Keluarga YDM Rihlah ke Kundur

Catatan M. Rasyid Nur
SETIAP tahun, di akhir tahun keluarga besar Yayasan Darul Mukmin (YDM) mengadakan acara rihlah. Keluar dari sekolah ke pantai atau kemana saja yang pantas dikunjungi dalam bentuk wisata. Rihlah yang bermakna mengadakan perjalanan, perlawatan atau pelancongan adalah salah satu program di YDM.

Tujuan rihlah adalah untuk memberikan ruang kepada seluruh karyawan (guru dan non guru) di lingkungan YDM untuk merefresh semangat atau energi bagi karyawan setelah bekerja menunaikan tugas dan kewajiban selama satu tahun. Tugas dakwah dan pendidikan yang diemban guru dan karyawan adalah tugas sangat berat dan menantang. Tugas mengajar, mendidik dan membimbing termasuk tugas-tugas administrasi, itu tidaklah ringan. Maka perlu ada penyegaran pikiran dan perasaan bagi karyawan.
Untuk tahun 2019 para guru dan pegawai melalui pimpinan setiap unit sepakat untuk mengadakan rihlah dengan lokasi yang berbeda dari biasanya. Tiga tahun terakhir, kegiatan rihlah selalu diadakan di Pantai Pongkar, Kecamatan Tebing. Mengapa selalu di sana? Menurut salah seorang Kepala Sekolah di lingkungan YDM bahwa di Pongkar kebetulan ada tempat yang mendukung untuk kegiatan.

"Kita melaksanakan kegiatan di Pantai Pongkar selama ini karena di sana kebetulan ada tempat yang mendukung kegiatan kita. Kita selalu membuat acara semi outbond yang membutuhkan tempat yang mendukung itu," kata Ibu Fama, Kepala TKIT DArul Mukmin yang selalu menangani bagian acara dan lomba setiap kegiatan rihlah. "Itulah sebabnya kita selalu laksanakan rihlah YDM di Pantai Pongkar," jelasnya menambahkan.

Tapi tahun 2019 kegiatan rihlah kita sepakati keluar Pulau Karimun. Kita mau ke Pulau Kundur yang kebetulanb saat ini musim durian. Di sana juga ada pantai dan lokasi lain yang bisa menghibur kita. Begitu penjelasan Pak Nurman, Kepala SMPIT Darul Mukmin yang pada rihlah kali ini dipercaya sebagai Ketua Panitia.

Ada harapan utama dari kegiatan rihlah ini, seperti menyegarkan pikiran dan perasaan para karyawan yang ada di lingkungan YDM. Dengan tema, "Menghadirkan Bahagia, Mengokohkan Kebersamaan" jelas bahwa harapan kegiatan ini adalah bagaimana warga YDM dengan tugasnya yang bermaca-macam untuk mewujudkan visi-misi YDM dapat merasakan kebahagiaan itu selama berlangsungnya kegiatan rihlah. Selanjutnya, dengan begitu juga akan tercapai usaha membina dan merawat kekompakan di kalangan karyawan YDM.

Rihlah dilaksanakan pada Sabtu (11/01/2020) yang diikuti oleh 85 karyawan dari 100-an karyawan yang ada di YDM. "Hadir pada acara rihlah tahun ini sebanyak 82 orang dari 85 orang yang menyatakan akan ikut," jelas Nurman, Ketua Panitia Rihlah saat menyampaikan laporan pada acara puncak rihlah. Berangkat pukul 07.45 dari Pelabuhan KPK Tanjungbalai Karimun menuju ke Selat Belia, Prayun, peserta langsung naik bus --Pt. Timah, Prayun-- dan sebuah bus lainnya menuju lokasi wisata. Tujuan pertama yang terdekat adalah ke Taman Rusa yang baru sedang dalam pembangunan. Taman Rusa ada di Prayun, Kecamatan Kundur Barat.

Dari sini peserta melanjutkan perjalanan ke kebun durian Gading Sari, Kecamatan Kundur. Setelah seremoni acara rihlah yang diisi dengan pembacaan ayat alquran, sambutan dan doa, kegiatan diteruskan dengan pesta durian. Semua unit yang ada di YDM sepakat untuk pesta durian ini dihandel oleh unit masing-masing. Yayasan mensupport bea transport PP, konsumsi (makan siang) dan beberapa komponen lainnya. Untuk durian, semua bergotong-royong membuktikan kekompakan dan kebersamaan.

Selesai pesta durian, kegaiatan diteruskan di Pantai Lubuk. Salah satu pantai yang selalu ramai dikunjungi masyarakat ini kali ini menjadi tempat kegiatan terakhir dari beberapa rangkaian kegiatan rihlah warga YDM. Sambil makan siang bersama, peserta rihlah dihibur oleh grup musik dari guru-guru/ karyawan Darul Mukmin. Mereka membawakan beberapa lagu bernuansa Islami. Sebagai yayasan yang mengelola pendidikan dengan visi 'berakhlak, cerdas dan mandiri' maka musik-musik dan hiburan pun harus bernuansa visi itu.

Sekitar pukul 16.00 seluruh rangkaian acara selesai meskipun beberapa rencana acara ada yang tidak terlaksana karena waktu, para peserta rihlah kembali menuju Pelabuhan Maqom, Selat Belia, Prayun untuk kembali ke Tanjungbalai Karimun. Semoga peserta merasakan kebahagiaan dan kebersamaan rihlah ini.***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: