Pilkada Serentak, Berharap Partisipasi untuk Hasil Terbaik


KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Karimun baru saja menetapkan jumlah pemilik hak suara untuk Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak yang dihelat pada 9 Desember 2020 nanti. Seperti disampaikan Ketua KPU Kabupaten Karimun, Eko Purwandoko, Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Karimun mencapai 165.780 jiwa. Menurutnya, jumlah tersebut terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan angka Daftar Pemilih Sementara (DPS), 165.133 pemilih yang diumumkan sebelum ini.

Pengumuman itu disampaikan Ketua KPU Karimun saat digelar rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP), yang dilaksanakan KPU Kabupaten Karimun di Hotel Aston Karimun, Rabu (14/10/ 2020) kemarin. Di situ hadir semua komponen yang terlibat dalam penetapan pemilih tetap.

Bagi masyarakat yang penting tentu saja partisipasi masyarakat itu sendiri. Ada kekhawatiran bahwa covid-19 akan berpengaruh kepada tingkat aprtisiapsi masyarakat dalam memberikan hak suaranya. Baik di daerah lain maupun di Karimun, ini tentu saja diharapkan partisiapsi ini tetap tinggi.

Keterangan Ketua KPU Kabupaten Karimun mengatakan bahwa target partisipasi pemilih pada gelaran Pilkada serentak tahun 2020 insyaallah akan mencapai 77,5 persen. Pihaknya memastikan target tersebut harus dapat dipenuhi meski pemilu serentak 2020 dilaksanakan ditengah wabah COVID-19.

Mengutip berita sebuah portal online mengatakan bahwa target 77,5 persen, itu akan menjadi tantangan bagi KPU selaku penyelanggara pemilu apalagi di saat berdampingan dengan COVID-19. Dia membandingkan dengan persentase partisipasi pemilih pada ajang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2019 lalu yakni sebanyak 78 persen. Artinya target saat ini diturunkan sedikit.

Untuk Pilkada Bupati Karimun yang menampilkan dua pasangan calon, Aunur Rafiq- Anwar Hasyim (petahana) berhadapan dengan Iskadarsyah – Anwar Abubakar beredar berbagai isu. Ada informasi bahwa masyarakat tidak akan terlalu bersemangat keluar rumah untuk memberikan hak suaranya disebabkan oleh masih maraknya corona. Tapi ada juga komentar pesimis yang menyebutkan rendahnya partisipasi nanti disebabkan oleh calon yang berat sebelah dilihat dari partai pendukung.

Seperti sudah diketahui masyrakat, calon petahana didukung oleh hampir semua partai yang kecuali dua partai, PKS dan PAN. Dengan dukungan partai yang hampir full kepada calon petahana, dikatakan oleh sebagian masyarakat bahwa Pilkada ini bersifat seremoni saja. Apakah akan begitu? Tidak bisa dipastikan saat ini.

Justeru ada pula komentar yang menyebutkan bahwa kontestasi Pilkada Bupati Karimun kali ini akan berjalan alot. Selain calon petahana yang secara kasat mata begitu banyak pendukungnya, namun dikatakan pula bahwa calon penantang ini sudah lama ditunggu masyarakat Karimun. Selama ini salah satu pasangan calon lawan petahana adalah anggota DPRD Provinsi Kepri yang kelahiran Karimun. Tepatnya lahir di Kecamatan Moro. Konon, menurut koemntar ini dia akan full dipilih oleh masyarakat Moro. Benarkah? Tetap saja tidak bisa dipastikan saat ini.

Hal penting menurut saya adalah bagaimana nanti Pilkada bisa berjalan dengan baik, tertib dan aman. Lalu, masyrakat memilih dengan hati dan pengetahuannya sehingga terpilih calon yang terbaik untuk memimpin Kabupaten Karimun.***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: