelumnya para pemuda yang terdiri dari banyak suku, bahasa (daerah) dan berasal dari banyak daerah pula, tapi hari itu menyatakan tekad bersatu yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.

Dari kesepakatan itulah terbangunnya kebersamaan. Memperkuat persatuan di tengah jajahan oleh bangsa asing. Sebegitu lama bangsa Indonesia berhasil diadu-domba, dibuat saling benci dan saling serang tapi para pemuda berusaha mengubah itu. Dengan tekad untuk bersatu memperjuangkan kemerdekaan para pemuda mempelopori persatuan yang sebelumnya nyaris mustahil.

Kini memasuki tahun ke-93 catatan emas itu dilewati. Kemerdekaan yang sukses dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 tidak terlepas dari suksesnya bangsa Indonesia merasa bersatu melalui tekad sumpah pemuda. Perjuangan bersama untuk meraih kemerdekaan dilakukan bersama tanpa lagi merasa berbeda antara satu suku dengan suku lainnya. Tidak lagi merasa berbeda meskipun menggunakan bahasa yang berbeda-beda sebelumnya. Rasa bersama itu benar-benar tumbuh dan berkembang sejak sumpah pemuda itu. 

Kita akan terus tentunya rasa bersatu yang terbukti mengantarkan bangsa kita ke pintu gerbang kemerdekaan. Dan telah pula kita isi kemerdekaan itu dengan segala alangan dan rintangan hingga tahun ini. Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini pun kita tetap berkomimen untuk tetap merasa bersama dalam kesatuan Republik Indonesia. Kita baca dan kita dengar, dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun ini, presiden menekankan pentingnya keberagaman dalam membangun Indonesia yang bersatu dan maju bersama dalam menghadapi era digital. 

Tekanan presiden tetap pada fakta keberagaman bangsa kita yang harus tetap bersama membangun bangsa. Kita memang tidak akan menghilangkan fakta keberagaman yang ada. Karena itu pula konsep bhinneka tunggal ika akan terus kita jaga dan pertahankan. Dan memasuki serta membersamai era digital saat ini, presiden mengingatkan agar bangsa kita tidak tertinggal oleh teknologi yang sudah ada sat ini.

Adalah penting bagi kita, anak bangsa yang begini besar dan begini beraneka ragam untuk bersumpah kepada diri sendiri untuk tetap menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa. Segala perbedaan yang ada, entah suku, agama, daerah, selera dan apa saja yang terlihat berbeda, janganlah itu menjadi penggoyah kebersamaan kita. Kita bersumpah kepada diri sendiri, aku adalah anak Indonesia yang akan mempertahankan Indonesia bersama semua anak bangsa yang berbeda-beda tapi akan tetap bersama dan bersatu. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-93.***

27 Okt 2021

Praktik Pantun dan Belajar Ekonomi-Akuntansi

Praktik Pantun dan Belajar Ekonomi-Akuntansi


Sebagai guru Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 2 Karimun saya ingin sekali mengajar Ekonomi sebaik yang mampu saya lakukan. Itulah yang selama ini saya coba lakukan. Selain memahami kurikulum, silabus dan bahan-bahan ajar saya juga berusaha memahami dan mempelajari berbagai cara untuk mengajarkan pelajaran itu. Pengelolaan pembelajaran adalah satu hal penting bagi seorang guru. Saya pun berusaha dan belajar bagaimana mengelola kelas dengan baik.

Dulu, awal-awal saya mengajar sebagai tenaga honorer (1998-2005 ) saya bahkan tidak hanya mengajar Pelajaran Ekonomi sesuai ilmu saya di Perguruan Tinggi, STIEKER Yogjakarta. Saya memang bukan Sarjana Ekonomi spesial guru dengan sebutan Sarjana Pendidikan. Saya adalah sarjana ekonomi yang oleh peraturannya boleh memakai gelar SE (Sarjana Ekonomi). Bukan sarjana keguruan. Artinya memang bukan dasar guru awal pendidikan saya di Perguruan Tinggi. Tapi karena saya menyukai menjadi guru akhirnya saya menjadi guru setelah harus mendapatkan Akta-IV sebagai syarat menjadi guru. Itulah SIM (Sertifikat Izin Mengajar) saya sebagai guru. Seingat saya, kecintaan menjadi guru juga saya buktikan dengan ikut mengajar di lembaga bimbel (bimbingan belajar) seperti Primagama.

Setelah resmi menjadi guru di sekolah negeri dengan status PNS sejak puluhan tahun lalu (tepatnya mulai tahun 2006 ) saya semakin serius menjadi guru. Saya tidak ingin dikatakan guru setengah hati. Intinya saya ingin memahami dan mendalami seluk-beluk sebagai seorang guru. Guru tingkat SMA pula, tentu saya tidak mau setengah-setengah hati. Saya serius menjadi guru.

Belakangan saya juga belajar menulis karena seorang guru ternyata wajib mampu menulis. Sejak saya mencoba ikut belajar menulis dan prakatik menulis di berbagai kesempatan saya mencoba belajar membuat puisi dan pantun selain tulisan-tulisan prosa lainnya. Saya belajar membuat artikel opini. Saya mencoba menuliskan pengalaman hidup saya sebagai sebuah memori dalam bentuk buku. Alhamdulillah, sudah ada buku saya tentang memoar berjudul MENJADI GURU BUKAN (TAK) MUDAH yang isinya adalah pengalaman saya menjadi guru dan saat sebelum menjadi guru. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Media Guru. Tentang artikel opini serta puisi juga sudah saya bukukan.

Kini saya membuat pula sebuah buku yang berisi pantun. Yaitu pantun yang berisi tentang pelajaran yang saya ajar, yaitu Ekonomi dan Akuntansi. Sebagai salah satu budaya Indonesia yang saat ini sudah ditetapkan menjadi warisan dunia tak benda oleh Unesco maka saya juga ingin memiliki karya pantun tapi dengan isinya materi ekonomi yang saya ajarkan di sekolah. Kini, jadilah buku saya itu dan sudah terbit dengan judul MENGENAL BANK INDONESIA DAN BELAJAR AKUNTASI DENGAN PANTUN yang alhamdulillah sudah bisa saya pakai untuk belajar bersama ana-anak saya. Buku saya ini diterbitkan oleh Penerbit YPTD tahun 2021 ini. 
 
Ingin juga saya jelaskan bahwa dalam buku pantun ini juga ada sedikit panduan materi ekonomi dan akuntasi. Tidak pantun saja. Pembaca, khsusunya anak-anak sekolah sebaiknya membaca materi itu beriringan dengan pantun yang ada di dalamnya. Dan berikut saya kutipkan dua bait pantun yang terdapat dalam buku saya.  

Ini adalah Pantun Belajar Akuntansi:
Anak dara duduk bersembang
Mencuci daster serta kemeja
Akuntannsi bukan ilmu sembarang
Tunjuk ajar mengelola harta

Pantun Materi Sejarah Akuntansi:
Anngur kering disebut kismis
Enak dimakan buat patri
Sejarah akuntansi bermula di Inggeris
Dengan adanya Revolusi Industri

Bagaimanapun, inilah cara saya untuk berpraktik menulis pantun. Orang Indonesia tentu saja harus mengerti sedikit-banyak tentang pantun walaupun kita bukan guru Bahasa Indonesia atau Guru Sastra. Mengapa? Karena pantun adalah puisi lama yang nota bene berasal dari budaya nenek-moyang kita, orang Indonesia. Dan sebagai guru Ekonomi saya menulis pantun yang berisi pelajaran ekonomi dan akuntansi. Silakan, jika Anda berkenan membaca atau memiliki buku saya ini, saya siap untuk memngirimkannya. Tentu, alakadarnya sebagai biaya cetak mohon dibantu. Boleh, kan saya begitu?Silakan kontak saya di 081364749085. (AZ)

22 Okt 2021

Memperingati HSN, "Santri Siaga Santri Bisa"

Memperingati HSN, "Santri Siaga Santri Bisa"


HARI Jumat (22/10/2021) ini kembali diperingati Hari Santri Nasional (HSN). Sebagaimana kita ketahui peringatan HSN tidak lepas dari seruan jihad yang dikenal dengan Resolusi Jihad yang diprakarsai ulama yang juga Pahlawan Nasional K.H. Hasyim Asy’ari. Seruan itu dikumandangkan pada 22 Oktober 1945 silam. Kita tahu waktu itu Indonesia sudah dan baru memproklamasikan kemerdekaan. Sejarah mencatat Belanda dan Sekutu datang lagi ke Indonesia karena ingin tetap menjajah. Maka ulama berseru kepada santri dan seluruh umat.

Tanggal seruan jihad itu dicatat dan dikenang oleh seluruh bangsa sebagai seruan demi bangsa dan Tanah Air, Indonesia. Lalu melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015, ditetapkan bahwa HSN jatuh pada tanggal 22 Oktober. Dan setiap tahunnya diperingati sebagai HSN. Keputusan yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo di Masjid Istiqlal Jakarta, itu menandai bermulanya peringatan HSN secara rutin setiap tahun. Artinya pada tahun 2021 ini sudah untuk yang ke-7 kali diperingati pasca Kepres itu.

Tema HSN biasanya selalu berbeda-beda setiap tahunnya. Untuk tahun ini, seperti dapat dilihat melalui situs kemenag.go.id disebutkan tema HSN adalah Santri Siaga Jiwa dan Raga. Logonya juga digambarkan sebagai orang yang siap-sedia dalam berkarya. Dan semangat itulah yang hari ini digaungkan di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati HSN.

Kabupaten Karimun (Kepri) memperingati HSN dengan mengadakan Upacara Bendera di halaman Kantor Bupati, Karimun, Poros. Bertindak sebagai Inspektur (pembina) Upacara adalah Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq. Dihadiri oleh pejabat utama seperti Forkopimda, Sekda, Kepala OPD dan pejabat dari Kementerian Agama Kabupaten Karimun. Selain para Kepala KUA se-Kabupaten Karimun, Kepala Sekolah di bawah Kemenag dan para guru hadir juga beberapa siswa MA yang ada di Pulau 

Bupati Karimun dalam amanatnya, selain membacakan sambutan Menteri Agama RI juga menyampaikan pesan-pesan khusus kepada para peserta upacara. Secara khusus bupati menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional kepada seluruh santri dan guru di Kabupaten Karimun berkaitan peringatan HSN hari ini. Juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pesantren dan Kemenag Kabupaten Karimun yang telah bersama-sama dalam membangun kabupaten ini.

Tentang isi sambutan Menag RI yang dibacakan bupati dapat dipetik beberapa pesannya, antara lain,  tentang telah ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai HSN oleh Pemerintah RI. Juga menjelaskan
tema HSN tahun 2021 yaitu Santri Siaga Jiwa Raga. Maksudnya para santri harus senantiasa siap lahir dan batin untuk bangsa. Itu bermakna bahwa santri Indonesia berkomitmen seumur hidup untuk istikomah akidah dan siap-sedia membela bangsa. 
 
Upacara bendera dari awal hingga akhir berjalan dengan baik dan lancar. Personel upacara adalah para siswa dan guru di lingkungan Kemenag Kabupaten Karimun. Dan satu hal yang khas pada upacara bendera tahun ini adalah semua peserta dan pelaksana upacara menggunakan kain sarung. Inilah pertama kali pelaksanaan upacara HSN di Kabupaten Karimun dengan peserta dan petugas memakai kain sarung.***

25 Sep 2021

Suka-duka Menyelesaikan Skripsi untuk Menembus Sidang Skripsi

Suka-duka Menyelesaikan Skripsi untuk Menembus Sidang Skripsi

Foto setelah sidang skripsi 
20 agustus 2021 

Catatan Hariyanto, SAp
SETELAH selesai seminar proposal skripsi, alhamdulilah proposal saya di-acc. Lalu lanjut ke tahap berikutnya yaitu menyempurnakan skripsi dimana perlu kelapangan untuk mencari data maupun keperluan lainnya agar skripsi ini menjadi lengkap dan bagus.

Sebelum saya melakukan penelitian ke lapangan tepatnya setelah lebaran idul fitri (kalau tidak salah tanggal 3 juni 2021) saya bertemu lagi dengan pembimbing 1 dan 2 yang mana seharusnya apabila setelah selesai seminar proposal harus direvisi paling tidak 2 minggu tapi karena nanggung  karena berdempetan minggu depan mau lebaran jadi saya setelah lebaran saja bertemu pembimbing saya lagi

Pas bimbingan pertama skripsi setelah seminar proposal saya merasa agak santai selali bimbinganya gk seperti pas seminat proposal saya rada takut dan ragu ragu terus. Walaupun terlihat santai bimbingan skripsi pada saat itu bahkan banyak sekali rintangannya nanti bahkan pembimbing 2 saya mengatakan kalau nanti sudah selesai skripsi kamu akan terasa santai dan gk mikir lagi dari situlah saya pengen  cepet aja dan semangat dalam mengejarkannya dan juga kedua pembimbing saya memberitahu saya kalau bimbingan sekali lagi harus lengkapi bab 4 dan 5 juga revisi sedikit bab 1 hingga 3.

Setelah selesai bimbingan itu keesokkan hari saya langsung mempersiapkan penelitian di lapanngan cuma saya sebelum ke lapangan tentu saya harus terlebih dahulu untuk meminta surat izin penelitian dari kesbangpol awalnya pembimbing tidak menyuruh kesana tapi saya inisiatif saya langsung saja ke kantor itu berhubung saya bersama temen dari prodi awalnya gak tau sama siapa bahkan saya ragu ragu gitu  tapi pas ada temen saya berhubung dia mau ke kantor itu jadi saya bareng perginya lalu tibalah di kantor hingga bertanya tanya akhir harus ke lantai 3 untuk mengurus surat izin penelitian juga setelah sampai lantai 3 itu saya bersama temen mengisi berkas berkas agar segera diproses izin penelitian hingga selesai tapi menurut petugasnya bahwa surat itu besok baru siap atau dikabari dengan cepat hingga saya rasa tidak masalah yang penting saya bisa mendapat data itu ditempat penelitian saya.

Keesokkan harinya saya sambil berniaga lalu sambil makan pagi baru mau membuka mulut mau makan langsung hp saya berdering dari kesbangpol bahwa surat saya sudah siap hingga sayapun langsung mempersingkat makan pagi sambil saya wa temen saya itu saking lama responya berkali kali saya me wanya tak direspon tanpa mikir panjang saya sendiri ambil surat itu . Sampai kantor itu saya ambil surat ternyata banyak juga surat tebusan diantara harus antr surat ke kantor bupati, dinas pendidikan, camat , lurah, lalu pihak kampus. Saya awal gak pernah ke kantor instansi itu saya tau nya pas moment acara ucapara hari nasional saja untung saya bersama temen saya rajin bertanya dimana harus diletakan bahkan saya jumpa temen saya di dinas itu kebetulan temen sekolah dulu bahkan temen kuliah juga saat itu pas amtar surat ke dinas pendidikan seluruh pegawai istirahat jadi saya duduk bareng dengan temen saya sambil ngeteh dingin sambil menunggu jam 1.

Setelah selesai saya letak surat ke instansi terkait saya langsung mengerjarkan skripsi ini tanpa mikor panjang. Keesokannya saya ke kantor lurah dimana tempat saya teliti maaf saya tidak menyebutnya disitu saya langsung ketemu lurah berdiskusi panjang lebar hingga bimbingan sebagai mana baiknya setelah dari situ saya langsung mengerjakannya hingga begadang saya dari jam 07.00 hingga jam 01 malam.

Pada akhir pertangahan bulan 7 tahun 2021 saya mulai panik data apa lagi untuk bab 4 ini saking bergadang  beberapa kali saya ubah agar baik sampe saya cari soal-soalan wawancara penelitian ini kepada siapa saja bersedia. Dan pada akhirnya saya wawancara ditempat penelitian saya itu beruntung mereka terbuka sekali bahkan dengan senang hati. Setelah saya wawancara saya langsung bergegas mengerjarkanya kembali tahap demi tahap hingga bab 5 hingga selesai juga sambil mengerjarkan skripsi ini saya kok terbayang sekali mau menyerah karna sangat rumit dibanding saya menyusun proposal penelitian karna skripsi ini harus bener bener tidak boleh bercanda disitu saya mau menyerah bahkan airmatapun menetes tapi saya jadi ingat perjuangan orangtua saya membiayai saya kuliah karena mereka kepengen anaknya berpendidikan lebih tinggi lagi karna setahu saya orangtua saya maaf sekali hanya sampe SD.

Dari itu saya termotivasi untuk segera menyelesaikannya. Hingga besok setelah selesai membuat skripsi saya tentu bimbingan tidak salah awal agustus saking lama tidak bimbingan. Selama bimbingan hari demi hari masalah saya tidak terlalu jauh pas proposal yaitu penulisan seperti titik, koma, bahkan jaraknya. Pas ada pengumuman bahkan skripsi terakhir antara tanggal 24 -31 agustus 2021 saya langsung tancap gas lagi walau rada bosen sebenernya masalah gk jauh jauh dipenulisan padahal saya anggap ini sepele sekali tapi memang harus jangan anggap remeh bahkan saya sampe kepikiran kenapa  selalu revisi dibagian ini mungkin supaya skripsi saya enak dipandang barang kali begitu.

2 minggu jelang mau sidang saya masih bimbingan skripsi saya juga terkadang pada malam hari terbayang pengen cepat berakhir skripsi ini sambil merenung bahkan juga sambil mengerjakan sampe sebisa saya, sayapun bertekad ini pasti akan berakhir dengan baik.

Saya ingat sekali pas seminggu jelang mau ujian itu setelah selesai bimbingan sudah oke saya disuruh cek turnitin dalan arti kata supaya skripsi saya ini tidak meniru katakanlah begitu. Pada sore hari saya dapat pesan wa dari pembimbing 2 saya tidak pesan begini hariyanto kamu udah cek turnitin dan kalau bisa kamu ujian hari jumaat soalnya saya mau senin tidak ada dikampus saya ijin berangkat. Setelah mendapatkan pesan dari pembimbing 2 saya  merasa langsung berusaha mikir ditengah saya belanja lauk pauk untuk makan malam hingga saya bertanya dalam hati gimana ya cara bisa menurunkan persen skripsi pertama dikirim dengan 67%.

Sampe pulang kerumah saya langsung membuka laptop untuk mengubah kata demi kata dari kata umum supaya menjadi kata khusus supaya bisa menurunkan ke 60% setelah selesai saya kirim kembali di cek ternyata 62% setelah itu saya ngedrop banget jadi males mau melakukan lagi. Sekitar abis isya saya kekonter temen kebetulan dia ada jasa untuk ngeprint karena saya tidak mempunyai print sebelum saya udah kontak wa dia terlebih dahulu.pas pergi saya liat didaerah konter temen saya itu pas banget mati lampu jadi saya pasrah mau ngeprint karna besok harus dicek kembali.

Setiba dikonter itu baru mau buka tas langsung hidup lampunya sayapun dengan senang sekali mungkin karena saya sabar menjalaninya, pas saya buka wa ternyata temen saya ini udah wa saya gk salah bunyinya"oke silahkan tapi tempat kami mati lampu wak", cuma untungnya hidup pas moment saya print kebetulan temen saya ini temen SD dia sudah hampir 2 tahun buka konternya. Selama berada konter tersebut sambil menunggu print siap saya sempat berbicara tentang masa masa sd penuh kenangan bahkan sampe bercanda juga.

Pada pagi harinya saya memulai makan pagi setelah itu masih baring baring saja bahkan masih main hp sampe di wa pembimbing 1 saya gak salah bunyi gini "assamualaikum.. Gimana cerita? Saya ketik menjawab " Masih gitu aja bu gak turun turun saya udah gak semangat lagi" Lalu dia mengatakan lagi kesaya "kamu jumpa saya sekarang " Saya tentu membalas "siap bu". Saya langsung bergegas kemas kemas apa saja perlu lalu saya langsung pergi kekampus.

Setiba di kampus saya jumpa pembimbing 1  lalu mengecek saya punya skripsi saya juga disuruh sama pembimbing saya untuk daftar sidang skripsi. Untung juga saya bawa apa apa saja persyaratanya sambil saya mengurus persyaratanya saya dipanggil sama pembimbing saya bahwa saya sudah ikut ujian juga kebetulan saya dapat hari jumaat karena pembimbing saya ke 2 mau berangkat pada senin tentu saya kaget dan dag dig dug padahal hari kamis itu saya langsung kembali mengurus persyatan itu bahkan saya masih ragu bagaimana buat powerpointnya saya juga masih ragu waktu seminar saja powerpoint kurang menarik apa lagi pas sidang.

Setelah selesai saya langsung kembali kerumah tidur  sebentar sekitar jam 16.30. Pada jam 07 malam saya langsung membuka laptop untuk belajar skripsi saya agar sidang besok lancar dan mudah. Setelah itu saya tidur sampe bangun jam 06.30 pagi. Jam 07.00 pagi saya baru ingat saya belum membuat Powerpoint untuk sidang skripsi jam 1.00 siang bahkan saya kalang kabut bagaimana buat powerpoint yang pas bahkan jelas saya sambil kontak temen saya gimana caranya eh malah diread aja tanpa direspon. Saya diam sejenak beberapa saat.

Setelah diam sejenak saya mendapat ide sebelum mengerjakannya saya melihat youtube untuk mempelajarinya tapi alhamdulilah akhirnya saya bisa juga belajar lalu saya coba buat sampe selesai jam 11 siang bahkan saya gak nyangka bisa siap juga harus jauh jauh hari karena ini mepet saya gas saja untuk bagus apa tidaknya ya liat saja nanti.

Setelah selesai sholat jumaat saya bergegas pergi kebetulan hujan rintik rintik kecil saya berangkat dengan mobil kebetulan mobil itu temen bapak saya juga dia sudah 4 tahun mengantar saya kuliah.

Selama dalam perjalanan saya gak kepikiran takut atau dag dig dug saya cuma memikirkan apa kah saya bisa bahkan juga saya membaca surah surah pendek dan bershlawat.

Setibanya dikampus saya memulaikan sidang skripsi  dengan waktu ditentukan saya mempresentasikan penelitian saya dengan baik setelah itu tanya jawab saya bahkan tidak konsen pas tanya jawab entah kenapa bisa begitu sampai setelah selesai saya disuruh keluar oleh penguji selama 5 menit karena mereka sedang menentukan nasib saya , saya tentu keluar bahkan ada temen saya yang hadir saya pas keluar gak mikir kemana saya hanya memikirkan nasib saya. Setelah selesai saya dipanggil masuk nah disitu penguji memberikan penilaian nya seinget saya penguji bilang ke saya bahwa skripsi saya tidak layak dan harus mengulang saya juga sampe menetes air mata sebenernya saya gak mau tapi karena saya ingat perjuangan orangtua saya membiayai saya jadi menangis tanpa disadari bahwa saya itu sebenarnya diprank sama penguji namun ternyata saya lulus ujian ini dan ada revisi sedikit.

Saya sangat gembira sekali selesainya sidang skripsi. Saya sangat sangat bersyukur dan bangga. Ini waktu amat penting dan membuat saya bangga, 20 agustus 2021/ 13.30 wib.







22 Sep 2021

Suka-duka Menyelesaikan Proposal Skripsi untuk Menembus Seminar proposal

Suka-duka Menyelesaikan Proposal Skripsi untuk Menembus Seminar proposal

Sidang seminar proposal skripsi

Catatan: Hariyanto, S Ap
PADA saat saya sudah menyelesaikan teori dan pratik (magang/PKL dan KKN) tentu terap berikutnya yaitu skripsi. Inilah tugas akhir yang sangat berat bagi mahasiswa semester akhir terutama saya pribadi. Waktu itu saya masih bingung karena masih belum menemukan masalah untuk penelitian skripsi butuh waktu 2 minggu bahkan hampir menangis,  bagaimana cara untuk mendapatkan masalah untuk penelitian. Pada akhirnya saya mendapatkan masalah untuk penelitian skripsi yaitu masalah pada pelayanan khususnya wilayah tingkat IV. 
Seiring waktu berjalan dalam penyusunan skripsi ini saya dibimbing oleh dua orang dosen hebat. Saya tentu sangat gembira mendapatkan dua orang dosen pembimbing yang sangat mumpuni dan berpengalaman. Namun ini sangatlah tidak mudah karena saya pada saat itu ada beberapa kali revisi terutama pada bagian bab I dan III.  Bahkan di setiap bimbingan pun masalahnya sama padahal harusnya diperbaiki tapi itulah masalahnya tetap sama. 

Saya pun sampai hampir menangis putus harapan karena revisi lagi pada bagian bab I dan bab III. Namun saya tidak putus asa dengan doa saya pada akhirnya mendapatkan ide untuk berubah total bab I sesuai dengan keinginan pembimbingan hingga bab III sehingga saya pun meminta tolong dengan teman teman saya memahami bab III ini. 

Pada saat seminggu sebelum sidang proposal skripsi pada saat itu bulan ramadhan saya terus merevisi penulisan agar terlihat rapi dan bagus dipandang. Namun saya hampir sangat berputus asa merasa tidak sanggup menjalaninya saya merasa takut sekali sidang proposal nanti. Tapi dengan sabar dan tulus saya harus siap menghadapinya walau itu sulit. 

Pada saat itu  sebelum sidang proposal skripsi saya mendaftar untuk sidang proposal hingga harus menlengkapi syrat-syarat harus dipenuhi bahkan saya bolak balik ke rumah, ke kampus bahkan terik matahari semakin panas dan merasakan haus dan lapar dimana saat itu bulan ramadhan dan perlu sabar. Namun saya alhamdulilah karena rajin bolak balik dalam mengurus persyaratan sidang proposal skripsi saya akhirnya bisa mengikuti sidang proposal skripsi.

Keesokan harinya, tepat setelah sholat dzuhur saya mulai sidang proposal skripsi saya awalnya takut dan ragu bagaimana cara menjawab yang pas dalam persidang itu saya hanya menjawab dengan sebisa saya bahkan saya dalam sidang itu saya tidak terfokus dalam sidang tersebut dan alhamdulilah pada akhirnya selesai juga sidang pertama hingga saya perlu merevisi untuk tahap selanjutnya. (bersambung)