Sholat Ghaib Keluarga SD-IT Darul Mukmin untuk B.J. Habibie: Melatih Anak Cinta Hidup dan Mati


TANAIKARIMUN.COM - HARI Kamis (12/09/2019) lalu siswa-wi dan para guru SDIT Darul Mukmin melaksanakan solat ghoib atas berpulangnya ke rahmatullah putra terbaik bangsa, B.J. Habibie. Sholat ghaib yang diselengarakan di halaman SDIT Darul Mukmin Karimun, itu merupakan bentuk belasungkawa warga sekolah SDIT Darul Mukmin atas  berpulangnya ke rahmatullah Bapak Guru Bangsa, Bapak Teknologi Bangsa dan Bapak Presiden ke- 3 Republik Indonesia, B.J. Habibie. Kita bangga dengan inisiatif ini.

Pelaksanaan sholat ghoib ini dipimpin langsung oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Pengembangan Al-Quran YDM, M.Yusuf Siregar, S.Pd.I sebagai imam sholat dan diikuti seluruh jamaah yang terdiri dari seluruh siswa, guru dan karyawan di SD-IT Darul Mukmin Karimun.

Sebagaimana diinformasikan Humas YDM, Kepala SDIT DARUL MUKMIN Alfitriadi,S.Pd.I mengatakan secara pada saat pelaksanaan solat goib itu bahwa secara kenegaraan berbelasungkawa disimbolkan dengan menaikkan bendera setengah tiang. Tapi secara keagamaan khususnya agama Islam keluarga besar SD-IT Darul Mukmin melaksanakan Solat Ghoib untuk mengirimkan doa terbaik kepada Bapak Prof. Dr. B.J. Habibie. Doa kita, semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan melapangkan kuburnya, serta menempatkan belia bersama orang-orang yang mulia di sisi-Nya. Demikian Kepala Sekolah menjelaskan.

Apa yang diraih dari pelaksanaan solat ghoib bagi anak-anak kita ini? Inilah yang utama sesungguhnya. Masih kata Kasek, Alfitriadi, bahwa kegiatan ini adalah sebagai pengembangan pendidikan karakter (PPK) religius menanamkan nilai-nilai religi kepada anak-anak bahwa kita hidup selalu dalam genggaman Allah SWT Tuhan yang Maha Kuasa. Hidup dan mati tidak bisa dipastikan oleh manusia. Hidup dan mati boleh direncanakan tapi Allah jua yang memutuskan. 

Yang utama bagi kita manusia bahwa hidup dan mati adalah kehendak Allah. Jikakita cinta dunia, sekaligus mestilah cinta akhirat. Hendaklah kita berbuat yang terbaik ketika masih hidup sehingga sampai ajal kepada kita. Datangnya ajal adalah awal kematian di dunia dan awal kehidupan untuk akhirat. Maka kewajiban bagi manusia mempersiapkan bekal untuk menghadap Allah SWT sebagai bukti manusia juga cinta akhirat.***
Dari: Berita Humas YDM


SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: