Bukti Alquran Merupakan Mukjizat Kepada Nabi Muhammad


DALAM artikel berjudul '6 Mukjizat Al-Qur’an yang Bikin Para Ilmuwan Heran' Hajinews.id-(24/04/2021) menguraikan bahwa Al Qur’an merupakan kitab suci (umat muslim) yang menjadi salah satu mukjizat Nabi Muhammad Saw. Para ulama sependapat, di antara sekian banyak mukjizat yang Allah Swt berikan kepada Nabi Muhammad Saw, yang terbesar dan terhebat adalah Al Qur’an.

Kehebatan dan keajaiban Al-Qur’an yang diturunkan 14 abad lalu, ternyata ayat-ayatnya banyak yang menjelaskan tentang masa depan dan bersifat ilmiah. Bahkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang terbukti kebenarannya. Para ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran tersebut melalui sejumlah eksperimen penelitian ilmiah.

Lebih detail hajinews.id memberikan beberapa contoh,

1. Asal Mula Besi ( QS. Al-Hadid ayat 25)

Besi adalah salah satu logam berat yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.

Allah SWT berfirman:

“Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan, hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa.” (QS. Al-Hadid:25)

Beberapa ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran ayat tersebut. Partikel besi berasal dari benda-benda luar angkasa yang jatuh ke bumi dan memiliki kekuatan yang bermanfaat bagi manusia.

2. Sidik Jari Manusia (QS. Al-Qiyamah ayat 3-4)

Setiap manusia memiliki ciri sidik jari yang unik dan berbeda antara satu orang dengan lainnya. Keunikan sidik jari baru ditemukan pada abad 19. Sebelum penemuan tersebut, sidik jari hanya dianggap sebagai lengkungan biasa yang tidak memiliki arti.

“Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?.(Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna.” (QS. Al-Qiyamah:3-4)

3. Dasar Laut yang Gelap (QS. An-Nur ayat 40)

Kondisi dasar laut yang gelap baru bisa diketahui setelah penemuan teknologi canggih. Namun. Al-Qur’an telah menjelaskan keadaan dasar lautan semenjak ribuan tahun lalu sebelum teknologi ditemukan.

“Atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barangsiapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.” (QS. An-Nur:40)

4. Teori Relativitas (QS. Al-Hajj ayat 47)

Albert Einstein pada awal abad 20 berhasil menemukan teori relativitas waktu. Teori tersebut menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Waktu dapat berubah sesuai dengan keadaannya.

Beberapa ayat dalam Al-Qur’an juga telah mengisyaratkan adanya relativitas waktu tersebut, diantaranya dalam Al-Qur’an surah Al-Hajj ayat 47, surah As-Sajdah ayat 5 dan surah Al-Ma’arij ayat 4.

“Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al-Hajj: 47)

Dalam ayat Al-Qur’an tersebut dijelaskan, manusia terkadang merasakan waktu secara berbeda, waktu yang singkat dapat terasa lama dan begitu juga sebaliknya.

5. Garis Edar Tatasurya (QS. Yaasin ayat 38)

Matahari, planet, satelit dan benda langit lainnya bergerak dalam garis edarnya masing-masing. Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 33 dan surat Yaasin ayat 38 menjelaksan fakta ilmiah tersebut. Pengamatan astronomi telah membuktikan kebenaran fakta tersebut.

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS. Al-Anbiya:33)

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.” (QS. Yaasin: 38)

Menurut ahli astronomi, matahari bergerak sangat cepat dengan kecepatan mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex.

Selain matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Semua bintang yang ada di alam semesta juga berada dalam suatu gerakan serupa.

6. Penentuan Jenis Kelamin (QS. An-Najm ayat 45-46)

Hasil penemuan ilmu genetika abad ke-20 menjelaskan bahwa jenis kelamin seorang bayi ditentukan oleh air mani dari pria. Dalam air mani pria terdapat kromosom x yang berisi sifat-sifat kewanitaan dan kromosom y berisi sifat kelaki-lakian.

Sedangkan dalam sel telur wanita hanya mengandung kromosom x yang mengandung sifat-sifat kewanitaan. Jenis kelamin seorang bayi tergantung pada sperma yang membuahi, apakah mengandung kromosom x atau y.

“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, baik dari manusia maupun binatang, dari setetes air yang dimasukkan ke Rahim.” (QS. An-Najm: 45-46).
Artikel ini sepenuhnya disarikan dari situs hajinews.id yang ditulis oleh Sitha.

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: