MUI Provinsi Turba untuk Konsolidasi


SEBANYAK lima orang pengurus MUI (Majelis Ulama Indonesia) Provinsi Kepri turba (turun ke bawah) melaksanakan konsolidasi kelembagaan ke pengurus MUI Kabupaten dan Kecamatan di Kabupaten Karimun. Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan penguatan kepada pengurus dan organisasi keagamaan, itu dilaksanakan oleh pengurus MUI Provinsi kepada seluruh pengurus MUI kecamatan melalui MUI Kabupaten se-Provinsi Kepri.

Menurut Edi Sabarani, Sekretaris Umum MUI Provinsi yang ikut dalam rombongan MUI Provinsi kali ini, "Program konsolidasi ini direncanakan akan dilaksanakan ke semua pengurus MUI se-Provinsi Kepri."  Katanya, tiga hari ini pengurus melaksanakannya di Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Karimun.

Segala biaya selama tiga hari kegiatan ditanggung oleh MUI Provinsi Kepri. Sebagian besar peserta konsolidasi MUI Kabupaten Karimun adalah para pengurus MUI Kecamatan yang berada di luar Pulau Karimun. "Mereka diinapkan di Horel Karimun City. Makan-minumnya selama mengikuti kegiatan konsolidasi ditanggung MUI Provinsi."

Untuk diketahui, 9 kecamatan dari 12 kecamatan se-Kabupaten Karimun yang ikut adalah para pengurus yang berada di luar Pulau Karimun, antara lain di Kundur, Moro, Durai, Belat dan Ungar. Mereka oleh penitia pelaksana diinapkan di hotel. Disediakan juga makan dan minumnya. Sementara yang berada di Pulau Karimun seperti dari Kecamatan Karimun, Meral, Meral Barat dan Tebing serta pengurus MUI Kabupetan boleh tidur di rumah masing-masing.

Kegiatan konsolidasi sendiri dimulai Jumat (16/10/2020) malam dengan dibuka secara resmi oleh Pjs Bupati Karimun, Pak Heri. Sehabis acara pembukaan, malam itu juga dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ketua MUI Provinsi Kepri, Pak Bambang. Dalam materi yang disampaikannya, Pak Bambang mengimgatkan para pengurus MUI agar dalam berdakwah tidak terlalu memaksakan. Jangan kasar. 

Dengan penjelasan yang detail, Pak Bambang mengingatkan bahwa orang-orang yang kasar dalam menyampaikan seruan agama justeru akan ditinggalkan umat. Demikian dia mengatakan. Maka hendaklah dengan cara lemah-lembut.***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: