Positif Covid Muncul Lagi, Sekolah Tetap Dibuka


ITULAH judul salah satu berita di media online hari ini di daerah saya, Kabupaten Karimun. Tentu saja itu bukan berita gembira. Tidak diharapkan. Sama sekali tidak diinginkan. Namun informasi yang ditulis radioazam.id dan beberapa media lain, itu adalah fakta. Membuat gundah pastinya. "Kasus Positif Covid-19 Terbaru Jadi 7 Orang, Disdik Karimun Tetap Perbolehkan Sekolah Tatap Muka," begitu bunyi lengkapnya judul berita tersebut.

Berita baiknya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun tetap masih memberikan izin kepada semua sekolah untuk belajar tatap muka di dalam kelas. Artinya, meski kasus positif covid-19 di Kabupaten Karimun masih ada dan malah belakangan bertambah dari semula beritanya dua orang, kini sudah tujuh orang, Pemda Kabupaten melalui Disdik belum mencabut izin belajar tatap muka. Kiranya tetap diizinkan dan pasien covid segera sembuh dan tidak bertambah.

Tentang izin belajar tatap muka dalam situasi terkini, itu dikatakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Fajar Horison langsung. Katanya belum ada instruksi untuk menutup sekolah di wilayah Pulau Karimun, yang merupakan kawasan positif covid-19 saat ini. Maksudnya tentu perintah bupati.

“Kasus positif covid-19 yang terjadi saat ini, hanyalah transmisi lokal. Sehingga belum ada kebijakan dan belum ada instruksi untuk menutup sekolah,” begitu dia menjelaskan sebagaimana dikutip oleh beberapa media berita di sini hari Senin (29/3/2021) kemarin. Nyatanya, hingga hari Rabu (31/03/2021) ini semua sekolah di Kabupaten Berazam tetap buka sebagaimana sebelumnya. Protokoler kesehatan tetap juga diterapkan.

Lebih jauh Pak Fajar mengatakan bahwa kasus yang terjadi saat ini merupakan klaster dari perjalanan luar kota. Sehingga jika terjadi penyebaran atau transmisi lokal, barulah Pemerintah mengambil tindakan, apakah akan ditutup sementara semua sekolah atau ada kebijakan lain. Begitu dia menjelaskan perihal munculnya pasien covid-19 beberapa hari ini setelah sebelumnya dinyatakan sudah nol.

Untuk itu dia menegaskan sekaligus mengingatkan kepada semua sekolah, agar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat melaksanakan proses belajar mengajar di kelas. Ketentuan yang saat ini diberlakukan seperti mengurangi jumlah muatan ruang kelas, mengurangi lamanya jam belajar dan penerapan protokoler kesehatan lainnya wajib terus dilaksanakan.

Di pihak lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Pak Rahmadi menjelaskan, data terbaru saat ini terjadi penambahan dua kasus positif covid-19, dari sebelumnya ada lima kasus. Makanya saat ini menjadi tujuah orang. “Jadi total saat ini ada tujuh kasus positif covid-19 yang kesemuanya merupakan warga di Pulau Karimun.” Jika orang tua ditanya, tetap ingin anak-anaknya berada di sekolah pada jam-jam sekolah.*** (mrasyidnur)


SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: