Catatan dari Sagu Sabu Karimun: Awalnya Tak Cukup, Akhirnya Berlebih


TANAIKARIMUN.COM - HARUS saya akui kalau pada awalnya peserta Sagu Sabu Karimun ke-2 (Kepri ke-5) ini tidak akan cukup jumlah minimal pesertanya. Untuk menghelat Pelatihan Menulis Buku Sagu Sabu, dengan mengundang narasumber dari Surabaya ada semacam kesepakatan dan kebiasaan bahwa peserta yang ikut minimal 100-an orang. Angka ini berkaitan biaya.

Kegiatan pelatihan menulis buku seperti ini adalah pelatihan mandiri alias swadana. Segala keperluan untuk pelatihan, mulai dari honor narasumber, sewa gedung sampai kepada konsumsi semuanya dibiaya bersama oleh peserta. Tidak seperti pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah (Pusat/ Daerah) yang anggarannya sudah disiapkan.

Biaya yang diperlukan ini, jika pesertanya tidak sampai pada angka minimal 100 orang maka pembayaran segala kebutuhan itu menjadi berkurang. Narasumber dari Pusat (Nasional) yang didatangkan oleh Media Guru sebagai  penyelenggara sudah kesepakatan tidak tertulis bahwa setiap satu orang peserta yang membayar sudah disepakati sekian rupiah adalah uang yang wajib disetorkan ke Media Guru. Media Guru biasanya memberikan gambaran anggaran kegiatan sekian rupiah untuk satu kekgiatan. Dan itu, tepat pada angka minimal peserta 100 orang itu.

Pada pendaftaran awal, panitia merasa senang karena jumlah calon peserta lumayan jumlahnya. Sampai pada batas hari yang ditentukan jumlah calon peserta semakin ramai hingga melebihi jumlah minimal yang diharapkan. Hanya saja, itu baru pada posisi sebagai calon peserta. Belum lagi menjadi peserta karena ada persyaratan wajib transfer biaya pelatihan.

Di sinilah mulai ada kekhawatiran panitia. Ternyata jumlah yang begitu banyak hanya pada posisi calon peserta. Bukan pesertanya. Ketakutan tidak akan tercapai jumlah peserta minimal ini terus bertahan menjelaang mendekati batas akhir pendaftaran, 5 Februari 2020. Kegiatannya sendiri akan dilaksanakan pada 22-23 Februari. Artinya waktunya semakin dekat. Angka minimal belum juga tercapai.

Panitia dengan sabar berusaha terus meyakinkan calon peserta untuk segera menyetor biaya pelatihan agar status calon menjadi nyata sebagai peerta. Panitia menunda batas menjadi tangga 15 Februari karena ada beberapa calon peserta menyampaikan permintaan begitu dengan alasan uang belum ada. Akhirnya usulan calon peserta itu diterima panitia.

Dalam kegalauan dan kekhawatiran itulah, menjelang dekat batas akhir pendaftaran, ternyata peerta terus bertambah. Setelah melewati angka minimal 100, calon peserta yang sudah terdaftar terus menyetor biaya dan calon peserta baru juga terus bertambah. Akhirnya pada hari Rabu (19/02/2020) itu panitia sepakat akan menutup pendaftar karena pihak Media Guru sudah meminta daftar anam-nama peerta untuk dibuatkan Surat Undangan dan sertifikat.

Tepat pada angka 144 orang panitia menutup daftar nama yang akan dikirimkan ke Pusat. Namun jika ada calon peserta yang akan ikut dan mendaftar, panitia sepakat tetap menerima dengan catatan tidak bisa lagi masuk ke lampiran undangan Media Guru. Begitu juga sertifikat akan dibuat tersendiri di Karimun. Dan ternyata menjelang hari H kegiatan, jumlah peserta malah melewati jauh angka minimal. Jumlah terakhir peserta Sagu Sabu Karimun II ini adalah 154 orang. Alhamdulillah. Kata CEO Media Guru, Pak Muhammad Ihsan, dari awalnya khawatir tak cukup malah bablas.***

Baca juga: https://mrasyidnur.gurusiana.id/article/2020/2/peserta-sagu-sabu-karimun-takut-tak-cukup-akhirnya-bablas-277755


SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: