Fenomena Virus Corona Kiranya Dapat Memperkuat Iman Kita





Oleh: Mochamad Nasrudin (Monas)

BAGI orang beriman, rumus setiap kejadian atau musibah sudh jelas termaktub dalam Al-Qur'an. Tidak ada musibah yang terjadi di muka bumi selain atas ijin Allah. Tinggal kita bisa dan mau memahaminya atau tidak saja.

Saat ini dunia dihebohkan oleh munculnya satu virus dari China. Virus itu dinamakan corona yang menurut laporan di berita begitu mengerikan. Dalam waktu begitu cepat virus ini menyebar dan tiak ada yang bisa menangkalnya jika sudah menjangkiti seseorang.

Apapun itu hasil penelitian penyebab terjadinya penyebaran virus Corona, tetap saja ini semua sdh mjd ujian yg ditetapkan oleh Allah atas manusia manusia yang telah banyak dzolim, melakukan maksiat dan kerusakan di muka bumi.

Cara menyikapi fenomena ini, bagi kita masyarakat beriman, kita tidak perlu panik. Pertama, ada SOP (Standard Operating Prosedure) yang ditetapkan Pemerintah untuk berjaga-jaga dan mencegah terjadinya penyebaran ke wilayah kita, wajib kita jalankan. Itu perlalu diperhatikan.

Namun Kesadaran bahwa ini adalah ujian Allah, dan hanya Allah yang mampu menjaga kita, hanya Allah yang mampu menghilangkan virus Corona ini, hanya Allah yang mampu menyelamatkan diri kita, maka kesadaran inilah yang lebih wajib kita tumbuhkan saat ini juga. Artinya iman kita jangan luntur oleh fenomena corona ini. Justeru harus lebih meningkat.

Kedua, SOP dari Allah yang perlu juga kita lakukan. Itulah sedekah dan memperbanyak infaq dan menunjukkan sikap saling menolong. Agama mengajarkan bahwa sedekah itu adalah penolak bala. Dengan memperbanyak sedekah semoga virus corona juga tidak menimpa kita.

Ketiga, berdoa setiap pagi dan sore. Ketahuilah sesungguhnya doa adalah sebagai benteng bagi kita agar terhindar dari marabahaya. Itulah yang diprkatikkan Nabi dan para sahabat.

Keempat, sabar, sholat sebagai penolong kita. Meningkatkan kualitas sholat agar lebih khusyuk dalam beribadah menjadi    senjata utama kita dalam menghadapi masalah yang kita hadapi, dan sabar menjadi nafas kita, untuk melawan kepanikan sebagai ciri dangkalnya keimanan kita.

Kelima, tawakal. Tawakal, setelah semua ikhtiar kita jalani merupakan ciri manusia beriman. Apapun yang terjadi, adalah kehendak Allah yang semua itu wajib kita yakini sebagai hal yang terbaik bagi kita.***
Nasruddin (Monas) adalah Perwakilan DGI Karimun

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: